Beranda blog Halaman 285

Merawat Harmoni Negeri melalui Komunikasi Kebangsaan

0

INDONESIA adalah anugerah besar dengan keragaman yang sulit dicari tandingannya di dunia. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, terbentang lebih dari 1.340 suku bangsa, ratusan bahasa daerah, serta berbagai agama dan kepercayaan yang hidup berdampingan. Semua itu membentuk mozaik indah bernama Indonesia.

Namun, mozaik tersebut tidak otomatis terjalin rapi. Keragaman bisa menjadi perekat bangsa, tetapi juga berpotensi melahirkan konflik bila komunikasi sosial gagal dikelola. Karena itu, harmoni sosial harus dirawat dengan kesadaran kolektif, dibangun lewat dialog, serta dijaga melalui sikap saling menghormati.

Di sinilah pentingnya komunikasi kebangsaan—komunikasi yang membuka ruang perjumpaan, merangkul keberagaman, dan menegaskan kembali bahwa meski berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap satu dalam ikatan kebhinekaan.

Relevansi Komunikasi Kebangsaan

Era globalisasi membawa kemajuan besar, seperti demokratisasi, kebebasan berekspresi, hingga kemudahan akses digital. Namun, di sisi lain juga muncul tantangan: polarisasi politik, memudarnya gotong royong, konflik horizontal, serta maraknya ujaran kebencian di media sosial.

Di tengah kondisi ini, komunikasi kebangsaan menjadi instrumen strategis untuk menjaga harmoni dan memperkuat persatuan. Alumni Lemhannas melalui IKAL didorong untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai aktor yang ikut mengatasi polarisasi dan melemahnya kohesi sosial.

Nilai-Nilai dalam Komunikasi Kebangsaan

Komunikasi kebangsaan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa: religiusitas, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, keadilan, demokrasi, kesetaraan, ketaatan hukum, persatuan, kemandirian, toleransi, keharmonisan, hingga gotong royong.

Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam praktik nyata:

  • Toleransi, dengan menghargai perbedaan dan memberi ruang aman bagi semua.
  • Gotong royong, sebagai DNA bangsa yang mampu mengatasi masalah kolektif.
  • Keharmonisan, dengan menjaga relasi sosial melalui musyawarah dan empati.
  • Literasi digital, untuk mencegah hoaks dan polarisasi di media sosial.

Tantangan dan Ancaman

Beberapa ancaman yang nyata dihadapi bangsa saat ini antara lain:

  • Polarisasi politik yang memecah belah masyarakat.
  • Individualisme akibat urbanisasi yang melemahkan solidaritas sosial.
  • Kesenjangan sosial-ekonomi yang memicu rasa ketidakadilan.
  • Arus digitalisasi yang rawan disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks.

Peran Pentahelix

Untuk menjawab tantangan tersebut, kolaborasi dari berbagai unsur bangsa sangat penting:

  • Pemerintah, memperkuat pendidikan kebangsaan dan literasi digital.
  • Masyarakat, melestarikan gotong royong dengan format modern.
  • Akademisi, membangun riset dan ruang diskursus kebangsaan.
  • Media, menjaga akal sehat publik dengan narasi konstruktif.
  • Alumni Lemhannas dan FPK, menjadi motor gerakan kebangsaan di daerah.

Simpulan dan Rekomendasi

Komunikasi kebangsaan yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah jalan untuk merawat harmoni negeri. Toleransi, gotong royong, dan keharmonisan menjadi fondasi utama menghadapi tantangan globalisasi, polarisasi, dan disrupsi digital.

Rekomendasi utama dari Kelompok Bhinneka Tunggal Ika antara lain:

  1. Narasi komunikasi kebangsaan perlu diviralkan di berbagai platform digital.
  2. Masyarakat harus menghidupkan kembali gotong royong sesuai tuntutan zaman.
  3. Media wajib memberi ruang bagi narasi positif dan konstruktif.
  4. Alumni Lemhannas harus meneguhkan diri sebagai penggerak dialog, kepemimpinan, dan aksi sosial nyata.

Ditulis oleh Kelompok Bhinneka Tunggal Ika – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Ketua: Dr. Eki Baihaki, M.Si.
Sekretaris: Dr. Tina Amelia, S.H., M.H., M.M.

