Beranda blog Halaman 424

Jadi Tuan Rumah HKG PKK Kukar 2025, Muara Badak Bidik Geliat Ekonomi

TENGGARONG – Kecamatan Muara Badak tengah bersolek, menyambut gelaran Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025.

Momentum tahunan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penghargaan terhadap peran kader PKK, tetapi juga menjadi pemantik geliat ekonomi lokal, terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penunjukan Muara Badak sebagai tuan rumah telah ditetapkan sejak pertengahan 2024, melalui Surat Keputusan (SK) Kabupaten. Namun, pelaksanaan persiapan baru berjalan efektif awal 2025, setelah SK panitia dan anggaran resmi turun.

“Kami memang sempat tertahan di awal karena belum ada kejelasan soal anggaran. Tapi sejak Januari, kami langsung tancap gas dengan berbagai persiapan teknis dan koordinasi,” ungkap Camat Muara Badak, Arpan, Senin (19/5/2025).

Rangkaian persiapan terus dimatangkan, mulai dari rapat koordinasi lintas sektor, pelaksanaan bimbingan teknis dari tim kabupaten, hingga finalisasi teknis yang digelar pekan ini. Arpan menyebut, pihak kecamatan bersama Tim Penggerak (TP) PKK dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, kini sudah siap menyelenggarakan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 2025.

Selain memfasilitasi kegiatan kader dan pelatihan pemberdayaan, HKG PKK tahun ini juga dirancang untuk memberi ruang besar bagi pelaku ekonomi lokal. Area di sekitar Kantor Camat Muara Badak akan dipenuhi stand Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dari 20 kecamatan serta berbagai pelaku UMKM yang menampilkan produk unggulan khas Kukar.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Kami ingin manfaat ekonominya terasa. Ada perputaran uang, ada semangat baru bagi pelaku usaha rumahan. Bahkan produk-produk lokal bisa dikenal lebih luas,” tutup Arpan. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Longsor di Desa Batuah Hancurkan 40 Rumah Warga, Jalan Sempat Terputus

TENGGARONG – Malam yang kelam berubah menjadi kepanikan di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Sabtu (17/5/2025) malam, tanah longsor besar meluluhlantakkan permukiman warga di KM 28 jalan poros Samarinda–Balikpapan. Setidaknya ada sekitar 40 bangunan rumah warga hancur karena peristiwa ini. Meninggalkan puing dan kekhawatiran yang belum mereda hingga kini.

Tanah merah yang labil menyapu rumah-rumah warga dan menyeret sebagian badan jalan utama. Akibatnya, lalu lintas sempat lumpuh, sebelum warga mengambil alih pengaturan jalan secara swadaya dengan sistem buka tutup. Antrean panjang kendaraan tak terhindarkan, sementara polisi yang datang hanya sesekali membantu.

“Sudah dari malam Minggu kami jaga jalan ini,” kata salah satu warga, sembari memantau arus kendaraan yang lewat perlahan di sela-sela tumpukan longsoran, Senin (19/5/2025).

Di tengah kerusakan fisik, kepanikan lain muncul. Retakan baru mulai terlihat di lereng yang tak jauh dari lokasi longsor utama. Ancaman longsor susulan menghantui, memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Wati, salah seorang korban longsor, mengungkapkan bahwa tanda-tanda bencana sebenarnya telah muncul jauh hari. “Awalnya cuma retak-retak. Tapi makin lama makin terasa rumah seperti goyang. Terakhir, rumah kami ambruk,” ujarnya dengan mata sembab.

Sementara itu, Ketua RT 25, Dusun Tani Jaya, Idris, menyebut bahwa warga sebenarnya sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah desa dan instansi terkait. Ia sendiri menjadi korban karena rumahnya turut terdampak.

“Ada rencana relokasi dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim). Lahannya masih di Dusun Tani Jaya juga. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Masih nunggu kajian kelayakan dari mereka,” terangnya.

