Beranda blog Halaman 426

Tingkatkan Kinerja Ekonomi dan Sosial, Bupati Berau Paparkan Capaian Ketenagakerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi 2024

0

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan sejumlah capaian penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sepanjang tahun 2024 dalam sektor ketenagakerjaan dan ekonomi. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, arah kebijakan dan pelaksanaan program daerah dinilai berada pada jalur yang tepat.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada 2024, TPT Berau tercatat sebesar 5,15 persen, sedikit meningkat dari 4,9 persen pada tahun sebelumnya. Meski demikian, angka ini tetap tergolong rendah dan menempatkan Berau di posisi lima terendah di Kalimantan Timur dalam hal tingkat pengangguran.

“Ini tetap menjadi perhatian kami, namun secara umum angkanya masih dalam kategori baik dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kaltim,” ujar Bupati Sri.

Sementara itu, kabar baik datang dari indikator tingkat kemiskinan. Berau mencatat penurunan signifikan dari 5,54 persen pada 2023 menjadi 5,08 persen pada 2024. Penurunan ini menjadi bukti efektivitas berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan pemerintah daerah.

“Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pemberdayaan dan intervensi sosial yang kami lakukan mulai memberikan hasil nyata,” tambahnya.

Dari sisi makroekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat 7,28 persen, melonjak dari 5,44 persen pada tahun sebelumnya—atau tumbuh sebesar 58,27 persen secara year-on-year. Sri menyebut capaian ini sebagai sinyal kuat bahwa arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah sudah berada di jalur yang benar.

“Ini bukan sekadar angka. Ini menandakan adanya geliat ekonomi di berbagai sektor, dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Kabupaten Berau juga memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Timur, yakni sebesar Rp50,82 triliun atau 5,93 persen dari total PDRB provinsi. Angka ini menunjukkan posisi strategis Berau dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Lebih lanjut, seluruh 17 sektor lapangan usaha di Berau tercatat mengalami pertumbuhan positif sepanjang 2024. Sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah administrasi pemerintahan, ketahanan, dan jaringan sosial, yang mencatatkan kenaikan sebesar 24,36 persen.

Bupati Sri berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk terus bersinergi membangun Berau yang lebih maju dan sejahtera.

“Saya terus mendorong seluruh elemen untuk bekerja sebaik-baiknya, memperkuat kolaborasi, dan menjaga semangat dalam membangun daerah ini,” pungkasnya. (MK)

Editor: Susanto

Kades Liang Ulu Usulkan Jalan Penghubung ke Kota Bangun Ilir Jadi Prioritas Pemkab Kukar 2026

TENGGARONG – Kepala Desa (Kades) Liang Ulu, Mulyadi, menegaskan bahwa pembangunan jalan penghubung antara desanya dengan wilayah Kota Bangun Ilir menjadi usulan prioritas yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk tahun anggaran 2026.

Usulan tersebut, kata Mulyadi, merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendorong peningkatan infrastruktur dasar dan memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama untuk mendukung aktivitas warga di sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Kami sangat berharap bisa segera membangun jalan penghubung dari Kota Bangun Ilir ke Desa Liang Ulu. Jalur ini sangat penting karena akses lama, yaitu Jalan Awang Long yang berada di pinggir sungai, sudah lama tidak aktif,” ujar Mulyadi, saat ditemui belum lama ini.

Ia menyebutkan, keterbatasan infrastruktur selama ini membuat masyarakat Desa Liang Ulu harus menggunakan akses jalan lain yang lebih jauh.Pembangunan jalan ini dinilai mendesak guna membuka isolasi wilayah dan memperlancar mobilitas barang dan orang.

Menurut Mulyadi, usulan pembukaan akses jalan ini sebenarnya sudah diajukan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini, belum juga terealisasi di tingkat kabupaten.

“Warga sangat membutuhkan pembanguna kembali jalan ini. Kami berharap Pemkab Kukar bisa memasukkan pembangunan jalan ini ke dalam skala prioritas 2026,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Desa Suka Maju Serius Garap Wisata Alam Gua Batu Gelap

TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengambil langkah strategis, dalam mengembangkan potensi wisata alam di wilayahnya. Salah satu destinasi yang tengah disiapkan untuk dikelola secara serius adalah Gua Batu Gelap. Gua alami dengan struktur unik dan potensi wisata edukatif yang menjanjikan.

