Beranda blog Halaman 482

KPK Belum Siap, Sidang Praperadilan Hasto Kembali Tertunda

0

JAKARTA – Sidang praperadilan tahap kedua yang diajukan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, terkait penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan perintangan penyidikan ditunda. Penundaan ini terjadi karena pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum siap untuk melanjutkan proses persidangan.

Hakim yang menangani perkara ini, Rio Barten Pasaribu, membacakan surat permohonan dari KPK yang meminta penundaan sidang selama dua minggu. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, hakim akhirnya memutuskan bahwa sidang akan dilanjutkan pada Jumat (14/3/2025) mendatang.

“Sidang ini ditunda sampai Jumat, 14 Maret, agar semua persiapan dapat dilakukan dengan baik,” ujar hakim dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Senin (3/3/2025).

Hakim juga menegaskan pemanggilan kepada KPK untuk hadir dalam sidang pada 14 Maret merupakan yang terakhir. Jika KPK kembali absen, sidang tetap akan berlangsung tanpa kehadiran mereka.

“Penetapan tanggal 14 Maret ini sudah dipertimbangkan dengan matang. Sidang akan tetap digelar meskipun pihak Termohon (KPK) tidak hadir,” tambahnya.

Sebelumnya, hakim PN Jakarta Selatan sempat menolak permohonan praperadilan pertama yang diajukan oleh Hasto pada 13 Februari 2025. Hakim menyatakan bahwa gugatan tersebut kabur atau tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Setelah itu, KPK kembali memeriksa dan menahan Hasto selama 20 hari sejak 20 Februari hingga 11 Maret 2025 di Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur. Tim kuasa hukum Hasto kemudian mengajukan permohonan penangguhan penahanan, serta kembali mengajukan gugatan praperadilan untuk membatalkan status tersangkanya.

Terdapat dua permohonan praperadilan yang diajukan oleh Hasto kali ini. Gugatan pertama berkaitan dengan dugaan suap, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, serta Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang teregister dengan nomor perkara 23/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.

Gugatan kedua berhubungan dengan dugaan perintangan penyidikan, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, yang terdaftar dengan nomor perkara 24/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.

Hasto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap bersama Harun Masiku dan diduga turut serta dalam upaya menghambat penyidikan terhadap Harun Masiku. Harun sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR sejak Januari 2020.

Ia diduga menyuap mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan, namun hingga kini keberadaannya masih belum diketahui.

Pada akhir 2024, KPK menetapkan Hasto dan pengacara Donny Tri Istiqomah sebagai tersangka baru dalam kasus ini, dengan dugaan keterlibatan dalam upaya menghalangi penyidikan terhadap Harun Masiku.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

BNPB: Korban Terseret Arus Deras Banjir Bandang di Bogor Suami-Istri

0

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban yang dilaporkan terseret arus deras banjir bandang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan pasangan suami-istri.

“Dalam situasi darurat, seorang warga bernama Yuyun terbawa arus, namun berhasil diselamatkan. Sayangnya, suaminya, Asep Mulyana, yang mencoba menolong, justru terseret arus dan belum ditemukan hingga saat ini,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Menurut dia, pasangan suami istri itu merupakan warga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, yang menjadi salah satu kawasan terdampak banjir bandang di Kabupaten Bogor Minggu (2/3) malam.

BNPB mengkonfirmasi kejadian itu bermula saat air Kali Cisaru meluap hingga setinggi lutut dengan arus yang deras. Beruntung, kata dia, warga yang sebagian besar dalam keadaan panik karena banjir bandang datang secara tiba-tiba itu bisa menyelamatkan diri dengan berlindung dari arus deras menggunakan alat seadanya.

Abdul memastikan bahwa upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban, Asep, yang masih dilaporkan hilang itu saat ini sedang ditangani oleh tim petugas gabungan.

Tim yang terdiri atas petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri serta segenap relawan dan pemerintah desa di Kabupaten Bogor dan sekitarnya itu juga melangsungkan pendataan warga terdampak untuk kebutuhan penyaluran bantuan logistik.

