Beranda blog Halaman 401

Upaya Kecanatan Loa Kulu Percepat Akses Antarwilayah Mulai Berbuah Hasil

TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kecamatan Loa Kulu dalam mempercepat konektivitas antarwilayah mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui kerja sama aktif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), berbagai proyek infrastruktur jalan kini terus digarap untuk membuka akses antar desa sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, menyampaikan bahwa sejak 2017, pihaknya konsisten melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur jalan mulai dari akses utama hingga gang-gang lingkungan.

Pemetaan ini dilakukan secara menyeluruh dan sistematis dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Perhubungan.

“Komunikasi lintas level pemerintahan kami jaga secara aktif. Tujuannya agar tidak ada desa yang tertinggal, apalagi sampai terisolasi karena belum terkoneksi jalannya,” ujar Ardiansyah, Sabtu (14/6/2025).

Beberapa desa telah mendapat perhatian khusus, seperti Desa Loh Sumber, Jembayan Tengah, dan Jembayan Dalam. Di Loh Sumber, misalnya, pemetaan jalan oleh Dinas PU sudah selesai dilakukan dan pembangunan fisik dijadwalkan akan dimulai dalam waktu dekat.

Sementara itu, untuk gang-gang kecil yang belum tersambung, Ardiansyah memastikan seluruh usulan telah dikawal melalui forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa dan kecamatan.

“Kami pastikan seluruh data dan usulan tidak berhenti di atas kertas. Tahun ini, tim kami kembali turun lapangan untuk verifikasi ulang kondisi jalan di setiap desa,” ungkapnya.

Langkah strategis ini tak hanya memperbaiki aksesibilitas, tetapi juga berkontribusi besar terhadap pergerakan ekonomi warga. Akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat memudahkan distribusi hasil pertanian, mempercepat layanan publik, dan mendorong investasi lokal.

“Kami ingin seluruh desa di Loa Kulu terhubung dengan baik, baik secara fisik maupun ekonomi,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Loa Kulu Angkat Wisata Alam dan Sejarah Jadi Destinasi Andalan

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), terus mendorong integrasi pengembangan wisata alam dan pelestarian sejarah. Ini bagian sebagai strategi untuk memperkuat identitas lokal dan ekonomi berbasis masyarakat. Dua lokasi yang kini menjadi fokus utama adalah kawasan Puncak Bukit Biru di Desa Sumber Sari dan situs Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber.

Camat Loa Kulu, Adriansyah, menyebut bahwa kawasan puncak di Desa Sumber Sari kini berkembang menjadi destinasi favorit. Tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi juga pengunjung dari luar daerah. Daya tarik kawasan ini semakin kuat berkat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, yang menetapkan lokasi tersebut sebagai bagian dari program prioritas wisata.

“Di Sumber Sari sekarang sudah ada ikon bertuliskan ‘Kukar’ yang menjadi spot foto populer. Ini bukan hanya soal destinasi alam, tapi juga citra daerah,” ujar Adriansyah, Sabtu (14/6/2025).

Untuk memperkuat ekosistem wisata, pemerintah kecamatan bersama desa tengah mendorong pelatihan dan pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Upaya ini ditujukan agar pengelolaan destinasi dapat dijalankan masyarakat sendiri secara profesional dan berkelanjutan.

Tak hanya fokus pada keindahan alam, Loa Kulu juga serius merawat sejarah. Salah satunya adalah Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber, yang menjadi saksi bisu tragedi masa lalu yang kini mulai dibenahi aksesnya. Semenisasi jalan menuju situs telah rampung, membuka peluang lebih besar bagi masyarakat dan pelajar untuk menjadikannya sebagai ruang edukasi sejarah.

