Beranda blog Halaman 241

Subroto Dorong Kopi Liberika Jadi Ikon Baru Perkebunan Berau

0

BERAU – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar lebih serius mengembangkan komoditas kopi liberika yang mulai dibudidayakan di Kampung Suka Murya dan Dumaring, Kecamatan Talisayan. Menurutnya, potensi ekonomi dari kopi liberika sangat besar dan bisa menjadi ikon baru sektor perkebunan Berau.

“Kopi liberika kita punya ciri khas kuat. Ini tidak boleh hanya dilihat sebagai komoditas biasa, tetapi harus dikembangkan serius agar bisa bersaing dan menjadi identitas baru bagi Berau,” ujarnya.

Subroto menilai, tren nasional terhadap kopi liberika yang kian meningkat merupakan peluang besar yang tidak boleh disia-siakan. Rasa khas dan karakter unik kopi dari Talisayan menjadi nilai jual yang bisa menarik pasar lokal maupun nasional jika didukung oleh pembinaan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, petani di wilayah Talisayan saat ini mulai menanam kopi liberika secara mandiri. Karena itu, peran Dinas Perkebunan (Disbun) Berau sangat penting, mulai dari pendampingan teknis budidaya, pelatihan pengolahan pascapanen, hingga fasilitasi akses pemasaran.

“Pendampingan dan pelatihan harus dilakukan sejak awal agar mutu produk terjaga. Pemerintah daerah harus hadir membantu petani dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Lebih lanjut, Subroto berharap pengembangan kopi liberika diarahkan menjadi program ekonomi jangka panjang berbasis potensi lokal, bukan sekadar proyek sesaat. Dengan dukungan yang konsisten, komoditas ini diyakini mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman Berau.

“Jika dikembangkan dengan serius, kopi liberika bisa jadi kebanggaan baru daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (gs/adv)

DPRD Desak Kajian Menyeluruh Penanganan Abrasi, Liliansyah Ingatkan Jangan Rusak Ekosistem Laut

0

BERAU – Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera melakukan kajian menyeluruh terhadap penanganan abrasi pantai yang melanda sejumlah wilayah pesisir, seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, dan Kecamatan Biduk-Biduk.

Ia menilai, upaya pembangunan pengaman pantai tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan yang matang. Kajian komprehensif diperlukan agar penanganan tidak bersifat sementara dan benar-benar menyelesaikan akar masalah.

“Perlu ada kajian mendalam agar solusi yang diambil tepat dan tidak hanya membuang anggaran. Kajian juga penting untuk memastikan ketersediaan anggaran yang cukup sebelum proyek dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, abrasi pantai tidak hanya mengancam garis pantai, tetapi juga keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. “Yang penting manusianya dulu. Kalau abrasi terus dan tidak bisa ditangani, maka masyarakat bisa kehilangan tempat tinggalnya,” tegasnya.

Politikus Partai NasDem ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam menangani abrasi, termasuk melalui dukungan Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi. “Ada beberapa hal yang sudah kita lakukan seperti meminta Bankeu dari provinsi. Ke depan, semua wilayah yang berpotensi abrasi harus dibangun penahan pantai, termasuk Pulau Derawan,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan agar pembangunan pengaman pantai tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, terutama di kawasan wisata bahari yang menjadi ikon Berau. “Seperti di Pulau Derawan, membangun tanggul pengaman pantai tidak boleh mengganggu habitat penyu yang menjadi daya tarik wisata utama,” tandasnya.

Liliansyah berharap Pemkab segera menyusun kajian teknis dan lingkungan yang komprehensif, agar penanganan abrasi tidak hanya reaktif, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Masalah abrasi ini tidak bisa diselesaikan sekali jadi. Harus direncanakan dengan matang dan melibatkan semua pihak,” pungkasnya. (gs/adv)

Backpacker Murah Bali–Singapura–Malaysia (4): Jejak Terakhir di Singapura dengan Teh Tarik, Kubah Emas, hingga Tiga Barang Adidas

HARI terakhir, Minggu (9/11), saya memulai pagi dengan langkah santai. Tidak ada target khusus selain menikmati sisa waktu di Singapura dengan cara berjalan, melihat, dan menyerap suasana. Dari Hotel Boss, saya dan istri berjalan kaki menuju Kampong Glam.

Pagi itu udara masih lembut. Toko-toko mulai membuka pintu, dan lorong-lorong kecil Arab Street dipenuhi wangi roti panggang dan teh hangat. Kami sarapan di salah satu kafe kecil: satu nasi goreng ayam kampung, dua set roti bakar dengan telur setengah matang, dan teh susu panas atau teh tarik. Kalau dirupiahkan sekitar dua ratus ribuan. Angka yang cukup lumrah di Singapura. Tapi suasananya membuat semuanya terasa pas.

