Beranda blog Halaman 405

Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun Disorot, Nadiem: 97 Persen Laptop Teregistrasi dan Aktif

0

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019-2024, Nadiem Makarim menyatakan bahwa pengadaan lebih dari satu juta unit laptop untuk sekolah berjalan dengan evaluasi dan pemantauan ketat.

Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas polemik proyek laptop pendidikan yang belakangan menjadi sorotan aparat penegak hukum.

“Seperti yang saya bilang tadi, total pengadaan itu sekitar 1,1 juta laptop, dan ini bukan hanya pengadaan dengan APBN tapi juga melalui DAK fisik, jadi ada yang dari daerah juga,” kata Nadiem di The Darmawangsa, Jakarta pada Selasa (10/6/2025).

Ia menegaskan proyek sebesar ini tidak mungkin dilakukan tanpa program evaluasi dan monitoring setelah pelaksanaan.

“Informasi yang saya dapat pada saat itu, di tahun 2023 adalah 97 persen daripada laptop yang diberikan ke 77.000 sekolah tersebut itu aktif, diterima, dan teregistrasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut Nadiem, pihak kementerian juga secara berkala melakukan sensus dan survei terhadap sekolah-sekolah penerima. Tujuannya untuk memastikan bahwa perangkat yang telah didistribusikan benar-benar digunakan sesuai tujuan awal.

“Kita melakukan sensus secara berkala dan kita melakukan pertanyaan kepada sekolah-sekolah yang menerima laptop apakah mereka menggunakannya untuk proses pembelajaran. Dan di tahun 2023, sekitar 82 persen daripada sekolah menjawab mereka menggunakannya untuk proses pembelajaran, bukan hanya untuk asesmen nasional dan administrasi sekolah,” lanjutnya.

Nadiem menyimpulkan berdasarkan informasi yang ia terima, manfaat Chromebook dirasakan nyata di sekolah-sekolah.

“Penggunaan dan manfaat daripada Chromebook ini dirasakan di sekolah-sekolah dan digunakan untuk berbagai proses pembelajaran,” kata Nadiem.

Sementara itu, kuasa hukum Nadiem, Hotman Paris Hutapea, menambahkan temuan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga mendukung klaim tersebut.

“Dan hasil audit dari BPKP juga menyatakan hal seperti itu. Ini kita ada nih ya, 90 persen lebih laptop tersebut dipergunakan dengan baik. Itu hasil audit dari BPKP,” ujar Hotman.

Ia juga menyebutkan proses pengadaan dilakukan dengan pendampingan dari Jaksa Pengacara Negara, memastikan prosedur berlangsung sesuai koridor hukum.

“Pada saat pengadaan barang tersebut, kementerian didampingi oleh Jamdatun ya, dari kejaksaan khusus sebagai pengacara negara. Jadi waktu pengadaan ini pun, Jamdatun sebagai pengacara negara juga ikut. Ada suratnya juga dan juga sudah diaudit oleh BPK. Tidak ada pelanggaran, kira-kira begitu ya,” jelas Hotman.

Tambahan informasi, kasus ini bermula dari proyek pengadaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh Kemendikbudristek untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Perangkat yang dimaksud mencakup laptop Chromebook dan perlengkapan pendukung lainnya. Namun, penggunaan Chromebook dinilai kurang efektif karena sangat bergantung pada koneksi internet, sementara akses internet di berbagai wilayah Indonesia masih belum merata.

Kejaksaan Agung menduga adanya pengondisian dalam proses pengadaan, termasuk pengarahan tim teknis untuk membuat kajian yang seolah-olah mendukung penggunaan Chromebook atas nama pengembangan teknologi pendidikan.

Proyek ini diduga disusun sedemikian rupa agar tampak sesuai kebutuhan, dengan nilai pengadaan mencapai lebih dari Rp9,9 triliun lebih yang mencakup dana APBN dan DAK.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Bupati Kukar Sentil Oknum Kades yang Manfaatkan Potensi Desa untuk Bisnis Pribadi

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, soroti oknum kepala desa (kades) yang memanfaatkan potensi desa untuk keuntungan pribadi. Meski tidak secara gamblang menyebutkan nama, ia mengatakan masih ada oknum kades yang mengelola potensi wilayahnya atas nama pribadi.

Hal ini ia sampaikan lantaran saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tengah berupaya serus mendorong pemerintah di tingkat desa maupun kelurahan agar terus berupaya mengoptimalkan potensi, untuk dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah masing-masing.

