Beranda blog Halaman 402

PU Kukar Rancang Tiga Titik Kolam Redensi untuk Kurangi Banjir Pemukiman di Tenggarong

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mengendalikan banjir yang kerap melanda kawasan permukiman di wilayah Tenggarong. Salah satu langkah strategis yang tengah dikaji adalah pembangunan folder, atau kolam retensi, sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus, mengungkapkan bahwa penyebab utama banjir saat ini adalah berkurangnya daya serap lingkungan akibat alih fungsi lahan.

“Kita sudah banyak membuat kajian terhadap dampak lingkungan sekarang ini. Karena resapan-resapan ini sudah banyak hilang, ada yang bangun rumah, ada yang menambang, macam-macam,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

Sebagai solusi, pihaknya telah merancang pembangunan tiga titik folder di kawasan rawan banjir, yakni di Jalan Lais, Jalan Gunung Menyapa, dan kawasan Tambak Rel. “Kami sudah ada tiga desain folder di tiga titik yang menurut kajian kami, itu bisa mengurangi banjir di wilayah Tenggarong,” jelasnya.

Namun, pembangunan folder masih terkendala keterbatasan anggaran karena biaya yang dibutuhkan cukup besar. Untuk sementara, Dinas PU Kukar menggunakan berbagai alternatif teknis lain guna meminimalkan banjir.

“Pembangunan folder ini anggarannya lumayan besar. Jadi kita belum tahu kapan bisa direalisasikan, untuk sementara kami masih menggunakan alternatif-alternatif yang paling tidak bisa mengurangi banjir yang ada di Tenggarong,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Ada Jembatan Baru di BSD, Kini Warga RT 25 Loktuan Tak Lagi Lewat Lapangan Golf

Kamis sore, 12 Juni 2025, saya akhirnya melintasi jembatan kayu Bukit Sekatup Damai (BSD) untuk pertama kalinya. Padahal saya tinggal di kawasan ini, dan sudah cukup lama tahu bahwa jembatan tersebut dibangun.

Tapi baru sore itu saya punya waktu untuk jogging ke arah sana, bersama istri. Dari rumah ke pintu masuk jembatan jaraknya tak sampai satu kilometer.

Yang pertama menarik perhatian saya justru bukan jembatannya, tapi bangunan pujasera lama di dekat pintu masuk. Bangunan ini sebelumnya cukup besar, digunakan sebagai pusat kuliner dengan sejumlah kios di dalamnya. Namun, seiring waktu, fungsinya mulai berkurang.

Gedung eks pujasera BSD yang sedang direnovasi jadi gedung serbaguna.

Atas usulan, Badan Koordinasi Lingkungan (BKL) BSD, PT Pupuk Kaltim membantu melakukan renovasi agar bangunan ini bisa dimanfaatkan lebih baik. Rencananya dialihfungsikan menjadi gedung serbaguna, supaya penataannya lebih rapi dan penggunaannya lebih luas—untuk kegiatan warga seperti pertemuan, hajatan, atau acara komunitas.

Saya melangkah masuk ke kawasan jembatan. Di gerbangnya, ada papan informasi dan CCTV. Jembatan kayu itu membentang sekitar 360 meter di atas hamparan bakau yang rindang dan tenang.

Di tengahnya berdiri menara pantau BSD. Bukan sekadar pelengkap. Menara itu digunakan untuk pengawasan dan edukasi lingkungan. Di kawasan ini juga telah ditanam 3.000 bibit mangrove, bagian dari program 50 ribu penanaman oleh PT Pupuk Kaltim.

Setelah melewati jembatan, saya tiba di kawasan hunian kecil di tengah mangrove. Ada 10 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sini. Dulu akses mereka harus memutar lewat lapangan golf Sintuk. Tapi sejak jembatan BSD selesai dibangun, akses lama ditutup. Satu-satunya jalan keluar-masuk adalah lewat perumahan BSD.

“Dari sisi keamanan, memang lebih baik. Semua keluar-masuk lewat satu pintu saja di kompleks BSD,” kata Supriyadi, Ketua BKL BSD.

