Beranda blog Halaman 459

Usung Konsep Bisnis, Pemdes Embalut Bangkitkan Semangat Bertani di Tengah Kepungan Tambang

TENGGARONG – Di tengah semakin meluasnya aktivitas industri tambang di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), para petani setempat tetap berusaha mempertahankan sektor pertanian meski menghadapi berbagai kendala. Lahan sawah yang tersisa kini hanya sekitar 40 hektare, jauh menyusut dari kondisi sebelumnya.

Kepala Desa Embalut, Yahya, mengatakan bahwa kondisi pertanian di desanya semakin terdesak akibat ekspansi tambang dan lahan yang kehilangan kesuburan. “Sawah padi kami tersisa cuma sekitar 40 hektare. Itu pun kualitasnya sudah turun jauh dibanding dulu,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).

Menurutnya, proses reklamasi pascatambang belum mampu mengembalikan kualitas tanah seperti semula. Banyak lahan yang kembali dalam kondisi ekstrem dan miskin unsur hara, sehingga memerlukan waktu pemulihan yang cukup lama.

“Ini lahan ekstrem. Pemulihannya butuh waktu 3 sampai 4 tahun. Harus sabar dan rajin pupuk organik,” jelas Yahya.

Menghadapi keterbatasan tersebut, petani mulai beralih dari padi ke komoditas yang lebih tahan terhadap tanah marginal seperti jagung, cabai, dan singkong. Pola tanam pun diubah ke sistem rotasi untuk menjaga keseimbangan nutrisi tanah.

Dalam kesempatan ini, Yahya juga turut menyampaikan keluhan terkait kurangnya pendampingan dari penyuluh pertanian “Penyuluh Pertanian Lapangan (PLL) kami sudah hampir dua tahun tidak pernah turun ke desa. Padahal, petani kami butuh bimbingan teknis untuk mengelola tanah yang rusak,” ujarnya.

Selain itu, regenerasi petani menjadi tantangan tersendiri karena minat generasi muda terhadap sektor pertanian dinilai menurun. Banyak dari mereka lebih memilih bekerja di industri tambang.

“Banyak anak muda berpikir bertani itu melelahkan dan kurang menguntungkan. Padahal, kalau dikelola dengan baik, bertani bisa jauh lebih menguntungkan daripada kerja di tambang,” lanjutnya.

Untuk membangkitkan semangat bertani, pemerintah desa memperkenalkan konsep pertanian berbasis bisnis. Yahya menyebutkan, satu hektare jagung mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp50 juta per musim.

“Kalau 1 hektare jagung bisa untung Rp50 juta, kenapa tidak. Masalahnya selama ini bertani tidak diajarkan sebagai bisnis, tapi hanya sekadar bertahan hidup,” tegasnya.

Saat ini, arah pertanian di Embalut mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih terhubung dengan pasar. Petani diminta memahami strategi pemasaran, membangun kemitraan, dan memanfaatkan akses permodalan untuk memperluas usaha mereka.

Meski tantangan masih besar, Yahya menegaskan bahwa pertanian di Embalut tetap memiliki masa depan jika dikelola dengan pengetahuan dan kemauan.
“Saya percaya kalau kita kelola dengan ilmu dan mau belajar, pertanian tetap punya masa depan di Embalut,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Peluang Sektor Perikana, Produksi Ikan di Desa Embalut Capai 2 Ton Per Hari

TENGGARONG – Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus kembangkan sektor perikanan. Dimana produksi perikanan di desa tersebut mencapai 2 ton per hari. Menjadikan sektor ini sebagai ekonomi pembanding warga di tengah dominasi aktivitas pertambangan.

Dijelaskan oleh Kepala Desa Embalut, Yahya, hasil produksi ikan dari wilayahnya setiap hari dikirimkan ke berbagai pasar. Menjadikan desanya dikenal sebagai salah satu pemasok ikan di wilayah Kukar dan sekitarnya.

“Warga kami sudah terbiasa mengirim ikan ke pasar-pasar sekitar. Produksi kami stabil, bahkan saat desa lain terdampak penyakit ikan, di sini masih aman,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).

Dari hasil budidaya ikan, Yahya menuturkan bahwa beberapa pelaku busidaya di desanya mampu meraih keuntungan bersih antara Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

“Kalau punya banyak keramba dan dikelola dengan baik, bisa untung bersih sampai Rp 30 juta per bulan. Saya sendiri dulu bercita-cita punya 60 kotak keramba, karena saya yakin potensi ini sangat besar,” sebutnya.

