Beranda blog Halaman 404

Ketika Ketua DPRD dan Wali Kota Bontang Duduk Bersama

PERTEMUAN dengan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam pada Rabu sore, 11 Juni 2025, terasa istimewa. Bukan hanya karena saya bersama tim Media Kaltim dijamu langsung di rumah jabatan ketua dewan, tapi karena Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni juga ikut bergabung di ruang tamu dalam suasana kekeluargaan.

Saya bersama Darman (General Manager Media Kaltim sekaligus Direktur Radar Bontang), Yahya Yabo (Redaktur Media Kaltim), Dwi Suliati (Wartawan Senior Media Kaltim), dan Iqlima Syih Syakurah (Reporter Media Kaltim), datang untuk silaturahmi yang sudah dijadwalkan ketua DPRD sejak pagi.

Saya cukup sering berkomunikasi dengan Andi Faiz. Namun untuk kunjungan resmi seperti ini baru beberapa kali terjadi. Terakhir kami bertemu di periode lalu, saat ia menerima saya di teras belakang rumah jabatannya.

Kini, suasana terasa lebih hangat. Hidangan tersaji di meja marmer yang dikelilingi kursi ukiran khas.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menunjukkan pesan di ponselnya kepada saya saat diskusi hangat di ruang tamu rumah jabatan Ketua DPRD Bontang, Rabu (11/6/2025).
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama tim Media Kaltim berdiskusi ringan di ruang tamu rumah jabatan.

Rumah jabatan ini memang kerap menjadi tempat singgah Wali Kota. Hanya berjarak satu rumah dari rumah jabatan wali kota, tempat ini sering kali jadi titik temu antara urusan publik dan suasana keluarga.

Tak berlebihan, mengingat Andi Faiz adalah putra kandung Neni. Tak heran jika kolaborasi mereka begitu cair.

Bahkan bisa dibilang, Neni sukses mendidik ketiga anaknya: Andi Satya Adi Saputra kini sebagai Anggota DPRD Kaltim, Andi Faiz di DPRD Bontang, dan si bungsu Andi Amalia Nefyanti berkarier di dunia medis.

Sore itu kami sempat menunggu karena Faiz sedang menerima tamu dari Pemuda Pro Investasi Bontang Lestari. “Mereka menyampaikan rencana aksi karena keberatan atas kelompok luar yang ikut menuntut ke IUP,” kata Faiz. Ia menyarankan mereka agar berkoordinasi dengan Polres jika ingin menyampaikan aspirasi melalui aksi.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melakukan koordinasi via telepon terkait laporan warga soal kondisi jalan rusak di Bontang Lestari, saat menerima kunjungan tim Media Kaltim di rumah jabatan Ketua DPRD Bontang, Rabu (11/6/2025).

Tak lama setelah itu, Neni bergabung. Yang menarik, begitu obrolan dimulai, keduanya langsung menerima laporan masyarakat.

Neni menerima keluhan soal jalan rusak di Jalan Soekarno-Hatta Bontang Lestari. Faiz segera menghubungi seseorang untuk memverifikasi status jalan itu.

Begitu terhubung seseorang yang cukup mengetahui status jalan tersebut, telepon genggam langsung diserahkan ke Neni. “Kalau memang jalan nasional, kapan bisa diperbaiki? Sudah beberapa kali pengendara jadi korban. Kasihan,” ujar Neni dalam komunikasi teleponnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Bontang juga menanggapi isu pemutusan kontrak 250 tenaga honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini memang harus dijalankan sesuai regulasi, namun pemerintah dan DPRD tidak tinggal diam. Ada beberapa opsi yang disiapkan: bantuan permodalan bagi yang ingin berwirausaha, peluang menjadi pegawai harian lepas, hingga sistem PJLP di tiap OPD. “Yang penting tetap bisa kerja, tetap ada penghasilan,” kata Faiz.

Di sela percakapan, Faiz juga sempat berbagi pengalaman pribadi tentang batalnya keberangkatan haji melalui jalur furoda. Saat itu, dirinya bersama istri, kakaknya, dan istri sang kakak sudah berada di Jakarta. Dikatakannya, sistem digital yang baru membuat pengajuan manual sebelumnya tak lagi berlaku. “Mungkin ini yang terbaik. Saya anggap belum dipanggil,” ucapnya pelan.

