Beranda blog Halaman 304

Kabid Haji Otomatis Jadi Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah

0

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umroh RI Dahnil Azhar Simanjuntak menyatakan bahwa kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi secara otomatis menjadi kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah provinsi.

“Jadi yang akan ditunjuk otomatis jadi kakanwil itu adalah kabid haji dan umrah,” kata Dahnil usai Rapat Koordinasi dan Konsultasi Penyelenggaraan Haji bersama jajaran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Medan, Jumat (12/9/2025).

Dahnil mengatakan pihaknya telah mengambil keputusan tersebut bersama Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim beberapa waktu lalu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai gejolak yang terjadi di Kanwil Kementerian Agama provinsi maupun Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota menjelang persiapan haji.

“Proses pertama jadi kakanwil, itu adalah kabid. Tapi, kabid di-plt (pelaksana tugas) kan dulu. Dia punya integritas dan kompetensi enggak?,” jelas Dahnil.

Kalau ternyata pelaksana tugas kakanwil Kementerian Haji dan Umrah provinsi pada masa persiapan haji tidak mempunyai integritas maupun kompetensi maka akan diganti.

“Terus kabupaten/kota bagaimana?. Secara otomatis yang jadi kepala kantor (Kementerian Haji dan Umrah, red) adalah kasi-kasi (kepala seksi) haji dan umrah,” tambah Dahnil.

Wamen juga menegaskan kebijakan ini sengaja diambil untuk menghindari keributan maupun intrik di Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota. Sedangkan untuk kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk UPT Asrama Haji Kementerian Agama tetap menjadi kepala UPT Kementerian Haji dan Umrah di daerah.

“Nanti semuanya akan dievaluasi setelah musim haji. Karena yang terjadi di beberapa provinsi, kakanwil Kementerian Agama saat ini, itu sengaja mengganti kabid haji. Yang kek gitu bagaimana? Kami akan lihat waktu penggantinya,” katanya.

Ia menambahkan paling lama kebijakan ini akan diterapkan setelah susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) Kementerian Haji dan Umrah terbentuk dalam waktu dekat.

“Insyaallah hari ini SOTK sudah selesai. Kami akan lakukan rekrutmen pejabat menduduki 13 (jabatan) eselon I, kemudian perpindahan dari Kementerian Agama 200 orang, dan Kementerian Kesehatan 50 orang,” ungkap Dahnil.

Setelah itu, pengisian jabatan Kementerian Haji dan Umrah dilengkapi, di antaranya sekretaris jenderal dan inspektur jenderal.

“Kita harus selesai ini pada bulan September. Kita akan selesaikan di bulan Oktober dan November tahun ini sudah tuntas,” papar Dahnil. (ANT/KN)

Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia Terapkan VAR di Liga 2

0

MEDAN – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyebut Indonesia merupakan negara pertama di Benua Asia yang menerapkan sistem Video Assistant Referee (VAR) di liga kasta kedua sepak bola.

“Kita ini satu-satunya liga 2 yang menggunakan VAR di Asia,” ujar Erick Thohir usai pertandingan PSMS Medan melawan Persekat Tegal di Medan, Jumat (12/9/2025).

Dia mengatakan penerapan sistem VAR di liga kasta kedua itu merupakan perkembangan dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Sedangkan di seluruh dunia, Erick Thohir yang didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan Indonesia merupakan negara ke lima yang menerapkan sistem VAR di liga kasta kedua. Bahkan, kata dia, perkembangan sepak bola Indonesia untuk liga kasta kedua mengungguli sepak bola kasta kedua Liga Inggris.

“Secara dunia. Kita ke lima, kalau di Eropa Seri A. Untuk Liga Inggris, liga keduanya aja belum,” kata dia.

Oleh karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu mengapresiasi pemangku kebijakan terkait dalam perkembangan sepak bola Indonesia.

“Jadi terima kasih kepada liga yang terus berbenah setelah Liga 1 gunakan VAR sekarang di Liga 2 juga gunakan,” sebut dia.

Kendati demikian, Erick mengajak seluruh pemangku kebijakan terkait untuk terus melakukan pembenahan lebih baik lagi demi kemajuan sepak bola Indonesia.