Berbagai upaya seperti mendorong pembentukan lembaga seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk turut mendukung optimalisasi potensi desa. Paling baru, Pemkab Kukar juga telah membentuk Koperasi Merah Putih di 237 desa dan kelurahan di Kukar.

“Hari ini kan ada beberapa oknum kades kan bisnisnya menggunakan potensi desanya, makanya BUMDes juga tidak jalan. Jadi saya minta mari komitmen bersama menjalankan Koperasi Merah Putih ini tidak lain maksudnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya, Selasa (10/6/2025).

Ia ingin memastikan agar lembaga-lembaga yang telah terbentuk untuk meningkatkan potensi di masing-masing wilayah bisa berjalan dengan baik sebagaimana fungsinya masing-masing. Bukan justru saling bersinggungan atau bahkan menjadikan keduanya tidak berjalan.

“Di Kukar ini juga sudah banyak BUMDes yang berjalan. Jangan sampai ini nanti justru BUMDes tidak terkelola dengan baik dan Koperasinya juga jalan,” sebut Edi Damansyah.

Ia juga memastikan bahwa tidak akan ada tumpang tindih kepentingan ataupun sistem pengelolaan. Karena koperasi akan lebih berfokus pada pengelolan menejerial sektor usaha yang dikembangkan oleh setiap anggotanya.

“Karena BUMDes itu kan mengelola salah satu usaha untuk menambah Pemdapatan Asli Desa (PADes). Tapi kalo Koperasi ini kan lebih kepada para anggotanya,” serunya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

DLHK Kukar Ajak Masyarakat Turut Menjaga Kebersihan di Taman Tanjong

TENGGARONG – Sejak diresmikan pada awal 2025, Taman Tanjong di jantung Kota Tenggarong telah menjelma menjadi magnet wisata baru, bagi warga Kutai Kartanegara (Kukar). Setiap akhir pekan, taman ini tak pernah sepi dari hiruk-pikuk keluarga yang berlibur, muda-mudi berswafoto. Hingga anak-anak yang riang bermain di atas rumput sintetis yang terhampar luas.

Dengan desain modern yang dipadukan nuansa hijau dan fasilitas ramah publik, Taman Tanjong hadir sebagai ruang terbuka yang merekatkan warga dari berbagai latar. Deretan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang menjajakan kuliner, jalur pedestrian yang lebar, hingga arena bermain anak menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Namun di balik wajah cantik Taman Tanjong, tersimpan satu persoalan yang tak kalah mencolok, yakni masalah kesadaran pengunjung terhadap kebersihan.

“Kami sering temukan sampah berserakan, padahal tempat sampah tersedia dan rambu larangan buang sampah sudah terpasang di banyak titik,” ungkap Kepala Dinas Lingkubgan Hidup dan Kehutana (DLHK) Kukar, Slamet Hadiraharjo, Selasa (10/6/2025).

Ia juga menuturkan bahwa taman ini dibangun sebagai ruang publik yang bisa diakses siapa saja, tanpa biaya, dan dengan fasilitas yang terus ditingkatkan. Sayangnya, masih ada sebagian pengunjung yang belum menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan taman.

“Pemkab Kukar membangun taman ini sebagai ruang bersama. Tapi menjaga dan merawatnya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif,” tegasnya.

Pengelolaan Taman Tanjong melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan DLHK Kukar fokus pada pemeliharaan taman, Dishub menangani pengaturan parkir, DiskopUKM mengelola aktivitas UMKM, sementara pengamanan dilakukan oleh Satpol PP.

Untuk menjaga kebersihan, setiap hari sejak dini hari, Pasukan Merah Putih dikerahkan untuk menyapu dan membersihkan taman dari sisa-sisa aktivitas pengunjung malam sebelumnya. “Kami tidak pernah absen. Setiap pagi petugas kami turun membersihkan taman. Tapi kalau masyarakat tak ikut menjaga, upaya ini tidak akan cukup,” imbuh Slamet.

Taman Tanjong sejatinya adalah simbol transformasi wajah kota. Namun, seperti banyak taman kota lainnya, tantangan utamanya bukan sekadar teknis, melainkan budaya. Slamet berharap taman ini bisa menjadi percontohan destinasi wisata bersih dan tertib di Kukar, sejalan dengan semangat One Zero Waste yang terus didorong pemerintah.

