Beranda blog Halaman 563

Ketua DPRD Kaltim Prioritaskan Air Bersih dan Infrastruktur di Balikpapan

SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, baru-baru ini menyelesaikan agenda reses di 12 titik di Kota Balikpapan. Dalam kunjungannya, ia menyerap berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti air bersih, penerangan, jalan, dan drainase.

“Pada prinsipnya, aspirasi masyarakat yang paling mendesak adalah air bersih. Selain itu, penerangan, perbaikan jalan, dan drainase juga menjadi perhatian utama, terutama untuk mengatasi masalah banjir,” ujar Hasanuddin Mas’ud.

Ia menyadari pentingnya menyelesaikan permasalahan ini sesegera mungkin, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, semua permasalahan ini dapat kita selesaikan,” tambahnya.

Masalah air bersih menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan oleh warga.

Hasanuddin menyebut ketersediaan air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi demi menunjang kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur jalan yang baik serta sistem drainase yang memadai untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

Sebagai Ketua DPRD, Hasanuddin berkomitmen untuk menjadikan aspirasi masyarakat sebagai prioritas utama dalam perencanaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan.

Ia berharap hasil reses ini dapat ditindaklanjuti secara konkret melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Fraksi Partai Golkar DPRD Kaltim Targetkan Posisi Ketua Komisi Strategis

SAMARINDA – Fraksi Partai Golkar di DPRD Kalimantan Timur menargetkan posisi strategis dalam pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), terutama jabatan Ketua Komisi III yang membidangi pembangunan. Ketua DPRD Kaltim sekaligus anggota Fraksi Golkar, Hasanuddin Mas’ud, menyatakan bahwa fokus utama fraksinya adalah memastikan peran signifikan dalam komisi-komisi yang relevan dengan program pembangunan daerah.

“Kami menargetkan posisi Ketua di Komisi III. Komisi ini membidangi pembangunan, dan sebagai fraksi, kami ingin berkontribusi nyata untuk membangun infrastruktur dan suprastruktur di Kalimantan Timur,” ujar Hasanuddin baru-baru ini.

Selain itu, Fraksi Golkar juga mengincar peran penting di Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesehatan.

“Untuk Komisi IV, kami berharap minimal bisa menduduki posisi Wakil Ketua, karena sektor ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambah Hasanuddin.

Proses pembagian AKD, menurut Hasanuddin, berlangsung lancar. Ia optimistis Fraksi Golkar dapat meraih posisi yang diharapkan.

“Proses sejauh ini berjalan baik, dan kami yakin bisa mencapai kesepakatan yang mengakomodasi kepentingan semua fraksi. Mudah-mudahan sebelum akhir bulan, semua sudah tuntas,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Ketua DPRD Kaltim: AKD Tertunda Akibat Kesibukan Pilkada Serentak

SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mengungkapkan bahwa Alat Kelengkapan Dewan (AKD) hingga saat ini belum terbentuk. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah jadwal padat Pilkada Serentak yang menyita waktu sebagian besar anggota DPRD.

“Kami berharap sebelum 27 November ini, pembentukan AKD bisa diselesaikan. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan teman-teman dewan untuk mencari waktu yang tepat,” ujar Hasanuddin Mas’ud saat diwawancarai Media Kaltim beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan ini terjadi karena banyak anggota dewan yang terlibat dalam kegiatan kampanye di berbagai wilayah.

Meski demikian, Hasanuddin menegaskan bahwa kinerja DPRD tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Pada prinsipnya, ini tidak memengaruhi kinerja kami secara keseluruhan. Pansus tetap berjalan, dan yang tertunda hanya pembentukan AKD untuk komisi,” tambahnya.

Hasanuddin optimistis bahwa pembentukan AKD dapat segera dirampungkan sebelum tenggat waktu yang ditargetkan, sehingga seluruh komisi dapat kembali bekerja secara optimal.

“Kami hanya menyesuaikan waktu agar seluruh anggota dewan bisa hadir dalam pembahasan ini,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Kampanye Akbar Rudy Mas’ud dan Seno Aji: Berkah bagi UMKM Samarinda

0

SAMARINDA – Kampanye akbar pasangan calon Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, yang digelar di Stadion Utama Gelora Kadrie Oening, Samarinda, tak hanya menjadi ajang politik, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku UMKM lokal.

Tradisi memborong produk UMKM yang dilakukan Rudy Mas’ud setiap kegiatan kampanyenya kembali berlangsung.

Setelah sebelumnya dilakukan saat pendaftaran di KPU Kaltim dan kampanye akbar di Tenggarong, kali ini ratusan pelaku UMKM di Samarinda turut diberdayakan.

Ribuan makanan dan produk UMKM diborong untuk dibagikan gratis kepada peserta kampanye.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampaknya adalah Haripudin, pemilik usaha Teh Solo dari Samarinda Seberang.