Peneliti dari Universitas Mulawarman yang melakukan survei awal menyebut longsor sebagai bencana alam murni. Namun, di kalangan warga berkembang dugaan bahwa aktivitas pertambangan di sekitar desa turut memperburuk kondisi geologis tanah.

“Warga banyak bertanya-tanya, kok bisa separah ini. Ada yang curiga tambang di sekitar sini berpengaruh,” tambah Idris.

Semenjak kejadian ini, Idris mengaku pemerintah baik di tingkat kabupaten maupun provinsi telah melakukan peninjauan lokasi. Namun sampai saat ini warga masih belum menerima kepastian akan nasib mereka.

“Kasian warga, saya ini juga korban karena runah saya juga ikut ambruk. Kami minta langkah nyata, apalagi buat yang rumahnya sudah nggak bisa ditempati,” tutup Idris.

Menko Muhaimin Salami Paus Leo XIV di Vatikan

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar berjabat tangan dan berinteraksi langsung dengan Paus Leo XIV di sela-sela pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan.

“Kehangatan perjumpaan dengan Sri Paus bukan hanya bentuk penghormatan, tapi juga penegasan komitmen bersama untuk membangun dunia dengan semangat pelayanan, bukan dominasi. Cinta dan kasih sayang harus menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (18/5/2025).

Dalam pidatonya, Paus Leo XIV menyampaikan bahwa kasih adalah jalan sejati pelayanan. Paus Leo XIV menegaskan dunia yang lebih damai dan adil hanya bisa terwujud jika umat manusia membangun relasi atas dasar cinta, bukan kekuasaan.

Menurut Menko Muhaimin Iskandar, hal tersebut sejalan dengan kehadirannya yang membawa pesan resmi dari Presiden RI kepada Paus Leo XIV, berisi dukungan penuh dan harapan agar kerja sama Indonesia – Vatikan terus menjadi bagian penting dari upaya global dalam menjaga perdamaian, memperjuangkan hak-hak kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat miskin dan terpinggirkan.

“Harapan Paus Leo XIV untuk mempersatukan seluruh gereja Katolik dunia sebagai kekuatan yang menyembuhkan dan menyatukan adalah sebuah cita-cita luhur yang sesuai dengan tujuan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Muhaimin Iskandar.

Dia mengatakan salah satu fokus kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah menjaga kebhinnekaan sebagai pondasi utama persatuan dalam merealisasikan agenda kesejahteraan umum.

“Di tengah ketidakpastian global dan penuh konflik di berbagai wilayah dunia, harapan Sri Paus memberi ketenangan dan kepercayaan diri bagi seluruh masyarakat dunia. Momen ini bukan hanya seremoni keagamaan, tapi panggilan moral bagi seluruh pemimpin dunia untuk kembali menempatkan nilai-nilai kasih, kemanusiaan, dan keadilan sebagai inti dari pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” kata Muhaimin Iskandar.

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menkop Budi Arie Setiadi menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan, sebagai utusan resmi Presiden RI Prabowo Subianto. (ANT/KN)

Mantan Presiden AS Joe Biden Didiagnosis Kanker Prostat Agresif

ISTANBUL – Mantan presiden Amerika Serikat Joe Biden didiagnosis menderita kanker prostat “agresif” yang sudah menyebar ke tulangnya, demikian menurut pernyataan kantor pribadinya yang dikutip sejumlah laporan media.

“Pekan lalu, Presiden Joe Biden diperiksa karena temuan baru adanya benjolan di prostat setelah mengalami peningkatan gejala (masalah) saluran kemih,” ucap pernyataan tersebut, Minggu (18/5/2025).

Diagnosis kanker yang diderita Biden dikonfirmasi pada Jumat dan disebut memiliki nilai 9 dari 10 pada skala Gleason yang menentukan tingkat keparahan kanker prostat. Telah terjadi pula metastatis dari kanker prostat itu ke tulangnya.