Berdasarkan laporan terkini dari tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bogor yang diterima pada Senin petang diketahui banjir sudah mulai surut setelah sebelumnya menggenangi sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Rumpin, Bojong Gede, dan Cisarua.

Tercatat oleh tim petugas reaksi cepat BPBD Kabupaten Bogor satu unit rumah dan satu pondok pesantren yang terdampak banjir di Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin.

Kemudian, di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojong Gede tercatat ada sebanyak 137 rumah dengan jumlah korban terdampak total 547 orang warga. Sementara itu, di Desa Tugu Selatan, sebanyak 119 rumah terendam dengan 423 jiwa terdampak.

“Kondisi banjir saat ini telah surut, dan warga mulai membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah mereka,” ujarnya. (ANT/KN)

Rosan : Investasi Danantara di Sektor Hilirisasi Masih Dikaji

0

JAKARTA – Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani menyatakan pemanfaatan investasi Danantara dalam proyek hilirisasi harus melalui kajian mendalam agar memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/3/2025) malam, usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, Satgas Hilirisasi, dan kementerian terkait.

“Karena hilirisasi ini, investasinya juga harus memberikan return yang baik, yang acceptable, karena ini akan banyak diberikan pendanaan, misalnya oleh Danantara,” katanya.

Menurut Rosan, setiap proyek yang akan didanai oleh Danantara harus melalui proses yang transparan dan terstruktur, termasuk evaluasi oleh Kementerian Investasi serta tahap due diligence.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa investasi yang dikucurkan tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial yang layak, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi industri nasional, kata Rosan menambahkan.

“Jadi, Danantara juga akan melalui proses yang proper, melalui proses di Kementerian Investasi, due diligence, itu semua step akan kita lalui,” ujarnya.

Salah satu faktor utama yang dipertimbangkan adalah kesiapan proyek dan dampaknya terhadap perekonomian, khususnya dalam melibatkan masyarakat, misalnya peluang serapan tenaga kerja.

Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi ingin memastikan bahwa proyek hilirisasi, seperti pengolahan rumput laut dan budidaya udang, tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga dapat memberdayakan petani dan nelayan.

“Ya tentunya, kita juga melihat dari segi kesiapannya, karena ini kan beberapa proyek ini memang kita membutuhkan feasibility study-nya, lebih rinci lagi, lebih detail lagi, dan tentunya bagaimana ini yang paling penting bisa melibatkan para petani,” tuturnya.

Yang terpenting bagi Rosan, proyek ini bisa melibatkan para petani dan nelayan, bukan hanya mengejar return 14 atau 15 persen, tetapi juga mempertimbangkan dampak positif yang berkelanjutan.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah industri rumput laut. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, produk turunan dari rumput laut sangat beragam dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi industri dalam negeri. (ANT/KN)

Pemerintah Upayakan Turunkan Harga Cabai yang Meroket

0

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkap strategi pemerintah menurunkan harga cabai yang terus naik sejak akhir bulan lalu sampai pekan pertama Ramadhan.

Sudaryono berharap aksi pemerintah itu dapat menurunkan harga cabai dalam waktu 2–3 hari ke depan.

“Kita tunggulah. Kami lagi aksi di Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, bagaimana kami banjiri komoditi itu, cabai, dan lain-lain di pasar tradisional, supermarket, pasar modern harus ada,” kata Wamentan saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/3/32025).

“Kita tunggu deh 2–3 hari insyaallah, moga-moga bisa agak turun, dan bisa dinikmati oleh semua warga negara, semua rakyat kita yang melaksanakan ibadah puasa maupun yang tidak, di bulan yang lagi ramai-ramainya komoditi ini. Kita bisa menikmati komoditi (cabai) dengan harga yang lebih baik,” sambung Sudaryono.

Terlepas dari harga cabai yang cenderung naik di pasaran, Sudaryono menyebut harga barang-barang pangan lainnya relatif stabil selama pekan pertama Ramadhan. Harga-harga yang diyakini stabil itu mencakup telur, beras, minyak goreng.