Ketika ditanya apakah sedih, ia menjawab: “Sedih, tapi ambil hikmahnya. Belum berangkat, belum dipanggil. Kisah nabi, orang yang belum berangkat tapi wajahnya beribadah sudah sampai di sana. Ya, mungkin saya secara ruhani sudah sampai ke sana.”

Sore itu, di ruang tamu rumah jabatan, saya menyaksikan sendiri sinergi yang jarang ditemukan di banyak daerah. Ketika wali kota dan ketua dewan duduk bersama, saling menyimak dan langsung menindak, saya percaya kota ini sedang berjalan ke arah yang benar.

Bontang tak butuh pemimpin yang hanya bersaing dalam kata. Kota ini butuh mereka yang mau duduk bersama, mendengar, dan bertindak.

Sore itu, saya melihat sendiri—di ruang tamu itu, dua pemimpin berbagi tanggung jawab, bukan panggung. Saya juga melihat sebuah harapan: harapan warga Bontang agar sinergi ini tidak hanya berlangsung di ruang tamu, tapi menjalar ke seluruh ruang publik. Karena kota ini tak sekadar butuh janji, tapi kerja yang saling menguatkan. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Harsono dan Ermi Jadel: Bangkit dari Stroke Lewat Usaha Empek-Empek

SUDAH cukup lama saya tidak berbincang panjang dengan H. Harsono, pemilik Empek-Empek Anda Kota Taman yang juga dikenal sebagai Ketua IKA Pakarti Kota Bontang.

Biasanya, kami hanya bersapa singkat saat saya mampir membeli empek-empek di warung lamanya di Km 6, poros Samarinda–Bontang.

Namun, Rabu (11/6/2025) siang tadi, saya bersama tim Media Kaltim mendapat kesempatan lebih dari sekadar menyapa. Kami menyambangi lokasi usaha barunya di Jalan Mulawarman, yang masih dalam tahap pembangunan.

Saya datang bersama Darman (General Manager Media Kaltim), Yahya Yabo (Redaktur), serta dua wartawati kami, Dwi Suliati dan Iqlima Syih Syakurah.

Kedatangan kami bukan hanya untuk bersilaturahmi, tapi juga menyampaikan terima kasih karena Pak Harsono ikut menyokong acara Media Kaltim Fun Run Nusantara di IKN pada 4 Mei lalu.

Bangunan semi permanen itu tampak cukup luas. Dinding berlapis keramik motif bata krem dan cokelat. Area dalamnya mengusung konsep terbuka, berlangit-langit kayu, dipenuhi tanaman hias, dan dilengkapi kursi-kursi ukiran kayu yang khas.

Saya berbincang dengan Harsono (kiri) di ruang utama warung barunya yang sedang dalam pembangunan di Jalan Mulawarman, Bontang.

Di ruang inilah Harsono duduk menyambut kami. Mengenakan kaos bergaris abu-abu dan celana pendek. Wajahnya tetap berseri, meski gerak tangan kanannya masih terbatas. Jalannya juga belum sepenuhnya normal.

Warung makan itu rencananya akan dinamai Ermi Jadel, singkatan dari nama anak-anak yang ia cintai: Era, Milen, Jagad, dan Dela—anak dari saudara istrinya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri sejak usia satu tahun. “Dela sudah ikut sejak kecil, ya saya anggap anak sendiri,” ucapnya.

Obrolan kami kemudian membawa kembali Harsono ke tahun 2021, saat stroke menyerangnya untuk pertama kali. Hanya sepekan setelah ia terpilih sebagai Ketua IKA Pakarti, ia menggelar pertemuan dengan pengurus baru di Bontang Kuring (kini Bontang Nusantara).

Di tengah-tengah acara, ia merasakan kedua kakinya mulai kaku. Saat pulang, ia tetap nekat menyetir mobil dinas milik PT Badak LNG menuju kantor.

Meski ada kolega yang menemaninya di kursi sebelah, Harsono tetap memilih menyetir sendiri karena merasa bertanggung jawab atas kendaraan dinas tersebut. Namun, kondisinya semakin menurun. Sesampainya di kantor, ia akhirnya menyadari tak bisa lagi memaksakan diri dan meminta segera dibawa ke rumah sakit.

