Beranda blog Halaman 437

OIKN Komitmen Bangun Sektor Pendidikan Berkelanjutan di Kota Nusantara

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) komitmen terhadap pembangunan sektor pendidikan berkelanjutan Kota Nusantara, Ibu Kota Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami komitmen bangun sektor pendidikan di Kota Nusantara,” ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin.

OIKN menjamin bakal terus mengawal kelancaran proses pembangunan oleh para investor pelopor di sektor pendidikan melalui dukungan teknis, administratif, serta dukungan pembangunan infrastruktur dasar.

“Upaya yang dilakukan itu komitmen OIKN dalam mempercepat kehadiran investor bidang pendidikan di Kota Nusantara,” tambahnya.

Pemerintah pusat tidak hanya menjamin kepastian hukum dan kelanjutan pembangunan Kota Nusantara, tetapi juga memberikan kemudahan proses perizinan untuk investor termasuk penyelenggara pendidikan.

Sektor pendidikan merupakan salah satu yang diharapkan aparatur sipil negara (ASN) dalam kepindahan ke Kota Nusantara, yakni ketersediaan sarana pendidikan yang berkualitas.

“Ada sekolah dasar (SD) internasional, dan sekolah terpadu internasional terdiri dari SD, sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) dalam pengerjaan, serta proses pembangunan kampus, perguruan tinggi,” jelas dia tanpa menyebut nilai investasi sektor pendidikan itu.

OIKN memastikan seluruh lokasi proyek investor pelopor dibangun infrastruktur pendukung, terutama untuk aksesibilitas. menjamin dukungan infrastruktur tidak hanya selama proses konstruksi, tetapi juga pasca penyelesaian pembangunan.

OIKN menyiapkan strategi menciptakan basis pengguna tetap atau populasi yang stabil dan berkelanjutan yang membutuhkan layanan pendidikan di Kota Nusantara, termasuk upaya melengkapi ekosistem kota untuk menyambut pemindahan ASN ke Kota Nusantara.

Melalui langkah-langkah strategis, kata dia, diharapkan sektor pendidikan dapat tumbuh dan berkembang secara progresif sebagai bagian penting dari ekosistem Kota Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami juga akan terus mengawal dan ekosistem pendidikan dapat terwujud, karena bukan hanya membangun fisik tetapi membangun manusia,” demikian Agung Wicaksono. (ant/KN)

Komnas Haji Usul BPKH dan Danantara Ambil Peran Pendanaan Kampung Haji

0

JAKARTA – Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) mengusulkan agar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Danantara bisa mengambil peran pendanaan dalam mewujudkan kampung haji di Arab Saudi.

“Pembangunan infrastruktur kampung haji bisa menjadi prioritas skema investasi bagi BPKH untuk jangka menengah dan jangka panjang, selain skema investasi yang sudah berjalan,” ujar Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, saat peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan keseriusannya akan pentingnya mewujudkan kampung haji di Arab Saudi.

Titik tolak gagasan tersebut bermula dari kegelisahan Presiden atas biaya haji yang makin melambung tinggi, meski tahun ini bisa ditekan, tapi dinilai belum puas.

Komnas Haji, kata Mustolih, menyambut baik keseriusan dan niat tersebut. Sebab, gagasan itu diyakini bisa meluas dampaknya, bukan saja terhadap persoalan pembiayaan haji, tetapi juga kepada sektor umrah serta memperkuat ekosistem haji dan umrah.

Menurut dia, selama ini antarpelaku sektor haji dan umrah masih terkesan berjalan sendiri-sendiri, tidak memiliki peta jalan (road map) maupun cetak biru (blue print) bersama tata kelola dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji-umrah yang tertata dari hulu ke hilir.

“Sehingga, haji dan umrah menjadi target sumber pendapatan devisa negara teluk tersebut,” kata dia.

Di satu sisi, pembangunan kampung haji juga menjadi momentum, mengingat Arab Saudi butuh banyak investasi masuk ke negaranya. Sementara di sisi lain, Indonesia memerlukan pembangunan kampung haji dan menjadi negara pengirim jamaah haji dan umrah terbesar.

Ia menilai BPKH merupakan lembaga relevan dan berkepentingan, karena jamaah calon haji yang baru mendaftar menyetorkan biayanya awal baik reguler maupun haji khusus yang saat ini terkumpul kurang lebih Rp179 triliun dari 5,2 juta pendaftar.

