Beranda blog Halaman 469

Safari Ramadan, AirNav Indonesia Kantor Cabang Pembantu Berau Berbagi Berkah di Rumah Anak Indonesia

0

BERAU – Bulan Ramadan merupakan momen istimewa untuk meningkatkan kepedulian dan berbagi kebaikan dengan sesama. Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), AirNav Indonesia menggelar Program Safari Ramadan 1446 Hijriah.

Seperti yang dilaksanakan oleh Airnav Indonesia Kantor Cabang Pembantu Berau di Rumah Anak Indonesia, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau pada Senin (17/3/2025).

Direktur SDM dan Umum NavAir Indonesia, Didiet Kus Sam Radityo mengungkapkan, safari ramadan diisi dengan berbagai kegiatan sosial, termasuk pemberian santunan pendidikan, perlengkapan ibadah, serta berbagai perlombaan untuk anak-anak yatim dan kurang mampu.

“Safari ramadan ini adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam pendidikan dan pengembangan diri,” tuturnya.

Dijelaskannya, kegiatan ini juga sejalan dengan visi AirNav Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), terutama dalam sektor pendidikan, pengentasan kemiskinan dan penguatan kolaborasi sosial.

“Kami juga menyerahkan berbagai bantuan, seperti perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah dan santunan dana pendidikan untuk 35 anak yatim,” ujarnya.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Didiet Kus Sam Radityo selaku Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia, serta Suryadi, General Manager AirNav Indonesia Cabang Balikpapan, yang turut hadir bersama jajaran manajemen.

Didiet menyebut, tak hanya penyerahan bantuan, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan seperti lomba azan, hafalan surah pendek, dan doa. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi anak-anak sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

“Melalui program Safari Ramadhan ini, AirNav Indonesia berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki masa depan yang lebih cerah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Yayasan Rumah Anak Indonesia, Ridwan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh AirNav Indonesia.

“Alhamdulillah, perhatian dari AirNav Indonesia sangat berarti bagi anak-anak di yayasan kami. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga menambah semangat belajar dan beribadah,” tandasnya. (set)

Dinkes Kukar Dorong Layanan Kesehatan Inklusif, Siapkan Pelatihan Bahasa Isyarat

TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi dalam meningkatkan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Salah satu upaya yang kini tengah digencarkan, adalah pelatihan bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan. Guna memastikan akses layanan medis yang lebih mudah bagi penyandang tunarungu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, mengungkapkan bahwa RSUD AM Parikesit menjadi rumah sakit pertama di Kukar yang telah menerapkan pelatihan ini. Ke depan, pelatihan akan diperluas ke puskesmas-puskesmas dengan dukungan tim kerja Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dan narasumber yang berkompeten.

“Kami ingin layanan kesehatan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan komunikasi. Dengan pelatihan ini, tenaga medis bisa lebih responsif dan memahami kebutuhan pasien tunarungu,” ujarnya.

Selain memperluas pelatihan bagi tenaga kesehatan, Dinkes Kukar juga tengah mengoptimalkan pendataan jumlah serta sebaran penyandang disabilitas di wilayahnya. Data ini akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam penyediaan layanan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Namun, Kusnandar mengakui bahwa hingga saat ini ketersediaan tenaga terapis masih menjadi tantangan besar. Meski layanan terapi telah tersedia di RSUD AM Parikesit, jumlah tenaga terapis masih terbatas, sehingga akses layanan ini belum merata di seluruh wilayah Kukar.

“Kami menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten, baik tenaga penunjang maupun tenaga medis spesialis. Salah satu tantangan terbesar adalah sulitnya merekrut terapis profesional, karena jumlahnya memang terbatas di pasaran,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pemkab Kukar Fokus Bangun Hunian Layak dan Perluas Akses Air Bersih

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), berbagai program strategis telah disiapkan dalam APBD 2025, dengan fokus utama pada penanggulangan kemiskinan dan stunting.

Dua sektor vital yang menjadi prioritas adalah peningkatan akses air bersih dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Kukar, Muhammad Aidil, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup warga di daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar.

