Beranda blog Halaman 543

Pembangunan Rumah Sakit Baru di Berau Harus Diimbangi dengan SDM Kesehatan yang Kompeten

TANJUNG REDEB – Seiring dengan pembangunan rumah sakit baru di Kabupaten Berau yang dimulai sejak 2023, Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan.

Ia menilai, keberadaan fasilitas kesehatan modern tidak akan optimal tanpa didukung tenaga medis yang kompeten dan terlatih.

“Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya soal bangunan atau alat canggih, tetapi juga bagaimana tenaga medis memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas,” ujar Sri.

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM kesehatan harus merata, tidak hanya di rumah sakit tetapi juga di puskesmas dan klinik yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas sering kali menjadi penanganan awal bagi masyarakat. Kalau SDM di sana sudah kompeten, banyak kasus bisa diselesaikan tanpa perlu rujukan ke rumah sakit,” jelasnya.

Sri juga mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan berupa beasiswa bagi dokter muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. Hal ini diyakini dapat menambah jumlah dokter spesialis di Berau yang selama ini masih terbatas.

“Dengan program beasiswa ini, kita tidak hanya membantu dokter muda mengembangkan karier, tetapi juga mengatasi masalah kurangnya tenaga spesialis di daerah,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah keluhan masyarakat, seperti minimnya jam layanan di akhir pekan dan seringnya pasien dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

“Masalah seperti ini menunjukkan bahwa SDM kesehatan masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi. Tenaga medis harus siap memberikan pelayanan kapan pun dibutuhkan,” ungkapnya.

Sri berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga mengembangkan pendekatan yang terintegrasi, mencakup pelatihan, pengembangan kompetensi, hingga kesejahteraan tenaga medis.

“Jika aspek infrastruktur dan SDM berjalan seimbang, saya yakin pelayanan kesehatan di Berau akan semakin maju dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (ADV/KN)

Starlink Jadi Solusi Akses Internet, DPRD Berau Dorong Pemerataan di Wilayah Pedalaman

TANJUNG REDEB – Pemasangan Starlink di wilayah blank spot Kabupaten Berau menjadi langkah strategis yang mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Berau, M. Ichsan Rapi. Ia menilai bahwa teknologi ini tidak hanya mampu mengatasi keterbatasan jaringan internet di wilayah terpencil, tetapi juga menjadi pendorong utama bagi peningkatan pelayanan publik di daerah pedalaman.

“Starlink adalah solusi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di pedalaman. Selain membuka akses komunikasi, ini akan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik,” ujar Ichsan.

Ichsan menggarisbawahi pentingnya prioritas pemasangan Starlink di fasilitas umum (Fasum) seperti sekolah, puskesmas, dan kantor kampung. Ia percaya bahwa kehadiran internet di Fasum akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Internet di sekolah bisa membantu guru dan siswa mengakses bahan ajar. Di puskesmas, bisa mempercepat pelayanan kesehatan, dan di kantor kampung, mempermudah proses administrasi,” tegas politisi Gerindra itu.

Menurut Ichsan, Starlink tidak hanya menghubungkan masyarakat dengan internet, tetapi juga membuka pintu bagi informasi global yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup warga di daerah terpencil.

“Ini bukan hanya soal akses internet, tetapi juga membuka peluang pendidikan, ekonomi, dan komunikasi yang selama ini sulit dijangkau oleh masyarakat di pelosok,” jelasnya.

Ichsan meminta agar program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek. Ia mendorong Diskominfo Berau untuk menjadikan pemasangan Starlink sebagai bagian dari program berkelanjutan hingga seluruh wilayah blank spot di Berau teratasi.

“Pemerintah perlu merencanakan pemasangan Starlink secara bertahap agar seluruh kampung di Berau bisa terhubung. Jangan berhenti sampai di sini,” ungkapnya.
Ia optimistis, pemasangan Starlink di wilayah blank spot dapat memberikan efek jangka panjang, mulai dari meningkatkan akses pendidikan hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedalaman.

“Ketika semua wilayah memiliki akses internet, kita akan melihat perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” tutupnya. (ADV/KN)

Wakil Ketua DPRD Kaltim Dukung Peningkatan Infrastruktur dan Kesiapsiagaan PU Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem

SAMARINDA – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-79 Tahun 2024 yang mengusung tema “Bakti PU Membangun Negeri Untuk Rakyat”. Acara ini digelar di Kantor Dinas PUPR-PERA Kaltim pada Selasa, 3 Desember 2024, dan dihadiri berbagai pejabat, termasuk Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel dan Sekretaris DPRD Norhayati US.

Dalam sambutannya, Akmal Malik menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Dinas PU yang telah berkontribusi membangun bangsa, khususnya di Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kekompakan, disiplin, dan pengabdian dalam melayani masyarakat.