Di ujung kawasan itu, saya melihat beberapa bangunan, termasuk kandang ayam dan kolam besar. Menurut Supriyadi, kandang tersebut kini hanya digunakan sebagai tempat penampungan ayam potong sebelum dijual.

Kolam yang cukup luas itu rencananya akan dikembangkan sebagai lokasi pemancingan dan kafe kecil. Struktur bangunannya sudah berdiri, tapi belum selesai.

Pembangunan jembatan ini dimulai pada September 2024 dan selesai Januari 2025. Namun pagar dan lampu baru dikerjakan belakangan karena memang tak termasuk dalam desain awal.

Setelah warga mengusulkan tambahan itu—karena jalur ini mulai ramai digunakan pagi hingga malam—permintaan pun disampaikan ke pihak perusahaan. “Awalnya memang tidak masuk perencanaan, tapi setelah warga menyampaikan usulan, kami teruskan ke PKT. Syukurnya langsung direspons, sekarang tinggal pengecatan pagar saja,” jelas Supriyadi.

Gedung serbaguna yang menggantikan pujasera lama juga akan dikelola oleh BKL BSD. Warga bisa memanfaatkannya untuk beragam kegiatan, dengan pengelolaan yang tetap tertib dan bertanggung jawab.

“Bisa digunakan warga, tapi tetap harus ada koordinasi. Ada biaya listrik, kebersihan, dan hal teknis lainnya yang harus dipertimbangkan bersama,” tambah Supriyadi.

Bagi saya, jembatan, menara, dan gedung ini bukan sekadar bangunan. Ini ruang hidup. Tempat orang berkegiatan, bersosialisasi, dan merasa punya bagian. Infrastruktur seperti ini tak selalu perlu seremoni besar—cukup dibuktikan dari fungsinya di lapangan.

BSD hari ini punya potensi besar. Tapi potensi itu hanya bisa tumbuh kalau dijaga bersama. Jangan tunggu rusak baru diperbaiki. Jangan tunggu ramai baru diperhatikan. Kawasan ini sudah mulai hidup. Tinggal bagaimana kita—warga, pengelola, dan perusahaan—ikut bertanggung jawab menjaga dan merawatnya.

Karena yang tumbuh dari kawasan ini bukan cuma bakau dan kayu, tapi juga kesadaran, keterhubungan, dan rasa memiliki. Sesuatu yang makin hari makin langka di ruang publik kota kita.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

RSHD Ditutup, Ambulans Dijual, Gaji Tak Dibayar: Begini Kondisi Terkininya

Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) dulunya menjadi kebanggaan warga Samarinda. Berdiri sejak 2003 di Jl. Dahlia No. 4, rumah sakit ini dibangun dari tekad dan pengorbanan keluarga almarhum H. Darjad, seorang perantau dari Amuntai yang dikenal karena kerja keras dan kepedulian sosialnya. Bagi keluarga dan masyarakat, RSHD adalah amanat suci: amal jariyah melalui pelayanan kesehatan.

Saya termasuk yang pernah mempercayakan RSHD untuk kelahiran anak ketiga saya, Muhammad Azka Wirasena, pada tahun 2011. Saat itu, saya sudah bertugas di Bontang sementara istri masih tinggal di Samarinda. Dan memilih RSHD karena banyaknya rekomendasi.

Saya langsung meluncur ke Samarinda setelah menyelesaikan pekerjaan malam itu juga. Namun tak sempat menyaksikan proses kelahiran putra saya. Selama beberapa hari di rumah sakit inilah, saya melihat langsung fasilitas yang tersedia sudah lengkap dan terintegrasi.

Ruang bersalin yang nyaman, perawatan intensif bayi yang memadai, pelayanan 24 jam di IGD, serta deretan poli spesialis seperti anak, kandungan, penyakit dalam, hingga ortopedi.

Almarhum H. Darjad bukan hanya dikenal sebagai tokoh penggerak sosial, tetapi juga kakek dari almarhum Nusyirwan Ismail, Wakil Wali Kota Samarinda periode 2010–2015 dan 2016–2018. Nusyirwan adalah figur publik yang dihormati dan bagian dari keluarga yang turut membangun kepercayaan terhadap RSHD sebagai institusi layanan masyarakat.