“Kualitas wasitnya terus meningkat. Ke depan ini terus kita jaga,” ujarnya. (ANT/KN)

Sherina Munaf Akan Serahkan Lima Kucing Milik Uya Kuya Pekan Depan

0

JAKARTA – Artis Sherina Munaf berencana untuk menyerahkan lima kucing milik anggota DPR (nonaktif) Surya Utama (Uya Kuya) pekan depan, menyusul kesepakatan keduanya menyelesaikan polemik binatang itu secara kekeluargaan.

“Sudah dibicarakan dan ada kesepakatan bahwa minggu depan ada penyerahan terhadap kucing-kucing tersebut,” kata kuasa hukum Sherina Munaf, Adit di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (12/9/2025) malam.

Adit menyebutkan, saat ini kucing-kucing tersebut masih berada di klinik dengan perawatan yang layak.

“Jadi, saat ini kucing-kucing tersebut berada di klinik. Di klinik yang ‘proper’ dan dirawat dengan baik dan layak,” ucap Adit.

Adit menjelaskan, proses penyerahan tetap harus melibatkan Sherina secara langsung karena kucing-kucing tersebut berada di klinik hewan atas nama Sherina.

“Memang karena daftar ke kliniknya itu kepemilikan atas nama Sherina, maka pengambilannya nanti harus bersama Sherina juga,” jelas Adit.

Saat ditanya mengenai asal-usul lima ekor kucing itu, Adit menyebut informasi awal diperoleh dari media dan bantuan komunitas pecinta hewan.

“Informasi diperoleh dari media, kemudian dibantu juga oleh Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang memang penyayang hewan. Dari situ kucing-kucing itu ditemukan,” ujar Adit.

Sementara itu, Uya Kuya menyebut pihaknya masih menunggu proses penyerahan bersama Sherina Munaf.

“Ya, nanti akan dibicarakan, karena harus ketemu juga dengan Sherina langsung, karena yang pemilik kliniknya Sherina,” kata Uya.

Bagi Uya Kuya, kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi hewan berbulu itu sudah seperti bagian dari keluarga sejak lama.

“Kucing buat saya sudah kayak keluarga. Dari saya kecil sampai sekarang, kucing sudah jadi bagian hidup saya,” kata Uya.

Sebelumnya, Sherina Munaf sempat diperiksa untuk klarifikasi terkait unggahan di media sosial mengenai penyelamatan kucing milik Uya Kuya di Polres Metro Jakarta Timur berlangsung selama 12 jam. Sherina tiba di Mapolres Jakarta Timur sejak Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB didampingi kuasa hukumnya, Adit.

Sementara kedatangan Uya Kuya bersama sang istri Astrid sekitar pukul 20.00 WIB.
Sherina dan Uya Kuya baru selesai diperiksa dan melakukan mediasi bersama penyidik Satreskrim Polres Jaktim sekitar pukul 22.00 WIB.

Hasil mediasi, keduanya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Sherina Munaf pernah membagikan kabar terbaru soal penyelamatan kucing milik Uya Kuya bernama Lili yang sudah ditemukan.

“Salah satu kucing dari rumah Uya Kuya ada yang rescue dan semalaman saya dan @indiradiandra sudah koordinasi langsung dengan rescuer. Pagi ini dijemput dan sekarang kucing posisi aman, sedang saya foster. Ini hanya satu ekor dari kemungkinan 16-20an ekor kucing yang dibreeding di lokasi tersebut,” tulis Sherina.

Sherina juga mendeskripsikan kondisi kucing yang diduga milik Uya Kuya tersebut.

“Kondisi: sangat kurus, tulang-tulangnya berasa banget kalau lagi dipet badannya. Untuk para pet owners, please sebisa mungkin ADOPT don’t SHOP, steril kucingnya, kl tak mampu rawat tak usah pelihara,” lanjut unggahan Sherina. (ANT/KN)

Tanggul Beton di Cilincing Bukan Giant Sea Wall, Tapi Proyek Reklamasi KCN

0

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan tanggul beton di Laut Cilincing, Jakarta Utara, bukan bagian proyek Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) melainkan proyek reklamasi milik PT Karya Citra Nusantara (KCN) untuk pelabuhan umum.

“Ini kan kita konteksnya bukan tanggul laut Giant Sea Wall, tapi tanggul lautnya KCN,” kata Direktur Pengendalian Penataan Ruang Laut Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Fajar Kurniawan dalam klarifikasi Pemerintah Pusat dan PT Karya Citra Nusantara (KCN) sehubungan dengan tanggul beton di perairan Cilincing, Marunda dan dampak ke para nelayan di Jakarta Utara, Jumat (12/9/2025).