“Tahun ini, kami memprioritaskan program yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, seperti penyediaan air bersih, sanitasi yang layak, serta pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ungkap Aidil, Senin (17/3/2025).

Sebagai bagian dari program ini, Disperkim Kukar menargetkan pembangunan 200 unit RTLH yang tersebar di berbagai wilayah. Pemilihan lokasi dilakukan secara selektif berdasarkan data Lembaga Bank Penilaian Kredit (LBPK) guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Selain pembangunan rumah baru, pemerintah juga tengah melakukan persiapan relokasi bagi warga terdampak longsor di Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut. Saat ini, pematangan lahan sedang dilakukan dan dalam waktu dekat, hunian baru yang lebih aman dan layak akan segera dibangun untuk mereka.

“Kami tidak ingin masyarakat yang terdampak bencana terus berada dalam kondisi yang tidak layak. Relokasi ini adalah bentuk kepedulian kami agar mereka mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik dan lebih aman,” tambah nya.

Selain fokus pada pembangunan rumah, Disperkim Kukar juga akan memperluas akses masyarakat terhadap air bersih dan jalan lingkungan. Pembangunan jaringan perpipaan akan dioptimalkan agar masyarakat di desa-desa terpencil bisa menikmati akses air bersih dengan lebih mudah.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki rumah yang layak, tetapi juga mendapatkan akses air bersih yang memadai. Ini adalah langkah konkret Pemkab Kukar dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata,” tegas Aidil. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pembinaan Berkelanjutan, Disdamkarmatan Kukar Bentuk Relawan Damkar yang Siap Siaga

TENGGARONG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pembinaan terhadap Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya sekadar terbentuk, tetapi juga memiliki kapasitas dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menegaskan bahwa membentuk relawan bukan sekadar menambah jumlah personel. Tetapi juga tentang membangun mental, keterampilan, dan dedikasi mereka terhadap tugas kemanusiaan.

“Saya tidak mau hanya sekadar membentuk tanpa membina. Kalau kita berani membentuk, kita juga harus berani membina. Relawan yang dibentuk harus memiliki kemampuan dan dampak nyata bagi lingkungan mereka,” ujarnya.

Saat ini, Redkar Kukar telah berkembang dengan sekitar 700 anggota yang tersebar di berbagai kecamatan. Namun, Fida mengakui bahwa masih ada tantangan dalam perekrutan dan pembinaan, terutama terkait dengan minimnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya peran relawan.

Lebih dari sekadar pemadam kebakaran, peran Redkar terus diperluas untuk mendukung berbagai aspek sosial dan kemanusiaan di masyarakat. Para relawan tidak hanya bertugas saat terjadi kebakaran, tetapi juga ikut serta dalam kegiatan sosial, gotong royong, hingga penanganan bencana lain di desa dan kelurahan mereka.

“Relawan bukan hanya untuk pemadaman kebakaran. Mereka bisa dikerahkan dalam berbagai kejadian darurat, baik di tingkat desa maupun kelurahan. Dengan keberadaan mereka, masyarakat bisa mendapatkan bantuan lebih cepat dalam berbagai situasi,” jelas Fida.

Keberadaan Redkar di tingkat desa dan kelurahan menjadi strategi penting dalam menekan jumlah kebakaran dan mempercepat respons darurat. Fida berharap, semakin banyak desa yang membentuk dan mengaktifkan Redkar, maka semakin kecil kemungkinan terjadi kebakaran besar di wilayah tersebut.

Meski terus berkembang, Disdamkarmat Kukar masih menghadapi tantangan dalam merekrut dan membina relawan. Salah satu kendala terbesar adalah minimnya kesadaran masyarakat serta adanya sikap apatis terhadap tugas relawan.

“Menjadi relawan itu tidak mudah, karena mereka harus rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk tugas kemanusiaan. Ada yang antusias, tapi ada juga yang apatis. Ini tantangan besar bagi kami,” kata Fida.