“Meskipun nilai tersebut menunjukkan penyakit yang diderita bersifat lebih agresif, kanker tersebut tampaknya sensitif terhadap hormon, sehingga memungkinkan pengobatan yang efektif,” menurut kantor Biden.

Dalam pernyataan tersebut, disampaikan bahwa mantan presiden yang kini berusia 82 tahun tersebut bersama keluarganya tengah mempertimbangkan pilihan metode pengobatan yang akan ditempuh berdasarkan petunjuk tim dokter.

Joe Biden menjabat sebagai Presiden AS pada 2021 hingga 2025. (ANT/KN)

Tanjung Selor Diterjang Banjir Akibat Luapan Sungai Kayan, Ratusan Rumah Tergenang

0

TANJUNG SELOR – Ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), sekaligus ibukota Kabupaten Bulungan, Tanjung Selor, dilanda banjir akibat luapan Sungai Kayan sejak Minggu (18/5/2025) sore.

“Ini disebabkan tingginya debit air kiriman dari hulu Sungai Kayan, ditambah dengan curah hujan lokal di daerah hulu sungai,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Andi Amriampa di Tanjung Selor, Senin (19/5/2025)

Sebelumnya, kondisi serupa telah melanda Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, sejak Sabtu (17/5/2025), dimana air Sungai Kayan lebih dulu meluap dan merendam beberapa permukiman warga.

Pada hari ini ketinggian genangan air di Tanjung Selor bervariasi hingga 30 centimeter. Di beberapa area dataran rendah, ketinggian air bahkan mencapai 45 centimeter. Akibatnya sejumlah ruas jalan protokol utama di Tanjung Selor, seperti Jalan Kolonel Soetadji, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan Katamso, tidak luput dari genangan air.

Ratusan rumah warga di Tanjung Selor dilaporkan terendam banjir. Kendati demikian, kata dia, hingga saat ini warga masih bertahan di rumah mereka dan belum mengungsi.

Selain Tanjung Selor, lanjut dia, banjir juga meluas ke beberapa kecamatan lain di Kabupaten Bulungan. Di Kecamatan Peso mencakup Desa Long Bia (22 KK), Desa Long Peso (20 KK), Desa Muara Pangean (7 KK), Desa Long Lasan (1 KK), dan Desa Lepak Aru (5 KK).

Di Kecamatan Peso Hilir, banjir terdampak di Desa Long Bang, Desa Long Lembu, Desa Long Tungu, Desa Naha Aya (total 35 KK).

Kecamatan Tanjung Palas Barat terdampak di Desa Long Beluah (15 KK), Desa Mara Satu, Desa Mara Hilir. Lalu, Kecamatan Tanjung Palas banjir ikut terdampak di Desa Antutan, Desa Pejalin, Kelurahan Tanjung Palas Hilir.

Sementara di Tanjung Selor, Kelurahan Tanjung Selor Hulu dan Kelurahan Tanjung Selor Hilir terdampak.

BPBD mengkonfirmasi luapan Sungai Bahau telah terjadi sejak Kamis (15/5/2025) dan banjir di hulu Sungai Kayan mulai terpantau sejak Sabtu (17/5/2025). Kondisi ini diperburuk dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Peso.

Banjir mulai menggenangi permukiman warga di Kecamatan Peso pada Sabtu (17/5/2025) sekitar pukul 17.30 WITA, dan meluas ke daratan sejak pukul 03.00 WITA dini hari. Ketinggian air Sungai Kayan di Peso saat ini mencapai 8,20 meter.

“Teman-teman di BPBD Bulungan terus melakukan monitoring dan berkoordinasi aktif dengan aparat desa setempat dan tim kami juga sedang melakukan asesmen atau pendataan di lokasi-lokasi yang terdampak banjir,” ujar Andi Amriampa.

BPBD mengimbau masyarakat melalui berbagai kanal media untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk risiko banjir dan tanah longsor.

