Beranda blog Halaman 281

Swissotel Nusantara Anniversary Run 2025: Merasakan IKN dari Garis Start

MINGGU (5/10), kami datang ke IKN bukan sebagai panitia event lari. Kali ini hadir sebagai peserta, sekaligus bagian dari media partner dalam gelaran Swissotel Nusantara Anniversary Run 2025.

Rasanya berbeda. Biasanya kami hanya merancang dan mengawal jalannya event, meliput, lalu menyajikan berita. Kali ini justru ikut masuk ke barisan ribuan pelari, benar-benar merasakan atmosfer ajang lari di jantung Ibu Kota Nusantara.

Pengalaman ini mengingatkan pada Media Kaltim Nusantara Fun Run yang kami gelar 4 Mei 2025 lalu. Bedanya, kali ini saya datang bersama istri dan tim Media Kaltim sebagai peserta resmi. Kami menginap di sebuah villa di Sepaku yang dikelola Atmaja Riski Maulana, Kepala Biro IKN. Selepas subuh pukul 05.30 Wita, kami berangkat ke lokasi. Kantong parkir sudah disiapkan panitia, dan mobil kami bisa parkir persis di seberang kantor OIKN.

Tim Media Kaltim berfoto bersama setelah meraih medali finisher. (foto: riski/mediakaltim.com)

Sejak pagi, ribuan orang dengan jersey merah khas event memenuhi garis start. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memimpin pelepasan pelari. “Bukan hanya jadi pelopor hotel di sini, tapi juga jadi pelopor ekonomi dan kehidupan di Nusantara. Jadi kita doakan bersama semoga tetap eksis walaupun sebentar lagi akan ada beberapa hotel lain yang muncul,” ujarnya.

Start dan finish ditetapkan di Swissotel Nusantara, Jalan Sumbu Kebangsaan Timur, dengan rute 8 kilometer melewati kantor OIKN, bundaran Sumbu Kebangsaan Barat, Jalan Grande Kawasan Istana, hingga simpang Tower Kemensetneg. Udara pagi yang sejuk, jalanan mulus, dan gedung pemerintahan yang menjulang memberi kesan nyata tentang wajah baru IKN.

General Manager Swissotel Nusantara, Chrestian Pesik, menegaskan filosofi di balik lomba ini. “Kenapa lari 8 kilometer? Karena angka delapan itu bagus, alurnya tidak terputus. Sama seperti harapan kami agar keberadaan Swissotel juga terus berkelanjutan di IKN,” katanya.

Peserta mancanegara usai menuntaskan lari 8K. (foto: riski/mediakaltim.com)
Pelari putri memutus pita garis finish dengan senyum lebar. (foto: riski/mediakaltim.com)

Ekspresi peserta menjadi cerita tersendiri, dari pelari putri yang tersenyum lebar saat memutus pita finish, peserta mancanegara yang tampak kelelahan namun puas, hingga anak muda yang tetap berlari sampai garis akhir.

Di panggung utama, Basuki Hadimuljono menyerahkan hadiah Rp3 juta kepada juara putri pertama, Noor Aliya, disusul Zahra dan Keysa di posisi kedua dan ketiga. Untuk kategori putra, Lauri, Dasmin, dan Sejati Ginting menjadi yang tercepat.

Sebagai peserta, kali ini saya justru menjadi objek lensa puluhan fotografer di sepanjang lintasan. Hanya dalam hitungan jam, foto-foto sudah bisa diakses lewat aplikasi Fotoyu, tinggal memilih dan menebus sesuai keinginan.

Basuki Hadimuljono menyerahkan hadiah juara kepada pelari putri. (foto: riski/mediakaltim.com)

Usai berlari, suasana tak berhenti di garis finish. Semua peserta mendapat medali finisher sebagai apresiasi. Ribuan orang berkumpul di panggung utama, disambut penampilan band Geisha yang membawakan lebih dari lima lagu.