Namun, pihaknya tetap optimistis bahwa melalui pendekatan yang lebih intensif, kesadaran masyarakat akan pentingnya Redkar akan terus meningkat. Disdamkarmatan Kukar akan terus menggencarkan sosialisasi, pelatihan, serta membangun jaringan yang lebih kuat untuk mendukung peran relawan di setiap kecamatan.

“Ke depannya, kami ingin Redkar bukan hanya ada dalam jumlah, tetapi juga memiliki keterampilan yang teruji. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, mereka bisa menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kemendag Beri Sanksi 66 Distributor dan Pengecer MinyaKita

0

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) memberikan sanksi kepada 66 pelaku usaha di tingkat distributor dan pengecer yang melanggar aturan tata kelola minyak goreng rakyat (MGR) atau MinyaKita.

Direktur Jenderal (Dirjen) PKTN Moga Simatupang mengatakan, Kemendag telah mengawasi 316 pelaku usaha di 23 provinsi selama November 2024 hingga 12 Maret 2025.

“Dari hasil pengawasan tersebut, sebanyak 66 pelaku usaha di tingkat distributor dan pengecer terbukti melanggar aturan dan telah dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Moga dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/3/2025).

Moga menjelaskan, beberapa modus pelanggaran yang ditemukan antara lain penjualan MinyaKita di atas domestic price obligation (DPO) dan harga eceran tertinggi (HET).

Selain itu, terdapat temuan penjualan MinyaKita antar-pengecer, bukan langsung ke konsumen akhir, yang memperpanjang rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen melebihi HET, serta tidak adanya pembatasan penjualan oleh pengecer yang menyebabkan distribusi MinyaKita tidak merata.

Lebih lanjut, modus pelanggaran lainnya meliputi pelaku usaha yang tidak memiliki tanda daftar gudang (TDG) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) perdagangan yang sesuai. Kemudian, pelaku usaha yang tidak memberikan data dan informasi kepada petugas pengawas.
Berikutnya, pelaku usaha yang mengemas atau memproduksi MinyaKita dengan volume yang lebih sedikit dari takaran yang tertera pada label kemasan.

Selanjutnya, apabila ditemukan kembali melanggar, maka sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, produsen/repacker yang melakukan pelanggaran dikenakan sanksi lanjutan setelah teguran tertulis, berupa penarikan barang dari distribusi.

Moga mengatakan, jika terus melanggar, maka sanksi dapat ditingkatkan menjadi penghentian sementara kegiatan usaha, penutupan gudang, dan/atau rekomendasi pencabutan izin usaha.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha wajib memproduksi dan/atau memperdagangkan barang sesuai dengan berat bersih, ukuran, atau takaran yang tercantum dalam label.

“Jika melanggar ketentuan atau tidak sesuai berat bersih, ukuran atau takaran maka dapat dipidana dengan hukuman penjara maksimal lima tahun atau denda hingga Rp2 miliar,” tegasnya.

Moga menyebut, Kemendag melalui Direktorat Metrologi dan Unit Metrologi Legal di Kabupaten/Kota juga telah melakukan pengawasan terhadap produk yang sudah beredar di pasaran (post market) dengan memeriksa 88 produsen/pengemas ulang (repacker) di 168 kabupaten/kota.

Dari hasil pengawasan tersebut, sebanyak 40 produsen/repacker yang volume produknya tidak sesuai dengan label kemasan akan dikenai sanksi administratif dan diwajibkan segera melakukan perbaikan dengan pemantauan dari pemerintah daerah untuk mencegah kelangkaan.

Di sisi lain, Kemendag telah meminta produsen untuk menambah jumlah pasokan MinyaKita menjadi dua kali lipat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok selama hari besar keagamaan nasional (HBKN) Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2025. (ANT/KN)

Thom Haye Incar Kemenangan Melawan Australia

0

JAKARTA – Pemain timnas Indonesia Thom Haye mengatakan mengincar kemenangan pada laga ketujuh putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C melawan Australia.

Meski peringkat kedua tim di ranking FIFA terpaut jauh, pemain Almere City itu tak ingin tim Garuda hanya mengincar hasil imbang di Sydney pada Kamis (20/3/2025).