Anggota:

  • H. Asep Mulyadi, S.H.
  • Agam Ramdan Prasetya, A.Md.Par.
  • Dr. H. Aprizal Y, S.Kom, M.Si.
  • Dr. Arie Ramaliansyah, S.H., M.H.
  • Attu Fattchurochman, S.H., M.Hum.
  • Ayi Jaja Jamaludin, M.Pd.
  • Dr. Azis Zulficar Aly Yusca, S.STP., M.Si.
  • Bayu Setyowati, S.Sos., CPSp.
  • Berty Alfrets Ponto
  • Dicky Aprilianto, S.Ak.
  • Dudy Himawan, S.H.
  • Erick Darmajaya, B.Sc., M.K.P.
  • Fasha Maulana, S.Tr.P.
  • Felix Wangsaatmaja, S.H.
  • Jayanto Arus Adi
  • Mochamad Boogie Gustara Manggala, S.H.
  • Esau Obet Surabut, S.E.
  • Nadia Warianti, S.Pd.
  • Prastiwanto, S.E., M.I.Pol.
  • Sisti Reita
  • Slamet Winarto
  • Tegar Akhirul Kholiq, S.Tr.IP.
  • Wisnu Murti Wibowo, S.H.

Revitalisasi Nilai Kebangsaan untuk Menjaga Kualitas Hidup di Era Globalisasi

0

Bangsa Indonesia berdiri di atas fondasi empat konsensus utama: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya bukan sekadar simbol, melainkan pijakan jati diri bangsa yang telah terbukti menjaga persatuan sejak era perjuangan melawan penjajahan.

Namun di tengah derasnya arus globalisasi, nilai-nilai kebangsaan menghadapi ujian berat. Individualisme, konsumerisme, polarisasi politik, hingga derasnya arus informasi tanpa filter kerap menggerus semangat kebersamaan. Padahal, kekuatan terbesar bangsa ini justru lahir dari solidaritas dan persatuan.

Toleransi sebagai Tameng Bangsa

Indonesia adalah bangsa yang majemuk, dengan lebih dari 1.300 suku, ratusan bahasa daerah, dan beragam agama serta kepercayaan. Dalam kondisi seperti ini, toleransi menjadi nilai fundamental yang tak bisa ditawar.

Toleransi bukan berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan mengakui dan menghormati keberagaman identitas. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini tampak nyata: umat Islam ikut menjaga gereja saat perayaan Natal, umat Kristiani hadir membantu tetangga muslim saat Iduladha, atau warga desa yang saling membantu menjaga perayaan adat.

Tantangan muncul di era digital. Media sosial sering dijadikan ajang penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan provokasi SARA. Jika tidak ada literasi digital, masyarakat mudah terpecah. Karena itu, pendidikan multikultural di sekolah dan kampus harus diperkuat agar generasi muda terbiasa hidup dalam suasana saling menghargai.

Keharmonisan dalam Kebersamaan

Selain toleransi, keharmonisan adalah kondisi ideal yang diidamkan bangsa. Ia terwujud ketika masyarakat mampu hidup berdampingan secara damai, bekerja sama tanpa memandang perbedaan, dan menyelesaikan konflik dengan musyawarah.

Namun, keharmonisan kini menghadapi tantangan serius: polarisasi politik, kesenjangan ekonomi, hingga pengaruh budaya asing yang menekankan individualisme. Semua itu berpotensi memudarkan rasa kebersamaan.

Revitalisasi keharmonisan hanya bisa dicapai dengan memperkuat dialog lintas agama dan budaya, menciptakan kebijakan publik yang adil, serta menumbuhkan kesadaran bahwa stabilitas sosial adalah syarat mutlak bagi pembangunan nasional.

Gotong Royong: Warisan yang Perlu Dimodernisasi

Nilai ketiga yang tak kalah penting adalah gotong royong. Ia bukan hanya tradisi, tetapi juga identitas bangsa Indonesia. Jika dulu gotong royong dikenal dalam bentuk kerja bakti di desa, kini nilai ini bisa diwujudkan dalam format modern: solidaritas digital, crowdfunding sosial untuk korban bencana, hingga koperasi berbasis teknologi.

