Beranda blog Halaman 55

BNPB Minta 14 Hari Tanggap Darurat Solok Dimaksimalkan

0
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat meninjau penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari

SOLOK – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta Pemerintah Kabupaten Solok memaksimalkan 14 hari masa tanggap darurat banjir bandang untuk menuntaskan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Suharyanto menegaskan masa tanggap darurat tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak diperpanjang, dengan prioritas utama pencarian korban yang masih hilang, penanganan pengungsi, serta pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Alhamdulillah, Pak Bupati sudah menetapkan status kedaruratan selama 14 hari. Saya minta 14 hari ini jangan diperpanjang,” kata Suharyanto saat meninjau penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (24/9).

Penanganan bencana kini memasuki hari keempat. Namun, satu korban masih belum ditemukan sehingga tim gabungan diminta terus mengerahkan personel untuk melakukan pencarian.

Suharyanto meminta Polri, Basarnas, TNI, relawan, dan seluruh unsur terkait tetap melakukan pencarian secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku.

“Pertama pencarian korban yang masih hilang, cari dulu. Kemudian prioritaskan para pengungsi,” ujarnya.

Selain pencarian korban, BNPB meminta pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi masyarakat yang masih mengungsi di tenda. Pengungsi diharapkan tidak terlalu lama tinggal di tempat penampungan darurat tersebut dan segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.

Pemerintah daerah juga diminta mempercepat pendataan rumah terdampak berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat.

Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan serta bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak.

“Jangan nanti kalau sudah bersih material banjirnya, masyarakat terdampak banjir sudah terlupakan. Kasihan masyarakat kita,” kata Suharyanto.

Bagi warga yang rumahnya rusak dan harus mengungsi di rumah keluarga atau kerabat, pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp600 ribu per keluarga setiap bulan selama tiga bulan. Total bantuan yang diterima mencapai Rp1,8 juta per keluarga.

Sementara itu, warga terdampak yang tidak memiliki keluarga sebagai tempat mengungsi akan disiapkan hunian sementara. Selanjutnya, mereka diarahkan untuk mendapatkan hunian tetap.

Suharyanto menekankan pentingnya akurasi data warga terdampak agar bantuan dapat segera disalurkan kepada penerima yang membutuhkan.

Menurut dia, kondisi bencana di Kabupaten Solok saat ini cukup berat jika dibandingkan dengan bencana yang terjadi di wilayah tersebut pada 2024.

Karena itu, seluruh unsur terkait diminta bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

“Dalam penanganan banjir yang paling utama adalah penyelamatan masyarakat terdampak. Orangnya dulu,” tegasnya. (ANT/KN)

Banggar Targetkan Pendidikan Gratis Dimulai 2028

0
Arsip - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. ANTARA/HO-Banggar DPR RI/am.

JAKARTA – Program pendidikan gratis dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi ditargetkan mulai direalisasikan secara bertahap pada 2028. Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah saat ini masih menghitung kebutuhan anggaran dan menyiapkan skema pelaksanaannya.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan kebutuhan anggaran sementara untuk pendidikan gratis dari SD, SMP hingga SMA diperkirakan mencapai sekitar Rp210 triliun. Sementara kebutuhan untuk perguruan tinggi diperkirakan sekitar Rp92 triliun.

Jika digabungkan, kebutuhan anggaran program pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi diperkirakan mencapai sekitar Rp302 triliun.

”Yang pertama di Badan Anggaran untuk SD, SMP itu baru kami anggarkan Rp5 triliun. Tapi komitmen kami nanti baru di 2028. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden (mencakup) SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9).

Said mengatakan pelaksanaan program tidak akan langsung mencakup seluruh sasaran. Pemerintah terlebih dahulu menyiapkan program percontohan atau pilot project dengan anggaran sekitar Rp5 triliun.

