Beranda blog Halaman 307

Dorong Iklim Investasi Sehat dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Pansus III DPRD Paser Matangkan Raperda Insentif dan Kemudahan Berusaha

0

PASER – Panitia Khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Berusaha.

Pembahasan dipimpin oleh Ketua Pansus III DPRD Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam rapat kerja yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Paser, Rabu (10/9/2025).

“Pembahasan telah memasuki tahap finalisasi dan akan segera dibawa ke tahap harmonisasi. Regulasi ini sangat strategis untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif di Bumi Daya Taka,” kata Zulfikar.

Namun demikian, Zulfikar juga mengingatkan bahwa secara prinsip, Raperda ini semestinya menjadi bagian integral dari Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanaman Modal yang merupakan regulasi induk terkait kebijakan investasi di daerah.

Ia menilai bahwa adanya pemisahan pengaturan antara insentif dan penanaman modal berpotensi menimbulkan tumpang tindih dalam implementasinya. Namun begitu, ia memastikan bahwa aturan tersebut dapat berjalan seiring walau dipisahkan.

“Dengan begitu, regulasi menjadi lebih terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Zulfikar juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen investasi serta kepastian hukum sebagai prasyarat utama dalam menarik investor ke daerah. Ia menyatakan bahwa regulasi yang baik harus dibarengi dengan data sektoral yang lengkap dan pemetaan potensi yang komprehensif.

“Bagaimana kita bisa bicara potensi jika data dasar saja belum tersedia secara lengkap. Sektor-sektor seperti perikanan dan kelautan selama ini belum tergarap maksimal karena tidak ada pemetaan yang memadai,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Paser selaku koordinator investasi di daerah harus lebih proaktif dalam menjalin koordinasi lintas sektor dengan OPD lainnya.

Tujuannya, menyusun dokumen potensi investasi yang solid dan dapat diandalkan sebagai referensi utama bagi para calon investor. Zulfikar juga mengingatkan agar Pemkab Paser tidak terjebak dalam ketergantungan pada sektor-sektor besar seperti pertambangan dan perkebunan semata.

“Kita punya garis pantai dan potensi laut yang sangat besar. Tapi sampai hari ini, belum ada sistem pelelangan ikan yang terkelola dengan baik. Akibatnya, banyak hasil laut kita langsung dijual ke tengkulak, tanpa kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kebocoran potensi PAD di sektor tersebut harus segera ditangani dengan sistem yang lebih modern dan terstruktur. Salah satu caranya, dengan memberikan insentif kepada pelaku usaha lokal yang mau berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur.

Terkait waktu pengesahan Raperda, Zulfikar mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta agar proses harmonisasi di Kemenkumham bisa segera diselesaikan. Setelah itu, Raperda akan dijadwalkan untuk dibawa ke rapat paripurna DPRD guna disahkan menjadi Perda.

“Kami sudah mengkomunikasikan agar hasil harmonisasi segera dikirimkan ke DPRD. Setelah itu, kami akan mengagendakan pembahasannya di tingkat Badan Musyawarah (Banmus) untuk dijadwalkan dalam rapat paripurna pengesahan,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Paser berharap, Raperda ini ke depan akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Lebih dari itu, Raperda ini nantinya setelah ditetapkan menjadi Perda diharapkan bisa menjadi pijakan hukum yang kuat bagi Pemkab Paser dalam merancang kebijakan pembangunan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kita ingin investasi yang tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Inilah semangat dari Raperda ini,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

DPRD Paser Tekankan Pemkab Cari Alternatif PAD Tambal Rencana Pemangkasan DBH

0

PASER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser untuk segera mencari alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar keuangan daerah tidak terlalu bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Dorongan dari Komisi I DPRD Kabupaten Paser ini muncul, setelah adanya rencana pemangkasan DBH yang berdampak langsung pada fiskal daerah. Anggota DPRD Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin, menilai ketergantungan pada DBH, terutama dari sektor pertambangan, selama ini masih sangat tinggi.

“Kita masih ketergantungan dengan dana transfer pusat, khususnya DBH yang diperoleh dari sektor pertambangan, karena memang 60-70 persen keuangan daerah diperoleh dari situ,” katanya, Rabu (10/9/2025).

