Beranda blog Halaman 421

Presiden: Danantara Siap Investasi Proyek Energi Strategis

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyebut Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) siap berinvestasi pada proyek-proyek energi yang strategis di Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden mendorong adanya kolaborasi antara Danantara dengan investor dari luar negeri untuk bersama-sama menggarap proyek-proyek energi strategis di Indonesia.

“Saya mendorong semua pihak dari dalam dan luar negeri ini silakan anda masuk ke peluang-peluang yang kami berikan, dan kami juga sudah siapkan dana investasi yang besar, yaitu Danantara Indonesia yang juga siap berinvestasi secara strategis dalam proyek-proyek energi yang tersedia bersama-sama kawan-kawan di luar negeri untuk mendorong kebutuhan kita,” kata Presiden Prabowo saat berpidato dalam acara pembukaan Konvensi dan Pameran Tahunan Ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA Convex) Tahun 2025 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (21/5/2025).

Presiden dalam pidato yang sama mengungkap keinginannya mengurangi ketergantungan energi Indonesia dari impor. Menurut Presiden, impor bahan bakar minyak (BBM) yang nilainya sekitar 40 miliar dolar AS seharusnya dapat digunakan untuk membiayai program-program strategis pada pendidikan, kesehatan, dan mengurangi angka kemiskinan.

“Saya percaya dengan kerja sama, kolaborasi, (dan) tadi yang saya katakan kebijakan-kebijakan akal sehat kita akan mencapai apa yang kita inginkan,” kata Presiden Prabowo.

Di hadapan pelaku usaha migas dari dalam dan luar negeri, Presiden juga mengungkap potensi dan cadangan energi Indonesia yang besar, termasuk yang ada di laut-laut dalam.

“Saya baru bicara sama beberapa pakar dari universitas-universitas terbaik di luar negeri, baru kemarin mereka ceritakan bahwa di laut-laut kita terdapat sumber-sumber energi yang sangat besar, yang teknologinya sekarang sudah ada. Kita sangat-sangat optimis, sebentar lagi kita tidak hanya swasembada energi, kita akan kembali menyuplai energi kepada dunia,” kata Presiden Prabowo.

Presiden juga menyebut ada puluhan blok migas yang siap ditawarkan oleh Indonesia untuk pelaku usaha dalam negeri dan asing. Oleh karena itu, Presiden pun memerintahkan jajarannya untuk membuat aturan dan birokrasi yang tidak menyulitkan para investor dan pelaku usaha.

“Saya minta badan-badan regulasi, sederhanakan regulasi. Saya ulangi: Sederhanakan regulasi!” kata Presiden.

Presiden juga memerintahkan jajarannya untuk menyederhanakan proses-proses yang berbelit. “Buat iklim sebaik mungkin untuk semua pihak yang ingin bekerja (sama) dari luar negeri maupun dari dalam negeri,” sambung Presiden.

Konvensi dan Pameran Tahunan IPA (IPA Convex) merupakan agenda rutin yang digelar tiap tahun oleh Indonesian Petroleum Association. Presiden Prabowo, sebagaimana disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, merupakan Presiden pertama yang menghadiri acara IPA Convex setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Kegiatan itu dihadiri oleh delegasi dari 60 negara yang berkecimpung di berbagai sektor terkait energi. Dalam acara pembukaan, ada juga CEO-CEO perusahaan energi ternama dunia yang hadir, kemudian duta besar-duta besar dari negara sahabat, di antaranya Mesir, Oman, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

Di lokasi acara, beberapa menteri Kabinet Merah Putih juga hadir mendampingi Prabowo, yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kemudian, ada pula Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro, dan Gubernur Banten Andra Soni. (ANT/KN)

Audiensi dengan Kemenhub Berbuah Janji Revisi, Pengemudi Ojol Diminta Tetap Kawal Tuntutan

0

JAKARTA – Perwakilan Serikat Pengemudi Online Indonesia (Sepoi), Einstein, menyampaikan hasil positif dari pertemuan antara perwakilan pengemudi ojek online dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang berlangsung di tengah aksi unjuk rasa ribuan pengemudi pada Selasa (20/5/2025).