Sejak itu, pengobatan panjang dijalaninya. Ia bolak-balik ke Jawa, menjajal berbagai terapi medis dan tradisional. Ia bahkan sempat mengupayakan pengobatan ke dr. Terawan Agus Putranto, dokter yang dikenal fenomenal karena metode brain washing-nya yang kontroversial tapi sempat dipercaya banyak pasien stroke. “Sudah lama antre dapat jadwal, sudah menjalani pengobatan hampir setahun, tapi mungkin belum jodoh untuk bisa sembuh total,” kenangnya.

Kini, Harsono rutin menjalani kontrol di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta, rumah sakit rujukan nasional untuk penanganan stroke.

Meski belum pulih sepenuhnya, ia sudah mulai bisa menggerakkan tangan kanannya. “Dulu susah digerakkan, sekarang Alhamdulillah sudah bisa sedikit-sedikit,” ucapnya. Ia tahu, stroke bukan penyakit ringan. “Harus sabar. Datangnya lama, sembuhnya juga lama.”

Namun Harsono tak hanya memikirkan pemulihan. Ia tetap produktif membangun usaha. Warung barunya ditargetkan mulai beroperasi pada Juli mendatang. Menu utamanya tetap andalan: empek-empek, tapi kali ini ditambah dengan sajian khas Nusantara lainnya. “Yang berbeda, nanti ada juga soto Makassar,” katanya.

Tampak depan warung makan baru milik Harsono yang dinamai “Ermi Jadel”, kombinasi nama anak-anaknya. Bangunan ini ditata dengan gaya sederhana dan asri.

Halaman warung itu mulai tertata. Beberapa tanaman hias tampak dirawat rapi di sisi bangunan, ada juga pohon kecil yang ditanam di sudut depan. Tak banyak ornamen, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa tempat ini dirawat dengan perhatian. Ia ingin warungnya terasa nyaman, bukan sekadar untuk makan, tapi juga tempat orang betah duduk lama-lama.

Saat ini, kata Harsono, pembangunan tinggal menyisakan beberapa bagian kecil. “Sekarang tinggal penyelesaian ruang mushola dan tambahan toilet yang masih dalam tahap pembangunan. Sudah 85 persen,” katanya.

Di sela obrolan, saya teringat satu hal yang sederhana tapi berarti. Pak Harsono lahir 13 Juli 1968. Usianya kini 56 tahun. Hampir setiap tahun, ia tak pernah absen memberi dukungan untuk Media Kaltim. Kadang mengirimkan empek-empek saat ulang tahun, kadang menyumbang doorprize, atau sekadar mengirim karangan bunga. Ulang tahunnya hanya berselang sehari dari hari lahir Media Kaltim, 14 Juli 2020. Mungkin itu yang tanpa disadari membuat kami merasa saling dekat. Sama-sama tumbuh perlahan, sama-sama berusaha memberi makna.

Dalam perbincangan itu, saya sempat menyinggung soal politik. Apakah ia pernah punya keinginan untuk masuk partai atau mencalonkan diri sebagai anggota DPRD atau kepala daerah? Jawabannya tegas: tidak. Baginya, justru itu bentuk penurunan. “Kalau sekarang saya bisa bantu orang pakai uang sendiri, nanti kalau jadi pejabat bisa disangka pakai uang negara,” ucapnya. Harsono merasa lebih tenang berada di luar jalur kekuasaan, karena itu membuatnya lebih leluasa untuk menolong. Baginya, jabatan bukan segalanya. Ia lebih senang jika bisa membantu masyarakat, bahkan tak segan menggunakan dana pribadi untuk kegiatan sosial yang ia anggap penting.

Tim Media Kaltim saat duduk bersantai usai berbincang dengan Harsono di warung barunya.

Kini di usianya yang ke-56, ia lebih banyak merenung. Baginya, hidup di usia tua adalah tentang penerimaan. Ia menyebut perlunya persiapan menghadapi masa tua dan kematian. “Kita harus sadar, hidup ini tidak lama. Yang penting kita tinggalkan hal baik, terutama untuk anak cucu,” katanya. Ia mengaku, waktu luangnya kini lebih banyak dihabiskan untuk keluarga.

