Beranda blog Halaman 567

Pastikan Hak Pilih Warga Tersalurkan, Pemkab Kukar Kejar Target Rekam e-KTP

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus bekerja keras memastikan seluruh warganya dapat menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang. Berdasarkan data terkini, sekitar 2.000 warga Kukar belum memiliki KTP elektronik (e-KTP), sebuah syarat penting untuk ikut serta dalam pemilu.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kukar, Bambang Arwanto, menyatakan bahwa Pemkab Kukar melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sedang melakukan upaya intensif untuk menyelesaikan perekaman e-KTP.

“Data yang disampaikan KPU Kaltim sudah menunjukkan progres. Disdukcapil Kukar terus melakukan langkah maksimal agar seluruh warga yang belum memiliki e-KTP bisa segera direkam,” ujar Bambang, Kamis (21/11/2024).

Untuk mengejar target, Disdukcapil Kukar membuka layanan perekaman e-KTP di setiap kecamatan, bahkan pada hari libur. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau warga yang sulit mengakses pelayanan pada hari kerja.

“Kami pastikan petugas tetap bekerja, bahkan di hari libur, untuk membantu warga yang membutuhkan perekaman. Kami ingin data terus bergerak turun sebelum 23 November 2024,” tegas Bambang.

Selain perekaman, Pemkab Kukar juga berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam pendataan. Bambang juga mengimbau masyarakat untuk tetap semangat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan pada hari pemilihan.

Bambang menegaskan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen untuk menjamin pemilu berjalan sesuai prinsip demokrasi. Hak pilih seluruh warga akan dilindungi undang-undang, dan prosesnya akan berlangsung bebas, umum, rahasia, jujur, dan adil.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Kukar membuktikan komitmennya terhadap inklusivitas dan partisipasi aktif masyarakat dalam pemilu, demi membangun demokrasi yang lebih baik dan berkeadilan.

“Kami berharap warga tetap antusias menggunakan hak pilihnya. Jangan biarkan cuaca menjadi alasan untuk tidak berpartisipasi. Partisipasi Anda penting untuk menentukan masa depan daerah kita,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Diskusi Awal Pansus Pokir DPRD Kaltim: Komitmen untuk Integrasi Usulan ke SIPD

BALIKPAPAN – Rapat internal Panitia Khusus (Pansus) Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kaltim pada Rabu (20/11) berlangsung intens di Ruang Edelwies, Hotel Astara, Balikpapan. Rapat ini menjadi langkah awal penting bagi Pansus dalam menyusun kerangka acuan kerja tahun 2026.

Baharuddin Demmu, Ketua Pansus Pokir, memimpin rapat didampingi Wakil Ketua Muhammad Samsun.

Suasana ruang rapat terasa produktif dengan kehadiran seluruh anggota Pansus dan Tim Ahli.

Baharuddin mengungkapkan, rapat ini tidak hanya bertujuan untuk menyusun rencana kerja tetapi juga memastikan semua usulan DPRD terintegrasi ke dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Usulan yang tidak masuk ke SIPD tidak akan diterima. Ini peringatan tegas dari Sekda, dan kita harus memastikan semua berjalan sesuai aturan,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara anggota Pansus dan fraksi-fraksi untuk mempercepat proses rekapitulasi usulan.

Tim Ahli, kata Baharuddin, akan membantu mengoordinasikan hal ini sehingga seluruh masukan dapat dibahas dalam rapat-rapat mendatang.

Rapat ini menunjukkan komitmen DPRD Kaltim untuk mendukung pembangunan daerah yang terencana dan terintegrasi.

“Dengan target selesai pada akhir Januari, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengambilan kebijakan yang lebih efektif,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Kaltim Masuk Lima Besar Provinsi Rawan Pemilu 2024, Sigit Wibowo Optimistis Tetap Kondusif

SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melaporkan bahwa Kalimantan Timur (Kaltim) masuk dalam lima besar provinsi dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tertinggi untuk Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

Berdasarkan data, Kaltim berada di peringkat kelima, di bawah DKI Jakarta (peringkat pertama), Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Jawa Barat.

