Beranda blog Halaman 425

Kafe Literasi Terobosan Diarpus Tingkatkan Minat Baca di Kukar

TENGGARONG — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong berbagai inovasi, untuk menghidupkan budaya literasi di tengah masyarakat. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti, saat ini Diarpus tengah bersiap untuk menghadirkan Kafe Literasi.

Program ini dirancang untuk menghadirkan ruang literasi yang lebih inklusif, menarik, dan kontekstual, terutama bagi generasi muda dan masyarakat umum.

“Kafe Literasi akan menjadi ruang interaktif yang tidak hanya menghadirkan buku, tapi juga suasana santai yang mendukung kegiatan membaca, berdiskusi, pelatihan menulis, hingga menyimak podcast edukatif,” ungkap Rinda, Sabtu (16/5/2025).

Konsep kafe ini diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap perpustakaan. Dari tempat yang kaku menjadi ruang yang hangat, kreatif, dan terbuka bagi semua kalangan.

Tak hanya itu, Rinda juga memaparkan rencana pengembangan Taman Pintar, sebuah wahana literasi tematik yang menyasar anak-anak dan pelajar. Taman ini akan mengusung pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), dengan mengangkat isu-isu lokal seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga lingkungan hidup.

“Dengan taman ini, anak-anak akan belajar melalui pengalaman langsung. Literasi itu tidak hanya tentang membaca buku, tapi juga tentang kemampuan memahami, menghubungkan, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sebagai pelengkap, Diarpus juga akan mengembangkan berbagai program penunjang, seperti kegiatan mendongeng, kelas kreatif, pemutaran film edukatif, hingga pelatihan keterampilan berbasis literasi digital dan media audio-visual.

Rinda menekankan bahwa tujuan utama dari seluruh inisiatif ini bukan hanya meningkatkan angka literasi secara statistik, melainkan mengubah literasi menjadi budaya hidup masyarakat Kukar.

“Jika literasi tumbuh, maka akan lahir generasi unggul dan berdaya saing dari Kutai Kartanegara. Inilah yang menjadi fokus kami,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Diarpus Kukar Bangun Ekosistem Literasi Modern, dari NPP hingga Taman Pintar

TENGGARONG — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah berupaya membangun ekosistem literasi yang lebih kuat, dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti, menegaskan bahwa literasi bukan sekadar soal membaca. Tetapi harus didukung oleh infrastruktur yang memadai, pengelolaan perpustakaan yang profesional, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Pengembangan perpustakaan dan peningkatan kesadaran literasi harus sejalan dengan pembenahan fasilitas dan sumber daya arsip yang lengkap dan representatif,” ujar Rinda, Sabtu (17/5/2025).

Salah satu fokus utama Diarpus saat ini adalah mendorong setiap perpustakaan baik itu yang berada di sekolah, desa, dan komunitas untuk memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Menurut Rinda, NPP merupakan identitas legal yang menjadi syarat dasar dalam mengikuti berbagai program literasi, termasuk lomba perpustakaan dan hibah dari pusat.

“Tidak cukup hanya membuat pojok baca atau memajang koleksi buku. Ada kriteria teknis yang harus dipenuhi, dan salah satunya adalah kepemilikan NPP yang diakui Perpustakaan Nasional,” jelasnya.

Dalam rangka memperluas jangkauan literasi, Diarpus juga menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk merancang program literasi terpadu. Kolaborasi ini melibatkan sekolah, komunitas baca, dan lembaga pendidikan nonformal.

“Kami sedang menyusun model kolaborasi yang mendorong kegiatan literasi langsung menyentuh masyarakat. Harapannya, budaya baca tidak hanya hidup di lembaga formal, tapi juga di lingkungan keluarga dan komunitas,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kunjungan Kapolri di Kaltim: Komitmen Serius, Tantangan Tak Kecil

Kehadiran kembali Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Samarinda selama dua hari, 16–17 Mei 2025, menandai perhatian serius pimpinan tertinggi Polri terhadap Kaltim. Ini bukan kunjungan pertama Kapolri ke Benua Etam. Dan setiap kali datang, pesannya jelas: Polri hadir lebih dekat, bekerja lebih nyata, dan memberi rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Peletakan batu pertama Aspol Glatik pada Sabtu (17/5) bukan sekadar seremoni infrastruktur, tetapi bentuk nyata komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Polri di Kaltim. Langkah ini patut diapresiasi.