Saya masih ingat betul, di awal-awal Media Kaltim berdiri. Saat itu, Harsono menjadi salah satu sosok pengusaha UMKM yang paling awal saya datangi dan tulis kisahnya.

Semua bermula dari dapur sederhana di rumah, tempat ia mulai meracik pempek. Siapa sangka, dari tempat itulah muncul produk yang kini jadi buah tangan favorit banyak orang. Bahkan tak jarang, pempek buatannya dibawa ke Palembang—tempat asal makanan itu sendiri.

Harsono bukan sekadar pengusaha kuliner. Ia adalah teladan tentang bagaimana bangkit dari keterbatasan. Saat tubuh diuji, ia tidak menyerah. Justru bergerak, terus berikhtiar, dan melanjutkan tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan pemilik usaha.

Harsono membuktikan bahwa tubuh boleh terbatas, tapi semangat dan tekad tak boleh ikut lumpuh. Justru dari ujian itulah, ia menemukan makna hidup yang sesungguhnya.

Kami pun pamit, membawa pulang bukan sekadar cerita, tapi semangat dari seorang sahabat yang tetap tersenyum dalam ujian. Seorang ayah, pengusaha, dan pejuang stroke yang meyakini bahwa harapan tak pernah hilang, selama kita tak berhenti melangkah. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

DPMD Kukar Segera Tuntaskan Penetapan Batas Wilyah Desa

TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melanjutkan proses penetapan batas wilayah desa di seluruh kecamatan. Hingga saat ini, sebagian besar kecamatan telah merampungkan penetapan batas desa dan kelurahan melalui kesepakatan bersama antarwilayah.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa dari 20 kecamatan, masih terdapat tiga kecamatan yang belum menyelesaikan penetapan batas secara menyeluruh.

“Untuk kecamatan lainnya, batas desa dan kelurahan sudah tuntas dan disepakati bersama. Tersisa Tabang, Marangkayu, dan Anggana yang masih dalam proses,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).

Arianto menjelaskan, hambatan yang dihadapi di tiga kecamatan tersebut berbeda-beda. Selain faktor teknis seperti akses wilayah dan ketersediaan data, dinamika sosial antar desa juga menjadi tantangan tersendiri dalam mencapai kesepakatan.

Khusus di Kecamatan Tabang, proses penetapan batas perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan lembaga adat, mengingat keberagaman kepentingan yang ada di wilayah tersebut.

“Penanganannya memang perlu lebih hati-hati. Karena itu, kami mendorong penyelesaian melalui pendekatan partisipatif yang dimulai dari tingkat desa,” tambahnya.

DPMD Kukar tetap mengedepankan mekanisme musyawarah desa sebagai langkah utama dalam menyelesaikan batas wilayah. Pendekatan ini diharapkan mampu menghindari potensi sengketa atau ketidaksepakatan di kemudian hari.

“Kesepakatan batas idealnya berasal dari bawah, dari masyarakat dan pemerintah desa masing-masing. Kalau sudah sepakat di tingkat lokal, risiko konflik ke depan bisa ditekan,” jelasnya.

Meski demikian, jika musyawarah tidak mencapai titik temu, pemerintah kabupaten dapat mengambil keputusan berdasarkan kajian teknis. Namun opsi ini hanya akan dilakukan jika seluruh upaya dialog telah dilakukan.

“Langkah teknis tetap tersedia, tapi itu bukan pilihan pertama. Musyawarah tetap jadi pendekatan utama, seperti yang kemarin kami lakukan di Marangkayu,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Desa Lebak Cilong Menuju Nol Sampah, TPS 3R Jadi Senjata Andalan Warga Muara Wis

TENGGARONG – Di tengah tantangan pengelolaan sampah rumah tangga yang masih membelit banyak wilayah di Kutai Kartanegara (Kukar), sebuah harapan tumbuh dari Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis. Berbekal bantuan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kukar, desa ini mulai menata diri menuju sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Langkah ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari upaya membangun budaya baru. Yakni masyarakat memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

“TPS 3R ini menjadi bukti nyata bahwa desa bisa mandiri dalam mengelola sampah. Ini bukan hanya soal alat atau bangunan, tapi soal perubahan pola pikir dan perilaku,” tegas Camat Muara Wis, Fadhli Annur, Rabu (11/6/2025).