Kemeriahan memuncak saat dilakukan pemotongan kue ulang tahun Swissotel Nusantara oleh Basuki Hadimuljono dan GM Chrestian Pesik, didampingi manajemen hotel dan tamu undangan. Saya ikut mendampingi sesi ini.

Event ini memperlihatkan wajah IKN yang kian hidup. Jalan yang rapi, udara sejuk, bangunan pemerintahan, dan interaksi antarpeserta menunjukkan identitas baru Nusantara sebagai pusat Indonesia.

Swissotel Nusantara Anniversary Run 2025 membuktikan bahwa IKN bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan ruang publik untuk olahraga, hiburan, dan kebersamaan. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Cara Bupati Mudyat Menambal Fiskal: Roadshow ke Jakarta, Bawa Pulang Proyek untuk PPU

SAYA menunggu momen ini sejak pelantikan 20 Februari 2025. Sabtu (4/10), selepas mengikuti rangkaian acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, kami mencegat Bupati PPU Mudyat Noor. Usai berbincang singkat sambil menyerahkan cover edisi khusus, beliau langsung berucap: “Ke rumah jabatan saja.” Seketika arah pertemuan berubah.

Di teras belakang rumah jabatan bergaya khas Paser—berpilar tinggi, lis emas, dan halaman luas yang masih menyisakan jejak air gerimis—percakapan pun mengalir.

Saya tidak sendiri. Bersama Direktur Media Kaltim Rini Ernawati, Direktur Radar Ibukota Nur Robbi Syai’an, dan Deddy Prawito dari Marketing & Creative Content, suasana pertemuan berlangsung akrab. Ada pula kedekatan emosional yang membuat obrolan lebih cair. Saya dan Mudyat Noor sama-sama alumni Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman. Ia angkatan 1996, saya 1997.

Mudyat Noor lahir di Samarinda, 9 Februari 1979, dari keluarga dengan latar seorang guru mengaji. Lulus sebagai Sarjana Kehutanan Unmul, ia kemudian meniti karier politik dan pernah duduk sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2009–2014.

Saya berbincang dengan Bupati PPU Mudyat Noor di rumah jabatan. Foto: Dedy/Media Kaltim
Bupati PPU Mudyat Noor bersama tim Media Kaltim usai menerima cover “Pelopor Gerbang Nusantara.”

Dalam Pilkada 2024, ia maju dengan 12 program unggulan berfokus pada infrastruktur, pemerataan layanan dasar, dan peningkatan kualitas SDM. Pada 20 Februari 2025, ia resmi dilantik sebagai Bupati PPU periode 2025–2030, berpasangan dengan Wakil Bupati Abdul Waris Muin.

Dalam obrolan siang itu, Bupati memulai dari angka. Ia tidak menutup-nutupi, APBD PPU 2026 diprediksi merosot tajam dari Rp2,4 triliun menjadi kisaran Rp1,4 triliun. Konsekuensinya, belanja yang tidak prioritas harus dipangkas, dan pembangunan diarahkan hanya pada sektor yang benar-benar memberi dampak luas.

Namun ia tidak pasrah menerima nasib. Sejak menjabat, ia terus melakukan roadshow ke Jakarta: melobi Kemenkes agar pengadaan cath lab RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Nipah-Nipah bisa terealisasi, menemui Kemendikbud untuk mendorong revitalisasi puluhan sekolah, hingga mendatangi Bappenas guna mengupayakan skema fiskal khusus melalui label Kawasan Strategis Pembangunan.

Tentang IKN, ia bicara tanpa tedeng aling-aling. PPU menanggung beban lalu lintas, air bersih, dan layanan dasar, tapi belum menikmati manfaat ekonomi yang sepadan. “Kalau penyangga ditata, orang akan datang, investor juga mau masuk,” tegasnya.