Meski tergolong rawan, anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, menyatakan bahwa selama ini pelaksanaan pemilu di Kaltim tergolong aman dan kondusif.

Ia menduga penilaian IKP ini dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada 2024.

“Penilaian ini kemungkinan besar karena di Kaltim hanya ada dua pasangan calon kepala daerah. Dengan jumlah tersebut, kompetisi antar calon pasti sangat maksimal. Sementara itu, Jakarta menduduki peringkat pertama karena memiliki tiga pasangan calon kepala daerah yang juga bersaing ketat,” ujar Sigit saat menghadiri Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di Hotel Harris Samarinda, Rabu (20/11/2024).

Selain jumlah calon, faktor keragaman penduduk Kaltim yang heterogen juga menjadi salah satu alasan penilaian.

“Semua suku ada di Kaltim dan hidup damai. Tapi keragaman ini seringkali menjadi salah satu indikator kerawanan,” tambahnya.

Optimisme Kondusifitas Pilkada

Meskipun demikian, Sigit tetap optimis bahwa Pilkada 2024 akan berjalan lancar dan damai. Ia menghimbau masyarakat Kaltim untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta mendukung pelaksanaan pemilu yang aman.

“Menjaga kondusifitas Pilkada bukan hanya tugas aparat keamanan dan penyelenggara pemilu, tetapi tanggung jawab semua pihak. Kita harus mengedepankan kepentingan bersama demi Kaltim,” tegasnya.

Apresiasi untuk KPU dan Upaya Peningkatan Partisipasi Pemilih

Sigit juga memberikan apresiasi kepada KPU Kaltim atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pemilu yang melibatkan ratusan peserta.

Ia menilai, upaya ini penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih yang sebelumnya masih rendah.

“Partisipasi pemilih di Kaltim pada pilkada sebelumnya masih rendah. Dengan kegiatan ini, kita harap angka partisipasi pada 27 November mendatang bisa mencapai target 77,5 persen,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi
Editor:

Rudy Masud Siap Bawa Transformasi Ekonomi dan Pendidikan di Pesisir Kaltim

0

TENGGARONG – Calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Masud, melaksanakan kampanye terakhir di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebelum menghadiri debat kandidat yang akan berlangsung di Jakarta.

Debat kandidat tersebut dijadwalkan pada 22 November 2024 di Metro TV, diikuti dengan kampanye akbar pada 23 November di GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda.

Dalam kampanyenya, Rudy menyoroti isu strategis terkait transformasi ekonomi di daerah pesisir, khususnya di Kecamatan Muara Badak.

“Kita tidak boleh lagi hanya bergantung pada sumber daya alam. Gas alam dari PT Badak sudah hampir habis. Kita harus beralih ke ekonomi hijau dan biru,” ujarnya.

Rudy menjelaskan potensi ekonomi biru berupa pengelolaan hasil laut dan transportasi laut, serta ekonomi hijau seperti perkebunan kelapa sawit.

Ia mencatat adanya dua pabrik kelapa sawit (PKS) di Muara Badak, dengan harga sawit saat ini mencapai Rp3.600 per kilogram.

Namun, ia menyoroti perlunya peran pemerintah dalam membantu petani sawit membangun infrastruktur yang memadai.

Selain itu, Rudy juga menyoroti keluhan nelayan terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar subsidi.

“Pemerintah harus hadir membantu nelayan agar mereka tidak kesulitan melaut,” tegasnya.

Di bidang pariwisata, Rudy menyatakan akan mengeksplorasi potensi wisata di Muara Badak.

Ia menekankan pentingnya peningkatan sarana seperti pelabuhan standar, homestay, dan infrastruktur transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM.

Harapan Masyarakat untuk Program Pendidikan dan Kesejahteraan

Ahmad Djalil, tokoh masyarakat Muara Badak, menyampaikan harapannya agar program-program yang disampaikan Rudy Masud dapat terwujud.

“Kami berharap pendidikan, BPJS Kesehatan, dan kemudahan akses BBM bisa menjadi prioritas,” ungkapnya.