Pembangunan tanggul beton di kawasan Cilincing, Jakarta Utara itu, sempat ramai diperbincangkan di media sosial lantaran disebut sebagai tanggul laut.

KKP  telah menerbitkan secara resmi izin persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (PKKPRL) bagi PT KCN dengan peruntukkan pembangunan pelabuhan umum di Cilincing, Jakarta Utara pada 2023.

Oleh karena itu, Fajar menekankan pentingnya sosialisasi rencana kegiatan PT KCN kepada masyarakat sekitar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun penolakan di kemudian hari.

Menurut Fajar, meski ada maksud baik, namun belum tentu dapat diterima dengan baik jika tidak disertai komunikasi terbuka kepada pihak yang terdampak langsung.

“Yang terkait dengan sosialisasi ini, nanti Pak Widodo yang menjawab apakah sudah dilakukan atau tidak. Tapi kalau belum, mungkin saya dorong. Karena maksud baik belum tentu diterima baik oleh banyak pihak,” ucapnya.

Ia mendorong KCN untuk segera melakukan sosialisasi, agar masyarakat tidak terkejut dengan adanya pembangunan pelabuhan umum serta reklamasi, sehingga dapat meminimalisir potensi mispersepsi yang berkembang.

Menurut Fajar, komunikasi intensif dengan masyarakat pesisir menjadi langkah penting karena keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan aspek teknis, tetapi juga penerimaan sosial dari warga sekitar.

“Jadi kalau belum, Pak Widodo (Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi) mungkin saatnya mensosialisasikan rencana kegiatan ke masyarakat sekitar sehingga tidak terkaget-kaget dan kemudian jadi mispersepsi,” kata Fajar.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi mengklaim sudah melakukan sosialisasi kepada warga setempat terkait pembangunan pelabuhan tersebut.

“Nah, pertanyaan apakah kami sudah melakukan sosialisasi? Tentu kami lakukan,” kata Widodo.

Dia mengaku sudah melakukan sosialisasi sejak 2007, bahkan Widodo menyebut jika pihaknya telah mendapat dukungan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia terhadap proyek itu.

“Nah, saat ini memang sudah realisasi, itu saat sebelum. Karena kami mulai membangun di 2010,” ucapnya.

Dikatakan, hingga saat ini, progres pembangunan pelabuhan itu mencapai 70 persen, dengan pier (dermaga) pertama hampir rampung, pier kedua ditargetkan selesai pada 2025, dan pier ketiga direncanakan rampung tahun 2026. Namun, pada pier ketiga itu ramai menjadi perbincangan karena struktur beton.

“Di pier tiga yang ini sekarang jadi ramai, isunya ada tanggul beton, itu kalau kita lihat itu ‘breakwater’ bagian dari pembangunan pelabuhan,” ujarnya lagi. (ANT/KN)

Janice Tjen Taklukkan Alexandra Eala, Melaju ke Semifinal WTA 250 Sao Paulo

0

JAKARTA – Petenis Indonesia Janice Tjen melanjutkan tren positifnya dengan mengalahkan rivalnya saat level junior, petenis Filipina Alexandra Eala pada perempat final WTA 250 Sao Paulo di Brasil, Jumat (12/9) waktu setempat atau Sabtu WIB.

Janice sukses membungkam unggulan ketiga yang juga sedang naik daun itu dengan skor 6-4, 6-1 dalam 1 jam 12 menit setelah bangkit dari ketertinggalan 3-0 di set pertama, kemudian memenangi 12 dari 14 gim berikutnya.

“Rasanya masih luar biasa bagi saya, belum terasa nyata,” kata Janice setelah pertandingan, seperti disiarkan WTA.

“Saya fokus pada setiap poin, terutama saat melawan Alex Eala, kita semua tahu dia bisa bangkit kapan saja hanya berusaha untuk fokus dan bertahan sampai akhir.”

Meskipun ini adalah pertemuan profesional pertama antara Tjen dan Eala, keduanya sudah lama berjumpa.

Menurut catatan WTA, mereka pertama kali bertemu di dua turnamen junior level 4 pada 2018, dengan keduanya memenangi pertandingan “tandang” — Eala di Jakarta, sementara Janice di Makati City, Filipina.