“Telur cukup suplainya, antara demand (permintaan) tinggi sama suplai cukup. Jadi yang kelihatan lonjakan tinggi cabai,” kata Wakil Menteri Pertanian.

Demi menjaga harga tetap stabil, Sudaryono memastikan operasi pasar terus digelar, yang sejauh ini berjalan ada di 300 titik di kantor pos-kantor pos berbagai daerah di Indonesia.

“Kami lagi upaya bekerja sama dengan aparat-aparat yang berwajib supaya HET (harga eceran tertinggi) dipenuhi. HET minyak goreng, HET gula pasir, HET beras, dan lain-lain kami penuhi semua. Sejauh ini, tidak jauh dari HET dan relatif stabil. Memang yang menjadi PR kami cabai ya, cabai merah, cabang keriting, cabai rawit, karena suplainya sama, tetapi demand-nya jauh lebih besar,” kata Wamentan Sudaryono.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) menunjukkan harga cabai berbagai jenis di pasaran, mulai dari cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, hingga cabai rawit merah kompak naik per 3 Maret 2025. Kenaikan itu terus terjadi sejak pekan terakhir Februari 2025 sampai dengan pekan pertama Maret, yang bersamaan dengan pekan pertama Ramadhan.

Rata-rata harga cabai rawit merah di pasar-pasar tradisional tembus Rp100 ribuan per kilogram, sementara untuk cabai rawit hijau rata-rata harganya Rp69.150,00/kg, cabai merah keriting Rp68.350,00/kg, dan cabai merah besar Rp65.550,00/kg. Di beberapa pasar di Lombok Tengah hari ini, harga cabai tembus Rp200 ribu/kg.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 23,23 persen menjadi Rp81.700,00/kg (month to month).

“Terkait dengan cabai merah, kami juga sudah berkomunikasi dengan sentra produksi cabai seperti di Magelang, Jawa Timur, dan Sulawesi. Pada prinsipnya adalah pasokan yang berkurang karena banyak hujan pada bulan ini,” kata Mendag saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (3/3/32025). (ANT/KN)

Waktu Mepet, Pendamping Rendi dari Internal PDI Perjuangan Jadi Pilihan Realistis

0

KEPUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi Edi Damansyah dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mengguncang peta politik di Kutai Kartanegara (Kukar). Rendi Solihin yang tetap dipertahankan sebagai calon bupati atau wakil bupati dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU), kini membutuhkan pendamping baru.

Dalam waktu yang sempit, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama menghadapi tantangan besar: menentukan figur yang mampu mempertahankan kemenangan mereka.

Dengan 259.489 suara yang diraih Edi-Rendi dalam Pilkada 27 November 2024, partai berlambang banteng ini memiliki modal besar. Namun tanpa Edi di atas panggung, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang akan menggantikannya, tetapi bagaimana PDI Perjuangan bisa memastikan kesinambungan kekuatan politik mereka.

PDI Perjuangan Masih Kuasai Panggung Politik

Akademikus dan pengamat politik Universitas Mulawarman Jumansyah menilai, PDI Perjuangan tetap menjadi kekuatan dominan di Kukar. Keberhasilan mereka dalam menguasai kursi legislatif dan memenangkan pasangan Edi-Rendi di Pilkada lalu membuktikan bahwa mesin partai ini masih solid.

“Partai politik punya otoritas mutlak dalam menentukan calon. PDI Perjuangan sudah membuktikan dominasi politiknya di Kukar. Dengan waktu yang terbatas menuju PSU, keputusan partai akan sangat menentukan,” ujar Jumansyah.

Dia juga menyoroti pentingnya keseimbangan representasi antara kawasan hulu dan hilir dalam menentukan pendamping Rendi.

“Pasangan Edi-Rendi mencerminkan perwakilan antara kultur hulu dan hilir. Jika ingin mempertahankan basis suara, partai perlu memilih figur yang dapat menjaga keseimbangan tersebut,” tambahnya.

