Beranda blog Halaman 297

Muara Kaman Siapkan Strategi Pariwisata, Manfaatkan Warisan Sejarah dan Momentum IKN

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor pariwisata, sebagai langkah memajukan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wilayah ini menyimpan kekayaan wisata berlapis. Dari situs bersejarah Lesong Batu, peninggalan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Hingga panorama Danau Siran yang dikelilingi hutan gambut dan rumah apung, Muara Kaman memiliki modal besar untuk menarik wisatawan.

Tak hanya itu, budaya, tradisi leluhur, dan kuliner khas juga menjadi daya tarik tersendiri yang mampu memikat wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara. Namun, potensi besar itu dinilai belum tergarap maksimal.

Camat Muara Kaman, Barliang, menyoroti bahwa program pengembangan wisata masih belum berjalan sesuai harapan. “Pariwisata ini masih tertinggal, padahal tamunya sudah luar biasa. Ke depan, ini akan menjadi fokus kami,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).

Barliang menyebut, Muara Kaman memiliki keunggulan dari sisi sejarah, infrastruktur, hingga konektivitas. Faktor-faktor ini diyakininya menjadi modal penting untuk menempatkan pariwisata sebagai salah satu program strategis kecamatan.

Ia juga menekankan, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pariwisata setempat. “Otomatis dengan adanya IKN, kami ikut menjadi sorotan, karena titik kejayaan sejarah kerajaan ada di kami,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Desa Loa Duri Ilir Harumkan Kukar lewat Inovasi Telur Omega

TENGGARONG – Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), kini menjadi sorotan nasional berkat inovasi cerdas dalam pengelolaan dana desa. Mereka berhasil menembus tiga besar lomba inovasi dana desa tingkat nasional, melalui program budidaya ayam petelur omega.

Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, menyebut program ini sengaja dirancang berbeda dari desa-desa lain yang masih berfokus pada pertanian atau peternakan konvensional. “Alhamdulillah, inovasi telur omega ini berhasil mengharumkan nama desa kami sekaligus mewakili Kalimantan Timur,” ucapnya.

Inovasi ini bukan sekadar beternak ayam, melainkan menghadirkan sistem produksi terpadu. Desa mengembangkan pakan mandiri dengan memanfaatkan jagung hasil kerja sama petani setempat. Bahkan sisa batang jagung diolah kembali menjadi silase untuk pakan kambing.

“Dengan begitu, selain produksi telur omega, ada juga pengembangan peternakan kambing yang berjalan bersamaan,” jelas Fahri.

Produk telur omega hasil budidaya warga kini menembus pasar hingga luar Kukar, termasuk beberapa supermarket di Samarinda. Tren pangan sehat mendorong permintaan terus meningkat, membuka peluang pasar lebih luas bagi desa.

Program yang baru setahun berjalan ini dikelola BUMDes dengan menggandeng partisipasi masyarakat. Tak hanya memberi peluang usaha, desa juga memfasilitasi warga dengan bantuan ayam dan kandang.

“Masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tambah Fahri.

Hingga saat ini, ada sekitar 1.500 ekor ayam petelur yang rutin menghasilkan pendapatan kotor Rp15–19 juta setiap minggu. Pemkab Kukar pun memberi dukungan tambahan dengan bantuan 1.000 ekor ayam untuk memperkuat produksi.

Sementara itu, sektor kambing masih dalam tahap pemeliharaan. Meski belum menghasilkan, desa tetap optimistis dua sektor ini akan menjadi penopang ketahanan pangan berkelanjutan.

“Untuk kambing memang belum ada hasil karena masih tahap pemeliharaan. Tapi kami optimistis dua sektor ini bisa menopang ketahanan pangan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Stok Beras di Berau Dipastikan Aman, Pemerintah Fokus Jaga Mutu dan Harga

BERAU –Ketersediaan beras di Kabupaten Berau dipastikan berada dalam kondisi aman. Hal itu ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, usai menerima laporan dari Bulog terkait distribusi dan pasokan beras di Bumi Batiwakkal.

Bupati Sri menuturkan, pemerintah daerah saat ini tidak hanya berfokus pada jumlah stok, tetapi juga kualitas beras yang beredar di pasaran.

“Kami tengah fokus membahas stok dan mutu pangan yang beredar di wilayah Berau. Dari pembahasan itu kita dapat memastikan bahwa stok beras aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut langkah ini juga menjadi bentuk antisipasi pemerintah dalam menjaga kualitas beras sekaligus memastikan harga tetap stabil.