Namun bagi warga Kaltim, harapan kepada Kapolri jauh lebih besar dari sekadar pembangunan fisik. Yang dibutuhkan adalah kehadiran Polri yang membumi—mengayomi, melindungi, dan menindak tegas tanpa pandang bulu siapa pun yang mengganggu ketertiban.

Dari pemberitaan MediaKaltim.com sepanjang 2025 mencatat sejumlah kasus besar yang menunjukkan betapa seriusnya tantangan keamanan di Kaltim:

  • 595 kasus narkoba, dengan 767 tersangka dan hampir 100 kilogram sabu berhasil disita. Salah satunya adalah pengungkapan sindikat narkoba di Balikpapan yang melibatkan jaringan antarprovinsi dan penyelundupan melalui jalur laut.
  • Kasus pembunuhan berencana yang menewaskan seorang pengusaha batu bara di Samarinda terjadi di depan tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol. Peristiwa ini melibatkan sembilan tersangka, termasuk otak pelaku yang diduga memesan pembunuhan karena konflik bisnis. Korban ditemukan tewas dengan luka tembak.
  • Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kabupaten, yang dibongkar oleh Polda Kaltim. Belasan unit kendaraan disita, dengan pelaku utama berstatus residivis.
  • Puluhan kasus premanisme dan kekerasan seksual, termasuk kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Samarinda dan kasus pelecehan di lingkungan pendidikan di Bontang yang memicu kemarahan warga.
  • Tambang ilegal di kawasan Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda (KRUS), di mana saat aparat datang, alat berat sudah lenyap. Ini memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan aktor besar di balik layar, yang hingga kini belum tersentuh.

Dalam konteks ini, Kapolri menegaskan bahwa Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) telah digelar serentak di seluruh Indonesia sejak 1 Mei 2025, termasuk di Kaltim. “Jika dia meresahkan masyarakat, maka instruksi kami: tindak tegas, tidak memandang bulu,” ujar Kapolri kepada wartawan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk gangguan Kamtibmas, dan menegaskan Polri akan bertindak cepat tanpa pandang latar belakang pelaku.

Namun, operasi tidak boleh hanya menjadi agenda tahunan yang tercatat di laporan, tapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Publik menanti dampak nyata—penurunan kriminalitas, pembongkaran jaringan, dan penindakan atas nama keadilan.

Apalagi, Kaltim kini bukan lagi sekadar daerah penghasil energi, tambang, dan kelapa sawit. Ia telah menyandang peran strategis sebagai penyangga langsung Ibu Kota Nusantara (IKN).

Artinya, stabilitas keamanan dan ketertiban di Kaltim akan menjadi cerminan kesiapan nasional dalam menyongsong perpindahan pusat pemerintahan.

Karena itu, wajar jika publik menuntut lebih dari Polri: hadir lebih cepat, bertindak lebih tegas, dan menyentuh langsung akar persoalan, bukan hanya gejalanya.

Yang ditunggu masyarakat adalah kehadiran nyata—di jalan-jalan, di perbatasan, di sekolah, di tambang, dan di sudut-sudut kota yang selama ini rawan tapi sepi pengawasan.

Kalau itu bisa dijawab, maka kepercayaan publik akan tumbuh. Bukan karena bangunan berdiri megah, tapi karena hukum tegak—tanpa pandang bulu. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Presiden Prabowo Tunjuk Muhaimin Iskandar Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto turut mengutus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan yang dijadwalkan pada Minggu (18/5) waktu setempat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo sempat menugaskan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi untuk berangkat ke Vatikan guna menghadiri pelantikan Paus Leo XIV.
“Malam ini saya bertolak menuju Vatikan untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV pada Minggu,” ujar Muhaimin Iskandar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Ia mengatakan misa pelantikan Paus Leo XIV rencananya dilaksanakan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

“Berdasarkan waktu tempuh, kami akan tepat waktu sampai di Vatikan,” katanya.

Misa pelantikan Paus Leo XIV akan menandai awal resmi masa kepausan Kardinal Robert Francis Prevost, yang terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada 8 Mei 2025, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.

Dalam misa tersebut, Paus Leo XIV akan menerima dua benda simbolis sebagai bagian dari tradisi pelantikan.

