Beranda blog Halaman 462

Garuda Indonesia Sementara Memimpin, Unggul 1-0 atas Bahrain

0

JAKARTA – Timnas Indonesia menunjukkan performa impresif dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bahrain, Selasa (25/3). Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, skuad Garuda sementara unggul dengan skor 1-0.

Sejak menit awal, Indonesia tampil agresif dengan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan. Pada menit ke-15, Thom Haye nyaris membawa Indonesia unggul lebih dulu melalui tendangan bebas dari sisi kanan kotak penalti, yang memaksa kiper Bahrain, Ebrahim Lutfalla, melakukan penyelamatan krusial.

Keunggulan Indonesia akhirnya datang pada menit ke-24 melalui gol Ole Romeny. Berawal dari umpan panjang Thom Haye, Marselino Ferdinan sukses mengirimkan umpan silang datar ke dalam kotak penalti, yang kemudian diselesaikan dengan baik oleh Romeny. Gol ini membawa Indonesia memimpin 1-0.

Susunan Pemain:

Timnas Indonesia:
Maarten Paes (kiper); Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner; Kevin Diks, Thom Haye, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk; Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Marselino Ferdinan.
Pelatih: Patrick Kluivert.

Timnas Bahrain:
Ebrahim Lutfalla (kiper); Ahmed Bughammar, Sayed Bager, Waleed Alhayam, Abdulla Alkhalasi; Sayed Dhiya Saeed, Komail Alaswad; Ali Madan, Mohamed Marhoon, Mahdi Humaidan; Mahdi Abdul Jabar Hasan.
Pelatih: Dragan Talajic.

Pertandingan masih berlangsung, dengan Indonesia sementara memimpin 1-0 atas Bahrain.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

KPK Sita Rp150 Miliar Terkait Kasus Korupsi Investasi PT Taspen

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp150 miliar dalam penyidikan dugaan korupsi investasi PT Taspen tahun anggaran 2019. Penyitaan dilakukan dari sebuah perusahaan swasta pada Senin (24/3/2025).

“KPK melakukan serangkaian tindakan penyidikan berupa penyitaan uang sebesar Rp150 miliar dari sebuah korporasi swasta (PT F),” ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, Selasa (25/3/2025).

Menurut Tessa, uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi investasi yang menyimpang di PT Taspen. Ia juga mengapresiasi PT F yang menunjukkan itikad baik dengan bersikap kooperatif dalam penyelidikan.

“KPK mengimbau pihak lainnya bersikap kooperatif terkait dengan penyidikan perkara ini,” ucapnya.

Tessa menegaskan bahwa KPK akan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang tidak bersikap kooperatif dalam kasus ini.

“Bagi pihak-pihak yang memilih untuk tidak bersikap kooperatif, tentu KPK akan mengambil segala tindakan yang patut dan terukur sesuai dengan Undang-Undang agar pemulihan kerugian negara dapat maksimal,” tandasnya.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menggeledah Safe Deposit Box (SDB) milik mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius N.S. Kosasih, di sebuah bank swasta nasional pada 25 Februari 2025.

Dari penggeledahan tersebut, ditemukan 150 gram logam mulia serta uang tunai dalam berbagai mata uang, yaitu rupiah, dolar AS, dolar Singapura, dan euro, yang jika dikonversi ke rupiah bernilai sekitar Rp2,5 miliar.

KPK telah menetapkan Antonius Kosasih dan Direktur Utama Insight Investments Management (IIM), Ekiawan Heri Primaryanto, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Keduanya telah ditahan karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara atas penempatan dana investasi PT Taspen sebesar Rp1 triliun pada reksadana RD I-Next G2 yang dikelola oleh PT IIM, dengan potensi kerugian mencapai Rp200 miliar.

Penyidikan masih terus berlanjut, dan KPK berkomitmen untuk menelusuri seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini guna memastikan pemulihan kerugian negara secara maksimal.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Jelang Lebaran, Sekkab Kukar Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Mangkurawang

TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melakukan langkah antisipatif, guna memastikan stabilitas harga bahan pokok. Salah satunya dilakukan dengan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Tenggarong, Senin (25/3/2025).

Sidak ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, didampingi Wakil Ketua DPRD Kukar, Aini Farida, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani. Serta Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor.

“Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Aini Farida yang turut hadir bersama tim untuk melihat langsung dinamika harga di Pasar Mangkurawang,” ujar Sunggono di sela-sela peninjauan.

Dari hasil pantauan, Sunggono menyebutkan ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Seperti daging ayam, telur, dan daging sapi. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam taraf wajar dan fluktuatif.

“Secara keseluruhan, Alhamdulillah kondisi harga relatif baik. Tidak ada lonjakan yang signifikan. Kami harap ini tidak memberatkan masyarakat,” jelasnya.

Sunggono juga mengapresiasi keberadaan produk lokal Kukar yang mampu bersaing di pasaran. Beberapa komoditas seperti bawang prei, cabai, dan mentimun dinilai cukup diminati oleh konsumen.

“Kami senang karena produk petani lokal kita juga dijual di sini dan ternyata mendapat respons baik dari masyarakat,” imbuhnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Sampaikan LKPJ 2024, Pemkab Kukar Tunjukkan Capaian Positif dan Transparansi Kinerja

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2024, dalam Rapat Paripurna ke-4 yang digelar DPRD Kukar, pada Senin (24/3/2025).

Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kukar tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kukar, Junadi. Ada lain LKPJ Pemkab Kukar disampaiak oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono.

Dijumpai awak media paska mengikuti rapat, Sunggono menerangkan bahwa penyampaian LKPJ ini merupakan bentuk pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019.

Aturan ini mengharuskan kepala daerah menyampaikan laporan kinerja tahunan kepada DPRD sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan transparansi publik.

Dalam kesempatan ini, ia memaparkan bahwa LKPJ 2024 mencerminkan pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia juga membeberkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 12,7 triliun atau sekitar 88,75 persen dari target Rp 14,3 triliun.

Sedangkan realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp 12,8 triliun atau 88,14 persen dari target belanja sebesar Rp 14,5 triliun. “Alhamdulillah, hampir seluruh target kinerja kita telah tercapai. Hanya sebagian kecil yang belum terpenuhi karena beberapa kendala tertentu,” ujar Sunggono.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa secara umum kinerja Pemkab Kukar dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren membaik, terutama sepanjang 2023 dan 2024. Hal itu terlihat dari berbagai penghargaan yang diterima Pemkab Kukar di level regional maupun nasional.

“Banyak capaian penghargaan yang kita terima dari pemerintah pusat, kementerian, maupun lembaga lainnya atas apa yang telah kita laksanakan di tahun 2024,” tambahnya.

Sunggono menutup penyampaiannya dengan menegaskan bahwa LKPJ ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

“Penyampaian LKPJ ini menjadi bagian dari mekanisme akuntabilitas publik yang bertujuan untuk memberikan transparansi kepada masyarakat serta DPRD mengenai capaian dan kinerja Pemkab Kukar selama tahun anggaran 2024,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Menpora Sebut Pelatnas untuk Multi Cabang Tak Berhenti Meski Efisiensi

0

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyebutkan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk setiap olahraga yang mengikuti ajang multi cabang internasional tidak berhenti meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Yang pasti yang namanya pelatnas tidak ada yang berhenti,” kata Dito Ariotedjo kepada awak media di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Menpora menjelaskan, pihaknya wajib mendanai program pelatnas untuk cabang olahraga yang ada di ajang multi cabang sesuai dengan perintah undang-undang.

Ia memastikan pelatnas untuk ajang multi cabang terdekat seperti SEA Games 2025 terus berjalan. Ajang tersebut, kata dia, menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi kejuaraan di level Asia maupun dunia.

“Kami mempersiapkan SEA Games yang berorientasi pada Asian Games dan Olimpiade,” katanya.

Sedangkan, ia melanjutkan, program pelatnas untuk cabang-cabang olahraga yang tidak ada dalam ajang multi cabang, menjadi tanggung jawab dari federasi.

Oleh sebab itu, kata dia, harus ada kolaborasi bersama agar semua cabang bisa mendapat dukungan yang yang sama.

“Tetapi pastinya pemerintah memiliki prioritas bagaimana di Asian Games dan Olimpiade dimana SEA Games merupakan jalan menuju ke sana,” katanya.

Lebih lanjut, mengenai efisiensi anggaran, Dito menjelaskan upaya pemulihan anggaran bersama Kementerian Keuangan sejauh ini berjalan lancar.