Untuk mencegah ikan budidaya mati karena diserang penyakit, dan kondisi air yang tiba-tiba berubah. Ia menuturkan bahwa pembudidaya di desanya memiliki cara unik untuk mengantisipasi hal tersebut, sehingga produksi ikan di wilayahnya cenderung stabil.

Ke depan, pemerintah desa berharap dapat mendorong hilirisasi produk perikanan agar nilai tambah lebih tinggi. Produk seperti abon ikan, kerupuk, dan olahan lainnya mulai dipertimbangkan untuk dikembangkan.

“Kami punya potensi besar di sini. Kalau kita kelola dengan ilmu dan kompak, perikanan ini bisa menopang ekonomi desa jauh ke depan,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Disdikbud Kukar Genjot Standar Pelayanan Pendidikan

TENGGARONG – Sekolah yang nyaman, guru yang berkualitas, dan alat belajar yang memadai. Tiga hal inilah yang kini menjadi fokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Kepala Disdikbud Kukar, Tauhid Aprilian Noor, menyebut bahwa tahun ini pihaknya mengarahkan perhatian penuh pada upaya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya di bidang sarana dan prasarana sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap sekolah memiliki fasilitas yang layak untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif,” tegasnya.

Masalah infrastruktur sekolah selama ini menjadi salah satu tantangan besar di Kukar. Tidak sedikit sekolah yang masih kekurangan ruang kelas, fasilitas sanitasi, hingga akses ke teknologi pendidikan. Disdikbud Kukar mencoba menjawab tantangan itu dengan membenahi sisi fisik sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Peningkatan kapasitas guru juga menjadi bagian penting dalam strategi ini. Melalui pelatihan dan bimbingan teknis, para pendidik di Kukar diberikan kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. “Kami berupaya agar guru-guru mendapatkan akses ke pelatihan yang berkualitas,” tambahnya.

Tidak hanya infrastruktur dan guru, siswa juga menjadi perhatian utama. Disdikbud mendorong percepatan peningkatan literasi dan numerasi melalui penyediaan alat peraga pendidikan dan teknologi penunjang. Penggunaan perangkat seperti Chromebook mulai diperkenalkan di beberapa sekolah, sebagai langkah awal transformasi pembelajaran yang lebih interaktif dan digital.

“Kami telah mempersiapkan sarana fisik yang diperlukan agar siswa dapat belajar dengan lebih baik, termasuk alat peraga dan teknologi yang relevan,” jelasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Dicairkan Bertahap, THL dan ASN Kukar Mulai Terima THR dan Gaji ke-13

TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, kabar gembira datang bagi para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 untuk Tenaga Harian Lepas (THL) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dicairkan sejak awal pekan ini.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Sukotjo, memastikan bahwa pencairan tunjangan tersebut sudah dimulai secara bertahap di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak Senin (24/3/2025) lalu.

“Pencairan sudah mulai dilakukan secara bertahap, ditunggu saja. Kami targetkan semuanya menerima hak mereka sebelum lebaran,” ujarnya.

Pencairan ini mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Kukar Nomor 20 Tahun 2025 yang mengatur teknis pemberian THR dan Gaji ke-13. Setiap OPD dapat mencairkan tunjangan begitu anggaran tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Surat Penyediaan Dana (SPD) telah diterbitkan.

“THL akan tetap menerima THR dan Gaji ke-13, namun besaran yang diterima disesuaikan dengan perjanjian kerja di masing-masing OPD,” jelas Sukotjo.

Dengan sistem pencairan serentak, Pemkab Kukar ingin memastikan bahwa tidak ada pegawai yang terlambat menerima hak mereka, terutama di momen penting seperti Lebaran. Proses ini juga diklaim berjalan transparan dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Jika ada kendala dalam proses pencairan, OPD diimbau untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar masalah dapat segera diselesaikan,” tandasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Efisiensi Anggaran, Disdikbud Kukar Pangkas Pembangunan Fisik Tanpa Ganggu Kualitas Pendidikan

TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) harus melakukan penyesuaian, menyusul kebijakan efisiensi anggaran tahun ini. Dampaknya, sejumlah program pembangunan fisik sekolah mengalami pengurangan, meskipun program inti pendidikan tetap berjalan.