Gotong royong juga menjadi strategi penting menghadapi tantangan global seperti krisis pangan, perubahan iklim, maupun pandemi. Ketika masyarakat bersatu dan saling menopang, bangsa ini akan memiliki ketahanan sosial yang kuat.

Strategi Implementasi di Era Globalisasi

Untuk menjaga kualitas hidup berbangsa dan bernegara, diperlukan langkah konkret:

  • Pendidikan karakter: menghidupkan kembali nilai Pancasila melalui pendidikan yang aplikatif, bukan sekadar hafalan.
  • Penguatan moderasi beragama: agar perbedaan iman tidak menjadi pemisah, melainkan penguat persaudaraan.
  • Literasi digital: membekali masyarakat dengan kemampuan menyaring informasi dan bijak bermedia sosial.
  • Dialog lintas budaya: memperkuat ruang interaksi sosial agar tidak ada kelompok yang merasa terpinggirkan.
  • Ekosistem gotong royong modern: menghadirkan platform kolaborasi yang memudahkan masyarakat untuk saling membantu.

Menjaga Jati Diri Bangsa

Pada akhirnya, toleransi, keharmonisan, dan gotong royong adalah tiga pilar utama yang harus terus dijaga. Tanpa itu, bangsa Indonesia akan mudah rapuh di tengah gelombang globalisasi.

Revitalisasi nilai-nilai kebangsaan bukan sekadar nostalgia pada masa lalu, melainkan strategi aktual untuk memastikan Indonesia tetap kokoh, adil, dan inklusif. Dengan mengamalkan nilai-nilai itu, kita tidak hanya menjaga persatuan, tetapi juga memperkuat kualitas hidup bangsa dalam menghadapi perubahan zaman.

Artikel ini disusun oleh Dr. Arie Ramaliansyah, S.H., M.H., C.L.A., C.M.C.
Kelompok Bhinneka Tunggal Ika, Lemhannas RI.

Kemenhut Tetapkan Warga Tanjung Jabung Tersangka Perambahan Hutan

0

JAMBI – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan warga Kabupaten Tanjung Jabung berinisial YL sebagai tersangka kasus jual beli lahan kawasan hutan dan koordinator perambahan hutan di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH) di Jambi.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum) Wilayah Sumatera Kemenhut Hari Novianto dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/10/2025), menjelaskan tersangka YL sudah ditahan di Rutan Polda Jambi pada 26 September lalu dan pihaknya mengamankan barang bukti satu ekskavator dan dokumen terkait Kawasan Tahura OKH.

“Sesuai arahan Dirjen Gakkum Kehutanan, kami telah memerintahkan penyidik untuk terus mengembangkan ke pihak-pihak lain yang terlibat dalam aktivitas jual beli lahan kawasan hutan dan perambahan di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam,” katanya.

Dia menyebut penanganan kasus itu berawal ketika UPTD Tahura Orang Kayo Hitam menerima laporan masyarakat bahwa masyarakat setempat telah mengamankan satu unit ekskavator berikut operatornya ketika sedang membuat parit kanal yang berada di dalam Kawasan Tahura OKH yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Laporan tersebut kemudian direspons Dinas Kehutanan Provinsi Jambi bersama UPTD Tahura OKH dengan menurunkan tim memeriksa laporan dan mengevakuasi ekskavator tersebut.

Selanjutnya mereka berkoordinasi dengan Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera untuk penyelidikan dan penyidikan bersama terkait kasus perambahan dan pembuatan parit kanal di Kawasan Tahura OKH tersebut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi serta dokumen terkait perambahan tersebut, penyidik meningkatkan kasus ini ke penyidikan dengan menetapkan YL sebagai tersangka atas perbuatannya.