Ahmad juga menyebut kendala masyarakat dalam mendapatkan BBM, termasuk antrean panjang di pom bensin.

“Mudah-mudahan beliau menang, sehingga ada perubahan besar di Muara Badak dan Kaltim secara umum,” katanya.

Untuk didaerah nya, Ia optimis, dengan target 90% suara dari Kecamatan Badak untuk pasangan calon Gubernur Kaltim dan calon wakil gubernur nomor urut 2, Rudy Masud – Seno Aji.

Sebagai tokoh masyarakat, Ahmad berharap program pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerahnya.

“Kami ingin anak-anak dan cucu-cucu kami bisa mengenyam pendidikan tinggi hingga menjadi sarjana,” tutupnya. (Han)

Penulis: Hanafi
Editor:

Desa Sebuntal Dukung Transformasi Pertanian Modern dan Berkelanjutan

TENGGARONG – Pemerintah Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kular) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pertanian padi dengan sentuhan modernisasi.

Kepal Desa (Kades) Sebuntal, Herman, mengataka sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk menghadirkan pelatihan serta teknologi pendukung bagi petani merupakan kunci dalam mewujudkan Kukar sebagai lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami ingin menciptakan pertanian modern yang tidak hanya mengandalkan cara konvensional, tetapi juga inovatif,” ujarnya.

Apalagi saat ini Desa Sebuntal tengah membangun bendungan yang diproyeksikan mampu menyuplai air secara stabil ke 900 hektare sawah di desa tersebut. Proyek ini, menurut Herman, merupakan investasi jangka panjang yang akan mengangkat kesejahteraan masyarakat. Sekaligus menjadikan desanya sebagai pusat unggulan pertanian padi di Kukar.

“Kami optimis, dengan adanya bendungan ini, Desa Sebuntal bisa semakin dikenal dan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Namun, Herman menekankan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Dukungan pelatihan berbasis teknologi, seperti penggunaan alat pertanian modern dan metode pengolahan sawah yang lebih efisien, menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian desa.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Desa Sebuntal juga berencana memperkenalkan konsep pertanian terpadu yang tidak hanya mengutamakan hasil panen, tetapi juga menjaga ekosistem lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat dalam usaha berbasis agribisnis.

“Ini adalah mimpi bersama, membangun Desa Sebuntal yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Kami yakin langkah ini akan membawa dampak positif bagi generasi mendatang,” tegasnya. (Yudi/Adv)

Bangun Bendungan Baru, Desa Sebuntal Siap Jadi Lumbung Padi Bagi Kukar

TENGGARONG – Pemerintah Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memprioritaskan sektor pertanian, khususnya persawahan padi, sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang tengah digarap adalah pembangunan bendungan untuk menjamin pasokan air yang stabil bagi area persawahan.

“Saat ini kami sedang membangun bendungan untuk mendukung aktivitas petani di Desa Sebuntal. Dengan pasokan air yang stabil, produktivitas sawah diharapkan meningkat,” ujar Kepala Desa (Kades) Sebuntal, Herman.

Bendungan ini dirancang untuk mengairi lahan persawahan seluas 900 hektare, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur vital bagi desa tersebut. Herman optimis pembangunan bendungan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi para petani.

“Mudah-mudahan proyek ini terealisasi sesuai target, sehingga para petani bisa lebih maksimal dalam mengelola lahan sawah mereka,” tambahnya.

Desa Sebuntal dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di Kecamatan Marang Kayu. Namun, Herman mengakui bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada pasokan air, tetapi juga pada dukungan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan petani.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu menyediakan pupuk, alat, dan sarana pertanian lainnya agar hasil panen lebih optimal,” harapnya.

Proyek bendungan ini juga diharapkan menjadi pendorong utama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Desa Sebuntal. Dengan pasokan air yang memadai, para petani dapat lebih fokus pada pengelolaan lahan dan meningkatkan hasil panen, yang pada gilirannya berdampak pada perekonomian masyarakat desa.