Einstein mengungkapkan bahwa Kemenhub merespons baik seluruh aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

“Alhamdulillah, dari pihak Kementerian menyambut baik apa yang kita tuntut. Sekarang tinggal menunggu kelanjutannya akan bagaimana,” ujarnya kepada wartawan.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak media dan Kemenhub atas perhatian yang diberikan terhadap aspirasi mitra pengemudi. Namun demikian, Einstein menekankan pentingnya keterlibatan aktif pengemudi dalam mengawal hasil audiensi ini agar benar-benar ditindaklanjuti.

“Sekarang kita harus pintar menunggu dan mengawal, seberapa jauh Kementerian membuat aturan atau revisi sesuai tuntutan teman-teman di lapangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Einstein menjelaskan bahwa Dirjen Perhubungan Darat, Risyapudin Nursin, secara langsung menyampaikan komitmennya untuk segera merevisi beberapa regulasi yang menjadi sorotan para pengemudi.

“Kesepakatannya, mereka akan segera merevisi Peraturan Menteri (Permen)
12, tarif, potongan aplikasi, dan juga akan membuat regulasi khusus mengenai transportasi online,” jelasnya.

Ia juga menginformasikan bahwa perwakilan pengemudi dijadwalkan hadir dalam rapat bersama DPR RI untuk membahas secara lebih rinci kebutuhan regulasi baru yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Besok kita diundang ke DPR, nanti sama-sama kita ke sana. Untuk jumlah perwakilannya saya belum tahu pasti, tapi akan segera dikabari,” ujarnya.

Menanggapi isu potongan penghasilan yang melebihi 20 persen akibat sistem algoritma seperti Slot dan Aceng yang diterapkan oleh aplikator, Einstein memastikan bahwa permasalahan itu turut dibahas dalam audiensi.

“Sudah diobrolin dan diterima. Mereka akan mengkaji ulang apa yang diminta teman-teman,” katanya.

Menutup pernyataannya, Einstein mengajak seluruh komunitas pengemudi online untuk menjaga soliditas dan persatuan, terlepas dari perbedaan kelompok atau latar belakang.

“Kita bersatu dalam satu persaudaraan,” pungkasnya.

Sebagai catatan, aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, hari itu diikuti oleh ribuan pengemudi ojek online dari berbagai daerah. Mereka mengangkat sejumlah tuntutan utama, seperti revisi tarif, penghapusan sistem potongan yang dinilai merugikan, serta dorongan untuk segera menerbitkan regulasi khusus mengenai transportasi daring.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Namanya Dicatut dalam Dakwaan Kasus Judol, Budi Arie: Gusti Allah Mboten Sare

0

JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, memilih untuk tidak memberikan tanggapan panjang terkait munculnya namanya dalam surat dakwaan kasus dugaan keterlibatan dalam perlindungan situs judi online.

Ketika ditemui di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Rabu (21/5/2025), Budi hanya menyampaikan pernyataan singkat dalam bahasa Jawa yang segera ia terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

“Gusti Allah mboten sare, Tuhan tidak pernah tidur,” ucapnya sambil berjalan meninggalkan gedung KPK.

Budi enggan menjawab berbagai pertanyaan lanjutan dari awak media seputar penyebutan namanya dalam dakwaan tersebut. Ia langsung menuju mobilnya tanpa memberi klarifikasi lebih lanjut.

“Lagu lama kaset rusak, ya tuh dikutip tuh, lagu lama kaset rusak,” kata Budi saat memasuki kendaraan yang telah menunggunya.

Diketahui, Budi Arie pada hari yang sama hadir di kantor KPK menggunakan mobil Toyota Hiace. Ia tampak mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, dan tanpa memberikan penjelasan soal tujuannya, langsung masuk ke dalam gedung.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya agenda pertemuan antara lembaganya dengan Kementerian Koperasi dan UKM pada hari itu.

“Hari ini KPK dijadwalkan akan menerima audiensi dari Kementerian Koperasi. Pertemuan akan membahas berbagai upaya pencegahan korupsi,” ujar Budi melalui keterangan tertulis.