Dia diduga telah memperjualbelikan lahan kawasan hutan seluas 106 hektare dan mengkoordinasi aktivitas perambahan dengan pembuatan parit kanal di Kawasan Tahura OKH. Dia diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp7,5 miliar. (ANT/KN)

156 Pesawat TNI AU Siap Hiasi Langit Jakarta di HUT ke-80 TNI

0

JAKARTA – Barisan pesawat tempur TNI AU tengah bersiap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur untuk menggelar latihan manuver sebelum tampil pada perayaan HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu (5/10).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu, pukul 09.26 WIB, terlihat ada beberapa jenis pesawat tempur yang terpajang dari mulai F-16 Fighting Falcon, T-50i Golden Eagle, Sukhoi Su-27 dan Su-30 serta pesawat tempur Hawk.

Pesawat tersebut berasal dari beberapa skuadron seperti Skuadron 14 Lanud Iswahjudi untuk T-50 Golden Eagle, Skuadron 11 dari Lanud Sultan Hassanudin untuk Su-27 dan Su-30, Skuadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin dan Skuadron 15 Lanud Iswahjudi untuk F-16 Fighting Falcon, Skuadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin dan Skuadron 1 Lanud Supadio untuk pesawat tempur hawk.

Sebelumnya, pesawat KAI KT-1B Wong Bee juga telah lepas landas untuk latihan manuver udara.

Nantinya, rentetan pesawat tempur itu akan melakukan gladi kotor manuver tempur hingga dogfight di langit Monas, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini, beberapa pesawat tempur yang ada di landasan Lanud Halim telah menghidupkan mesin untuk persiapan lepas landas.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) TNI I Nyoman Suadnyana memastikan 156 pesawat TNI AU akan terlibat dalam acara perayaan HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10).

“Dapat dipastikan yang terlibat demo udara sejumlah 156 pesawat,” kata I Nyoman kepada ANTARA di Jakarta, Senin (29/8).
I Nyoman menjelaskan 156 pesawat itu terdiri dari pesawat angkut dan pesawat tempur andalan AU.

Beberapa jenis pesawat tempur, di antaranya F-16, Sukhoi dan Hawk 100/200. Sedangkan pesawat angkut terdiri dari Hercules C-130.

Dia mengatakan para penerbang tempur itu akan menampilkan beragam atraksi dari mulai simulasi tempur hingga manuver terbang yang dapat dilihat langsung dari silang Monas.

Sedangkan pesawat angkut akan terlibat dalam menerjunkan prajurit dari mulai Parako Pasgat, Kopassus hingga Marinir.
I Nyoman kembali menyebutkan saat ini para pesawat masih melakukan latihan rutin dengan pangkalan Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta sebagai tempat perkumpulan utamanya.

Dengan adanya ragam persiapan tersebut, I Nyoman berharap para penerbang TNI AU dapat menampilkan yang terbaik di hari H perayaan HUT TNI nanti. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Ikuti Kinerja Menkeu Purbaya Lewat Media Sosial

0

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto turut memantau kinerjanya, bahkan hingga melalui tayangan di media sosial.

Purbaya, seusai menghadap Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/9/2025), menyebut bahwa Kepala Negara memberikan apresiasi atas langkah-langkah kebijakan yang diambil Kementerian Keuangan RI.

“Presiden cuma bilang langkahnya bagus. Saya nggak tahu yang disebut yang mana. Rupanya beliau ngikutin saya di TikTok,” katanya.

Purbaya mengatakan Presiden mendukung penuh langkah-langkah yang ditempuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam pengembangan ekonomi nasional.

“Berarti Presiden ngikutin di media kan, kelihatannya dia memuji, bagus langkahnya agresif. Memang kita harus agresif mempromosikan keberhasilan dan apa yang akan dijalankan supaya masyarakat semua tahu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan bahwa Presiden belum sempat memberi masukan secara langsung, sebab Purbaya terlambat tiba pada pertemuan itu.

“Saya datang agak terlambat, jadi pas makannya, saya datang. Sepertinya, nanti ke depan akan memberi masukan-masukan juga,” ujarnya.

Ia menyebut Presiden bahkan sempat membagikan buku terkait strategi pembangunan negara yang berhasil sebagai bahan referensi.

“Yang jelas ada beberapa isu di mana dia punya tim yang bisa men-support kita kalau kita butuhkan,” katanya. (ANT/KN)

Harga BBM Shell dan Pertamina Naik per 1 Oktober 2025

0

JAKARTA – Bahan bakar minyak (BBM) yang masih mengalami kelangkaan stok di SPBU Shell terpantau mengalami kenaikan harga mulai 1 Oktober 2025, salah satunya untuk jenis Shell Super menjadi Rp12.890 per liter dari Rp12.580 per liter pada September.

