Beranda blog Halaman 407

Lepas Takbir Keliling, Bupati Kukar Ajak Warga Kukuhkan Solidaritas dan Berbahagia

TENGGARONG – Gemuruh takbir menggema di sepanjang Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kamis (5/6/2025) malam. Banyak warga turut mengikuti tradisi takbir keliling yang digelar, dalam rangka menyongsong Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, hadir langsung untuk melepas rombongan takbir keliling. Suasana meriah terasa sejak awal, ketika peserta dari berbagai kelompok menampilkan lantunan takbir disertai iringan musik tradisional dan dekorasi unik kendaraan.

Dalam sambutannya, Bupati Edi mengungkapkan rasa syukur atas semaraknya perayaan malam Iduladha di Kukar. Ia menilai, takbir keliling bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga wujud kebersamaan dan kekuatan spiritual masyarakat.

“Kita bersyukur masih dipertemukan di Iduladha 1446 Hijriah. Kegiatan ini memeriahkan dan menggemakan takbir-takbir untuk menyambut Iduladha dengan suasana ceria dan bahagia,” ujar Edi Damansyah.

Lebih dari itu, Edi mengajak warga Kukar untuk menjaga semangat persatuan, terutama saat umat Muslim tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci. Ia mengingatkan bahwa Iduladha bukan hanya momen berkurban secara materi, tetapi juga kesempatan mempererat ukhuwah.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji, semoga diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya,” katanya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Bupati Kukar Serukan Makna Kurban sebagai Fondasi untuk Memperkuat Solidaritas

TENGGARONG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong, pada Jumat pagi (6/6/2025), saat ribuan umat Islam di Kutai Kartanegara (Kukar) menunaikan salat Iduladha 1446 Hijriah. Di tengah lautan jamaah, hadir Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang memanfaatkan momen sakral ini untuk menyerukan nilai-nilai penting dalam kehidupan berbangsa.

Dalam sambutannya usai salat, Bupati Edi menekankan bahwa ibadah kurban bukan hanya ritual simbolik, tetapi juga panggilan jiwa untuk memperkuat rasa solidaritas sosial. “Ibadah kurban adalah simbol ketaatan kepada Allah SWT yang berlandaskan iman dan takwa, serta wujud kepedulian sosial dalam membantu sesama,” ujar Edi Damansyah.

Lebih dari sekadar penyembelihan hewan, kurban menurut Edi adalah bentuk kesediaan untuk melepaskan ego dan kepentingan pribadi demi kebaikan yang lebih besar. Ia menggambarkannya sebagai latihan spiritual yang membentuk karakter luhur dan jiwa pengabdi.

“Berkurban berarti rela melepaskan keinginan duniawi demi pengabdian yang lebih tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa,” lanjutnya.

Edi juga mengangkat makna universal dari ibadah haji yang tengah mencapai puncaknya di Tanah Suci. Ia mengajak masyarakat Kukar menjadikan peristiwa itu sebagai refleksi penting untuk mempererat kesatuan bangsa.

“Kekuatan ibadah haji menyatukan manusia lintas ras, etnis, bangsa, dan bahasa. Ini menjadi inspirasi bagi kita di Tanah Air untuk memperkuat persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

Dalam konteks lokal, Edi mengajak masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan semangat Iduladha sebagai motivasi memperkuat kolaborasi dalam pembangunan. Menurutnya, kurban juga mencakup pengorbanan non-materi—seperti waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan bersama.

“Semangat ini sangat relevan untuk membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan di daerah,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Lewat Arafah saat Umrah, Kini Saksikan Jemaah Wukuf di Sana

MEKKAH – Gunung Arafah kembali jadi pusat perhatian dunia Islam saat jutaan jemaah dari 171 negara berkumpul menunaikan ibadah wukuf—puncak dari seluruh rangkaian haji. Sejak Kamis siang (5/6/2025) Waktu Arab Saudi (WAS), lautan manusia berpakaian ihram putih memadati Padang Arafah untuk memanjatkan doa, istighfar, dan pengharapan.