Karena itulah, strateginya menyiapkan PPU sebagai wilayah penyangga yang layak huni dan produktif. Penataan landscape kota, peningkatan aksesibilitas, dan pengembangan potensi wisata lokal menjadi agenda yang terus didorongnya.

Soal konektivitas, daftar pekerjaannya jelas. Status Coastal Road atau jalan pesisir ingin ia dorong dialihkan menjadi jalan provinsi agar lebih cepat dibiayai. Jembatan Buluminung—yang lebih dikenal sebagai Jembatan Pulau Balang—terus disodorkan agar masuk daftar proyek APBN multiyears. Sementara jalur Labangka–Babulu disiapkan sebagai akses antarkecamatan untuk memotong isolasi dan membuka arus barang.

Tampak depan rumah jabatan Bupati Penajam Paser Utara. Foto: Agus/Media Kaltim
Saya berbincang dengan Bupati PPU Mudyat Noor di rumah jabatan. Foto: Dedy/Media Kaltim

Ia juga menyoroti kelemahan dasar tata kota. “PPU belum punya blueprint pembangunan,” katanya. Karena itu ia memaksa agar tahun ini dokumen itu lahir, lengkap dengan staging pembiayaan: APBD, APBN, hingga CSR. Dari situ, ia ingin menghadirkan bangunan ikonik multifungsi dan ruang publik yang hidup. “Kita butuh landmark yang membuat orang berhenti, melihat, lalu kembali,” ujarnya.

Di sektor pertanian, ia memperluas target lahan sawah dari 5.800 hektare menjadi sekitar 7.500 hektare. Kerja sama dengan IPB, UGM, dan UI digalang untuk mendampingi desa. Lahan tidur di Babulu mulai dibuka kembali dengan bibit unggul dan sistem sewa tertata. Desa diarahkan menjadi simpul produksi pangan, bukan lagi sekadar penerima bantuan.

Untuk 12–24 bulan pertama, targetnya konkret: RSUD RAPB memiliki perangkat kesehatan baru yang berfungsi, minimal 30–45 sekolah direvitalisasi. Status Coastal Road dialihkan, satu segmen konektivitas mulai dibangun. Blueprint kota disahkan, proyek ikon kota groundbreaking, satu ruang publik tertata dan hidup. Luasan sawah bertahan di atas 7.000 hektare, hasil panen meningkat, dan beberapa desa naik kelas kemandirian.

Dari tutur katanya, Mudyat Noor berbicara lugas, kadang tanpa filter, tapi rasional. Ia ingin PPU benar-benar menjadi Gerbang Nusantara—pintu masuk yang bernyawa, bukan sekadar slogan.

Jika target itu bergerak serentak, masyarakat akan merasakannya: waktu tempuh lebih singkat, layanan lebih dekat, ruang kota lebih layak, dan pangan lebih terjangkau.

Di akhir pertemuan, kami menyerahkan kenang-kenangan: cover Media Kaltim edisi khusus bergambar Bupati Mudyat Noor bersama Wakil Bupati Abdul Waris Muin dengan tajuk “Pelopor Gerbang Nusantara.” Cover itu bukan sekadar cendera mata, melainkan penanda komitmen bersama: pemerintah membuka jalan, media mengawal, dan masyarakat ikut terlibat.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

YRCC Kukar 2025 Jadi Laboratorium Kepemimpinan dan Empati Generasi Muda

TENGGARONG – Di tengah era digital yang serba cepat, Palang Merah Remaja (PMR) Kutai Kartanegara (Kukar) membuktikan bahwa empati dan solidaritas, tetap menjadi kekuatan paling relevan. Hal itu tampak dalam Youth Red Cross Competition (YRCC) 2025, ajang yang tak sekadar menguji keterampilan, tetapi juga menumbuhkan karakter kemanusiaan di kalangan pelajar.