Semua federasi, kata dia, juga sudah melakukan review anggaran yang diproses melalui Kemenpora. Meski demikian, kata dia, tetap akan ada penyesuaian dengan mempertimbangkan prioritas peningkatan prestasi olahraga yang sesuai dengan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto. (ANT/KN)

Polda Kaltim Fokus Antisipasi dan Cegah Konflik Sosial selama Pembangunan IKN

BALIKPAPAN – Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Brigadir Jenderal Polisi Endar Priantoro menegaskan komitmen jajarannya untuk memprioritaskan antisipasi konflik sosial dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalimantan Timur, khususnya dalam mendukung kelancaran pembangunan IKN,” tandas Kapolda Endar di Balikpapan, Senin (24/3/2025).

Ia menekankan perlunya kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencegah potensi konflik sosial yang mungkin timbul akibat pembangunan IKN.

Selain fokus pada dukungan IKN, Endar juga menyampaikan 12 poin utama lainnya dalam Commander Wish, yang mencakup berbagai aspek tugas kepolisian. Poin-poin tersebut meliputi peningkatan soliditas internal, penekanan angka kriminalitas, serta penguatan transformasi digital.

Kemudian manajemen media, pembangunan kepercayaan publik, perhatian khusus pada wilayah prioritas, penegakan hukum berkeadilan, sinergitas dengan stakeholder, tindakan kepolisian berbasis kemanusiaan, pengawalan kebijakan pemerintah, pengkondisian masa transisi pemerintahan, dan perwujudan tata kelola Polri yang profesional.

Endar, yang merupakan lulusan Akpol tahun 1994 dan memiliki pengalaman 12 tahun di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memperkenalkan program “POLISI ETAM” dengan slogan “Hadir dengan hati, melayani dengan aksi”.

Program ini mengusung nilai-nilai empati, terampil, akomodatif, dan mulia sebagai landasan pelayanan kepolisian di Kalimantan Timur.

“Kami ingin program ini dapat diketahui oleh masyarakat luas di Kaltim dan segera diaktualisasikan oleh seluruh personel Polda Kaltim hingga tingkat kepolisian sektor dan bhabinkamtibmas,” tambah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto. (ANT/KN)

Soroti Serangan KKB di Papua, Mendikdasmen Ajak TNI dan Polri Lindungi Guru di Daerah Rawan

0

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, menyampaikan ucapan duka cita atas aksi kekerasan yang menimpa para guru di Kabupaten Yakuhimo, Papua Pegunungan. Serangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap para korban dianggap sebagai tindakan kejahatan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai perikemanusiaan.

“Saya sudah mendapatkan informasi baik dari aparatur keamanan yang bertugas di Papua maupun dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) kami yang ada di Papua terkait dengan peristiwa itu. Kami dari Kemendikdasmen berencana akan menemui keluarga korban di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberi bantuan secara moril dan materil,” ujar Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Menteri Mu’ti mengungkapkan,dirinya juga sudah melakukan komunikasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) guna mencari solusi untuk permasalahan yang dihadapi oleh para guru, khususnya yang bertugas di daerah-daerah rawan konflik dan kekerasan.

“Di berbagai kesempatan kami menyampaikan agar ada kerja sama dengan TNI melalui program TNI Mendidik. Sebetulnya program ini sudah dimulai pada tahun 2019 dan kami juga akan mengajak pihak kepolisian untuk adannya keterlibatan polisi mendidik, terutama di daerah-daerah yang rawan akan KKB,” ungkap Menteri Mu’ti.

Selanjutnya, Menteri Mu’ti berharap keamanan di daerah rawan KKB terus di tingkatkan.

“Kami sudah berkomunikasi untuk bagaimana nanti ke depannya para guru ini dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Bagaimanapun guru merupakan barisan terdepan dalam menyukseskan bangsa ini dan harus terjamin keselamatannya dan semoga ke depannya peristiwa kejahatan seperti ini tidak akan terulang kembali,” tutup Menteri Mu’ti.

Pewarta : Nicha R

Komisi X DPR RI Kecam Serangan KKB di Papua terhadap Guru dan Nakes

0

JAKARTA – Pada 21 Maret 2025, tragedi memilukan terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, ketika enam guru dan tenaga kesehatan tewas dalam serangan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Para korban diserang di rumah dinas mereka, yang kemudian dibakar oleh kelompok tersebut, memicu ketakutan dan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik dan kesehatan di wilayah tersebut.