Shell Indonesia menginformasikan bahwa produk BBM yang mereka jual tidak tersedia di beberapa jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan, demikian dikutip dari laman resmi Shell Indonesia di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Selain BBM jenis Shell Super, berikut adalah rincian perubahan harga dari BBM Shell lainnya. Untuk jenis Shell V-Power yang semula dipatok Rp13.140 per liter, kini naik menjadi Rp13.420 per liter.

Lebih lanjut, untuk BBM Shell jenis Shell V-Power Diesel, terjadi peningkatan sebesar Rp140 per liter, yakni dari Rp14.130 per liter pada September 2025, menjadi Rp14.270 per liter mulai 1 Oktober 2025.

Kemudian, untuk BBM Shell jenis Shell V-Power Nitro+, terjadi peningkatan sebesar Rp290 per liter, yakni dari Rp13.300 per liter pada September 2025, menjadi Rp13.590 per liter sejak 1 Oktober 2025.

Tak hanya Shell yang mengalami perubahan harga BBM. PT Pertamina (Persero) mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 1 Oktober 2025.

Seperti di Jabodetabek, tercatat harga Pertamina Dex Series di wilayah tersebut mengalami perubahan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp13.700 per liter dari Rp13.600 per liter.

Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp14.000 per liter, naik dari yang sebelumnya Rp13.850 per liter.

Sementara itu, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) terpantau stabil di angka Rp12.200 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang stabil di angka Rp13.000 per liter.

Pertamax Turbo (RON 98) juga masih stabil di angka Rp13.100 per liter sejak September 2025.

Sedangkan, sejumlah BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. (ANT/KN)

26 Santri Korban Runtuhnya Ponpes di Sidoarjo Masih Dirawat Intensif

0

SIDOARJO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 26 orang santri korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

“Korban dirawat di beberapa rumah sakit rujukan utama di Sidoarjo dan Surabaya-Mojokerto sesuai kondisi medis masing-masing,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

BNPB mengkonfirmasi daftar sebaran rumah sakit mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro yang merawat 40 pasien, terdiri atas delapan pasien rawat inap dan menangani dua santri meninggal dunia.

Sementara RS Siti Hajar menangani 52 pasien, dengan 11 pasien rawat inap, satu pasien meninggal dunia, dan satu pasien dirujuk.

RS Delta Surya menangani enam pasien rawat inap, sedangkan RS Sheila Medika menerima satu pasien yang telah dipulangkan dan RS Unair merawat satu pasien rawat inap.

BNPB memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan fasilitas kesehatan setempat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan medis dan logistik darurat bagi korban dapat terpenuhi.
Menurut Abdul, selain layanan medis, dukungan psikososial juga dipersiapkan tim petugas gabungan untuk membantu pemulihan mental para santri dan keluarga yang terdampak peristiwa ini.

“Operasi SAR juga masih berjalan, yang berdasarkan data absensi santri sebanyak 91 orang diduga tertimbun material bangunan,” kata dia. (ANT/KN)

Trade Expo Indonesia 2025 Targetkan Transaksi USD 16,5 Miliar

0

TANGERANG – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengajak pelaku usaha Indonesia aktif berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 15–19 Oktober 2025.

Mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”, pameran dagang internasional terbesar di Indonesia itu menargetkan transaksi senilai USD 16,5 miliar. Hingga 29 September, tercatat 1.015 peserta pameran dan 6.847 buyer dari 106 negara siap hadir. Panitia menargetkan keikutsertaan 1.500 peserta dan kunjungan 30.000 pengunjung.

“TEI membuka peluang produk Indonesia menembus pasar global, bukan hanya bagi pelaku usaha besar, tetapi juga UKM dan pelaku usaha desa,” ujar Puntodewi dalam konferensi pers di ICE BSD City, Senin (29/9/2025).