Berdasarkan rekomendasi Banggar, program awal tersebut akan diprioritaskan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selanjutnya, cakupan program pendidikan gratis akan diperluas secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran serta tata kelola pelaksanaannya.

“Walaupun kita ingin sebenarnya sekolah gratis ini SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi itu bertahap yang paling ideal. Karena khawatir kalau tidak dipersiapkan secara matang nanti akan menimbulkan persoalan di tata kelola,” kata Said.

Ia memperkirakan pada 2028 cakupan program dapat dimulai sekitar 60-75 persen sebelum diperluas menjadi 100 persen pada tahun berikutnya.

“Katakanlah di 2028, 60-75 persen dulu baru di tahun berikutnya, 2029 bisa 100 persen. Saya ingin mencoba realistis,” ujarnya.

Menurut Said, pemerintah masih perlu melakukan penghitungan lebih komprehensif sebelum program diterapkan secara luas.

Penghitungan tersebut mencakup kebutuhan biaya per siswa, jumlah sekolah yang menjadi sasaran, hingga kesiapan anggaran untuk setiap jenjang pendidikan.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri mempercepat penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri sekaligus mematangkan rencana pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN).

Teddy mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas yang membahas perluasan akses pendidikan negeri gratis, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia.

Dengan skema yang masih dalam tahap pemetaan, program pendidikan gratis tersebut nantinya akan diterapkan secara bertahap sesuai kesiapan anggaran, sasaran penerima, dan tata kelola program. (ANT/KN)

Manajer KDKMP Bakal Ditempatkan Agrinas, Menkop: SK Segera Diterbitkan

0
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.

JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) setelah surat keputusan (SK) pengangkatan diterbitkan.

Ferry mengatakan SK pengangkatan sekaligus penempatan manajer tersebut akan dilakukan oleh Agrinas, dengan para manajer berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.

“SK-nya oleh Agrinas. Setelah SK dibuat mereka ditempatkan, nanti Agrinas Pangan Nusantara yang mendistribusikan,” kata Ferry kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/9).

Namun, Ferry belum menyebutkan waktu pasti penempatan para manajer KDKMP. Ia mengatakan proses tersebut akan dilakukan secepatnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah persiapan operasional KDKMP di berbagai daerah. Kementerian Koperasi menargetkan 17.288 KDKMP yang bangunan fisiknya telah selesai dapat mulai beroperasi pada akhir September atau awal Oktober 2026.

Sebelum beroperasi, koperasi-koperasi tersebut harus menjalani proses verifikasi dan validasi (verval).

“Sampai dengan tahun ini, sudah bisa, seperti yang ditargetkan oleh Bapak Presiden, bisa ke angka 30.000 koperasi (operasional),” kata Ferry dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (17/9).

Hasil verval tersebut selanjutnya akan dikaji oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil kajian itu menjadi salah satu dasar pembayaran pemerintah kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta proses serah terima bangunan kepada desa.

Ferry menjelaskan KDKMP yang telah selesai diverifikasi dan diserahterimakan kepada desa dapat segera menjalankan kegiatan usaha. Kepemilikan KDKMP berada pada desa.

Selain soal penempatan manajer, Ferry mengatakan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah diteken Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (19/9).

Menurut Ferry, Perpres tersebut akan segera disosialisasikan.

Sementara itu, ANTARA telah mencoba menghubungi Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara untuk mengonfirmasi pernyataan mengenai penerbitan dan kepemilikan SK pengangkatan manajer KDKMP oleh Agrinas, termasuk waktu pelaksanaan penempatan.

Namun, hingga berita ini ditulis, konfirmasi dari pihak Agrinas Pangan Nusantara belum diperoleh. (ANT/KN)

Prabowo Bentuk BPGMN untuk Cegah Karhutla di Lahan Gambut

0
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah ahli gambut di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat tata kelola gambut dan mangrove sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.