Misa tersebut diagendakan untuk disaksikan oleh keluarga kerajaan, para pemimpin dunia, dan umat Katolik dari berbagai negara.

Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, menjadi Paus pertama asal Amerika Serikat dan merupakan Paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik Roma. (ANT/KN)

Hasto Bantah Dirinya Aktor Intelektual dalam Kasus Suap Harun Masiku

0

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto terkejut setelah mendengar kesaksian dari penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Budi Raharjo, yang menyebut dirinya sebagai aktor intelektual dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku.

Dalam keterangannya, Hasto menekankan bahwa keterlibatannya dalam proses pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku hanya sebatas menjalankan hak konstitusional sebagai bagian dari partai politik dengan mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung (MA).

“Saya agak kaget juga disebut sebagai aktor intelektual, hanya karena memberikan suatu arahan, kemudian melaporkan,” ujar Hasto saat ditemui di sela-sela persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Jumat (16/5/2025).

Hasto menyatakan bahwa langkah hukum yang diambil PDIP, yakni mengajukan permintaan fatwa ke MA, merupakan proses kelembagaan yang sah dan dijamin oleh hak konstitusional setiap warga negara maupun institusi.

“Sehingga bukan berarti yang mengeluarkan sprinlidik lalu dianggap sebagai aktor intelektual,” lanjut Hasto.

Lebih lanjut, Hasto juga menyampaikan keheranannya atas kehadiran penyelidik KPK sebagai saksi dalam persidangan.

Ia mempertanyakan dasar legal penyelidik tersebut untuk bersaksi, karena menurutnya, penyelidik itu tidak secara langsung melihat, mendengar, atau mengalami sendiri kejadian yang dipermasalahkan.

Ia menilai bahwa pernyataan Arif dalam persidangan bersifat subjektif dan tidak berdasarkan fakta empiris yang dialami langsung oleh yang bersangkutan.

“Bahkan bisa dikategorikan suatu konstruksi dengan tujuan-tujuan tertentu, yang pasti itu memberatkan saya,” kata Hasto.

Sebagai latar belakang, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan di hadapan majelis hakim, Arif menyebut bahwa Hasto adalah aktor intelektual dalam kasus tersebut.

Kesimpulan itu disusun berdasarkan keterangan dari mantan kader PDIP, Saeful Bahri, serta dari sejumlah bukti percakapan dan petunjuk lain yang ditemukan oleh tim penyelidik sebelum dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020 dalam perkara suap yang melibatkan Harun Masiku.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Sprinlidik KPK Diduga Bocor, Disorot di Sidang Kasus Hasto Kristiyanto

0

JAKARTA – Sidang perkara dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menyeret Harun Masiku dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali mengungkap fakta mengejutkan.

Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Budi Raharjo, memberikan kesaksian yang menyiratkan adanya kebocoran dokumen rahasia berupa surat perintah penyelidikan (sprinlidik), yang diduga sampai ke tangan kader partai politik.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (16/5/2025), jaksa penuntut umum KPK menanyakan bagaimana dokumen sprinlidik bisa beredar di ruang publik dan bahkan ditampilkan dalam sebuah acara talkshow televisi oleh seorang politisi.

“Ini sempat muncul di media, dibawa oleh salah satu politisi masuk di suatu talkshow tapi bahwa bisa dijamin dokumen-dokumen itu memang kembali lagi sifatnya rahasia ya saksi? Karena bisa dicek lah di media, di google ini ada salah satu politisi heboh-heboh memperlihatkan kepada publik bahwa sprinlid yang dilakukan oleh tim, saksi dan tim ini, kok bisa ke mana-mana? Bisa muncul?” tanya jaksa KPK.

Jaksa juga menekankan bahwa seharusnya dokumen sprinlidik hanya digunakan untuk kepentingan tugas dan tidak disebarluaskan.

“Padahal faktualnya itu, apakah demikian yang saksi juga sempat baca bahwa, bisa saksi tegaskan bahwa sprinlid yang saksi pegang itu memang hanya untuk kebutuhan tugas dan tidak disebarluaskan untuk khalayak umum?” lanjutnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Arif menjelaskan bahwa dirinya memang pernah diperiksa oleh Dewas KPK terkait hal tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh dokumen, termasuk sprinlidik dan surat tugas (springas), disusun dan dibawa sendiri olehnya.