Kedua, pelibatan Danantara, sebagai super holding BUMN yang memiliki kapitalisasi dana yang mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Investasi di sektor pembangunan infrastruktur dan ekosistem haji dan umrah mesti menjadi pilihan prioritas, karena sangat menjanjikan.

“Sektor haji dan umrah menjadi kegiatan ekonomi yang akan berlangsung terus menerus dalam kondisi apapun dan membawa dampak ekonomi yang luas serta menguntungkan. Bayangkan untuk haji setiap tahun rata-rata mengirimkan 221 ribu orang, umrah rata-rata 1 juta orang per musim. Ada putaran ekonomi yang sangat besar. Potensi semacam ini tidak dimiliki negara lain, kecuali Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Dari dua sumber pendanaan tersebut, Komnas Haji optimistis kampung haji yang menjadi cita-cita presiden Prabowo dalam waktu yang tidak lama bisa terwujud.

“Namun perlu dicatat, tidak menutup adanya skema investasi dari sumber lain,” kata dia. (ant/KN)

Digitalisasi Gaya Baru: Sampoerna Fest Kolaborasikan Musik dan Edukasi Keuangan

0

SAMARINDA – Malam Sabtu (3/5/2025) di GOR Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda. Ribuan orang berkumpul, bukan hanya untuk menikmati dentuman musik dari Juicy Luicy, Hindia, Feast, dan The Changcuters, tapi juga untuk mengalami langsung wajah baru dari literasi digital: seru, menyenangkan, dan berdaya.

Di antara kerlap-kerlip lampu panggung dan sorak-sorai penonton, PT Bank Sahabat Sampoerna memperkenalkan pendekatan baru dalam mengedukasi masyarakat tentang transaksi digital.

Melalui gelaran Sampoerna Fest 2025, institusi perbankan yang telah berdiri sejak 1990 itu tak hanya memanjakan telinga, tapi juga mendorong masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, untuk beralih ke sistem keuangan digital.

“Bayangkan, belanja di tenant UMKM saja bisa pakai QRIS. Praktis dan dapat cashback pula,” ujar Rizky, salah satu pengunjung yang juga mencicipi jajanan lokal dari 15 pelaku usaha mikro yang turut difasilitasi.

Henky Suryaputra, Finance & Business Planning Director Bank Sampoerna, menyebutkan bahwa pendekatan edutainment adalah kunci.

“Kami tidak ingin mengajari masyarakat soal digitalisasi dengan cara yang membosankan. Maka kami kombinasikan edukasi dan hiburan,” katanya saat ditemui di sela acara.

Festival ini juga menjadi bagian dari roadshow yang telah menyambangi berbagai kota, mulai dari Surabaya hingga Palembang.

Samarinda sendiri, sebagai kota tambang yang ekonominya terus bergerak dinamis, dipilih sebagai lokasi pembuka untuk tahun 2025. Tak hanya itu, malam itu juga menjadi spesial karena adanya pengundian hadiah program Mobile Saving.

Seorang nasabah beruntung pulang membawa hadiah fantastis senilai Rp100 juta, sementara dua lainnya masing-masing mendapatkan Rp25 juta. Namun bukan hanya hadiah dan konser yang menjadi magnet utama. Festival ini turut menyumbang dampak nyata bagi Bank Sampoerna.

Selama tahun 2024, mereka mencatatkan total penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp13 triliun — angka yang salah satunya turut digerakkan oleh partisipasi masyarakat dalam event seperti ini.

Sebelum konser ditutup oleh penampilan enerjik The Changcuters lewat lagu “Main Serong”, suasana kian membuncah.

Penonton muda menari, menyanyi, dan tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut sebagai pengalaman tak terlupakan.

“Semoga Sampoerna Fest terus hadir di berbagai kota,” ujar Dina, mahasiswi yang datang dari Balikpapan hanya demi melihat idolanya di atas panggung.

Lebih dari sekadar konser, Sampoerna Fest membuktikan bahwa edukasi digital bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Penulis: Hanafi
Editor:

IKN Jadi Panggung Kolaborasi, Media Kaltim Hadirkan Semangat Lari untuk Negeri

0

NUSANTARA — Semangat kolaborasi dan gaya hidup sehat berpadu dalam gelaran Media Kaltim Nusantara Fun Run 2025 yang berlangsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (4/5/2025). Kegiatan ini digagas oleh Media Kaltim bersama Otorita IKN dan diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dari 31 daerah di seluruh Indonesia.