Nama-Nama Potensial: Dari Internal Partai hingga Birokrat

Sebelumnya, sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai calon pendamping Rendi Solihin. Salah satu figur yang santer disebut adalah Maslianawati, istri Edi Damansyah. Dengan kedekatan emosional dan pengalaman mendampingi Edi dalam berbagai kegiatan pemerintahan, Maslianawati dianggap sebagai sosok yang dapat mempertahankan loyalitas pemilih Edi.

Selain itu, ada nama lain dari kalangan birokrat dan tokoh politik yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman, seperti mantan Penjabat Bupati Kukar Chairil Anwar dan anggota DPRD Kutai Kartanegara Guntur. Namun mengingat waktu yang sangat terbatas, opsi mengusung figur dari internal PDI Perjuangan dinilai lebih realistis.

Pengamat politik yang juga akademikus Universitas Mulawarman Saiful Anwar sempat menyinggung skenario manuver politik di mana Rendi dan Edi bertukar posisi—Rendi maju sebagai calon bupati. Sementara Edi sebagai calon wakil bupati. Namun ia mengingatkan bahwa opsi ini berisiko memicu gugatan baru ke MK.

“Secara hukum, keputusan MK masih membuka ruang tafsir. Tetapi jika skema pertukaran posisi ini dipaksakan, bisa menimbulkan celah hukum yang dapat kembali dipermasalahkan,” katanya.

Keputusan yang Akan Menentukan Arah PSU

Dengan sisa waktu yang makin menipis, keputusan PDI Perjuangan dalam menentukan pendamping Rendi Solihin menjadi faktor kunci dalam PSU. Ketua Demokrat Kukar Bambang Soepriyadi memastikan partainya tetap berada dalam barisan Rendi dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada PDI Perjuangan.

“Kami tetap mendukung Rendi Solihin. Keputusan soal siapa pendampingnya kami serahkan kepada PDI Perjuangan,” ujarnya.

Dalam dunia politik, keputusan besar sering kali diambil dalam waktu yang sempit. PSU bukan hanya ujian bagi PDI Perjuangan untuk mempertahankan kemenangan, tetapi juga momen penentuan apakah mereka mampu menjaga dominasi atau justru menghadapi tantangan baru.

Siapapun yang akhirnya dipilih, keputusan ini akan menentukan arah pertarungan politik Kukar ke depan. Babak baru Pilkada Kukar pun segera dimulai. (*)

Street Run Ramadan Kukar Idaman Cup kembali Hadir, Lebih Menghibur dengan Kategori Baru

TENGGARONG – Ajang balap lari tahunan Street Run Ramadan Kukar Idaman Cup 2025 kembali digelar. Berlangsung selama satu bulan penuh, dari 2 hingga 25 Maret 2025. Event ini kembali menyemarakkan bulan Ramadan dengan aksi sprinter seru, yang digelar di Jalan Kartanegara, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Tidak sekadar lomba lari biasa, Street Run Ramadan tahun ini menghadirkan inovasi menarik. Dengan berbagai kategori fun sprint, penghargaan untuk kostum unik, serta bonus spesial bagi komunitas dengan jumlah peserta terbanyak.

Seperti gelran tahun-tahun sebelumnya, ajang ini pun menjadi magnet bagi masyarakat, yang ingin menguji peruntungan dengan beradu kecepatan di lintasan lari malam hari.

Dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, yang mewakili Bupati Kukar Edi Damansyah. Pembukaan event ini juga berlangsung dengan semarak pada Minggu, (2/3/2025) malam.

Dalam sambutannya, Aji Ali Husni menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar fenomena kompetisi lari malam hari yang menjamur dikalangan pemuda selama bulan puasa. Kehadiran pemerintah ditengah tren ini adalah untuk memastikan bakat-bakat peserta dapat disalurkan dengan baik dan dilakukan pembinaan.

“Kami berharap, melalui event ini, akan lahir sprinter-sprinter berbakat dari Kukar yang nantinya bisa bersaing di tingkat lebih tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti bahwa ajang ini merupakan alternatif positif bagi generasi muda selama Ramadan. “Dengan adanya Street Run Ramadan, masyarakat, khususnya anak muda, punya wadah yang lebih bermanfaat dibandingkan aktivitas negatif seperti balapan liar di jalanan,” lanjutnya.