Namun tahun ini, total jemaah haji justru tercatat sebagai yang terendah dalam 30 tahun terakhir (di luar masa pandemi Covid-19). Yakni 1.673.230 orang. Turun hampir 160.000 dari tahun sebelumnya. Bandingkan dengan puncak haji pada 2012 yang tembus 3,1 juta orang.

Meski demikian, Indonesia tetap menjadi negara pengirim jemaah terbesar. Totalnya 221.000 orang. Disusul Pakistan dan India. Kementerian Agama RI menyebutkan lebih dari 203.000 jemaah Indonesia telah tiba di Makkah sejak awal pemberangkatan.

Penurunan ini diperkirakan dipengaruhi berbagai faktor. Suhu ekstrem, kebijakan visa lebih ketat, larangan membawa anak-anak, dan naiknya biaya perjalanan haji.

Arab Saudi tahun ini menerapkan kebijakan larangan membawa anak-anak dalam rombongan haji. Usia minimal diperkirakan 12–15 tahun. Hal ini dilakukan untuk menghindari tragedi seperti tahun sebelumnya, di mana lebih dari 1.300 jemaah wafat akibat panas dan kepadatan.

Selain itu, jemaah perdana diprioritaskan. Ini menjawab ketimpangan yang selama ini menguntungkan mereka yang punya akses lebih besar secara ekonomi. Haji tahun ini juga makin mahal: paket berkisar antara Rp160–240 juta per orang (setara USD 10.000–15.000).

Pemerintah Saudi menerjunkan drone berteknologi AI, kamera termal, hingga sistem kontrol visa ketat. Bahkan hingga awal Juni, 269.000 orang dicegah masuk ke Makkah karena tak memiliki izin resmi.

PERTAMA MENJEJAK ARAFAH
Pada Februari 2025, saya dan istri berkesempatan menjalani ibadah umrah. Ini untuk pertama kalinya bagi saya. Sedangkan istri, ini umrah kedua. Ini bukan hanya sekadar perjalanan ibadah, melainkan juga perjalanan batin. Kami banyak menghabiskan waktu di Masjidil Haram, menjalani tawaf, sa’i, dan memperbanyak ibadah di Raudhah serta sekitar Multazam.

Salah satu momen yang paling membekas dalam perjalanan umrah saya adalah saat berkunjung ke kawasan Arafah. Kami memang tidak berhenti lama, hanya melewati kawasan Padang Arafah sembari ditunjukkan beberapa lokasi penting—mulai dari area tenda reguler jemaah haji Indonesia hingga deretan tenda VIP yang nantinya akan dipadati saat musim haji tiba.

Di tengah perjalanan, kami juga menyempatkan diri singgah di Jabal Rahmah, bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa. Untuk bisa mencapai lokasi ini, kami harus melewati pintu masuk yang penuh sesak jemaah dari berbagai negara. Suasana cukup padat, namun di dalam cukup longgar. Kami bisa mengambil waktu sejenak untuk berfoto, mengabadikan momen di tempat yang begitu sakral.

Memandangi Padang Arafah saat itu masih sepi. Tanahnya gersang, sunyi, namun terasa menyimpan getaran spiritual yang dalam. Saya membayangkan, betapa lautan manusia dari seluruh dunia akan memenuhi tempat ini saat puncak wukuf tiba.

Dalam hati saya berdoa, “Ya Allah, semoga suatu saat Engkau panggil aku kembali, bukan hanya untuk melihat, tapi juga untuk menjalani ibadah haji yang sesungguhnya.”

Saya memang sudah mendaftar haji. Tapi antrean haji reguler begitu panjang hingga 30 tahun. Saya berharap, semoga ada jalan lebih cepat, semoga umur dan rezeki dilapangkan.

Karena berhaji bukan cuma soal menunaikan kewajiban, tapi tentang menjawab panggilan. Sebab kita tak pernah tahu, ada yang sudah lama menabung, punya uang, tapi belum juga dipanggil berangkat. Sementara yang lain, tanpa disangka, diberi jalan begitu cepat menuju Tanah Suci.

