Beranda blog Halaman 564

Dukung Program Makan Bergizi Sehat, Waris: Upaya Mengurangi Angka Stunting

TANJUNG REDEB – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Berau melaksanakan pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di Ruang Rapat Gabungan DPRD Berau beberapa waktu lalu. Pertemuan itu membahas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau Tahun Anggaran (TA) 2025.

Anggota Banggar DPRD Berau, Abdul Waris mengatakan bahwa pertemuan tersebut salah satunya membahas terkait program Makan Bergizi Sehat, yang sebelumnya bernama Makan Siang Gratis.

Disebutnya, Tim Banggar DPRD Berau dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tentunya akan mendukung terealisasinya program Makan Bergizi Sehat tersebut. Dimana program tersebut nantinya akan dibiayai menggunakan APBD Berau.

“Program makan bergizi gratis dibiayai oleh APBD, masih dihitung oleh TAPD,” ujar Waris, Minggu (24/11/2024).

Selain itu, lanjut Waris, DPRD Berau juga mendukung hadirnya program tersebut di Kabupaten Berau sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.

“Ini merupakan program pemerintah pusat yang harus kita dukung,” ucapnya.

Meskipun memakan anggaran yang cukup besar, program Makan Bergizi Sehat tersebut, kata Waris, perlu terwujud di Kabupaten Berau sebagai salah satu langkah dalam mengurangi angka stunting di Bumi Batiwakkal.

“Agar anak-anak kita bergizi, percuma fasilitas pendidikan bagus kalau tidak bisa berpikir dengan baik,” tegasnya.

Adapun terkait anggaran yang akan dikucurkan untuk mendukung program tersebut, Waris mengaku belum mengetahui dan masih dalam penghitungan oleh Tim TAPD.

“Insyaallah kita siap. Masih dihitung oleh TAPD berapa anggaran untuk mendukung program tersebut,” pungkasnya. (ADV/KN)

Tersisa 2 Kilometer, Saga Minta Pembangunan Jalan Teluk Sulaiman-Teluk Sumbang Dipercepat

TANJUNG REDEB – Proyek pembangunan Jalan Teluk Sulaiman-Teluk Sumbang, Kecamatan BidukBiduk tersisa 2 kilometer dari total ruas jalan 29 kilometer. Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga mengimbau Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau percepat penyelesaian jalan tersebut.

Menurutnya, pengerjaan jalan tersebut perlu dipercepat penyelesaiannya. Pasalnya jalan tersebut merupakan akses masyarakat maupun wisatawan untuk menuju destinasi wisata yang ada di Kecamatan BidukBiduk.

“Sehingga kemulusan jalan bakal mendongkrak kegiatan pariwisata di sana,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).

Ia berharap, pembangunan jalan tersebut dapat diselesaikan pada 2025 mendatang. Apalagi, Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah penyangga IbuKota Nusantara, tentunya kunjungan wisatawan dari luar daerah berpotensi mengalami peningkatan.

“Beberapa tahun berjalan ini, saya harap tahun depan bisa tuntas semuanya,” harapnya.

Selain itu, pembangunan jalan di wilayah pesisir sendiri diakuinya telah banyak mengalami perkembangan. Bahkan, perbatasan antara Berau dengan Kutai Timur sudah mulai dibangun.

Hal itu, kata dia, merupakan langkah yang baik dalam mendorong peningkatan kunjungan wisatawan maupun perekonomian masyarakat.

“Ini bisa mendatangkan banyak wisatawan, karena keberagaman akses jalan yang bisa ditempuh saat ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Saga juga mendorong pemerintah daerah untuk menyusun dan mematangkan perencanaan yang akan dilaksanakan kedepannya. Sehingga, kebutuhan akses jalan dapat terealisasi dengan maksimal sesuai dengan yang direncanakan.