“Kami memainkan setiap pertandingan untuk menang. Kami tak akan pergi ke Australia untuk mengincar hasil imbang. Kami ingin menang,” kata Haye dalam YouTube pribadinya, dikutip Minggu (16/3/2025).

Bukan hanya melawan Australia, Thom juga menargetkan tiga poin saat melawan Bahrain di Jakarta pada Selasa (25/3). Artinya, Thom menargetkan dua laga itu dengan enam poin untuk memastikan tempat Indonesia di Piala Dunia 2026 secara langsung.

“Di kandang melawan Bahrain, kami ingin menang. Jadi, berapa poin yang bisa diraih? Tujuannya adalah enam. Selalu. Setiap pertandingan Anda ingin menang,” tambah dia.

Gelandang serba bisa itu mengunggah foto terbaru saat akan bertolak dari Bandara Schippol, Belanda, Sabtu (15/3) petang. Thom yang dijuluki profesor itu harus mengarungi perjalanan udara lebih dari 26 jam untuk tiba di Sydney pada Minggu malam.

Thom terbang ke Sydney setelah menjalani laga terakhir bersama klubnya Almere City. Pemain berusia 30 tahun itu menutup laganya bersama Almere sebelum memasuki jeda internasional dengan bermain full 90 menit pada Sabtu WIB saat melawan NAC yang berakhir imbang 1-1.

Selain dirinya yang sudah berangkat ke Sydney, PSSI juga melaporkan Justin Hubner, Sandy Walsh, dan Rafael Struick termasuk gelombang pertama pemain Indonesia yang bermain di luar negeri yang menuju Sydney.

Pemain yang bermain di luar negeri lainnya akan langsung ke Sydney setelah mereka menyelesaikan kewajibannya membela klub masing-masing, ada yang berangkat pada Minggu (16/3) dan Senin (17/3/2025).

Sementara untuk pemain timnas Indonesia yang bermain di dalam negeri Liga 1 Indonesia, akan bertolak ke Sydney pada Minggu (16/3/2025) malam. (ANT/KN)

Tiket Bus di Terminal Pulo Gebang Naik hingga 30 Persen

0

JAKARTA – Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur menyebutkan, harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mulai mengalami kenaikan 20-30 persen pada Senin (17/3/2025).

“Untuk kenaikan sih sudah ada sebagian sampai 20-30 persen, di pada 17 Maret 2025 itu sudah ada kenaikan,” kata Pengawas Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang Mujib Tambrin saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (16/3/2025).

Rata-rata tarif yang akan mengalami kenaikan untuk tujuan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Biasanya, kenaikan hingga berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu/orang tergantung pelayanan yang diberikan oleh perusahaan otobus (PO).

“Tadinya Rp400 ribu/orang menjadi Rp600 ribu sampai dengan Rp700 ribu/orang karena kenaikan bus AKAP itu kan yang non-ekonomi, memang ditentukan oleh perusahaan itu sendiri,” ujar Mujib.

Dia pun memprediksi lonjakan penumpang di Terminal Pulo Gebang akan terjadi pada tujuh hari (H-7) menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Dua minggu (jelang lebaran) ini memang belum terpantau ya, belum terpantau penumpang yang akan mudik,” kata dia.

Mujib juga memprediksi jumlah yang menggunakan Angkutan Mudik Lebaran 2025 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, diprediksi mencapai 15.000 orang.

“Kalau untuk keberangkatan itu H-7 puncaknya atau bisa juga di tanggal 27 atau 28 Maret. Kalau di sini prediksi awal bisa lebih dari 10.000 orang, bisa mencapai 15.000 penumpang,” kata Mujib, Jumat (14/3/2025).

Angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar tiga sampai lima persen dari masa Angkutan Lebaran 2024.

Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang akan mempersiapkan bus cadangan sebagai tambahan jika jumlah pemudik 2025 membludak. (ANT/KN)

Implementasi Program “Gratis Pol” di Kaltim Mulai April 2025

0

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera mewujudkan program pendidikan gratis untuk masyarakat secara bertahap dengan memulai pelaksanaan program tersebut pada April 2025.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji di Samarinda, Minggu (16/3/2025), menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan pendidikan gratis bagi seluruh anak di daerah itu, sesuai janji dalam program “Gratis Pol”.