“Ayo kita jaga bersama taman ini. Tempat sampah sudah tersedia, rambu-rambu pun sudah terpasang. Yang perlu ditumbuhkan kini adalah rasa memiliki dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kasatops Armuzna Pastikan Tak Ada Jemaah Tertinggal di Mina

MAKKAH – Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Kasatops Armuzna) Harun Ar-Rasyid memastikan jemaah haji Indonesia seluruhnya telah meninggalkan tenda-tenda di Mina pada hari terakhir pelaksanaan mabit (menginap) pada 13 Dzulhijah 1446 Hijriah.

“Mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi, kami melaksanakan pendorongan jemaah dari Mina menuju Makkah,” ujar Harun usai melakukan penyisiran di tenda-tenda di Mina, Senin (9/6/2025).

Harun menjelaskan setelah proses pendorongan selesai, petugas haji melakukan penyisiran menyeluruh sejak pukul 15.30 waktu setempat di seluruh tenda sektor, meliputi ad-hoc 1 hingga 8 serta markaz-markaz di bawah syarikah.

Dalam penyisiran tersebut, ditemukan satu peserta haji yang tertinggal di tenda. Orang tersebut langsung diserahkan ke tim Misi Haji Indonesia di Mina, kemudian diarahkan ke Misfalah untuk selanjutnya dibawa ke Makkah.

Selain itu, tim juga menemukan sejumlah barang milik jemaah yang tertinggal. Barang-barang tersebut diamankan dan dikumpulkan di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, sebelum diserahkan ke masing-masing sektor di Makkah.

“Pukul 16.00 waktu Arab Saudi, kami nyatakan seluruh tenda jemaah Indonesia di Mina sudah kosong. Tidak ada lagi jemaah yang tertinggal. Kami pastikan clear,” kata Harun.

Tim kemudian melanjutkan penyisiran ke area jamarat lantai atas, mulai dari Pos 1 hingga Pos 5, termasuk lokasi melontar jumrah.

“Alhamdulillah, pukul 16.30 waktu setempat kami pastikan jamarat lantai atas juga sudah bersih dari jemaah Indonesia. Semua jemaah sudah terdorong menuju hotel masing-masing di Makkah,” kata dia.

Harun menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas Media Center Haji (MCH) dan tim operasional yang telah bekerja keras dan solid selama fase Armuzna.

Ia berharap seluruh petugas dan jemaah mendapat keberkahan atas pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

“Terima kasih kepada semua rekan yang setia bertugas sejak masa orientasi hingga puncak pelaksanaan ibadah haji. Kami mohon maaf jika ada kekurangan,” ujarnya. (ANT/KN)

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Bambang Sutopo Hadi

DPR Desak Menteri ESDM Evaluasi Total Izin Tambang Nikel di Raja Ampat

0

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengevaluasi penerbitan seluruh izin konsesi pertambangan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan berharap tidak ada tebang pilih.

“Kami mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat kenapa Menteri ESDM hanya menindak PT Gag Nikel sedangkan yang lain tidak. Padahal Kementerian Lingkungan Hidup telah menyebut keempat perusahaan nikel di sana melakukan pelanggaran. Raja Ampat ini adalah masa depan pariwisata, konservasi geologi, budaya dan kelestarian laut kita. Jadi, saya minta jangan korbankan Indonesia dan Raja Ampat hanya demi segelintir perusahaan nikel ini,” kata Evita Nursanty dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/6/2025).

Menurutnya, dibutuhkan ketegasan terhadap keberadaan tambang nikel di pulau-pulau kecil di Raja Ampat. Jika kehadiran tambang tersebut merusak ekosistem di Raja Ampat, maka harus ditutup tanpa pandang bulu.

Salah satu contohnya adalah tambang nikel di Pulau Kawe, Pulau Manuran, Pulau Batangpele yang berada di kawasan Geopark Raja Ampat, dan masuk juga di Kawasan Pengembangan Pariwisata Waigeo dan sekitarnya dalam Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Raja Ampat Tahun 2024-2044, atau pada pusat aktivitas wisata di Raja Ampat.

“Pulau-pulau ini, termasuk Pulau Gag merupakan pulau kecil yang harusnya tidak boleh ditambang berdasarkan UU No 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau ini jelas melanggar undang-undang,” ujarnya.

Geopark Raja Ampat sendiri resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023. Area wilayah geopark lebih kurang 36.660 km², mencakup Waigeo, Batanta, Salawati, Misool, dan terletak di jantung Coral Triangle, dengan 75 persen spesies karang global dan lebih dari 1.600 jenis ikan tersebar di sini. Keberlanjutan pengelolaannya sangat bergantung pada penanganan ancaman seperti pertambangan.