“BidukBiduk ini kan cukup jauh, sehingga akses jalan harus baik agar wisatawan bisa menikmati wisatanya dengan leluasa,” pungkasnya. (ADV/KN)

Liliansyah Dorong Pemerintah Lakukan Pembangunan Infrastruktur Yang Merata

TANJUNG REDEB – Infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya di wilayah pedesaan. Untuk itu, Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, mendorong pemerintah daerah melaksanakan pemerataan pembangunan di Kabupaten Berau.

Liliansyah mengatakan, keberadaan infrastruktur yang baik sangat diperlukan dalam menopang kebutuhan hingga peningkatan perekonomian masyarakat. Sebab, Infrastruktur yang baik, akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara perlahan.

“Kami DPRD Berau akan ikut membahas pembangunan ke depan, sehingga bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).

Ia ingin, pembangunan di Kabupaten Berau tidak hanya sekadar membangun, namun memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat khususnya dalam meningkatkan perekomonian masyarakat.

“Intinya terkait infrastruktur dasar seperti jalan, listrik dan air ini jadi yang utama. Ketika fasilitasnya ada, maka masyarakat bisa menikmatinya,” tegasnya.

Diakuinya, masyarakat Berau khususnya di wilayah pedesaan banyak yang bergantung pada sektor non formal, seperti pertanian dan perkebunan. Tentunya, masyarakat sangat memerlukan akses jalan yang baik untuk mengangkut hasil panen dari pertanian dan perkebunan tersebut.

“Untuk mengangkut hasil panen mereka memerlukan akses jalan dan infrastruktur yang baik, sehingga roda perekonomian berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menekankan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Sebab, konektivitas antardaerah merupakan kunci dalam meningkatkan perekonomian suatu daerah.

“Di perbatasan itu juga harus diperhatikan. Jadi tidak hanya di dalam kota saja yang bagus, ini harus menjadi perhatian kedepannya,” pungkasnya. (ADV/KN)

Sujarwo Minta Penyelesaian Pembangunan Dipercepat

BERAU – Realisasi Fisik dan Keuangan tahun anggaran (TA) 2024 belum terserap dengan baik. Hal itu mendapat komentar dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Sujarwo Arif Widodo.

Sujarwo mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan maupun program pembangunan di Kabupaten Berau seharusnya diselesaikan dengan tepat waktu agar tidak terjadi pengerjaan yang melewati batas akhir kontrak.

“Tentunya kita minta percepatan itu, jangan sampai sudah mau habis kontraknya baru dikerjakan,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).

Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki form laporan kinerja disetiap instansi perangkat daerah agar agenda pembangunan yang dilaksanakan dapat terealisasi secara maksimal.

“Pemerintah daerah harus sudah merencanakan dari tahun sebelumnya. Jadi di awal tahun itu sudah harus memulai tahapannya, dan di masing-masing bidang itu juga harus ada pengawasan, sehingga memiliki time dan schedule yang jelas,” ungkapnya.

Hal itu bertujuan agar program pembangunan tidak berimbas terhadap kualitas pekerjaan. Pasalnya, terdapat beberapa pengerjaan yang terkadang tidak sesuai dengan target. Sehingga, ia menegaskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar benar-benar melakukan pengerjaan secara maksimal, sehingga dapat dipergunakan dalam jangka panjang.

“Kalau ada kegiatan serupa yang kira-kira tidak memenuhi waktu harusnya OPD harus melakukan evaluasi. Ini yang harus dikuatkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya pun menekankan kepada pemerintah daerah apabila kepala dinas tidak mampu mengejar target pengerjaan untuk segera diganti. Pasalnya, jika hal tersebut terus menerus terjadi maka akan berdampak pada pembangunan di Bumi Batiwakkal.

“Jika kepala dinas tidak mampu memanajerial hal yang seperti ini harusnya diganti saja,” pungkasnya. (ADV/KN)

Sakirman Minta OPD Terkait Lakukan Pengecekan Berkala Jaringan Wifi Gratis

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Sakirman soroti program pemerintah daerah terkait 1000 titik wifi gratis di Bumi Batiwakkal.

