Beranda blog Halaman 387

Suasana Haru Warnai Serah Terima Jabatan, Edi Damansyah Tutup Pengabdian dengan Doa dan Persatuan

TENGGARONG – Momen transisi kepemimpinan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berlangsung khidmat dan penuh makna. Dalam sebuah acara yang digelar di halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong, Senin (30/6/2025). Edi Damansyah, secara resmi menyerahkan memori jabatan kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, dr Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin.

Suasana pagi itu tidak hanya menyuguhkan prosesi administratif biasa, tetapi juga menjadi panggung silaturahmi dan refleksi bagi seluruh elemen masyarakat Kukar. Sejak subuh, kegiatan diawali dengan salat berjemaah yang diikuti ratusan warga dan tokoh masyarakat. Menjadi penanda kuat atas nilai spiritual dalam kepemimpinan.

Edi Damansyah, dalam sambutannya, tak kuasa menyembunyikan rasa haru saat mengingat masa pengabdiannya. Tangis yang mengalir, katanya, bukan karena pergantian kekuasaan, melainkan karena bahagianya melihat masjid dipenuhi jemaah sejak dini hari.

“Saya menangis bukan karena putusan Mahkamah Konstitusi, tetapi karena masjid ini penuh saat subuh. Itu cita-cita saya selama ini,” ungkap Edi dengan suara bergetar.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat keberagamaan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kukar. Dalam nada sejuk, ia menyatakan bahwa seluruh pendukungnya adalah juga pendukung pemimpin baru yang telah terpilih secara sah dan demokratis.

“Saya pastikan, pendukung Edi Damansyah adalah juga pendukung Aulia Rahman dan Rendi Solihin,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih dari sekadar seremoni, Edi menganggap prosesi ini sebagai perwujudan tradisi baru dalam demokrasi Kukar. Ia menyebut bahwa regenerasi kepemimpinan semestinya berjalan damai, terbuka, dan tetap dalam bingkai silaturahmi antaranak bangsa.

“Kita letakkan tonggak demokrasi ini dalam nuansa persaudaraan. Tradisi ini harus dijaga oleh Aulia dan Rendi ke depan,” pesannya.

Mengenai dinamika politik Kukar, Edi memberi pengingat bahwa situasi yang tenang di permukaan kerap menyimpan gejolak tersembunyi. Namun, ia menegaskan bahwa kontestasi telah usai, dan saatnya semua pihak melangkah bersama membangun Kukar.

“Pilkada sudah selesai, lembaran lama harus ditutup. Kini saatnya kita buka lembaran baru,” ujarnya mantap.

Sementara itu, Bupati terpilih Aulia Rahman bersama Rendi Solihin hadir dalam prosesi dengan sikap penuh hormat. Keduanya siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan tetap mengedepankan nilai gotong royong dan kesejahteraan masyarakat Kukar.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Momentum Serah Terima Memori Jabatan, Bupati Kukar Sanjung Edi Damansyah Sebagai Inspirasi Kepemimpinan

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih, dr Aulia Rahman Basri, menyampaikan penghormatan dan apresiasinya kepada Edi Damansyah, sebagai sosok yang menjadi inspirasi dalam kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rendi Solihin.

Hal itu diungkapkannya dalam momentum serah terima memori jabatan bupati Kukar, di halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong, pada Senin (30/6/2025).

“Sebagai bupati Kukar yang baru, kami sangat mengenal sosok Pak Edi Damansyah. Beliau adalah salah satu inspirasi kepemimpinan bagi kami. Beliau memimpin dalam senyap, memimpin dalam kerja, dan mengajarkan kepada kita semua bagaimana menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat,” ungkap Aulia.

Aulia juga menyebut Edi sebagai figur teladan yang telah memberi contoh konkret, bagaimana seorang kepala daerah seharusnya hadir. Merencanakan bersama rakyat dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Pak Edi Damansyah, bagi kami, adalah orang tua sekaligus guru dalam memimpin. Beliau mewariskan nilai-nilai keteladanan yang akan terus kami jaga dan teruskan. Melalui kesempatan ini, saya menegaskan bahwa apa yang diwariskan beliau melalui program Kukar Idaman akan kami lanjutkan melalui Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.