Karena itulah saya percaya, RSHD saat itu punya masa depan dan bakal berkembang pesat. Namun kini, masa depan itu meredup perlahan—karena kelalaian dan salah urus.

Teranyar, dari unggahan Facebook, diketahui ambulans milik RSHD dijual bebas. Seorang karyawan menyebut mobil antik dan kendaraan lainnya sudah lebih dulu dilepas tanpa persetujuan ahli waris. Salah satu unit—Isuzu Elf 2006 yang masih tampak baru—ditawarkan seharga Rp150 juta atas nama Mas’ud Darjat, lengkap dengan dokumennya.

Kabarnya penjualan ini tidak transparan. Tanpa persetujuan keluarga. Penjualan dilakukan atas sepengetahuan oknum. Ironisnya, bukan untuk melunasi gaji karyawan. Gaji tetap macet. Sementara manajemen hanya memberi janji—bahwa semuanya akan dibayar paling lambat 29 Agustus 2025. Janji yang sampai hari ini belum terbukti.

Masalah tak berhenti di situ. Status tanah dan bangunan pun bermasalah. Tanah atas nama lima anak H. Darjad, tapi tidak pernah ada perjanjian sewa resmi dengan PT Medical Etam (ME), badan hukum pengelola RSHD. PT Darjad Bina Keluarga (DBK) –yang tercatat sebagai pemilik saham mayoritas– sudah tidak aktif. Akta usang. Izin kedaluwarsa. Manajemen berantakan.

Lebih dari itu, BPJS Kesehatan sudah mencabut kerja sama. Alasannya jelas: RSHD tak memenuhi syarat administratif dan etika profesi.

Dinas Ketenagakerjaan pun angkat tangan. Setelah manajemen mangkir dari tiga kali mediasi, mereka mengeluarkan surat anjuran resmi. “Kalau tidak direspons, pekerja bisa lanjut gugat ke PHI,” kata Reza Pahlevi dari Disnaker Samarinda.

Sebanyak 58 karyawan menuntut hak mereka. Beberapa di antaranya bahkan dipecat sepihak karena berani bersuara.

MANUVER BISNIS, DITUTUP SEMENTARA

Di tengah kekacauan, muncul kabar: salah satu dokter yang juga pemegang saham tengah menawarkan saham kepada rumah sakit swasta besar. Tapi siapa yang diajak bicara? Atas nama siapa? Apakah utang-utang ikut dihitung? Tidak ada kejelasan. Semua berlangsung diam-diam.

Dengan dalih perbaikan internal, manajemen RSHD resmi menghentikan seluruh operasional rumah sakit. Surat penutupan ditandatangani Plt. Direktur Setiyo Irawan. Kondisi lapangan? Pantauan wartawan Media Kaltim menunjukkan suasana sepi. Hanya ada petugas keamanan dan pemeliharaan.

Menurut perwakilan manajemen, Desi Andriani Hangin, hak karyawan akan tetap dibayarkan. Tapi seperti sebelumnya, hanya janji. Tak ada kepastian kapan.

Layanan dihentikan sementara agar pasien tak merasa cemas, katanya. Padahal, yang membuat cemas adalah ketidakpastian dan hilangnya kepercayaan publik.

Ironi. RSHD dibangun dari gotong royong keluarga besar H. Darjad. Visi mereka: rumah sakit modern dengan pelayanan prima.

Di atas kertas, semua lengkap—lebih dari 100 tempat tidur, IPAL Jerman, layanan spesialis. Tapi kini, semua itu hanya nama. Yang tersisa adalah puing konflik dan dugaan pelanggaran hukum.

Penjualan aset yang dilakukan tanpa prosedur jelas menimbulkan pertanyaan besar. Jika terbukti ada pelanggaran, maka mekanisme hukum patut dijalankan. Sebaliknya, jika ada celah untuk penyelamatan, maka sebaiknya semua pihak turut serta memperbaikinya.