Evita mengatakan dirinya bersama tim Komisi VII DPR RI, komisi yang membidangi antara lain pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri, telah melakukan pertemuan dengan gubernur Papua Barat Daya dan para bupati termasuk bupati Raja Ampat bersama masyarakat beberapa minggu lalu menyerap aspirasi daerah terkait pariwisata disini, terutama setelah penetapan Raja Ampat sebagai Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) melalui Perpres No.87 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Raja Ampat Tahun 2024-2044.

Dalam Perpres itu, Raja Ampat merupakan destinasi pariwisata geopark kepulauan yang berkualitas, inklusif, serta berbasis konservasi dan masyarakat secara berkelanjutan serta menjadi penggerak bagi pembangunan ekonomi lokal. Itu sebabnya Evita juga berharap adanya

kesamaan visi diantara kementerian/lembaga serta pemerintah daerah dalam membahas ini, termasuk dari sisi regulasinya, jangan terjadi ego-sektoral.

“Kami melihat pertambangan di sana akan selalu berlawanan dengan dengan rencana pembangunan pariwisata berkelanjutan disana. Ini harus dibongkar, kita semua jangan melakukan pembohongan publik, sebab jika ini dibiarkan maka akan merugikan Raja Ampat, Papua Barat Daya, Papua dan Indonesia. Masa demi 3-4 perusahaan tambang nikel ini kepentingan yang jauh lebih besar kita korbankan?” tegasnya.

Komisi VII DPR RI juga menangkap keresahan dari daerah yang tidak dilibatkan dalam pemberian izin tambang bahkan perusahaan-perusahaan tambang ini juga tidak pernah berkomunikasi. Fenomena ini menimbulkan berbagai isu hukum, lingkungan, dan tata kelola.

“Mereka (daerah) mengeluh karena hanya jadi penonton, bahkan perusahaan-perusahaan tambang ini berkomunikasi juga tidak dengan daerah. Itu diungkapkan para kepala daerah,” tutur Evita.

Dia mengatakan banyak kepala daerah yang meminta agar pemerintah daerah dilibatkan dalam proses awal. Jangan sampai peran pemda atas wilayahnya termasuk aspek lingkungan dan sosial dihilangkan, karena jika tidak dilibatkan potensi kerusakan lingkungan bisa meningkat, dan terjadi ketimpangan-ketimpangan lain terutama dalam penerimaan daerah, dan bisa saja memicu konflik sosial karena kurangnya konsultasi dan partisipasi publik.

“Revisi regulasi teknis agar daerah diikutsertakan dalam proses evaluasi izin, dan meningkatkan mekanisme konsultasi publik sebelum izin diberikan,” ujarnya. (ANT/KN)

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Tasrief Tarmizi

Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Korban Kebakaran Kapuk Muara

0

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengecek kondisi warga korban kebakaran di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta, Senin malam, dan meminta jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah memastikan tenda-tenda pengungsian layak huni.

Di lokasi kebakaran, Wapres menyusuri area-area yang masih dipenuhi puing-puing, kemudian mendatangi tenda-tenda pengungsian dan berbicara dengan warga korban kebakaran yang tinggal untuk sementara waktu di sana.

Sekretariat Wakil Presiden, dalam siaran resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (9/6/2025) malam, menjelaskan Wapres menyampaikan kepada warga pemerintah terus berupaya memenuhi seluruh kebutuhan pokok mereka yang saat ini tinggal di tenda-tenda pengungsian, termasuk di antaranya makanan bergizi dan layanan kesehatan.

“Wapres juga menekankan bahwa kelayakan tempat pengungsian harus menjadi perhatian utama, khususnya terkait kemudahan akses air bersih, toilet, serta sistem logistik makanan yang terkoordinasi dan bersih,” demikian siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden.

Dalam kunjungannya itu, Wapres menyerahkan bantuan berupa paket sembako, dan berbagai kebutuhan lainnya seperti selimut dan pampers.

Wapres, dalam kesempatan yang sama, kemudian menginstruksikan jajaran pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan penanganan dampak kebakaran berjalan optimal, termasuk pemetaan secara menyeluruh area-area yang terdampak kebakaran sehingga bantuan dapat tersalurkan merata dan tepat sasaran.

Wapres lanjut menekankan musibah kebakaran yang terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk seperti di Kapuk Muara harus dicegah ke depannya.

Dia pun menekankan pentingnya memperkuat sistem pemadam kebakaran di kawasan padat penduduk, menambah hidran (alat pemadam api red.) publik, dan posko siaga di tingkat RT/RW, serta menata kembali area-area yang rawan kebakaran.