Aulia menilai bahwa Kukar Idaman Terbaik merupakan kelanjutan yang logis dan strategis dari Kukar Idaman. Ia bahkan menyebut, “Softwarenya adalah Edi Damansyah, Hardwarenya adalah Aul-Rendi,” sebagai bentuk simbolik bahwa gagasan besar kepemimpinan Kukar sebelumnya, akan tetap menjadi dasar arah pembangunan ke depan.

Mengulas dinamika politik yang terjadi selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kukar 2024 hingga Pemungutan Suara Ulang (PSU) 2025, Aulia menyebut proses demokrasi kali ini sangat dinamis. Dengan menguras energi dan emosi banyak pihak. Namun, menurutnya, hasil akhirnya menunjukkan bahwa masyarakat Kukar telah memilih.

“Dua kali kita melaksanakan Pilkada di Kukar. Proses ini begitu dinamis dan penuh tantangan. Tapi hari ini, kita semua sudah tahu dan menerima bahwa Kukar Idaman Terbaik menjadi pilihan rakyat. Saatnya kita bersatu. Bersatu kita teguh, bercerai… kita akan kehilangan momentum dan banyak yang menunggu kerja nyata,” ujar Aulia di hadapan ribuan warga yang hadir.

Aulia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan Kukar Idaman Terbaik agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui kesempatan ini, mari kita bersama-sama kawal dengan baik pemerintahan Kukar Idaman Terbaik. Insya Allah, seluruh program dan kegiatan yang telah dirancang bisa kita wujudkan bersama demi kesejahteraan masyarakat Kukar,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Maknai Tahun Baru Islam, Pemkab Kukar Ajak Warga Hijrah Menuju Kehidupan Lebih Baik

TENGGARONG – Suasana religius menyelimuti Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong, Sabtu (29/6/2025) malam. Saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar peringatan 1 Muharram 1447 Hijriah, dengan menggelar berbagai kegiatan berupa pawai obor dan pengajian untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah.

Ratusan warga turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat dan penuh harap. Dalam kegiatan ini, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, turut menyampaikan pesan penuh makna dalam momentum pergantian tahun Hijriah ini.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, dan membangun masa depan yang lebih baik.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai semangat hijrah berpindah dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik, damai, dan sejahtera,” serunya.

Lebih jauh, Sunggono menyoroti pentingnya membentuk generasi muda Islam yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Ia menilai bahwa pemuda adalah aset besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

“Generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk merawat nilai-nilai persaudaraan. Mereka harus menjadi penghubung, bukan pemecah; menjadi pemersatu, bukan pemisah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi seluruh elemen masyarakat akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Kukar sebagai daerah yang maju dan masyarakatnya sejahtera secara lahir dan batin.

Peringatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kukar, Badan Pengelola Masjid Agung SAMS, serta komunitas masyarakat. Sunggono pun menyampaikan apresiasinya atas partisipasi semua pihak yang telah menyukseskan agenda religius tahunan tersebut.

“Terima kasih atas partisipasi seluruh unsur masyarakat. Semoga peringatan ini membawa semangat baru bagi kita semua untuk melangkah lebih baik di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.

Di penghujung sambutan, Sunggono menutup dengan doa dan harapan agar Tahun Baru Islam ini menjadi awal dari perubahan positif, baik bagi pribadi maupun seluruh warga Kukar

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah. Mari bersihkan hati, kuatkan ukhuwah, dan perbanyak amal,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

MHU Raih Proper Daerah Emas, Wujud Komitmen Pengelolaan Lingkungan

0

SAMARINDA — PT Multi Harapan Utama (MHU), salah satu unit bisnis dari MMS Group Indonesia (MMSGI) pada lini pilar MMS Resources kembali mewujudkan komitmennya terhadap praktik pertambangan berkelanjutan dengan meraih penghargaan Proper Daerah kategori Emas dalam ajang Program Penilaian Kinerja dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim periode 2024–2025.