Langkah audit menyeluruh, penelusuran aset, dan klarifikasi kepemilikan adalah keniscayaan. Proses ini diharapkan bisa memulihkan kepercayaan publik sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga besar H. Darjad untuk kembali berperan aktif dalam menyelamatkan amanat mulia yang telah mereka rawat sejak awal.

Ini bukan soal rumah sakit saja. Ini tentang warisan nilai, tanggung jawab antargenerasi, dan harapan yang seharusnya tetap hidup.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Prabowo Minta Pemprov DKI Patungan Bangun Proyek Raksasa Tanggul Laut

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto sempat mencari kehadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam penutupan konferensi infrastruktur ICI 2025, guna meminta Pemprov DKI agar mau patungan melalui APBD dalam pembangunan mega proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall).

Presiden menjelaskan bahwa proyek tanggul laut raksasa yang membentang sepanjang 500 kilometer di pantai utara Jawa, dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, membutuhkan biaya pembangunan sebesar 80 miliar dolar AS, termasuk di Teluk Jakarta secara khusus sebesar 8 miliar dolar AS sampai 10 miliar dolar AS.

“Khusus untuk Teluk Jakarta, kemungkinan 8 (miliar) sampai 10 miliar dolar (AS), kalau 8 sampai 10 miliar dolar, saya kira kita sendiri mampu. Di sini ada hadir Gubernur DKI? Tidak? Enggak hadir? Waduh. Coba diselidiki kenapa tidak hadir,” kata Presiden Prabowo seraya berkelakar, dalam sambutannya saat menutup International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Presiden mengatakan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Pramono beberapa hari lalu, dan mengirim utusan untuk memastikan bahwa Pemprov DKI mendukung pembangunan mega proyek yang sudah direncanakan sejak 1995 itu.

Kepala Negara pun mendapat jawaban bahwa Pemprov DKI tentu saja mendukung tanggul laut raksasa yang sudah masuk dalam proyek strategis nasional.

“Saya dapat jawaban ‘dukung’. Alhamdulillah. Karena APBD-nya DKI sangat besar. Jadi saya bilang DKI harus urunan. Pemerintah pusat urunan,” kata Prabowo.

Prabowo pun memproyeksi APBD dari Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan tanggul laut raksasa setidaknya mencapai 8 miliar dolar AS, yang dapat dialokasikan per tahun sebesar 1 miliar dolar AS.

Menurut Presiden, pembangunan tanggul laut raksasa ini memang diprioritaskan untuk Jakarta, serta beberapa kota lain, seperti Semarang, Pekalongan dan Brebes.

“Air itu sudah mengancam kehidupan rakyat kita, harus segera. Dan ini suatu yang harus kita laksanakan dan kita terbuka,” kata Presiden.

Prabowo pun membuka sejumlah perusahaan asing, baik dari China, Jepang, Korea Selatan, hingga kawasan Eropa dan Timur Tengah untuk ikut berinvestasi dalam proyek tanggul laut raksasa.

“Tapi, kita tidak tunggu (kerja sama), kita akan gunakan kekuatan (anggaran) kita sendiri,” kata Presiden. (ANT/KN)

Menag : Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025 di Makkah dan Madinah Berjalan Lancar

MAKKAH – Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi berjalan normal dan lancar, tanpa insiden besar yang mengganggu pelaksanaan ibadah.

“Alhamdulillah, tidak ada kiamat di Makkah dan Madinah. Semua berjalan sangat normal,” kata Nasaruddin Umar saat melepas kepulangan jemaah Kloter 2 embarkasi Lombok (NTB) di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Kamis (12/6/2025).

Ia menegaskan pentingnya menyampaikan informasi secara jujur kepada publik, termasuk bila ada kekurangan. Kepada media, Nasaruddin mengajak untuk menggali testimoni langsung dari jemaah tanpa rekayasa.

“Kalau ada masalah, katakan ada. Kalau tidak ada, ya katakan tidak ada. Jangan membuat masyarakat resah,” kata dia.