Masyarakat diminta untuk segera menghubungi BPBD atau instansi terkait lainnya apabila menghadapi situasi darurat. BPBD saat ini fokus pada pemantauan perkembangan situasi banjir dan berupaya menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak. (ANT/KN)

Presiden Argentina Javier Milei Menuduh Jurnalis Memukulnya dengan Mikrofon

BUENOS AIRES – Presiden Argentina Javier Milei menuduh seorang jurnalis televisi sengaja memukulnya dengan mikrofon, menurut laporan Sputnik pada Senin (19/5/2025).

Insiden itu terjadi setelah dia memberikan suara dalam pemilihan parlemen Buenos Aires.

Milei datang ke tempat pemungutan suara dan menyapa anggota komisi pemilihan. Salah satu dari mereka menolak menjabat tangannya, mengangkat jari, dan membuat gerakan negatif seperti terlihat dalam video yang disiarkan oleh C5N.

Ketika Milei dan saudara perempuannya meninggalkan tempat pemungutan suara, dia dikerumuni para jurnalis yang mengikutinya ke arah mobil. Seorang jurnalis terlihat memukul hidungnya dengan mikrofon.

Dalam video yang ditayangkan surat kabar La Nacion, Milei terlihat berhenti dengan marah. Dia menunjuk jurnalis itu dan berkata, “Anda sengaja memukul saya.” Sang jurnalis terdengar mengatakan: “Tidak, tidak.”

Milei sering mengkritik media Argentina. Dia hanya mau diwawancarai media asing dan jurnalis lokal yang dikenalnya secara pribadi. (ANT/KN)

Gangguan Teknis, Pesawat Haji Kloter 14 Kembali ke Kualanamu Setelah 40 Menit Terbang

0

MEDAN – Pesawat Garuda Indonesia yang membawa jamaah calon haji tujuan Jeddah, Arab Saudi, melakukan Return to Base/RTB (kembali ke bandara keberangkatan) di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Minggu (19/5/2025).

“Jadi kenapa diputuskan RTB oleh pilotnya, karena ada flap door untuk ruang avionics itu menyala (lampunya),” kata Kepala Bidang Angkutan Udara dan Kelayakan Udara Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan Muhammar Mukhtar di Deli Serdang, Minggu (19/5/2025).

Setelah pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Kualanamu, lanjut dia, kemudian para teknisi maskapai pelat merah itu melakukan pengecekan.

Dilaporkan, pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 3114 membawa 358 calon haji Kloter 14 Embarkasi Medan lepas landas di Bandara Kualanamu Deli Serdang, MInggu pukul 08.15 WIB.

Namun, setelah mengudara sekitar 40 menit atau pukul 08.55 WIB, pesawat Garuda Indonesia itu kembali mendarat di Bandara Kualanamu Deli Serdang.

“Setelah dicek memang agak sedikit longgar dan sudah ditutup kembali flap door-nya itu,” kata Muhammar.

Ia menjelaskan pintu ruang avionics ini terdapat di bagian bawah pesawat jenis Airbus A330.

“Mungkin karena angin atau apa itu. Yang namanya pesawat itu sangat sensitif,” ujar Muhammar Mukhtar.

General Manager PT Garuda Indonesia Wilayah Medan I Wayan Gilang Aditya Subawa memastikan Kloter 14 Embarkasi Medan kembali mengudara pukul 10.46 WIB di Bandara Kualanamu Deli Serdang.

“Setelah dilakukan penyesuaian jadwal terbang dari posisi keberangkatan awal pukul 08.15 WIB guna memastikan aspek keselamatan penerbangan terpenuhi,” ujarnya.

Menurut dia, keputusan responsif untuk kembali ke Bandara Kualanamu diambil oleh awak pesawat sebagai langkah preventif.
Hal ini setelah pilot in command mendapati salah satu komponen penunjang pesawat memerlukan pemeriksaan teknis lanjutan.

