Beranda blog Halaman 262

Menteri ATR/BPN Apresiasi 3 Kota di Kaltim Tuntaskan Pendaftaran Tanah Lengkap

SAMARINDA – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid memberikan apresiasi kepada tiga kota di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni Samarinda, Balikpapan, dan Bontang yang telah menuntaskan pendaftaran tanah secara lengkap di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Bahkan di Balikpapan, telah tercatat sudah lebih dari 100 persen,” kata Menteri Nusron dalam Rapat Koordinasi Daerah Pertanahan dan Tata Ruang se-Kaltim, di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Jumat (24/10/2025).

Nusron mengungkapkan bahwa di Provinsi Kaltim terdapat Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 4,55 juta hektare (ha), sementara luas kawasan hutan mencapai 8,15 juta ha.

Namun dalam praktiknya, sebagian kawasan tersebut telah berubah fungsi, namun belum bisa disertifikasi karena dalam peta masih tercatat sebagai kawasan hutan.

Dari total tersebut, 65 persen atau sekitar 2,96 juta ha lahan di Kaltim telah tersertifikasi. Masih ada 1,59 juta ha lahan yang belum bersertifikat. Dari lahan yang sudah terdaftar, 47 persen (sekitar 1,39 juta ha) merupakan Hak Guna Usaha (HGU).
Selain itu, hingga Oktober 2025, penerimaan daerah dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) telah mencapai Rp305 miliar, dan diharapkan terus meningkat hingga akhir tahun.

Berdasarkan data ATR/BPN, terdapat Hak Atas Tanah yang telah berakhir masa berlakunya sejak tahun 1998 hingga April 2025 dan belum diperpanjang atau diperbarui, dengan rincian total 3.599 bidang luasnya 14.397,49 ha.

Kemudian Hak Guna Usaha (HGU) 11 bidang (12.921,66 ha), Hak Guna Bangunan (HGB) 3.502 bidang (1.265,01 ha), dan Hak Pakai 86 bidang (210,82 ha).

Nusron menyatakan bahwa filosofi dasar pertanahan penting untuk dipahami agar pengelolaan tanah di Indonesia berjalan sinergis dan berkeadilan.

“Saya ingin menyampaikan dulu tentang paradigma pertanahan. Filosofinya dulu, Jadi tugas kita sebagai pemerintah itu memastikan empat hal tentang filosofi pertanahan,” ujar Nusron.

Ia menjelaskan, ada empat pilar utama dalam filosofi pertanahan, yaitu kepemilikan lahan, nilai lahan, penggunaan lahan, dan pengembangan lahan. Pertama, penguasaan tanah, ini berkaitan dengan keabsahan dan legalisasi tanah.
Menurutnya, pengelolaan pertanian tidak bisa dilakukan secara sektoral atau terpisah. Kolaborasi antar pemerintah daerah menjadi faktor kunci.

“Kolaborasi itu penting. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Contohnya dalam sertifikasi tanah, hulunya ada di lurah dan camat. Tanpa surat dari mereka, kami di ATR/BPN tidak bisa melakukan sertifikasi,” kata Nusron.

Nusron menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dan lintas daerah untuk memastikan target pertanian dan tata ruang tidak hanya berhenti seperti angka di atas kertas. (ANT/KN)

Bahlil: Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta Tetap 10 Persen pada 2026

0

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal bahwa kuota tambahan impor bahan bakar minyak (BBM) bagi SPBU swasta akan tetap berada pada kisaran 10 persen pada 2026.

“Sampai saat ini pikiran saya masih begitu. Terkecuali kalau ada yang agak sedikit gimana-gimana, kita pikirkan lah ya,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menjelaskan pemerintah telah menetapkan regulasi yang memberikan kesempatan kepada seluruh badan usaha, baik milik negara maupun swasta, untuk melakukan impor BBM.

Pengaturan teknis terkait kerja sama bisnis diatur secara business to business (B2B) antara Pertamina dan SPBU swasta.
Menurut Bahlil, meskipun sebagian volume BBM impor milik swasta belum terserap, Pertamina diyakini tidak akan mengalami kerugian karena kebutuhan nasional terhadap BBM tetap tinggi.

Bahlil menegaskan pada 2026, pemerintah akan tetap memberikan kuota impor bagi perusahaan yang mematuhi aturan.

“Saya katakan bahwa Pemerintah enggak boleh zalim pada pengusaha Tapi pengusaha juga Jangan mengatur pemerintah,” ucap Bahlil.