Dalam siaran resmi yang sama, Ketua RW 04 Kelurahan Kapuk Muara Sudiono menilai bantuan yang datang dari berbagai pihak termasuk pemerintah datang dengan cepat dan tersalurkan secara terpadu. Beberapa fasilitas darurat seperti MCK, air bersih dan makanan telah tersedia di tenda-tenda pengungsian.

“Alhamdulillah, tidak kekurangan,” kata Sudiono.

Dia kemudian mengucapkan terima kasih atas perhatian Wapres. “Saya terima kasih Bapak (Wapres) menyempatkan mengunjungi atau melihat langsung kondisi pengungsian korban kebakaran di wilayah kami,” sambung Sudiono.

Di pengungsian, salah satu warga korban kebakaran, Juki, berharap Wapres dapat mengupayakan adanya relokasi warga terdampak kebakaran ke lokasi yang lebih aman dan layak.

“Kalau bisa ya (tempat tinggal) dipindahin ke yang lebih layak,” kata Juki sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wapres.

Kebakaran di daerah pemukiman padat penduduk Kapuk Muara terjadi pada Jumat (6/6) dan membabat habis rumah-rumah warga dan bangunan lainnya. Tidak ada korban jiwa akibat musibah itu, tetapi sekitar 1.900 warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda pengungsian. (ANT/KN)

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Agus Salim

Jelang Duel Kontra Jepang, Rizky Ridho Terancam Absen Akibat Cedera Hamstring

0

JAKARTA – Kabar kurang baik datang dari Timnas Indonesia menjelang laga melawan Jepang pada putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Bek andalan Rizky Ridho mengalami keluhan pada otot hamstring saat menjalani latihan rdi Stadion Suita, Osaka, pada Senin (9/6/2025).

“Ridho mengalami keluhan pada otot hamstring saat latihan resmi. Saat ini ia masih dalam pengawasan dan penanganan oleh tim medis, terutama dr. Alfan Nur Asyhar,” tulis pernyataan resmi timnas Indonesia pada Senin (9/6/2025).

Kesiapan bek berusia 24 tahun tersebut untuk tampil melawan Jepang akan dipantau secara intensif dalam 24 jam ke depan.

Pertandingan Jepang melawan Indonesia dijadwalkan berlangsung Selasa ini pukul 17.35 WIB, dan akan menjadi salah satu partai penutup Grup C.

Jepang telah memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, sedangkan Indonesia melaju ke babak keempat. Namun laga ini tetap penting dalam menjaga momentum positif skuad Garuda memasuki putaran keempat.

Ridho sendiri telah menjadi bagian penting dalam membentuk trio lini belakang tangguh bersama Jay Idzes dan Justin Hubner.

Bersama Idzes dan Hubner, trio bek tengah ini mencatat tujuh clean sheet dari delapan laga saat tampil bersama, termasuk saat mengalahkan Bahrain dan China masing-masing 1-0.

Satu-satunya kekalahan mereka adalah saat menghadapi Jepang pada pertemuan pertama dalam fase grup, sebuah hasil yang ingin dibalas oleh Indonesia dalam duel di Osaka nanti. (ANT/KN)

Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor : Jafar M Sidik

Investasi Pembangunan IKN Lewat Skema KPBU Meningkat Positif

PENAJAM PASER UTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut investasi pembangunan IKN, ibu kota negara yang berlokasi di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) menunjukkan geliat positif.

“Skema KPBU pembangunan IKN semakin positif,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya menyangkut investasi pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin (9/6/2025).

Pemilik modal yang menanamkan modal melalui skema KPBU sektor hunian berasal dari berbagai negara, lanjut dia, seperti Amerika Serikat, Turki, Spanyol, dan Brunei Darussalam.

“Indikasi nilai investasi dari berbagai negara itu capai sekitar Rp63,3 triliun untuk sektor hunian,” tambahnya.

KPBU pembangunan IKN sektor jalan dan terowongan multi utilitas (MUT), timpal dia lagi, menggeliat positif atau menunjukkan perkembangan menjanjikan.

Tercatat ada lima calon investor dari Tiongkok, Malaysia, dan Indonesia yang saat ini dalam proses penyusunan studi kelayakan (feasibility study) dan evaluasi dokumen.

“Indikasi total nilai investasi mencapai Rp71,8 triliun, dan Rp55 triliun di antaranya berasal dari luar negeri,” jelasnya.