“Kekompakan dan kerja sama akan berhasil mengatasi hambatan dalam menyelesaikan tugas dan melayani masyarakat,” ujar Akmal.

Pj Gubernur juga menyoroti arahan Menteri PU Dody Hanggodo terkait kesiapan menghadapi cuaca ekstrem di akhir 2024 hingga awal 2025. Akmal meminta jajaran Dinas PU meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan infrastruktur yang memadai, memperkuat koordinasi dan komunikasi, serta melakukan edukasi kepada masyarakat.

“Saya minta Dinas PU kita bersiap siaga menghadapi situasi ini, termasuk pengadaan logistik, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menekankan pentingnya sinergitas dalam membangun infrastruktur, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Timur. Ia juga mendorong peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan antar kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.

“Saya ucapkan selamat kepada PUPR atas kontribusinya dalam pembangunan berbagai sektor. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk memastikan pemerataan di semua wilayah,” tutur Ekti.

Peringatan Hari Bakti PU ke-79 ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada Dinas PUPR-PERA kabupaten/kota se-Kaltim dan kegiatan sosial berupa sunat massal.

Sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, jajaran PU diharapkan terus mendukung misi Asta Cita untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berdampak positif bagi rakyat. (Adv)

Penulis: Hanafi

Efisiensi dan Kualitas: Fuad Fakhruddin Dukung Rencana Sekolah Terpadu di Samarinda

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Fuad Fakhruddin, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota Samarinda untuk membangun sekolah terpadu. Menurutnya, model pendidikan ini menawarkan sejumlah manfaat, seperti efisiensi biaya, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kemudahan koordinasi antar jenjang pendidikan.

“Sekolah terpadu memudahkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa harus berpindah sekolah. Namun, infrastruktur yang memadai harus menjadi prioritas agar pembelajaran efektif,” ujar Fuad, menyoroti pentingnya fasilitas dalam mendukung proses belajar mengajar.

Politikus Partai Gerindra ini juga mengapresiasi reputasi Samarinda sebagai kota yang menjadi panutan dalam bidang pendidikan. Ia mendorong agar kualitas dan fasilitas pendidikan terus ditingkatkan untuk menjaga posisi ini.

Fuad berharap rencana pembangunan sekolah terpadu dari tingkat SD hingga SMA yang diusulkan Pemkot Samarinda dapat segera direalisasikan, sehingga memberikan dampak positif bagi pendidikan di kota tersebut.

“Kita harus memastikan semua siswa memiliki akses ke fasilitas pendidikan yang layak. Samarinda saat ini menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam bidang pendidikan, dan kita harus menjaga reputasi ini,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Pilkada Bontang 2024: Partisipasi Pemilih Pemula dan Perempuan Disorot Positif

SAMARINDA – Tingginya partisipasi pemilih pemula dan perempuan dari kalangan milenial dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang 2024 mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari.

Politisi Partai Golkar yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Kaltim—meliputi Bontang, Kutai Timur, dan Berau—menganggap antusiasme generasi muda ini sebagai pertanda baik bagi masa depan Kota Bontang.

“Mudah-mudahan dengan tingginya antusiasme ini, suara untuk kemajuan Kalimantan Timur, khususnya Kota Bontang, semakin bertambah,” ungkap Shemmy.

Lebih jauh, Shemmy menyampaikan harapannya agar Pilkada kali ini mampu membawa dampak nyata bagi pembangunan Bontang, terutama di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Shemmy menutup dengan mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi demi terciptanya perubahan positif di Bontang. Pilkada 2024 diharapkan menjadi momentum penting untuk menentukan arah pembangunan kota ke depan.

“Bontang harus terus berkembang. Kita berharap ada kemajuan yang nyata pascapilkada, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Salehuddin: Pengembangan SDM Kunci Ketahanan Pangan Kaltim

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, namun pengelolaannya dinilai masih jauh dari optimal.

Hal ini disampaikan oleh Salehuddin, anggota DPRD Kaltim dari Partai Golkar, yang menilai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk memperkuat sektor ini.

“Kita masih terlalu bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Padahal, jika SDM lokal dikembangkan secara serius, kita bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ungkap Salehuddin, yang berasal dari Dapil Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam penelusuran lebih lanjut, sektor pertanian dan perkebunan di Kaltim memang menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya adalah minimnya program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi modern.

Sebagian besar petani masih menggunakan metode tradisional yang kurang efisien, sehingga produktivitasnya rendah.

Selain itu, akses terhadap pendanaan juga menjadi masalah besar. Banyak petani yang kesulitan mendapatkan modal untuk membeli alat pertanian modern atau mengembangkan usahanya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penyediaan fasilitas pendukung, seperti pendampingan teknis dan promosi hasil pertanian lokal.