“Untuk tahap selanjutnya, kami mendorong kepala desa mengalokasikan anggaran desa guna merawat dan mempercantik area sekitar tugu. Bahkan, kami ingin tempat ini bisa menjadi lokasi upacara atau refleksi setiap 17 Agustus,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Petani Busang Dengen Menggugat, Kuasa Hukum Koperasi Dilaporkan atas Ucapan Menyesatkan

0

SAMARINDA – Sengketa lahan sawit seluas 560 hektare di Desa Long Pejeng, Kecamatan Busang, Kutai Timur, kini memasuki babak baru. Ketua Kelompok Tani Busang Dengen, Kemasi Liu, proses pelaporan kasus penyemaran nama baik dan penyebaran informasi menyesatkan di media sosial oleh kuasa hukum Koperasi Dema Sinar Mentari (KDSM), Rima Rantika Sari, ke Polresta Samarinda terus berjalan.

Laporan ini didasari pernyataan Rima yang menyebut Kemasi Liu bukan ketua sah kelompok tani dan berupaya melakukan penguasan lahan.

“Saya sangat keberatan atas pemberitaan yang disampaikan oleh Rima Rantika, kuasa hukum KDSM, yang menyebutkan saya melakukan niat jahat dalam penguasaan lahan. Itu fitnah. Tanah itu milik kami sejak awal dan kami punya bukti sahnya,” ujar Kemasi Liu usai ditemui di Polresta Samarinda, Kamis (12/6).

Kuasa hukum Kemasi Liu, Yudi Ardian Nugraha, menjelaskan bahwa hari ini adalah lanjutan dari laporan pengaduan yang telah dilayangkan beberapa waktu lalu.

“Kami mendampingi Pak Kemasi Liu dalam pemeriksaan saksi pelapor. Hari ini dua orang saksi telah diperiksa oleh penyidik, dan kemungkinan agenda selanjutnya adalah pemanggilan terlapor,” ujarnya kepada media.

Menurut Yudi, penyidik telah mengajukan 17 pertanyaan kepada para saksi dan seluruhnya telah dijawab secara jelas.

Ia menyebut laporan ini mengacu pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

“Kami menilai pernyataan dari pihak KDSM yang disebarkan ke publik adalah bentuk pembohongan. Mereka mengklaim lahan itu milik koperasi berdasarkan surat hibah, padahal petani tidak pernah menyetujui hibah tersebut,” tambah Yudi.

Kasus ini, kata Yudi, berakar dari konflik kepemilikan lahan antara Kelompok Tani Busang Dengen dan KDSM. Ia berharap proses hukum berjalan objektif dan transparan.

“Kami percaya pihak kepolisian akan menindaklanjuti laporan ini secara profesional. Ini bukan hanya soal nama baik, tapi juga perjuangan para petani mempertahankan hak atas tanah yang telah mereka garap bertahun-tahun,” tegasnya.

Di balik semua ini, ada dugaan lebih besar bahwa lahan seluas 560 hektare itu telah berpindah tangan ke perusahaan tambang tanpa persetujuan petani. Kemasi Liu menduga nilai transaksinya mencapai Rp135 miliar.

Petani pun merasa makin terpojok. Selain harus menghadapi gugatan perdata dari KDSM, kini mereka harus berjuang melawan ancaman kehilangan tanah yang telah menjadi sumber penghidupan puluhan keluarga.

“Kami hanya ingin bertani dengan tenang, tanpa rasa takut. Tapi sekarang, kami selalu dihantui kekhawatiran kapan akan diusir,” ungkap salah satu petani yang enggan disebut namanya.

Proses hukum kini berjalan di Polresta Samarinda. Pihak Liu berharap polisi dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif.

“Ini bukan soal ego atau jabatan, ini soal harga diri dan hak hidup petani, yang lebih penting adalah soal keselamatan yang saat ini masih bertani dilahan tersebut,” tutup Liu.

Penulis: Hanafi
Editor:

Rupiah Melemah Dipicu Ketegangan Israel pada Iran

0

JAKARTA – Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) Rupiah dipengaruhi serangan rezim Israel terhadap Iran.

“Kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah secara tiba-tiba menyusul serangan Israel terhadap Iran memicu sentimen risk-off yang meluas,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Pada Jumat, Israel melakukan serangkaian serangan besar-besaran ke sejumlah target militer di Iran, termasuk ke beberapa individu yang dikabarkan memiliki koneksi dengan program nuklir negara tersebut.