Bagi saya, haji adalah cara menuntaskan rindu yang belum selesai, yang baru pertama menginjakkan kaki di Tanah Haram dalam perjalanan umrah. Rindu yang tak bisa dibayar dengan logika, tapi hanya bisa dijawab jika Allah benar-benar memanggil.

WUKUF, SIMBOL KESETARAAN
Wukuf dimulai selepas azan Zuhur pukul 12.20 WAS dan berlangsung hingga fajar 10 Zulhijah. Di bawah terik yang menyengat, para jemaah duduk, berdiri, menangis, merenung, atau bersandar di batu Jabal Arafah, tempat di mana Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya.

Wukuf bukan sekadar kewajiban. Di sana, semua melebur. Tak ada bedanya pejabat atau buruh, orang berada atau sederhana. Yang tersisa hanya hati yang berserah, doa yang lirih, dan air mata yang jatuh di hadapan Tuhan.

Jemaah Kota Bontang yang tergabung dalam Kloter 16 Embarkasi Balikpapan menunjukkan kondisi prima. Pagi 9 Zulhijah, mereka mengikuti senam pagi di area tenda Arafah, dipimpin langsung dr. Nursaadah dari Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) 16 BPN.

“Senam ini membantu menjaga kebugaran jemaah, agar tetap fit menjelang puncak ibadah,” kata dr. Nursaadah.

Selain itu, jemaah juga mendapatkan snack box higienis untuk tambahan asupan energi. Petugas tetap siaga memantau kondisi kesehatan para jemaah secara berkala.

Sejak awal pemberangkatan, Petugas Jemaah Haji Daerah (PHD) Bontang, Yarkani, secara konsisten mengirimkan laporannya ke saya. Kemudian saya publikasikan melalui mediakaltim.com, akun Instagram @media_kaltim dan TikTok Media Kaltim. Laporan ini menjadi jembatan bagi keluarga dan masyarakat Bontang untuk mengetahui kabar terkini jemaah secara real-time.

Ya, Wukuf di Arafah selalu menjadi pengingat bahwa pada akhirnya, kehidupan ini bermuara pada satu titik: pengakuan akan kelemahan manusia, dan ketundukan total kepada Allah SWT.

Di tanah yang gersang itu, jabatan, gelar, dan kekayaan tertanggalkan. Yang tersisa hanyalah jiwa-jiwa yang bersujud dalam harapan, air mata, dan cinta kepada Sang Khalik.

Bagi setiap Muslim yang diberi kemampuan fisik, finansial, dan waktu, berhaji bukan sekadar ritual, tapi kesempatan menata ulang hidup. Bukan hanya menunaikan kewajiban, tapi memohon kelapangan untuk pulang dengan hati yang lebih bersih, lebih kuat, dan lebih tenang.

Dan saya percaya, panggilan itu bukan tentang siapa yang lebih mampu, tapi siapa yang lebih diizinkan.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Gema Takbir BSD Menyapa Dunia: Pawai Meriah Hiasi Bontang

BONTANG – Hujan sempat turun membasahi Bontang pada Kamis (5/6/2025) setelah Salat Magrib. Namun pukul 20.00 WITA, cuaca mulai bersahabat. Warga Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) yang sejak siang bersiap, langsung memenuhi halaman Masjid Fathul Khoir. Suara takbir menggema dari pengeras suara masjid, menandai dimulainya pawai keliling yang sudah lama dinantikan.

Tahun ini, kegiatan takbir keliling mengangkat tema “Gema Takbir BSD Menyapa Dunia Idul Adha”, sebuah ajakan agar semangat syiar tak hanya terasa di lingkungan BSD, tetapi juga menggema lebih luas sebagai simbol persatuan umat Islam.

Takbir keliling ini diikuti warga dari berbagai RT di lingkungan BSD. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut dalam barisan. Mereka membawa spanduk, lampu hias, miniatur islami, hingga rebana. Beberapa ibu-ibu tampil seragam, memberi ciri khas tersendiri dari RT masing-masing.