“Betul bapak, jadi perlu saya sampaikan bahwa terkait dengan sprin lid itu, ketika muncul di media itu saya sempat diperiksa oleh Dewas. Di situ saya sampaikan bahwa yang menyiapkan dari awal untuk sprin lid, sprin gas, semua dokumen-dokuken itu saya sendiri. Jadi saya packing dengan clear view, itu ada mereknya juga. Dan itu saya bawa ke mobil, itu saya tempat kan di, saya selalu duduk di belakang sopir. Itu saya tempatkan di depan. Jadi kalau misalkan nanti terjadi OTT itu bisa langsung saya bawa, saya nggak bawa di tas, saya tempatkan di situ,” ujar Arif.

Ia mengaku mencurigai bahwa dokumen tersebut diambil tanpa izin, terutama setelah munculnya tayangan seorang kader PDIP yang memperlihatkan dokumen itu dalam acara televisi.

“Nah, ketika kemudian sprind lid itu ada di meja pada saat kami dilakukan pengamanan oleh tim eks KPK itu, saya tahu bahwa ini diambil tanpa sepengetahuan kami. Nah, kemudian, selesai kami melakukan ekspose untuk kasus itu dan naik ke penyidikan, nggak berapa lama, ada pemberitaan salah seorang dari kader PDIP, kemudian di dalam talkshow yang bapak sampaikan tadi menyampaikan mengibas-ngibaskan sprinlidik,” tutur Arif.

Arif bahkan mengatakan bahwa ia mengenali dokumen tersebut dari pelindung fisiknya.

“Pada saat itu saya mengenali, bahwa yang dia kibas-kibaskan itu masih ada tertera di situ merek clear view yang dipakai untuk melindungi sprin lid itu. Tapi ini masih dugaan saya bahwa malam itu memang saya melihat dari anggota di PTIK, karena ini ada dua, tapi saya nggak tahu apakah mereka berbagi dengan tim yang dibawa oleh eks penyidik itu, tapi mereka melakukan foto. Waktu mereka ngambil saya lihat, mereka memfoto sprinlidik itu,” imbuhnya.

Temuan dan dugaan tersebut, lanjut Arif, telah ia sampaikan kepada Dewas KPK.

“Nah, itu saya sampaikan kepada anggota Dewas pada saat itu, bahwa saya mengenali, itu yang ditunjukan itu adalah sprinlidik yang saya bawa pada saat itu. Saya nggak tahu bagaimana ceritanya, seorang, mungkin kader ya dari partai, dia memperlihatkan di hadapaan publik. Saya juga nggak tahu itu motifnya apa, tapi yang jelas, di kami itu ada keterikatan, ada hubungan lah,” jelas Arif.

Dalam kasus ini, Hasto Kristiyanto didakwa menghalangi proses penyidikan terhadap tersangka Harun Masiku. Ia disebut memerintahkan Harun untuk merendam telepon genggamnya agar tidak bisa dilacak oleh penyidik KPK ketika operasi tangkap tangan dilakukan pada 8 Januari 2020.

Selain itu, Hasto juga disebut menyuruh Harun tetap berada di kantor DPP PDIP agar menyulitkan pelacakan oleh KPK. Akibat perintah tersebut, Harun Masiku berhasil melarikan diri dan sampai sekarang masih berstatus buronan.

Jaksa juga mendakwa Hasto dengan tuduhan menyuap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, sebesar Rp 600 juta. Uang suap tersebut ditujukan agar Wahyu membantu memuluskan proses pergantian antarwaktu anggota DPR dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku dalam periode 2019–2024.

Jaksa menyebut bahwa tindakan ini dilakukan oleh Hasto bersama dengan orang kepercayaannya, yakni Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri, serta Harun Masiku sendiri. Saat ini, Donny sudah ditetapkan sebagai tersangka, Saeful telah divonis bersalah, sementara Harun Masiku masih buron.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Kapolri Dijadwalkan Kunjungi Samarinda, Resmikan Aspol dan Beri Bansos

0

SAMARINDA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diagendakan ke Samarinda (17/5) untuk memberikan santunan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat setempat serta meresmikan proyek pembangunan asrama polisi (Aspol).

“Bapak Kapolri akan melaksanakan sejumlah kegiatan di Samarinda untuk bantuan sosial dan peresmian asrama polisi yang terletak di Jalan Gelatik Samarinda,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Samarinda Inspektur Polisi Dua (Ipda) Ramli P Sianturi di Samarinda, Jumat (16/5/2025).