“Masyarakat harus tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Itu prioritas kami,” tegasnya.

Menurutnya, kerja sama dan komunikasi bersama Bulog harus terus terjalin dan dianggap penting sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan di daerah.

“Dengan kepastian stok yang cukup dan mutu beras terjamin, kita berharap masyarakat dapat merasa tenang di tengah dinamika harga pangan nasional,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Pemkab Berau Siapkan Dokter Spesialis lewat Program Afirmasi Pendidikan

BERAU – Keterbatasan tenaga dokter spesialis masih menjadi tantangan serius dalam meningkatkan layanan kesehatan di Kabupaten Berau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun menyiapkan langkah strategis dengan membuka program afirmasi pendidikan dokter spesialis bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa akselerasi layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

Tiga rumah sakit yang menjadi tulang punggung pelayanan, yakni RSUD dr. Abdul Rivai, RS Talisayan, serta rumah sakit baru yang sedang dibangun Pemkab, membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang lebih kuat.

“Kita sudah menyepakati pembukaan program afirmasi pendidikan dokter spesialis. Dalam waktu dekat akan ada dokter-dokter ASN Berau yang dikirim untuk melanjutkan pendidikan di UNHAS. Harapannya, kekurangan dokter spesialis bisa diatasi secara bertahap,” ujarnya.

Ia berharap, langkah ini tidak hanya memperkuat layanan rumah sakit, tetapi juga memberi kepastian kepada masyarakat bahwa Pemkab Berau serius menyiapkan tenaga medis berkualitas untuk jangka panjang.

Ketua IKA UNHAS Berau, M. Ichsan Rapi, menambahkan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pendampingan Memorandum of Understanding (MoU). Satgas ini akan memastikan kerja sama berjalan sesuai prioritas yang telah ditetapkan.

“Fokus utama tentu pada peningkatan layanan rumah sakit di Berau. Satgas akan mendampingi agar program pendidikan ini benar-benar memberi dampak nyata,” pungkasnya. (adv/srn/set)

DBON Kaltim: Janji Membina Atlet, Fakta Menjerat Pejabat

PENAHANAN dua pejabat Pemprov Kaltim, Zairin Zain selaku Ketua Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim dan Agus Hari Kesuma sebagai Kepala Dispora Kaltim, menjadi kabar pahit bagi dunia olahraga di Bumi Etam.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Kaltim atas dugaan korupsi dana hibah Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tahun anggaran 2023 senilai Rp100 miliar.

Miris rasanya. Dana sebesar itu seharusnya dipakai untuk menyiapkan atlet, membangun fasilitas, dan memperluas akses pembinaan olahraga di daerah. Namun, yang muncul justru kabar penyalahgunaan dan penyimpangan.

Publik dipaksa menerima kenyataan pahit bahwa cita-cita besar lewat DBON justru terganjal buruknya tata kelola anggaran.

DBON sendiri sejak awal digagas sebagai fondasi pembinaan atlet nasional secara terstruktur dan berkelanjutan. Kaltim bahkan menjadi satu-satunya provinsi yang membentuk DBON sebagai lembaga resmi dengan dukungan APBD yang sangat besar, yakni Rp100 miliar pada tahun 2023.

Padahal kebutuhan awalnya hanya Rp17 miliar. Lonjakan hingga Rp100 miliar menimbulkan tanda tanya. Mengapa lembaga yang baru berdiri dan belum genap setahun langsung diberi kewenangan mengelola dana sebesar itu? Bahkan sempat beredar dokumen internal pembagian hibah ke sejumlah lembaga olahraga, meski kemudian disebut sebagai draf awal.

Kini, setelah penyidikan berjalan dan dua pejabat ditahan, wajar publik kecewa. DBON yang semestinya menjadi kebanggaan justru berubah jadi catatan kelam. Pertanyaannya, benar untuk membangun prestasi, atau ada kepentingan gelap di balik angka Rp100 miliar? Padahal sejak awal DPRD Kaltim sudah mengingatkan agar penganggaran DBON diawasi ketat. Bahkan ada yang meminta evaluasi terbuka. Sayangnya, peringatan itu diabaikan.

