Beranda blog Halaman 373

Semua Korban Longsor Tambang di Lubuk Besar Ditemukan Meninggal Dunia

0

BANGKA BELITUNG – Seluruh korban longsor tambang bijih timah di kawasan Kuruk, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah ditemukan setelah proses pencarian intensif selama lebih dari 12 jam.

Dua korban terakhir atas nama Ali dan Nopriyansyah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (14/7/2025) sekitar pukul 01.35 WIB. Sebelumnya, satu korban lainnya, Irwandi, ditemukan lebih dahulu pada Sabtu (13/7) pukul 21.24 WIB.

“Seluruh korban telah berhasil dievakuasi. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini,” ujar Kapolres Bangka Tengah AKBP I Gede Nyoman Bratasena di Koba, Senin (14/7/2025).

Ia mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari jajaran Polsek Lubuk Besar, Satreskrim Polres Bangka Tengah, hingga tim SAR gabungan.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim atas semangat kemanusiaan dan dedikasi yang luar biasa dalam proses pencarian yang cukup berat ini,” katanya.

Ketiga jenazah langsung dibawa ke RSUD Bangka Tengah oleh tim Inafis Polres Bangka Tengah untuk keperluan identifikasi dan penanganan lanjutan. Usai proses tersebut, seluruh jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Bratasena mengimbau masyarakat, khususnya para penambang, agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dan memperhatikan kondisi serta keamanan lokasi tambang.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil risiko besar dalam kegiatan penambangan. Keselamatan jiwa adalah yang utama,” tegasnya.

Saat ini, lokasi tambang masih berada dalam pengawasan kepolisian dan telah dipasangi garis pengaman untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (ANT/KN)

Dedi dan Erick Siapkan Liga 4 dan SSB Mulai Agustus 2025

0

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan dirinya dan Ketua Umum PSSI yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir, melakukan pertemuan hari ini di Gedung Pakuan Bandung, membahas sepak bola, khususnya Liga 4 dan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Dedi mengatakan dirinya dan Erick mematangkan rencana membangun SSB di Jawa Barat, dan juga memastikan terselenggaranya Liga 4 di Jawa Barat mulai Agustus 2025  dengan mempertandingkan klub lokal di Jawa Barat.

“Kami (sepakat) akan mendirikan SSB. Kemudian pada Agustus akan dimulai Kompetisi Divisi 4 Piala Bupati dan Walikota Se-Jabar antar klub daerah. Harapannya geliat sepak bola dari akar rumput, terutama di Jawa Barat, kembali hidup,” kata Dedi di Gedung Pakuan Bandung, Senin (14/7/2025).

Dedi tidak menjelaskan lebih lanjut di mana SSB akan didirikan, termasuk siapa yang akan membangunnya apakah pemerintah, pribadi atau pihak ketiga.

Liga 4 adalah turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh Asosiasi Provinsi PSSI untuk putaran provinsi dan PSSI pusat untuk putaran nasional.

Untuk putaran provinsi, diselenggarakan oleh setiap provinsi dengan diikuti oleh tim amatir tanpa batas, dengan format kompetisi  berbeda-beda. Tim yang lolos dari liga provinsi akan langsung berlaga di putaran nasional dengan kuota  ditentukan.
Tim yang lolos ke babak delapan besar dalam putaran nasional, berhak promosi ke liga di atasnya.

Dedi dan Erick juga membahas kehutanan dan perkebunan, untuk mengoptimalisasi kawasan yang dioperasikan oleh BUMN Perhutani dan PTPN.

Optimalisasi tersebut antara lain untuk mengembalikan kawasan dari berbagai bangunan untuk menjadi perkebunan, penyesuaian jenis pohon dengan wilayah setempat dan karbon yang dihasilkan, hingga pemanfaatan lahan dua BUMN itu untuk relokasi warga terdampak bencana. (ANT/KN)

Cak Imin: Ketua Umum Parpol Belum Bahas Putusan MK Soal Pemilu Terpisah

0

JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan para ketua umum partai politik di tanah air belum berkomunikasi membahas putusan Mahkamah Konstitusi soal pemisahan penyelenggaraan pemilu nasional dan daerah.