Acara dimulai dari depan Masjid Fathul Khoir dan dilepas oleh Ustaz Tabi’in Noor, yang juga memperkenalkan tiap kontingen peserta. Ia menyampaikan bahwa penilaian didasarkan pada kekompakan, kreativitas, dan semangat syiar.

RT 28 membawa miniatur Bahtera Nabi Nuh, dihias dengan boneka hewan dan lampu warna-warni. RT 26 menampilkan replika Kakbah yang didorong bergiliran oleh warga. Sementara RT 39 hadir dengan miniatur unta berlampu LED diiringi rebana para ibu-ibu. Semuanya tampil maksimal dan tertib sepanjang rute.

Ketua RT 39, Akhiruddin, mengatakan pihaknya ingin tampil semarak dan rapi tahun ini.

“Kami ingin maksimal. Beberapa hari sebelumnya kami sudah latihan. Anak-anak, ibu-ibu, semuanya ikut terlibat,” ujarnya saat ditemui di sela memimpin rombongan RT 39.

Selain tiga RT tersebut, RT 30 menampilkan barisan anak-anak mengenakan kostum emas-putih bertema kurban, membawa spanduk bertuliskan “Qurban Kita, Senyum Mereka” dengan balon angka dan lampu hias. RT 36 tampil dengan nuansa serba hitam-hitam dan syal kuning, mengusung tema islami, dilengkapi lampu sorot dan tongkat bercahaya. RT 41 memukau dengan iring-iringan tokoh berjubah ala Timur Tengah, membawa simbol dakwah dan perlengkapan khas. Sementara RT 27 menyuguhkan miniatur unta dan taman hijau, lengkap dengan hiasan lampion dan aksen khas padang pasir.

Rute pawai melintasi Jl. Gunung Slamet – Gunung Putri – Cipto Mangunkusumo – putar balik di depan BC Mart – lalu kembali ke Masjid Fathul Khoir. Pawai dikawal aparat kepolisian dan relawan warga untuk menjaga ketertiban.

Sepanjang jalan, terlihat sejumlah warga berdiri di pinggir trotoar menyaksikan iring-iringan. Pengendara yang lewat memperlambat laju motor atau mobilnya, bahkan beberapa berhenti sebentar untuk mengambil foto. Jalanan  di lingkungan BSD malam ini berubah jadi arena syiar terbuka.

Yang menonjol dari takbir keliling tahun ini bukan hanya jumlah peserta, tapi bagaimana tiap RT tampil serius dan tertib. Miniatur yang dibuat sendiri, kostum yang disiapkan bersama, dan semangat warga terlihat nyata sepanjang barisan.

Takbir keliling di BSD bukan sekadar acara rutin. Ini bagian dari tradisi warga dalam menyambut Iduladha, yang terus dijaga dari tahun ke tahun.

Sebagai informasi, untuk wilayah perumahan BSD, Salat Iduladha akan digelar Jumat pagi (6/6) di Bundaran BSD, sementara penyembelihan kurban dilaksanakan Sabtu (7/6).

Ya, malam takbiran ini sudah cukup menggambarkan satu hal: semangat warga BSD tetap hidup. Takbir bergema, warga bersatu. Itu yang paling penting.

Oleh: Agus Susanto

Jembatan Sebulu Masuki Tahap Lanjutan, Pemkab Kukar Targetkan Rampung Akhir 2025

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayah hulu, dengan memprioritaskan penyelesaian Jembatan Sebulu. Proyek ini kini memasuki tahap kedua dan tengah dalam proses lelang untuk kelanjutan konstruksi.

Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyampaikan bahwa jembatan penghubung antara Sebulu Modern dan Sirbaya tersebut, ditargetkan selesai pada akhir 2025 dan segera difungsikan untuk masyarakat.

“Jembatan Sebulu mudah-mudahan ini kita sedang proses lelang karena target kita jembatan ini harus selesai tahun ini dan segera bisa digunakan dan diakses oleh masyarakat dari Sebulu maupun luar Sebulu,” kata Ahyani, Kamis (5/6/2025).