Kegiatan yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kukar tersebut, diikuti oleh 1.500 pelajar dari 69 sekolah se-Kukar. Sejak Jumat (3/10/2025), para peserta berkompetisi dalam beragam kegiatan yang digelar hingga Minggu (5/10/2025).

Beragam lomba diadakan, mulai dari Pertolongan Pertama, Traveling Kepalangmerahan, Cerdas Cermat, Desain Poster, hingga Pentas Seni. Namun, makna terbesar dari kegiatan ini bukanlah tentang siapa yang menang, melainkan bagaimana para peserta belajar memimpin, bekerja sama, dan menolong tanpa pamrih.

Ketua PMI Kukar, Ismed, menegaskan bahwa YRCC merupakan ruang pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan secara nyata. Tidak hanya diberi bekal teori, para pelajar juga langsung dihadapkan dengan praktik di lapangan.

“Anak-anak PMR bukan hanya diajarkan menolong orang lain, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang berempati, disiplin, dan berjiwa sosial,” ujarnya.

Selama berlangsung, YRCC 2025 juga melahirkan struktur baru dalam gerakan kepalangmerahan pelajar Kukar, yakni dikukuhkannya Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) tingkat kabupaten. Forum ini diharapkan menjadi wadah gagasan dan aksi nyata remaja untuk kegiatan kemanusiaan di sekolah maupun komunitas.

Kehadiran FORPIS mendapat apresiasi dari Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, yang turut hadir dalam penutupan kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan PMR dan FORPIS penting sebagai sarana pembentukan kepemimpinan muda.

“Kepemimpinan bukan tentang siapa yang memerintah, tetapi tentang siapa yang hadir dan membantu saat orang lain membutuhkan,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi fondasi moral bagi relawan masa depan. Tujuh materi dasar PMR—mulai dari pertolongan pertama hingga kesiapsiagaan bencana—bukan sekadar teori yang cukup dipahami, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun di tengah masyarakat.

“Kalian adalah duta kemanusiaan. Sekecil apa pun aksi kepedulian yang dilakukan, dampaknya bisa besar bagi orang lain,” pesan Sunggono.

YRCC tahun ini juga menobatkan Duta PMR Kukar Tingkat Madya dan Wira, yang akan menjadi representasi semangat kemanusiaan di kalangan pelajar. Para duta ini akan aktif mengampanyekan gaya hidup sehat, aksi donor darah, serta kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

“PMR adalah investasi sosial. Dari mereka, kita menyiapkan generasi Kukar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nurani,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Bendera Merah Putih Sempat Robek di Monas Saat Gladi Kotor HUT ke-80 TNI

0

JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah membenarkan bahwa bendera Merah Putih yang terbentang di Monas sempat robek saat gladi kotor perayaan HUT Ke-80 TNI pada Kamis (2/10/2025).

Menurut Freddy, bendera tersebut robek karena tertiup angin kencang saat ingin dibentangkan.

“Pada saat kemarin kan, angin di atas 20 knot itu cukup kencang. Jadi bahan kain yang kita gunakan juga kurang bagus,” kata Freddy saat ditemui awak media di halaman Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025).

Karena peristiwa itu, pihak TNI melakukan evaluasi dan menggantinya dengan bendera yang lebih kuat. Alhasil bendera tersebut berkibar dengan sempurna di Monas saat gladi bersih hari ini.

“Sehingga Alhamdulillah di gladi bersih ini berjalan dengan lancar, Merah Putih berkibar,” jelas Freddy.

Freddy berharap seluruh rangkaian acara dari mulai upacara, pengibaran bendera, simulasi tempur hingga defile berjalan dengan lancar padai hari H nanti.

Untuk diketahui, TNI akan menggelar acara perayaan HUT Ke-80 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10). Dalam acara tersebut, TNI akan memamerkan 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) darat, laut dan udara.

TNI juga akan mengerahkan 133.480 orang yang terdiri dari prajurit dan masyarakat sipil untuk terlibat dalam hari perayaan nanti.