Serangan ini juga menyebabkan evakuasi darurat terhadap 46 guru dan tenaga kesehatan lainnya, yang dipindahkan ke Wamena dan Sentani untuk alasan keamanan. Para korban yang gugur dalam insiden ini adalah bagian dari mereka yang telah mengabdikan diri untuk memberikan pendidikan dan layanan kesehatan di wilayah yang sangat membutuhkan di Papua.

Menanggapi kejadian tragis ini, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dengan tegas mengecam tindakan kekerasan terhadap guru dan tenaga kesehatan di Papua, yang dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.

“Komisi X menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan belasungkawa kepada keluarga korban serta komunitas pendidikan dan kesehatan yang terdampak,” terang Hetifah dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Terkait kejadian tersebut, Komisi X DPR RI memberikan catatan penting sebagai respons terhadap insiden ini:

1.Mengecam tindakan kekerasan dan pembunuhan yang menimpa guru dan tenaga kesehatan di Papua sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Kami sangat prihatin dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta komunitas pendidikan dan kesehatan yang terdampak.

2.Mendorong kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan perlindungan bagi Guru dan Tenaga Kesehatan di daerah rawan konflik, dan mengusulkan penempatan personel keamanan di wilayah-wilayah rawan untuk mencegah kejadian serupa.

3.Mendorong pemerintah, khususnya kementerian bidang pendidikan, kementerian kesehatan, dan aparat keamanan, untuk memastikan keselamatan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, dengan menempatkan mereka di lingkungan yang lebih aman dan kondusif sesuai dengan kebijakan penugasan yang tepat.

4.Mendesak pemerintah untuk melakukan pendekatan holistik dalam penyelesaian konflik di Papua, tidak hanya menggunakan pendekatan keamanan, tetapi juga pendekatan dialog dan kesejahteraan melalui pendidikan yang berkualitas, fasilitas kesehatan yang memadai, dan pembangunan ekonomi yang inklusif.

5.Mendorong penguatan regulasi dan peningkatan anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan di Papua, termasuk alokasi dana untuk perlindungan tenaga pendidik dan kesehatan, serta mengkaji kemungkinan regulasi baru atau revisi kebijakan guna memberikan jaminan keamanan bagi mereka yang bertugas di daerah konflik.

“Kami akan terus melakukan pengawasan atas tindak lanjut dan langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menangani kasus ini, termasuk mengundang pihak mitra Komisi X DPR RI terkait dalam rapat kerja untuk membahas solusi jangka panjang,” pungkas Hetifah.

Editor : Nicha R

Bareskrim Polri Pastikan Penyelidikan Teror terhadap Tempo Berjalan

0

JAKARTA – Bareskrim Polri menegaskan penyelidikan kasus teror terhadap kantor redaksi Tempo yang terjadi pekan lalu masih berlangsung. Insiden ini, yang melibatkan pengiriman kepala babi dan bangkai tikus, memicu kekhawatiran terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Kabareskrim Polri, Komjen Polisi Wahyu Widada, menyatakan kepolisian akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan. Ia meminta masyarakat bersabar serta memberikan dukungan agar penyelidikan dapat segera mengungkap pelaku di balik aksi teror tersebut.

“Semua laporan dari masyarakat tentu kami sikapi, dan kami akan melakukan penyidikan dengan baik. Mohon doanya dari semua pihak,” ujar Wahyu di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (24/3/2025).

Menurut Wahyu, penyelidikan telah dimulai dan kepolisian akan memeriksa pihak-pihak yang mengetahui detail kejadian ini.

“Saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan. Prosesnya sedang berjalan, jadi mohon ditunggu,” tambahnya.

Kasus ini pertama kali mencuat pada Rabu (19/3/2025), ketika Tempo menerima paket misterius yang ditujukan kepada Francisca Christy Rosana, host podcast Bocor Alus Politik.

Paket tersebut berupa kotak kardus yang dilapisi styrofoam dan diterima oleh petugas keamanan Tempo pada pukul 16.15 WIB. Paket baru dibuka oleh jurnalis sehari kemudian, pada Kamis (20/3/2025), sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat styrofoam terbuka, ditemukan kepala babi dengan kedua telinganya telah terpotong. Tidak ada keterangan mengenai pengirim pada kardus tersebut.