Meskipun program tersebut telah rampung, namun dirinya meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau untuk pro aktif melakukan pengecekan terhadap jaringan wifi tersebut.

Hal itu, kata dia, untuk memastikan jaringan wifi tersebut benar-benar berfungsi secara maksimal dan dapat dirasakan oleh banyak masyarakat.

“Harusnya OPD terkait bisa proaktif melakukan pengecekan terhadap jaringan wifi gratis tersebut berfungsi lancar atau ada kendala di lapangan,” ujar Sakirman, Minggu (24/11/2024).

Dengan adanya pengecekan secara rutin, pemerintah dapat mengetahui apa saja trouble dan langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

Pasalnya jika terjadi gangguan, masyarakat khususnya di wilayah perkampungan tidak dapat mengatasi dan melaporkan ke pihak terkait dikarenakan tidak ada akses komunikasi.

“Hal ini penting untuk menjadi solusi kepada OPD terkait agar rutin kelapangan guna memastikan kelancaran komunikasi dan akses internet bagi masyarakat,” tuturnya.

Kedepan, apabila terjadi penambahan wifi gratis, pemerintah daerah diharapkan dapat menempatkan jaringan tersebut tepat sasaran, khususnya di daerah yang benar-benar membutuhkan.

“Apabila terjadi penambahan lagi, saya minta dipasang di daerah yang benar-benar membutuhkan, bukan di daerah yang sudah ada jaringan internet,” bebernya.

“Pendataan yang akurat sangat penting untuk memastikan program wifi gratis tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (ADV/KN)

Promosi Wisata Kuliner Harus Terus Digenjot

TANJUNG REDEB – Promosi wisata kuliner harus segera digencarkan secara masif dan harus bergandengan dengan promosi wisata bahari. Hal tersebut dilakukan agar promosi wisata kuliner dapat berkembang sejalan dengan wisata bahari.

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Berau, Ratna. Dirinya menyampaikan perkembangan kuliner Berau baru-baru ini menunjukkan tren positif. Untuk itu, dirinya meminta untuk terus di kawal dan didorong pertumbuhannya.

Apalagi dengan kehadiran IKN, kuliner Berau akan menjadi minat para wisatawan saat berkunjung di Berau.

“Saya pribadi sangat mensuport dengan adanya UMKM yang ada di Kabupaten Berau yang sebagai penunjang pariwisata. Bila ada tamu-tamu mereka tidak perlu jauh-jauh mencari kuliner-kuliner baik itu jajanan maupun masakan-masakan,” ungkapnya.

Diakuinya, para pelaku UMKM yang menjadi pemain utama dalam pengembangan wisata kuliner di Berau sejauh ini sudah sangat terampil. Hal itu terbukti dengan produk yang dihasilkan kian naik kelas.

“Untuk Kabupaten Berau ibu-ibunya itu sudah sangat terampil. Apalagi Kabupaten Berau ini adalah penyanggah dari IKN. Tentunya ke depan kita harus mensuport lebih baik lagi,” tegasnya.

Terkait produk UMKM yang dihasilkan, menurut Ratna sudah sangat baik.

Bahkan, produk yang dihasilkan harus terus disiapkan secara baik agar dapat terus menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi Berau.

“Dari kemasannya, penyajiannya, bahkan pengolahannya, sudah sangat baik. Supaya itu memberi cita rasa yang lebih enak lagi dan ketika pengunjung kembali dia tetap mencari UMKM itu,” tandasnya. (ADV/KN)

Desa Embalut Andalkan Sektor Pangan untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi

TENGGARONG – Desa Embalut, salah satu desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam sektor pertanian. Dengan lahan seluas 40 hektare yang aktif dikelola oleh masyarakat, desa ini menjadi salah satu wilayah yang mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian.

Kepala Desa (Kades) Embalut, Yahya, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian besar yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Bantuan yang diberikan berupa bibit, pupuk, obat-obatan, hingga alat pertanian seperti traktor sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas.