“Setibanya kembali di Bandara Kualanamu, kemudian dilakukan pengecekan oleh tim terkait, termasuk perbaikan pada komponen penunjang pesawat,” kata Gilang.

Kemudian, pengisian ulang bahan bakar pesawat turut dilakukan sebelum pesawat diberangkatkan, dan pelaksanaan prosedur inspeksi kondisi pesawat secara menyeluruh.

Selama proses berlangsung, lanjut dia, seluruh jamaah calon haji asal Sumatera Utara tetap berada di dalam kabin dalam kondisi aman, tenang, dan tertib.
“Layanan tambahan diberikan untuk menjaga kenyamanan jamaah selama menunggu,” tuturnya.

“Langkah ini merupakan wujud komitmen dalam memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan jamaah tetap menjadi prioritas utama sepanjang perjalanan ibadah haji,” kata Gilang Aditya. (ANT/KN)

Israel Kembali Kepung RS Indonesia, Pasien ICU Jadi Sasaran Serangan

GAZA – Tentara Zionis Israel kembali mengepung Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, dan menembakkan peluru tajam kepada siapapun yang terlihat bergerak di dalam maupun di dekat kawasan RS.

Menurut sumber medis, Ahad, pesawat nirawak Israel menembaki unit perawatan intensif RS, sehingga melukai seorang pasien di dekat fasilitas tersebut.

Sementara itu, RS Al-Awda di Tel Al-Zaatar, timur kamp pengungsi Jabalia di Gaza Utara, juga dilaporkan serupa dengan di RS Indonesia dan kondisinya semakin memburuk.

Sebelumnya, RS Lapangan Kuwait di Khan Younis pada Sabtu mengumumkan penangguhan semua tindakan operasi hingga waktu yang tak ditentukan karena kerusakan parah yang terjadi di RS tersebut akibat pengeboman Israel.

Pengurus RS itu melaporkan bahwa serangan tersebut tak hanya menyebabkan kerusakan parah di sejumlah bagian RS, namun juga melumpuhkan generator utama dan panel kendali listrik pusat.

RS tersebut menegaskan kembali desakan mereka terhadap organisasi internasional dan badan-badan terkait supaya dapat melindungi fasilitas medis dan memastikan hukum internasional, yang melarang serangan terhadap rumah sakit, tetap dijunjung semua pihak.

Dua hari yang lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 10.000 pasien, termasuk 4.500 kanak-kanak, di Jalur Gaza, memerlukan evakuasi medis yang mendesak. (ANT/KN)

Drama Hotel Royal Suite Balikpapan: Kontrak Dilanggar, Aset Tersandra

DULU bangunannya berdiri megah, di atas lahan strategis jantung Balikpapan Selatan. Bangunan bercat cokelat elegan dengan nama Royal Suite Hotel itu dulunya adalah Guest House kebanggaan Pemprov Kaltim—tempat menginap para tamu penting dari Samarinda dan Jakarta.

Kini, bangunan yang dulu dibanggakan itu terperangkap dalam lilitan tunggakan dan pelanggaran kontrak oleh mitra swasta, yaitu PT Timur Borneo Indonesia (TBI).

Semua ini bermula pada tahun 2003. Kala itu, Pemkot Balikpapan mengajukan permohonan untuk mengelola aset provinsi berupa lahan eks Tugu di wilayah selatan. Gubernur saat itu menyambut permohonan tersebut dengan syarat: Pemkot menyerahkan lahan pengganti seluas 1 hektare di dekat rumah jabatan Wali Kota.

Kesepakatan terjadi. Kertas diteken. Janji diucap. Tapi seperti banyak urusan birokrasi lainnya, perjalanan tak pernah benar-benar mulus. Bertahun-tahun kemudian, persoalan muncul: mana bukti kepemilikan? Mana sertifikatnya?

Sementara dokumen bolak-balik dari Balikpapan ke Samarinda, tanah eks Tugu pun telah berubah fungsi menjadi Kantor KPU Kota Balikpapan.