Sebelumnya, nama Budi Arie Setiadi disebut dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap beberapa pegawai di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang kini berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Namanya disebut berulang kali dalam dakwaan terkait dugaan pengamanan situs judi online.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

SEAISI Soroti Bahaya Baja Murah China dan Ancaman Keselamatan Publik

0

JAKARTA – Chairman South East Asia Iron and Steel Institute (SEAISI), Dato Lim Hong Thye, menyampaikan peringatan tegas kepada negara-negara ASEAN tentang potensi krisis industri baja akibat lonjakan ekspor baja murah dari China dan dampaknya terhadap keamanan publik serta ketahanan ekonomi kawasan.

Dalam pidatonya di pembukaan Iron-Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025, Rabu (21/5/2025) di Jakarta International Convention Center (JICC), Dato Lim menguraikan bahwa industri global saat ini berada dalam kondisi ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan proteksionis Amerika Serikat.

“Tarif 25 persen yang diberlakukan AS pada baja dan aluminium sejak Maret 2025 telah mengguncang peta perdagangan global. Negara-negara eksportir kini mencari pasar alternatif, dan Asia Tenggara menjadi sasaran utama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada 2024, ekspor baja China mencapai 110 juta ton metrik, dengan lebih dari 33 juta ton mengalir ke Asia Tenggara. Ini, menurutnya, berpotensi mengulang tekanan pasar yang sama seperti tahun 2013–2015.

“Penjualan baja murah dari China ke ASEAN terjadi dalam volume besar dan harga rendah. Ini merusak harga lokal dan mengancam kelangsungan operasional produsen domestik,” ujarnya.

Dato Lim menilai kondisi ini diperburuk oleh masuknya teknologi produksi usang seperti induction furnace, yang menghasilkan baja berkualitas rendah dan merusak ekosistem industri baja nasional di negara-negara ASEAN.

Lebih jauh, ia menyinggung insiden runtuhnya gedung 30 lantai di Bangkok sebagai contoh nyata dari bahaya penggunaan baja tidak sesuai standar. Kasus ini ditelusuri hingga pada penggunaan bahan bangunan bermutu rendah hasil dari proses peleburan yang tidak aman.

“Ini bukan lagi soal ekonomi semata, tapi menyangkut keselamatan masyarakat. Gedung besar bisa runtuh hanya karena baja yang digunakan tidak layak. Ini sangat serius,” tegasnya.

Dato Lim mendesak agar seluruh negara ASEAN mengikuti langkah Thailand yang telah memperketat regulasi investasi dan lisensi industri baja. Ia meminta pemerintah kawasan segera bertindak agar tragedi serupa tidak terulang.

Meskipun menghadapi tekanan saat ini, Dato Lim melihat tanda-tanda perbaikan dari restrukturisasi industri baja China. Ia menyebut adanya rencana pemangkasan kapasitas produksi dari 1,2 miliar ton menjadi sekitar 800 juta ton dalam beberapa tahun ke depan.

“Ini kabar baik bagi keseimbangan pasar global. Namun kita harus siap menghadapi turbulensi pasar baru yang mungkin muncul karena relokasi produksi ini,” katanya.

Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mencegah terulangnya krisis industri baja yang pernah terjadi satu dekade lalu.

“ASEAN harus bangkit, menetapkan standar bersama, dan tidak mengorbankan masa depan demi keuntungan sesaat,” pungkasnya. (CHA/KN))

ISSEI 2025 Buka Peluang Kolaborasi ASEAN untuk Ketahanan Industri Baja

0

JAKARTA – Industri besi dan baja nasional kembali menorehkan tonggak sejarah penting dengan dibukanya Iron-Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025 secara resmi pada Rabu (21/5/2025). Ajang prestisius ini akan berlangsung hingga 23 Mei di Hall A-B, Jakarta International Convention Center (JICC).

Diselenggarakan atas kolaborasi The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan South East Asia Iron & Steel Institute (SEAISI), acara ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Bersama Industri Baja Nasional Membangun Fondasi Menuju Indonesia Emas”, ISSEI 2025 menjadi forum strategis yang mempertemukan seluruh rantai ekosistem industri baja—dari hulu hingga hilir—termasuk pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan asosiasi terkait.

Dalam sambutan pembukaan, Chairman IISIA yang juga Dirut PT Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, menyampaikan bahwa momentum ini menegaskan pentingnya sinergi antarnegara ASEAN untuk membangun industri baja yang tangguh dan berkelanjutan.

