Beranda blog Halaman 51

Kejagung Pastikan Aset Lelang BPA Fair Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

0

JAKARTA — Kejaksaan Agung Republik Indonesia memastikan pemenang lelang dalam ajang BPA Fair 2026 akan memperoleh pendampingan hukum terkait administrasi aset yang dibeli, termasuk proses balik nama.

Jaksa Agung Muda Pengawasan, Rudi Margono mengatakan pendampingan tersebut diberikan agar peserta lelang tidak hanya menerima risalah lelang, tetapi juga memperoleh kepastian hukum atas aset yang dimenangkan.

“Pemenang lelang bukan hanya menerima risalah lelang, tapi didampingi secara hukum agar yang diserahkan nanti sudah balik nama pada pemenang lelang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat yang mengikuti lelang aset rampasan negara, baik berupa kendaraan, tanah, maupun barang bernilai tinggi lainnya.

Ia menilai pelayanan pasca-lelang perlu diperkuat agar masyarakat semakin percaya mengikuti lelang yang digelar Kejaksaan.

“Substansi dari BPA Fair ini bukan hanya sekadar terjual, tapi bermanfaat bagi Indonesia berkelanjutan dan menjadi penyumbang modal pembangunan,” katanya.

Rudi menjelaskan pengawasan di lingkungan Kejaksaan tidak hanya berkaitan dengan penindakan atau penegakan disiplin, tetapi juga menjamin kualitas pelayanan, termasuk dalam proses pemulihan aset negara.

Sementara itu, Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi memastikan seluruh barang lelang yang ditawarkan dalam BPA Fair 2026 berada dalam kondisi baik dan telah memiliki kepastian hukum.

Ia menegaskan seluruh aset yang dilelang bukan barang bermasalah karena proses hukumnya telah selesai.

Menurut Kuntadi, masyarakat yang membeli barang hasil rampasan negara juga ikut berkontribusi terhadap pemasukan negara karena hasil penjualannya akan masuk ke kas negara guna mendukung pembangunan nasional.

“Setelah dinyatakan sebagai pemenang dan melakukan pelunasan, risalah lelang akan diberikan dan bisa digunakan untuk mengurus administrasi berikutnya,” ujarnya.

BPA Fair 2026 sendiri menghadirkan ratusan aset rampasan negara yang dilelang kepada masyarakat, mulai dari kendaraan mewah, properti, hingga barang bernilai tinggi lainnya.

Seluruh proses lelang dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara melalui platform resmi lelang pemerintah guna memastikan proses berjalan transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum bagi peserta. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Bupati Mahulu Ajak Warga Sukseskan Program Cetak Sawah

0

UJOH BILANG — Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan menghadiri kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan kontrak konstruksi cetak sawah Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Hotel The Margo, Kota Depok, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan program strategis nasional di sektor pertanian, khususnya pengembangan lahan sawah baru guna memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Dalam kesempatan itu, Angela Idang Belawan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung program cetak sawah yang dinilai menjadi langkah penting menuju kemandirian pangan masyarakat.

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi langkah awal yang strategis agar program dapat berjalan optimal, termasuk di wilayah Mahakam Ulu yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.

“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memastikan program cetak sawah dapat berjalan secara optimal, termasuk di Kabupaten Mahakam Ulu. Kami menyadari tantangan di lapangan tidak ringan, baik dari aspek geografis, infrastruktur, maupun kesiapan sumber daya manusia,” ujarnya.

Meski demikian, Angela optimistis program tersebut dapat terlaksana dengan baik melalui dukungan pemerintah pusat, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan Kodim 0912 Kutai Barat dalam pelaksanaan di lapangan.

“Namun demikian, dengan dukungan pemerintah pusat, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan TNI melalui Kodim 0912 Kutai Barat, kami optimistis program ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, Angela menilai program cetak sawah bukan hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi momentum perubahan pola pikir masyarakat dalam sektor pertanian.

Ia menyebut sebagian masyarakat Mahulu selama ini belum memiliki tradisi bertani padi sawah. Namun melalui pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan, pemerintah yakin masyarakat mampu beradaptasi dan berkembang.

“Program ini menjadi peluang besar untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Angela juga mengajak seluruh masyarakat Mahakam Ulu turut berperan aktif mendukung program tersebut demi keberhasilan bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.