Sebagai penghormatan atas pentingnya dua petenis dari Asia Tenggara bertemu di perempat final WTA, Janice menulis “SEA” (Southeast Asia) dan menggambar hati di kamera setelah menang.

Eala memimpin pertandingan junior mereka dengan skor 2-1 dan mengawali pertandingan dengan lebih baik, menekan backhand Janice untuk menghindari pukulan forehand-nya.

Janice, yang berada di peringkat 130, mulai menguasai permainan kaki dan servisnya. Dengan lincah memainkan forehand-nya di setiap kesempatan, ia melesatkan pukulan-pukulan winner ke setiap sudut lapangan hingga akhirnya mencetak 23 poin berbanding empat poin milik Eala.

Dari ketertinggalan 0-3, Janice hanya menghadapi satu break point,unggul 2-1 di set kedua. Ia mendominasi pertandingan dengan cara khasnya — forehand winner dan servis kuat yang tidak dapat dikembalikan lawan.

Eala, yang sedang dalam tujuh kemenangan beruntun setelah meraih gelar WTA 125 pertamanya di Guadalajara pekan lalu, juga gagal karena 15 kesalahan sendiri, yang seringkali mengarah ke net.

Di akhir pertandingan, Janice mengonversi match point keduanya dengan sebuah pengembalian winner untuk memastikan kemenangan. (ANT/KN)

Menko Yusril Janji Kawal Kasus Ojol Korban Demo di Makassar hingga Tuntas

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra berjanji akan menegakkan keadilan untuk pengemudi ojek online (ojol) korban aksi demonstrasi di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada akhir Agustus 2025 lalu, Rusdam Diansyah.

Saat berdialog langsung dengan keluarga Rusdam dalam kunjungan kerja ke Mapolresta Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/9), Menko mendapatkan informasi bahwa Rusdam, yang menjadi korban pengeroyokan massa usai aksi demonstrasi, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit akibat kondisi kritis.

“Percayalah, pemerintah memastikan penanganan perkara ini berjalan sesuai aturan. Kami akan mengawasi secara langsung agar tidak ada yang terlepas dari pertanggungjawaban hukum, khususnya bagi mereka yang perbuatannya telah menimbulkan korban jiwa,” kata Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (12/9/2025). 
‎
Yusril pun menyampaikan dukacita yang mendalam sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal proses hukum. Selain itu, dirinya turut menyinggung penanganan terhadap para tahanan demo yang masih berusia di bawah umur.

Dia menjelaskan mekanisme pemindahan ke rumah aman bukan berarti membebaskan para tahanan anak dari proses hukum, lantaran mereka tetap menjalani proses hukum sebagaimana diatur Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Rumah aman hanya menjadi tempat khusus untuk menyesuaikan penanganan sesuai usia mereka,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga Rusdam yang hadir diwakili oleh sepupunya, yakni Rusni, menyampaikan aspirasi langsung kepada Menko Yusril dalam suasana penuh haru.

Dengan linangan air mata, Rusni menyoroti adanya pelaku yang dibebaskan serta meminta kepastian hukum yang tegas dari pemerintah.
‎
‎“Kami sangat berduka. Jangan sampai ada pelaku yang lolos, kami ingin keadilan ditegakkan untuk almarhum,” ungkap Rusni.

‎Dialog antara Menko Yusril dengan keluarga korban tersebut memperlihatkan bahwa negara hadir bukan hanya melalui penegakan hukum, melainkan juga dalam mendengarkan aspirasi dan rasa keadilan dari masyarakat yang terdampak langsung. (ANT/KN)

Badai Fiskal Kaltim, Gubernur Hanya Umumkan 4 Dirut BUMD

GUBERNUR Kaltim Rudy Mas’ud akhirnya menetapkan empat direktur utama (dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui Pengumuman Nomor 500/19681/EK yang ditandatangani 11 September 2025. Nama-nama itu adalah Muhammad Iqbal (PT Migas Mandiri Pratama Kaltim), Siti Hamnah Ahsan (PT Ketenagalistrikan Kaltim), Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim (PT Kaltim Melati Bhakti Satya), dan Widyasmoro Eko Prawito (PD Sylva Kaltim Sejahtera).

Keputusan ini sekaligus menjawab teka-teki panjang sejak diumumkannya 30 nama kandidat yang lolos tiga besar pada Agustus lalu. Nama-nama besar sempat menghiasi daftar, termasuk Ari Askhara, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, yang akhirnya hanya bertahan di tahap administrasi.