“Acara ini menjadi momen bersejarah kolaborasi antara SEAISI dan IISIA, memperkuat visi bersama untuk menjadikan industri baja ASEAN lebih kompetitif dan adaptif terhadap tantangan global,” ujar Akbar.

Sementara itu, Chairman SEAISI, Dato Lim Hong Thye, menekankan pentingnya peran Indonesia dalam peta industri baja Asia Tenggara, serta mendesak peningkatan investasi dalam teknologi hijau yang ramah lingkungan.

“Indonesia punya potensi besar sebagai pemain kunci di kawasan. Adopsi teknologi rendah emisi menjadi keharusan demi pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Selama tiga hari, ISSEI 2025 menghadirkan berbagai kegiatan seperti seminar nasional, diskusi panel, talkshow industri, pameran teknologi baja terbaru, hingga Green Steel Building Competition. Acara ini juga membuka ruang business matching antara pelaku industri dan investor.

Tak hanya fokus pada teknologi, ISSEI juga jadi ajang perkenalan produk-produk baja yang mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) serta efisiensi energi di sektor konstruksi dan manufaktur.

Turut hadir dalam pembukaan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, yang mengapresiasi acara ini sebagai momentum penting menuju transformasi industri baja nasional.

“Ini saatnya industri baja kita menjadi lebih kuat, lebih terstruktur, dan terencana demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Airlangga.

ISSEI 2025 diharapkan menjadi tonggak baru bagi industri baja nasional dalam meneguhkan posisinya di kancah regional dan global, serta mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan. (CHA/KN)

PT KDM dan Tanggung Jawab Sosial yang Tak Bisa Diabaikan

PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) menggelar Stakeholder Gathering di Rumah Makan Gudeg Bu Harman, Bontang, Rabu (21/5/2025). Forum ini mempertemukan jajaran manajemen KDM dengan sejumlah pimpinan redaksi media lokal, organisasi masyarakat, serta perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Saya hadir langsung dalam pertemuan tersebut bersama beberapa rekan pimpinan media lainnya.

PT Kaltim Daya Mandiri adalah salah satu perusahaan utilitas dan energi yang didirikan dengan tujuan untuk menyuplai kebutuhan utilitas pada fasilitas produksi PT Pupuk Kaltim serta perusahaan-perusahaan lain yang berada di lingkungan Kaltim Industrial Estate. Lini usaha KDM mencakup pemeliharaan dan operasional kelistrikan, penyediaan tenaga kerja industri, serta pengelolaan aset dan fasilitas penunjang.

Dengan aktivitas yang bersinggungan langsung dengan lingkungan dan masyarakat sekitar, KDM tidak bisa abai terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, keterbukaan dan keberpihakan dalam program perusahaan menjadi bagian dari kewajiban.

Dalam sambutannya, Sekretaris Perusahaan KDM, Sukardi, mengakui secara terbuka bahwa perusahaan masih memiliki kekurangan, khususnya dalam hal kehumasan dan komunikasi publik. Namun ia juga menyampaikan komitmen yang jelas:

“Kami menyadari belum sempurna. Tapi kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Program-program yang kami jalankan harus memberi manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.”

Selama tahun 2024, KDM telah melaksanakan berbagai program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) yang difokuskan pada lima sektor utama: lingkungan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial masyarakat. Berikut beberapa kegiatan yang telah dilakukan:

  1. Lingkungan: Uji emisi kendaraan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup di Bontang, Balikpapan, dan Samarinda; penanaman pohon di Sangkima sejak 2023.
  2. Pendidikan: Beasiswa bagi siswa Bontang; program KDM Mengajar Goes to School; pelatihan PAUD Inspiratif yang melibatkan 30 guru dari lima sekolah.
  3. Kesehatan: Penanganan stunting di Posyandu Bunga Harapan, Kelurahan Loktuan; program Prolansia Sehat Bersama KDM.
  4. Infrastruktur sosial: Perbaikan rumah tidak layak huni di Kelurahan Api-Api (2023) dan Loktuan (2024), termasuk bantuan perbaikan atap, jamban, dan dinding rumah warga.
  5. Sosial masyarakat: Pembinaan minimal 4 UMKM binaan aktif; pelatihan kewirausahaan dan dukungan pengembangan usaha lokal.