“Belum. Belum, belum,” katanya menekankan saat memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Senin (14/7) malam.

Ia mengatakan bahwa PKB menyerahkan kepada DPR RI untuk menindaklanjuti putusan MK yang memisahkan penyelenggaraan pemilu tingkat nasional dan daerah.

“Nanti kami serahkan kepada DPR RI untuk menyikapi keputusan MK itu dalam bentuk Undang-Undang Pemilu yang baru,” kata Cak Imin, sapaan akrabnya.

Ia menegaskan bahwa revisi UU Pemilu harus dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan dan perkembangan zaman.

“Salah satu yang akan menjadi sorotan PKB adalah agar ada pasal-pasal yang mengurangi suburnya transaksi jual beli suara. Sanksinya diperberat, pengawasannya diperketat, mekanisme penyelenggaranya harus diperkuat,” ujarnya.

Cak Imin melanjutkan, “Kalau perlu, partai-partai politik menjadi pengawas KPU (Komisi Pemilihan Umum), dan pengawas langsung.”

Sebelumnya, MK memutuskan penyelenggaraan pemilu nasional dan daerah dipisahkan dengan jeda waktu paling singkat dua tahun atau paling lama dua tahun dan enam bulan.

Pemilu nasional adalah pemilihan anggota DPR, DPD, serta presiden dan wakil presiden.

Pemilu daerah terdiri atas pemilihan anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta kepala dan wakil daerah. (ANT/KN)

Waspada! Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Disarankan Kurangi Aktivitas Luar

0

JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.56 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 164 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM 2.5 dan nilai konsentrasi 74 mikrogram per meter kubik.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa, Kongo-Kinshasa di angka 208, urutan kedua Santiago de Chile, Cile di angka 170, urutan keempat Toronto, Kanada di angka 156, dan urutan kelima Al-Manamah, Bahrain di angka 154.

Adapun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meluncurkan platform perantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tersebar di wilayah kota metropolitan tersebut.

Dari SPKU tersebut, kemudian data yang diperoleh ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara. Hal ini dibuat sebagai penyempurnaan dari yang sudah ada sebelumnya dan sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.

Laman ini juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Vital Strategies. (ANT/KN)

Fajar/Fikri Siap Tempur di Japan Open 2025

0

JAKARTA – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Fajar/Fikri) mengutamakan menjaga fokus mereka saat debut di Japan Open 2025 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, pada 15 – 20 Juli 2025.

“Saya dan Fikri lebih ke (menjaga) fokus dan konsentrasi,” kata Fajar Alfian dalam keterangan tertulis Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) yang diterima di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Fajar/Fikri akan menghadapi rekan satu negara Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfihani (Sabat/Reza).

Fajar mengatakan, dari sisi teknik dan fisik, keduanya sudah dilatih di Indonesia sehingga siap menghadapi lawan di Japan Open 2025.

Namun, keduanya masih harus beradaptasi dengan shuttlecocksehingga ia berharap bisa berjalan dengan cepat.

“Kami juga masih harus adaptasi shuttlecock yang lumayan lambat, semoga bisa cepat penyesuaian,” katanya.

Sementara itu Fikri mengatakan duetnya dengan Fajar sudah cocok.

“Untuk komunikasi spesifik kami banyak tapi dia (Fajar) sering memberi masukan, nanti harus main seperti apa dan rotasinya bagaimana,” katanya.

Indonesia mengirim 13 wakil ke Japan Open 2025 yang berlangsung pada 15-20 Juli mendatang. Berikut selengkapnya.

Fajar/Fikri bersama 12 rekan akan berjuang mengharumkan prestasi bulu tangkis Indonesia di Japan Open 2025.

Berikut daftar nama para atlet:
– Tunggal Putra
1. Jonatan Christie
2. Alwi Farhan
3. Anthony Sinisuka Ginting

– Tunggal Putri
1. Gregoria Mariska Tunjung
2. Putri Kusuma Wardani

– Ganda Putra
1. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani
2. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
3. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri

– Ganda Putri
1. Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi
2. Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti

– Ganda Campuran
1. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
2. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja
3. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. (ANT/KN)

Bupati Berau Ajak Masyarakat Ubah Pola Pikir Soal Sampah: Sampah Bukan Lagi Urusan Pemerintah Semata

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyoroti kondisi darurat yang tengah dihadapi Kabupaten Berau terkait pengelolaan sampah, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga yang kini telah melebihi kapasitas tampung.