Mereka akan ditugaskan untuk berbagai hal dari mulai peserta upacara, peserta simulasi tempur, pasukan penerjun, pilot tempur maupun pesawat angkut, defile, awak alutsista yang akan berparade hingga pasukan pengamanan. (ANT/KN)

Basuki Laporkan Perkembangan IKN ke Istana

JAKARTA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyambangi Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (3/10/2025), melaporkan perkembangan pembangunan IKN sebagai ibu kota politik kepada dua wakil menteri sekretariat negara, Juri Ardiantoro dan Bambang Eko Suharyanto.

Basuki, selepas pertemuan itu, menjelaskan dirinya melaporkan status dan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara, terutama setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025.

“Pada kesempatan ini, saya melaporkan status dan progresspembangunan Ibu Kota Nusantara pascaterbitnya Perpres 79/2025, sekaligus menyampaikan rencana program 2026—2028 yang difokuskan pada penyelesaian kawasan legislatif dan yudikatif sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Basuki di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Basuki melanjutkan dirinya optimistis IKN dapat segera menjadi ibu kota politik yang modern dan inklusif.

“Dengan koordinasi erat bersama Kementerian Sekretariat Negara, kami optimistis Nusantara dapat dipersiapkan sebagai Ibu Kota Politik Indonesia yang modern, inklusif, dan siap menjalankan sistem pemerintahan yang lengkap pada 2028,” kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan IKN beroperasi sebagai ibu kota politik pada tahun 2028 sebagaimana termuat dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Dalam Perpres No. 79/2025 disebutkan: “Perencanaan dan pembangunan kawasan, serta pemindahan ke Ibu Kota Nusantara dilaksanakan sebagai upaya mendukung terwujudnya Ibu Kota Nusantara menjadi Ibu Kota Politik pada tahun 2028”.

IKN dapat menjalankan fungsinya sebagai ibu kota politik manakala seluruh kompleks pembangunan tiga lembaga negara, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif rampung dan dapat mendukung operasional masing-masing lembaga.

Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat bersama sejumlah jajarannya termasuk Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan RI, pada 21 Januari 2025, telah memasang target IKN beroperasi sebagai ibu kota politik pada tahun 2028.

Dalam rapat yang sama, Presiden juga telah menyetujui pembangunan tahap kedua IKN yang berlangsung pada 2025–2029. Kemudian, Presiden Prabowo juga menyetujui anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tersebut sebesar Rp48,8 triliun.

Kepala OIKN, selepas rapat, menjelaskan pembangunan tahap dua itu tak hanya mencakup ekosistem untuk legislatif dan yudikatif, tetapi juga ekosistem pendukung, dan akses menuju IKN.

“(Itu semua, red.) termasuk juga dalam Rp48,8 triliun ini, adalah untuk memelihara, untuk mengelola prasarana, dan sarana yang sudah diselesaikan pada tahap awal. Jadi, dari Kementerian PU, Kementerian Perumahan, menyerahkan untuk OIKN untuk kami mengelola dan kami pelihara. Itu dari APBN,” kata Basuki Hadimuljono. (ANT/KN)

Kemenhub Siapkan 31 Ribu Bus untuk Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026

0

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 31 ribu bus mendukung kelancaran angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, untuk memastikan masyarakat mendapat layanan transportasi aman, nyaman, dan tertib.

“Ditjen Hubdat (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat) menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang terdiri dari 178 titik terminal penumpang Tipe A dan Tipe B, sekitar 31 ribu bus sebagai sarana angkutan jalan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Aan menuturkan dari 31 ribu bus, sebanyak 11 ribu di antaranya merupakan armada angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), lalu sekitar 17 ribu angkutan bus pariwisata, dan 2 ribu angkutan antar jemput antar provinsi/sewa.