Berbeda dengan tempat pembuangan biasa, TPS 3R memiliki fungsi ganda yakni menyortir sampah rumah tangga dan mengolahnya agar tidak semua berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah organik bisa dijadikan kompos, sementara sampah anorganik yang masih layak akan dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan atau didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi.

Menariknya, TPS 3R ini dikelola langsung oleh masyarakat, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa. Bahkan desa tetangga seperti Lebak Mantan juga dapat memanfaatkan fasilitas ini. “Ke depan, kami ingin aktivitas di TPS 3R juga mendukung ekonomi kreatif desa. Sampah bukan lagi beban, tapi bisa jadi peluang,” kata Fadhli optimistis.

Agar pengelolaan berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Kukar melalui DLHK juga telah mengucurkan berbagai dukungan logistik. Dua unit dump truck dan dua mobil pengangkut sampah telah disalurkan dalam dua tahun terakhir, ditambah satu unit kendaraan operasional yang kini melayani Desa Lebak Mantan.

Sistem pengangkutan pun dirancang menyentuh langsung rumah warga. Petugas menggunakan kendaraan L300 untuk menjemput sampah, sementara tempat pembuangan sementara telah disiapkan di masing-masing RT agar lebih mudah dikontrol dan dikelola.

Kini, fokus utama ada pada partisipasi warga. Tanpa pemilahan dari rumah, TPS 3R akan kewalahan. Oleh karena itu, Fadhli terus mengimbau masyarakat agar membedakan sampah organik dan anorganik sejak dari dapur sendiri.

“Kami ingin kesadaran ini tumbuh dari dalam, bukan karena diawasi. Ketika warga mulai sadar bahwa sampah bisa berdampak buruk kalau tidak dikelola, maka perubahan akan datang dengan sendirinya,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Danantara Tegaskan Belum Ada Pembahasan Akuisisi GoTo

0

JAKARTA – Managing Director Investment Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Stefanus Ade Hadiwidjaja menyampaikan, saat ini belum ada pembicaraan terkait dengan rencana untuk melakukan akuisisi terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).

Pada prinsipnya, Ia memastikan Danantara Indonesia selalu terbuka terhadap peluang investasi yang sejalan dengan mandat mereka, demi memperkuat sektor strategis dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Saat ini belum ada pembicaraan terkait hal tersebut (akuisisi GoTo),” ujar Stefanus dikutip di Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Dia memastikan, setiap keputusan investasi Danantara Indonesia dilakukan secara selektif, melalui kajian yang menyeluruh dengan menerapkan prinsip manajemen risiko yang baik, serta mempertimbangkan potensi imbal hasil yang berkelanjutan bagi negara.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Danantara Indonesia sedang dalam tahap awal pembicaraan dengan GoTo untuk mengakuisisi saham minoritas, sebagai bagian dari upaya merespons kekhawatiran pemerintah terhadap potensi GoTo akan diakuisisi oleh Grab yang berbasis di Singapura.

Kabar yang beredar, Grab telah menargetkan kesepakatan merger tercapai pada kuartal II 2025, dengan valuasi GoTo hingga 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 114 triliun.

Dalam pengumuman yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Mei 2025, GoTo telah memberikan klarifikasi mengenai spekulasi yang beredar di media tentang kemungkinan terjadinya transaksi dengan Grab.

“Perseroan mengetahui adanya spekulasi di beberapa media dan rumor yang bergulir kembali mengenai adanya rencana transaksi antara Perseroan dengan Grab,” ungkap Sekretaris Perusahaan GoTo R A Koesoemohadiani.

Pihak Goto mengungkapkan bahwa perusahaan secara teratur menerima berbagai tawaran dari pihak luar. Setiap tawaran tersebut akan dipertimbangkan dengan cermat demi kepentingan jangka panjang semua pemangku kepentingan.