Skema KPBU di IKN bukan hanya untuk mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkuat akuntabilitas publik jangka panjang.

Otorita IKN mengarahkan berbagai proses investasi untuk berjalan lebih ringkas dan efisien, tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Prinsip kehati-hatian tetap dijaga, kata dia, namun hambatan birokratis yang tidak perlu akan diminimalkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Peningkatan minat investor dalam dan luar negeri terus terlihat seiring dengan penguatan tata kelola serta penyederhanaan proses yang dilakukan dalam beberapa kuartal terakhir, skema KPBU menjadi model investasi unggulan yang aman dan kredibel di mata dunia usaha, demikian Basuki Hadimuljono. (ANT/KN)

Tersangka Suap Dana Hibah, Mantan Ketua DPRD Jatim Dikabarkan Menghilang

0

JAKARTA – Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur, dikabarkan menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diduga terlibat dalam kasus suap pengurusan dana hibah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menanggapi kabar tersebut, KPK menyatakan telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk melacak keberadaan Kusnadi.

“KPK akan berkoordinasi dengan APH terkait, dan berharap saudara Kusnadi dapat segera ditemukan keberadaannya,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis pada Senin (9/6/2025).

Menurut Budi, pencarian terhadap Kusnadi merupakan hal penting agar penanganan perkara ini bisa segera diselesaikan. Ia menegaskan kehadiran para tersangka sangat dibutuhkan untuk efektivitas proses hukum.

“Sehingga proses hukumnya dapat berjalan efektif,” tambah Budi.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, empat orang ditetapkan sebagai pihak penerima suap dan 17 lainnya diduga sebagai pemberi.

KPK sejauh ini belum membeberkan secara rinci identitas para tersangka. Namun disebutkan bahwa tiga dari empat penerima suap merupakan penyelenggara negara, sedangkan satu lainnya adalah staf pejabat.

Sementara itu, dari kalangan pemberi suap, sebanyak 15 orang berasal dari pihak swasta dan dua lainnya juga merupakan penyelenggara negara.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

KPK: Agen dan TKA Diperas Oknum Pejabat Kemnaker untuk Hindari Denda

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik pemerasan oleh oknum pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terhadap agen penyalur dan tenaga kerja asing (TKA). Uang diberikan secara terpaksa demi menghindari denda besar akibat keterlambatan pengurusan izin kerja.

“Para agen tadi mau tidak mau (memberikan uang), harus memberikan, kalau tidak ya mereka akan mendapatkan denda lebih besar daripada uang yang harus dikeluarkan untuk mengurus (izin),” ungkap Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/6/2025).

Menurut Budi, para tersangka yang terlibat dalam kasus ini dengan sengaja mengabaikan proses pengurusan izin dari para agen atau TKA yang tidak memberikan uang. Akibatnya, masa berlaku izin kerja TKA menjadi terlewat tanpa pemberitahuan, dan mereka pun dikenai denda harian.

“Dendanya cukup lumayan, per hari hitungannya, seperti kalau kapal telat berlabuh, berlayar, akan didenda per hari,” kata Budi.

Budi menjelaskan modus ini dimanfaatkan oleh para tersangka karena mereka melihat celah dalam aturan yang berlaku, dan memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi. Ia menegaskan, perbuatan tersebut masuk kategori pemerasan karena pihak pemberi tidak memiliki pilihan lain.

“Inilah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum Kemnaker ini untuk melakukan pemerasan, atau permintaan sejumlah uang kepada agen-agen yang melakukan pengurusan (izin kerja TKA),” tegas Budi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam perkara dugaan pemerasan terkait pengurusan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) di Kemnaker.

Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Suhartono.

Tujuh tersangka lainnya adalah mantan Direktur Pengendalian Penggunaan TKA Kemnaker Haryanto, eks Direktur Pengendalian Penggunaan TKA Wisnu Pramono, dan mantan Koordinator Uji Kelayakan Pengesahan Pengendalian Penggunaan TKA Devi Anggraeni.

Selain itu, ada pula eks Kepala Subdirektorat Maritim dan Pertanian Ditjen Binapenta Gatot Widiartono, mantan staf Ditjen PPTKA Kemnaker Putri Citra Wahyoe, eks staf Ditjen PPTKA Kemnaker Jamal Shodiqin, serta Alfa Eshad.

Para tersangka ini diduga berhasil mengumpulkan dana hingga Rp53 miliar dari praktik pemerasan terhadap agen dan calon TKA selama kurun waktu sejak tahun 2019.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R