Namun, pengumuman kali ini hanya menyebut nama empat dirut. Padahal, dari daftar yang sempat dirilis sebelumnya, ada pula kandidat untuk posisi strategis lain seperti direktur operasional, keuangan, dan SDM. Misalnya, di PT Migas Mandiri Pratama Kaltim tercatat nama Akbar Soetantyo, Edy Kurniawan, dan Muhammad Iqbal di posisi dirut, sementara kursi operasional diisi Nurhadiyanto Herry Wibowo, Nurkhalis, dan Ruswan, serta posisi keuangan/SDM ditempati Abdul Azis Muslim, Ari Nugroho Wibisono, dan Samsudin.

Formasi serupa juga terlihat di PT Ketenagalistrikan Kaltim, PT Kaltim Melati Bhakti Satya, hingga PD Sylva Kaltim Sejahtera. Bahkan di PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera muncul nama A Adhigustiawarman F, Musdalifah Adam, dan Nurul Harmani Wirawan untuk posisi direktur utama.

Dengan hanya diumumkannya empat kursi dirut, pertanyaannya: bagaimana dengan posisi penting lainnya? Apakah masih menunggu proses lebih lanjut, atau ada pertimbangan lain di tingkat pengambil keputusan?

Seleksi BUMD sejak awal memang mendapat perhatian publik. Wajar, sebab posisi yang diperebutkan sangat strategis bagi perekonomian daerah. Kehadiran panitia seleksi dengan figur berintegritas, seperti Bambang Widjojanto dan Tuhiyat, menjadi sinyal bahwa proses ini tidak sekadar formalitas. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan gubernur.

Karena itu, masyarakat menaruh harapan besar agar pilihan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan daerah.

Di saat yang sama, badai fiskal kian terasa nyata. Estimasi perhitungan Dana Transfer Umum (DTU) 2026 yang sempat diposting dalam status whatsapp Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memperlihatkan penurunan tajam pada alokasi untuk Provinsi Kaltim.

DAU turun dari Rp1,068 triliun pada 2025 menjadi Rp894 miliar di 2026. Lebih mencolok lagi, DBH yang pada 2025 mencapai Rp6,067 triliun anjlok menjadi Rp1,423 triliun di 2026.

Di Bontang, tekanan fiskal makin terasa. Estimasi menunjukkan DAU turun dari Rp274 miliar pada 2025 menjadi Rp229 miliar di 2026. DBH bahkan merosot tajam, dari Rp1,239 triliun menjadi Rp290 miliar. Tak heran Neni Moerniaeni menulis di statusnya: “Tolak ketidakadilan. Seyogyanya DBH tidak dapat dipotong, karena pembagiannya diatur menurut UU HKPD yang sangat jelas prosentasenya.”

Angka ini bukan sekadar data di atas kertas, melainkan peringatan bagi daerah penghasil migas. Bagi Bontang yang sangat bergantung pada DBH, penurunan tajam jelas akan mengganggu banyak program strategis. Situasi inilah yang membuat peran BUMD semakin penting, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

BUMD tidak bisa lagi dipandang sekadar lembaga bisnis milik daerah, tapi pilar penopang ekonomi Kaltim, terutama ketika kabar pemangkasan DAU dan DAK semakin santer.

Sumbangan ke PAD kini krusial, menjadi kunci agar Kaltim tetap kuat di tengah tekanan fiskal dan siap menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN)

Dalam konteks itu, penetapan empat direktur utama BUMD membawa harapan baru. Muhammad Iqbal di Migas Mandiri Pratama ditunggu kiprahnya mengamankan porsi PI 10 persen migas yang vital bagi kas daerah.

Siti Hamnah Ahsan di Ketenagalistrikan harus mampu menjawab tantangan energi bersih sekaligus menjaga keterjangkauan listrik.

Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim, dengan latar akademis dan pengalaman keuangan, dituntut membawa Melati Bhakti Satya keluar dari stagnasi.

Sementara Widyasmoro Eko Prawito di Sylva Kaltim Sejahtera memikul tugas berat memastikan pengelolaan hutan tetap seimbang antara ekologi dan ekonomi.

Namun, ini baru empat kursi. Masih ada posisi lain yang belum diumumkan. Penundaan hanya akan menimbulkan spekulasi. Apakah persoalannya teknis, atau justru tarik-menarik politik? Publik berhak tahu, karena BUMD adalah milik bersama, bukan sekadar arena kompromi elit.