Kendati begitu, Zulfikar menyampaikan bahwa pihaknya tidak sepakat dengan kebijakan pemangkasan oleh pemerintah pusat, apalagi Kabupaten Paser masih bergantung dari dana transfer tersebut. Akibatnya, Pemkab Paser bakal mendapat kendala dalam melancarkan program pembangunan.

“Jika pemangkasan itu lebih dari 50 persen, maka pemda harus putar otak untuk membiayai semua program prioritas ke depan. DPRD akan mendukung keputusan pemda, dalam hal spekulasi pembiayaan untuk mewujudkan program prioritas,” ujarnya.

Untuk melepas ketergantungan terhadap DBH, Zulfikar mendorong Pemkab Paser agar segera melakukan upaya-upaya peralihan, salah satunya ekonomi kerakyaratan yang lebih rasional. Seperti pemberian insentif dan kemudahan berusaha. Hal ini pun tengah digodok oleh DPRD Kabupaten Paser.

“Kita ciptakan sumber-sumber PAD baru, karena banyak sebenarnya potensi di daerah. Makanya saya dorong raperda itu, tujuannya agar fiskal daerah kita ini sehat dan tidak hanya bergantung pada DBH,” tegasnya.

Sementara solusi lainnya, Zulfikar mengingatkan agar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Paser memberlakukan pembatasan belanja pegawai sebesar 30 persen yang efektif diberlakukan 2027 mendatang.

“Ada mandatory yang efektif diterapkan tahun 2027 itu, sesuai pasal 146 UU HKPD untuk belanja pegawai tidak boleh lebih 30 persen dari APBD,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Sistem Pajak Daerah Masih Lemah, Ketua DPRD Paser Minta Sepenuhnya Berbasis Digital dan Terintegrasi

0

PASER – Lemahnya sistem pemungutan dan pengawasan pajak daerah yang belum sepenuhnya berbasis digital dan terintegrasi jadi sorotan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi, dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi di daerah.

Hal itu ia sampaikannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi Daerah Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di Kota Balikpapan, Rabu (10/9/2025).

Hendra Wahyudi menyebut, beberapa hal jadi persoalan krusial dalam pengelolaan keuangan daerah, terutama pada sektor pendapatan. Menurutnya, salah satu tantangan serius terhadap pengelolaan itu yakni lemahnya sistem pemungutan dan pengawasan pajak daerah.

“Struktur APBD kita terbagi dalam tiga aspek utama, yaitu pendapatan, belanja dan pembiayaan. Kelemahan paling mencolok ada pada sisi pendapatan. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, optimalisasi pendapatan daerah menjadi sangat penting, khususnya dari sektor pajak,” ungkap Hendra Wahyudi.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan bahwa lemahnya sistem digitalisasi berdampak langsung pada potensi kebocoran pajak. Pasalnya, masih banyak wajib pajak yang belum menyetorkan atau melaporkan omzet mereka secara riil.

“Ini terjadi karena sistem kita belum mampu mendeteksi secara otomatis dan real time aktivitas ekonomi yang seharusnya menjadi objek pajak. Akibatnya, pendapatan daerah bocor,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Hendra meminta adanya pendampingan dari KPK RI, khususnya dalam penguatan sistem digital yang terintegrasi dan transparan. Ia berharap KPK RI dapat memberikan arahan dan supervisi agar sistem pengelolaan pendapatan daerah dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Kami sangat berharap adanya pendampingan teknis dari KPK untuk membantu daerah membangun sistem yang lebih kuat. Dengan demikian, potensi penerimaan daerah dapat dimaksimalkan, dan kebocoran-kebocoran bisa diminimalkan,” katanya.

Hendra juga menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Paser dalam menjaga integritas lembaga legislatif. Ia menyatakan bahwa DPRD Kabupaten Paser siap menjadi bagian dari upaya bersama membangun pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Pemerintah Kabupaten dan DPRD Paser menegaskan bahwa komitmen antikorupsi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi arah kebijakan nyata demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan melayani rakyat,” ujarnya.

Diketahui, Hendra Wahyudi turut menyatakan komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi. Sementara, rakor tersebut dihadiri oleh Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto serta Plt. Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Agung Yudo Wibowo.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Daerah, Pimpinan DPRD seluruh Kabupaten dan Kota se Provinsi Kaltim. Acara ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi antara pemerintah daerah dan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi yang lebih sistemik dan berkelanjutan.