“Saya menghimbau seluruh masyarakat Mahakam Ulu untuk mendukung penuh pelaksanaan program cetak sawah ini. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, penandatanganan MoU dan kontrak konstruksi ini merupakan bagian dari percepatan pelaksanaan kegiatan cetak sawah melalui skema swakelola tipe II yang melibatkan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Melalui program tersebut, diharapkan terjalin penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya melalui pengembangan lahan sawah baru di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu. (MK)

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Rudy Mas’ud Tegaskan Tak Ada PHK PPPK di Tengah Tekanan Fiskal

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn18mei2026/mobile/

Kepergian Sudarmono dan Berakhirnya Perjalanan “Borneo Shoes” Keluarga Kami

DULU saya sempat berjanji akan menulis cerita perjalanan itu lebih panjang.

Pada November 2025 lalu saya pergi ke Bali menjenguk kakak saya, Sudarmono. Waktu itu saya memang hanya menulis sedikit cerita tentang perjalanan tersebut. Saya bilang, mungkin suatu hari nanti akan saya tulis lebih lengkap.

Tapi saya tidak menyangka, tulisan itu akhirnya benar-benar saya lanjutkan setelah kakak saya meninggal dunia.

Sabtu (16/5) sore, saya baru tiba di Samarinda, dari Balikpapan usai menghadiri pernikahan Direktur RadarPaser.com, Tontong Bhakti Sihombing. Saya masih bersama klien Media Kaltim ketika telepon dari Jember masuk.

Saat itu waktu Magrib baru saja masuk. Telepon itu dari anaknya. “Mengabarkan, Bapak sudah tidak ada.”

Teleponnya tidak lama. Tapi setelah mendengar kabar itu, saya hanya bisa menarik napas panjang.

Pikiran saya langsung kembali ke Bali, November tahun lalu. Saat saya datang menjenguk kakak bersama istri, putri saya, dan kakak perempuan saya, Nani Suliati. Saya sendiri anak ke sepeluh dari sepuluh bersaudara.

Sudarmono sudah lama tinggal di Bali bersama istrinya. Ketika kami datang menjenguk, kondisinya memang sudah jauh berubah dibanding sebelumnya.

Tubuhnya terlihat lebih kurus. Wajahnya pucat. Tapi seperti biasanya, ia tetap berusaha menyambut kami dengan hangat dan mencoba tersenyum.

Nada bicaranya mulai pelan. Sesekali terlihat menahan lelah. Tapi sore itu ia tetap berusaha menemani kami duduk dan mengobrol cukup lama bersama istrinya.

Sebagai adik, waktu itu saya masih menyimpan harapan kalau kesehatannya bisa membaik.

Sekarang saya baru sadar, ternyata itu memang salah satu pertemuan terakhir kami.

Satu tahun terakhir kakak saya memang berjuang melawan penyakit yang divonis kanker. Operasi sebenarnya sudah beberapa kali disarankan dokter. Tapi risikonya terlalu besar sehingga terus ditunda.

Pertemuan terakhir saya bersama kakak saya Sudarmono (kanan). Saat itu saya datang bersama keluarga dan kakak perempuan saya Nani Suliati (kiri) saat berkunjung ke Bali, November 2025 lalu. Foto: Istimewa

Istrinya kemudian membawanya pulang ke Jember untuk menjalani perawatan bersama keluarga. Harapannya, kesehatannya bisa membaik.

Namun beberapa hari terakhir kondisinya terus menurun. Operasi akhirnya tetap dilakukan karena ada bagian usus yang bermasalah dan harus dipotong.

Setelah itu kesehatannya tidak lagi stabil. Dan akhirnya Allah memanggilnya pulang.

Malam itu juga saya memutuskan berangkat ke Jember. Saya ingin mengantar kakak saya untuk terakhir kalinya.

Saya dan istri berangkat dari Balikpapan menggunakan penerbangan pagi pukul 06.00 WITA menuju Surabaya. Sebelum berangkat, saya juga sudah menghubungi kakak perempuan saya, Any Sulistyowati, di Bangil yang akan ikut bersama kami ke Jember.

Setibanya di Bandara Juanda Surabaya, driver dari Trac sudah menunggu kami di area parkir bandara. Saya memang sudah menyiapkan kendaraan sewaan sebelumnya agar perjalanan lebih mudah dan tidak perlu mencari transportasi lagi setibanya di sana.

Dari Surabaya, kami lebih dulu menjemput kakak saya di Bangil. Saat itu ia sudah menunggu bersama suaminya.

Di tengah perjalanan, kami mendapat kabar jenazah kakak saya sudah dimakamkan pukul 09.00 pagi. Akhirnya kami langsung menuju makam.