“Namun demikian, sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini, Perseroan belum mencapai keputusan apapun terkait penawaran yang mungkin telah diketahui atau diterima oleh Perseroan,” ujar R A Koesoemohadiani. (ANT/KN)

Anggaran Mobil Dinas Rp1 Miliar, Mensesneg: Belum Tentu Dibelanjakan

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan anggaran pengadaan mobil dinas pejabat eselon I yang dialokasikan hampir mencapai Rp1 miliar belum tentu dibelanjakan atau dipakai seluruhnya.

Menurut Pras, sapaan Mensesneg Prasetyo yang juga juru bicara Presiden RI, anggaran yang ditetapkan Kementerian Keuangan itu sebatas pagu atau semacam standar biaya.

“Itu kan standar biaya. Jadi, semua harus diatur ada standar biayanya. Bukan berarti, maknanya itu pasti dikeluarkan. Setiap tahun pemerintah pasti harus mengeluarkan ada standar biaya. Jadi, kalau kita belanja ada aturan mainnya,” kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Pada kesempatan sama, Mensesneg juga merespons pertanyaan wartawan mengenai alokasi anggaran untuk mobil dinas pejabat eselon I di tengah semangat efisiensi.

“Efisiensi bukan berarti terus tidak boleh ngapa-ngapain. Kan tidak. Efisiensi itu filosofinya diperuntukkan kegiatan yang lebih produktif. Sebagaimana yang tadi saya sudah jelaskan, kalau pun di situ keluar angka, bukan berarti itu pasti harus dikeluarkan,” jelasnya.

Kementerian Keuangan pada Senin (2/6) pekan lalu mengumumkan biaya pengadaan kendaraan dinas bagi pejabat eselon I sebesar Rp931.648.000 untuk tahun 2026, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32 Tahun 2025 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2026.

Direktur Sistem Penganggaran Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Lisbon Sirait menjelaskan bahwa anggaran pengadaan kendaraan dinas tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp878.913.000.

“Jadi, standar biaya ini kita bentuk berdasarkan harga rata-rata, harga rata-rata atau harga real di pasar. Jadi, memang kenaikan itu karena kita mempertimbangkan pengadaan mobil listrik dengan spek yang telah ditentukan,” kata Lisbon.

Lisbon menekankan bahwa kenaikan anggaran tersebut tidak mengabaikan prinsip efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Pemerintah tetap memberlakukan kebijakan pembatasan pengadaan kendaraan dinas serta mendorong optimalisasi penggunaan kendaraan yang telah ada di masing-masing instansi.

“Bukan karena kita tidak mempertimbangkan efisiensi. Lalu, bagaimana pertimbangan efisiensinya dari sisi penganggaran? Dari sisi penganggaran ya pemerintah ada kebijakan pengadaan kendaraan dengan mengoptimalkan kendaraan yang sudah ada. Dan bahkan ada pembatasan-pembatasan mengenai kendaraan dinas dari pemerintah,” jelas Lisbon.

Adapun Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32 Tahun 2025 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2026 ini ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 14 Mei 2025 dan mulai berlaku setelah diundangkan pada 20 Mei 2025.

Aturan itu menjadi acuan dalam penyusunan anggaran kementerian/lembaga untuk tahun 2026. (ANT/KN)

Persib Bandung Resmi Berpisah dengan Bek Andalan Gustavo Franca

0

JAKARTA – Klub Liga 1 Indonesia Persib Bandung mengumumkan berpisah dengan bek Gustavo Franca pada bursa transfer pemain kali ini.

Dikutip dari laman resmi klub, Selasa, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan mengucapkan terima kasih atas kontribusi Franca selama musim 2024/25.

“Hatur nuhun, Gustavo. Dedikasi, totalitas, dan kerja kerasmu sepanjang musim ini layak menjadi inspirasi bagi siapa pun, termasuk pemain Persib lainnya,” kata Adhitia.

“Sukses untuk perjalanan karier selanjutnya, Gustavo. Sekali lagi, hatur nuhun pisan,” tambahnya.

Meski hanya satu musim membela Persib Bandung selama 2024/25, Gustavo Franca dapat mencuri hati suporter Maung Bandung karena penampilan fantastisnya dan meraih gelar juara Liga 1 Indonesia.