Persetujuan tersebut disampaikan setelah Prabowo menggelar pertemuan dengan lebih dari 20 peneliti dan ahli gambut dari berbagai lembaga serta perguruan tinggi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9). Pertemuan berlangsung sekitar empat jam sejak pukul 15.00 WIB.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pembentukan BPGMN merupakan rekomendasi para ahli yang disampaikan langsung kepada Presiden dalam pertemuan tersebut.

“Kesimpulan rapat para ahli ini adalah memberikan rekomendasi dibentuknya Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Ini tadi disampaikan, dan Bapak Presiden menyetujui,” kata Brian saat memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Brian, para ahli menilai pengelolaan data, perizinan, dan tata kelola gambut serta mangrove perlu diperkuat melalui koordinasi yang lebih terintegrasi. Keberadaan satu lembaga diharapkan dapat memudahkan pemerintah dalam melakukan pengelolaan sekaligus pencegahan karhutla.

Para ahli yang hadir dalam pertemuan tersebut juga diminta membantu pemerintah dalam menjalankan kebijakan terkait gambut dan mangrove. Mereka dapat dilibatkan sebagai narasumber maupun pakar dengan memberikan masukan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang telah dilakukan.

“Tadi, diminta para ahli ini terlibat membantu, barangkali sebagai narasumber, sebagai pakar-pakar yang tadi berbagai kajian yang sudah dibuat supaya menjadi referensi,” ujar Brian.

Brian mengatakan pencegahan menjadi salah satu perhatian utama dalam pembentukan BPGMN. Menurut dia, upaya mencegah kebakaran sejak awal perlu diperkuat karena penanganan karhutla setelah terjadi membutuhkan sumber daya yang besar.

“Tadi Bapak Presiden mengevaluasi juga penanganan kebakaran itu sulit dan sangat mahal, tetapi kita itu kemudian ada satu badan, apakah bisa mencegah kan bisa jauh lebih murah,” katanya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya menjelaskan BPGMN akan berada langsung di bawah Presiden. Badan tersebut direncanakan melibatkan ilmuwan dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Pemerintah juga akan mengarahkan perhatian BPGMN pada wilayah-wilayah yang memiliki kawasan gambut dan memiliki risiko karhutla.

Sementara itu, terkait waktu pembentukan BPGMN secara resmi, Brian belum memberikan kepastian. Ia menyerahkan informasi mengenai tahapan pembentukan badan tersebut kepada Kementerian Sekretariat Negara.

Brian menegaskan Kemendiktisaintek akan berperan dalam memastikan hasil penelitian dan kajian dari perguruan tinggi dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai dasar pengelolaan gambut dan pencegahan karhutla.

“Kami dari Kemendiktisaintek lebih kepada arah hasil-hasil riset, hasil-hasil kajian yang ada di kampus itu bisa digunakan, dimanfaatkan oleh pemerintah, lembaga, kementerian untuk penanganan kebakaran gambut ataupun ke depannya untuk melakukan pengelolaan sehingga gambut bisa dicegah kebakaran,” ujarnya.

Sejumlah peneliti dan ahli yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Bagus Muljadi dari Nottingham University, Azwar Maas dan Bambang Kun Cahyono dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Zakaria Amsari dari Universitas Tanjungpura, Haris Gunawan dan Sigit Sutikno dari Universitas Riau, serta Darmae Nasir dan Henrik Segah dari Universitas Palangka Raya.

Selain itu, hadir Yulianto S Nugroho dan Muhammad Agung Santoso dari Universitas Indonesia, Asmari Saad dari Universitas Jambi, Puji Lestari dan Indratmo Soekarno dari Institut Teknologi Bandung, Made Hesti Lestari dari BRIN, Ahmad Kurnain dari Universitas Lambung Mangkurat, Ati Dwi Nurhayati dari IPB, serta Elham Sumarga dari ITB.