“Kami diajak bekerja sama oleh Pak Rudy Seno untuk memeriahkan acara ini. Beliau membeli produk kami sebanyak 700 pcs,” ujar Haripudin.

Foto 2: Santi pemilik Dapur Adelia dan rekannya saat berpartisipasi dalam kampanye akbar Rudy-Seno di Lapangan sepak bola Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda. (Foto: Hanafi)

Ia mengaku senang karena pasangan calon ini menunjukkan perhatian besar terhadap UMKM dan berharap mereka terpilih untuk memajukan Kalimantan Timur.

Haripudin juga berharap adanya lebih banyak acara yang melibatkan anak muda, seperti kegiatan ini yang memberdayakan UMKM sekaligus memberi ruang untuk menyalurkan bakat.

“Selama ini event untuk anak muda masih sangat kurang, dan dengan acara seperti ini, anak muda diberi ruang untuk berkembang,” tambahnya.

Santi, Pelaku UMKM lainnya, pemilik Dapur Adila warga Jalan Gerilya, Gang Sepakat 16, Samarinda, juga berterima kasih atas kesempatan ini. Mereka memproduksi 250 kotak risoles untuk acara tersebut.

“Alhamdulillah, dengan acara ini, kami bisa berbagi sekaligus meningkatkan pendapatan,” kata Santi.

Acara ini menjadi wujud nyata dukungan Rudy Mas’ud dan Seno Aji terhadap pengusaha lokal di Kalimantan Timur.

Mereka berharap pasangan calon ini dapat memenuhi janjinya untuk membangun Kaltim secara adil, terutama dalam mendukung pelaku usaha kecil dan mempercepat pembangunan seiring posisi Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

Sementara itu, Rudy Mas’ud dalam pidatonya, menegaskan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai pilar ekonomi masyarakat.

“UMKM adalah fondasi ekonomi daerah. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memberdayakan pelaku usaha kecil. Dengan menggerakkan UMKM, kita tidak hanya membantu ekonomi keluarga mereka, tetapi juga meningkatkan roda ekonomi Kalimantan Timur secara keseluruhan,” ujar Rudy.

Ia juga menekankan bahwa program serupa akan menjadi prioritas jika dirinya terpilih.

“Kami akan memastikan lebih banyak acara seperti ini digelar, tidak hanya di masa kampanye, tetapi juga setelah kami memimpin. Anak-anak muda dan pelaku UMKM akan menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Kaltim yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya. (Han)

Penulis: Hanafi

Grace Usulkan Pemasangan Plang Aset Daerah Atasi Sengketa Lahan

TANJUNG REDEB – Saat ini permasalahan sengketa lahan belum juga usai di Kabupaten Berau. Mulai dari pihak pemerintah dengan pihak swasta, antar wilayah, hingga perorangan.

Untuknitu, Anggota DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa menilai sudah sepatutnya pemerintah daerah membangun palang pemberitahuan aset negara.

“Menurut saya pemasangan Palang aset pemerintah daerah pun penting agar pada masa kini secara khusus terhindar aktivitas penyerobotan lahan untuk pembangunan fisik tidak patuh peraturan,” ucapnya.

Politisi PDIP itu juga berharap penetapan ukuran luas lahan aset pemerintah daerah dan pihak manapun harus mengacu peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Karena ini hak segala warga negara terhadap kepemilikan lahan sesuai peraturan berlaku baik itu ada denda yang akan menimpa pelanggar atau hukuman,” ungkapnya.

Grace menambahkan seharusnya pemerintah serta pihak terkait harus membahas masalah ini lebih lanjut tentang dampak apapun jika ada aktivitas penyerobotan lahan.

“Ya harapan saya kerja sama seluruh pihak agar terwujudnya perlindungan keamanan atas kepemilikan lahan dan kebutuhan masing-masing kelompok yang sah bisa diperjuangkan,” tuturnya.

Ia juga ingin keamanan ketertiban masyarakat secara khusus di tengah kota selalu kondusif dan terhindar dari segala potensi penyerobotan lahan

“Apa lagi kita tinggal di tengah kota Tanjung Redeb dengan beranekaragam suku dan budaya, sudah sepantasnya kita saling bertoleransi terhindar hal-hal tidak diinginkan karena persoalan lahan,” imbuhnya.

Termasuk pendataan ulang terkait aset lahan milik pemerintah, masyarakat hingga perusahaan harus sesuai dengan keabsahan data.

“Karena pendataan luas ukuran lahan itu juga menentukan harga aset milik pemerintah maupun orang lain yang bertanggung jawab. Sehingga harus ada sinergitas tercipta antar forkopimda serta pihak manapun yang punya lahan,” pungkasnya. (ADV/KN)

Penambahan Anggaran Gapura Kilo 5 Diminta Harus Sesuai Kebutuhan

TANJUNG REDEB – Penambahan anggaran pada pembangunan Gapura Selamat Datang di simpang empat Kilo 5 mendapat sorotan dari anggota DPRD Berau, Oktavia.