Fakta dari kasus ini tidak terbantahkan. Anggaran besar tanpa pengawasan hanya melahirkan masalah. Kasus ini tidak boleh berhenti pada dua nama. Harus ada pembenahan menyeluruh dalam tata kelola hibah, apalagi yang bersumber dari APBD untuk olahraga.

Masyarakat berhak tahu ke mana setiap rupiah uang daerah dipakai. Kejati Kaltim harus menuntaskan perkara ini dengan objektif dan transparan, agar tidak muncul kesan setengah hati atau ada pihak yang dilindungi. Proses hukum harus memberi kepastian, sekaligus menjadi peringatan bagi siapa pun yang mencoba bermain dengan dana publik.

Pemprov Kaltim juga punya pekerjaan rumah besar mengembalikan kepercayaan publik. Caranya, perbaiki sistem hibah, perketat mekanisme, dan pastikan dana benar-benar untuk pembinaan atlet. Olahraga adalah simbol sportivitas dan fair play, tidak pantas dikotori praktik korupsi.

Atlet muda Kaltim tidak boleh dibesarkan di lingkungan yang korup. Mereka butuh teladan nyata, bukan janji. Kasus DBON ini bukti bahwa tanpa integritas dan akuntabilitas, dana besar hanya berakhir bencana. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Cak Imin Dorong LPDP Fokus Beasiswa, Cetak Pekerja Terampil Global

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya mengarahkan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memberikan beasiswa yang bisa mengasah kemampuan peserta program itu sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja global.

“Yang lebih mendesak lagi, saya akan dorong LPDP memberikan beasiswa kepada skill yang memang betul-betul menjadi kebutuhan pasar,” katanya usai menjadi pembicara di Roundtable Decision dengan tema “Penguatan Pekerja Migran Indonesia” di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan tentang upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk memenuhi tingginya permintaan akan pekerja terampil Indonesia di luar negeri.

Ia menjelaskan pemberian beasiswa untuk mencetak lebih banyak pekerja terampil harus menjadi prioritas karena segmen pasarnya sudah ada dan jelas di luar negeri.
Ia mencontohkan pekerjaan underwater welder atau ahli las –pekerjaan yang membutuhkan keahlian tinggi dengan potensi penghasilan yang menggiurkan.

“Misalnya welder, ahli las dalam laut, itu kebutuhannya sangat besar, biaya pelatihan mahal, tapi kalau return-nya atau uang kembaliannya juga sangat cepat,” ucap Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin itu.

Ia mengatakan jumlah tenaga kerja dengan tingkat pendidikan sekolah menengah pertama mendominasi jumlah pekerja migran Indonesia sehingga mayoritas pekerjaan di luar negeri yang bisa diisi oleh masyarakat Indonesia adalah domestic worker atau pekerja rumah tangga.

Oleh sebab itu, katanya, Presiden Prabowo Subianto mereformasi Badan Pelindungan Pekerja Migran menjadi kementerian agar bisa mengubah dominasi pekerja informal menjadi pekerja terampil (skilled worker).

“Pak Prabowo minta ini jadi kementerian supaya kementerian ini benar-benar sekaligus mengatasi problem di depan mata yaitu perlindungan dan sekaligus menggeser komposisi dari strukturunskilled worker kepada skilled worker. Kita masuk di situ,” ujarnya.

Direktur Utama LPDP Sudarto dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI pada akhir Agustus lalu, mengatakan pihaknya siap membahas reformasi pemberian beasiswa sehingga dapat mengakselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus industri strategis pada masa mendatang.

Ia mengatakan beasiswa LPDP juga akan dialokasikan secara tematik sesuai kebutuhan industri prioritas nasional, sehingga lulusan LPDP dari dalam dan luar negeri dapat disinergikan untuk menjawab kebutuhan pemangku kepentingan terkait dengan industri. (ANT/KN)

Terungkap, Dua Pemuda yang Dikira Hilang Usai Demo Justru Pergi Cari Nafkah

0

JAKARTA – Dua orang yang dilaporkan “hilang” paskademo di Jakarta beberapa waktu lalu, Eko Purnomo dan Bima Permana Putra, mengakui malah tidak ikut demonstrasi besar di Ibu Kota itu.

“Cuma nonton (aksi unjuk rasa),” kata Eko dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (18/9/2025).

Sementara Bima mengaku senada. “Tidak, tidak ikut (ikut demonstrasi),” kata Bima.