Pemerintah, menurutnya, memiliki kewajiban mengayomi pengusaha, tetapi pengusaha juga punya kewajiban untuk tidak mengatur pemerintah

“Kita sama-sama membutuhkan Untuk apa? Untuk kebaikan rakyat, bangsa dan negara,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa seluruh pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta sepakat untuk melakukan negosiasi dengan Pertamina ihwal pembelian bahan bakar minyak (BBM).

“Semua sudah bernegosiasi sekarang. Sebelumnya kan ada yang belum, sekarang yang belum itu sudah bernegosiasi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai setelah Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Berdasarkan informasi sebelumnya, terdapat tiga perusahaan yang sudah menjalin negosiasi dengan Pertamina, yakni PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR)-AKR Corporindo Tbk (pengelola SPBU BP). (ANT/KN)

Lelang Aset Daerah Dinilai Tepat, DPRD Berau: Efisien dan Tambah PAD

0

BERAU – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melelang Barang Milik Daerah (BMD) mendapat dukungan dari DPRD Berau. Wakil Ketua Komisi II, Arman Nofriansyah, menilai kebijakan tersebut tak hanya berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membantu efisiensi pengelolaan aset yang sudah tidak produktif.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan lelang tersebut karena dapat menambah pendapatan daerah sekaligus mengurangi beban pemeliharaan aset yang sudah tidak efisien,” ujarnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan pentingnya pengawasan agar proses lelang berjalan transparan dan akuntabel. Menurutnya, sistem open bidding harus diterapkan secara terbuka dan objektif untuk mencegah terjadinya praktik tidak sehat atau penyimpangan prosedur.

“Mekanisme open bidding benar-benar harus dilakukan secara terbuka dan objektif untuk mencegah praktik yang tidak sesuai aturan,” ungkapnya.

Selain itu, Arman mendorong Pemkab Berau lebih aktif menginventarisasi aset-aset yang sudah tidak dimanfaatkan agar dapat segera dilelang. Ia juga meminta pemerintah melakukan sosialisasi yang luas kepada masyarakat maupun pelaku usaha agar partisipasi dalam lelang meningkat.

“Semakin tinggi partisipasi, semakin besar peluang mendapatkan harga optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil lelang yang masuk ke kas daerah harus dimanfaatkan secara tepat untuk mendanai program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.

“Kalau hasil lelang ini dikelola dengan baik dan transparan, manfaatnya bisa besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Berau,” tutupnya. (gs/ADV)

Pawai Ta’aruf MTQ ke-46 Jadi Cermin Sukses Gerakan Etam Mengaji di Kukar

TENGGARONG – Ratusan pelajar, santri, dan masyarakat tampak berkerumun di kawasan Jalan Monumen Timur, Tenggarong, Jumat (24/10/2025), untuk mengikuti pawai ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kegiatan ini bukan sekadar bagian seremoni pembuka, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat Qurani di Bumi Etam, sejalan dengan keberhasilan penerapan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, yang turut menyaksikan langsung pawai tersebut, menyebut bahwa partisipasi luas dari berbagai kecamatan menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus MTQ, panitia, dan khususnya Camat Tenggarong yang telah menginisiasi kegiatan pawai kali ini,” ujar Sunggono.

Pawai diikuti perwakilan peserta dari berbagai kecamatan, di antaranya Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, serta sejumlah sekolah Islam terpadu di wilayah kota Tenggarong.

Menurut Sunggono, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi refleksi nyata keberhasilan Pemkab Kukar dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui kebijakan daerah.

“Mudah-mudahan ini menggambarkan semakin berhasilnya kita (Pemkab Kukar) dalam menerapkan Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang Gerakan Etam Mengaji di Kukar,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran para siswa-siswi dalam pawai menjadi indikator positif atas sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam membangun generasi Qurani.

Gerakan Etam Mengaji yang telah berjalan sejak 2021 kini mulai menunjukkan hasilnya, dengan semakin banyak sekolah dan lembaga pendidikan yang mengintegrasikan kegiatan mengaji dalam aktivitas harian.

Selain itu, pelaksanaan MTQ ke-46 kali ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan tilawatil Qur’an di tingkat kecamatan, sekaligus menyiapkan kafilah unggulan Kukar menuju MTQ tingkat provinsi tahun depan.

Pemkab Kukar berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi gerakan kultural dan spiritual yang menyatukan masyarakat dalam nilai-nilai Qurani.