Saat tiba, istri dan anak kakak saya masih berada di sana. Tanah makamnya masih basah. Bunga tabur juga masih terlihat baru ditebar.

Saya berdiri cukup lama di dekat makam kakak saya. Saya dan keluarga kemudian duduk di dekat pusara sambil membaca doa bersama.

Di situ saya kembali teringat perjalanan keluarga kami dulu.

Kami berasal dari keluarga sederhana. Tahun 1987, keluarga kami hijrah dari Malang ke Balikpapan dibawa kakak tertua kami yang lebih dulu merantau.

Awalnya kami tinggal di kawasan Gunung Belah. Orang tua kami kemudian merintis usaha sepatu custom rumahan yang diberi nama “Borneo Shoes”.

Selama di Balikpapan, usaha “Borneo Shoes” juga beberapa kali berpindah tempat. Setelah dari Gunung Belah, kami pindah ke kawasan Jalan Cemara, lalu berlanjut ke Jalan RE Martadinata, Jalan Gunung Sari, hingga kawasan Markoni.

Di situlah usaha itu mulai berkembang dan menjadi penopang hidup keluarga kami selama bertahun-tahun.

Dalam perjalanan itu pula, kedua orang tua kami meninggal dunia lebih dulu. Usaha keluarga akhirnya diteruskan kakak saya, Heru Sukamto, bersama keluarganya di kawasan Jalan RE Martadinata.

Dua kakak laki-laki saya memang ikut belajar membuat sepatu. Salah satunya Heru Sukamto yang kemudian meneruskan usaha keluarga tersebut. Sedangkan Sudarmono memilih hijrah ke Bali.

Saya sendiri justru satu-satunya anak laki-laki yang tidak pernah bisa membuat sepatu.

Waktu ternyata berjalan terlalu cepat.

Satu per satu kakak saya pergi. Kakak keenam saya Yuli Setiyowati meninggal beberapa tahun lalu. Sebelum Covid, Heru Sukamto menyusul. Saat pandemi, kakak kelima kami Ari Sulistiani juga meninggal dunia.

Dan kini, Sudarmono.

Tidak ada lagi penerus “Borneo Shoes” di keluarga kami.

Usaha yang dulu menjadi penopang hidup keluarga itu kini tinggal cerita.

Dari sepuluh bersaudara, sekarang kami tinggal berempat. Kakak tertua saya Yuli Astuti di Kubar. Kakak perempuan saya Any Sulistyowati di Bangil. Kakak perempuan saya Nani Suliati di Balikpapan. Dan saya sendiri.

Waktu memang berjalan cepat.

Satu per satu kakak saya pergi lebih dulu. Dan sekarang tinggal kami yang meneruskan hidup dengan kenangan yang masih tersisa.

Kini kakak saya, Sudarmono, sudah tenang.

Tulisan yang dulu sempat saya janjikan saat perjalanan ke Bali itu akhirnya saya selesaikan juga. Hanya saja, saya tidak pernah membayangkan akan menuliskannya setelah kakak saya benar-benar pergi.

Selamat jalan, Kakak Sudarmono.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Hujan Disertai Petir dan Angin Picu Banjir di Sepaku

0

PENAJAM PASER UTARA – Hujan deras lebih dari empat jam yang mengguyur Kecamatan Sepaku membuat sebagian wilayah Desa Bukit Raya mulai terendam banjir, Minggu (17/5/2026) malam.

Wilayah yang paling terdampak berada di RT 1 Koridor Sepaku, dekat kawasan Intake Sepaku.

Sejumlah warga dilaporkan mulai keluar dari rumah masing-masing sambil menyelamatkan barang-barang yang berpotensi rusak akibat rendaman air.

“Pemilik rumah aja pada keluar,” ujar seorang warga sekitar bernama Mydha.

Pantauan lapangan yang diterima redaksi sekitar pukul 22.00 Wita menunjukkan air sungai mulai masuk ke rumah warga.

Bahkan sebuah toko di kawasan tersebut terlihat sudah tergenang, baik di bagian luar maupun dalam bangunan.

Warga RT 1 Bukit Raya lainnya, Argha, juga melaporkan kondisi air yang terus naik.

“Udah,” ucapnya singkat sambil memperlihatkan video genangan yang mulai masuk ke sejumlah rumah warga.

Ia juga mengaku segera menghubungi Kapolsek Sepaku, AKP Syarifuddin, terkait kondisi banjir yang mulai meluas.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin dan petir mengguyur Kecamatan Sepaku sejak selepas pukul 18.00 Wita.