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Hussein Salami, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya IRGC Gholamali Rashid, fisikawan Mohammad Mehdi Tehranchi dan mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran, Fereydoon Abbasi, wafat akibat serangan Israel ke Iran.

Media siaran Iran Press TV melaporkan bahwa adanya korban jiwa, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak, yang tewas dalam serangan tersebut, meskipun tidak merinci berapa jumlahnya.

Otoritas Iran membatalkan seluruh penerbangan di bandara Imam Khomeini di Tehran menyusul serangan tersebut, lapor kantor berita ISNA mengutip juru bicara bandara.

Tentara Israel menyatakan bahwa jet-jet tempur mereka telah menyelesaikan tahap pertama dari operasi serangan mereka.

Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan rezim Israel telah menetapkan takdir yang pahit dan menyakitkan bagi dirinya sendiri melalui serangan udara terhadap Iran pada Jumat dini hari waktu setempat.

Dalam sebuah pesan kepada bangsa Iran pada Jumat pagi, selang beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan di Tehran dan kota-kota lainnya, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa rezim Zionis harus bersiap menunggu hukuman yang keras.

Di samping itu, investor turut khawatir atas tekanan tarif lebih lanjut pasca Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan segera menaikkan tarif otomotif.

“Ia (Trump) dapat segera menaikkan tarif otomotif (yang) memicu kecemasan baru atas perdagangan hanya sehari setelah mengklaim bahwa kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok telah selesai,” ucap Ibrahim.

Nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 61 poin atau 0,38 persen menjadi Rp16.304 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.243 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat juga melemah ke level Rp16.293 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.237 per dolar AS. (ANT/KN)

KPK Optimistis Singapura Setujui Ekstradisi Buronan KTP-el Paulus Tannos

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku optimistis bahwa Pemerintah Singapura menyetujui permintaan ekstradisi buronan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), Paulus Tannos.

“Semuanya masih optimistis ekstradisi yang pertama ini mudah-mudahan bisa terealisasi dan terwujud, sehingga nanti mungkin bisa menjadi sebuah pembelajaran,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Lebih lanjut Setyo menjelaskan bahwa optimisme tersebut dikarenakan Pemerintah Indonesia, termasuk KPK, telah memenuhi permintaan Pemerintah Singapura dalam proses ekstradisi Paulus Tannos.

“Apa yang menjadi kebutuhan Pemerintah Singapura, baik Itu dari dokumen, surat, semuanya kami serahkan. Kurang, kami tambahkan. Masih butuh apa, kami lengkapi,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dia mengatakan bahwa bila ekstradisi Paulus Tannos berhasil, maka dapat menjadi contoh untuk buronan kasus lain.

“Mungkin DPO-DPO (daftar pencarian orang) yang lain bisa akan lebih mudah kalau posisinya ketahuan di suatu negara, khususnya Singapura, untuk kami minta ekstradisi,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Hukum, terdapat sidang pendahuluan mengenai kelayakan ekstradisi Paulus Tannos yang akan berlangsung pada 23—25 Juni 2025. (ANT/KN)

Menteri Dikdasmen Minta Fasilitas Ajar di SDN 020 Gunakan Smart Board Interactive

NUSANTARA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta agar fasilitas pembelajaran di ruang kelas SD Negeri 020 Sepaku dilengkapi dengan Smart Board Interactive atau layar pintar.

Perangkat ini menggabungkan fungsi papan tulis tradisional dengan teknologi digital interaktif, yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi langsung dengan materi ajar berbasis digital. Menurut Mu’ti, penggunaan teknologi semacam itu sejalan dengan perkembangan era digital saat ini.

“Kan menyesuaikan dengan model sekolahnya. Sudah smart building, juga mengusung konsep green building,” ujar Mu’ti saat meninjau ruang kelas yang masih menggunakan whiteboard konvensional, Jumat (13/6/2025).