“Kegiatan ini adalah bentuk kebersamaan seluruh pihak. Pada akhirnya, semangat Qurani inilah yang akan memperkuat karakter masyarakat Kukar,” tutup Sunggono.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Sekkab Kukar Dorong Koperasi Merah Putih Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmen dalam membangun ekonomi desa berbasis kemandirian dan ketahanan pangan. Hal ini disampiakan langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dan Pengurus Koperasi se-Kukar, pada Jumat (24/10/2025).

Ia menegaskan, Bimtek ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Kukar untuk menyiapkan sumber daya manusia di tingkat desa dalam mendukung program strategis nasional melalui Koperasi Merah Putih, yang juga menjadi target kinerja pemerintah pusat melalui Kemendagri.

“Kegiatan ini merupakan respon kita dari rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di Kutai Kartanegara. Sumbernya juga berasal dari Kemendagri, dan menjadi bagian dari target kinerja pemerintah pusat,” terang Sunggono.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala desa, pengurus koperasi, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dibagi dalam tiga gelombang pelatihan. Tujuannya adalah menyamakan persepsi dan pemahaman seluruh peserta mengenai esensi pembentukan koperasi serta strategi pengelolaan usaha sesuai potensi desa masing-masing.

“Kita harapkan mereka punya kesamaan persepsi dan pemahaman tentang esensi Koperasi Merah Putih, serta bagaimana mengembangkan usaha sesuai potensi lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sunggono menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini juga memiliki kaitan langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang digalakkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa desa harus mampu memanfaatkan peluang ekonomi baru yang muncul dari program nasional tersebut.

“MBG ini salah satu bentuk upaya pemerintah yang perlu kita dukung. Karena di dalamnya ada potensi usaha baru yang bisa dikembangkan oleh masyarakat desa,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan ketahanan pangan menjadi aspek vital yang harus diperhatikan dalam pengembangan ekonomi desa. Sunggono mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berproduksi seperti biasa, tetapi harus mampu meningkatkan hasil pertanian, perikanan, dan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan tambahan dari program MBG.

“Jangan sampai program baru ini justru menurunkan tingkat ketahanan pangan yang sudah terbentuk. Kita minta masyarakat lebih produktif, supaya kebutuhan pangan umum dan kebutuhan untuk program MBG bisa terpenuhi,” ujarnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tanpa Penyertaan Modal, Model BUMD Kukar Jadi Rujukan DPRD Luwu Timur

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kali ini, DPRD Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Kukar untuk mempelajari praktik pembinaan BUMD yang telah berjalan sukses meski tanpa penyertaan modal daerah.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, menyambut langsung rombongan tersebut dan menjelaskan bahwa Pemkab Kukar membuka ruang seluas-luasnya untuk saling belajar dan berbagi pengalaman terkait tata kelola BUMD yang efisien dan berdaya saing.

“Kita mendapat kepercayaan kunjungan dari DPRD Kabupaten Luwu Timur yang saat ini sedang membuat perda tentang penyertaan modal atau saham ke perusda di wilayah mereka. Kita apresiasi dan berterima kasih karena bisa saling belajar,” ujar Sunggono.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Sunggono menyampaikan bahwa pembinaan BUMD di Kukar dilakukan dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan profesionalitas, tanpa harus selalu bergantung pada tambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kita ingin memastikan bahwa yang sudah kita kerjakan selama ini dalam pembinaan BUMD benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan sejumlah BUMD Kukar yang mampu memberikan dividen bagi daerah meski tanpa penyertaan modal baru menjadi bukti bahwa manajemen yang kuat dan strategi bisnis yang adaptif dapat menjamin kemandirian lembaga usaha daerah.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa BUMD-BUMD kita saat ini sudah bisa memberikan dividen, meskipun tidak pernah diberikan tambahan saham atau modal,” tutur Sunggono.

Ia menilai, banyak pihak masih berasumsi bahwa BUMD tidak bisa bertahan tanpa suntikan modal pemerintah, padahal Kukar telah membuktikan sebaliknya.“Asumsi bahwa tanpa penyertaan saham atau modal BUMD tidak bisa hidup itu tidak sepenuhnya benar. Di Kutai Kartanegara, BUMD kita bisa sehat dan tetap berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Sunggono menambahkan, capaian ini tidak terlepas dari pengawasan dan pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Pemkab Kukar terhadap seluruh BUMD. Fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan tata kelola, efisiensi operasional, dan inovasi usaha berbasis potensi lokal.