Sesuai jadwal, kegiatan Kapolri akan dimulai pada Sabtu (17/5) pukul 08.30 WITA di Jalan Gelatik, lokasi pembangunan Aspol. Di tempat tersebut, Kapolri Listyo Sigit melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan Aspol Gelatik.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Kapolri juga menyerahkan bantuan sumur bor secara simbolis kepada masyarakat di Samarinda.

Setelah rangkaian kegiatan di Jalan Gelatik, Kapolr Listyo Sigit dijadwalkan silaturahim dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud pada pukul 11.00 WITA.
Selanjutnya, pada pukul 13.00 WITA, Kapolri menghadiri Kongres Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Convention Hall GOR Kadrie Oening Samarinda.

“Sesuai informasi yang kami terima, setelah rangkaian kegiatan di Samarinda selesai, Bapak Kapolri langsung kembali ke Jakarta,” imbuh Ipda Ramli, mengonfirmasi bahwa tidak ada agenda kunjungan ke Balikpapan maupun Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangkaian kunjungan kerja kali ini.

Sebelumnya (16/5), Kapolri bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya jagung di Bone, Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam hal ketahanan pangan nasional.

Kapolri juga mengungkapkan bahwa panen raya di Sulsel merupakan rangkaian panen kuartal kedua, dengan puncak panen raya yang akan dilaksanakan serentak pada bulan Juni. Ia juga menyoroti lonjakan panen sebesar 39 persen dan pentingnya penyerapan hasil panen tersebut. (ANT/KN)

PDIP Instruksikan Kepala Daerah Dukung Program Pemerintah Prabowo

0

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menyampaikan kepada seluruh kepala daerah PDIP untuk menyukseskan program pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto. Pasalnya, PDIP menghormati apa yang pemerintah pusat lakukan selama ini.

“Saya kira iya. Kita juga menghormati apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat, yang sudah menjadi program nasional dan daerah harus menyukseskan,” kata Ganjar saat ditemui awak media di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Dia menjelaskan kepala daerah asal PDIP akan melakukan sinkronisasi dengan program pemerintah pusat. Maka itu, ketika membutuhkan pertolongan pemerintah pusat pun, para kepala daerah mudah berkomunikasi.

“Tinggal bagaimana menyinkronkan. Ketika ada kapasitas yang kurang, bagaimana kita menyelesaikan. Ketika ada problem muncul di daerah dan butuh pertolongan dari pusat, bagaimana cara kita berkomunikasi,” ujarnya.

“Dan ini menurut saya yang penting untuk kita bicarakan antara pusat dengan daerah, termasuk sebenarnya antara kepala daerah dengan DPRD. Sehingga pada saat kita membuat keputusan sama. Dan tentu dalam misi partai, kita punya tiga pilar. Ada struktural, ada eksekutif, ada legislatif,” sambung dia.

Menurutnya, dengan bersatunya tiga pilar di daerah akan membuat pelayanan yang bisa diberikan kepada rakyat jadi jauh lebih baik.
“Kalaulah di beberapa titik kita mempunyai tiga pilar ini, maka harapan kita mestinya pelayanan terhadap masyarakat bisa jauh lebih baik,” pungkas Ganjar. (ANT/KN)

Sejumlah Perusahaan Taiwan Tertarik Investasi di IKN

PENAJAM PASER UTARA – Sejumlah perusahaan asal Republik Tiongkok atau Taiwan tertarik menanamkan modal (investasi) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Sejumlah perusahaan Taiwan tertarik investasi di IKN,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat menjawab pertanyaan menyangkut kunjungan delegasi Taipei Economic and Trade Office (TETO ke IKN, di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat (16/5/2025).

“Tentunya kami sambut baik kunjungan TETO dan sampaikan kesiapan jalin kolaborasi jangka panjang,” katanya pula.
Otorita IKN sangat terbuka menyambut baik minat para investor Taiwan tersebut, diharapkan TETO dan para calon investor bisa segera membangun di IKN.

Kunjungan dan pertemuan tersebut, kata dia, mencerminkan ketertarikan investor global terhadap IKN sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia.

TETO juga menunjukkan komitmen dalam mempererat hubungan ekonomi dan teknologi, ujar dia lagi, yang berbasis pada nilai keberlanjutan dan inovasi.