“Tujuannya adalah memperkuat sistem tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan, serta efisien,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Dorong Iklim Investasi Sehat dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Pansus III DPRD Paser Matangkan Raperda Insentif dan Kemudahan Berusaha

0

PASER – Panitia Khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Berusaha.

Pembahasan dipimpin oleh Ketua Pansus III DPRD Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam rapat kerja yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Paser, Rabu (10/9/2025).

“Pembahasan telah memasuki tahap finalisasi dan akan segera dibawa ke tahap harmonisasi. Regulasi ini sangat strategis untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif di Bumi Daya Taka,” kata Zulfikar.

Namun demikian, Zulfikar juga mengingatkan bahwa secara prinsip, Raperda ini semestinya menjadi bagian integral dari Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanaman Modal yang merupakan regulasi induk terkait kebijakan investasi di daerah.

Ia menilai bahwa adanya pemisahan pengaturan antara insentif dan penanaman modal berpotensi menimbulkan tumpang tindih dalam implementasinya. Namun begitu, ia memastikan bahwa aturan tersebut dapat berjalan seiring walau dipisahkan.

“Dengan begitu, regulasi menjadi lebih terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Zulfikar juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen investasi serta kepastian hukum sebagai prasyarat utama dalam menarik investor ke daerah. Ia menyatakan bahwa regulasi yang baik harus dibarengi dengan data sektoral yang lengkap dan pemetaan potensi yang komprehensif.

“Bagaimana kita bisa bicara potensi jika data dasar saja belum tersedia secara lengkap. Sektor-sektor seperti perikanan dan kelautan selama ini belum tergarap maksimal karena tidak ada pemetaan yang memadai,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Paser selaku koordinator investasi di daerah harus lebih proaktif dalam menjalin koordinasi lintas sektor dengan OPD lainnya.

Tujuannya, menyusun dokumen potensi investasi yang solid dan dapat diandalkan sebagai referensi utama bagi para calon investor. Zulfikar juga mengingatkan agar Pemkab Paser tidak terjebak dalam ketergantungan pada sektor-sektor besar seperti pertambangan dan perkebunan semata.

“Kita punya garis pantai dan potensi laut yang sangat besar. Tapi sampai hari ini, belum ada sistem pelelangan ikan yang terkelola dengan baik. Akibatnya, banyak hasil laut kita langsung dijual ke tengkulak, tanpa kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kebocoran potensi PAD di sektor tersebut harus segera ditangani dengan sistem yang lebih modern dan terstruktur. Salah satu caranya, dengan memberikan insentif kepada pelaku usaha lokal yang mau berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur.

Terkait waktu pengesahan Raperda, Zulfikar mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta agar proses harmonisasi di Kemenkumham bisa segera diselesaikan. Setelah itu, Raperda akan dijadwalkan untuk dibawa ke rapat paripurna DPRD guna disahkan menjadi Perda.

“Kami sudah mengkomunikasikan agar hasil harmonisasi segera dikirimkan ke DPRD. Setelah itu, kami akan mengagendakan pembahasannya di tingkat Badan Musyawarah (Banmus) untuk dijadwalkan dalam rapat paripurna pengesahan,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Paser berharap, Raperda ini ke depan akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Lebih dari itu, Raperda ini nantinya setelah ditetapkan menjadi Perda diharapkan bisa menjadi pijakan hukum yang kuat bagi Pemkab Paser dalam merancang kebijakan pembangunan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kita ingin investasi yang tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Inilah semangat dari Raperda ini,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Launching Persia, Disabilitas dan Lansia Kini Punya Perpustakaan Ramah Akses di Bontang redaksi By redaksi 10 September 2025 11:19

SAYA hadir sebagai undangan dalam kegiatan Launching Persia (Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia), Rabu (10/9) pagi ini. Acara yang diluncurkan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, berlangsung meriah dalam bingkai Festival Literasi.

Tidak hanya seremoni pemotongan pita atau kunjungan ke ruang layanan, tetapi juga dirangkai agenda penting lainnya. Seperti pelatihan huruf Braille, kunjungan ke ruang Persia, dan peluncuran SI Mokel Lincah, motor keliling literasi yang siap menjangkau warga hingga ke pelosok kota.