Salehuddin menyebutkan, langkah konkret diperlukan untuk memastikan sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat.

“Kita butuh program pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teknik bertani, tetapi juga penguasaan teknologi yang relevan. Ini penting agar petani kita bisa lebih produktif dan siap bersaing,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti dampak besar yang bisa dihasilkan dari pengembangan sektor ini.

Dengan SDM yang unggul, pendapatan petani dan pekebun di Kaltim bisa meningkat secara signifikan, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru, terutama di wilayah pedesaan.

Namun, upaya ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan sinergis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Pertanian dan perkebunan harus menjadi tulang punggung ketahanan pangan Kaltim. Dengan kebijakan yang tepat, kita bisa menjadikan sektor ini sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Fraksi Golkar DPRD Kaltim dan Komitmennya pada Infrastruktur

SAAMRINDA – Di bawah kepemimpinan Hasanuddin Mas’ud, Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Fraksi Golkar kembali menunjukkan komitmennya untuk membangun infrastruktur di wilayah ini.

Meski memiliki jumlah anggota terbesar di DPRD Kaltim, Golkar memilih bersikap proporsional dalam pembagian alat kelengkapan dewan (AKD).

“Kami tidak serakah,” ujar Hamas, sapaan akrab Hasanuddin Mas’ud, di sela kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud-Seno Aji.

Ia menjelaskan, Fraksi Golkar hanya mengambil posisi ketua Komisi III yang membidangi sektor infrastruktur.

Langkah ini, menurut Hasan, sejalan dengan visi partai untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, ekonomi, perhubungan, pendidikan, dan kesehatan di Kaltim.

“Kami ingin memastikan program-program ini berjalan optimal, terutama jika pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji terpilih memimpin Kaltim pada periode 2025-2030,” tambahnya.

Komisi III sendiri menangani isu-isu strategis seperti pekerjaan umum, perencanaan pembangunan, perumahan rakyat, lingkungan hidup, hingga energi dan sumber daya mineral.

Dengan mengambil posisi di komisi ini, Golkar berharap dapat memberi dampak signifikan bagi masyarakat Kaltim.

Hasan juga menjelaskan bahwa proses pembagian AKD, yang mencakup empat komisi, Badan Anggaran, Badan Kehormatan, dan Badan Pembentukan Perda, telah melalui musyawarah dan mufakat.

“Unsur ketua, wakil ketua, dan sekretaris di AKD sudah dibagi sesuai kesepakatan antar fraksi,” katanya.

Sikap Golkar ini juga membuka ruang bagi fraksi lain untuk memimpin komisi-komisi lainnya. Misalnya, Komisi I membidangi pemerintahan, hukum, dan keamanan; Komisi II fokus pada keuangan dan perekonomian; sedangkan Komisi IV menangani isu pendidikan, tenaga kerja, dan kesejahteraan sosial.

Di balik pembagian ini, Hasan tetap optimistis bahwa DPRD Kaltim dapat bekerja sinergis dalam menjalankan tugasnya.

“Kita tidak hanya bicara soal jabatan, tetapi bagaimana seluruh elemen DPRD dapat bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat Kaltim,” tutupnya dengan penuh semangat. (Adv)

Penulis: Hanafi

Sapto Setyo Pramono Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Peningkatan Kualitas Siswa di Kaltim

SAMARINDA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, memberikan dukungan penuh terhadap program makan bergizi gratis yang akan dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Program ini direncanakan akan diujicoba pada awal Desember 2024 di tiga daerah, yakni Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU).

“Program ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas siswa-siswi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Program ini harus didukung dan dijalankan di Kalimantan Timur,” tegas Sapto.

Pemilihan Balikpapan, Samarinda, dan PPU sebagai lokasi awal program ini, menurut Sapto, didasarkan pada pertimbangan populasi yang signifikan dan representatif dari tantangan yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan maupun pinggiran kota.

“Kita berharap keberhasilan program di ketiga daerah ini dapat menjadi model untuk diterapkan di daerah-daerah lain di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Sapto juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat, untuk bersinergi dalam mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Ia optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur, khususnya dalam mempersiapkan masyarakat yang sehat dan produktif menjelang perpindahan ibu kota negara.

“Program ini tidak hanya sekedar penyaluran makanan bergizi, tetapi juga simbol komitmen pemerintah untuk memperbaiki status gizi dan kesehatan generasi penerus,” ujarnya.

Lebih jauh, Sapto menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan anggaran yang solid dan perencanaan yang matang.