Kepala Desa (Kades) Suka Maju, Kuswara, menyebutkan bahwa Gua Batu Gelap memiliki daya tarik tersendiri, terutama karena struktur guanya yang memiliki 34 pintu dan saling terhubung. Hal ini memberikan pengalaman eksplorasi yang berbeda bagi para pengunjung.

“Kalau kita masuk dari pintu satu, bisa keluar di pintu lainnya. Ini yang membuat gua ini sangat menarik dan banyak dikunjungi kalangan mahasiswa pencinta alam,” terang Kuswara, Jumat (16/5/2025).

Kuswara mengatakan bahwa Gua Batu Gelap merupakan formasi batu gamping yang alami, lengkap dengan ornamen gua yang masih terjaga keasliannya. Pesona ini telah menarik perhatian berbagai kalangan, namun pengelolaan yang lebih terarah dinilai penting agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.

Tahun ini, Desa Suka Maju menetapkan sektor pariwisata sebagai program prioritas. Langkah awal yang dilakukan adalah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta membenahi sarana prasarana penunjang di sekitar kawasan gua.

“Kami sudah mengajukan permohonan jaringan listrik PLN ke lokasi gua. Rencananya, nanti kami juga akan membangun gazebo-gazebo untuk tempat beristirahat pengunjung,” jelasnya.

Pembangunan akses jalan menuju kawasan gua pun telah dimulai sejak tahun lalu. Menurut Kuswara, sekitar dua kilometer jalur menuju gua telah disemenisasi pada 2024, memudahkan kendaraan maupun pejalan kaki menuju lokasi.

Dengan pengembangan yang berkelanjutan, Kuswara berharap wisata Gua Batu Gelap tak hanya menjadi daya tarik wisata alam, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian desa melalui partisipasi warga dalam sektor wisata lokal.

“Kami ingin wisata ini membawa manfaat luas bagi masyarakat desa. Dan kami juga berharap dukungan semua pihak untuk menjaga kelestarian kawasan ini,” ujarnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Desa Rapak Lambur Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Tingkat Kecamatan Tenggarong

TENGGARONG – Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-12 tingkat Kecamatan Tenggarong.

Kepala Desa (Kades) Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan. Untuk menyukseskan agenda keagamaan tahunan ini. Menurutnya, kesiapan teknis maupun lokasi pelaksanaan telah memasuki tahap akhir dan hanya tinggal menunggu hari pelaksanaan.

“Alhamdulillah, desa kami siap menjadi tuan rumah MTQ ke-12 Kecamatan Tenggarong. Kami sudah siapkan segala sesuatunya, mulai dari arena hingga pemondokan. Tinggal menunggu hari H dan penempatan final untuk masing-masing arena,” ungkap Yusuf, Jumat (16/5/2025).

Ia menjelaskan, setidaknya lima titik lokasi telah disiapkan sebagai arena MTQ, di antaranya SD setempat, Balai Pertemuan Umum (BPU) kantor desa, lapangan sepak bola yang akan dijadikan panggung utama, serta beberapa mushola yang siap digunakan untuk cabang-cabang lomba.

“Untuk arena utama kami siapkan di lapangan bola. Sementara arena tambahan lainnya disebar di fasilitas-fasilitas desa agar pelaksanaan bisa berjalan lancar dan nyaman,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pihak desa juga telah menyiapkan pemondokan bagi kafilah yang membutuhkan tempat menginap. Namun demikian, pemanfaatan pemondokan tetap menyesuaikan kebutuhan masing-masing desa dan kelurahan peserta.