Tiga hari setelah insiden pertama, Kantor Redaksi Tempo kembali menerima teror pada Sabtu (22/3/2025), sekitar pukul 08.00 WIB. Kali ini, teror berupa paket berisi enam bangkai tikus tanpa kepala.

Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, mengungkapkan bahwa paket tersebut dikemas dalam kotak kardus yang dibungkus kertas kado bermotif bunga mawar merah dan berisi mi instan.

Menurut rekaman CCTV, bungkusan itu dilempar oleh orang tak dikenal dari luar pagar kompleks kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan, pada pukul 02.11 WIB.

“Ini adalah bentuk teror terhadap pekerja media dan kebebasan pers,” tegas Setri.

Insiden ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk organisasi pers dan aktivis kebebasan berekspresi, yang mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebelumnya menyatakan bahwa tindakan ini merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Bareskrim Polri telah memeriksa saksi-saksi dan rekaman CCTV guna mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas teror tersebut.

Sejumlah pihak juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa pengusutan kasus ini berjalan transparan dan tidak menghambat kebebasan pers.

Hingga kini, pelaku teror masih dalam pengejaran, dan kepolisian berjanji akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik aksi ini.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Polri Bongkar Sindikat Penipuan Online Via SMS, Dua WNA Cina Ditangkap di Jakarta

0

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan kejahatan siber internasional yang memanfaatkan teknologi fake BTS untuk menyebarkan SMS phishing secara ilegal.

Dalam operasi yang digelar di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, dua warga negara asing (WNA) asal Cina ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi ini.

Kasus ini terungkap setelah salah satu bank swasta melaporkan adanya aduan dari 259 nasabah yang menerima SMS mencurigakan. Dari jumlah tersebut, 12 orang tertipu dan mengalami kerugian hingga Rp473 juta, dengan delapan korban pertama kehilangan total Rp289 juta.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan perangkat fake BTS untuk mengganggu sinyal asli 4G, menurunkannya ke jaringan 2G, lalu mengirimkan SMS blast ke ponsel di sekitarnya.

“Karena sinyal palsu ini lebih kuat, perangkat korban otomatis menerima pesan berisi tautan phishing yang menyerupai situs resmi bank,” ungkapnya dalam konferensi pers di Bareskrim, Senin (24/3/2025).

Dua tersangka, berinisial XY dan YXC, ditangkap saat mengemudikan mobil Toyota Avanza yang telah dimodifikasi dengan perangkat fake BTS. Mereka bertugas mengelilingi area ramai untuk memastikan sinyal palsu menjangkau lebih banyak ponsel.

“Mereka hanya menjalankan perintah untuk berkeliling, seluruh sistem sudah diatur dari pusat. Bahkan, siapa pun bisa melakukan ini tanpa keahlian teknis khusus,” ujar Komjen Wahyu.

Tersangka XY diketahui baru tiba di Indonesia pada Februari 2025 dengan janji gaji Rp22,5 juta per bulan. Sementara itu, tersangka YXC telah keluar-masuk Indonesia sejak 2021 menggunakan visa turis dan tergabung dalam grup Telegram bernama Stasiun Pangkalan Indonesia, yang digunakan untuk membahas operasi fake BTS.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

– Dua unit mobil yang dilengkapi perangkat fake BTS
– Tujuh unit ponsel
– Tiga SIM card
– Dua kartu ATM
– Dokumen identitas milik tersangka YXC

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk:

– Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
– Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi
– Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
– Pasal 55 KUHP tentang turut serta dalam kejahatan

Ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara dan denda hingga Rp12 miliar.

Lebih jauh Polri menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap pelaku utama yang diduga mengendalikan operasi ini dari luar negeri. Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Imigrasi, serta Interpol akan dilakukan guna menelusuri jaringan kejahatan siber yang lebih luas.

Komjen Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap SMS atau pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal, terutama jika berisi tautan mencurigakan.

“Kalau kita bukan nasabah Bank X tapi tiba-tiba menerima pesan tentang poin atau saldo dari bank tersebut, logikanya itu tidak masuk akal. Sayangnya, banyak orang terpengaruh karena tergiur iming-iming hadiah,” pungkasnya.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R