Bupati Sri, menegaskan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah.“

Permasalahan krusial yang masih kita hadapi adalah aktivitas penimbunan sampah di TPA Bujangga yang sudah melebihi kapasitas. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mulai mengurangi timbunan sampah dengan mengubahnya menjadi barang bernilai guna,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan 23 unit Bank Sampah yang telah tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Berau, sebagai langkah konkret dalam pengurangan sampah dari sumbernya.

“Pelaku UMKM juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memperkuat gerakan pilah sampah dari hulu atau sumber.

“Sampah bukan lagi urusan pemerintah semata. Sampah adalah tanggung jawab pribadi, tanggung jawab kita bersama. Mari ubah pola konsumsi kita dan galakkan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga,” bebernya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Mustakim Suharjana, juga menyampaikan keprihatinan atas dampak plastik terhadap lingkungan.

“Plastik telah menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar, tidak hanya secara global, tetapi juga di daerah kita. Jika tidak terkelola dengan baik, plastik mencemari perairan, membunuh satwa, merusak pemandangan, hingga mengancam kesehatan manusia,” terangnya.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari rumah masing-masing dengan membiasakan diri memilah sampah sebelum dibuang.

“Ingat, TPA bukan tempat pembuangan segala sampah. TPA adalah tempat pemrosesan akhir, yang seharusnya hanya menerima residu,” tegasnya.

DLHK Berau saat ini tengah mendorong gerakan Buang Sampah Terpilah (BST), yakni pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik dapat dijadikan kompos, sementara sampah anorganik yang bernilai ekonomis bisa disalurkan ke bank sampah atau disumbangkan sebagai bentuk amal.

Adapun untuk residu sampah yang tersisa, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi incinerator self-burn yang sudah mulai dioperasikan di beberapa titik, termasuk di TPST Tanjung Batu.

“Dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, kita bisa mewujudkan Berau yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv/srn/set)

Bupati Kukar Dorong Investasi Swasta untuk Kembangkan Sektor Pariwisata

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri, mendorong keterlibatan aktif sektor swasta untuk menggerakkan pembangunan pariwisata di Kukar. Menurutnya, potensi besar daerah belum tergarap maksimal, karena minimnya investasi.

“Pariwisata Kukar tak bisa bertumpu pada anggaran pemerintah saja. Kami butuh mitra dari swasta,” ujar Aulia, Senin (14/7/2025).

Sejumlah destinasi unggulan seperti Pulau Kumala, wisata budaya, hingga kawasan pesisir, menurut Aulia masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Namun, percepatan pembangunan terkendala kurangnya investor yang berani masuk.

Ia mencontohkan Pulau Kumala yang kini disiapkan sebagai destinasi prioritas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar telah merancang sejumlah fasilitas strategis. Mulai dari jembatan kendaraan, penguatan UMKM, hingga rencana pembangunan lapangan golf bertaraf internasional.

“Pulau Kumala punya daya tarik kuat, tapi tidak bisa berkembang tanpa sinergi dengan swasta,” tegasnya.

Aulia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah konkret untuk menarik investor. Salah satunya dengan mempermudah sistem perizinan dan menjamin kenyamanan berusaha di Kukar.

“Kami pastikan iklim investasi di Kukar makin bersahabat. Regulasi kita permudah, kenyamanan kita jaga,” ujarnya.

Tak hanya di daratan, Bupati Aulia juga menyoroti pentingnya membuka konektivitas laut sebagai pintu masuk wisatawan dan logistik. Pelabuhan di wilayah pesisir dirancang sebagai penopang pertumbuhan pariwisata kawasan timur Kukar.

“Kita terlalu lama terpaku di jalur darat. Sekarang saatnya laut juga dilibatkan untuk membuka akses wisata baru,” jelasnya.

Aulia menambahkan, pengembangan pariwisata Kukar bukan semata soal infrastruktur. Tapi juga pembangunan ekosistem ekonomi dan budaya yang berkelanjutan.