“Pemondokan juga sudah kami siapkan, tinggal nanti disesuaikan dengan kebutuhan peserta dari desa atau kelurahan lain. Tapi yang pasti kami sudah siap,” tegas Yusuf. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Melawan Zona Nyaman: Visi dan Aksi Neni Moerniaeni Bangun Bontang

Oleh: Agus Susanto

Di tengah kondisi fiskal yang serba terbatas dan kebutuhan publik yang terus meluas, Kota Bontang membutuhkan pemimpin yang bukan hanya paham angka, tetapi juga berani mengambil posisi.

Pada pertemuan eksklusif bersama Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni belum lama ini, saya kembali menangkap semangat lama yang tak pernah padam: semangat membenahi dari akar, membangun tanpa basa-basi, dan menegakkan prinsip efisiensi dalam setiap rupiah yang dikeluarkan negara.

Dalam obrolan panjang dan terbuka, Neni berbicara tegas soal loyalitas ASN, penghematan belanja seremonial, serta perlunya menempatkan kembali rakyat sebagai pusat dari seluruh program pembangunan.

“Masalah demokrasi itu sudah lima tahunan, sekarang saatnya move on. Loyalitas kita ke negara,” katanya membuka diskusi.

Pandangan ini bukan sekadar retorika. Ia sudah membuktikannya lewat kebijakan: memangkas anggaran bimtek yang tidak berdampak, menghentikan program orientasi lapangan yang hanya menghabiskan dana, dan menolak pengadaan yang tidak menyentuh kebutuhan rakyat.

Ia mencontohkan pelatihan-pelatihan sederhana tetapi berdampak besar: kursus barista, menjahit, atau sekolah memasak. “Kalau bisa sekolah satu bulan dan pulang jadi ahli, kenapa harus bimtek miliaran rupiah tanpa hasil?” katanya.

Ia bahkan menyebut angka—Rp10 juta per peserta bimtek, dibayarkan untuk kegiatan yang tidak mengubah apa pun. Bandingkan dengan pelatihan satu bulan di Bali atau Kediri yang hanya Rp4 juta, tetapi menghasilkan SDM siap kerja.

Dalam ruang kerjanya yang mulai tertata rapi, saat kami berbicara, ia menyampaikan satu kalimat yang kuat: “Sekarang bukan saatnya jalan-jalan. Ini saatnya kerja nyata,” tegasnya.

Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni saat menerima kunjungan Tim Media Kaltim dan menunjukkan dukungannya terhadap gelaran Media Kaltim Nusantara Fun Run 2025.

Pesan itu tak hanya diarahkan ke jajarannya, tetapi juga kepada semua pemegang anggaran. Neni juga terang-terangan mengkritik rendahnya SPM (Standar Pelayanan Minimal) Kota Bontang yang justru di bawah Mahakam Ulu. Penyebabnya? Lagi-lagi birokrasi yang terlalu sibuk dengan pelatihan tetapi abai pada pelaporan dan implementasi.

Untuk itu, ia mendorong program berbasis kelurahan dan RT: “Tengok Tetangga”, sebuah inisiatif untuk menurunkan angka stunting dan kematian ibu.

Setiap ibu hamil akan dipantau, stiker informasi akan dipasang di rumah, dan RT akan menjadi bagian dari sistem pengawasan kesehatan masyarakat.

Ia juga menggagas subsidi Rp300 ribu per bulan untuk warga miskin, memastikan mereka bisa membeli beras dan telur setiap bulan. “Saya enggak mau tahu, itu amanat konstitusi. Negara wajib hadir,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Neni mendorong kebijakan yang memperkuat urban tourism, menata Masjid Terapung, membersihkan gedung-gedung kota, dan menyiapkan rencana jangka menengah yang berpihak pada estetika dan kenyamanan warga.

Ia juga mendorong pembentukan koperasi produksi untuk mengamankan suplai telur dan ayam—sejalan dengan program nasional ketahanan pangan.

Khusus untuk RT, ia bahkan sudah mematok anggaran hingga Rp200 juta per RT, dengan insentif yang terus ditingkatkan. Tetapi semuanya disertai syarat: harus terarah, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Saya enggak mau lagi urban farming yang gagal, harus ada hasil. UMKM juga harus punya produk yang jalan,” ujarnya.