Ia menyebut SDN 020 sebagai proyek percontohan pola pendidikan pintar di Ibu Kota Nusantara. Selain metode pengajaran yang inovatif, Mu’ti juga menyarankan kepada Yayasan Astra agar mendukung pengadaan sarana belajar yang lebih modern.

“Kalau whiteboard ini bisa diganti layar pintar, itu bagus. Tapi kalau perangkatnya sudah smart, gurunya juga harus dibikin smart. Jangan sampai fasilitasnya canggih, tapi pemahaman gurunya soal teknologi kurang,” ucapnya.

Peninjauan itu turut didampingi oleh Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono, dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara Waris Muin. Ketua YPA-MDR, Gunawan Salim, yang ikut mendampingi, langsung mengangguk menanggapi saran sang menteri. “Siap, siap, Pak Menteri,” sahutnya.

SDN 020 memang dibangun dengan konsep yang menarik. Lingkungan sekolah bersih, taman asri, dan kini bebas dari banjir. Sekolah yang dikepalai Pujianto ini memiliki 12 ruang kelas berpartisi, laboratorium IPA, dan laboratorium TIK. Jumlah siswanya saat ini mencapai 326 orang, dengan total tenaga pendidik dan staf sebanyak 19 orang.

Rinciannya, terdiri dari 1 kepala sekolah, 13 guru kelas, 1 guru PJOK, 2 guru agama, 1 guru inklusi, dan 1 tenaga tata usaha.

Sekolah ini berdiri sejak 1987 dan mendapatkan bangunan baru melalui dana CSR PT Astra melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR). Lokasi bangunan lama berada di pinggir jalan nasional Desa Bumi Harapan, yang dahulu sering mengalami banjir.

Kini, dengan gedung baru yang mengusung konsep smart building dan green building, sekolah ini juga dilengkapi dengan toilet ramah disabilitas. Hal itu mendapat perhatian khusus dari Hetifah Sjaifudian.

“Toiletnya harus diperhatikan kelayakan dan kebersihannya. Ini sekolah rujukan pendidikan smart dan inovatif,” tegas Hetifah.

Kepala SDN 020, Pujianto, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan gedung baru ini. “Kami sangat bersyukur. Sekarang jauh lebih nyaman. Perasaannya senang sekali,” ungkapnya.

Gedung sekolah diresmikan langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada Jumat (13/6/2025). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti gedung, didampingi Kepala OIKN, perwakilan sekolah, dan pihak Yayasan Astra.

Sebelum peresmian, rombongan pejabat berkeliling meninjau fasilitas sekolah seperti laboratorium IPA, kantin, mushala, sistem penampungan air, hingga menyapa siswa yang sedang membaca di gazebo sekolah.

Pewarta: Riski/Media Kaltim
Editor: Agus S

TNI AL Lirik Kapal Selam Tanpa Awak untuk Perkuat Deteksi Ranjau Laut

0

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali ingin memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) kapal patroli dengan kapal selam tanpa awak pendeteksi ranjau.

Hal tersebut dikatakan Ali ketika mengunjungi salah satu booth milik Sangkuriang Internasional di gelaran pameran alutsista Indo Defence 2025, di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

“Kalau kapal patroli baik yang berawak maupun tanpa awak, unmanned surface vehicle maupun yang unmanned underwater vehicle atau autonomous,” kata Ali.

Ali pun sempat melihat beberapa produk yang ada dijajakan dalam booth tersebut. Perhatian Ali pun tertuju pada satu produk yakni Jalarov S11.

Jalarov S11 adalah kapal selam tanpa awak yang berfungsi untuk mendeteksi ranjau aktif yang ada di dalam laut. Tidak hanya itu, kapal selam buatan dalam negeri tersebut juga dapat berfungsi untuk meledakkan ranjau aktif dalam laut.

Direktur R&D Sangkuriang Internasional Agung Aswamedha mengatakan produk tersebut cocok untuk memperkuat TNI AL. Kapal tanpa awak itu dapat menunjang kerja dua kapal buru ranjau buatan Jerman, KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732.