KDM juga menyampaikan bahwa program tahun 2025 akan menjadi kelanjutan dari langkah-langkah yang telah dirintis. Pendekatannya diarahkan agar lebih terukur, tepat sasaran, dan selaras dengan prioritas pembangunan Kota Bontang.

Bagi media, kehadiran dalam forum seperti ini bukan hanya untuk meliput, tetapi juga untuk membangun ruang diskusi. Kepercayaan publik tidak tumbuh dari klaim sepihak, melainkan dari transparansi dan konsistensi tindakan.

PT Kaltim Daya Mandiri telah membuka pintu komunikasi. Kini, media punya peran penting untuk memastikan bahwa komunikasi itu tidak berhenti di permukaan. Publik membutuhkan bukti nyata, bukan hanya paparan program di ruang pertemuan.

Apakah program TJSL KDM benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat? Di sinilah peran media untuk terus mengawal, mengingatkan, dan memastikan komitmen itu berjalan berkelanjutan. (*)

Oleh: Agus Susanto

Pemkab Berau Serahkan Bantuan Pertanian dan Peternakan, Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

0

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi lokal. Melalui program bantuan alat dan sarana produksi pertanian (Alsintan), saprodi, dan sapronak, Pemkab menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani di wilayahnya.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Balai Benih Utama Padi dan Hortikultura, Sei Bebanir Bangun, pada Rabu (21/5/2025), dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, kepada para perwakilan kelompok tani penerima.

“Kami menyerahkan bantuan berupa 4 unit traktor roda 4, 17 unit traktor roda 2, 10 unit alat olah tanah besar, 15 unit pompa air, dan 10 unit alat tanam. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Berau,” ujar Gamalis dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI, yang telah mengalokasikan program optimalisasi lahan seluas 895 hektare untuk Kabupaten Berau. Program ini tersebar di empat kecamatan, yakni Teluk Bayur, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Tabalar.

Namun demikian, Gamalis menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi petani, seperti cuaca ekstrem, ancaman gagal panen, dan keterbatasan SDM, yang menurutnya perlu direspons dengan kebijakan dan pendampingan yang tepat. Ia pun meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau untuk terus melakukan monitoring, pelatihan, dan penguatan kapasitas petani dan peternak.

“Sektor pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani dan stabilitas harga komoditas. Kita harus pastikan produk pertanian kita memiliki daya saing yang baik di pasar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Berau juga berkomitmen untuk mendorong penguatan sektor hilir berbasis kerakyatan, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Ini mencakup perluasan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM pertanian, serta pengembangan usaha yang berbasis pada kearifan lokal dan potensi desa.

Kepada para petani penerima bantuan, Gamalis berpesan agar alat yang diberikan dimanfaatkan dan dirawat secara maksimal, agar bisa digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat luas bagi komunitas pertanian.

“Kami berharap bantuan ini menjadi langkah awal yang memperkuat semangat gotong royong, produktivitas, dan ketahanan pangan di Bumi Batiwakkal,” pungkasnya. (MK)

Editor: Susanto

Kades Rapak Lambur Perjuangkan Jalan Usaha Tani dan Irigasi demi Sejahterakan Petani

TENGGARONG – Kepala Desa (Kades) Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, terus mengupayakan pembangunan infrastruktur pertanian yang menjadi kebutuhan mendesak warganya. Fokus utamanya adalah pembangunan Jalan Usaha Tani dan saluran irigasi, yang selama ini sangat dibutuhkan para petani di wilayahnya.

“Saat ini sudah mulai masuk pembanguan irigasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar). Selain itu, juga sedang berjalan kegiatan dari konsultan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) untuk jalan usaha tani dan irigasi,” ungkap Yusuf.

Selin pembanguana saluran irigasi dan jalan usaha tani. Ia juga turut menyoroti pentingnya normalisasi Sungai Mangkurawang yang sempat mengalami pendangkalan. Akibatnya, selama dua tahun terakhir, sawah-sawah petani di Rapak Lambur sering terendam banjir sehingga tak bisa ditanami.

“Alhamdulillah, sejak dilakukan normalisasi, dampaknya sudah mulai terasa. Tahun ini, kegiatan normalisasi Sungai Mangkurawang kembali masuk melalui Dinas PU,” jelasnya.