* Sarapan nasi goreng ayam kampung, pas di lidah.

Dari sana, kami menuju Masjid Sultan. Kubah emas masjid itu terlihat dari kejauhan, berdiri megah di tengah kawasan Bugis. Halamannya penuh wisatawan dari berbagai negara; sebagian memakai jubah yang dipinjamkan pengurus masjid.

Saya memotret beberapa sudut yang menenangkan: lorong dengan kipas langit-langit yang berputar pelan, deretan rak buku kecil di area pengunjung, hingga kelompok turis yang mendengarkan penjelasan tentang sejarah Islam di Singapura.

Di dalam masjid ada mesin cenderamata. Saya membeli satu coin bergambar Masjid Sultan—12 USD atau sekitar Rp144 ribu. Mahal, tapi sebagai jejak perjalanan, rasanya wajar.

Keluar dari kompleks masjid, kami berjalan ke Haji Lane. Lorong sempit penuh mural warna-warni, toko-toko indie, dan butik kecil yang menjual pakaian unik. Turis muda berseliweran. Sebagian sibuk berfoto; sebagian lain duduk di bangku kecil sambil memegang kopi dari kafe terdekat.

Pagi di Victoria Street menuju Kampong Glam.

Saya sempat berbincang dengan dua wisatawan Indonesia dari Medan. “Bang, di sini enak kali buat cuci mata. Harga tetap Singapura, tapi suasananya bikin lupa capek,” kata mereka sambil tertawa. Tak jauh dari situ, wisatawan dari Surabaya menimpali, “Singapura tuh rapi banget. Serasa rumah kedua, cuma dompet harus kuat.”

Menjelang siang, kami bergerak ke arah barat kota menuju kawasan JEM dan IMM, dua mal besar yang terhubung jembatan. Suasananya ramai, tapi tertib. Saya langsung masuk Adidas karena sedang ada promo besar: beli tiga barang, diskon 50%. Mumpung cocok dan harganya turun, saya ambil tiga sekalian.

Di kasir, saya bertemu keluarga dari Batam. Mereka bilang, “Pak, di IMM pilihannya lebih banyak dan ukuran lengkap. Makanya ramai orang Indonesia ke sini.” Memang benar—IMM terasa seperti pusat diskon besar yang tak ada habisnya.

Suasana antrean di Bebek Goreng Pak Ndut, JEM Singapore.
Suasana antrean di Bebek Goreng Pak Ndut, JEM Singapore.

Beberapa brand yang familiar di mal-mal Kaltim juga ada di sini: BreadTalk, sampai Bebek Goreng Pak Ndut pun ada. Kami sempat mampir beli roti sebelum melanjutkan keliling. Waktu berjalan cepat, dan tiba-tiba langit sore mulai berubah warna.

Kami makan malam di area mal, menikmati sisa waktu sambil menutup hari terakhir di Singapura. Tidak ada yang terburu-buru. Hanya duduk berdua dengan istri, berbagi cerita ringan sambil melihat orang-orang lalu-lalang. Turis yang menenteng belanjaan, pekerja yang baru pulang, dan keluarga kecil yang menikmati malam seperti kami.

* Promo di gerai Fila, IMM Mall.

Perjalanan masih panjang. Besok pagi kami akan meninggalkan Singapura menuju Kuala Lumpur lewat jalur darat. Cara yang belum pernah saya coba sebelumnya. Ada rasa penasaran, sekaligus antusias, karena jalur darat selalu menawarkan pemandangan dan dinamika yang berbeda.

Saya sudah beberapa kali ke Kuala Lumpur beberapa tahun lalu. Pernah masuk lewat jalur udara dari Balikpapan, pernah juga lewat jalur laut dari Nunukan. Setiap kedatangan selalu membawa cerita berbeda. Maka perjalanan kali ini membuat saya bertanya-tanya, seperti apa wajah Malaysia hari ini? Apakah kotanya berubah? Apakah ritmenya semakin cepat? Atau justru ada hal-hal baru yang menunggu untuk ditemukan? (bersambung)

Oleh: Agus Susanto S.Hut., S.H., M.H.

Pramuka Kukar Miliki Ketua Baru, Siap Hadirkan Inovasi dan Perkuat Sinergi Pembinaan Pemuda

TENGGARONG – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Ali Husni, resmi memimpin Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kukar periode 2025–2030. Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kukar Tahun 2025 yang berlangsung di Tenggarong, Rabu (12/11/2025).