“Jadi, memang ini dibutuhkan untuk kebutuhan mission profile. Karena kami sebagai grup perusahaan, kami fokus untuk men-support TNI AL,” kata Agung saat ditemui di lokasi.

Agung mengaku Ali sangat tertarik dengan produk karena fungsinya yang efektif dan diproduksi oleh perusahaan dalam negeri. Dengan diproduksi dalam negeri, lanjut Agung, Ali tidak perlu khawatir kesulitan mencari suku cadang dan ketika ingin meningkatkan (mengupgrade) teknologi drone bawah air tersebut.

Saat ditanya berapa jumlah unit yang akan dibeli oleh TNI AL, Agung belum bisa menjelaskan secara rinci kepada awak media. Dia hanya memastikan pengadaan unit tersebut sedang dalam proses hingga saat ini.

Sebelumnya, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya berencana memperkuat pangkalan angkatan laut (Lanal) dengan alutsista baru buatan dalam negeri.

“Apabila (kapal patroli) itu bisa dibangun dari dalam negeri maka akan kita maksimalkan yang dari dalam negeri sehingga kita mudah dalam meng-upgrade peralatan tersebut,” kata Ali dalam jumpa pers pemusnahan narkoba seberat dua ton di Batam, Kamis (12/6).

Menurut Ali, penguatan alutsista di setiap pangkalan TNI AL  di beberapa daerah perlu dilakukan guna memperkuat sistem patroli laut di kawasan perbatasan.

Ali sendiri mengakui dalam gelaran pameran Indo Defence yang saat ini sedang berlangsung di Kemayoran, banyak pihak perusahaan asing yang menawarkan TNI AL produk kapal patroli dan teknologi pengawasan baru. (ANT/KN)

Timwas Haji : Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji Harus Jadi Bahan Evaluasi

0

JAKARTA – Tim Pengawas Haji DPR RI menyatakan sorotan Pemerintah Arab Saudi atas tingginya angka kematian jemaah haji Indonesia harus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi pemerintah dalam hal seleksi kesehatan calon jemaah, khususnya kelompok lanjut usia dengan penyakit penyerta.

“Masukan dari Pemerintah Arab Saudi ini harus menjadi perhatian serius. Mereka bahkan menyampaikan pertanyaan keras: ‘Why do you bring people to death here?’ Mengapa Anda kirim jemaah ke sini hanya untuk meninggal?” kata anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Edy Wuryanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Hal itu disampaikan Edy Wuryanto usai kunjungan Timwas Haji DPR RI ke Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi, Kamis (12/6/2025).

Anggota Komisi IX DPR RI itu mengemukakan angka kematian jemaah haji Indonesia yang tinggi tersebut menandakan perlunya penguatan instrumen skrining kesehatan.

“Menteri Kesehatan dan seluruh jajarannya, termasuk Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten/kota, harus lebih ketat dalam menyeleksi calon jemaah,” ucapnya.

Dia juga meminta agar proses seleksi kesehatan calon jemaah dilakukan secara ketat sebelum keberangkatan, bukan hanya saat pendaftaran haji.

“Syarat istitha’ah atau kemampuan fisik harus menjadi prioritas, terutama bagi lansia yang memiliki penyakit kompleks, apalagi penyakit terminal yang diprediksi tidak mampu menyelesaikan seluruh rukun haji. Mereka sebaiknya tidak diberangkatkan,” ujarnya.

Menurut Edy, pembayaran biaya haji yang dilakukan sejak 10–15 tahun sebelumnya pun tidak bisa dijadikan patokan untuk keberangkatan haji.

Hal itu karena pemeriksaan kesehatan harus dilakukan ulang menjelang keberangkatan sebagai bagian dari kewajiban negara dalam melindungi keselamatan jemaah.

“Skrining itu harus dilakukan sebelum berangkat. Kalau ternyata kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, bisa digantikan oleh anak atau kerabatnya. Skema penggantian ini harus mulai disosialisasikan,” tuturnya.