Seluruh lomba yang digelar sebelumnya dalam rangkaian Festival Literasi sudah dilaksanakan. Mulai dari lomba menulis cerpen tingkat SMP/MTs, lomba Got Talent Disabilitas, Got Talent Lansia, hingga lomba literasi lainnya. Pada acara launching kali ini, dilakukan pembagian hadiah bagi para juara.

Para juara lomba literasi menerima penghargaan dalam rangkaian Festival Literasi Bontang 2025.
Suasana acara Launching Persia dan SI Mokel Lincah di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang.

Satu per satu pemenang dipanggil ke atas panggung menerima penghargaan, disaksikan undangan yang hadir. Suasana menjadi lebih hidup karena ada apresiasi langsung dari pemerintah kepada mereka yang telah menyalurkan bakat dan minat di bidang literasi.

Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang pagi tadi dipenuhi undangan. Hadir unsur Forkopimda, perwakilan Perpusnas RI, Sentra Wyata Guna Bandung, DPRD Bontang, jajaran OPD, pimpinan perusahaan, camat, lurah, komunitas literasi, organisasi disabilitas, komunitas lansia, hingga perwakilan sekolah. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan lintas sektor bahwa literasi memang harus diperjuangkan bersama.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa Persia bukan sekadar bangunan dengan rak buku, melainkan simbol kepedulian, simbol masa depan, dan simbol keberpihakan. “Perpustakaan harus hadir untuk semua, termasuk penyandang disabilitas dan para lansia,” tegasnya.

Peserta dari komunitas disabilitas mencoba fasilitas literasi Braille di Ruang Persia.

Bahkan jika warga tidak bisa datang ke perpustakaan, maka lewat SI Mokel Lincah, perpustakaanlah yang akan hadir ke tengah masyarakat. Artinya, perpustakaan tidak boleh pasif, menunggu didatangi, melainkan aktif hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sepakat pernyataan ini. Namun, lebih jauh, saya memandang Persia adalah janji. Janji agar perpustakaan tidak lagi eksklusif, melainkan rumah bersama yang menghadirkan akses setara bagi semua kalangan. Tapi simbol dan janji itu hanya akan bernilai bila ditindaklanjuti dengan kesungguhan.

Harapan publik jangan sampai Persia berhenti pada papan nama dan fasilitas baru. Pasca launching, pekerjaan besar menanti. Fasilitas seperti ramp, guiding block, koleksi braille, ruang ramah lansia, dan ruang baca inklusif harus benar-benar digunakan, bukan sekadar pajangan.

Sosialisasi harus dilakukan secara berkelanjutan ke sekolah, komunitas disabilitas, organisasi pensiunan, hingga lingkungan RT/RW agar masyarakat tahu dan mau memanfaatkannya.

Wawali Agus Haris bersama Kepala DPK Retno Febriaryanti meninjau SI Mokel Lincah, motor keliling literasi yang resmi diluncurkan untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok.

Tantangan literasi hari ini nyata. Anak-anak lebih akrab dengan gawai daripada buku. Kegiatan membaca dan menulis makin jarang, tergantikan budaya instan dari layar. Karena itu perpustakaan tidak boleh hanya menunggu, tapi harus aktif menjemput pembaca. Program literasi digital, pelatihan menulis, hingga motor keliling literasi mesti terus digerakkan agar menjadi kebiasaan baru masyarakat Bontang.

Keberhasilan Persia bukan diukur dari banyaknya koleksi atau megahnya ruangan, melainkan dari seberapa diterimanya kelompok rentan, semangat membaca yang kembali tumbuh di kalangan pelajar, dan hidupnya kembali tradisi menulis.

Bontang sudah membuka pintu dunia lewat jalur inklusif. Kini yang penting memastikan pintu itu tetap terbuka dan benar-benar dimanfaatkan. Persia harus hidup sebagai gerakan literasi berkelanjutan, bukan sekadar seremoni sesaat.