Penghargaan ini diserahkan langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pada rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang digelar di Pendopo Odah Etam, Samarinda. Tahun ini, peringatan HLH mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, seruan penting bagi semua sektor untuk turut serta menekan pencemaran plastik dan memperkuat praktik ramah lingkungan.

Mining Operation Division Head MHU Endro Suprojo menyampaikan, pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim di MHU dalam menjalankan standar pengelolaan lingkungan yang tinggi dan konsisten.

“Predikat Proper Daerah Emas ini adalah bentuk pengakuan atas upaya nyata kami dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan. Bagi kami, keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan perlindungan bumi dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Endro menambahkan, MHU tidak hanya fokus pada pemenuhan regulasi, tetapi juga secara aktif menginisiasi berbagai program inovatif. Seperti pengurangan sampah plastik di area operasional, efisiensi energi, reklamasi dan rehabilitasi lahan, hingga pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Penghargaan Proper Daerah Emas ini menjadi tonggak penting yang mencerminkan transformasi MHU sebagai perusahaan tambang yang menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas utama. Hal ini juga selaras tujuan pembangunan berkelanjutan serta upaya global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, MHU menegaskan kembali tekadnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. (kn)

Mitra Murni Perkasa Resmi Masuki Tahap Awal Commissioning Smelter Nikel Matte

0

BALIKPAPAN — PT Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha MMS Solution dan bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI) resmi memasuki tahap Power On untuk smelter nikel matte high grade di kawasan industri Kariangau, Balikpapan, Kaltim, Kamis (26/6/2025).

Dalam acara seremoni Power On Nickel Smelter Mitra Murni Perkasa, Presiden Direktur MMP Adhi Dharma Mustopo menyampaikan, momen ini bukan sekadar proses teknis. Melainkan juga cerminan kesiapan MMP dalam menjalankan operasi berstandar tinggi dan berkelanjutan.

“Hari ini kita tidak hanya menyalakan sistem, tetapi juga simbol dari harapan, kerja keras, dan tekad besar anak bangsa dalam mendorong hilirisasi nasional dan mendukung transisi energi bersih,” jelasnya.

Kata Adhi, pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan MMP sebagai smelter nikel matte yang dibangun dengan 100 persen penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai dan transisi energi bersih.

“Smelter ini dibangun sepenuhnya 100 persen PMDN dengan semangat dari dan untuk negeri sebagai sebuah bukti bahwa Indonesia mampu membangun infrastruktur strategis yang kompetitif secara global,” terangnya.

Dipaparkan, Smelter MMP menghasilkan kapasitas hingga 28.000 metrik ton high grade nickel matte per tahun, menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) 2 x 48 MVA yang dilengkapi konverter modern. Teknologi adaptif memungkinkan proses peleburan dan pemurnian nikel berjalan lebih efisien, hemat energi, dan rendah emisi.

Operasional smelter ini didukung oleh pasokan listrik dari PLN, termasuk skema Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bentuk komitmen terhadap energi rendah karbon.

“Smelter Nikel MMP merupakan bagian dari langkah diversifikasi MMSGI dalam memperluas kontribusi di sektor hilirisasi nikel. Kehadiran MMP mempertegas komitmen grup untuk mendukung pemanfaatan sumber daya dalam negeri secara berkelanjutan dan berkontribusi pada tumbuhnya ekosistem baterai untuk kendaraan listrik,” beber Adhi.

Prinsip ESG, lanjutnya, terintegrasi pada proyek ini. Mulai dari penggunaan teknologi rendah emisi, pengelolaan lingkungan, tata kelola perusahaan berstandar IFC Performance Standards, hingga penyerapan dan pengembangan tenaga kerja anak bangsa. MMP menargetkan hingga 1.000 lapangan kerja.