Selain itu, Ditjen Hubdat Kemenhub juga memastikan kesiapan 29 pelabuhan penyeberangan dengan 15 lintasan, termasuk 251 unit kapal dan 72 unit dermaga.

Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri itu menjelaskan dalam penyiapan sarana dan prasarana tersebut, pihaknya berkolaborasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat dan Satuan Pelayanan di wilayah kerja masing-masing.

Menurutnya, kunci sukses penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru terletak pada sinergisitas, koordinasi, serta kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam sektor transportasi.

Oleh karena itu, ia menekankan semangat kebersamaan sebagai satu kesatuan menjadi fondasi penting untuk menjamin kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat selama periode puncak pergerakan arus transportasi tersebut.

“Sinergi, koordinasi dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan kunci sukses angkutan Natal dan Tahun Baru, karena kita adalah satu untuk yaitu menjamin kenyamanan, keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat,” imbuh Aan.

Ia juga berharap semua pihak yang berkepentingan bisa menyiapkan dengan sebaik-baiknya penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik. (ANT/KN)

Kemenkeu Minta Pemda Percepat Belanja, Dana Mengendap Capai Rp233 Triliun

0

JAKARTA – Kementerian Keuangan meminta pemerintah daerah  mengakselerasi penyaluran belanja sehingga dana yang mengendap di bank dapat memberikan stimulus bagi perekonomian daerah.

“Ini menjadi tantangan bagi daerah, bagaimana mereka mempercepat itu (belanja) sehingga saldo kasnya bisa lebih baik, tidak kelihatan tinggi,” kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Berdasarkan data Kemenkeu, dana pemda di perbankan tercatat mencapai Rp233,11 triliun per 31 Agustus 2025. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak 2021, di mana umumnya dana mengendap berada pada kisaran Rp178 triliun hingga Rp203 triliun.

Menurut Astera, dana mengendap itu umumnya disebabkan oleh kendala perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Desain anggaran biasanya disusun pada September-Oktober sebelum tahun anggaran, yang kemudian diikuti oleh proses pengadaan dan kontrak.

Namun, melihat tren historis, kontrak cenderung baru mulai berjalan sekitar bulan April dan realisasi belanja baru terakselerasi pada tiga bulan terakhir tahun berjalan.
Dengan siklus seperti itu, dana yang sudah ditransfer cenderung tertahan di bank pembangunan daerah (BPD).

Bila dana tahun sebelumnya serta dana transfer baru terkumpul tanpa diiringi penyaluran belanja, saldo dana daerah di bank makin tinggi.

Kendati begitu, Astera menyebut nilai dana mengendap pemda di bank cenderung menurun pada akhir tahun, menjadi kisaran Rp95 triliun hingga Rp100 triliun.

“Walaupun kami tetap tidak menutup mata, karena ada daerah-daerah yang tidak bisa membelanjakan dengan optimal,” tuturnya.

Sebagai catatan, sebaran dana pemda di perbankan berdasarkan wilayah per Agustus 2025 rinciannya yaitu Jawa (119 pemda) Rp84,77 triliun atau memakan porsi 36,37 persen; Kalimantan (61 pemda) Rp51,34 triliun atau 22,03 persen; Sumatera (164 pemda) Rp43,63 triliun atau 18,71 persen.

Selanjutnya Sulawesi (87 pemda) Rp19,27 triliun atau 8,27 persen; Maluku dan Papua (67 pemda) Rp17,34 triliun atau 7,44 persen; serta Bali dan Nusa Tenggara (44 pemda) Rp16,75 triliun atau 7,19 persen. (ANT/KN)

Basarnas Temukan Tiga Jenazah Lagi Korban Tewas Runtuhan Musala Ponpes Al Khoziny

0

SIDOARJO – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali menemukan tiga jenazah akibat runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo hingga Jumat (3/10/2025) petang.