Lebih lanjut, Eko juga mengaku bahwa gawainya mati saat hendak berangkat menuju Kalimantan Tengah sehingga ia tidak sempat berpamitan dengan ibunya.

“Pas itu kendala ponsel sudah mati, jadi tak sempat pamit,” kata Eko.

Ia pun berterima kasih kepada Polda Metro Jaya yang telah membantu ibunya mencari dia.

“Dan beberapa rekan saya yang sudah membantu ibu saya dan menjaga ibu saya selama saya tidak ada di Jakarta,” kata Eko.

Sementara itu, Bima, menyampaikan permohonan maaf lantaran kepergiannya menyebabkan kegaduhan publik.

“Ingin memohon maaf sebesar-besarnya terutama buat orang tua saya dan kakak saya karena telah pergi meninggalkan rumah tanpa ada kabar, tanpa pamit. Dan ingin memohon maaf atas kegaduhan yang telah terjadi di media sosial, selama ini dan saya dikabarkan hilang,” kata Bima.

Sebelumnya, dua orang yang dilaporkan “hilang” paskademo di Jakarta beberapa waktu lalu, ternyata kabur ke Malang dan Kalimantan Tengah agar bisa hidup mandiri.

“Dari hasil komunikasi kami dengan saudara Bima, beliau menyampaikan bahwa alasan kepergian meninggalkan rumah karena ingin hidup mandiri,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra.

Wira mengatakan, Bima meninggalkan Jakarta pada 1 September 2025 menuju Malang, Jawa Timur.

“Hal tersebut atas keinginan sendiri dengan menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanannya saudara Bima sempat menjual kendaraan di daerah Tegal. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sarana angkutan kereta api menuju Malang,” kata Wira.

Di Malang, kata Wira, Bima mencari rupiah dengan menjual mainan barongsai di salah satu Klenteng, Kotalama, Malang. Sementara itu, Eko kabur ke Kalimantan Tengah dan bergabung dengan kapal penangkap ikan di wilayah tersebut.

“Alasan Eko mengapa yang bersangkutan sampai naik ikut kapal, bekerja untuk mencari nafkah. Dalam hal ini untuk kehidupan dan Eko sendiri ingin hidup secara mandiri,” kata Dirsiber Polda Metro Jaya Kombes Pol. Roberto GM Pasaribu.

Dalam informasi yang dipublikasikan KontraS, terdapat empat orang pendemo yang diduga hilang, yakni Eko Purnomo, Bima Permana Putra, Reno Syachputra Dewo, dan Muhammad Farhan Hamid.

Dua di antaranya, yakni Eko Purnomo, Bima Permana Putra sudah berhasil ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian. (ANT/KN)

Prabowo Terbitkan Inpres, Percepatan Kampung Haji Indonesia Dimulai

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan enam kementerian beserta badan terkait untuk mengakselerasi program pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Perintah itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 15 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo di Jakarta, 6 Agustus 2025.

Dokumen salinan Inpres yang diterbitkan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) di Jakarta, Kamis (18/9/2025), menyebut kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan jamaah haji serta umrah Indonesia melalui penyediaan fasilitas akomodasi yang memadai dan sesuai kebutuhan di Tanah Suci.

Inpres itu menugaskan Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Kepala Badan Penyelenggara Haji untuk mengambil langkah strategis dan terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan program.

Instruksi Presiden memuat arahan terkait dukungan fiskal dan skema pembiayaan, termasuk bauran pembiayaan, penjaminan, dan perpajakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Presiden juga menugaskan penguatan diplomasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk pemenuhan aspek hukum internasional dan kerja sama pembangunan.

Presiden juga mengarahkan pihak terkait untuk menyediakan mitra investasi, pembentukan perusahaan patungan, serta mekanisme kerja sama lainnya guna mendukung pendanaan dan operasional pembangunan.

Dalam Inpres itu juga dijelaskan pendanaan pembangunan Kampung Haji Indonesia dapat bersumber dari Badan Pengelola Investasi Danantara, Badan Pengelola Keuangan Haji, kemitraan dengan pihak dalam dan/atau luar negeri, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maupun sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Presiden menegaskan agar seluruh kementerian dan badan terkait melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan penuh tanggung jawab, bersinergi secara aktif, dan melaporkan perkembangan pelaksanaannya kepada Presiden secara berkala.