Selain itu, MMP mengembangkan program pelatihan berkelanjutan untuk mencetak SDM yang kompeten dan sadar lingkungan.

Dari sisi keselamatan dan operasional, MMP menerapkan sistem Health, Safety, and Environment (HSE) yang ketat dan berbasis evaluasi berkala. Seluruh kegiatan operasional dirancang untuk memenuhi standar industri global dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.

“Power On ini bukan hanya menandai dimulainya operasional teknis. Lebih dari itu, Power On ini juga merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjang kami. MMP siap berkontribusi dalam memperkuat hilirisasi nikel Indonesia serta membawa manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur dan Indonesia secara luas,” urai Adhi.

Sebagai bagian dari grup bisnis MMSGI, tambahnya, MMP akan terus memperkuat sinergi dalam pengembangan rantai nilai mineral dan energi nasional. Dengan teknologi yang kompetitif, tata kelola yang berkelanjutan, MMP hadir sebagai representasi nyata dari hilirisasi yang berdampak dan sepenuhnya berbasis kekuatan dalam negeri. (kn)

Sampah Diangkut Mandiri, Warga BSD Bontang Tetap Bayar Rp10 Juta/Bulan

Minggu (29/6/2025) malam, saya menghubungi H. Saeful Rizal, anggota DPRD Bontang dari PKS, daerah pemilihan Bontang Utara. Meski kami tinggal di kawasan yang sama, Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD), ini kali pertama kami berbincang langsung soal aspirasi warga. Biasanya kami hanya bersalaman saat bertemu di Masjid Fathul Khoir.

Saya menghubungi beliau karena satu persoalan yang tak kunjung jelas penyelesaiannya: retribusi pembuangan sampah warga BSD ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), padahal seluruh proses pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh warga melalui Badan Koordinasi Lingkungan (BKL) BSD.

Sebelumnya, saya berdiskusi dengan mantan Ketua RT 39 Slamet Santoso dan Ketua BKL BSD Supriyadi. Kami membedah angka retribusi di lapangan. Setiap bulan, warga BSD harus membayar Rp8 juta sampai Rp10 juta ke UPTD TPA Bontang Lestari untuk biaya retribusi. Padahal sampah diangkut sendiri tanpa fasilitas dari Pemkot Bontang.

Seluruh pengangkutan, dari rumah ke TPS hingga ke TPA, dilakukan oleh BKL BSD. Armada truk milik lingkungan, tenaga angkut harian, dan seluruh biaya operasional ditanggung dari kas BKL yang berasal dari iuran warga. Dana ini juga menopang sistem keamanan lingkungan.

Namun ironisnya, retribusi tetap dikenakan penuh. Bahkan tarifnya naik sejak 2024 dari Rp50 menjadi Rp150 per kilogram, sebagaimana tercantum dalam Lampiran II huruf C angka 10 huruf a Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Tarif tersebut berlaku khusus bagi pihak yang membuang sampah sendiri ke TPA, seperti yang dilakukan warga BSD. Artinya, meskipun tidak menggunakan jasa pemerintah, beban biaya justru lebih berat.

Supriyadi menyebut, persoalan ini pernah disampaikan kepada Wali Kota sebelumnya, Basri Rase, dan dijanjikan akan ada keringanan bahkan pembebasan iuran. Namun hingga kini tak kunjung terealisasi. Belakangan, hal serupa juga disampaikan kembali kepada Wali Kota Bontang saat ini, Neni Moerniaeni, yang menjabat bersama Wakil Wali Kota Agus Haris. “Katanya memang ada Perda, tetapi kami berharap bisa diberi kebijakan. Harapan kami bisa dapat keringanan hingga 50 persen. Karena sampah sudah kami angkut sendiri,” kata Supriyadi.

Truk milik lingkungan BSD Bontang mengangkut sampah dan ranting pohon secara mandiri ke TPA, tanpa dukungan armada dari pemerintah.