Antusiasme terlihat sejak fajar menyingsing. Para pelari, mulai dari komunitas olahraga, ASN, TNI-Polri, pelajar, hingga perwakilan swasta, tumpah ruah memenuhi area start. Sorakan semangat, kostum berwarna-warni, dan ekspresi bahagia mewarnai jalannya acara sejak pukul 06.00 WITA.

Acara dibuka secara simbolis oleh Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, CEO Media Kaltim Agus Susanto, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim Muhammad Faisal mewakili Gubernur Kaltim.

Peserta menempuh rute strategis yang menjadi ikon kawasan IKN, dimulai dari area Istana Negara, menyusuri Sumbu Timur, Titik Nol, Sumbu Barat, dan finis di Plaza Seremoni.

   

CEO Media Kaltim Agus Susanto menegaskan bahwa Fun Run ini bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga bentuk kolaborasi lintas elemen dalam menyongsong masa depan Indonesia di ibu kota baru.

“Ini adalah bentuk nyata dari semangat kolaborasi kita dalam menyambut wajah baru Indonesia di jantung Ibu Kota Nusantara. Alhamdulillah, pagi ini kita semua menjadi saksi bahwa membangun bangsa bisa dimulai dari langkah kecil, sehat, dan dilakukan bersama,” ucapnya.

Agus juga mengapresiasi dukungan semua pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran para pelari dari berbagai wilayah. Dari catatan panitia, peserta datang dari 31 daerah di Indonesia. Terima kasih telah menjadikan event ini meriah dan penuh makna,” tambahnya.

Acara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Media Kaltim yang akan jatuh pada 14 Juli 2025, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2025.

“Media Kaltim hadir bukan hanya sebagai media informasi, tapi penghubung antar-elemen bangsa—mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat luas,” jelasnya.

Pihak Media Kaltim juga menyampaikan apresiasi khusus kepada OIKN, Pemprov Kaltim, Polda Kaltim, Kodam VI/Mulawarman, dan jajaran sponsor seperti Swissôtel Nusantara, PT Kideco Jaya Agung, Berau Coal, Badan Bank Tanah, Pertamina Grup, dan mitra strategis lainnya.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kaltim dan diharapkan bisa digelar secara rutin sebagai upaya mempromosikan eksistensi IKN.

“Pak Gubernur menyambut baik kegiatan ini. Beliau berpesan agar kita terus mengabarkan bahwa IKN ini ada dan terus membangun,” ujarnya.

Deputi OIKN Alimuddin juga menekankan bahwa pembangunan IKN tidak hanya tentang infrastruktur, tapi juga soal membangun manusia Indonesia yang berkualitas.

“IKN bukan sekadar membangun gedung, tapi juga membentuk masyarakat baru yang sehat, aktif, dan berdaya saing global. Karena IKN adalah kota dunia untuk semua,” tegasnya.

Turut hadir jajaran pejabat OIKN, tokoh daerah, komunitas pelari, kalangan swasta, serta perwakilan TNI-Polri. Pihak OIKN dalam pernyataannya mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

Juru Bicara OIKN Troy Pantouw menegaskan bahwa pihaknya membuka pintu kolaborasi bagi berbagai elemen bangsa untuk menyelenggarakan kegiatan kreatif di IKN.

“Kami menyambut lembaga pemerintah, swasta, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menggelar acara yang kreatif dan otentik di Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya.

Penulis: OIKN/redaksi
Editor: Agus S

Pemberdayaan Pengrajin Lokal: Arjuna Bakti BCA 2025 Gelar Pelatihan Digitalisasi dan Hospitality di Samarinda

0

SAMARINDA – 30 April 2025 Di era digital saat ini, perkembangan teknologi bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi banyak sektor, termasuk industri kerajinan lokal.

Menyadari hal tersebut kelompok Arjuna Bakti BCA 2025 menyelenggarakan kegiatan Community Empowerment selama dua hari bertajuk “Pelatihan Digitalisasi dan Hospitality”.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, pada Sabtu hingga Minggu, 26–27 April 2025. Pelatihan ini diikuti oleh para pengrajin tenun dan manik dari RT 02 dan RT 05 Kelurahan Tenun.