Menag juga membantah isu adanya wacana pemotongan 50 persen kuota haji Indonesia pada tahun 2026.

“Beberapa kali kami rapat, tidak pernah ada pembahasan soal itu. Sebagai Menteri dan Amirul Hajj, saya belum mendengar isu tersebut secara resmi,” kata dia.

Nasaruddin mengakui bahwa tidak ada negara yang sempurna dalam pelaksanaan haji, termasuk Indonesia. Namun ia menekankan bahwa pelayanan sejauh ini cukup tertib dan berjalan dengan baik.

“Kalau ada makanan terlambat, itu biasanya karena kemacetan. Tetapi air, kemah, semuanya lancar,” kata dia.

Salah satu anggota haji, Sohwan Marzuki dari Kloter 2 Lombok Tengah, membenarkan pernyataan Menag. Ia mengaku pelayanan haji berjalan cukup baik, termasuk konsumsi dan logistik.

“Makanannya lebih dari cukup, bahkan sering berlebih. Air juga lancar, hanya satu catatan di Mina, tempat menginap agak tinggi. Tapi secara keseluruhan, semua berjalan lancar,” kata dia

Menag menutup dengan pesan kepada seluruh pihak agar menyampaikan informasi secara adil dan tidak mendramatisasi satu-dua kasus.

“Di sini tidak ada kebohongan publik. Petugas kita berjibaku dalam panas yang luar biasa. Mereka juga berkorban,” kata dia. (ANT/KN)

242 Penumpang dan Awak Air India Dipastikan Tewas

MOSKOW – Pihak kepolisian India melaporkan bahwa semua 242 penumpang dan awak pesawat Boeing 787 Air India yang jatuh di India barat meninggal dunia, demikian menurut Indian Express pada Kamis (12/6/2025).

Pada Kamis (12/6/2025) siang waktu setempat, portal media India ABP melaporkan bahwa sebuah pesawat penumpang Air India jatuh di dekat bandara Ahmedabad di negara bagian Gujarat, India barat.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) India memastikan bahwa ada 242 orang dalam pesawat tersebut, termasuk dua pilot dan sepuluh awak penerbangan.

Surat kabar Indian Express pada awalnya melaporkan bahwa sekurangnya 150 orang tewas dalam kecelakaan itu. Namun, dalam laporan terbarunya, harian tersebut melaporkan bahwa semua 242 orang di pesawat nahas tersebut tewas.

Meski penyebab kecelakaan tersebut masih diselidiki, sejumlah ahli menyampaikan dugaan bahwa pesawat tersebut jatuh karena menabrak sekawanan burung saat lepas landas.

Kecelakaan pesawat Air India pada Kamis ini merupakan insiden pertama pesawat Boeing 787 Dreamliner yang menyebabkan korban jiwa, menurut pangkalan data penerbangan Aviation Safety Network.

Dari total 170 insiden yang tercatat dialami pesawat tipe Boeing 787 sejak penerbangan perdananya pada tahun 2009, baru kali ini tercatat insiden yang memakan korban tewas. (ANT/KN)

Sumber: Sputnik-OANA

Menpora Pastikan Apresiasi Atlet Adil, Tak Istimewakan Timnas

0

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo menegaskan apresiasi yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Timnas Sepak Bola Indonesia bersifat pribadi dan tidak mencerminkan perlakuan istimewa terhadap cabang olahraga tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Menpora merespons sejumlah kritik, termasuk dari mantan atlet wushu nasional, Lindswell Kwok, yang menyebut adanya kesenjangan penghargaan dan bantuan dana antarcabang olahraga setelah pemberian jam tangan mewah Rolex kepada para pemain Timnas Indonesia yang mengalahkan China 1-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Ini bentuk apresiasi pribadi Presiden atas sejarah yang ditorehkan Timnas. Kita harus akui, mereka sudah menembus proses tertinggi dalam kualifikasi Piala Dunia. Tapi bukan berarti cabang olahraga lain diabaikan,” kata Dito saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Ia menambahkan perhatian Prabowo terhadap olahraga bersifat menyeluruh, dan tidak terbatas pada sepak bola.