Menanggapi hal itu, Saeful Rizal menegaskan akan memperjuangkannya. “Logikanya, warga sudah mengangkut sampah sendiri ke TPA. Harusnya ada keringanan. Warga BSD tidak berbeda dengan warga lainnya di Bontang,” ujarnya.

Ia juga berencana bertemu langsung dengan para ketua RT dan pengurus BKL sepulang dari luar daerah, guna menyerap permasalahan pengelolaan lingkungan dan pelayanan publik yang belum maksimal. Saat ini, Saeful belum berada di Bontang karena baru saja melangsungkan hajatan pernikahan putranya, Ahmad Mizam Karim dengan Hasna Aprilia, di Serang, Banten.

BSD sendiri kini dihuni sekitar 950 kepala keluarga, dan telah lama menunjukkan kemandirian dalam urusan lingkungan. Bahkan, dalam wacana pengembangan wilayah, kawasan BSD direncanakan dimekarkan menjadi satu kelurahan tersendiri karena tingkat kepadatan dan skalanya yang semakin besar.

Di luar isu retribusi, Saeful memaparkan sejumlah agenda pembangunan yang ia perjuangkan untuk BSD. Salah satunya perbaikan parit di Gunung Tinombala, yang dinilai semakin rawan longsor karena kondisi tanahnya labil.

“Tanah di sana tanah tumbuh. Kalau dihentakkan kaki, terasa kosong. Kasihan kalau rumah warga sampai ambruk,” katanya.

Ia juga mendorong percepatan pemasangan CCTV di 36 titik, dua titik per RT, lengkap dengan sistem pemantauan. Anggarannya berasal dari dana pokok pikiran (pokir) tahun ini.

Selain itu, saat ini juga dilakukan pengaspalan jalan rusak dan rencana pemasangan lampu jalan (PJU). “Namun, anggaran untuk PJU, alokasinya untuk satu kecamatan Bontang Utara, nilainya sekitar Rp1,5 miliar. Sehingga tidak semua jalan di lingkungan BSD bisa dipasang,” ucapnya.

Isu lain yang ia soroti adalah kemunculan buaya di Danau BSD. Hingga kini belum ada penanganan tuntas. Padahal diperkirakan ada 10 buaya di tempat ini.

“Sudah saya hubungi Balai Konservasi dan Damkar. Bahkan Polres siap menembak jika membahayakan manusia. Tapi masih terkendala aturan,” jelasnya.

Sebagai solusi, ia mendorong pengadaan pagar keliling dan relokasi buaya secara kolaboratif dengan Balai Konservasi dan CSR PT Pupuk Kaltim. Termasuk rencana jogging track, yang bisa direalisasikan dengan paving block dari limbah batu bara Indominco.

Di akhir pembicaraan, Saeful Rizal menegaskan bahwa perjuangannya sederhana: memperjuangkan keadilan bagi warga BSD. “Warga BSD paling taat pajak, patuh aturan. Sudah saatnya mereka mendapat layanan yang layak dan setara dengan warga Bontang lainnya,” katanya.

Jadi ini bukan lagi sekadar soal pemilu atau soal suara. Ini soal etika pemerintahan: membalas inisiatif warga dengan keberpihakan yang nyata. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

WNA Malaysia Terseret Arus di Gili Lawa Berhasil Ditemukan Selamat

0

LABUAN BAJO – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan melakukan pencarian seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang terseret arus laut di perairan Gili Lawa Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu.
“Korban bernama Amirah Bazil (35), berjenis kelamin perempuan,” kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman dihubungi dari Labuan Bajo, Minggu (29/6/2025).

Ia menambahkan sekitar pukul 06.45 Wita korban terseret arus laut saat bersama sesama wisatawan lainnya melakukan aktivitas menyelam di Perairan Gili Lawa.

“Korban terpisah dan hilang, sehingga kejadian itu dilaporkan ke Pos SAR Kabupaten Manggarai Barat untuk diupayakan pencarian,” ujarnya.