Ia berharap studi banding DPRD Luwu Timur ini dapat memperkuat kolaborasi antar daerah dalam membangun BUMD yang sehat dan profesional. “Kita berharap, pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan BUMD-nya tanpa harus selalu bergantung pada penyertaan modal,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

DPRD Ingatkan Bupati Berau: Rotasi Pejabat Harus Pertimbangkan Loyalitas dan Komunikasi

0

BERAU – Menjelang rencana rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, DPRD Berau memberikan sejumlah catatan penting bagi kepala daerah. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menekankan agar proses rotasi dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek loyalitas, kompetensi, dan kemampuan komunikasi pejabat yang akan ditempatkan.

Menurutnya, kualitas komunikasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) serta hubungan antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor krusial untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Sebelum melakukan rotasi OPD, kami berharap Bupati benar-benar menempatkan orang yang loyal dan memahami bidangnya,” ujarnya.

Subroto mengungkapkan, masih ada kepala dinas yang dinilai kurang terbuka dalam berkomunikasi, sehingga kerap menghambat koordinasi antarinstansi. Kondisi tersebut, kata dia, bisa berpengaruh pada efektivitas pelayanan publik dan sinergi antara pemerintah daerah dengan DPRD.

“Komunikasi yang baik itu kunci. Kadang ada kepala dinas yang sulit diajak komunikasi, ini bisa menghambat kinerja bersama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sikap responsif pejabat terhadap aspirasi masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya diukur dari keberhasilan program, tetapi juga dari seberapa cepat dan terbuka aparat pemerintah dalam menanggapi keluhan warga.

“Harapan kami, siapa pun nanti yang menjadi kepala dinas harus responsif. Ketika ada masyarakat yang mengeluh atau menghubungi, tolong ditanggapi, jangan pilih-pilih. Itu bentuk pelayanan publik yang baik,” jelasnya.

Meski begitu, Subroto menegaskan bahwa DPRD tetap menghormati kewenangan penuh Bupati dalam menentukan posisi pejabat daerah. Namun, ia menilai penting bagi DPRD untuk memberikan masukan demi memperkuat sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat.

“Kami hanya memberikan garis besar masukan agar komunikasi antara pemerintah dan DPRD berjalan baik. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (gs/ADV)

DPRD Soroti CSR Perusahaan di Berau, Harus Berdampak Langsung pada Desa

0

BERAU – Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau diingatkan agar tidak mengabaikan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR). Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menegaskan bahwa CSR bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi kewajiban hukum yang harus dilaksanakan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami sudah membantu dan menolong, tetapi kami juga mengingatkan bahwa CSR adalah kewajiban,” ujarnya.

Rahman menjelaskan, setiap perusahaan yang memperoleh izin dan legalitas usaha di Berau telah berkomitmen untuk mendukung kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah ring 1 dan ring 2. Bentuk dukungan itu, katanya, bisa berupa penyediaan tenaga kerja, bantuan sosial, serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ketika perusahaan mengurus izin di Berau, otomatis mereka wajib ikut berkontribusi bagi masyarakat di sekitarnya,” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa perusahaan yang tidak menjalankan CSR dapat dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Perseroan Terbatas. Karena itu, pelaksanaan CSR harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara perusahaan dan pemerintah kampung. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan menciptakan kerja sama saling menguntungkan serta memastikan program CSR sesuai kebutuhan masyarakat.

“Komunikasi yang baik itu penting. Jangan sampai program CSR dijalankan tanpa koordinasi dengan pemerintah kampung,” tegasnya.

Rahman menyoroti pula kondisi infrastruktur di Kecamatan Kelay, khususnya akses menuju Kampung Long Laai yang hingga kini belum diperbaiki perusahaan meski menjadi tanggung jawab mereka. Ia berharap pembangunan tidak hanya berfokus di kota, melainkan dimulai dari desa agar kesejahteraan masyarakat dapat merata. (gs/ADV)

DPRD Apresiasi Terobosan DLHK Berau dalam Pengelolaan Sampah

0

BERAU – Upaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. Ia menilai langkah DLHK yang berencana menggandeng pihak konsorsium dalam pengolahan sampah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan langkah inovatif yang patut didukung.

“Kalau kami menilai, apa yang dilakukan DLHK saat ini sudah tepat. Ada perencanaan kerja sama konsorsium untuk pengolahan sampah sebelum ke TPA, saya lihat sedang berproses dan itu bagus untuk mengurangi volume sampah. Langkah ini sangat bijak,” ujarnya.