Dari balik meja kerja di ruangannya, Neni memang tidak sedang beretorika. Ia mengatur ulang fondasi pemerintahan. Bukan hanya memoles permukaan, tetapi mengubah cara kerja dan cara berpikir birokrasi.

Kini saatnya semua elemen Kota Bontang bergerak dalam satu frekuensi: efisiensi, produktivitas, dan keberpihakan. “Kita ini bukan di zona nyaman lagi. Kita sedang diuji, dan kota ini menunggu karya kita,” tutupnya. (*)

Mods May Day Bervespa Nusantara #2 Siap Digelar, Usung Tema Budaya hingga Ekonomi Kreatif

0

PPU – Komunitas scooterist dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul di Lapangan Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam ajang Mods May Day Bervespa di Nusantara #2, yang akan digelar pada 17–18 Mei 2025. Acara ini menjadi bentuk perayaan budaya Mods, gaya hidup retro, sekaligus ajang silaturahmi antar komunitas Vespa di seluruh Nusantara.

Ketua Panitia Mods May Day #2, Rasid, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada komunitas Vespa, tetapi juga ingin memberikan ruang ekspresi bagi seni, budaya, dan ekonomi kreatif di PPU, khususnya wilayah Sepaku.

“Mods May Day ini adalah momen silaturahmi antar scooterist, tapi juga kami jadikan sebagai platform memperkuat pariwisata budaya dan gerakan sosial. Kami ingin Sepaku dikenal sebagai tuan rumah yang kreatif dan ramah komunitas,” ujar Rasid, Rabu (15/5/2025).

Dalam gelaran tahun ini, Mods May Day menghadirkan konsep yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan pertama. Selain exhibition Vespa klasik dan modifikasi, juga akan digelar Rolling City, expo UMKM, pembagian sembako, live music, fun games, serta berbagai aktivitas sosial.

Rasid menjelaskan bahwa acara ini menargetkan partisipasi ratusan scooterist dari berbagai provinsi di Indonesia. “Antusiasme luar biasa datang dari komunitas Vespa se-Kalimantan Timur. Dukungan Camat Sepaku dan berbagai sponsor lokal juga memberi semangat besar bagi panitia,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar dalam persiapan acara adalah terkait penggalangan dana, logistik, serta pengamanan acara yang melibatkan komunitas lintas daerah.

Mods May Day sendiri diharapkan bisa menjadi agenda tahunan komunitas scooterist Sepaku. Rasid menyebut panitia memiliki visi jangka panjang agar kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat.

“Harapan kami, Mods May Day tidak hanya jadi hiburan, tapi juga wadah edukasi dan penguatan kolaborasi generasi muda. Semoga ini jadi langkah positif untuk mempromosikan Sepaku sebagai destinasi budaya alternatif di PPU,” tutupnya.

Penulis: Robbi Lalat

Rayakan 25 Tahun Berkarya, WALI Gelar Tur Asia Bertajuk “Cari Jodoh ke Asia”

0

JAKARTA – Grup musik pop rock melayu Indonesia, WALI siap menggelar konser keliling lima negara di Asia di antaranya Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, dan Jeddah Arab Saudi.

CEO We Offer Wonders (WOW) Arief Darussalam selaku promotor mengungkapkan bahwa konser ini digelar dalam rangka merayakan 25 tahun perjalanan bermusik grup band WALI.

“Ini hasil dari diskusi kami dengan teman-teman WALI. Setelah sekian lama konser di berbagai daerah di Indonesia, kita merasa sekarang saatnya membawa karya mereka ke panggung yang lebih luas, yaitu Asia,” kata Arief dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Ia menjelaskan, pemilihan nama tur “WALI Cari Jodoh ke Asia” dipilih sebagai strategi komunikasi yang unik dan dekat dengan karakter WALI yang dikenal humoris namun memiliki karya yang penuh makna seperti pesan moral dan spiritual, serta memiliki hubungan nilai-nilai kehidupan.

Pihaknya berharap tur ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga bisa mempererat hubungan antara musisi Indonesia dengan penggemar di luar negeri.
Dengan tur ini, WALI tak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menunjukkan kesiapan mereka untuk menjangkau pasar internasional dan membawa semangat musik Indonesia ke kancah regional.