Kepala Kantor Basarnas Surabaya Nanang Sigit mengatakan tambahan tiga korban dalam keadaan meninggal dunia itu ditemukan secara beruntun pada sore hari, yakni pukul 17.15 WIB, 17.20 WIB, dan 17.30 WIB.

“Dengan demikian total korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak delapan orang. Sehingga total yang sudah berhasil dievakuasi mencapai 116 orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total korban yang dievakuasi 13 orang dinyatakan meninggal dunia, dengan penemuan masih berada di sektor A3, dekat sektor A2 atau tidak jauh dari titik sebelumnya.

Menurut Nanang, kondisi tubuh para korban yang ditemukan masih utuh meskipun terdapat pembengkakan.

Proses evakuasi, lanjutnya, dilakukan dengan menghentikan sementara penggunaan alat berat setiap kali korban terlihat, kemudian dilanjutkan kembali setelah evakuasi selesai.

“Alat berat tidak digunakan untuk membongkar seluruh puing sekaligus, melainkan membuka akses menuju titik korban,” ucapnya.

Ia menambahkan, proses pembersihan material reruntuhan telah mencapai sekitar 50 persen.

Saat ini, kata Nanang, proses pencarian terus dilakukan secara kombinasi antara penggunaan alat berat dan metode manual, bergantung pada kondisi di lapangan.
Nanang juga menyebutkan, pihak keluarga korban diperkenankan menyaksikan evakuasi secara terbatas melalui perwakilan agar proses pencarian tetap berjalan konsisten.

“Korban mulai terlihat setelah sebagian beton berhasil dipotong, sehingga akses cahaya masuk ke dalam runtuhan,” ujarnya.

Nanang juga menjelaskan jika operasi pembongkaran material reruntuhan bangunan dan pencarian korban akan terus dilakukan hingga 24 jam ke depan, dan diperkirakan secara matematis selesai Sabtu (4/10) sore.

Dalam operasi tersebut, tim lapangan menggunakan berbagai peralatan khusus, mulai dari search cam flexible Olympus, Xaver 400 wall scanner, hingga multi search leader.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan dukungan logistik dan peralatan, termasuk 200 kantong jenazah, 250 set alat pelindung diri, serta alat berat berupa crane, excavator breaker, truk jungkit hingga mobil ambulans. (ANT/KN)

Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Fokus Riset Terapan Berorientasi Industri

0

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk ikut aktif dalam melakukan riset terapan.

Melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (4/10/2025) Menteri Brian menyebut penguatan riset terapan dan kolaborasi nyata dengan sektor industri melalui pendekatan riset yang terukur dan dapat direproduksi (replicable), serta berorientasi pada skala ekonomi dapat meningkatkan inovasi masyarakat agar lebih terstruktur dan memiliki daya saing pasar.

“Setidaknya kita punya marketplace sendiri yang pro terhadap produk Indonesia,” katanya.

Mendiktisaintek menekankan bahwa pihaknya siap mendukung pendanaan riset, asalkan ada kepastian hasilnya benar-benar digunakan di dunia industri.

“Kita perlu sama-sama riset. Dana riset bisa dari kementerian, tapi harus ada jaminan bahwa hasilnya terpakai,” katanya menegaskan.

Dalam konteks pendidikan, Brian menyinggung perlunya memperkuat pendekatan interdisipliner antara bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan sosial humaniora.
Menurut dia, penguasaan fundamental STEM tetap penting, tapi juga harus diimbangi dengan wawasan bisnis, kebijakan, dan aspek sosial agar inovasi bisa lebih cepat masuk ke pasar.

“Mahasiswa teknik perlu juga memahami ekosistem kebijakan dan pasar. Jadi tidak hanya membuat, tapi juga bisa memengaruhi dan mendorong pemanfaatannya,” ucap Brian.