Dari jajaran pemerintah hadir Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BRIN Arif Satria, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. (ANT/KN)

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditarget Launching Oktober, Plafon Maksimal Rp500 Juta

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat membuka kegiatan Hari Tani Nasional 2026 di Stadion Rondong Demang, lokasi Expo Erau Adat Kutai 2026. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) ditargetkan mulai diluncurkan pada Oktober 2026.

Program tersebut nantinya diarahkan agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat, khususnya petani, peternak, nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, persiapan peluncuran program tersebut saat ini telah dilakukan bersama Bankaltimtara.

“Tadi info dari BPD (Bank Kaltimtara) itu insya Allah sudah siap untuk kita launchingkan dan kemungkinan kita akan matangkan lagi mudah-mudahan bulan depan itu sudah bisa kita launching untuk Kredit Kukar Idaman Terbaik ini,” kata Aulia saat dikonfirmasi usai membuka kegiatan Hari Tani Nasional 2026 di Stadion Rondong Demang, lokasi Expo Erau Adat Kutai 2026 pada Jumat (25/9/2026).

Menurut Aulia, setelah diluncurkan, program tersebut diharapkan dapat diakses seluas-luasnya oleh berbagai profesi dan pelaku usaha di Kukar.

“Dan mudah-mudahan setelah launching ini bisa diakses seluas-luasnya oleh seluruh profesi di tempat kita, baik itu petani, peternak, nelayan maupun UMKM sehingga ini bisa meningkatkan baik itu dari segi kualitas dan kapasitas produksi teman-teman pelaku usaha kita,” ujarnya.

Untuk besaran pembiayaan, Aulia menyebut Kredit Kukar Idaman Terbaik memiliki plafon maksimal Rp500 juta. Meningkat drastis dari program Kukar Idaman yang digagas di kepemimpinan Bupati Kukar, Edi Damansyah bersama wakilnya, Rendi Solihin yang nominal maksimalnya Rp50 juta.

“Kalau Kredit Kukar Idaman Terbaik, plafon maksimalnya Rp500 juta,” jelasnya.

Aulia menjelaskan, pagu pembiayaan program tersebut bersifat dinamis. Pemerintah Kukar menggunakan skema pembiayaan yang serupa dengan Kredit Kukar Idaman, yakni memanfaatkan dividen Pemkab Kukar di Bankaltimtara.

“Pembiayaan yang kita gunakan adalah nanti sama seperti Kredit Kukar Idaman. Kita menggunakan dividen kita di Bankaltimtara,” terangnya.

Ia mengatakan, dividen yang ada saat ini telah dicadangkan untuk mendukung program tersebut. Selanjutnya, dana pembiayaan diharapkan dapat terus bergulir sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas.

“Nah kita sudah mencadangkan dividen kita yang ada sekarang untuk program ini. Dan begitu pun selanjutnya dana ini akan terus bergulir,” kata Aulia.

Dengan skema dana bergulir tersebut, pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha yang dapat memperoleh akses pembiayaan.

“Semakin banyak dana ini bergulir maka luasan cakupan dari program ini juga kita harapkan bisa menjadi semakin luas lagi,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Bukan Sekadar Produksi, Bupati Kukar Dorong Petani Pahami Pengelolaan Keuangan

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat membuka kegiatan Gencarkan Hari Tani Nasional Tahun 2026 yang digelar di Stadion Rondong Demang, lokasi Expo Erau Adat Kutai 2026. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong petani, nelayan dan peternak tak hanya memiliki kemampuan mengelola lahan dan meningkatkan produksi, tetapi juga memahami cara mengelola hasil usaha secara finansial.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dalam pembukaan kegiatan Gencarkan Hari Tani Nasional Tahun 2026 yang digelar di Stadion Rondong Demang, lokasi Expo Erau Adat Kutai 2026 pada Jumat (25/9/2026).