Hingga sekitar pukul 21.30 Wita, hujan masih berlangsung meski intensitasnya mulai berkurang.

Selain Bukit Raya, laporan genangan juga datang dari Desa Suka Raja, khususnya RT 24 dan RT 25 yang memang kerap terdampak banjir saat hujan deras.

Dalam unggahan story WhatsApp Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah, air terlihat mulai naik hingga mendekati teras rumah warga.

Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Desa Binuang dan Telemow dilaporkan masih dalam kondisi aman hingga malam hari.

“Binuang aman,” ujar salah satu perangkat desa setempat, Pahrian.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sejumlah wilayah lain seperti Karang Jinawi, Tengin Baru, Kelurahan Sepaku dan Kelurahan Maridan masih terus dipantau. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Harum: “Kalau Hotel Atlet Bisa Hidup, Lampu Stadion Pasti Bisa Dibangun”

SAMARINDA – Suasana penuh semangat dan gemuruh dukungan mewarnai acara nonton bareng pertandingan Borneo FC di Hotel Atlet Kompleks Stadion Segiri, Minggu (17/5/2026) malam.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum, hadir bersama sang istri, Syarifah Suraidah Harum, dan putrinya, Syahrah Mas’ud, untuk menyaksikan langsung laga krusial tersebut bersama ribuan suporter Pusamania.

Lobi Hotel Atlet dipadati pendukung Pesut Etam dengan atribut khas oranye-hitam. Teriakan dukungan, nyanyian suporter hingga yel-yel bergema sepanjang pertandingan dan membuat suasana nobar terasa layaknya berada langsung di tribun stadion.

Dalam pertandingan pekan ke-33 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Borneo FC harus puas bermain imbang tanpa gol 0-0.

Meski gagal meraih kemenangan, antusiasme para pendukung tidak surut. Ribuan Pusamania tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan sambil terus memberikan dukungan kepada tim kebanggaan Kalimantan Timur tersebut.

Di sela jeda pertandingan, Rudy Mas’ud sempat berdiskusi dengan dirigen Pusamania, Rio, terkait perkembangan Borneo FC dan kondisi fasilitas pendukung di kawasan Stadion Segiri.

Dalam kesempatan itu, Rio meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk membantu pembenahan fasilitas stadion, khususnya penerangan lampu Stadion Segiri.

Permintaan tersebut disampaikan karena Borneo FC diproyeksikan tampil di kompetisi antarklub Asia sehingga membutuhkan fasilitas stadion yang memenuhi standar internasional.

Selain pembenahan stadion, dukungan sponsor untuk memperkuat kesiapan klub juga menjadi harapan para suporter.

Menanggapi hal tersebut, Rudy Mas’ud menyampaikan optimismenya terhadap kebangkitan Borneo FC dan pemanfaatan kembali fasilitas olahraga di kawasan Segiri.

“Hotel atlet saja yang sudah empat tahun tidur sekarang sudah bisa dimanfaatkan kembali. Mudah-mudahan ke depan terus digunakan. Apalagi kalau hanya lampu Stadion Segiri untuk Borneo FC,” ujar Rudy disambut tepuk tangan suporter.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas stadion agar Borneo FC dapat terus berkembang dan bersaing di level lebih tinggi.

“Kalau hotel saja bisa kita hidupkan, apalagi cuma lampunya saja. Insya Allah lampu stadion segera kita benahi supaya Stadion Segiri bisa digunakan untuk kegiatan Borneo FC di Kalimantan Timur hingga level Asia,” katanya.

Momen nobar tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap Borneo FC sebagai salah satu kebanggaan Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Hujan Deras dan Pasang Sungai Picu Ancaman Banjir di Sepaku

0

PENAJAM PASER UTARA – Hujan deras disertai angin dan petir yang mengguyur Kecamatan Sepaku sejak Minggu (17/5/2026) sore mulai memicu banjir di sejumlah wilayah.

Hingga pukul 21.30 WITA, hujan masih berlangsung meski intensitasnya mulai berkurang. Namun debit air di beberapa kawasan rawan banjir terus mengalami kenaikan.

Wilayah yang paling awal dilaporkan siaga yakni RT 24 dan RT 25 Desa Suka Raja, kawasan yang memang kerap terdampak banjir saat hujan deras dan air pasang terjadi bersamaan.

Dalam video yang dibagikan Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah atau yang akrab disapa Sableng, terlihat air mulai naik dari bawah kolong rumah dan mendekati teras warga.