“Pembangunan di sektor pertanian berkembang sangat pesat. Dengan program-program dari pemerintah kabupaten, masyarakat kami merasa sangat terbantu,” ungkap Yahya,Kamis(21/11/2024).

Meski memiliki lahan yang cukup luas, Yahya mengakui bahwa pengembangan lahan pertanian di Desa Embalut kini menghadapi tantangan besar. Lokasi lahan yang sudah dikelilingi oleh perusahaan tambang membuat desa harus fokus pada optimalisasi hasil panen dari lahan yang ada.

“Saat ini fokus kami adalah bagaimana petani bisa memaksimalkan hasil panen dengan memanfaatkan teknologi dan bantuan yang tersedia,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, Pemerintah Desa Embalut juga mulai mengembangkan sektor perkebunan dan perikanan sebagai alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada perusahaan tambang di sekitar desa.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada perusahaan tambang. Perkebunan dan perikanan sedang kami kembangkan agar warga memiliki sumber penghasilan yang lebih mandiri,” tambah Yahya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan semangat masyarakatnya, Desa Embalut bertekad untuk menjadi desa yang mandiri dan berdaya melalui sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Yahya berharap langkah-langkah ini dapat membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Kami optimis, dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, Desa Embalut akan terus berkembang dan menjadi contoh desa mandiri di Kukar,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Seluruh Desa di Kukar Dikinta Kembangkan Potensi Lokal

TENGGARONG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menekankan pentingnya pengembangan potensi desa yang disesuaikan dengan keunggulan lokal masing-masing wilayah.

Ia juga menekankan penggunaan anggaran desa harus direncanakan secara cermat dan berbasis pada potensi yang ada di desa maupun kecamatan. Hal ini sesuai dengan arah kebijakan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024.

“Penganggaran harus didasarkan pada potensi lokal. Misalnya, jika desa memiliki potensi di sektor pertanian atau hortikultura, kepala desa perlu mengupayakan agar potensi tersebut dapat difasilitasi oleh pemerintah kabupaten,” jelasnya, Kamis (21/11/2024).

Sunggono juga mengapresiasi sejumlah desa di Kukar yang telah berhasil mengembangkan diri berdasarkan potensi lokal. Ia mencontohkan Desa Muara Enggelam, yang awalnya menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan air dan listrik, kini berhasil bertransformasi menjadi desa dengan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang signifikan.

“Muara Enggelam menjadi contoh bagaimana desa yang dulu tertinggal kini menjelma menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan kontribusi besar terhadap PAD,” ungkapnya.

Selain itu, desa-desa lain seperti Loa Duri dan Jahitan Layar juga berhasil memanfaatkan potensi lokal mereka untuk mendongkrak ekonomi desa, mulai dari pertanian hingga sektor wisata.

Dengan pengembangan berbasis potensi lokal dan sinergi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Sunggono optimistis desa-desa di Kukar dapat semakin maju, mandiri, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah.

“Kami mendorong desa-desa untuk terus berinovasi dan berkembang sesuai kebijakan yang telah disusun pemerintah daerah,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Kecamatan Tenggarong Seberang Matangkan Pengelolaan Sampah dengan Membangun Dua TPST

TENGGARONG – Dalam upaya mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengambil langkah proaktif dengan membangun dua Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST). Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, mengungkapkan bahwa lokasi untuk pembangunan TPST telah melalui kajian akademis yang mendalam dan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kukar untuk tahap pelaksanaan.

“Kami telah menetapkan dua titik lokasi yang strategis untuk pembangunan TPST. Proyek ini juga sudah melalui proses kajian dan penyusunan Detail Engineering Design (DED), bekerja sama dengan PT Kitadin,” jelas Tego pada Rabu (20/11/2024).

Namun, Tego mengakui masih ada tantangan besar dalam pengangkutan sampah, terutama terkait mahalnya biaya bahan bakar dan frekuensi pengangkutan yang tinggi. Untuk mempercepat proses pembangunan, pihak Kecamatan terus berkoordinasi dengan DLHK dan pemangku kepentingan lainnya.