Kegiatan ini melibatkan organisasi petani, peternak dan nelayan melalui Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Hadir pula Kelompok Wanita Tani (KWT), petani milenial serta pemuda tani.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai inklusi keuangan, khususnya bagaimana mengelola hasil usaha yang diperoleh dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Aulia mengatakan, kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting yang perlu dimiliki para pelaku usaha di sektor tersebut.

“Kita berharap bahwa para petani-petani kita ini tidak hanya cerdas dalam menggarap lahan-lahan mereka, akan tetapi mereka juga cerdas ketika hasil lahan garapan itu sudah menghasilkan pemasukan untuk mereka,” kata Aulia.

Menurutnya, hasil dari usaha yang diperoleh masyarakat harus dapat digunakan dan dikelola dengan baik. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga disimpan dan dikembangkan agar kembali menjadi sumber produktivitas.

“Bagaimana mereka bisa menggunakan uang yang mereka dapatkan itu dengan baik. Bagaimana uang ini bisa tersimpan dengan baik. Bagaimana uang ini bisa menjadi lebih produktif lagi,” ujarnya.

Aulia juga menekankan pentingnya keterlibatan industri keuangan dalam mendukung perkembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan di Kukar.

Menurutnya, akses dan pemahaman terhadap sektor keuangan diharapkan dapat ikut mendorong peningkatan kualitas maupun kuantitas produksi masyarakat.

“Tentunya kita berharap dengan adanya partisipasi dari industri keuangan di tengah-tengah pertanian kita, maka baik itu dari segi kuantitas maupun kualitas pertanian kita itu bisa lebih ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Aulia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga ikut meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, termasuk melalui peningkatan nilai tukar petani dan nilai tukar nelayan di Kukar.

“Jadi kita berharap kolaborasi dari seluruh pihak dalam mensukseskan proses pertanian, peternakan, dan nelayan yang ada di tempat kita itu memberikan peningkatan lagi. Baik itu meningkatnya nilai tukar petani maupun nilai tukar nelayan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Penguatan literasi keuangan tersebut juga dinilai sejalan dengan program Kukar Idaman Terbaik, yang di dalamnya terdapat program dukungan bagi sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Aulia menyebut pemerintah juga memiliki program bantuan atau stimulus yang menyasar 100 ribu petani, peternak dan nelayan.

Aulia mengakui, persoalan literasi masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak hanya pada sektor keuangan, tetapi juga pada berbagai sektor lainnya.

Menurutnya, salah satu kunci untuk mengatasi persoalan tersebut adalah kemauan masyarakat untuk terus membuka diri terhadap informasi dan pengetahuan baru.

“Memang ini merupakan PR kita bersama ya bahwa memang bukan hanya di sektor keuangan. Di beberapa sektor juga ketika kita bicara terkait dengan isu literasi ini memang ya kita punya kendala tersendiri,” ungkapnya.

Namun, pemerintah akan terus berupaya memberikan informasi kepada para pelaku usaha agar pemahaman masyarakat semakin meningkat.

Ia berharap masyarakat, khususnya petani, peternak, nelayan dan pelaku UMKM, juga aktif menerima informasi mengenai pengelolaan keuangan dan berbagai peluang yang dapat mendukung usaha mereka.

“Yang penting warga masyarakat kita mau membuka diri terkait dengan informasi-informasi terkini, terkait dengan keuangan dan kita juga sebagai pihak yang bertanggung jawab tidak berhenti-henti untuk memberikan informasi kepada para pelaku usaha kita,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Optimalkan Potensi Wisata, Wakil Bupati Kukar Dorong Perusahaan Gelar Festival Pariwisata

0
Festival budaya Erau, sebagai gambaran pelaksanaan one company, one festival yang didorong Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengubah pola pengembangan pariwisata. Tak lagi hanya mengandalkan anggaran pemerintah, perusahaan besar yang beroperasi di Kukar bakal didorong ikut menjadi penggerak kegiatan wisata melalui konsep one company, one festival.