Tim SAR gabungan yang mendapatkan laporan kejadian tersebut, lanjut dia, langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Manggarai Barat.

“Tim mendapatkan informasi dari kru Kapal Sea More Papua yang merupakan kapal yang ditumpangi korban bahwa korban telah ditemukan selamat oleh kru speedboat Fenidea yang melintasi Pulau Gili Lawa, korban terseret arus hingga ke tepian pantai Pulau Gili Lawa,” katanya.

Ia menjelaskan korban ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Selanjutnya korban memilih untuk melanjutkan perjalanan wisata di wilayah Labuan Bajo.

” Pelaksanaan operasi SAR kali ini sejatinya merupakan kerja sama dan sinergi kemanusiaan di perairan Labuan Bajo oleh Tim SAR gabungan termasuk kru speedboat Fenidea yang pertama kali menemukan korban dengan selamat,” katanya. (ANT/KN)

Investasi Pabrik Baterai Listrik Capai Rp100 Triliun, Serap 8.000 Tenaga Kerja

0

KARAWANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan nilai investasi pabrik terintegrasi baterai kendaraan listrik (electric vehicle) sekitar 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun.

“Secara keseluruhan, investasi pabrik ini kurang lebih sekitar 5,9–6 miliar dolar. Ini kurang lebih sekitar Rp100 triliun,” ucap Bahlil dalam Groundbreaking Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

Apabila dirinci berdasarkan wilayahnya, investasi di Karawang, Jawa Barat sebesar 1,2 miliar dolar AS, dan senilai 4,7 miliar dolar AS diinvestasikan di Maluku Utara.
“Proyek ini menyerap 8 ribu tenaga kerja secara langsung,” kata dia.

Secara tidak langsung, lanjut Bahlil, proyek tersebut menciptakan lapangan pekerjaan kepada 35 ribu orang.

Kemudian, efek berganda yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dari kehadiran proyek tersebut diperkirakan mencapai 40 miliar dolar AS per tahun.

“Dan ini setiap tahun, ketika harganya naik, itu (efek berganda) naik lagi,” ucapnya.

Sebanyak lima proyek dikembangkan di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu proyek dikembangkan di Karawang.

Pabrik baterai di Karawang berada di atas lahan seluas 43 hektare dan dioperasikan oleh perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB)—hasil kolaborasi IBC dengan CBL, anak usaha raksasa baterai dunia Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas awal 6,9 GWh pada fase pertama dan meningkat hingga 15 GWh pada fase kedua. Operasi komersial dijadwalkan dimulai akhir 2026.

Di Halmahera Timur, ANTAM dan Hong Kong CBL Limited (HK CBL) telah membentuk PT Feni Haltim (PT FHT) untuk mengembangkan kawasan industri energi baru yang terdiri atas proyek pertambangan nikel, smelter pirometalurgi dengan kapasitas 88.000 ton refined nickel alloy per tahun (2027).

Selain itu, juga memproduksi smelter hidrometalurgi menghasilkan 55.000 ton Mixed Hydroxide Precipitate per tahun (2028), pabrik bahan katoda Nickel Cobalt Manganese (NCM) sebesar 30.000 ton per tahun (2028), serta fasilitas daur ulang baterai menghasilkan logam sulfat dan lithium karbonat sebanyak 20.000 ton per tahun (2031).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). (ANT/KN)

Waspada Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan Sulut

0

MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berharap warga mewaspadai gelombang tinggi 2,5 meter di wilayah kepulauan Sulawesi Utara dan sekitarnya.

“BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 3 Juli 2025,” kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror di Manado, Minggu (29/6/2025).

Dia menjelaskan pada umumnya angin dominan bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan antara 4 – 25 knot.
Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, kondisi ini yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah perairan tersebut.

Tinggi gelombang antara 1,25 – 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.