Edy menekankan lebih dari 200 orang jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia pada pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga martabat bangsa.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menekan angka kematian jemaah dan menjaga martabat bangsa dalam pelaksanaan ibadah haji,” katanya. (ANT/KN)

AHY: Giant Sea Wall untuk Selamatkan Jutaan Warga Pesisir Utara Jawa

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan atau IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa untuk menyelamatkan masa depan masyarakat dari dampak perubahan iklim.

AHY menegaskan bahwa perlindungan garis pantai bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan menyangkut kelangsungan hidup masyarakat dan eksistensi bangsa.

“Arahan Bapak Presiden RI bukan hanya merupakan respons teknis, tapi sebuah keputusan yang berani untuk menyelamatkan masa depan jutaan rakyat di pesisir utara Jawa. Bagi bangsa yang hidup di kepulauan, melindungi garis pantai adalah melindungi eksistensinya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

AHY juga menyoroti pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Giant Sea Wall Pantura Jawa sesuai arahan Presiden, untuk melindungi kawasan pesisir dari dampak perubahan iklim.

Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah pembangunan Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Pantai Utara Jawa, sebuah proyek raksasa yang telah direncanakan sejak 1995, namun kini mulai direalisasikan. Proyek sepanjang ±500 kilometer dari Banten hingga Gresik ini diperkirakan menelan biaya hingga 80 miliar dolar AS dan akan dilaksanakan secara bertahap dalam jangka waktu 15–20 tahun.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam waktu dekat berencana untuk membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa.

“Sekarang tidak ada lagi penundaan, kita akan segera mulai itu. Saya sudah perintahkan suatu tim untuk roadshow keliling, dan dalam waktu dekat saya akan bentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa,” kata Prabowo.

Giant Sea Wall, atau Tanggul Laut Raksasa adalah struktur besar yang dibangun di sepanjang garis pantai untuk memisahkan daratan dan laut, dengan tujuan utama mencegah erosi dan kerusakan akibat gelombang.

Di Jakarta, konsep ini diwujudkan melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yang dirancang untuk melindungi kota Jakarta dari ancaman banjir rob dan penurunan permukaan tanah. (ANT/KN)

Dorong Akses LPG dan Bapokting Lewat Koperasi, Disperindag Kukar Siap Kolaborasi

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat peran Koperasi Merah Putih, dalam mendukung distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu langkah nyata adalah kesiapan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar untuk menggandeng koperasi dalam menyalurkan elpiji 3 kg serta Bahan Pokok Penting (Bapokting) di wilayah Kukar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menyebutkan bahwa pihaknya akan berperan aktif dalam menjalin kerja sama distribusi dengan koperasi-koperasi yang telah terbentuk.

“Disperindag akan berperan dalam hal bekerja sama dengan koperasi, khususnya dalam distribusi penjualan elpiji 3 kg. Saat ini sudah ada beberapa koperasi yang sudah terbentuk di Kukar,” ungkapnya, Jumat (13/6/2025).

Namun demikian, Sayid menekankan bahwa inisiatif kerja sama tetap harus datang dari pihak koperasi melalui surat resmi ke Disperindag Kukar. “Kami menunggu koperasi mengajukan kerja sama, baik untuk penjualan elpiji maupun BAPOKTING,” tambahnya.

Sayid juga berharap peran lintas sektor dapat mendukung kesuksesan program “Gerakan Koperasi Merah Putih” yang tengah digagas pemerintah. Dinas Koperasi didorong untuk ambil bagian secara aktif dalam menggerakkan potensi koperasi di daerah.

Tak hanya itu, peran lembaga pendidikan juga dinilai krusial dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional di bidang perkoperasian. Menurutnya, kampus-kampus lokal perlu mempertimbangkan membuka program studi di bidang koperasi.

“Kami menyarankan agar lembaga pendidikan mempersiapkan program studi D1, D2, atau D3 di bidang perkoperasian. Terutama perguruan tinggi seperti Unikarta atau universitas lain di Kalimantan Timur bisa membantu mempersiapkan pendidikan koperasi,” jelasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i