Salah satu hal unik dari ajang ini adalah waktu penyelenggaraannya yang berlangsung pada malam hari, tepatnya setelah Salat Tarawih hingga pukul 02.00 WITA dini hari. Konsep ini tidak hanya memberi kesempatan bagi peserta untuk tetap menjalankan ibadah dengan maksimal, tetapi juga menjadikan balap lari ini sebagai hiburan menjelang waktu sahur.

Ketua Panitia Street Run Ramadan Kukar Idaman Cup 2025, Sadam Jordi, mengungkapkan kegembiraannya atas dukungan penuh dari Pemkab Kukar dan antusiasme peserta. “Tahun ini, dukungan dari Pemkab Kukar luar biasa. Kami berharap, event ini bisa terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang semakin besar,” katanya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Sentralisasi Pasar Ramadan Masuk Tahun Kedua, Partisipasi Pedagang Makin Meningkat

TENGGARONG – Memasuki tahun kedua, sentralisasi Pasar Ramadan di Kecamatan Tenggarong yang dipusatkan di Kawasan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong, terus menunjukkan progres signifikan.

Camat Tenggarong, Sukono, menyebutkan bahwa pelaksanaan Lorong Pasar Ramadan tahun ini mengalami peningkatan. Terutama jumlah partisipasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Saya melihat peningkatan yang cukup signifikan. Tadi disampaikan oleh panitia, ada 100 tenda yang disiapkan. Satu tenda itu ada yang diisi dua atau tiga pedagang, berarti jumlah pedagang yang hadir pada acara tahun ini lebih dari 200 orang,” ungkap Sukono, Senin (3/3/2025).

Selain dari jumlah pedagang, antusiasme masyarakat untuk berbelanja di Pasar Ramadan juga sangat luar biasa. Ribuan warga Tenggarong memadati kawasan tersebut untuk berburu takjil dan menikmati suasana ngabuburit bersama keluarga.

“Kalau kita lihat di lapangan tadi, Alhamdulillah, hampir 90 persen jajanan yang disiapkan pedagang habis terjual,” tambahnya.

Sukono menuturkan bahwa keputusan untuk memusatkan Pasar Ramadan bertujuan untuk mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya digunakan oleh masyarakat untuk berjualan.

Selain itu, kebijakan sentralisasi ini juga diharapkan dapat menjadi roda penggerak ekonomi baru bagi masyarakat selama bulan puasa.

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan secara konsisten sepanjang Ramadan, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Masuki Bulan Puasa, Satpol PP Bakal Gelar Razia Ramadan

TENGGARONG – Masuki Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Kattanegara (Kukar) bakal gencarkan patroli. Ini dilakukan untuk memastikan Surat Edaran (SE) yang diterbitkan bupati Kukar terkait kegiatan hiburan, operasional Tempat Hiburan Malam (THM), kafe dan pedagang di fasilitas umum selama bulan puasa, ditaati oleh seluruh pihak.

Sekretaris Satpol PP Kukar, Aji Muhammad Decki Ismail, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif bagi umat Muslim dalam menjalani ibadah puasa. Untuk itu pihaknya siap melakukan pengawasan dan penertiban SE Bupati Kukar.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya kita akan turun ke lapangan untuk menjaga keamanan dan ketertiban dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya, Senin (3/3/2025).

Ia memastikan, akan ada pengawasan di titik-titik strategis Kota Tenggarong. Seperti kawasan turap tepian Mahakam dan beberapa masjid yang memerlukan penjagaan khusus. Berkaitan dengan pelanggaran terkait jam operasional THM, kafe, dan tempat hiburan lainnya, Satpol PP juga menerapkan sanksi secara bertahap.