“Biaya solar untuk armada pengangkut sangat tinggi, sementara volume sampah terus bertambah. Karena itu, pembangunan TPST ini menjadi prioritas agar pengelolaan sampah lebih efektif dan hemat biaya,” ungkapnya.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Kecamatan Tenggarong Seberang juga menggencarkan program edukasi masyarakat. Sosialisasi dilakukan di berbagai desa untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah. Salah satu inisiatif yang telah berjalan adalah pembentukan kelompok pemerhati sampah.

“Kelompok pemerhati sampah di Desa Bangun Rejo sudah rutin mengumpulkan sampah dari rumah warga. Kami harap model ini bisa diperluas ke desa lain untuk mengurangi sampah yang tidak terkelola,” tambahnya.

Langkah ini disambut positif oleh masyarakat, terutama karena pendekatan berbasis komunitas dianggap efektif untuk mengubah kebiasaan warga dalam membuang sampah sembarangan. Dengan kombinasi pembangunan TPST dan pemberdayaan masyarakat, Tego optimistis pengelolaan sampah di Kecamatan Tenggarong Seberang akan mengalami peningkatan signifikan.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Jika TPST selesai dibangun dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah, kami yakin masalah ini bisa teratasi,” pungkasnya. (Yudi/Adv)

Dua ASN Bontang Raih Predikat “Sangat Memuaskan” di Pelatihan Kepemimpinan Administrator

0

BONTANG – Selama lebih dari tiga bulan, sejak dimulai pada 31 Juli 2024, sebanyak 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III dari berbagai instansi, termasuk delapan peserta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, telah menyelesaikan proses pembelajaran. Pelatihan ini ditutup dengan upacara pelepasan oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah LAN (Puslatbang KDOD LAN), Muhammad Aswad, pada Sabtu, 23 November 2024.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa pejabat, seperti Ishak Yassir, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan; Sudi Priyanto, Kepala BKPSDM Kota Bontang; Rakhmadi, Kepala BKPSDM Kabupaten Kutai Kartanegara; dan Yuli Permata Mora, Kepala BKPSDM Kabupaten Kutai Barat.

Dalam sambutannya, Muhammad Aswad menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lulus dalam kegiatan ini. Ia juga menekankan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tuntutan untuk terus mengembangkan diri semakin besar.

“Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 telah diamanatkan kewajiban pengembangan kompetensi bagi ASN. Hal ini menuntut ASN untuk terus belajar agar negara dapat berkembang menuju kemajuan yang kita cita-citakan bersama. Dalam Asta Cita, juga ditegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu hal utama untuk mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sebanyak 13 peserta memperoleh predikat “Sangat Memuaskan,” 25 peserta mendapat predikat “Memuaskan,” satu peserta memperoleh predikat “Baik,” dan satu peserta ditunda kelulusannya.

Dua peserta dari Pemkot Bontang yang meraih predikat “Sangat Memuaskan” adalah:

  1. Irmita Prima Ningrum, S.Sos (Sekcam Bontang Utara);
  2. Dra. Eviyanti (Kepala Bidang Pengelolaan dan Penyelamatan Arsip, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan).

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan delapan pejabat administrator Kota Bontang dalam PKA Angkatan III Tahun 2024.

“Harapan kami, ASN Kota Bontang mampu memiliki mental yang kuat, kemampuan berpikir sistematis, tanggap, dan solutif. Mereka juga diharapkan mampu berinteraksi sosial dengan lebih mengedepankan rasa simpati dan empati, memiliki jejaring pertemanan yang luas untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, serta mampu mengawal keberlanjutan inovasi aksi perubahan masing-masing,” ujarnya.

Sudi juga mengucapkan terima kasih kepada Puslatbang KDOD LAN atas penyelenggaraan pelatihan dan dukungan terhadap program pengembangan SDM aparatur di Kota Bontang.

“Kerja sama yang terjalin sangat baik ini kami harapkan terus berlanjut untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas SDM aparatur di Kota Bontang,” pungkasnya. (adv)