Pemain berkebangsaan Brasil tersebut menjelma menjadi benteng kokoh di lini belakang, motor serangan dari belakang, dan juga mesin gol yang diam-diam mengancam.

Bek berusia 28 tahun ini mencatatkan 30 penampilan bersama Persib Bandung, dengan torehan enam gol, dua assist, dan dua penyelamatan penting.

Selain statistik yang ciamik di lapangan, Gustavo dapat menunjukkan determinasi, dan semangat juangnya yang menyatu dengan jiwa tim.

Penampilan luar biasanya bersama Persib Bandung musim ini juga membuat Gustavo menjadi salah satu pemain yang masuk ke-11 pemain terbaik Liga 1 Indonesia 2024/25.

Gustavo Franca menjadi pemain ke-11 yang resmi dilepas Persib Bandung usai rampungnya kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/25 setelah sebelumnya berpisah dengan Ciro Alves, Nick Kuipers, Mateo Kocijan, Kevin Ray Mendoza, Ahmad Agung, Victor Igbonefo, Tyronne del Pino, Gervane Kastaneer, Edo Febriansah dan Ryan Kurnia. (ANT/KN)

Iran Klaim Bobol Dokumen Program Rudal Israel, Siap Berbagi ke Sekutu

TEHERAN – Iran telah memperoleh akses ke program rudal Israel dan berencana untuk berbagi beberapa data tersebut dengan kelompok-kelompok anti-Israel, kata Kementerian Intelijen Iran pada Selasa (10/6/2025).

Awal bulan ini, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran telah menerima berbagai dokumen rahasia tentang sektor nuklir Israel.

Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib menggambarkan dokumen-dokumen tersebut sebagai “harta karun informasi intelijen” yang akan memperkuat potensi daya serang Negeri Para Mullah itu.

“Bagian lain dari dokumen yang diterima terkait dengan program militer dan rudal (Israel), serta dokumentasi teknis yang terkait dengan proyek-proyek ilmiah dan teknis penggunaan ganda,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu mengatakan pula bahwa sebagian besar dokumen tersebut akan digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.

Sementara bagian lainnya akan dibagikan dengan negara-negara sahabat atau akan diberikan kepada organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok anti-Israel. (ANT/KN)

Sumber: Sputnik-OANA

Ditekuk Jepang 6-0, Kluivert Fokus Evaluasi Persiapan Babak Keempat

0

JAKARTA – Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert menegaskan timnya akan belajar dari kekalahan telak 0-6 melawan Jepang di Stadion Suita, Prefektur Osaka, Selasa (10/6/2025).

Kluivert ingin menjadikan kekalahan dalam laga penutup putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C itu sebagai pelajaran berharga untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin menuju putaran keempat babak kualifikasi yang dimainkan pada Oktober mendatang.

“Kita perlu belajar dari situasi ini. Saya rasa ini momen pembelajaran yang sangat penting. Secara individu, sebagai pelatih, tetapi juga sebagai tim. Kita perlu belajar dari situasi ini,” kata Kluivert pada jumpa pers pasca-pertandingan di Stadion Suita, dikutip dari rekaman audio yang diterima di Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Daichi Kamada (15′, 45+5′), Takefusa Kubo (19′), Ryoya Morishita (55′), Shuto Machino (58′), dan Mao Hosoya (80′), adalah para pencetak gol Jepang pada pertandingan tersebut.

Tak sekedar menang, Jepang juga sangat dominan karena Sofascore mencatat mereka memiliki 71 persen penguasaan bola, melepaskan 22 total tembakan yang 10 di antaranya menjadi peluang besar.
Dominasi Jepang membuat Indonesia tak bisa melakukan apa-apa selama 90 menit pertandingan, setelah hanya menguasai bola sebanyak 29 persen dan tanpa melakukan tembakan satu pun.

Indonesia juga dapat menelan kekalahan lebih banyak jika kiper mereka Emil Audero tak membuat empat penyelamatan gemilang.

“Saya rasa mereka pantas menang,” kata Kluivert menilai permainan Jepang.

Ini adalah kekalahan ketiga Indonesia dari Jepang sejak 2024. Dari tiga pertandingan itu, Indonesia kebobolan 13 kali dan hanya mampu mencetak satu gol melalui Sandy Walsh saat tim Garuda kalah 1-3 dari Samurai Biru di Piala Asia 2023, Januari tahun lalu.