Lahan pengganti pun telah ditetapkan di Jalan Syarifuddin Yoes. Proses hibah akhirnya menyusul, tetapi hingga hari ini—dua dekade sejak janji itu diucapkan—statusnya masih menggantung.

Pada 2016, semangat baru ditiupkan ke bangunan tua itu. Pemprov Kaltim mengubah fungsinya menjadi hotel bintang tiga dengan menggandeng PT TBI. Janjinya menggiurkan: investasi swasta, pendapatan daerah, layanan profesional.

Perjanjian diteken. Kontribusi tetap dijanjikan. Laba 20 persen disepakati. Semuanya tampak ideal di atas kertas.

Namun, realitas tak seindah brosur hotel. PT TBI hanya membayar pada tahun pertama. Setelah itu? Tunggakan demi tunggakan menggunung, menyentuh angka Rp4,8 miliar pada tahun 2025.

Peringatan demi peringatan dari Pemprov Kaltim tak pernah dijawab tuntas. Yang datang hanya manajer hotel, bukan komisaris. Yang muncul hanya alibi, bukan itikad baik.

Dan ketika audit dilakukan oleh Komisi I DPRD Kaltim, tujuh kamar hotel ternyata disulap menjadi ruang karaoke dewasa dan bar alkohol.

Kontrak dilanggar. Fungsi diselewengkan. Aset publik digunakan untuk hiburan privat. Yang dulu dibangun untuk martabat pemerintah, kini berubah menjadi tempat hiburan malam.

Sebagai catatan pribadi, saya pun pernah beberapa kali menginap di hotel ini. Terakhir, sekitar tujuh tahun lalu, saat mengikuti seleksi anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Royal Suite. Saat itu, semuanya tampak berjalan normal. Fasilitas kamar masih cukup representatif, dan tak ada informasi maupun kesan bahwa hotel ini memiliki ruang karaoke atau pub seperti yang kini dipersoalkan oleh anggota DPRD Kaltim.

Royal Suite bukan sekadar hotel. Ia adalah cermin dari pengelolaan aset daerah yang tercecer. Bagaimana cerita tentang kemewahan yang dijanjikan, namun kemudian terjerat dalam lilitan janji kosong dan pelanggaran kontrak.

Gedungnya memang masih berdiri. Mungkin tamunya masih ada yang menginap. Tapi nilai moral dan hukumnya sedang disorot publik. Pemprov Kaltim telah resmi memutus kontrak dengan PT TBI dan meminta pengosongan secara sukarela. Namun, hingga kini, proses itu belum benar-benar tuntas.

Akankah Royal Suite diselamatkan? Waktu akan menjawab. Namun satu hal sudah pasti: sejarah telah mencatat satu bab penting dari perjalanan hotel ini—bahwa aset negara tidak bisa dikelola tanpa kehati-hatian. Dan kemewahan tanpa integritas, pada akhirnya, hanya akan menjadi beban bagi masa depan. (*)

Oleh: Agus Susanto

PSU Kukar Damai karena Elitenya Bijak, Mahulu Harus Siap Menyusul

Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kutai Kartanegara (Kukar) sudah selesai. Damai, tertib, dan dewasa. Tidak ada kegaduhan, tidak ada drama politik yang berlarut. Ini adalah bentuk paling nyata dari demokrasi yang matang. Kukar membuktikan bahwa Pilkada tak harus selalu gaduh.

Dengan ditetapkannya dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kukar terpilih pada 11 Mei 2025, maka kontestasi politik yang sebelumnya memanas telah tuntas secara konstitusional. Tak ada celah lagi untuk polemik. Yang tersisa adalah kerja bersama.

PSU Kukar yang digelar pada 19 April 2025 mencatatkan total partisipasi 374.371 suara. Paslon 01 Aulia–Rendi memperoleh 209.905 suara sah (57,27 persen), disusul Dendi–Alif dengan 105.073 suara (28,67 persen), dan Awang–Jaiz dengan 51.536 suara (14,06 persen). Suara tidak sah mencapai 7.857. Angka ini bukan sekadar statistik. Membuktikan legitimasi publik yang kuat.