Konsep tersebut disiapkan untuk melanjutkan program one district, one festival yang selama ini telah berjalan di sejumlah wilayah Kukar.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengatakan, perusahaan besar di Kukar nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi pendukung kegiatan, tetapi memiliki agenda festival sendiri yang memberi kontribusi langsung terhadap sektor pariwisata.

“Tahun depan harusnya ada one company, one festival. Jadi satu perusahaan besar di Kukar harus punya satu festival yang baik,” ujar.

Menurut Rendi, keterlibatan perusahaan tersebut harus memiliki dampak yang jelas terhadap pariwisata dan ekonomi daerah. Gagasan itu dinilai relevan dengan besarnya potensi wisata yang dimiliki Kukar.

Kekayaan budaya, tradisi, hingga keberadaan Tenggarong sebagai pusat pemerintahan daerah menjadi modal yang dapat dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

“Artinya apa, jelas, kontribusinya untuk pariwisata,” tegasnya.

Rendi bahkan melihat sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menciptakan perputaran ekonomi. Ia menyebut perputaran uang dari sektor pariwisata di Indonesia mencapai Rp7,1 triliun.

Jika Kukar mampu menarik sebagian kecil dari potensi tersebut, kata dia, dampaknya terhadap perekonomian lokal akan cukup signifikan.

“Bayangkan jika di Kutai Kartanegara bisa tarik itu satu persen saja, itu Rp70 miliar perputaran uang yang ada di Kukar dalam bidang pariwisata,” jelasnya.

Karena itu, Pemkab Kukar ingin memperluas ekosistem festival yang selama ini dibangun melalui konsep one district, one festival.

Jika sebelumnya kecamatan didorong memiliki festival sebagai bagian dari pengembangan destinasi dan ekonomi lokal, ke depan perusahaan juga diharapkan mengambil peran serupa.

“Sehingga ke depannya, festival one district, one festival yang sudah kita laksanakan, ditambah one company, one festival, itu wajib dilaksanakan di Kutai Kartanegara,” tegas Rendi. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Perkuat Layanan PAUD, Bunda PAUD Sepaku Sosialisasikan Aktivasi Pijar

0
Bunda Paud Se-Kecamatan Sepaku sedang laksanakan sosialisasi aktivasi akun Pijar Bunda PAUD. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA — Penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) di tingkat desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku mulai diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi aktivasi akun Pijar Bunda PAUD sebagai sarana untuk memperluas akses informasi, materi pembelajaran, serta mendukung koordinasi para Bunda PAUD dalam menjalankan perannya.

Bunda PAUD Kecamatan Sepaku, Uswatun Hasanah, mengatakan pemanfaatan platform digital diperlukan untuk menunjang pengelolaan dan pengembangan PAUD di wilayahnya. Menurutnya, Bunda PAUD desa dan kelurahan tidak hanya membutuhkan koordinasi secara langsung, tetapi juga akses informasi yang cepat dan mudah melalui teknologi.

Dorongan tersebut disampaikan dalam sosialisasi aktivasi akun Pijar Bunda PAUD yang diikuti Bunda PAUD desa dan kelurahan se-Kecamatan Sepaku.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para Bunda PAUD untuk memperoleh informasi sekaligus pendampingan mengenai proses aktivasi dan pemanfaatan akun Pijar Bunda PAUD.

Platform tersebut diharapkan dapat mempermudah akses terhadap informasi, materi, serta berbagai sumber belajar yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan anak usia dini.

“Melalui platform ini, Bunda PAUD desa dan kelurahan diharapkan dapat memanfaatkannya untuk menunjang peran dalam mendukung pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan aktivasi akun, penggunaan platform, hingga pemanfaatannya untuk menunjang tugas Bunda PAUD di masing-masing wilayah.