Jika konsisten dijalankan, Bontang bisa menjadi contoh. Kota industri yang juga kuat dalam budaya baca, peduli kelompok rentan, dan serius membangun manusia. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Freeport Hentikan Sementara Tambang Bawah Tanah, 7 Pekerja Terjebak Longsor

0

JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menghentikan sementara operasional penambangan di area tambang bawah tanah (underground) di kawasan Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, akibat longsor yang terjadi sejak Senin (8/9) malam.

“Operasional penambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja kontraktor tersebut,” ujar VP Corporate Communications Freeport Indonesia Katri Krisnati, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Katri menjelaskan bahwa pada Senin (8/9), sekitar pukul 22.00 WIT di Papua, Indonesia, terjadi aliran material basah dalam jumlah yang besar di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Material basah (wetmuck) diduga berasal dari area panel GBC.

Insiden tersebut menyebabkan akses ke area tertentu di tambang tertutup, membatasi rute evakuasi untuk tujuh pekerja.

Katri menyampaikan bahwa lokasi para pekerja yang terjebak telah diketahui dan mereka diyakini aman. Saat ini, kru sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat.

“Bersamaan dengan itu, kegiatan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja yang terdampak sedang dilakukan. Seluruh pekerja lainnya dipastikan aman,” kata Katri.

Di dalam area tambang bawah tanah PTFI di kawasan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, selalu terdapat fasilitas tempat berlindung (chamber) bagi para pekerja jika terjadi situasi yang membahayakan.

Chamber merupakan fasilitas darurat di tambang bawah tanah yang dilengkapi suplai udara bersih, logistik, dan sarana komunikasi untuk menjamin keselamatan pekerja saat terjadi situasi darurat, seperti kebakaran, runtuhan, atau paparan gas beracun.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Kapolsek Tembagapura Iptu Firman yang dihubungi dari Timika, Selasa, mengatakan jajarannya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak manajemen PTFI untuk segera mengevakuasi tujuh karyawan yang terjebak dalam area tambang bawah tanah tersebut.

“Informasi yang kami terima dari petugas pengamanan internal PT Freeport ada tujuh orang yang terjebak. Kejadiannya sejak tadi malam jam 22.00 WIT. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, semoga semuanya selamat dan segera dievakuasi,” kata Firman. (ANT/KN)

Menlu Sugiono Pastikan Hak Pendidikan Anak Mendiang Zetro

0

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono berkomitmen untuk memberikan jaminan hak pendidikan kepada anak-anak almarhum Zetro Leonardo Purba, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, yang meninggal akibat ditembak oleh orang tak dikenal di Peru pekan lalu.

“Keluarga yang engkau tinggalkan (almarhum Zetro), akan kami urus dan kami rawat dengan sebaik-baiknya,” kata Sugiono di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan kepastian penanganan kesejahteraan keluarga melalui perawatan, baik itu yang didapat istri maupun anak-anak almarhum Zetro Leonardo Purba akan dijamin oleh pihaknya.
“Selamat jalan Zetro, saudara kami, menghadap lah dengan tenang. Kami akan meneruskan apa yang menjadi perjuanganmu,” ucapnya. Sugiono mengungkapkan peristiwa memilukan yang dialami mendiang Zetro juga menjadi sebuah luka dalam bagi Kementerian Luar Negeri, sebagaimana hal yang sama dialami oleh pihak keluarga, yaitu kesedihan mendalam atas kepergiannya.

Oleh karenanya, pemerintah berkomitmen untuk bisa menyelesaikan dan memberikan kepastian hukum dalam penanganan kasus yang mengakibatkan kematian terhadap almarhum. Selain itu, pemerintah akan terus koordinasi dalam mengawal persoalan tersebut bersama Pemerintah Peru.

”Kami juga menyampaikan komitmen kami untuk bisa menyelesaikan urusan ini dengan sejelas-jelasnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Menlu mendoakan mendiang Zetro Leonardo diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta ketabahan.

“Kita doakan tenang berada di samping Tuhan Yang Maha Kuasa, tempat kita semua akan kembali. Kami melepas kepergian saudara kita dengan penuh duka, namun kita semua yakin beliau sudah berada di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutur dia.

Sementara itu, pihak keluarga almarhum Zetro, Tiopan Purba mengucapkan terima kasih kepada pemerintah beserta keluarga besar Kementerian Luar Negeri atas perhatian dalam memfasilitasi pemulangan jenazah Zetro ke Tanah Air.