Dito menyebut, saat masih menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo juga memberikan apresiasi pribadi kepada seluruh kontingen Indonesia di Olimpiade Paris 2024, termasuk atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana beliau, secara mendadak, memberikan penghargaan kepada seluruh kontingen Indonesia di Paris. Ini mungkin tidak banyak diberitakan, tapi ini fakta. Beliau benar-benar peduli dan mencintai olahraga,” ujar Dito.

Dito juga menekankan pemerintahan Prabowo-Gibran memang menargetkan peningkatan prestasi Indonesia di tiga ajang besar yaitu Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia.

“Tentu apresiasi dan bonus akan diberikan kepada siapa pun yang mencetak sejarah, baik di Asian Games maupun Olimpiade. Jadi tidak perlu dipertanyakan, pasti akan ada penghargaan dari pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi keluhan soal kesenjangan perlakuan antaratlet, Dito menilai hal tersebut bisa jadi hanya persoalan persepsi. Menurutnya, banyak cabang olahraga telah menerima dukungan dan perhatian dari pemerintah maupun Presiden.

“Faktanya, banyak kontribusi nyata Presiden Prabowo dalam dunia olahraga. Beliau aktif mengembangkan olahraga berkuda, polo, dan bahkan membangun fasilitas pelatnas (training center) di Bekasi,” katanya.

Dito menyebut Kemenpora saat ini mendapatkan keistimewaan dalam hal alokasi anggaran pelatnas. Hal ini menjadi modal penting dalam mendukung pembinaan jangka panjang dan peningkatan prestasi atlet Indonesia di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, Kemenpora menjadi salah satu kementerian yang mendapatkan keistimewaan anggaran pelatnas bagi para atlet. Ini bukti keseriusan pemerintah dalam mendukung seluruh cabang olahraga,” ujarnya. (ANT/KN)

Erick Thohir Dukung Penuh Timnas U-17, Uji Coba Hadapi Tim Piala Dunia

0

JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan dukungan penuh terhadap timnas U17 dengan memberikan fasilitas dan menggelar laga uji coba sebagai bagian dari persiapan untuk Piala Dunia U17.

Hal ini dia ungkapan setelah melakukan pertemuan dengan pelatih Timnas Indonesia U17, Nova Arianto dan manajer Ahmed Zaki.

“Bertemu dengan Manajer Timnas Indonesia U17, Pak Ahmed Zaki dan Coach Nova Arianto terkait persiapan Timnas Indonesia U17 yang akan berjuang di Piala Dunia U17 Qatar pada November 2025,” kata Erick Thohir dalam akun media sosialnya yang dikutip di Jakarta, Kamis (12/5/2025).

Erick Thohir mengatakan bahwa PSSI dalam lima bulan ke depan akan melakukan sejumlah pemusatan latihan di dalam dan luar negeri.

Timnas U17 juga direncanakan akan menjalani laga uji coba melawan negara yang akan tampil di Piala Dunia U17.

“Persiapan ini demi Garuda Muda bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia di panggung dunia,” jelasnya

Garuda Muda akan menggelar pemusatan latihan di dalam negeri, tepatnya di Sumatera Utara pada Agustus mendatang. Di sana, Indonesia dikabarkan akan menggelar uji coba melawan tiga negara peserta Piala Dunia U17 yang hingga kini belum disebutkan nama negaranya.

Sumatera Utara sendiri juga menyiapkan tiga lapangan untuk pemusatan latihan timnas U17 yakni Lapangan Kebun Bunga, lapangan sepak bola Jalan Pancing dan Stadion Utama Sumut di Deli Serdang.

Di Piala Dunia U17, Indonesia berada satu grup dengan juara empat kali Brasil, Honduras, dan negara debutan Zambia di Grup H.

Piala Dunia U17 tahun ini, yang memasuki edisi ke-20, digelar di Qatar pada 3-27 November. Sebanyak 48 negara berpartisipasi pada turnamen terakbar sepak bola usia muda ini. Jumlah ini bertambah dua kali lipat dari edisi sebelumnya yang berjumlah 24 peserta.