Ia pun mengajak semua pihak, baik komunitas, pelaku usaha, hingga investor nasional untuk menjadikan Kukar sebagai destinasi masa depan yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.

“Wisata yang kuat adalah wisata yang menghidupkan UMKM, memberdayakan masyarakat lokal, dan melestarikan identitas budaya,” katanya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Workshop Penyusunan Modul untuk Guru SD, Upaya Disdikbud Kukar Dorong Bahasa Kutai Masuk Kurikulum

TENGGARONG – Upaya pelestarian Bahasa Kutai, kini makin terstruktur. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar workshop penyusunan modul pembelajaran bahasa daerah, untuk guru SD, pada Senin (14/7/2025).

Kegiatan ini diikuti 50 guru SD dari seluruh kecamatan di Kukar. Dilangsungkan selama dua hari di Hotel Grand Fatma Tenggarong. Workshop ini merupakan bagian dari program muatan lokal, yang ingin menguatkan peran sekolah dasar dalam menjaga bahasa dan budaya Kutai.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan modul yang benar-benar bisa digunakan di sekolah, bukan hanya sekadar formalitas,” katanya.

Nuraini yang juga Analis Kebijakan Ahli Muda menekankan pentingnya pendidikan berbasis budaya, sebagai warisan berharga untuk generasi mendatang. Fokus utama workshop adalah menyusun draft modul pembelajaran Bahasa Kutai yang kelak akan dipakai di seluruh SD se-Kukar.

Proses penyusunan modul melibatkan pendampingan dari para ahli Balai Bahasa Kalimantan Timur agar kontennya tepat dan sesuai standar. “Pendampingan ini penting agar substansi modul tidak hanya benar secara bahasa, tapi juga kuat secara pedagogi,” jelas Nuraini.

Ia mengingatkan bahwa modul hasil workshop ini akan dikembangkan lebih lanjut dan dijadikan acuan resmi dalam kurikulum lokal. Karenanya, para guru peserta diimbau untuk aktif dan serius selama kegiatan berlangsung, agar hasilnya benar-benar maksimal.

“Kami minta peserta fokus dan bertanggung jawab. Ini bukan pelatihan biasa, tapi awal dari gerakan pelestarian budaya lewat sekolah,” tegasnya.

Disdikbud Kukar berharap modul ini mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Bahasa Kutai sejak usia dini. Lewat kurikulum formal, bahasa ibu bisa tetap hidup, dan identitas lokal tetap melekat dalam kehidupan generasi muda.

“Workshop ini jadi salah satu langkah konkret agar budaya daerah tidak hanya dipelajari, tetapi juga diwariskan secara sistematis,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pemdes Sanggulan Apresiasi Kegiatan Pembersihan Jalur Gua Binuang

TENGGARONG – Gua Binuang yang tersembunyi di balik lebatnya hutan Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, kembali bergema. Bukan oleh suara kelelawar atau gemericik air yang mengalir di perut bumi, tapi oleh langkah-langkah muda yang membawa semangat pelestarian alam.

Puluhan mahasiswa pencinta alam dari berbagai organisasi turun langsung. Menyusuri lorong gua untuk melakukan aksi bersih-bersih jalur, pada Minggu (13/7/2025). Bukan sekadar kegiatan rutin, aksi ini menjadi penanda kuatnya kolaborasi antara generasi muda, kelompok sadar wisata, dan pemerintah desa untuk menjaga warisan geologis yang unik ini.

Kepala Desa Sanggulan, Fahruddin, menyambut hangat kegiatan bertajuk “Penelusuran dan Pembersihan Jalur Gua Binuang” ini. “Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa, khususnya Mapala, yang telah peduli terhadap Gua Binuang. Mereka datang tidak hanya untuk bertualang, tapi juga ikut merawat,” ujarnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Wahana Mahasiswa Pencinta Alam (Wamapala) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Didukung Nuryasispala Sanggulan, Mapala Politani Samarinda, dan Pokdarwis Sanggulan. Fokus utama mereka adalah membersihkan lintasan gua dan aliran sungai bawah tanah yang kerap dipenuhi sampah alami maupun buangan dari hulu.