Arief mengungkapkan, perayaan 25 tahun berkarya WALI akan kembali membawakan lagu-lagu yang pernah populer seperti “Cari Jodoh”, “Yank”, “Cari Berkah”, “Nenekku Pahlawanku”, hingga “Doaku Untukmu Sayang”.

Ia menyampaikan, lagu “Orang Bilang” berhasil mendapat penghargaan empat kali Platinum di tahun 2008.

Kemudian lagu “Cari Jodoh” dan “Ingat Sholawat” juga mendapat penghargaan bergengsi di tahun 2009.

Arief menambahkan, tur akan dimulai di Jepang pada 13 Juli 2025 dan berakhir di Jeddah, Arab Saudi pada November 2025.
“Untuk mengobati rindu dengan lagu-lagu yang pernah populer, WALI akan konser untuk menyampaikan cinta dan kehangatan kepada penggemar yang sudah merindukan kampung halaman di Indonesia,” katanya. (ANT/KN)

Rupiah Menguat, Dipicu Harapan Kesepakatan Tarif AS-Asia

0

JAKARTA – Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi harapan atas kesepakatan baru antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara Asia terkait persoalan tarif.
Beberapa negara yang dimaksud adalah Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Jepang.

“Rupiah dan mata uang Asia pada umumnya menguat terhadap dolar AS oleh harapan kembali terjadinya kesepakatan baru negara-negara Asia dengan AS,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Mengutip Anadolu Agency, Jepang disebut telah mengusulkan kerja sama dengan AS dalam pembuatan kapal sebagai bagian dari negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung. Usulan ini dimaksudkan sebagai alat tawar-menawar untuk meringankan tarif AS terhadap Jepang yang sebesar 25 persen untuk ekspor mobil dan 24 persen untuk berbagai barang lainnya.

Terkait Korsel, disebutkan bahwa tarif yang diberlakukan AS menciptakan situasi serius di Negeri Ginseng. Karena itu, Korsel akan melanjutkan negosiasi dengan AS secara tertib (in an orderly manner).

Pembicaraan perdagangan antara kedua negara tersebut sedang berlangsung pasca pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 25 persen terhadap Korsel, yang sementara dikurangi menjadi 10 persen selama 90 hari hingga 8 Juli 2025.

Mengenai Taiwan, AS mengenakan tarif sebesar 32 persen yang kemudian dikurangi menjadi 10 persen selama 90 hari.

Pemimpin Taiwan Lai Ching-te mengatakan bahwa pihaknya takkan membalas dan akan meningkatkan impor dari AS, serta menumbuhkan investasi di Negeri Paman Sam, serta membantu dalam pengurangan defisit perdagangan AS.

“Ada asumsi spekulasi apabila untuk mencapai kesepakatan, AS mewajibkan negara-negara yang bersangkutan untuk menguatkan mata uang mereka,” ucap Lukman.

Salah satu tujuan AS meminta penguatan kurs negara terkait untuk mengurangi keuntungan dari manipulasi mata uang (currencymanipulator). “Selama ini kan AS suka mencap negara-negara dengan surplus besar terhadap AS sebagai currency manipulator,” kata dia.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta menguat sebesar 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.529 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.562 per dolar AS
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kami juga menguat ke level Rp16.535 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.568 per dolar AS. (ANT/KN)

Tom Lembong: Tak Bisa Dihukum Jika Tak Ada Aturan yang Dilanggar

0

JAKARTA — Mantan Menteri Perdagangan periode 2015–2016, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, menegaskan bahwa seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika tidak terdapat aturan hukum yang dilanggar. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat jeda sidang kasus dugaan korupsi impor gula di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Tom mengaku heran atas penilaian jaksa yang menyebut tindakannya “tidak layak” meskipun tidak secara eksplisit melanggar aturan.

“Saya agak terheran-heran, karena setahu saya, saya diadili atas dasar apakah saya melanggar hukum atau tidak, bukan atas dasar apakah tindakan saya layak atau tidak layak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa prinsip dalam hukum pidana mensyaratkan adanya aturan hukum yang dilanggar agar seseorang bisa dijatuhi hukuman.