Nantinya, juara dan runner-up grup, serta delapan peringkat tiga terbaik akan lolos ke babak gugur, dimulai dari babak 32 besar sampai final. (ANT/KN)

Ahli Bahasa UI Sebut Komunikasi Politik Penuh Teka-teki di Sidang Hasto Kristiyanto

0

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli bahasa dari Universitas Indonesia, Frans Asisi Datang, dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku dan upaya perintangan penyidikan, dengan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Dalam keterangannya, Frans menyoroti komunikasi dalam ranah politik maupun kasus korupsi sering kali disusun secara samar dan penuh teka-teki, sehingga memerlukan analisis yang lebih mendalam.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Kamis (12/6/2025) itu diawali dengan pertanyaan dari Jaksa KPK Takdir Suhan mengenai penyusunan kalimat dalam komunikasi, khususnya lewat aplikasi WhatsApp.

Ia menyinggung apakah latar belakang keilmuan, jabatan, hingga status sosial turut memengaruhi penyusunan pesan dalam komunikasi digital.

“Dalam menyusun kata-kata, kalimat dalam komunikasi WA, apakah juga tadi basic, kalau tadi ahli juga sampaikan ada latar belakang, keilmuan, kemudian wawasan pengetahuan, level jabatan, status sosial, apakah itu juga menjadi bagian dalam isi kata-kata penentuan, kata-kata penyusunan kalimat dalam teks WA, misalnya?” tanya Jaksa Takdir.

Menanggapi itu, Frans menekankan komunikasi politik atau dalam kasus korupsi tidak pernah disampaikan secara gamblang. Ia mencontohkan pengalamannya sebagai ahli dalam kasus korupsi yang menyeret mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham.

“Jadi misalnya, satu kasus yang saya sebutkan, kasus korupsi yang melibatkan mantan Sekjen Golkar, saya juga ahlinya, dan saya waktu itu bisa menjelaskan arti kalimat-kalimat itu, dan yang paling, dan yang saya alami dalam kasus-kasus korupsi adalah, atau pengalaman saya, teks-teks itu penuh teka-teki, tidak transparan, tidak lugas seperti percakapan biasa,” ujarnya.

“Dan untuk hal seperti ini, sebagai ahli, saya punya pengalaman bahwa teks-teks yang berkaitan dengan politik, sosial, korupsi, dan lain-lain, itu harus diteliti lebih jauh, tidak sederhana,” lanjutnya.

Ketika Jaksa menanyakan apakah komunikasi antara atasan dan bawahan akan semakin kompleks seiring naiknya jabatan, Frans membenarkan. Menurutnya, semakin tinggi jabatan, maka semakin besar kecenderungan untuk menggunakan bahasa yang tidak langsung.

“Kalau pengalaman saya, semakin tinggi jabatan, semakin berusaha untuk menyampaikan sesuatu secara rumit. Jadi harus dianalisis,” jelas Frans.

“Misalnya bahasa politik, ketika seorang menteri berbicara, misalnya ‘akan diamankan’, itu bukan berarti harafiah, seperti kata ‘aman’, bisa berarti akan diteruskan atau akan dihentikan,” tambahnya.

Frans menilai bahasa politik dipenuhi makna konotatif yang tidak bisa dimaknai secara literal. Karena itu, setiap ucapan dalam konteks politik harus dipahami secara utuh dengan mempertimbangkan konteks percakapannya.

Ketika Jaksa bertanya apakah konteks tersebut umumnya sudah dipahami oleh kedua pihak dalam percakapan, Frans menyatakan bahwa pemahaman konteks itu adalah hal yang lumrah dalam komunikasi antar dua pihak atau lebih.

“Betul sekali. Jadi dalam konteks antara dua pembicara atau lebih di dalam sebuah WA misalnya percakapan WA atau percakapan langsung pun, orang bisa menggunakan kata-kata yang sudah dipahami oleh keduanya atau orang satu kelompok itu,” jelas Frans.