“Memang ada dampak pada pembangunan fisik sekolah, di mana seharusnya kita bisa membangun 10 sekolah, kini hanya bisa turun menjadi 8,” ujar Kepala Disdikbud Kukar, Tauhid Aprilian Noor.

Menurut Tauhid, penyesuaian ini tidak berdampak besar pada program-program utama. Fokus Disdikbud kini adalah memilah kegiatan berdasarkan urgensi dan manfaat langsung bagi peserta didik. “Kita perlu memilah dan memprioritaskan mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa sedikit diabaikan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, jumlah sekolah yang mendapatkan peningkatan fisik juga harus disesuaikan. Dari rencana semula untuk 40 sekolah, kini hanya 35 sekolah yang dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. “Misalnya, jika kita merencanakan peningkatan fisik untuk 40 sekolah tahun ini, karena efisiensi, mungkin hanya bisa dilaksanakan untuk 35 sekolah,” jelas Tauhid.

Meski volume pembangunan berkurang, komitmen untuk menjaga mutu pendidikan tidak ikut melemah. Disdikbud tetap mengedepankan kualitas pelayanan pendidikan melalui strategi alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran. “Kita harus bisa menentukan prioritas dengan tepat agar sumber daya yang ada bisa digunakan secara optimal,” tegasnya.

Situasi ini, menurutnya, sekaligus menjadi momen reflektif bagi pihaknya untuk mengevaluasi efektivitas program-program pendidikan. “Kita bisa mengevaluasi setiap program, agar lebih efisien dan efektif dalam mencapai target-target pendidikan yang kita inginkan,” imbuhnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mendukung sektor pendidikan di tengah keterbatasan fiskal. “Semua pihak perlu bersinergi agar kita bisa tetap memberikan pendidikan yang berkualitas meskipun dalam keterbatasan sumber daya,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

IQ 130 ke Atas, Aulia Rahman Masuk 2 Persen Populasi Tercerdas

0

TENGGARONG – Tak semua orang lahir dengan kecerdasan istimewa, dan tak semua yang memilikinya memilih untuk tampil mencolok. Di tengah arus politik yang sering kali riuh dan penuh retorika, seorang pria pendiam dari Kota Bangun muncul dengan hasil mengejutkan dari pemeriksaan psikologisnya—IQ sangat superior.

Itu bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, hasil itu mengafirmasi apa yang selama ini telah diam-diam tumbuh dalam dirinya: kapasitas intelektual luar biasa yang kini siap ia dedikasikan untuk tanah kelahirannya, Kutai Kartanegara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang dekat dengan keluarga Aulia, hasil pemeriksaan psikologi Aulia menunjukkan bahwa ia memiliki tingkat kecerdasan yang masuk dalam kategori “sangat superior”—sebuah capaian yang hanya dimiliki oleh sekitar 2 persen populasi dunia. Artinya, ia berada dalam kelompok elite secara intelektual, dengan kemampuan menganalisis, memahami, dan menyelesaikan persoalan pada tingkat yang jauh di atas rata-rata.

Hanya sekitar 2 persen populasi memiliki IQ 130 atau lebih, yang diukur berdasarkan distribusi normal (kurva lonceng) dalam pengukuran IQ. Skor IQ dirancang dengan rata-rata 100 dan standar deviasi 15 (pada skala Wechsler atau Stanford-Binet yang umum). Dalam distribusi ini, skor 130 berada pada persentil 98, yang berarti hanya sekitar 2 persen orang di populasi umum mencapai atau melampaui angka tersebut.

Kategori ini dikenal sebagai kelompok dengan “very superior intelligence” dalam klasifikasi psikologi. Mereka umumnya mampu menyerap informasi kompleks dengan cepat, berpikir strategis, serta mengambil keputusan berbasis analisis mendalam—kemampuan yang sangat relevan bagi seorang pemimpin daerah.

Namun, kecerdasan itu tak pernah menjadi alat untuk Aulia menyombongkan diri. Justru, ia tumbuh dari sosok siswa yang tenang, jarang bicara, tapi menyimak dengan cermat.

“Anaknya itu masuk kategori pendiam. Tapi saat sesi belajar dia aktif. Ketika ditanya, dia menjawab. Saat berdiskusi, dia nyambung. Dia juga enak diajak kerja kelompok,” kenang Syaidah, guru Bahasa Inggris di SMAN 8 Samarinda—tempat Aulia menempuh pendidikan menengah atas.