Hanya dua kabupaten di Kaltim yang menjalani PSU: Kukar dan Mahakam Ulu (Mahulu). Kukar sudah selesai dengan elegan. Kini, Mahulu yang harus bersiap menyusul. PSU Mahulu dijadwalkan pada 24 Mei 2025. Ini bukan hanya soal teknis pemilu, tapi soal menjaga marwah demokrasi.

Kita tak bisa bicara soal sukses PSU Kukar tanpa menyebut sikap besar Edi Damansyah, calon petahana yang didiskualifikasi oleh putusan Mahkamah Konstitusi.

Edi tidak melawan. Ia tidak memprovokasi. Ia memilih legowo, memberi ruang kepada proses hukum berjalan, dan menjaga kondusivitas daerah. Inilah sikap yang patut diteladani.

Begitu pula calon lain. Awang Ya’coub Luthman secara terbuka mengucapkan selamat kepada Aulia–Rendi. Pasca PSU, melalui vedio yang disebarkan lewat media sosial, Ia menyatakan, “Selamat buat pasangan Aulia–Rendi yang telah mendapatkan suara terbanyak. Akhiri kompetisi, bangun sinergi, buat rekonsiliasi agar masyarakat Kukar bisa merasakan keadilan dan kesejahteraan.”

Dendi Suryadi, pesaing kuat lainnya, juga bersikap dewasa. “Kukar ini rumah kita bersama. Kalah menang sudah selesai, sekarang waktunya kita bantu yang menang untuk membuktikan janji-janji pembangunan,” ujarnya usai pleno.

Lebih dari itu, Marwan, Ketua Tim Pemenangan Dendi–Alif, menegaskan pihaknya tidak menggugat ke MK. “Kami menghormati keputusan pleno KPU. Setelah mendengar aspirasi masyarakat Kukar dan melakukan rapat internal, keputusan final kami adalah tidak menggugat ke MK,” tegasnya. Ini keputusan rasional.

Ini bukti bahwa Kukar punya elite politik yang sudah paham: demokrasi bukan soal ego pribadi. Ini soal kepentingan masyarakat. Soal bagaimana semua elemen kembali duduk bersama membangun daerah setelah pesta demokrasi usai.

KINI GILIRAN MAHULU
Tiga pasangan calon yang akan kembali bertarung dalam PSU Mahulu adalah: pasangan nomor urut 01 Yohanes Avun – Y. Juan Jenau, pasangan nomor urut 02 Novita Bulan – Artya Fathra Marthin, dan pasangan nomor urut 03 Angela Idang Belawan – Suhuk. Mereka semua harus menunjukkan sikap yang sama seperti yang telah ditunjukkan para kandidat di Kukar—menang dengan terhormat, kalah dengan bermartabat.

Saya ingin tegaskan: PSU Mahulu harus belajar dari Kukar. Jangan ada intimidasi, jangan ada agitasi. Jangan jadikan PSU sebagai alat mempertajam polarisasi. Semua pihak harus dewasa. KPU dan Bawaslu Mahulu harus bekerja independen. Aparat harus netral. Para kandidat harus siap menang dan siap kalah.

Mahulu memang punya tantangan geografis. Tapi tantangan moral dan sikap jauh lebih berat. Kalau elite-nya mampu menjaga sikap, masyarakat pasti ikut tenang.

Kepada warga Mahulu, jaga suara Anda. Kepada kandidat, jaga integritas Anda. Jangan biarkan PSU jadi panggung kegaduhan. PSU harus jadi catatan emas, bukan cacat demokrasi. Kukar sudah selesai dengan baik. Giliran Mahulu. Tunjukkan bahwa Kaltim bisa jadi contoh demokrasi damai di Indonesia. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.