Herman menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi Desa Sebuntal untuk menjadi kawasan pertanian yang mandiri dan produktif. “Kami ingin Desa Sebuntal tidak hanya menjadi lumbung padi lokal, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan tingkat kabupaten,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Pemerintah Desa Sebuntal juga terus mendorong inovasi pertanian, seperti penggunaan teknologi dan pelatihan bagi petani, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen.

Dengan berbagai inisiatif yang tengah berjalan, Desa Sebuntal optimis dapat memperkuat posisinya sebagai pusat pertanian di Kutai Kartanegara, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian yang berkelanjutan.

“Ini adalah investasi untuk masa depan desa dan masyarakat Sebuntal,” pungkasnya. (Yudi/Adv)

Desa Kersik Yerus Berinivasi untuk Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kukar

TENGGARONG – Pemerintah Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu, terus menggenjot pengembangan potensi wisata demi menjadikan desanya destinasi unggulan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk mewujudkan itu, langkah awal yang kini dilakukan adalah mempersiapkan sekretariat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pusat pengelolaan dan koordinasi pariwisata desa.

“Kami mempersiapkan sekretariat Pokdarwis agar dapat membantu merancang langkah-langkah strategis untuk pengembangan desa wisata ke depan,” ujar Kepala Desa (Kades) Kersik, Jumadi.

Ia kemudian menuturkan bahwa desanya memiliki potensi besar di bidang wisata bahari. Salah satu daya tarik utamanya adalah penyelaman. Dengan enam warga yang telah memiliki sertifikasi menyelam, desa ini optimis bisa menghadirkan pengalaman unik bagi wisatawan.

“Kami berencana membuka wisata penyelaman. Namun, perlu peningkatan SDM dan fasilitas untuk mendukung rencana ini,” tambah Jumadi.

Tak hanya menyasar wisata bahari, Desa Kersik juga mempercantik diri untuk menarik pengunjung, terutama di malam hari. Pemerintah desa telah memasang lampu penerangan di Dermaga Pantai Biru, yang kini menjadi salah satu daya tarik utama.

“Kalau malam hari, dermaga ini terlihat indah dengan cahaya lampu-lampu yang menerangi,” serunya.

Sebagai upaya memperkuat identitas wisata desa, Desa Kersik juga berencana menambah ikon-ikon baru. Salah satunya adalah pembangunan tugu sebagai daya tarik tambahan. “Kami akan terus melengkapi fasilitas dan menambah ikon seperti tugu agar Desa Kersik semakin menarik perhatian wisatawan,” jelasnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Desa Kersik optimis dapat menjadi destinasi wisata unggulan di Kutai Kartanegara. Selain meningkatkan sektor pariwisata, pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Kami berharap langkah ini bisa menjadikan Desa Kersik sebagai salah satu ikon wisata Kukar yang mampu menarik wisatawan lebih banyak lagi,” pungkasnya. (Yudi/Adv)

Proyeksinya RAPBD Kukar 2025 Rp 7,31 Triliun

TENGGARONG – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto, memaparkan bahwa proyeksi pendapatan daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2025 Kukar mencapai Rp7,31 triliun.

Anggaran tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,09 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp6,21 triliun. Dengan rincian PAD Kukar mencakup pajak daerah sebesar Rp274,77 miliar, retribusi daerah Rp4,83 miliar, serta pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp44,14 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Arwanto menegaskan bahwa RAPBD 2025 bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Proses perencanaan dan penganggaran harus transparan, akuntabel, dan partisipatif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam RAPBD 2025, Bambang menggarisbawahi beberapa prioritas pembangunan, seperti peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan ekonomi kreatif dan pariwisata, serta penguatan kesejahteraan sosial melalui program pemberdayaan masyarakat.

“Prioritas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan bahwa total belanja daerah diperkirakan mencapai Rp7,58 triliun. Alokasi terbesar ada pada belanja operasi, dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp2,45 triliun dan belanja barang dan jasa sebesar Rp2,64 triliun. Belanja modal untuk pengembangan infrastruktur juga menjadi perhatian, dengan anggaran sebesar Rp1,61 triliun.