Selain memperkenalkan penggunaan platform, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Bunda PAUD Kecamatan Sepaku dengan Bunda PAUD desa dan kelurahan.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengaktifkan dan memanfaatkan akun Pijar Bunda PAUD secara optimal. Pemanfaatan platform tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan wawasan, memperlancar koordinasi, serta memperkuat kontribusi Bunda PAUD dalam mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak usia dini.

“Harapannya, seluruh Bunda PAUD desa dan kelurahan dapat memanfaatkan akun ini secara optimal sehingga semakin mendukung layanan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Sepaku,” pungkasnya.

Pewarta : Deddypz

Prabowo Percepat Pendidikan Gratis, Sekolah Negeri hingga PTN Dibidik Bebas UKT

0

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan program pendidikan gratis, mulai dari sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri (PTN). Pemerintah membidik pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Rencana tersebut menjadi perhatian karena berpotensi meringankan beban biaya pendidikan keluarga. Namun, pelaksanaannya masih membutuhkan kesiapan anggaran, regulasi, dan tahapan kebijakan agar program dapat berjalan berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas pendidikan.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas pernyataan Yusril Ihza Mahendra bahwa pemerintah menghormati kewenangan KPK apabila ingin memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com
https://digital.koranusantara.com/kn24sept2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Kukar Sabet TPID Award 2026, Aulia-Rendi Perkuat Pengendalian Inflasi

0
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat menerima penghargaan TPID Award 2026 (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat pengakuan nasional atas upayanya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok. Di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, Kukar meraih Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2026 kategori Kabupaten/Kota Berprestasi.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kukar menjadi satu dari lima daerah di Indonesia yang menerima penghargaan pada kategori tersebut. Empat daerah lainnya yakni Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, petani, dan masyarakat yang ikut menjaga stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara,” kata Rendi.

Bagi Rendi, penghargaan tersebut bukan menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk mengendurkan pengendalian inflasi. Justru, capaian nasional itu menjadi dorongan untuk memastikan manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pak Aulia dan saya memiliki komitmen yang sama. Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, pasokan tersedia, distribusi berjalan baik, dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Rendi menyebut pengendalian inflasi di Kukar memiliki tantangan tersendiri karena wilayahnya luas dan karakteristik setiap kecamatan berbeda.

Kondisi tersebut membuat pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui pemantauan perkembangan harga. Pemerintah juga harus memastikan produksi, ketersediaan pasokan, serta distribusi kebutuhan pokok berjalan dengan baik.

“Kukar memiliki wilayah yang sangat luas dengan karakter setiap kecamatan yang berbeda. Karena itu, pengendalian inflasi tidak cukup hanya berbicara angka. Produksi harus diperkuat, pasokan harus tersedia, distribusi harus lancar, dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” kata Rendi.

Karena itu, Pemkab Kukar akan menjadikan TPID Award 2026 sebagai pemacu untuk memperkuat kebijakan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.

Rendi menegaskan stabilitas harga tetap menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung perekonomian daerah.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Kutai Kartanegara. Ini bukan garis akhir, tetapi menjadi pemacu bagi kami untuk bekerja lebih keras agar stabilitas harga dan perekonomian daerah tetap terjaga,” ujarnya.

TPID Award 2026 diberikan dalam rangkaian Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD 2026 yang digelar bersamaan dengan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026.

Kegiatan berlangsung di panggung utama JICC, Kamis (24/9/2026), pukul 08.30–09.30 WIB.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu.

Perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota penerima TPID Award 2026 serta Championship TP2DD 2026 turut hadir secara langsung. Sementara pemerintah daerah yang tidak menerima penghargaan mengikuti kegiatan secara daring.

TPID Award menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat mendorong daerah memperkuat pengendalian inflasi melalui koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan.

Adapun FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, 24–26 September 2026, di JICC Jakarta. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup agenda transformasi digital nasional serta pengumuman penerima TPID, TP2DD, PIDI, dan KATALIS P2DD. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R