Ketua Umum Wamapala Unikarta, Feri Ramadhan, menyebut Gua Binuang sebagai rumah bersama yang harus dijaga. “Gua ini terbentuk selama ribuan tahun, bukan warisan biasa. Jika tidak dijaga hari ini, maka besok mungkin hanya tinggal cerita,” ucapnya.

Menurut Feri, komunitasnya telah beberapa kali melakukan aksi di gua tersebut. “Kami sudah tanam pohon di sekitar gua, mengibarkan bendera Merah Putih di dalam lorongnya, bahkan bermalam di sini. Kami merasa punya tanggung jawab untuk menjaganya,” tambahnya.

Namun, menjaga Gua Binuang bukanlah perkara mudah. Fahruddin mengungkapkan, salah satu tantangan utama adalah kondisi air gua yang sering keruh. “Kami menduga ada aktivitas perusahaan di hulu yang mempengaruhi kebersihan aliran sungai bawah tanah. Harapan kami, hulu bisa steril dari aktivitas yang mencemari lingkungan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembersihan gua tidak bisa dilakukan secara rutin karena bergantung pada anggaran padat karya yang hanya bisa dirancang melalui musyawarah desa. Maka dari itu, partisipasi komunitas seperti Mapala sangat membantu.

“Kalau airnya kotor, kami tidak bisa langsung bersihkan karena harus menunggu proses anggaran. Jadi inisiatif dari teman-teman pencinta alam ini sangat luar biasa. Mereka datang, bergotong royong, dan menunjukkan bahwa gua ini memang layak dijaga,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Bupati Berau Dorong Seluruh Kampung Aktif Kelola Website: Wujudkan Kampung Maju dan Mandiri

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan pentingnya setiap kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau memiliki dan mengelola website secara aktif sebagai bagian dari upaya menuju kampung yang mandiri dan maju. Hal tersebut disampaikannya dalam arahannya kepada jajaran pemerintah kampung dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau.

“Dari 100 kampung dan 10 kelurahan di Kabupaten Berau, saya minta semuanya memiliki website yang aktif. Website ini bukan hanya formalitas, tapi sebagai sarana untuk menampilkan potensi kampung dan membina masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa melalui media sosial dan website, setiap kampung bisa menunjukkan identitas dan potensi lokal yang mereka miliki. Selain itu, aktivitas kampung yang ditampilkan secara daring juga menjadi indikator sejauh mana kepala kampung dan aparatnya berupaya memajukan wilayahnya.

“Dengan arahan dan dukungan dari dinas terkait, saya berharap website kampung bisa menjadi cerminan bahwa kampung tersebut aktif, kreatif, dan berdaya,” tambahnya.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rakhmadi, menyampaikan bahwa saat ini seluruh kampung dan kelurahan sudah memiliki website masing-masing. Namun, masih banyak yang belum memanfaatkannya secara maksimal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rakhmadi.

“Sebenarnya seluruh kampung dan kelurahan sudah kami fasilitasi dengan website. Bahkan mereka sudah mengikuti pelatihan, baik dari Diskominfo maupun pihak ketiga. Tapi sayangnya, banyak yang tidak rutin mengisi dan mengupdate kontennya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa isi dari website kampung seharusnya mencakup profil kampung, data wilayah, potensi lokal, serta kegiatan dan program yang dilakukan di kampung tersebut.

“Minimal update kegiatan rutin, aktivitas masyarakat, atau potensi unggulan kampung. Website itu harus hidup, bukan hanya formalitas,” tegasnya.

Sebagai upaya untuk menghidupkan kembali website kampung, Diskominfo juga tengah merancang program kolaborasi bersama konten kreator lokal. Tujuannya untuk menciptakan konten kreatif yang bisa mengangkat potensi kampung secara menarik dan profesional.

“Kami ingin kampung lebih kreatif dan inovatif. Lewat kerja sama ini, kualitas SDM di kampung juga akan meningkat, khususnya di bidang komunikasi dan teknologi informasi,” tambah Didi.

Diskominfo juga rutin melakukan sosialisasi dan pendampingan, serta menjadikan website kampung sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah kampung, kabupaten, hingga provinsi.

“Website ini penting, bukan hanya sebagai media informasi, tapi juga sebagai sarana kontrol pemerintah terhadap kinerja dan aktivitas kampung,” pungkasnya. (adv/srn/set)