“Belanja Tidak Terduga direncanakan sebesar Rp50 miliar, dan belanja transfer ke instansi pemerintah mencapai Rp768 miliar,” tambahnya.

Meski Anggaran Pemdapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar di 2025 jauh melorot dari tahun ini. Bambang Arwanto menjelaskan bahwa hal ini dapat diatasi melalui pembiayaan daerah, termasuk memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp267,44 miliar dari tahun sebelumnya. (Yudi/Adv)

Demi Peningkatan Ekonomi Kampung, Elita Minta Seluruh Kampung Membentuk BUMK

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Elita Herlina mendorong 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau yang belum memiliki Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk segera membentuknya.

Menurutnya, kehadiran BUMK gangkat roda perekonomian kampung. Sehingga, 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau, sudah seharusnya memiliki BUMK.

Selain itu, kehadiran BUMK dapat membantu meningkatkan penghasilan kampung. Sehingga, kampung dapat memiliki penghasilan sendiri diluar dari bantuan yang diberikan oleh Pemkab Berau.

Elita menyebut, pembangunan di suatu kampung tidak bisa berjalan maksimal, bila hanya bergantung pada anggaran Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Kampung (ADK).

“Maka dari itu, kita ingin BUMK ada disetiap kampung. Agar mereka memiliki usaha sendiri untuk meningkatkan perekonomian mereka,” ujarnya.

Serta sebagai tindak lanjut dari Raperda Perubahan atas Perda Berau Nomor 3 tahun 2020 tentang Pembangunan Perkebunan Berlanjutan untuk diubah menjadi Perda Berau tahun 2023.

Dikatakannya, telah banyak kampung yang mulai membangun BUMK-nya, seperti Kampung Long Lanuk, Labanan Makarti dan Sukan Tengah.

“Kampung lain pun diharapkan dapat mencontohi kampung itu,” jelasnya.

Seperti masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan sawit, baginya, akan berkembang secara ekonomi apabila pemerintah kampung dapat menjadikan limbah sawit sebagai suatu alternatif.

Nantinya, BUMK dapat mengelola limbah perkebunan untuk datangkan keuntungan ekonomi. Sehingga, pemerintah kampung harus kreatif melihat sumber mana yang bisa dipakai sebagai produk BUMK itu.

Secara regulasi, upaya pembentukan BUMK itu harus didukung oleh pemerintah daerah.

Salah satunya lewat pembentukan Perda, hal yang perlu dibuat pemerintah daerah yakni melakukan sosialisasi terkait Perda Berau Nomor 3 Tahun 2020. Khususnya, UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.

Di mana segala izin usaha perkebunan, izin usaha budidaya, dan izin usaha pengelolaan semua dinamakan perizinan usaha ada di situ.

“Ini dapat menjadi landasan hukum perizinan BUMK itu,” tutupnya. (ADV/KN)

Ratna Dorong Masyarakat Manfaatkan Ekonomi Kreatif

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Ratna menilai Ekonomi kreatif (Ekraf) merupakan konsep ekonomi yang mengandalkan kreativitas, ide, dan pengetahuan untuk menghasilkan nilai tambah yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat.

Ditambahkannya, Ekonomi Kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang memiliki arti penting dan kedudukan yang strategis.

Kegiatan Ekonomi Kreatif dianggap mampu menopang ketahanan ekonomi masyarakat, memajukan pembangunan, mengembangkan inovasi, kreativitas dan daya saing, mewujudkan pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mengenai definisi ekonomi kreatif, banyak sektor yang termasuk dalam kategori itu, serta peluang dan manfaat yang dapat diperoleh melalui pengembangan ekonomi kreatif,” ucapnya.

Politikus Partai Golkar itu, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di daerah mereka.

Sebab telah terdapat contoh kesuksesan pengembangan ekonomi kreatif di daerah lain yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat.

“Banyak UMKM yang telah memanfaatkan ekonomi kreatif sebagai mata pencahariannya. Tentu dapat mensejahterakan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ADV/KN)