Penambahan anggaran tersebut sebesar Rp 1,16 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024. Sebelumnya, pihaknya telah menganggarkan sebanyak Rp 3,9 miliar yang berasal dari APBD Murni 2024.

Untuk itu, dirinya meminta agar anggaran yang besar ini dapat digunakan sesuai kebutuhan. Menurutnya pembangunan tersebut memiliki tujuan yang baik. Yakni mempercantik dan memperindah wajah Kabupaten Berau ketika ingin masuk ke pusat kota.

“Kami sebenarnya mendukung segala langkah ini. Namun, dengan angka anggaran yang besar maka perlu digunakan dengan baik,” ucapnya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa dengan revitalisasi ini diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat. Dengan, adanya penambahan anggaran dirinya berharap tidak memperlambat proses penyelesaian pembangunan gapura ini.

“Anggaran sudah cukup besar, sehingga perlu pengerjaan yang cukup tepat dan cepat,” jelasnya.

Politikus Partai Nasdem ini pun menghimbau Pemkab Berau dalam hal ini DPUPR untuk mengatasi kendala yang terjadi. Sehingga, masyarakat tidak kecewa dengan hasil dari revitalisasi ini.

“Semoga hasilnya nanti sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya. (ADV/KN)

DPRD Berau Dorong Peningkatan Berbagai Sektor Sebagai Sumber PAD Berau

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau dikenal sebagai Kabupaten yang memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah. Seperti di Sektor pertanian dan perkebunan, Pariwisata hingga pertambangan.

Untuk itu, Anggota DPRD Berau, Srie Yulianawati Ningsih meminta agar pemerintah daerah mampu memanfaatkan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Berau.

Bila dilihat dari sisi anggaran juga perlu diperhatikan. Pasalnya dengan dukungan anggaran yang maksimal tentu saja pengembangan pariwisata di Berau akan lebih mudah baik itu ruang gerak instansi terkait untuk melakukan inovasi dan kreativitas yang lebih luas lagi.

“Tentu dukungan anggaran tidak kalah penting untuk pengembangan potensi pariwisata di Berau,” tuturnya.

Perkembangan pariwisata Berau jelas juga mempengaruhi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), mengingat saat ini Kabupaten Berau masih sangat tergantung pada pendapatan PAD dari sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Politikus Partai PPP itu juga mengingatkan, Pemerintah Daerah agar manfaatkan pengembangan pariwisata sehingga nantinya Pemkab Berau akan mendapatkan nilai positif untuk segala bidang yang ada.

Namun, yang menjadi pertimbangan dan menghambat wisatawan atau pengunjung untuk berwisata ke Kabupaten Berau seperti kendala harga tiket pesawat yang kini masih dalam kategori cukup mahal.

“Ini jelas memberatkan masyarakat atau pengunjung yang ingin berwisata, walau memang harga jual tiket tisak semahal tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Dirinya berharap, Pemerintah Daerah beserta instansi terkait dapat lebih fokus bila menginginkan perkembangan pariwisata Berau lebih maju dan dapat menyaingi pariwisata luar negeri.

“Dukungan anggaran yang maksimal dan fokus memanfaatkan SDA yang ada,” pungkasnya. (ADV/KN)

Rudi Dorong Disnakertrans Perjuangkan Hak Buruh

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, kerap mendapati keluhan para buruh yang mengalami diskriminasi pekerja harian lepas yang menyebut tidak ada kejelasan mengenai status para pekerja tersebut.

Dirinya menjelaskan, permasalahan ini sudah berlangsung sejak lama dan sering terjadi di Kabupaten Berau.

Dirinya pun sudah beberapa kali menyampaikan keluhan-keluhan para buruh dan hampir setiap kasus terjadi di setiap sektor usaha kerja.

“Jadi kalau mereka itu masih tenaga harian lepas yang sudah melebihi 3 bulan berturut turut, wajib di pekerjakan sebagai pegawai tetap,” ungkapnya.

Dirinya pun mengatakan, bahwa berdasarkan peraturan, pemberi kerja selaku tempat para buruh bekerja hanya dapat memperpanjang kontrak sebanyak satu kali dengan jangka waktu satu tahun dan paling lama lima tahun.

Namun, apabila pihak pemberi kerja ingin kembali memperpanjang masa kerja atau kontrak maka diperlukan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang baru dengan menjelaskan masa kerjanya.

“Jadi Perjanjian kerja itu penting, bukan hanya sebagai surat yang menerangkan bahwa dia selaku pekerja di perusahaan tersebut tapi itu sebagai tanda atas hak dan kewajiban pekerja,” tuturnya.