Syaidah mengenang Aulia sebagai siswa yang tak hanya pintar dalam akademik, tapi juga menunjukkan bakat kepemimpinan sejak muda. Ia menjabat sebagai Ketua OSIS, satu posisi yang membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berorganisasi—tetapi juga integritas dan tanggung jawab.

“Dia antusias dalam belajar. Bukan yang suka tampil-tampil, tapi punya semangat tinggi. Terbukti bisa masuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin lewat jalur PMDK,” tambah Syaidah.

PMDK, atau Penelusuran Minat dan Kemampuan, adalah jalur seleksi tanpa tes yang hanya diberikan kepada siswa dengan rekam jejak akademik dan non-akademik istimewa. Itu menjadi bukti lain bahwa Aulia tak hanya cerdas, tapi konsisten menapaki jalur prestasi sejak awal.

Kini, dengan hasil tes psikologi yang menunjukkan mood stabil (euthymia), pemikiran realistis, sikap kooperatif, dan tidak adanya indikasi gangguan kepribadian, Aulia berada dalam posisi yang sangat siap secara psikologis untuk mengemban tanggung jawab besar sebagai pemimpin daerah.

Di tengah iklim politik yang semakin kompleks, kehadiran figur seperti Aulia Rahman Basri—yang cerdas secara kognitif, stabil secara emosional, dan matang secara sosial—menawarkan harapan akan lahirnya model kepemimpinan baru yang berbasis pada kapasitas intelektual dan integritas pribadi.

“Walaupun sudah menjadi pemimpin, tetaplah seperti ilmu padi. Semakin berisi, semakin menunduk,” pesan Syaidah menutup perbincangan, dengan nada yang menggambarkan harapan seorang guru kepada murid yang ia banggakan.

Dan mungkin, itulah tantangan terbesar bagi seorang Aulia: menjaga kejernihan pikir dan kerendahan hati, dalam langkahnya menuju pucuk pimpinan Kutai Kartanegara. (MK)

Jaksa Sudah Beri Kesempatan Hasto Ajukan Saksi Meringankan saat Sidik

0

JAKARTA- Jaksa penuntut umum (JPU) KPK mengatakan bahwa pihaknya sudah memberi kesempatan kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto untuk mengajukan saksi meringankan (a de charge) saat penyidikan kasus dugaan perintangan penyidikan (obstruction of justice) Harun Masiku dan pemberian suap.

“Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka Hasto Kristiyanto tertanggal 27 Februari 2025 nomor 72, penyidik telah memenuhi kewajibannya dengan menanyakan kepada tersangka apakah ada saksi yang meringankan atau a de charge,” kata jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (27/3/2025).

Menurut jaksa, penyidik telah menjalankan ketentuan Pasal 65 juncto Pasal 116 ayat (3) dan (4) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Akan tetapi, pada pemeriksaan saat itu Hasto menjawab belum mengajukan saksi meringankan, sebagaimana BAP tanggal 27 Februari.

“Berdasarkan ketentuan pasal tersebut, penyidik telah melaksanakan kewajiban dan tidak pernah membatasi hak tersangka untuk mengusahakan dan mengajukan saksi dan/atau seseorang yang memiliki keahlian khusus pada tahap penyidikan,” kata jaksa menekankan.

Lebih lanjut penasihat hukum Hasto pada tanggal 4 Maret 2025 mengajukan surat terkait dengan permohonan pemeriksaan ahli meringankan. Permohonan itu diajukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh penuntut umum.

“Apabila terdakwa, saat itu tersangka, atau penasihat hukumnya akan mengajukan saksi atau ahli yang meringankan terdakwa, dapat diajukan dalam tahap pemeriksaan persidangan,” ujar jaksa.

Berdasarkan uraian tersebut, jaksa penuntut umum komisi antirasuah menilai dalih Hasto dan penasihat hukumnya dalam nota keberatan atau eksepsi selayaknya ditolak.

Sebelumnya, Hasto saat membacakan nota keberatan atau eksepsi, Jumat (21/3/2025), merasa haknya terabaikan setelah permohonan saksi meringankan tidak dihiraukan oleh KPK pada tahap penyidikan.