“Biasanya kami akan memberikan teguran hingga tiga kali. Jika masih ada yang melanggar, akan ada konsekuensi ditutup. Sama halnya dengan pedagang di fasilitas umum, dan di turap tepian, itu akan kami tertibkan,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Atasi Masalah Sampah, Camat Tenggarong Seberang Usulkan Incinerator di Tiap Desa

TENGGARONG – Permasalahan sampah di Tenggarong Seberang mendorong pemerintah kecamatan setempat untuk mengusulkan pengadaan incinerator di tiap desa, sebagai solusi jangka panjang. Usulan ini diharapkan mampu mengatasi penumpukan sampah secara lebih efektif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang kerap menimbulkan kendala.

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, menilai bahwa incinerator atau alat pembakar limbah padat berbasis teknologi pembakaran pada suhu tertentu, adalah solusi paling tepat untuk permasalahan sampah di desa-desa.

“Kami rasa lebih efektif jika tiap desa memiliki incinerator sendiri untuk pembakaran sampah. Mesin ini sudah tersedia di pasaran, tinggal kita cari tahu spesifikasinya dan harga yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Tego Yuwono.

Lebih lanjut, Tego Yuwono mengungkapkan bahwa jika setiap desa atau dua desa memiliki incinerator, maka pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan demikian, desa tidak lagi bergantung pada TPS yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah.

“Kami ingin tiap desa atau dua desa memiliki incinerator agar nanti dikelola oleh BUMDes. Jadi, BUMDes yang mengelola dan menyelesaikan persoalan sampah. Tidak perlu lagi tempat pembuangan sampah sementara, karena sampah langsung dibakar,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti berbagai kendala dalam pengelolaan TPS sementara yang selama ini dihadapi. Menurutnya, TPS harus memenuhi persyaratan khusus, seperti tidak boleh berada di area resapan air atau terlalu dekat dengan permukiman penduduk. Karena itu, pengelolaan sampah berbasis incinerator desa bisa menjadi alternatif yang lebih efektif.

“Pembangunan TPS sementara ini ada banyak kendala. Lahan yang digunakan harus memenuhi berbagai syarat dan pengelolaannya berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Karena itu, kami mengusulkan solusi yang lebih mandiri dengan incinerator ini,” tandasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Lorong Pasar Ramadan Tenggarong, Sentralisasi Pedagang Takjil yang Sukses Geliatkan Ekonomi

TENGGARONG – Inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memusatkan Pasar Ramadan di Kota Tenggarong ke Kawasan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) dalam dua tahun terakhir, menunjukkan hasil positif.

Tidak hanya sukses mengurai kemacetan di beberapa titik jalan yang pada tahun-tahun sebelumnya yang dijadikan Pasar Ramadan dadakan, sentralisasi pedagang takjil di kawasan yang baru selesai dipercantik oleh Pemkab Kukar pada tahun lalu, juga sukses menjadi pusat ekonomi baru selama bulan puasa.

Saat sore hari, suasana meriah terasa di kawasan tersebut. Ratusan warga berbondong-bondong memadati area pasar untuk berburu takjil dan aneka hidangan berbuka puasa. Aroma makanan yang menggugah selera, deretan stan kuliner yang tertata rapi, serta interaksi hangat antara pedagang dan pembeli menjadikan pasar ini pusat perhatian masyarakat Tenggarong.

Dengan konsep penataan yang baik dan pengelolaan yang terorganisir, Lorong Pasar Ramadan, yang menyediakan beragam pilihan kuliner tradisional hingga modern, diharapkan menjadi destinasi utama warga Tenggarong dalam mencari menu berbuka puasa.

“Alhamdulillah, kita bisa menata kawasan ini dengan baik sehingga menjadi pusat kegiatan Ramadan yang terkelola dengan profesional,” ungkap Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kehadiran Lorong Pasar Ramadan ini merupakan bukti nyata perhatian Pemkab Kukar terhadap perputaran ekonomi kerakyatan serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, dengan adanya pasar ini, masyarakat tidak perlu repot berkeliling mencari makanan berbuka, karena semua tersedia dalam satu lokasi yang nyaman.

“Semoga kegiatan ini tetap terkelola dengan baik dan nyaman, sehingga aktivitas ekonomi kecil, khususnya bagi UMKM, bisa terus berkembang dan berputar dengan baik di kawasan ini,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i