Acara resmi dibuka oleh Ketua Pelaksana, Andi, pada pukul 08.00 WITA. Hari pertama diisi dengan sesi Digitalisasi dan Pemasaran yang dibawakan oleh Kadek Dristiana, seorang dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Mulawarman.

Dalam materinya, Kadek menekankan pentingnya menciptakan identitas merek (brand identity) sebagai pembeda di tengah pasar yang kompetitif. Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan pembuatan logo brand masing-masing, dengan bimbingan langsung dari pemateri.

Aktivitas ini berlangsung aktif dan antusias, dan menjadi bekal awal yang kuat bagi pengrajin dalam membangun citra usaha mereka. Hari kedua pelatihan dilanjutkan dengan materi Hospitality yang dibawakan oleh Ziya Ibrizah, juga dari FISIP UNMUL.

Ziya mengajak peserta memahami pentingnya pelayanan yang ramah dan profesional, terutama karena sebagian besar konsumen kerajinan lokal merupakan wisatawan domestik maupun mancanegara. Dalam sesi ini, peserta turut melakukan simulasi roleplay untuk melatih keterampilan pelayanan langsung kepada pelanggan.

Kegiatan ditutup dengan sesi penyampaian kesan dan pesan dari peserta.

Salah satu pengrajin tenun menyampaikan,
“Saya mewakili teman-teman pengrajin merasa sangat senang dengan pelatihan ini. Biasanya pelatihan seperti ini berbayar, tapi karena ada mahasiswa-mahasiswa ini, kami bisa ikut secara gratis.”

Melalui program Community Empowerment, Kelompok Arjuna Bakti BCA 2025 berharap pelatihan ini dapat membekali para pengrajin dengan keterampilan digital dan pelayanan, guna meningkatkan daya saing di era modern.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda dalam mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Penulis : Abika Ramadhan

Kenohan Genjot Akselerasi Pembangunan, Jembatan Rombong dan Jalan Strategis Jadi Sorotan Utama

TENGGARONG – Upaya memperkuat konektivitas dan pelayanan publik di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar) terus digenjot. Kecamatan Kenohan kini bersiap menjalankan sederet program infrastruktur prioritas. Sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah terpencil, yang selama ini kurang tersentuh secara maksimal.

Camat Kenohan, Kaspul, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya akan berfokus untuk mengejar ketertinggalan dengan fokus pada tiga bidang utama. Yaitu peningkatan fasilitas kantor pemerintahan, penyediaan ruang publik, serta konektivitas antarwilayah.

“Salah satu target utama tahun ini adalah pembaruan kantor Kecamatan Kenohan. Jika sesuai jadwal, pembangunan akan dimulai pada bulan Juni,” ujar Kaspul, Jumat (2/5/2025).

Tak hanya itu, Balai Pertemuan Umum (BPU) juga akan mengalami peningkatan kapasitas setelah menerima tambahan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. BPU ini diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat lintas desa.

Namun dari seluruh rencana yang ada, penyambungan konektivitas antarwilayah masih menjadi PR besar yang belum tersentuh optimal. Jembatan Rombong yang menghubungkan Kenohan dengan Kabupaten Kutai Barat disebut sebagai proyek strategis yang sudah terlalu lama dinanti masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya kebutuhan fisik, tapi juga simbol keterhubungan wilayah hulu yang selama ini terisolasi,” kata Kaspul.

Selain itu, Kaspul menyoroti pentingnya pembangunan jalan baru dari Kahala Ilir menuju Desa Pendemaran. Saat ini, warga harus menempuh jarak hingga 21 kilometer karena keterbatasan infrastruktur jalan. Padahal, jika jalur langsung dibuka, hanya diperlukan 9 kilometer.

Ia memperkirakan bahwa proyek pembukaan jalan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar, dan mendesak pemerintah kabupaten untuk memberi perhatian serius.

“Kalau Kenohan ingin tumbuh sebagai pusat kecamatan yang benar-benar hidup dan berkembang, maka infrastruktur dasarnya tidak bisa ditawar. Jalan dan jembatan adalah nadi kemajuan,” tegas Kaspul. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Disperindag Siapkan Strategi Menyambut Peluang Ekspor Bebas Kuota

TENGGARONG – Rencana kebijakan penghapusan kuota ekspor oleh pemerintahan pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mendapat sambutan baik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar). Rencana ini dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan taraf pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menyebutkan bahwa potensi ekonomi daerah akan terdongkrak jika regulasi baru tersebut diberlakukan. Kukar sendiri memiliki lebih dari 85 ribu UMKM, dan sekitar 20 ribu diantaranya bergerak disektor makanan dan minuman yang berpeluang besar untuk ekspansi ke luar negeri.