“Ini air dari bawah (pasang) naik ke atas. Yang dari atas muter,” ujarnya dalam rekaman video yang beredar di WhatsApp.

Saat dikonfirmasi Media Kaltim, Waras membenarkan debit air terus naik dan warga mulai bersiaga.

“Iya mulai naik ini, sudah sampai bawah kolong rumah ini,” ucapnya melalui rekaman suara.

Di bagian ujung lingkungan RT 25, arus air bahkan mulai melintasi jalan lingkungan. Ketua RT bersama sejumlah warga terlihat turun langsung memantau perkembangan kondisi banjir.

Sementara itu, genangan juga mulai terlihat di koridor Jalan Negara RT 1 Desa Bukit Raya yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kecamatan Sepaku.

Sekitar pukul 21.48 WITA, air sungai mulai naik dan merendam sebagian permukaan jalan.

Meski demikian, beberapa wilayah lain dilaporkan masih dalam kondisi aman. Salah satu perangkat Desa Binuang, Pahrian, menyebut wilayahnya belum terdampak banjir.

“Binuang aman,” singkatnya.

Kondisi serupa juga dilaporkan dari wilayah Telemow yang hingga pukul 21.53 WITA masih terpantau aman.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah lain seperti Karang Jinawi, Tengin Baru, Kelurahan Sepaku dan Kelurahan Maridan masih dalam pemantauan aparat desa dan warga setempat.

Warga diimbau tetap waspada mengingat hujan masih berpotensi turun dan debit air sungai dapat terus meningkat sewaktu-waktu. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Kiper Persijap Jadi Tembok Kokoh Gagalkan Kemenangan Pesut Etam

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda harus puas membawa pulang satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Laga berlangsung panas dan penuh drama hingga menit-menit akhir. Meski kedua tim saling menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Memasuki babak kedua, Borneo FC langsung tampil agresif dan mencoba mengambil alih permainan. Namun Persijap beberapa kali berhasil menciptakan ancaman melalui serangan balik cepat.

Pada menit ke-53, tuan rumah hampir memecah kebuntuan setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Pesut Etam. Beruntung, lini belakang Borneo FC masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Borneo FC kemudian mendapat peluang emas melalui Mariano Peralta pada menit ke-56. Gelandang kreatif asal Argentina itu berhasil menembus kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar gawang.

Peralta kembali menjadi pusat permainan Pesut Etam. Pada menit ke-62, ia melakukan aksi individu impresif melewati tiga pemain sebelum sepakannya diblok dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Sementara itu, penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia sukses menggagalkan tendangan bebas berbahaya Persijap yang mengarah ke pojok gawang.

Memasuki pertengahan babak kedua, kedua pelatih mulai melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga tempo permainan.

Borneo FC memasukkan Marcos Astina, M. Sihran, C. Santos hingga Cleylton guna menambah daya gedor di lini depan.

Peluang terbaik Pesut Etam hadir di masa injury time. Sebuah tendangan voli di depan gawang yang memiliki peluang besar menjadi gol justru berhasil diselamatkan secara dramatis oleh kiper Persijap.

Juan Villa juga sempat melepaskan tendangan bebas langsung ke arah gawang di menit akhir, namun kembali mampu diantisipasi penjaga gawang tuan rumah.

Di sisi lain, pertandingan sempat berjalan emosional karena sejumlah pemain Persijap beberapa kali terkapar di lapangan yang dinilai sebagai upaya mengulur waktu demi mempertahankan hasil imbang.

Hasil 0-0 ini membuat Borneo FC gagal membawa pulang poin penuh dari Jepara dan harus puas menambah satu angka dalam persaingan papan atas klasemen.

Pada pertandingan lain, Persib Bandung berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1 sehingga persaingan menuju papan atas klasemen semakin ketat. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Polda Kaltim Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Polisi Terlibat Narkoba

0

BALIKPAPAN – Kasus dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam jaringan peredaran gelap narkotika di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan.

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Barat (Kubar), AKP Diki, kini menghadapi ancaman pidana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sekaligus proses etik internal Polri yang berujung pada ancaman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menegaskan proses hukum terhadap AKP Diki dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Kami sampaikan apa yang sudah dilakukan terhadap perilakunya. Dia harus bertanggung jawab di pidananya, dan dia juga bertanggung jawab selaku anggota Polri melalui Kabid Propam,” ujar Romylus saat konferensi pers di Mapolda Kaltim.