Jembatan Sebulu menjadi salah satu proyek prioritas strategis Pemkab Kukar, karena perannya sebagai penghubung utama antarwilayah di bagian hulu Kukar. Karena selama ini, masyarakat masih mengandalkan sarana penyeberangan tradisional untuk aktivitas lintas sungai.

Selain ini jembatan ini juga diproyeksikan akan menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan Kukar dan Kutai Timur (Kutim). Diperkirakan jika sembatan ini rampung dibangun akan menghidupkan sejumlah jalur transportasi karena memang secara jarak dinilai pebih dekat.

Dengan terbangunnya jembatan tersebut, aksesibilitas akan meningkat signifikan, mendukung konektivitas antar kecamatan bahkan kabupaten. Serta mempercepat mobilitas barang dan jasa dari dan menuju Sebulu. Hal ini diharapkan akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini sudah tahap kedua. Kita optimis jembatan ini bisa menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat atas akses yang lebih layak dan aman,” tambah Ahyani. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Efisien dan Cepat, Koperasi Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa di Kukar

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat kemajuan signifikan, dalam penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Merah Putih. Dalam waktu yang relatif singkat, inisiasi ini berhasil menjangkau hampir seluruh desa di Kukar.

Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyebut proses pembentukan koperasi ini sebagai langkah cepat dan strategis. Hanya dalam waktu empat hari, jaringan koperasi telah terbentuk di mayoritas wilayah desa.

“Pembentukan koperasi ini sangat baik. Hanya empat hari untuk menjangkau hampir seluruh desa, itu patut diapresiasi,” ujar Ahyani, Kamis (5/6/2025).

Ia mengungkapkan bahwa meski sebagian desa masih perlu digabung dalam pengelolaan koperasi, namun secara keseluruhan respons dari masyarakat sangat positif.

“Alhamdulillah, Koperasi Merah Putih bisa terbentuk dengan cepat. Kita harapkan nanti kolaborasi dengan para pengurus koperasi bisa memperkuat dampaknya di lapangan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Ahyani menegaskan bahwa program ini selaras dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Pemkab Kukar akan terus mendorong keberlanjutan koperasi ini agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat.

“Kita ingin Koperasi Merah Putih ini sejalan dengan arah pembangunan yang diusung pemerintah pusat. Kita juga siap mengawal prosesnya,” tutupnya.

Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi desa, sekaligus membangun kemandirian masyarakat melalui sistem yang terstruktur dan terhubung langsung dengan program pemerintah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Peningkatan Jalan Sebelimbingan–Tuana Tuha Terkendala Banjir, Pemkab Kukar Tetap Komit Lanjutkan Proyek Perbaikan

TENGGARONG – Rencana peningkatan akses jalan dari Desa Sebelimbingan menuju Desa Tuana Tuha di Kecamatan Kenohan, harus menghadapi tantangan serius. Lantaran jalur strategis penghubung permukiman dan sentra ekonomi di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar), masih dalam kondisi banjir.

Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyampaikan bahwa proyek yang telah mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) ini, harus ditunda sementara karena genangan air masih tinggi di sejumlah titik.

“Jalan Sebelimbingan–Tuana Tuha melalui Dinas PU itu juga sudah berproses, tapi ini masih dalam kondisi banjir. Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi banjir agar segera dilanjut pengerjaannya,” ujar Ahyani, Kamis (5/6/2025).

Jalan ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan dasar seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar lokal. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tetap memprioritaskan penyelesaian proyek ini meskipun dihadapkan dengan kondisi alam yang tidak menentu.

Ahyani menegaskan bahwa proyek-proyek infrastruktur dasar akan terus dilanjutkan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi lapangan. Penyesuaian jadwal kerja akan dilakukan berdasarkan pantauan cuaca dan penurunan debit air di lokasi terdampak.

Sebagaimana diketahui, ruas jalan Sebelimbingan–Tuana Tuha memang sering menjadi langganan banjir, terutama di musim hujan. Hal ini menjadi salah satu alasan utama perlunya peningkatan kualitas jalan untuk menjamin kelayakan dan ketahanan terhadap bencana hidrometeorologi.