Dia berharap warga mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang, memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sementara, kapal Feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. (ANT/KN)

Gempa 2,7 SR Tak Guncang Aktivitas Vulkanik Tangkuban Parahu

0

BANDUNG – Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan Gunung Tangkuban Parahu tidak mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pascaterjadinya gempa bumi hari Minggu ini yang diinformasikan dipicu oleh sesar Lembang.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid menjelaskan berdasarkan informasi dari BMKG yang diterimanya, pada Hari Minggu tanggal 29 Juni 2025 ini pukul 08:49 WIB terjadi gempa dengan magnitudo 2,7 di lokasi 6,76 LS – 107,63 BT dengan kedalaman 6 km, dan ternyata dirasakan di Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Tangkuban Parahu pada skala III MMI.

“Pascakejadian gempa bumi terasa tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu secara visual tidak terjadi peningkatan,” kata Wafid di Bandung, Minggu (29/6/2025).

Dilaporkan, kata Wafid, terpantau hembusan asap putih tipis hingga sedang dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 200 meter dari dasar Kawah Ratu dan 5 hingga 10 meter dari dasar Kawah Ecoma dengan tekanan lemah hingga sedang.

Manifestasi bualan lumpur di Kawah Ratu yang terbentuk pada tanggal 5 Juni 2025 hingga saat ini masih teramati, dengan tingkat intensitas dan luasan area bualan lumpur ini masih sama.

“Pemantauan kegempaan hingga saat ini tidak menunjukkan peningkatan, rekaman kegempaan masih didominasi oleh getaran Tremor Menerus yang berasosiasi dengan aktivitas bualan lumpur di Kawah Ratu,” ujarnya.

Dari rekaman kegempaan pada tanggal 28 Juni 2025 tercatat 3 kali Gempa Hembusan, 84 kali Gempa Low-Frequency (LF), 1 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dan getaran Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5 – 1,5 mm.

Kegempaan tanggal 29 Juni 2029 hingga 12:00 WIB terekam Gempa LowFrequency (LF) sebanyak 41 kejadian, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali Gempa Hembusan, 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 1 kali Gempa Terasa pada skala III/MMI dan getaran Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5 – 1 mm.

Pengamatan deformasi permukaan menggunakan alat EDM, GNSS dan Tiltmeter pascakejadian gempa terasa tersebut, lanjut Wafid, tidak mempengaruhi secara signifikan perubahan tekanan di bawah tubuh gunung api.

Namun demikian data pemantauan EDM masih menunjukkan kecenderungan pola inflasi, yang mengindikasikan akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal di bawah tubuh gunung api.

“Hal ini perlu menjadi perhatian karena potensi erupsi freatik tetap dapat terjadi secara tiba-tiba, tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas,” ucapnya.

Hingga tanggal 29 Juni 2025, data pengukuran gas dari stasiun Multi-GAS permanen belum menunjukkan perubahan mencolok pada rasio gas (CO2/SO₂, CO₂/H₂S, H2O/CO2, H2S/SO2) maupun proporsi antara gas SO₂ dan H₂S.

“Dengan mempertimbangkan semua data tersebut di atas, tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada Level I (Normal),” tuturnya.

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan para pengunjung tetap diimbau untuk tidak mendekati area dasar kawah, tidak berlama-lama di kawasan kawah aktif, serta segera menjauh jika teramati peningkatan intensitas hembusan atau tercium bau gas menyengat.

“Meskipun aktivitas menurun, kewaspadaan harus tetap diperhatikan,” katanya.

Pemerintah Daerah dan BPBD diminta terus menjalin koordinasi dengan Pos PGA Tangkuban Parahu di Desa Cikole serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari Badan Geologi.

“Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama,” tuturnya.

Gunung Tangkuban Parahu merupakan gunung api aktif yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Gunung api ini memiliki 9 kawah dengan dua kawah utama berada di area puncak, yaitu Kawah Ratu dan Kawah Upas.

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada umumnya berupa letusan freatik dari Kawah Ratu. (ANT/KN)