Untuk jalan usaha tani, lanjut Yusuf, tahun lalu sudah dibangun sepanjang 900 meter dan pada tahun ini kembali akan dibangun sepanjang 3 kilometer. Saat ini masih dalam tahap survei oleh konsultan untuk melihat skala prioritas.

“Karena memang masih banyak petani yang sangat membutuhkan akses jalan tani, apalagi ada yang belum punya jalan sama sekali,” ujarnya.

Yusuf berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas PU dan Dinas Distanak dapat terus berlanjut dan membawa dampak positif bagi para petani di desanya.

“Harapan saya, semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, mereka sangat kesulitan saat mengangkut hasil panen, terutama saat musim hujan karena belum ada jalan usaha tani,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tinggal Selangkah Lagi, Masyarakat Kutai Adat Lawas di Kedang Ipil Segera Ditetapkan Sebagai MHA

TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa Masyarakat Kutai Adat Lawas yang berada di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, tinggal selangkah lagi akan mendapatkan status sebagai Masyarakat Hukum Adat (MHA) pertama di Kukar.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa DPMD Kukar, A Riyandi Elvandar. Bahwa masyarakat Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil telah memenuhi syarat berdasarkan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh DPMD Kukar.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sejatinya terdapat 6 desa di Kukar yang direkomendasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk didorong menjadi MHA. Namun yang baru memenuhi syarat untuk dilakukan identifikasi dan verifikasi baru dua desa.

“Pertama di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat dan satunya di Tabang itu ada desa di wilayah Sungai Lunuk,” sebut Riyandi, Rabu (21/5/2025).

Dari hasil identifikasi dan verifikasi yang dilakukan pihaknya, Riyandi menuturkan bahwa baru Masyarakat Kutai Adat Lawas di Kedang Ipil yang memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan Masyarakat Hukum Adat.

“Masyarakat Kutai Adat Lawas di Kedang Ipil akan segera kami rekomendasikan kepada pimpinan (Kepala Daerah) untuk ditetapkan sebagai MHA,” sebutnya.

“Insyaallah tinggal selangkah lagi akan ditetapkan sebagai MHA. Karena belum lama ini kebetulan saya juga baru merevisi surat rekomendasi yang akan disampaikan ke Bupati untuk menetapkan Masyarakat Kutai Adat Lawas sebagai MHA,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i

Majukan Ekonomi Desa, Pemkab Kukar Dorong BUMDes Bermitra dengan Perusahaan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagai ujung tombak ekonomi di tingkat desa. Salah satu strategi yang kini digalakkan adalah menjalin kemitraan antara BUMDes dan perusahaan swasta yang beroperasi di sekitar desa.

Kebijakan ini didukung penuh oleh regulasi terbaru berupa peraturan bupati (perbup) yang memberikan landasan hukum dalam pembinaan dan kolaborasi BUMDes dengan pihak ketiga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, A Riyandi Elvandar.

“Pembinaan BUMDes harus ditingkatkan, bukan hanya oleh pemerintah desa tetapi juga melalui kerja sama langsung dengan perusahaan sekitar. Ini untuk menjawab keterbatasan potensi usaha di beberapa wilayah,” ujar Riyandi, Rabu (21/5/2025).

Ia menambahkan, tidak semua BUMDes bisa langsung aktif karena adanya perbedaan kondisi geografis dan ekonomi desa. Oleh karena itu, pendekatan kemitraan dianggap sebagai solusi yang relevan dan aplikatif.

“Desa-desa di wilayah pedalaman atau yang minim potensi ekonomi mandiri sangat membutuhkan dukungan. Kita bantu dengan mencarikan mitra usaha, seperti perusahaan tambang atau perkebunan yang bisa bersinergi dengan BUMDes,” katanya.

Salah satu contoh keberhasilan pola ini terlihat di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu. BUMDes di desa tersebut berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang, dan kini mampu mengelola usaha produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Elvandar menilai, pola seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan di desa-desa lainnya di Kukar. “Kalau berhasil, ini bisa jadi role model pengembangan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Tidak hanya sekadar BUMDes aktif di atas kertas, tapi benar-benar punya dampak ekonomi ke masyarakat,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i