Pemkab Kukar berharap, setelah banjir surut, proyek dapat segera dilanjutkan dan rampung sesuai target yang telah ditetapkan, agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat di kawasan tersebut. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Jaksa Agung Burhanuddin Bantah Isu Mundur dari Jabatan

0

JAKARTA – Jaksa Agung Sanitiar (St.) Burhanuddin membantah soal isu yang menyebut bahwa dirinya akan mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Korps Adhyaksa.

“Enggak ada saya mundur,” kata Burhanuddin ketika ditemui di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Kendati demikian, Jaksa Agung mengatakan bahwa keputusan kemunduran dirinya merupakan kewenangan penuh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Apa pun itu, itu hak prerogatifnya Presiden,” ucapnya.

Sebagai informasi, kabar mundurnya St. Burhanuddin dari posisinya sebagai Jaksa Agung beredar santer di media sosial.
Isu ini telah diklarifikasi oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar pada tanggal 19 Mei 2025.

Kapuspenkum Harli mengatakan bahwa kabar yang menyebutkan Jaksa Agung akan diganti dalam waktu dekat adalah kabar hoaks.

“Memang kami juga baru mendengar dari beberapa media dan kami sangat terkejut, ya, karena sesungguhnya berita itu atau informasi itu tidak benar,” katanya.

Harli mengatakan bahwa Jaksa Agung St. Burhanuddin masih bekerja sebagaimana biasanya. Jaksa Agung juga masih memberikan arahan kepada jajaran terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kejagung, khususnya dalam hal penanganan korupsi.

Berbeda dengan jaksa karier, lanjut Kapuspenkum, tidak ada pembatasan usia pensiun bagi Jaksa Agung sebab jabatan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden.

“Sepanjang Presiden masih berkenan dan belum ada pergantian, ya, Jaksa Agung akan tetap,” jelasnya.

Ia menyebut komunikasi Burhanuddin dan Presiden Prabowo Subianto masih baik-baik saja hingga sejauh ini. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya di Bengkayang

0

BENGKAYANG – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Lanud Harry Hadisoemantri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025), untuk menghadiri panen raya jagung serentak Kuartal II dan pelepasan ekspor perdana jagung ke Malaysia.

Dikutip dari Antara, Presiden Prabowo tiba pukul 10.05 WIB. Kedatangan Presiden disambut oleh ratusan pelajar mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Mereka antusias di pinggir jalan raya sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Ratusan warga juga terlihat antusias menyambut kedatangan Kepala Negara.

Saat tiba di lokasi acara, Prabowo, yang mengenakan setelan safari berwarna cokelat, didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Prabowo lalu mengunjungi stan pameran teknologi pertanian, antara lain teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti Corn Harvester, proses bisnis ketahanan pangan Polri, gudang penyimpanan jagung, pabrik dryer Polda Kalbar, stan Koperasi Teguh Sejahtera Bengkayang, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk., PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk., dan sejumlah produk UMKM binaan pemda dan Kementerian Pertanian.

Prabowo tampak mendengarkan penjelasan dari petugas stan tentang produk-produk yang dipamerkan. Sesekali Presiden juga melontarkan pertanyaan kepada petugas dan berdiskusi dengan Kapolri, Mentan, dan Mendag.

Puncak kegiatan Presiden di Bengkayang ditandai dengan pelepasan ekspor perdana jagung hasil panen Kabupaten Bengkayang ke Kuching, Malaysia. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam sektor pertanian Kalimantan Barat karena untuk pertama kalinya jagung lokal menembus pasar ekspor.

Presiden RI juga dijadwalkan meresmikan fasilitas Gudang dan Pabrik Dryer Jagung “Pangan Merah Putih” yang berlokasi di Jalan Bukit Tinggi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Gudang ini memiliki kapasitas tampung hingga 5.000 ton dengan kemampuan pengeringan hingga 300 ton per hari.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi jagung lokal, sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas dan meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian Kalimantan Barat.