Maka dari itu, melalui penguatan pendidikan STEM, Brian berharap gagasan baru dapat dilahirkan untuk menguatkan peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan industrialisasi nasional. (ANT/KN)

Lawan Kejagung di Praperadilan, Nadiem Makarim Desak Batalkan Status Tersangka

0

JAKARTA — Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (3/10/2025) menggelar sidang perdana praperadilan yang diajukan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Sidang dipimpin Hakim Tunggal I Ketut Darpawan.

Dalam permohonan ini, Nadiem meminta agar penetapan status tersangkanya oleh Kejaksaan Agung dalam kasus pengadaan laptop Chromebook dinyatakan tidak sah dan dibatalkan oleh hakim.

Kuasa hukum Nadiem yang dipimpin oleh Hotman Paris Hutapea berserta timnya menyampaikan bahwa kliennya tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka sebelum ditetapkan. Penetapan itu dianggap terburu-buru dan dilakukan bersamaan dengan keluarnya surat perintah penahanan.

“Bahwa sejak diterbitkannya Sprindik tanpa menyebutkan identitas tersangka pada tanggal 20 Mei 2025, termohon ternyata baru menetapkan pemohon sebagai tersangka pada 4 September 2025,” ujar tim kuasa hukum Nadiem.

Ia menambahkan bahwa penahanan langsung dilakukan pada hari yang sama dengan keluarnya surat penetapan tersangka. Hal ini dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan asas due process.

“Kemudian, pada hari yang sama dengan penetapan tersangka terhadap pemohon, termohon melakukan penahanan terhadap pemohon berdasarkan Surat Perintah Penahanan tertanggal 4 September 2025,” tambahnya.

Pihak Nadiem juga menyoroti tidak adanya hasil audit resmi dari BPKP terkait kerugian negara. Padahal, menurut hukum, audit menjadi syarat penting dalam menetapkan tersangka.

“Telah tidak disertai dengan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang bersifat nyata, actual loss oleh BPKP. Saat itu auditor masih melakukan pendalaman,” ucapnya.

Ia juga menilai penetapan tersangka dilakukan tanpa adanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Hal tersebut membuat langkah Kejagung dianggap sewenang-wenang.

“Tanpa diterbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP terlebih dahulu, sebelum melakukan upaya paksa tersebut maupun setelah dikeluarkan surat perintah penyidikan,” katanya.

Selain itu, kuasa hukum mempersoalkan identitas yang tercantum dalam surat penetapan tersangka. Disebutkan Nadiem sebagai karyawan swasta, padahal menjabat sebagai menteri saat perkara itu berlangsung.

“Dalam hal ini pemohon ditetapkan sebagai tersangka dalam program digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022, yang mana mencantumkan pemohon sebagai karyawan swasta, bukan menteri,” ujarnya.

“Bahwa berdasarkan kartu identitas penduduk (KTP) pemohon jelas tercantum sebagai anggota kabinet kementerian, bukan pekerja swasta sebagaimana disebutkan dalam penetapan tersangka tersebut,” tambahnya.

Kuasa hukum juga menekankan Nadiem tidak pernah menikmati keuntungan pribadi dari proyek ini. Bahkan, program digitalisasi pendidikan tidak tercantum dalam RPJMN 2020–2024 yang disahkan pemerintah.

“Program digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022 tidak ada dalam RPJMN. Dokumen itu merupakan penjabaran visi, misi, dan program Presiden hasil Pemilu 2019,” ucapnya.

Sebagai alternatif, tim hukum meminta agar jika proses hukum tetap berjalan, Nadiem mendapat penangguhan penahanan dengan status tahanan kota atau rumah demi menghormati hak-hak dasarnya.

Petitum yang diajukan berisi permintaan agar semua surat perintah penyidikan dan penahanan terhadap Nadiem dinyatakan tidak sah, serta memohon rehabilitasi dan pemulihan kedudukan hukum.

Tim kuasa hukum menegaskan, bila hakim praperadilan berpendapat lain, mereka berharap putusan tetap diambil dengan prinsip keadilan seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R