Ia mengungkapkan bahwa DPRD bersama Pemerintah Provinsi akan melakukan penyesuaian anggaran tahun 2025 untuk memastikan program berjalan sesuai dengan rencana tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“Kita akan sesuaikan anggaran dengan prioritas pembangunan. Program ini harus kita wujudkan secara nyata, bukan hanya menjadi janji,” tandas Sapto, menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang akuntabel agar manfaat program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. (Adv)

Penulis: Hanafi

DPRD Kaltim Desak Edukasi Seksual Diberikan Sejak Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

SAMARINDA – Kekerasan seksual terhadap anak terus menjadi masalah serius di Kalimantan Timur, dengan banyak kasus yang dilaporkan ke lembaga resmi, namun tak sedikit juga yang disembunyikan oleh keluarga dengan alasan tabu. Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kaltim, Damayanti, menegaskan pentingnya pencegahan melalui edukasi seksual yang dimulai sejak usia dini.

“Untuk mengurangi kekerasan seksual pada anak, edukasi seksual harus dimulai sekarang. Anak-anak perlu diberikan pemahaman terkait seksualitas sejak usia dini,” ujar Damayanti saat ditemui wartawan.

Politisi PKB ini menekankan bahwa edukasi seksual bukan lagi hal tabu, melainkan suatu langkah penting yang harus diprioritaskan untuk melindungi generasi muda. Pendidikan seksual yang tepat dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang hak mereka atas tubuh dan pentingnya mengetahui batasan yang aman.

“Anak-anak harus diajarkan untuk memahami bahwa mereka berhak atas tubuh mereka sendiri. Mereka juga perlu tahu mana yang aman dan mana yang tidak. Dengan pemahaman ini, mereka akan lebih siap mengenali dan melawan ancaman kekerasan seksual,” jelas Damayanti.

Selain itu, Damayanti mengusulkan perlunya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan edukasi seksual ini diterapkan secara menyeluruh. Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat penting agar program ini bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.

“Pemprov Kaltim harus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota. Edukasi ini harus menjangkau sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat. Hanya dengan sinergi yang baik, kita dapat memastikan perlindungan maksimal bagi anak-anak,” tambahnya.

Damayanti juga menekankan pentingnya edukasi seksual dalam lingkungan keluarga dan permukiman. Ia mendorong agar orang tua diberikan pemahaman tentang pentingnya memberikan pengetahuan dasar tentang seksualitas pada anak sejak dini.

“Dengan edukasi sejak usia dini dan kerja sama yang solid, kita harap angka kekerasan seksual pada anak di Kaltim dapat ditekan, dan anak-anak kita bisa tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

SPBN di Pesisir Selatan, Langkah Strategis Dorong Ekonomi Lokal

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah Pesisir Selatan Berau mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Berau, Sakirman. Ia menilai kehadiran SPBN ini bukan hanya memenuhi kebutuhan bahan bakar nelayan, tetapi juga menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“SPBN akan mempermudah akses bahan bakar, yang tentunya mendukung operasional nelayan. Dengan ini, produktivitas mereka dapat meningkat, dan efek domino bagi perekonomian lokal juga akan terasa,” kata Sakirman.

Sakirman menyoroti potensi besar sektor perikanan di Pesisir Selatan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi Berau. Menurutnya, keberadaan SPBN akan menjadi katalis dalam mengoptimalkan potensi ini.

“Wilayah Pesisir Selatan memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Dengan adanya SPBN, distribusi bahan bakar akan lebih lancar dan efisien, sehingga nelayan bisa melaut tanpa terkendala ketersediaan BBM,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa SPBN dapat berfungsi sebagai infrastruktur pendukung bagi pengembangan sektor pariwisata di kawasan pesisir.

“Selain memperkuat perikanan, SPBN juga bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata pesisir. Dengan aktivitas ekonomi yang meningkat, sektor pariwisata pun akan tumbuh lebih pesat,” tambah politisi PKS itu.

Sakirman mendorong adanya kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan investor untuk memastikan realisasi proyek ini berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif agar manfaat SPBN dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Pembangunan SPBN harus melibatkan semua pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat pesisir. Kolaborasi ini akan memastikan keberlangsungan proyek dan dampak positifnya bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan SPBN dapat membantu masyarakat pesisir menjadi lebih mandiri dalam mengelola potensi lokal mereka. Sakirman percaya bahwa akses yang lebih mudah ke bahan bakar akan membuka peluang usaha baru, memperkuat sektor ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan hadirnya SPBN, diharapkan sektor perikanan dan pariwisata di Pesisir Selatan dapat berkembang lebih pesat, sekaligus menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Berau.

“SPBN adalah tentang menciptakan keseimbangan. Tidak hanya mempermudah akses bahan bakar, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya.(ADV/KN)