Sementara itu, ini merupakan kekalahan kedua untuk Kluivert dari empat pertandingan menangani Indonesia. Nahasnya, dua kekalahan itu adalah kekalahan dengan skor telak. Sebelum dikalahkan Jepang, Indonesia dikalahkan Australia 1-5 di Sydney.

“Sekali lagi, kami menghormati Jepang. Banyak kualitas. Kami memulai Jepang dengan sangat baik. Namun, secara individu, mereka memiliki banyak kualitas. Sebagai tim juga. Mereka mendominasi permainan. Itu hal yang jujur. Semua orang melihat permainan. Kita perlu menghormati itu. Kita perlu belajar dari ini. Itu hal yang paling penting,” kata pelatih asal Belanda tersebut. (ANT/KN)

Hotman Paris Tegaskan Pengadaan Chromebook Era Nadiem Sesuai Prosedur

0

JAKARTA – Pengacara Nadiem Makarim, Hotman Paris Hutapea, menegaskan bahwa tuduhan korupsi terkait proyek pengadaan laptop pendidikan yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut tidak berdasar.

Ia membantah tuduhan bahwa kliennya telah mengubah kajian agar Chromebook diunggulkan dalam pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Pertanyaan pertama yang paling basic adalah, kan yang pertama seolah-olah Nadiem ini merubah kajian. Itu paling basicnya di situ unsur melawan hukum yang dituduhkan, itu merubah kajian agar Chromebook dimenangkan. Ternyata itu dua kajian yang berbeda,” ujar Hotman dalam konferensi pers di The Darmawangsa, Jakarta pada Selasa (10/6/2025).

Hotman menjelaskan kajian pertama, yang menyatakan Chromebook tidak cocok, dilakukan sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri dan ditujukan untuk wilayah tertinggal atau daerah 3T. Sementara itu, proyek pengadaan yang dilaksanakan di masa kepemimpinan Nadiem justru diperuntukkan bagi wilayah non-3T atau daerah dengan koneksi internet memadai.

“Kalau kajian yang pertama itu adalah untuk daerah 3T, yaitu daerah tertinggal. Itu ada kajiannya sebelum beliau jadi menteri. Kajian yang mengatakan bahwa tidak cocok itu memang tidak cocok, tapi proyek beliau ini bukan untuk daerah tertinggal,” tegas Hotman.

Ia menambahkan tuduhan unsur melawan hukum yang menyatakan Nadiem telah mengubah uji coba tidak tepat, sebab proyek dan kajian tersebut berasal dari konteks yang berbeda.

“Itu satu, sudah terbantahkan,” ujarnya.

Hotman juga menyoroti proses pengadaan laptop yang dinilainya berlangsung secara transparan melalui sistem e-katalog.

Menurutnya, semua vendor bebas mencantumkan produknya dalam e-katalog untuk ditawarkan kepada pemerintah, dan sistem tersebut diawasi langsung oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Laptop ini setiap calon vendor memasukkannya di e-katalog. E-katalog itu adalah semua vendor bebas untuk mencantumkan produknya di sana, untuk nanti ditawar oleh kementerian. Dan itu diawasi langsung oleh LKPP,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam katalog resmi tersebut terdapat beragam jenis laptop dengan berbagai spesifikasi, dan harga yang tercantum berkisar antara Rp6 juta hingga Rp7 juta. Namun, laptop yang dibeli Kemendikbudristek justru lebih murah.

“Menurut BPKP, di e-katalog itu harganya sekitar 6 sampai dengan 7 juta. Ternyata harga yang dibeli oleh kementerian adalah sekitar 5 jutaan. Jadi jauh lebih murah dari harga yang tercantum di e-katalog,” terang Hotman.

Ditegaskan, e-katalog merupakan dokumen resmi dan terbuka untuk umum yang dikelola langsung oleh pemerintah, sehingga tidak ada dasar untuk menyatakan negara dirugikan dalam proses tersebut.

“Dari unsur kerugian negara itu sudah terbantahkan dengan e-katalog tersebut,” tutupnya.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R