“Ini bisa jadi jalan lebar untuk produk UMKM Kukar. Tapi kami tidak bisa menunggu pasif. Perlu pembenahan dari sisi kualitas dan kapasitas produksi, karena ekspor bukan soal produk saja, melainkan soal kepercayaan,” kata Sayid, Jumat (2/5/2025).

Disperindag mengungkapkan bahwa ekspor yang dilakukan pelaku usaha Kukar saat ini masih terbatas, baik dari sisi volume maupun pencatatan resmi. Produk seperti lidi sawit dari Muara Kembang memang sudah tembus ke pasar India dan Pakistan, namun banyak ekspor masih bersifat informal atau tak tercatat dalam sistem kepabeanan nasional.

Menurut Sayid, masalah klasik seperti keterbatasan produksi, kurangnya standar mutu, hingga ketergantungan pada model usaha rumahan masih menjadi hambatan besar. Ketika pesanan meningkat, terutama dari pasar luar negeri, banyak pelaku UMKM yang belum mampu memenuhi permintaan.

Menanggapi kondisi itu, Disperindag Kukar telah menyiapkan model kerja sama antar pelaku usaha sejenis. Himpunan produsen amplang, kerupuk, dan kue tradisional akan dibentuk untuk menyatukan produksi dan distribusi agar lebih profesional dan berkapasitas besar.

Di tingkat lokal, Disperindag juga berkomitmen memperkuat daya serap pasar daerah terlebih dahulu. Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2021 tentang Belanja Produk Lokal menjadi landasan untuk mendorong OPD, perbankan, dan sektor swasta di Kukar agar mengutamakan belanja produk UMKM lokal.

“Kami ingin menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan di dalam daerah. Jika pasar lokal kuat, UMKM kita akan terbiasa memenuhi standar besar dan siap bersaing di kancah internasional,” ujarnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Diskominfo Kukar Persiapkan Desa Batuah Ikut Lomba Statistik Nasional

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya, dalam pengelolaan data dan tata kelola pemerintahan desa berbasis statistik. Kali ini, giliran Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, yang terpilih sebagai wakil Kukar dalam ajang Lomba Statistik Nasional 2025. Melanjutkan tongkat estafet prestasi dari Desa Loa Duri Ilir yang tahun lalu menembus 10 besar nasional.

Pemilihan Desa Batuah dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, setelah melalui proses seleksi ketat terhadap desa-desa yang dinilai memiliki sistem administrasi dan pengelolaan data terbaik.

Kepala Bidang Statistik Diskominfo Kukar, Asdi, mengungkapkan bahwa Desa Batuah masuk dalam kategori A, sebuah klasifikasi unggulan yang menunjukkan kesiapan desa dari sisi teknis dan manajerial data.

“Jadi sekarang ini yang kita pilih adalah Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Nah, itu kita lombakan secara nasional juga,” kata Asdi, pada Kamis (1/5/2025).

Prestasi Desa Batuah tidak hadir secara tiba-tiba. Sejak beberapa tahun terakhir, desa ini konsisten membangun sistem administrasi yang rapi, transparan, dan berbasis bukti. Hal ini menjadi modal penting dalam lomba yang akan disaring secara ketat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) selaku penyelenggara utama.

“Aspek penilaian akhir memang di tangan BPS, tapi sejak awal kita punya tanggung jawab dalam membina dan menyaring desa-desa potensial,” jelas Asdi lagi.

Tak berhenti di sini, Diskominfo Kukar terus melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap desa-desa lain. Tercatat ada enam desa yang saat ini dalam proses pembinaan intensif untuk disiapkan dalam kompetisi di tahun-tahun mendatang.

“Sebelumnya ini ada enam desa yang masih kita bina. Yang kita lombakan tetap kita bina terus, supaya semua desa di Kukar nanti bisa siap ikut kompetisi dan punya sistem data yang mumpuni,” tambahnya.