Keluarga juga mengapresiasi langkah Menlu Sugiono untuk mau bertanggung jawab dalam memberikan jaminan terhadap anak-anak yang ditinggalkan mendiang Zetro.

“Kami sangat berbangga atas ungkapan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk siap memberikan tanggung jawab kepada anak-anak dengan memberikan pendidikan setinggi-tingginya, mudah-mudahan ini betul-betul diwujudnyatakan,” katanya.

Pihaknya percaya bahwa Pemerintah Indonesia akan mengawal terus proses penyelidikan yang masih dilakukan otoritas Peru.

“Kami sangat percaya pemerintah dalam hal ini Menteri Luar Negeri akan mengusut tuntas. Bapak katakan tadi seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya, kami amat sangat percaya Bapak Menteri,” kata dia. (ANT/KN)

Menkeu Purbaya Hadapi “PR” Meyakinkan Investor dan Reformasi Pajak

0

JAKARTA – Pengamat pajak Gabriel Kurniawan berpendapat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memiliki pekerjaan rumah untuk meyakinkan investor global sekaligus mengatasi tantangan penerimaan pajak.

Dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (9/9/2025), Gabriel mengatakan mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati memiliki rekam jejak yang mumpuni sebagai ekonom maupun Direktur Pelaksana Bank Dunia, yang membuat investor menaruh kepercayaan ke Indonesia.

Kini, Purbaya yang menggantikan posisi Sri Mulyani, perlu melanjutkan kepercayaan itu.

“Jadi, Pak Purbaya sebagai Menteri Keuangan yang baru perlu membuktikan dan menjaga iklim usaha tetap positif, termasuk meyakinkan atau membangun kembali dari awal kepercayaan publik dan investor global,” ujar Gabriel.

Di sisi lain, Purbaya menerima jabatan Menkeu ketika penerimaan negara dalam kondisi yang cukup menantang.

Purbaya sebelumnya telah menyatakan tidak akan merombak kebijakan fiskal Sri Mulyani dan berfokus mengoptimalkan mesin-mesin perekonomian yang ada.
Namun, menurut Gabriela, kebijakan perpajakan perlu dievaluasi.

“Kebijakan perpajakan belakangan ini menurut saya masih memberatkan masyarakat, di mana masih ada opsi yang lebih bijak terkait penerimaan negara,” kata dia lagi.

Sebagai contoh, pemerintah bisa menaikkan batas pengusaha kena pajak (PKP) dibandingkan menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN).

Opsi lainnya, pemerintah dapat menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dan menambah basis wajib pajak agar iklim investasi lebih bersaing.

Dia berharap kebijakan fiskal yang akan diambil oleh Purbaya nantinya dapat mewakili kebutuhan masyarakat.

“Kiranya di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru, Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) khususnya bisa lebih transparan dan lebih adil untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terikat kepentingan politik tertentu,” ujar Gabriel.

Sebelumnya, Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa dia memiliki kapasitas yang memadai untuk menjabat sebagai Menkeu.

Terkait tanggapan pasar, Purbaya mengatakan dirinya memiliki rekam jejak panjang di pasar modal, sehingga optimistis kepercayaan investor akan segera kembali.

“Mungkin pasar enggak tahu saya orang pasar. Saya di pasar sejak tahun 2000, 15 tahun lebih,” katanya.

Sementara mengenai pajak, ia berencana mendongkrak rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang dia lihat bergerak konstan, atau tidak mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Tax ratio kan konstan, tax per PDB (produk domestik bruto). Kalau tidak bisa berubah dalam waktu dekat, untuk meningkatkan pajaknya, ya kita percepat pertumbuhan ekonominya,” ujar dia lagi. (ANT/KN)

Sjafrie Ditunjuk Jadi Menko Polkam Ad Interim Gantikan Budi Gunawan

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mengisi jabatan menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam) ad interim per Senin, tanggal 8 September 2025 atau pada hari yang sama saat pejabat sebelumnya, Budi Gunawan, diberhentikan oleh Presiden.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam suratnya bernomor B-10/M/D-3/AN.00.03/09/2025 tertanggal 8 September 2025, yang salinannya diterima di Jakarta, Selasa (9/9/2025), memberitahukan kepada Sjafrie bahwa Presiden Prabowo menunjuk Sjafrie sebagai menko polkam ad interim sampai dengan diangkatnya menko polkam yang baru.