Menurut Sutami, pengolahan sampah sebelum masuk ke TPA akan mengurangi beban lahan pembuangan sekaligus memperpanjang umur TPA. Dengan konsep tersebut, sampah tidak langsung dikubur dalam jumlah besar, tetapi melalui proses pemilahan dan pengolahan terlebih dahulu sehingga volume yang masuk bisa ditekan secara signifikan.

“Konsep ini bisa mengurangi percepatan kepenuhan TPA dan memperpanjang masa operasionalnya,” jelasnya.

Meski demikian, Sutami mengakui bahwa kendala anggaran masih menjadi tantangan utama. Beberapa program prioritas DLHK belum sepenuhnya berjalan karena keterbatasan dana dari APBD.

“Mudah-mudahan bisa masuk di anggaran mendatang, dan kami akan perjuangkan agar program ini tetap berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutami menilai arah kebijakan menuju sistem waste to energy atau pengolahan sampah menjadi sumber energi alternatif merupakan langkah strategis jangka panjang. Menurutnya, konsep tersebut sangat mungkin diwujudkan jika pemerintah daerah membuka ruang kerja sama dengan pihak ketiga melalui pola konsorsium.

“Mungkin nanti alatnya bisa disediakan oleh pihak ketiga. Kalau bergantung pada pemerintah saja, tidak bisa,” pungkasnya. (gs/ADV)

Ganda Campuran Indonesia Tersingkir dari French Open 2025

0

JAKARTA – Langkah sektor ganda campuran Indonesia di BWF World Tour Super 750 French Open 2025 resmi terhenti seluruhnya setelah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kandas di babak 16 besar.

Pasangan muda tersebut belum mampu menembus dominasi unggulan ketiga asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 19-21, 17-21 dalam pertandingan di Glaz Arena, Cesson-Sevigné, Prancis, Kamis (23/10/2025).

Sejak awal gim pertama, Jafar/Felisha berusaha tampil agresif untuk menandingi tempo cepat permainan lawan. Kedudukan sempat berimbang 4-4, namun pasangan Thailand mulai memperlebar jarak hingga unggul 10-5. Supissara tampil dominan di depan net, mengontrol permainan dengan sambaran cepat yang menyulitkan pasangan Indonesia.

Felisha sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 8-11 lewat penempatan bola yang akurat, namun Dechapol/Supissara kembali menjauh hingga 14-8.

Jafar/Felisha terus berjuang dengan permainan drive cepat dan sempat memangkas jarak menjadi 19-20.
Sayangnya, smes keras jarak dekat dari Supissara menutup gim pertama dengan kemenangan untuk Thailand.

Pada gim kedua, Jafar/Felisha tertinggal jauh 1-7 di awal laga, sebelum perlahan bangkit dengan permainan lebih sabar dan mampu mendekat hingga 9-10. Mereka bahkan sempat menyamakan kedudukan, namun dorongan bola Felisha yang melebar membuat pasangan Indonesia tertinggal tipis saat interval.

Selepas jeda, Jafar/Felisha mencoba menekan dengan variasi serangan, namun beberapa kesalahan sendiri kembali memberi peluang bagi lawan untuk memimpin 18-14.

Upaya mengejar hingga 17-19 belum cukup mengubah hasil, setelah pukulan Felisha di depan net terlalu lemah dan memberi match point bagi lawan. Smes Supissara yang membentur net namun tetap jatuh di area permainan Indonesia memastikan kemenangan dua gim langsung bagi pasangan Thailand.

Kekalahan ini membuat Jafar/Felisha mencatat tren kurang baik, dengan lima kali tersingkir di babak 16 besar dari enam turnamen terakhir yang mereka ikuti.
Sebelumnya, dua wakil ganda campuran Indonesia lainnya juga sudah lebih dulu tersingkir di babak pertama. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil kalah dari pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Bøje dengan skor 20-22, 21-14, 15-21.

Sementara itu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus mengakui keunggulan duet Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie usai bertarung ketat 21-15, 17-21, 17-21.
Dengan hasil ini, sektor ganda campuran Indonesia harus pulang lebih awal dari French Open 2025. Sejumlah pemain pun dijadwalkan kembali tampil di turnamen Super 500 Hylo Open 2025 pada 28 Oktober-2 November, termasuk Jafar/Felisha. (ANT/KN)