“Penasihat hukum saya telah mengajukan permohonan resmi untuk memeriksa saksi-saksi meringankan kepada pimpinan KPK pada tanggal 4 Maret 2024. Namun, permohonan tersebut diabaikan oleh KPK,” kata Hasto.

Menurut dia, KPK justru mengandalkan saksi-saksi internal yang cenderung memberatkan dirinya dengan total ada 13 penyelidik dan penyidik KPK yang menjadi saksi dalam kasusnya, termasuk Rossa Purbo Bekti.

Hasto menuturkan bahwa semua saksi tersebut memberatkan dirinya, sedangkan saksi-saksi meringankan yang pihaknya ajukan tidak diperiksa.

Maka dari itu, dia menilai KPK melanggar asas proporsionalitas dalam penyidikan kasus yang menjeratnya dengan memaksakan proses hukum yang tidak seimbang dan cenderung merugikan dirinya. (ANT/KN)

KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah

0

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah (F) sebagai saksi penyidikan kasus dugaan korupsi suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI dengan tersangka Harun Masiku dan Donny Tri Istiqomah.

“Saudara F dijadwalkan ulang untuk dilakukan pemeriksaan berikutnya, kemungkinan pasca Idul Fitri atau Lebaran nanti,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (27/3/2025).

Tessa mengatakan pemeriksaan terhadap Febri Diansyah dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/3) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Febri telah mengonfirmasi untuk memenuhi panggilan tersebut, namun akan hadir di KPK setelah menghadiri sidang kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Karena Febri belum hadir, penyidik yang seharusnya memeriksa Febri memutuskan untuk terlebih dulu memeriksa saksi Fathroni Diansyah Edi (FDE) yang merupakan adik kandung Febri Diansyah.

Saksi Fathroni Diansyah Edi awalnya dijadwalkan diperiksa pada 24 Maret 2025 sebagai saksi perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Namun saat itu Fathroni Diansyah tidak bisa hadir dan pemeriksaannya dijadwalkan menjadi Kamis (27/3/2025).

Selanjutnya pada saat Febri Diansyah sudah datang ke kantor KPK, penyidik yang seharusnya memeriksa Febri masih melakukan pemeriksaan terhadap Fathroni, sehingga pemeriksaan Febri akhirnya harus dijadwalkan ulang.

Febri Diansyah diketahui akan diperiksa KPK sebagai saksi penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Dalam kasus dugaan perintangan penyidikan kasus korupsi tersangka Harun Masiku dan pemberian suap, Hasto didakwa menghalangi atau merintangi penyidikan perkara korupsi yang menyeret Harun Masiku sebagai tersangka pada rentang waktu 2019-2024.

Hasto diduga menghalangi penyidikan dengan cara memerintahkan Harun melalui penjaga Rumah Aspirasi, Nur Hasan, untuk merendam telepon genggam milik Harun ke dalam air setelah kejadian tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022 Wahyu Setiawan.

Tak hanya ponsel milik Harun Masiku, Hasto juga disebutkan memerintahkan ajudannya, Kusnadi, untuk menenggelamkan telepon genggam sebagai antisipasi upaya paksa oleh penyidik KPK. (ANT/KN)

Komnas HAM Berikan Empat Rekomendasi Terkait Teror di Tempo

0

JAKARTA – Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah memberikan empat rekomendasi terkait teror pengiriman kepala babi dan bangkai tikus ke kantor media Tempo.

Pertama, kata Anis dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (27/3/2025), adalah mendorong pihak kepolisian agar dapat secara cepat, tepat, transparan dan akuntabel menuntaskan proses penyelidikan dan penyidikan dalam penanganan perkara tersebut termasuk memberikan perlindungan kepada korban dan keluarga.

“Yang kedua, mendorong lembaga perlindungan saksi dan korban untuk memberikan perlindungan terhadap korban dan saksi-saksi yang berkaitan dengan peristiwa teror tersebut,” kata Anis.

Ketiga, mendorong adanya pemulihan bagi korban dan keluarga korban, baik secara fisik maupun psikis.

“Keempat, pemerintah menghormati dan menjamin kebebasan pers sebagai salah satu esensi dari hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi dan sekaligus sebagai pilar keempat demokrasi agar peristiwa serupa tidak berulang di kemudian hari,” sambungnya.