Pembangunan Kampung Haji Indonesia diharapkan menjadi pusat akomodasi terpadu yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia. (ANT/KN)

KPK Ingatkan Potensi Korupsi di Balik Pencairan Dana Rp200 Triliun ke Himbara

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pemerintah mengenai potensi tindak pidana korupsi dalam pencairan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Tentunya ada potensi-potensi tindak pidana korupsi, seperti yang terjadi di PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Jepara Artha (Perseroda). Kreditnya kemudian macet karena memang ini kreditnya kredit fiktif,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Asep menyampaikan pernyataan tersebut saat mengumumkan penahanan lima tersangka kasus dugaan korupsi dalam pencairan kredit usaha pada BPR Bank Jepara Artha tahun 2022-2024.

“Ini (kasus Bank Jepara Artha, red.) juga menjadi sebuah alarm bagi kita bersama. Kenapa? Karena baru-baru ini pemerintah melalui Menteri Keuangan itu sudah mengucurkan dana sebesar Rp200 triliun dari yang selama ini tersimpan di Bank Indonesia kepada bank-bank Himbara,” katanya.

Walaupun demikian, dia mengatakan pencairan dana tersebut tetap memiliki sisi positif, yakni membuat perekonomian mikro menjadi bergairah dan bank-bank Himbara bisa memberikan kredit kepada masyarakat, sehingga perekonomian tanah air bisa berjalan.

Oleh sebab itu, kata dia, KPK memastikan mengawasi pencairan dan penggunaan dana tersebut.

“Nanti dari Direktorat Monitoring Kedeputian Pencegahan dan Monitoring mengawasi, sehingga stimulus ekonomi ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan efek positif bagi ekonomi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 10 September 2025, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana penarikan dana mengendap di BI sebesar Rp200 triliun dari total simpanan pemerintah sebesar Rp425 triliun untuk disalurkan ke perbankan.

Pada 12 September 2025, Menteri Keuangan mencairkan dana tersebut kepada lima bank anggota Himbara.
Kelima bank itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Persero Tbk dengan nilai dana masing-masing sebesar Rp55 triliun.

Kemudian, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) Rp25 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Rp10 triliun. (ANT/KN)

Wamenkeu: Skema DBH PPh 21 Berbasis Domisili Berlaku Mulai 2026

0

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu mengatakan skema dana bagi hasil (DBH) pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 berdasarkan wilayah domisili pekerja akan diterapkan pada 2026.

Hingga sejauh ini, Kementerian Keuangan sedang mengembangkan peta pengenaan PPh 21 berbasis domisili tersebut.
“Sedang dikerjakan. Ya ini untuk 2026 lah,” kata Anggito, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Namun, Anggito tidak merinci lebih lanjut progres penyusunan skema DBH PPh 21 berbasis domisili itu.

Wacana tersebut sebelumnya ia sampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan agenda pembahasan RUU APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangannya, Selasa (2/9).

“Kami saat ini sedang melakukan exercise untuk melakukan bagi hasil berdasarkan domisili dari karyawan yang bersangkutan,” ujar Anggito saat rapat.

Menurut Anggito, langkah itu bertujuan untuk memberikan keadilan dan memenuhi aspirasi daerah yang selama ini meminta keadilan pembagian pajak.
Sementara PPh badan tidak mengikuti skema bagi hasil ini.

“Untuk PPh badan tidak dibagihasilkan. Jadi, pemungut di mana pun itu tidak memengaruhi aspek bagi hasil pajaknya,” ujar Anggito.

Terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah untuk menaikkan ambang batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) alih-alih menerapkan DBH PPh 21 berbasis domisili.

Menurut Bhima, PTKP perlu ditingkatkan guna memberikan ruang disposable income atau pendapatan yang dapat dibelanjakan setelah kebutuhan pokok dan kewajiban dasar dipenuhi. Dengan begitu, kemampuan belanja masyarakat meningkat dan bisa menggerakkan roda ekonomi daerah secara langsung.

Sebagai catatan, mengutip Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), DBH PPh ditetapkan sebesar 20 persen untuk daerah.

DBH itu dibagikan kepada tiga pihak, yaitu provinsi bersangkutan sebesar 7,5 persen, kabupaten/kota penghasil sebesar 8,9 persen, serta kabupaten dan kota lainnya dalam provinsi yang bersangkutan sebesar 3,6 persen. (ANT/KN)