“Setahu saya, dalam KUHP atau hukum pidana, seseorang tidak bisa dihukum kalau aturan yang dilanggarnya tidak ada,” tambahnya.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa tidak terdapat regulasi yang secara tegas memperbolehkan maupun melarang impor Gula Kristal Mentah (GKM) untuk diolah menjadi Gula Kristal Putih (GKP). Berdasarkan kesaksian dua pihak, yakni mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan mantan Direktur Impor Indrasari Wisnu Wardhana, disebutkan bahwa selama tidak ada pelarangan eksplisit, impor GKM diperbolehkan.

“Jaksa penuntut bilang itu mungkin tindakan tidak layak. Tapi yang menjadi dasar pertimbangan di persidangan adalah, apakah ini melanggar aturan atau tidak, bukan soal layak atau tidak layak,” tegas Tom.

Dalam perkara ini, Tom Lembong didakwa melakukan tindakan yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp578 miliar, karena memberikan izin impor GKM yang dinilai menguntungkan pihak lain maupun korporasi.

Ia didakwa melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Wapres Gibran: Petugas Haji Harus Prioritaskan Jemaah Lansia

0

MEDAN – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta petugas haji memprioritaskan layanan terhadap jemaah lanjut usia (lansia), saat meninjau Asrama Haji Medan, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Kamis (15/5/2025).

Sebagaimana keterangan pers yang diterima, Kamis, Wapres menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai rapat kabinet.

“Di setiap rapat ataupun sidang kabinet, Pak Presiden selalu memerintahkan kami, selaku pembantunya dan para Menteri, termasuk para Menteri yang ditunjuk khusus, untuk memastikan ibadah haji ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wapres berbincang langsung dengan para jamaah untuk menanyakan layanan yang diberikan oleh petugas haji. Gibran juga memberi perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia yang turut serta dalam keberangkatan kali ini.

“Tadi saya berjumpa dengan beberapa Bapak, Ibu yang kebetulan usianya di atas delapan puluhan tahun. Ini saya titip untuk para petugas, pendamping, agar Bapak, Ibu yang sudah lansia ini diprioritaskan,” ucapnya.

Wapres juga mengingatkan pentingnya kesiapan dan kecepatan para petugas dalam merespons berbagai kebutuhan jemaah, termasuk apabila ada kondisi khusus yang memerlukan perhatian segera.

“Jadi Bapak, Ibu jika nanti di sana ada kendala, membutuhkan obat, atau pun makanan-makanan tertentu, mungkin di sini ada pantangan ini, pantangan makan itu, nanti langsung disampaikan ke petugas. Yang jelas, petugas nanti harus siap, sigap, gerak cepat untuk membantu Bapak, Ibu yang sedang beribadah ini,” katanya.

Gibran yang didampingi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung kesiapan fasilitas dan layanan yang diberikan kepada calon jemaah haji sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga menyapa 359 calon jemaah haji asal Batubara dan Medan yang tergabung dalam Kloter 12.

Selain meninjau kesiapan di dalam negeri, Wapres juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mengupayakan peningkatan kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci, termasuk terkait biaya dan akomodasi.

Salah satu inisiatif yang tengah diupayakan adalah pembangunan kampung haji di Arab Saudi.

“Ini Pak Presiden sendiri ada concern terkait biaya haji. Lalu kemarin juga ada instruksi untuk segera mendirikan kampung haji di sana untuk memudahkan Bapak, Ibu semua ketika nanti beribadah biar lancar semua dan kembali dalam keadaan sehat,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah, Wapres mendorong agar Pemprov Sumut dapat mengajukan fasilitas jalur “fast track” untuk mempercepat dan mempermudah proses keberangkatan jemaah haji.

“Saya minta Pak Gubernur, ya, nanti mungkin bisa mengajukan fasilitas fast track ke kedutaan dan koordinasi dengan Kementerian Agama,” ujar Wapres.

Gibran pun mendoakan para jamaah agar diberi kelancaran selama beribadah dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur. (ANT/KN)