Masyarakat Kaltim tidak butuh janji, tapi kerja nyata. BUMD harus jadi penggerak ekonomi, bukan tempat ‘parkir’ jabatan. Di tengah menurunnya transfer pusat, jalan satu-satunya adalah mengoptimalkan potensi daerah dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan berpihak pada publik.

Perjalanan masih panjang. Publik menunggu: apakah Gubernur Rudy menuntaskan proses ini dengan tegas, atau membiarkan kompromi yang bisa menggerus kepercayaan. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Pemanfaatan Sektor Kelautan di Paser Masim Belum Maksimal

0

PASER – Pengelolaan sektor kelautan di Kabupaten Paser yang memadai dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser belum dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

Padahal, wilayah laut di Kabupaten Paser yang luas dan berbatasan langsung dengan selat Makassar memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan baru. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Sukran Amin, meminta agar hal tersebut menjadi perhatian bagi Pemkab Paser.

“Kabupaten Paser memiliki luas lautan yang cukup besar yang langsung berbatasan dengan selat Makassar dan hari ini memang belum terkelola dengan maksimal,” katanya, Jum’at (12/9/2025).

Menurutnya, selama ini pendapatan daerah masih sangat bergantung pada sektor pertambangan dan perkebunan. Hal ini menjadi perhatian DPRD, khususnya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), karena jika kedua sektor tersebut mengalami masalah, pembangunan dan kinerja daerah akan terdampak.

“Catatan kami di DPRD khususnya Fraksi PKB, bagaimana kita tidak hanya terpaku pada sektor pertambangan dan perkebunan. Sangat di khawatirkan jika kedua sektor ini bermasalah, sehingga berdampak pada kinerja dan pembangunan di Paser,” ujarnya.

Sukran menilai, kekayaan sektor kelautan yang dimiliki Kabupaten Paser khususnya di Teluk Adang dan Teluk Apar, memiliki potensi besar untuk menjadi sektor unggulan baru, sehingga perlu dikelola dengan maksimal.

Selain itu, sektor kelautan juga dinilai dapat menjadi alternatif sumber keuangan daerah ketika ada gangguan pada dua sektor utama tersebut. Sehingga, diperlukan kerja-kerja yang lebih baik oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memanfaatkan hal tersebut.

“Harapan kita ke depan, itu juga bisa menjadi tulang punggung Kabupaten dan membantu menutupi kebutuhan keuangan daerah ketika ada gangguan di sektor pertambangan dan perkebunan,” ucapnya.

Terkait hal ini, DPRD Kabupaten Paser dikatakan sudah melakukan diskusi bersama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Paser. Targetnya, pada 2027 mendatang perikanan akan menjadi salah satu fokus utama.

Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya berencana mengundang beberapa Perguruan Tinggi terkemuka untuk melakukan kajian baik tentang potensi laut maupun berbagai sisi lainnya. Sukran menambahkan, potensi lainnya yang juga bisa dimaksimalkan pemerintah seperti lalu lintas laut dan sektor pariwisata.

“Sementara masih dalam proses diskusi, nanti mungkun bisa memanggil kampus untuk melakukan kajian, sehingga nanti pembahasannya bisa lebih terperinci dan teknis,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Kembangkan Pertanain Modern, Kukar Siap Jadi Lumbung Pangan Kaltim 2026

TENGGARONG – Modernisasi pertanian terus digencarkan di Kutai Kartanegara (Kukar), sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Panen Demonstration Plot (Demplot) Padi LEISA, sekaligus penerapan Aplikasi Digital Farming melalui pemanfaatan Drone Sprayer Agriculture, di Lapangan Bola Kelurahan Bukit Biru, pada Jumat (12/9/2025).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan Bank Indonesia (BI), yang berkomitmen mendorong pertanian modern di Kalimantan Timur (Kaltim). Khususnya Kukar sebagai salah satu sentra padi.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengapresiasi inovasi ini. Menurutnya, mekanisasi pertanian sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, dan kini waktunya memperluas pemanfaatan teknologi agar seluruh kelompok tani merasakan manfaatnya.

Seno menyoroti penggunaan bioinfigurasi, teknologi bakteri yang mampu meningkatkan hasil panen. Dari uji coba pada lahan seluas 10 hektare, produktivitas naik signifikan dari 3,6 ton menjadi 6 ton per hektare.