Dalam acara yang sama, Presiden RI bersama Kapolri, Menteri Pertanian, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya akan melakukan seremoni groundbreaking pembangunan 18 gudang jagung Polri secara serentak di berbagai daerah. Fasilitas ini akan digunakan sebagai pusat penampungan hasil produksi jagung nasional. (ANT/KN)

Kemenkes Optimistis Angka Stunting Nasional Turun Jadi 5 Persen pada 2045

0

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya optimis Indonesia mampu menekan prevalensi stunting ke angka lima persen pada 2045, mengingat pencapaian penurunan stunting pada 2024 yakni 19,8 persen, yang melampaui target 2024 sebesar 20,1 persen.

“Kita harapkan tren ini terus membaik pada tahun-tahun yang akan datang. Nah, kalau kita terjemahkan angka persentase ini ke dalam jumlah absolut balita, tahun 2024, kita berhasil menurunkan jumlah stunting dari angka sebelumnya 4,8 juta menjadi 4,4 juta. Ini menunjukkan kita berhasil menurunkan (stunting) 357,705 balita,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Asnawi Abdullah, di Jakarta, Kamis (5/6/2025).

“Insya Allah kita on the track bisa mencapai target di lima persen. Ini berarti mengamanahkan kepada kita, kita harus mampu menurunkan stunting baru setiap tahun sebesar 25 persen. Atau kita minimal harus mampu menurunkan angka stunting baru setiap tahun sebesar 325 ribu,” katanya dalam temu media secara daring.

Data tersebut dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Dia menyebutkan pencapaian penurunan angka stunting terlihat juga pada prevalensi wasting dan kelebihan berat badan (overweight).

Namun, katanya, prevalensi kurang berat badan (underweight) sedikit naik dibandingkan tahun yang lalu, dimana pada 2024 terdapat 16,8 persen, sedangkan pada 2023 ada 15,9 persen.

Dalam kesempatan itu ia menjelaskan meski prevalensi stunting nasional adalah 19,8 persen, namun ada provinsi-provinsi yang prevalensinya lebih rendah, seperti Bali dengan 8,7 persen, diikuti Jawa Timur dan Kepulauan Riau (Kepri).

“Ada 12 provinsi. Kita mengapresiasi Provinsi Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau,Sumatera Selatan, Lampung Jawa Barat, Jambi, Jawa Tengah, DKI, Yogjakarta, Kalimantan Utara, Bengkulu, ini angka prevalensi stunting sudah di bawah angka nasional,” katanya.

Meski demikian, katanya, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mencatatkan prevalensi di atas angka nasional, yakni 37 persen.
Asnawi menyebutkan sebanyak enam provinsi mengkontribusikan sebesar 50 persen dari angka stunting nasional.

Keenam provinsi itu, katanya, antara lain Jawa Barat. Meski Jawa Barat menurunkan prevalensinya hingga sebesar 5,8 persen dibandingkan 2023, kata dia, namun masih ada sekitar 638 ribu kasus stunting di provinsi itu.

Kemudian ada Jawa Tengah dengan 485 ribu anak stunting, Jawa Timur dengan sebanyak 430 balita stunting, Sumatera Utara dengan 316 ribu balita stunting, dan NTT.

Dalam kesempatan itu dia juga menyebutkan sejumlah determinan yang memengaruhi angka stunting, seperti gizi kurang dan diare.

“Apabila kita berhasil menurunkan prevalensi gizi kurang sebesar satu persen, ini bisa berkontribusi pada kemampuan kita untuk menurunkan prevalensi stunting sebesar 1,92 persen,” katanya.

Kemudian apabila kita berhasil menurunkan prevalensi diare sebesar satu persen, maka dapat menurunkan prevalensi stunting hingga 6,7 persen.

“Kita akan terus mengkaji, mencari, menemukan determinan-determinan, faktor-faktor yang dominan, yang memberikan kontribusi besar dalam penurunan stunting. Sehingga intervensi yang kita lakukan ke depan menjadi lebih baik,” katanya. (ANT/KN)