“Program pendidikan gratis ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltim. Tidak ada alasan bagi anak-anak kita untuk tidak mendapatkan pendidikan yang layak, meskipun mereka tidak mampu secara finansial,” katanya.

Ia mengatakan semua anak SMA dan SMK di Kaltim, baik negeri maupun swasta, akan mendapatkan pendidikan gratis.

“Kami akan memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Program ini untuk semua, tanpa memandang latar belakang ekonomi, kemampuan, maupun asal sekolah,” katanya.

Program pendidikan gratis ini akan didukung peraturan gubernur yang sudah disiapkan sebagai landasan hukum, dengan tujuan mencapai wajib belajar 12 tahun di Kalimantan Timur.

Saat ini, angka rata-rata lama sekolah di Kaltim 9,9 tahun atau 10 tahun, sedangkan pemerintah mewajibkan anak-anak untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA.

“Ini adalah tantangan besar. Kami ingin memastikan setiap anak di Kaltim bisa menyelesaikan pendidikan mereka hingga SMA, bahkan lebih. Kami juga berencana memberikan pendidikan gratis hingga jenjang S1, S2, dan S3 di universitas negeri dan swasta di Kalrtim,” ujarnya.

Wagub Seno juga menjelaskan program ini sebagai peningkatan dari sebelumnya. Program ini disiapkan untuk dilaksanakan secara penuh pada 2026. Oleh karena anggaran 2025 sudah disetujui sebelum mereka menjabat, maka pada tahun ini akan disiapkan anggaran prioritas program “Gratis Pol” untuk tahun depan.

“Dulu, hanya sebagian siswa yang bisa menikmati beasiswa ini. Insyaallah, sekarang semua mahasiswa dan siswa bisa mendapatkan program pendidikan gratis. Ini adalah prioritas kami, dan kami berkomitmen untuk menjadikannya kenyataan,” katanya.

Dengan langkah ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim menunjukkan kepedulian mereka yang mendalam terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda di provinsi ini.

Program pendidikan “Gratis Pol” ini diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (ANT/MK)

Pewarta : Arumanto
Editor : Maximianus Hari Atmoko

Gencarkan Hilirisasi, Presiden Prabowo Gelar Ratas Libatkan Sejumlah Menteri

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas pada Minggu siang dengan memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa fokus utama dalam rapat terbatas (ratas) tersebut membahas percepatan hilirisasi nasional di berbagai sektor strategis, seperti mineral, batubara, akuakultur, pertanian, hingga perkebunan.

“Hari ini kami melakukan rapat di hari Minggu. Kami harus memberikan apresiasi kepada Bapak Presiden, hari Minggu saja semua menterinya rapat jadi tidak mengenal waktu libur,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangan resmi melalui akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta, Minggu (16/3/2025).

Bahlil menyebut ratas di hari Minggu adalah bentuk dari perhatian keseriusan Presiden Prabowo dalam mengawal, mengecek program-program yang sudah diperintahkan kepada menteri-menterinya.

Dalam ratas tersebut, Presiden ingin memastikan program strategis nasional, khususnya hilirisasi tetap berjalan tanpa terhambat waktu.

Kepala Badan Pelaksana (CEO) BPI Danantara Indonesia Rosan Roeslani juga turut menghadiri ratas untuk menganalisis secara menyeluruh terhadap kesiapan implementasi sejumlah proyek hilirisasi yang telah dirancang.

Rosan mengatakan bahwa Presiden mengevaluasi perkembangan proyek-proyek hilirisasi, termasuk menelaah proyek-proyek yang memberikan dampak signifikan bagi penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita melihat yang mempunyai dampak tentunya tidak hanya dari segi ekonomi, tapi itu yang disampaikan Presiden soal penciptaan lapangan pekerjaan, penurunan impor, dan juga bisa meningkatkan ekspor. Dan di mana yang kita juga mempunyai adanya kompetitivitas yang lebih tinggi,” kata Rosan.