Jika teknologi serupa diterapkan secara merata, termasuk di Kukar yang memiliki 13 ribu hektare sawah aktif, ia optimistis swasembada pangan bisa tercapai pada 2026. Kuncinya ada pada pembangunan irigasi yang saat ini sedang dikomunikasikan dengan Kementerian PUPR.

“Dengan 6 ton per hektare, tiga kali panen setahun, kita bisa optimalkan hingga 33 ribu hektare sawah. Kuncinya ada di irigasi, dan kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar percepatan pembangunan irigasi segera dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan strategi daerah bukan menambah lahan sawah baru, melainkan mengoptimalkan lahan yang ada. Program ekstensifikasi terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Contohnya, kerja sama dengan Kodim Kukar berhasil mendongkrak panen dari 4 ton menjadi 6 hingga 7 ton per hektare. Di lokasi demplot Bukit Biru, hasil panen bahkan meningkat dari 3,6 ton menjadi 6,2 ton per hektare.

“Bersama Kodim, kami sudah membuktikan hasil panen naik dari 4 ton per hektare menjadi 6 sampai 7 ton. Bahkan di lokasi ini terbukti bisa naik dari 3,6 ton menjadi 6,2 ton per hektare,” ujarnya.

Menurut Aulia, tantangan ke depan adalah menjaga keseimbangan. Optimalisasi lahan tidak boleh menimbulkan masalah baru, baik dari sisi lingkungan maupun kebutuhan petani.

Transformasi pertanian modern di Kukar juga melibatkan generasi muda. Program petani milenial digalakkan, dengan dukungan berupa bantuan peralatan seperti drone dan akses pada teknologi pertanian digital.

“Kami sudah menggalakkan program petani milenial di beberapa titik. Mereka mendapat dukungan berupa bantuan peralatan seperti drone dan teknologi pertanian lainnya, karena generasi muda lebih cepat beradaptasi dengan teknologi baru,” jelasnya.

Selain teknologi, Pemkab Kukar menyiapkan dukungan permodalan melalui program Kukar Idaman. Kredit tanpa bunga ini kini ditingkatkan dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta, memberi ruang lebih besar bagi petani mengembangkan usaha.

Petani dapat memanfaatkan pinjaman sebelum musim tanam, lalu mengembalikannya setelah panen. Pemerintah juga memastikan distribusi pupuk subsidi tetap berjalan meski jumlahnya lebih disesuaikan untuk pemerataan.

“Petani bisa meminjam modal sebelum tanam, dan membayarnya setelah panen. Untuk pupuk subsidi tetap kami salurkan, namun jumlahnya memang semakin disesuaikan agar distribusinya lebih merata,” tutup Aulia. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Perjuangkan DBH 2026, Bupati Kukar Siap Koordinasi dengan Menkeu Baru

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) baru, terkait pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) ke daerah. Menyusul kebijakan Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani.

“Kita sudah berkoordinasi di tingkat Provinsi Kaltim. Kebetulan kemarin kita kumpul para kepala daerah dipimpin oleh Pak Gubernur Kaltim (Rudi Masud). Rencananya, kami bersama 10 kepala daerah akan datang ke Kemenkeu untuk memperjuangkan DBH,” ujar Bupati Aulia.

Bupati Aulia menjelaskan, pada 2026 DBH Kukar hanya akan ditransfer sebesar 23 persen dari alokasi normal. Menciut dari nominal yang biasanya diterima Kukar sebesar Rp 5,7 triliun menjadi hanya Rp 1,3 triliun.

“Tahun 2026 itu kuta cuman dapat 1,3 karena hanya 23 persen yg disalurkan nah ini yg kita coba perjuangkan,” sebutnya.

Ia menekankan, pemenuhan DBH sangat penting karena Angaran Pendaptan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah. “Kalau APBD berkurang, kita khawatir roda perekonomian di Kukar juga akan terganggu. Inilah titik tekan kita dalam memperjuangkan hak daerah,” imbuhnya.

Bupati Aulia berharap, dengan hadirnya Menkeu baru, akan ada kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada transfer keuangan daerah sehingga pembangunan dan layanan publik di Kukar tidak terganggu.

“Dengan adanya Menkeu baru,Kita berharap ada perubahan kebijakan fiskal yang lenih berpihak kepada Daerah,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i