Menurut Romylus, perkara yang menjerat AKP Diki merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan jaringan bandar besar narkotika di wilayah Sanga-Sanga.

Kasus bermula dari Operasi Pekat Ditresnarkoba Polda Kaltim pada Februari lalu yang berhasil menangkap bandar besar bernama Ishak beserta jaringannya.

Tak lama kemudian, polisi juga membekuk bandar lain bernama Fiji yang disebut berada dalam jaringan serupa.

Dari hasil penyidikan, keduanya diduga berada di bawah kendali bandar besar bernama Memen yang disebut mengendalikan jaringan lintas wilayah.

“Pengungkapan perkara jaringan Kubar ini adalah kolaborasi antara penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim dengan Dittipid Narkoba Bareskrim Polri,” jelas Romylus.

Ia menyebut penyidik sempat melacak keberadaan Memen hingga ke Bali, meski saat itu tersangka berhasil menghilang setelah mematikan telepon selulernya.

Melalui gelar perkara bersama, penanganan kasus TPPU yang melibatkan Ishak, Memen, Julius dan AKP Diki akhirnya ditarik ke Bareskrim Polri untuk pendalaman lebih lanjut.

Di sisi lain, Bidang Propam Polda Kaltim juga bergerak cepat memproses pelanggaran etik AKP Diki.

Kabid Propam Polda Kaltim, Kombes Pol Hariyanto, mengungkapkan AKP Diki telah ditempatkan di tempat khusus (Patsus) sejak 25 April 2026.

“Pelanggarannya maksimal, nanti tuntutannya adalah PTDH. Besok akan segera kita sidangkan terkait pelanggaran Kode Etik Profesi Polri yang dilakukan terduga pelanggar AKP Diki di Mapolda Kaltim,” tegas Hariyanto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto turut menanggapi beredarnya rekaman suara atau voice note di media sosial yang menyeret sejumlah nama anggota polisi lain dalam jaringan tersebut.

Menurutnya, ada sekitar 13 hingga 14 nama yang kini sedang didalami penyidik dan Propam.

“Barang buktinya sudah diuji di forensik. Nanti kita lihat di persidangan apakah itu Artificial Intelligence atau memang voice note asli,” ujar Yuliyanto.

Polda Kaltim memastikan seluruh proses pemeriksaan akan dilakukan secara profesional dan transparan, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan narkotika tersebut. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Rahmawati: Warga Sangat Mendukung Penindakan Narkoba

0

BALIKPAPAN – Keberhasilan Tim Khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur mengungkap peredaran narkoba di kawasan Gang Kedondong, Kota Samarinda, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua RT 34 Kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda, Rahmawati.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dan Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu atas respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Kawasan Gang Kedondong selama ini dikenal warga sebagai salah satu lokasi rawan peredaran sabu dan kerap disebut sebagai “kampung narkoba”.

“Terima kasih kepada Kapolda Kaltim dan Dir Resnarkoba Polda Kaltim yang cepat merespons pengaduan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi langkah tegas aparat dalam memberantas peredaran narkoba yang meresahkan warga,” ujar Rahmawati.

Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua pelaku beserta ratusan paket sabu siap edar.

Pelaku pertama berinisial ID (36), warga Balikpapan, diduga berperan sebagai pemantau atau “sniper” sekaligus kurir narkoba.

Dari tangan ID, polisi menyita 17 paket plastik klip bening berisi diduga sabu dengan berat bruto 6,53 gram dan netto 1,77 gram.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam Oppo warna grey serta uang tunai Rp15,5 juta.

Sementara pelaku kedua berinisial HY (41), warga Samarinda, diduga berperan sebagai penjual sekaligus pengumpul uang hasil transaksi narkoba.

Dari tangan HY, aparat menemukan 165 paket plastik klip bening berisi diduga sabu dengan berat bruto 62,59 gram dan netto 16,39 gram.

Polisi turut menyita dua unit telepon genggam serta uang tunai Rp10,2 juta yang diduga berasal dari hasil transaksi narkoba.

Rahmawati berharap langkah pemberantasan narkoba di kawasan tersebut terus dilakukan secara berkelanjutan agar lingkungan tempat tinggal warga benar-benar bersih dari peredaran narkotika.

“Masyarakat tentu mendukung penuh langkah kepolisian. Kami berharap kawasan yang selama ini dikenal rawan narkoba bisa benar-benar bersih sehingga warga merasa aman dan nyaman,” tutupnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S