“Yang terhormat Menteri Pertahanan di Jakarta, melaksanakan arahan Bapak Presiden dengan hormat kami beritahukan bahwa Bapak Presiden berkenan menunjuk Menteri Pertahanan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Ad Interim sampai dengan diangkatnya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang baru,” demikian petikan surat pemberitahuan yang diteken oleh Mensesneg Prasetyo Hadi dengan tembusan Presiden RI.

Dalam kesempatan terpisah, saat jumpa pers perdananya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di Jakarta, Selasa sore, Sjafrie menyatakan dirinya baru saja menerima surat penugasan sebagai menko polkam ad interim.

“Ini hari pertama saya masuk di Kantor Menko Polkam, dan ini juga hari pertama saya memberikan arahan, yang sebelumnya, saya baru saja menerima surat penugasan sebagai menko polkam,” kata Sjafrie menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers tersebut.

Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Budi Gunawan sebagai menko polkam terhitung sejak 8 September 2025 sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025. Dalam Keppres itu, Presiden Prabowo belum menunjuk menko polkam definitif.

Pemberhentian Budi Gunawan merupakan bagian dari hasil perombakan (reshuffle) jilid ke-2 Kabinet Merah Putih, yang juga turut mencakup pemberhentian Ario Bimo Nandito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Presiden juga melantik beberapa menteri dan wakil menteri baru, yaitu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati, kemudian Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggantikan Abdul Kadir Karding, selanjutnya Ferry Joko Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi, dan Mochamad Irfan Yusuf Hasyim sebagai Menteri Haji dan Umrah berikut dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Kementerian Haji dan Umrah merupakan struktur baru dalam Kabinet Merah Putih yang merupakan transformasi dari Badan Penyelenggara Haji. (ANT/KN)

Airlangga: Pelemahan IHSG Usai Reshuffle Kabinet Hanya Bersifat Sementara

0

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah setelah adanya perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih bersifat sementara.

“Ini kan temporary. Kita lihat situasi yang berkembang,” kata Airlangga menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (9/9/2025), selepas mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga mengajak publik mengikuti situasi yang berkembang. Dia pun meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

“Tentu kita lihat lagi nanti ke depannya,” kata Airlangga.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup melemah saat penutupan pasar Selasa sore, setelah pada pagi harinya juga dibuka melemah. IHSG ditutup melemah 138,24 poin atau 1,78 persen ke posisi 7.628,61. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,66 poin atau 1,74 persen ke posisi 769,93.

Sementara itu saat pasar dibuka, IHSG juga masih menempati zona merah, setelah sehari sebelumnya (8/9) juga ditutup melemah.

Sentimen negatif pasar itu bermula sejak Presiden Prabowo Subianto melantik menteri keuangan (menkeu) baru, Purbaya Yudhi Sadewa, menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Senin (8/9/2025) sore.

Selepas dilantik, Purbaya menilai sentimen pasar yang negatif itu biasa terjadi. Namun, dia meyakinkan publik dirinya telah cukup berpengalaman menghadapi situasi semacam itu.

“IHSG anjlok biasa, mungkin (investor, red.) takut, tetapi kan saya lama di pasar, saya 15 tahun lebih di pasar. Jadi, saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi,” kata Purbaya merespons pertanyaan mengenai IHSG yang anjlok saat penutupan pasar sore ini saat dia ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Purbaya kemudian mengungkap optimismenya dalam waktu seminggu sampai dua minggu ke depan IHSG bakal rebound kembali ke zona hijau. “Dalam seminggu, 2 minggu pasti akan balik,” ujar Purbaya.

Dalam kesempatan terpisah, Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, menilai respons pasar yang masih negatif itu karena mereka masih menantikan kebijakan Menkeu Purbaya.

“Pelaku pasar menantikan langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait arah kebijakan fiskal yang berkualitas, agar kebijakan berjalan secara konsisten dan kualitas sinergi komunikasi dengan otoritas kebijakan moneter, sehingga dapat mempertahankan kepercayaan pasar,” demikian isi kajian dari Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas. (ANT/KN)