Pembangunan IKN yang mengusung konsep kota pintar dan berkelanjutan, menurut Representative TETO Bruce Hung, sejalan dengan arah pengembangan teknologi dan kapasitas industri Taiwan.

TETO melihat peluang kerja sama investasi yang sangat positif di IKN, dan banyak perusahaan Taiwan tertarik untuk mendukung pembangunan infrastruktur, energi bersih, dan teknologi kota pintar di Nusantara.

“Taiwan siap jadi mitra strategis bagi Indonesia dalam merealisasikan visi IKN sebagai kota masa depan yang inklusif dan hijau,” katanya pula.

Ketertarikan sejumlah perusahaan Taiwan, untuk terlibat dalam pembangunan IKN sebagai kota pintar, khususnya dalam sektor transportasi, infrastruktur, teknologi dan energi, demikian Bruce Hung.

Perusahaan itu adalah China Airlines, Starlux Airlines, Sinotech Engineering Consultants, CECI Engineering Consultants, CTCI Construction Engineering Company, CPC Corporation, The Export-Import Bank of ROC (Taiwan), CTBC Bank, PT ACER Indonesia, ASUS, hingga Nam Liong Global Corporation. (ANT/KN)

Event Lari di IKN, tapi Dampaknya Nasional

Sudah dua minggu berlalu sejak Media Kaltim Nusantara Fun Run 2025 digelar di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN). Tapi cerita, semangat, dan jejaknya masih terasa.

Bukan cuma soal ribuan orang yang berlari, tapi tentang bagaimana satu event bisa menyatukan orang-orang dari berbagai daerah dalam satu semangat: ikut membangun narasi positif tentang IKN.

Respons publik di media sosial sangat jelas: antusias, bangga, dan puas. Banyak yang menulis dengan jujur, “Bangga jadi bagian dari sejarah,” atau “kapan lagi bisa lari di lokasi calon ibu kota negara.”

Unggahan mereka tersebar di TikTok, Instagram, Facebook, hingga YouTube. Dan itu terjadi tanpa kami minta.

Netizen juga memuji penyelenggaraan. Race pack rapi, medali eksklusif, panggung tertib, hingga shuttle disiapkan. Sebagian bahkan menyebut ini sebagai “standar baru fun run daerah.”

Yang lebih penting, mereka sadar event ini punya dampak ekonomi. UMKM ramai, hotel penuh, dan lokasi IKN jadi perbincangan.

Apakah semua sempurna? Tidak. Ada catatan dan itu wajar. Beberapa peserta mengeluh soal waktu tunggu shuttle bus, sinyal internet yang lemah, hingga pembagian race pack. Tapi mayoritas menyampaikannya sebagai masukan, bukan keluhan.

Dari hasil pemantauan media sosial yang kami kumpulkan selama dua minggu pasca-event, terlihat bahwa sebagian besar komentar dan interaksi bernada positif.

Sekitar 80 hingga 85 persen warganet menyampaikan apresiasi, testimoni positif, dan kebanggaan menjadi bagian dari event ini. Sekitar 10 hingga 15 persen komentar bersifat netral atau berupa saran membangun—seperti soal logistik dan akses transportasi. Sementara komentar negatif hanya berada di bawah 5 persen dan tidak mendominasi percakapan.

Ini bukan angka biasa, melainkan pencapaian besar untuk sebuah event perdana kami, berskala massal di wilayah yang masih dalam tahap pembangunan.

Pesan pentingnya jelas: IKN bukan lagi proyek yang asing di mata publik. Ia mulai menjadi tempat yang hidup, tempat yang bisa diisi dengan aktivitas, semangat, bahkan emosi kolektif seperti kegiatan Media Kaltim Fun Run.

Dan ya, ke depan kita perlu terus dorong agar kegiatan semacam ini rutin digelar. Bukan hanya untuk olahraga, tapi sebagai ruang kebersamaan, promosi daerah, hingga penguatan ekonomi lokal.

Kita tidak sedang membangun kota beton. Kita sedang mengisi ibu kota dengan cerita, jejak, dan partisipasi publik. Media Kaltim Nusantara Fun Run 2025 membuktikan: semua bisa terlibat. Tinggal kita rawat dan lanjutkan. (*)

Oleh: Agus Susanto, SHut, SH, MH