Keikutsertaan Desa Batuah bukan hanya tentang lomba, melainkan tentang bagaimana desa bisa menjadi tulang punggung pengambilan keputusan berbasis data. Ini sejalan dengan semangat Satu Data Indonesia dan arah pembangunan Kukar yang semakin menekankan pentingnya informasi yang akurat, cepat, dan relevan. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Sukses Dengan RTLH, Pemkab Kukar Siap Kawal Program Tiga Juta Rumah

TENGGARONG – Komitmen Pemerintah (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, kembali dibuktikan dengan keseriusannya dalam mengawal Program 3 Juta Rumah. Program nasional yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini, disambut dengan langkah nyata dan progresif oleh Pemkab Kukar.

Tak hanya mendukung, Kukar justru telah lebih dulu menginisiasi upaya serupa melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, yang menyebutkan bahwa Kukar telah lebih dahulu melangkah dengan strategi yang terintegrasi.

Sunggono memastikan, pembangunan rumah layak di Kukar kini tidak lagi sekadar proyek pembangunan, tapi telah menjadi bagian dari perencanaan desa melalui penguatan peran Badan Kerja Sama Desa (BKKD). Strategi ini dirancang agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Dengan pendekatan tersebut, Kukar tidak hanya menjadi penonton dalam program nasional, tetapi tampil sebagai pelopor dan penggerak yang siap mempercepat pencapaian target hunian layak hingga pelosok.

“Bupati Kukar memberi perhatian besar terhadap perluasan akses rumah layak. Kita ingin desa punya kendali lebih besar dalam membangun rumah yang aman dan sehat bagi warganya,” ujar Sunggono, Kamis (1/5/2025).

Program Tiga Juta Rumah merupakan bagian dari ASTA CITA, delapan agenda strategis pembangunan nasional yang menekankan pentingnya kesejahteraan, keadilan, dan kualitas hidup masyarakat. Hak atas rumah layak menjadi pondasi penting dari tujuan besar tersebut.

Kukar menjadi contoh sinergi yang konkret antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai pusat penggerak, Kukar siap menjalankan perannya sebagai ujung tombak di lapangan guna mewujudkan hunian layak, aman, dan bermartabat bagi seluruh rakyat. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

10 OPD Ikuti Workshop Pendampingan Aplikasi Romantik

TENGGARONG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat peran data dalam perencanaan pembangunan daerah, melalui penyelenggaraan Workshop Pendampingan Pengisian Aplikasi Romantik. Kegiatan ini digelar secara eksklusif bersama 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terpilih.

Kegiatan ini dipusatkan pada peningkatan kapasitas pengelolaan statistik sektoral berbasis aplikasi Rekomendasi Kegiatan Statistik (Romantik), yang kini menjadi tulang punggung integrasi data dalam sistem Satu Data di Kukar.

Kepala Bidang Statistik Diskominfo Kukar, Asdi, menyebutkan bahwa pemilihan peserta dilakukan berdasarkan performa unggul dalam penyajian dan validitas data. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus pembinaan lanjutan terhadap OPD, yang telah menunjukkan komitmen terhadap penguatan tata kelola statistik.

“Ini bukan hanya soal lomba, tapi soal membentuk budaya kerja berbasis data di lingkungan birokrasi kita,” tegas Asdi.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu data, workshop ini juga akan menyaring satu hingga dua OPD terbaik untuk mewakili Kukar dalam lomba statistik tingkat nasional yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahunnya. Tahun lalu, Kukar mencatatkan prestasi membanggakan melalui Kecamatan Loa Janan yang masuk jajaran 10 besar nasional dan meraih peringkat ke-31 se-Indonesia.

“Target kita bukan sekadar mengulang sukses, tapi memperluas kualitas ini ke seluruh perangkat daerah,” ujarnya.

Diskominfo juga menekankan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi dalam menetapkan kebijakan daerah yang efektif, terutama dalam isu-isu strategis seperti penanganan kemiskinan, layanan publik, hingga pengelolaan bantuan sosial. Melalui kegiatan ini, Diskominfo berharap seluruh OPD mampu menyusun, mengelola, dan memanfaatkan data sektoral secara mandiri dan terstandar.

Lebih dari sekadar kompetisi, workshop ini menjadi forum pembelajaran bersama antar-OPD, sekaligus inspirasi bagi unit kerja lainnya untuk turut memperbaiki dan menyempurnakan pengelolaan data dari level desa hingga kabupaten.

“Pembinaan seperti ini akan terus kami lakukan. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan satu ekosistem data daerah yang solid, transparan, dan berdaya guna,” tutup. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i