Prabowo, kata Rosan, menegaskan pentingnya proyek-proyek tersebut tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus melibatkan masyarakat lokal, seperti petani, petambak, serta pelaku usaha di daerah sekitar.

Selain membahas progres hilirisasi, rapat juga menekankan perlunya pemerataan investasi di berbagai daerah, agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata dari Sabang hingga Merauke.

Meski digelar di hari Minggu, sejumlah jajaran menteri hadir untuk mengikuti arahan langsung dari Presiden Prabowo.

Rapat di akhir pekan ini memperlihatkan bahwa tidak ada waktu kosong bagi Presiden dan para menteri dalam menjalankan mandat pembangunan. Pemerintah berkomitmen penuh memastikan program hilirisasi berjalan tepat sasaran, profesional, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sejumlah menteri yang terlihat hadir dalam ratas tersebut, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiyono, CEO Danantara Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, serta COO Danantara Dony Oskaria.

Kemudian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (ANT/KN)

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga

Febri Diansyah, Eks Jubir KPK Tegaskan Jadi Kuasa Hukum Hasto Murni Tugas Profesional

0

JAKARTA– Kuasa hukum Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Febri Diansyah, menegaskan bahwa keputusannya untuk mendampingi Hasto dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan merupakan bagian dari tugas profesionalnya sebagai advokat.

Setelah sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (14/32025), Febri menyampaikan setiap individu, termasuk Hasto, memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan hukum.

“Sebagai advokat, tentu saja saya memiliki tugas profesional untuk mendampingi siapapun yang meminta bantuan hukum. Begitu juga dengan Pak Hasto, yang berhak memilih dan menentukan kuasa hukumnya,” ujar Febri.

Ia menambahkan bahwa pendampingan hukum yang diberikan akan berfokus pada aspek hukum secara detail untuk memastikan keseimbangan dalam proses peradilan.

“Kami akan membedah perkara ini secara mendalam. Dalam persidangan, ada dakwaan dari jaksa dan bukti-bukti yang diajukan. Kami juga m.emiliki hak untuk menguji dan menantang bukti tersebut agar prinsip keseimbangan hukum tetap terjaga,”, jelasnya.

Menurut Febri, banyak sekali kejanggalan dalam kasus Hasto. Sehingga ia ingin memastikan bahwa proses hukum berjalan secara adil.

“Prinsip keadilan harus ditegakkan. Kami melihat banyak sekali permasalahan dalam perkara ini. Oleh karena itu, sebagai kuasa hukum, kami akan memastikan bahwa setiap aspek hukum dikaji dengan cermat,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah keputusannya mendampingi Hasto terkait dengan latar belakangnya sebagai mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri menegaskan bahwa perannya di lembaga antirasuah tersebut sudah berakhir sejak lama.

“Saya sudah tidak berada di KPK selama lima tahun. Ini adalah tugas saya sebagai advokat, yang sudah saya jalani bahkan sebelum bergabung dengan KPK,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa profesinya sebagai advokat telah dimulai sejak sebelum ia bergabung dengan KPK pada 2013. Setelah keluar dari lembaga tersebut, ia kembali menjalankan tugasnya sebagai advokat dan memberikan bantuan hukum.

“Setelah keluar dari KPK, saya kembali mengaktifkan profesi ini. Saya memberikan layanan dan bantuan hukum, termasuk dalam perkara ini. Itu bagian dari tugas saya,” kata Febri.

Menurutnya, keputusan untuk mendampingi Hasto bukanlah sesuatu yang luar biasa, melainkan bagian dari hak setiap individu untuk mendapatkan pembelaan hukum.

“Setiap orang berhak mendapatkan pendampingan hukum. Itu prinsip dasar dalam sistem peradilan kita. Saya di sini untuk menjalankan tugas tersebut secara profesional,” pungkasnya.

Febri menegaskan bahwa dirinya dan tim kuasa hukum akan terus mengawal kasus ini dengan profesionalisme dan integritas. Ia juga berharap proses hukum berjalan secara transparan, objektif, dan berlandaskan asas keadilan.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R