Dia menyebutkan setidaknya ada lima pelanggaran HAM dari peristiwa teror di kantor Tempo. Pertama adalah peristiwa teror dan intimidasi kepada Tempo dapat dikategorikan sebagai bagian dari pelanggaran asasi manusia.

“Terutama yang pertama atas perasaan aman, di mana setiap orang dilindungi secara fisik maupun psikis baik atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan martabat, dan miliknya,” ujar Anis.

Kedua, tindakan teror terhadap jurnalis dan media Tempo tersebut merupakan salah satu pelanggaran HAM terhadap kebebasan pers, yang merupakan salah satu esensi asasi manusia, yaitu hak berpendapat dan berekspresi.

Menurut dia, aksi teror itu juga bentuk pelanggaran terhadap pembela HAM. Ia mengatakan kerja-kerja jurnalistik adalah kerja pembela HAM.

“Yang ketiga, tindakan teror terhadap Tempo juga merupakan bagian dari serangan yang ditujukan terhadap human rights defender atau pembela HAM, karena jurnalis juga merupakan pembela HAM, yang seharusnya diakui dan dilindungi oleh negara,” tambahnya.

Anis juga menilai jika tidak diusut secara serius, kasus itu berpotensi melanggar hak untuk mendapatkan keadilan. Selain itu, teror kepada media Tempo yang berdampak pada gangguan informasi publik juga berpotensi melanggar hak atas informasi publik.

“Yang keempat adalah terkait dengan hak atas keadilan di mana setiap orang juga berhak atas kepastian dan keadilan secara hukum, jika penegakan hukum dalam kasus ini tidak berjalan secara sebaik dan memberikan keputusan yang adil bagi Tempo, maka potensi hak atas keadilan bisa dilanggar,” jelas Anis.

“Yang kelima, tindakan teror terhadap jurnalis dan media Tempo ini memiliki risiko terhadap terjadinya gangguan dalam pemenuhan hak atas informasi publik masyarakat, yang merupakan hak asasi manusia, di mana itu juga dijamin di dalam konstitusi dan Undang-Undang HAM,” lanjutnya. (ANT/KN)

Menaker Minta Klarifikasi Aplikator Soal BHR Ojol Rp50 Ribu

0

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan akan meminta klarifikasi kepada manajemen perusahaan aplikator ojek online (ojol) menyusul laporan bahwa sebagian pengemudi hanya menerima Bantuan Hari Raya (BHR) sebesar Rp50 ribu.

Yassierli dalam wawancara cegat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/3/2025), mengatakan bahwa dalam surat edaran, BHR diberikan kepada pengemudi yang dikategorikan berkinerja baik dan produktif.

Besaran bervariasi, ada yang menerima Rp900 ribu atau jumlah lainnya. Namun, tantangannya adalah bagaimana perusahaan aplikator mengkategorikan pengemudi di luar kriteria tersebut.

“Tantangannya adalah bagaimana perusahaan aplikator ini mengkategorikan di luar itu, dan besaran berapa itu yang perlu klarifikasi ke mereka,” kata dia.

Yassierli mengatakan pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan aplikator ojek online untuk membahas hal tersebut. Namun dia tidak bisa memastikan kapan pertemuan itu akan dilakukan.

“Hopefully (sebelum lebaran), saya enggak bisa janji karena ini juga sifatnya imbauan kepada mereka,” ujar dia.

Meski begitu, Yassierli menilai inisiatif BHR untuk ojol sebagai langkah positif karena baru pertama kali dilakukan tahun ini. Dia meminta pemahaman semua pihak mengingat waktu persiapan yang terbatas.

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati menyebutkan bahwa pihaknya mencatat sekitar 800 ojol di seluruh Indonesia tidak menerima BHR yang seharusnya, dimana sekitar 80 persen dari data itu rata-rata menerima Rp50 ribu per pengemudi ojol.

Atas kondisi itu, SPAI pengadukan besaran pencairan BHR yang tidak sesuai tersebut kepada Kementerian Ketenagakerjaan karena menduga aplikator telah melanggar instruksi Presiden Prabowo Subianto dan surat edaran Kemnaker.

Lily berharap Kemnaker dapat memanggil para aplikator sehingga pengemudi ojol bisa mendapatkan haknya.

“Mungkin memanggil untuk memberikan sanksi, memanggil mereka untuk memberikan benar-benar yang sudah diarahkan oleh Presiden (pemberian BHR),” kata Lily. (ANT/KN)