Tahun ini, TEI menghadirkan sejumlah terobosan, di antaranya stan khusus Desa Orientasi Ekspor, Paviliun UMKM BISA Ekspor, serta mekanisme pra-business matching agar transaksi lebih tepat sasaran. Pameran akan dibagi ke dalam tiga zona produk:
• Zona Makanan, Minuman, Produk Pertanian, Lisensi, dan Waralaba
• Zona Manufaktur dan Jasa
• Zona Fesyen, Gaya Hidup, dan Dekorasi Rumah

Selain pameran, kegiatan juga meliputi seminar, lokakarya, gelar wicara, business counselling, business matching, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dagang.

Pada TEI 2024 lalu, tercatat 1.460 peserta pameran, 41.488 pengunjung, dan 8.042 buyer dari 140 negara dengan total transaksi USD 22,73 miliar.

Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, menegaskan dukungan penuh lewat promosi di 132 perwakilan RI di luar negeri. Sementara itu, Bank Mandiri sebagai official bank partner menghadirkan layanan digital Kopra by Mandiri dan Kopra Beyond Border untuk mempermudah transaksi ekspor-impor.

Direktur PT Debindo Multi Adhiwasti, Vibiadhi Swasti Pradana, menambahkan bahwa TEI 2025 akan memanfaatkan tujuh hall ICE BSD dengan dukungan 116 media partner dan kerja sama lebih dari 30 hotel untuk buyer internasional.

Sebagai bentuk apresiasi, tahun ini TEI juga akan memberikan Media Award dan Loyal Exhibitor Award. Gelaran ini turut didukung oleh Bank Mandiri, Pertamina, BPDP Kelapa Sawit, Kadin, LPEI, dan Apindo. (cha/KN)

Pemkab Berau Fokus Atasi Kekurangan Tenaga Medis

BERAU – Kekurangan tenaga kesehatan masih menjadi salah satu persoalan serius di Kabupaten Berau. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berkomitmen untuk mencari solusi agar hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tidak terabaikan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa masalah kekurangan tenaga medis tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Apalagi, jika sampai membuat masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

“Kami tidak ingin lagi mendengar ada pasien yang ditolak saat hendak berobat, hanya karena keterbatasan tenaga medis maupun sarana pendukung. Kesehatan masyarakat adalah prioritas, dan pemerintah daerah wajib hadir memberikan solusi,” ujarnya.

Dikatakannya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan kini menjadi fokus utama pemerintah daerah. Upaya yang sedang dipersiapkan antara lain penambahan formasi tenaga kesehatan melalui rekrutmen ASN maupun PPPK, hingga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi kedokteran dan keperawatan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan SDM.

Selain itu, Pemkab Berau juga mendorong keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta maupun organisasi profesi menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.

“Masyarakat Berau berhak mendapatkan layanan kesehatan terbaik. Untuk itu, kami sangat terbuka terhadap kolaborasi semua pihak. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin kualitas kesehatan di Bumi Batiwakkal akan semakin meningkat,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Pemkab Berau Genjot Pengembangan Rumah Sakit dan Puskesmas

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat infrastruktur kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan medis yang layak.

Tak hanya menggandalkan pembangunan dari pemerintah, upaya ini juga ditempuh melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Berau dan mitra swasta.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan saat ini pengembangan sejumlah fasilitas kesehatan tengah berjalan, mulai dari RSUD dr. Abdul Rivai, Puskesmas, hingga rumah sehat berbasis kolaborasi dengan Baznas. Bahkan, progres pembangunan di Rumah Sakit Tanjung Redeb yang dikelola pemerintah daerah juga masih terus dipacu.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, Baznas, dan mitra pembangunan, saya berharap kualitas layanan kesehatan di Berau dapat semakin meningkat. Baik itu puskesmas, rumah sakit tipe apa pun, maupun rumah sakit pembantu di kampung,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Pemkab Berau juga akan meresmikan pengembangan fasilitas di RSUD dr. Abdul Rivai. Kehadiran layanan tersebut diharapkan semakin memperluas akses kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah dengan kebutuhan layanan tinggi.

Bupati Sri menegaskan, komitmen pemerintah daerah adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata.

“Semua ini kita lakukan agar masyarakat Berau benar-benar mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan mudah diakses,” pungkasnya. (adv/srn/set)