Berdasarkan peraturan pemerinta yang baru, pemberian masa kerja kontrak atau PKWT maksimal lima tahun masa kerja.

Pemberi kerja berhak memperpanjang kontrak apabila pekerjaan belum selesai pada batas waktu yang diberikan sesuai peraturan dalam Pasal 7 ayat 4 PP No. 35 Tahun 2021.

“Jadi tidak ada alasan lagi, itu Undang-undang yang berbicara. Itu kita bilang tadi disnaker harus memberikan penegakan, perlindungan tenaga kerja atau cipta kerja,” tegasnya.

Dirinya pun menghimbau kepada Dinas Ketenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk lebih tegas dalam membela hak dan kewajiban pekerja sesuai Undang-undang cipta kerja yang berlaku.

“Kami selaku fungsi pengawas akan terus mendorong atas apa yang harus menjadi hak para buruh dan saya harap ada solusi yang dapat diberikan Pemerintah Daerah,” tutupnya. (ADV/KN)

Sa’ga Dorong Pemkab Berau Cegah Pungli di Tempat Wisata

TANJUNG REDEB – Mendekati musim libur panjang, pasti banyak masyarakat maupun wisataaan yang akan berkunjung ke sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Berau.

Untuk itu, demi mempertahankan Kabupaten Berau sebagai daerah wisata unggulan. Anggota DPRD Berau, Sa’ga mendorong pemerintah daerah untuk mencegah hingga memberantas pungutan liar di tempat wisata.

Menurutnya, Berau telah menjadi salah satu tempat tujuan wisata pilihan. Sehingga, untuk menjadi tuan rumah yang ramah bagi pengunjung, maka harus memberikan pengalaman positif kepada pengunjung.

“Setidaknya, terdapat pengawasan dari pemerintah,” ungkapnya.

Dirinya berharap upaya mencegah serta memberantas pungli dilakukan dengan cara persuasif, sambil memberikan peluang usaha kepada masyarakat sekitar kawasan wisata.

“Kita harus menjaga keramahan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk mendapatkan manfaat dari keberadaan objek wisata di wilayahnya,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan pemerintah harus membangun infrastruktur jalur wisata. Kondisi infrastruktur yang layak dilalui, akan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di jalur wisata yang dilintasi.

“Intinya, kami mendukung upaya pembenahan sektor wisata kita. Infrastrukturnya harus kita perbaiki, dan kesadaran masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang ramah harus terus dibangun,” tutupnya. (ADV/KN)

Soroti Judol Menjamur ke Anak di Bawah Umur, DPRD Berau Minta Lakukan Antisipasi Sejak Dini

TANJUNG REDEB – Maraknya tindak kejahatan yang terjadi lantaran terlilit utang akibat sering bermain Judi Online (Judol) disoroti berbagai pihak. Salah satunya adalah Anggota DPRD Berau, M Ichsan Rapi.

Dirinya mendorong pemerintah daerah untuk mengantisipasi sejak dini. Pasalnya, tidak hanya para orang dewasa yang gemar memainkannya. Tetapi, judol ini telah menjamur kepada anak-anak, bahkan dibawah umur.

Menurutnya, dengan akses judi online yang sangat mudah dijangkau. Maka sudah menjadi tugas Pemkab Berau mengantisipasi, mulai dari sekolah hingga lingkungan sekitar.

“Kami turut prihatin. Salah satu faktor munculnya tindak kriminalitas adalah dari judi online, dari dulu hal ini sudah diwanti-wanti dan sudah banyak kejadian serupa akibat hal yang sama,” ucapnya.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pernah membuat laporan nilai transaksi judi online yang telah mencapai Rp 200 triliun sampai pada pertengahan September 2023 lalu.

Berdasarkan data PPATK, nilai transaksi judi online tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebab, judi online lebih banyak menjerat masyarakat kelas menengah ke bawah.

Bahkan, kalangan anak-anak muda hingga dibawah umur sudah mengenal judi online. “Kalau kita tidak segera ditangani, bisa timbul kerawanan sosial. Harus ada tindakan tegas dari pemerintah dan organisasi perangkat daerah (OPD),” katanya.

Politikus Partai Gerindra itu meminta aparat segera menindak tegas dengan memblokir judi online. Pemerintah daerah juga diharapkan segera mengambil solusi dan aksi agar virus candu judi online tidak menyebar ke generasi muda.

Menurutnya, generasi muda adalah masa depan bangsa. Sehingga, untuk mencegah timbulnya korban akibat terpapar judi online, maka sudah seharusnya Pemkab bergerak cepat untuk mengantisipasi maraknya kasus karena judi online.

Terlebih, situs judi online ini sudah merambah kemana-mana, bisa diakses siapa saja. Mulai dari masyarakat, remaja hingga pelajar. “Ini harus segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (ADV/KN)