“Jadi konteksnya itu mereka pasti sudah paham. Tidak mungkin tiba-tiba membicarakan sesuatu jadi tanpa konteks. Kalau seperti itu pasti dari satu pihak mengatakan, ‘ini dalam hal apa? Ini kaitannya apa? Ini maksudnya apa?’ Kalau pertanyaan seperti itu berarti yang satu pihak mendengar misalnya atau lawan bicaranya itu belum masuk di dalam konteks. Tapi kalau dia katakan ‘oke, oh iya setuju, mantap’, atau apalah, itu berarti dia sama konteksnya dengan si pembicara itu,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Hasto didakwa dalam kasus upaya merintangi penyidikan terkait dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Ia dituduh menyuruh Harun Masiku untuk merendam telepon genggamnya ke dalam air agar tidak terlacak oleh KPK saat operasi tangkap tangan pada 8 Januari 2020. Selain itu, Hasto juga disebut memerintahkan Harun untuk tetap berada di kantor DPP PDIP agar tidak tertangkap.

Tak hanya itu, Hasto juga dituduh menyuruh anak buahnya untuk menenggelamkan ponselnya sebagai bentuk antisipasi terhadap penggeledahan oleh penyidik KPK. Perbuatannya disebut sebagai salah satu alasan mengapa Harun Masiku hingga kini belum juga ditemukan.

Jaksa menilai Hasto juga turut serta dalam memberikan suap sebesar Rp 600 juta kepada Wahyu Setiawan agar mengurus PAW Harun Masiku sebagai anggota DPR periode 2019–2024. Suap tersebut diberikan bersama orang-orang terdekatnya, yaitu Donny Tri Istiqomah, Saeful Bahri, dan Harun Masiku. Dari keempatnya, hanya Harun Masiku yang masih buron hingga saat ini.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Deputi Berganti, Pembangunan IKN Tetap Melaju

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan proses pembangunan dan investasi di IKN akan terus berjalan meskipun Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, mendapatkan penugasan baru di PT Pertamina (Persero).

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Agung selama bertugas di OIKN. Ia memastikan bahwa keberangkatan Agung tidak akan mengganggu kelanjutan proyek-proyek strategis, terutama dalam hal pendanaan dan masuknya investasi ke IKN.

“Kami di Otorita IKN sangat mengapresiasi kontribusi Bapak Agung Wicaksono,” ungkap Basuki, Kamis (12/6/2025).

“Keberhasilan yang telah beliau capai menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan IKN. Masyarakat dan investor tidak perlu khawatir, karena pembangunan IKN akan terus berjalan. Kami berkomitmen penuh untuk memastikan proses investasi dan pembangunan tidak terganggu, didukung oleh sistem yang sudah terbentuk dan semangat kolaborasi yang kuat dari seluruh tim,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Basuki dan jajaran, nilai investasi yang berhasil digerakkan di IKN telah mencapai lebih dari Rp65 triliun. Salah satu capaian penting adalah skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap model pembiayaan yang dikembangkan di IKN.

Selain itu, ekosistem kehidupan di IKN mulai terbentuk secara nyata. Salah satu contohnya adalah soft launching Hotel Qubika, akhir pekan lalu, yang menjadi bukti nyata investasi swasta telah berjalan. Kehadiran hotel ini mendukung sektor leisure, F&B, serta kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas di IKN.

Agung Wicaksono, yang mengakhiri tugasnya di Otorita IKN, menyatakan keyakinannya yang tinggi terhadap masa depan investasi di IKN.

“Meskipun ini adalah panggilan negara, saya punya keyakinan bahwa investasi IKN berada pada titik yang sangat baik. Sistem yang sudah dibangun bersama, termasuk platform digital INVESTARA, tidak bergantung pada individu. Saya sangat optimis, terlebih dengan kepemimpinan Pak Basuki yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga berani menjadi ‘marketing officer’ yang langsung turun ke lapangan demi meyakinkan para investor,” ujar Agung.

Ia juga menambahkan bahwa generasi muda yang kini menjadi motor di OIKN adalah jaminan keberhasilan jangka panjang IKN sebagai kota masa depan Indonesia. (*/rls)

Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R