Dijumpai usai resmi terpilih, Aji Ali Husni menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Untuk memimpin gerakan yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda.

“Amanah ini akan kami emban dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Kwarcab Kukar lima tahun ke depan,” ujarnya.

Ali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan keberhasilan dua periode kepemimpinan sebelumnya yang telah membawa Pramuka Kukar meraih berbagai capaian positif, termasuk predikat Kwarcab Tergiat se-Kalimantan Timur (Kaltim) selama lima tahun berturut-turut.

“Insya Allah, capaian tersebut akan terus kami jaga dan tingkatkan, disertai inovasi-inovasi baru agar kegiatan pramuka semakin relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, ia menargetkan penguatan struktur keanggotaan dan revitalisasi aktivitas di gugus depan, satuan karya, serta satuan komunitas di seluruh wilayah Kukar. Langkah itu dinilainya penting untuk menjaga semangat kepramukaan hingga ke akar rumput.

“Kami ingin seluruh kwartir ranting lebih aktif dan sinergis. Gerakan Pramuka harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya simbolik,” tegasnya.

Ali juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran pramuka sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi dengan Pemkab Kukar menjadi fondasi utama dalam pembinaan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan peduli sosial.

“Pramuka bukan organisasi yang berjalan sendiri. Kami akan memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat,” jelasnya.

Dari sisi kelembagaan, ia menekankan perlunya mempererat koordinasi antara Kwarcab dan Kwartir Ranting (Kwarran) dengan dukungan penuh dari para camat selaku Majelis Pembimbing (Mabi). Hal itu diyakininya akan menjaga keberlanjutan kegiatan di seluruh kecamatan.

“Kerja sama dengan Kwarran dan Mabi menjadi kunci keberhasilan pembinaan di tingkat bawah. Tanpa itu, gerakan pramuka tidak akan kuat,” kata Ali.

Selain memperkuat struktur organisasi, ia juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program sebelumnya untuk dijadikan dasar pengembangan strategi ke depan.
Evaluasi tersebut diharapkan melahirkan gagasan baru yang berdampak nyata bagi masyarakat dan generasi muda Kukar.

“Pengembangan gerakan pramuka tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kami ingin setiap program benar-benar memberikan manfaat dan sejalan dengan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Menutup penyampaiannya, ia mengisyaratkan pesan kebersamaan. Menurutnya, keberhasilan gerakan pramuka bergantung pada semangat gotong royong, loyalitas, dan keikhlasan seluruh anggota.

“Mari kita jaga semangat kebersamaan, disiplin, dan integritas agar Gerakan Pramuka Kukar semakin maju dan menjadi teladan bagi generasi muda,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pramuka Kukar Didorong Jadi Garda Moral Generasi Digital, Siap Hadapi Era Disrupsi

TENGGARONG – Di tengah derasnya arus disrupsi digital, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka, untuk tampil adaptif dan menjadi garda moral pembentukan karakter generasi muda.

Pesan ini disampaikan Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kukar Tahun 2025 di Tenggarong, pada Rabu (12/11/2025).

Menurut Dafip, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial atau baris-berbaris, tetapi sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya pembentukan jati diri generasi muda. Di tengah tantangan era disrupsi, Pramuka harus menjadi benteng moral dan teladan disiplin,” ujarnya.

Muscab kali ini disebut sebagai momentum penting untuk menyusun peta jalan pembinaan kepramukaan lima tahun ke depan. Selain mengevaluasi program kerja sebelumnya, forum ini juga akan memilih kepemimpinan baru Kwarcab Kukar.

“Saya berharap Muscab ini mampu melahirkan program kerja yang berdampak nyata bagi pendidikan dan pengembangan SDM di Kukar,” imbuh Dafip.

Ia juga mengingatkan agar semangat Tri Satya dan Dasa Darma tidak sekadar menjadi slogan, tetapi dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu, kata dia, menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi digital.

Prestasi Pramuka Kukar yang selama lima tahun terakhir meraih predikat Pramuka Tergiat se-Kalimantan Timur (Kaltim) juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.

“Penghargaan ini adalah bukti konsistensi pembinaan dan dedikasi seluruh anggota Pramuka Kukar di bawah kepemimpinan Edi Damansyah,” ujar Dafip.

Pemkab Kukar berharap kepengurusan baru nantinya dapat melanjutkan tradisi tersebut dengan ide-ide segar yang lebih visioner, terutama dalam menghadapi transformasi sosial dan digital di masa depan.

Dafip menegaskan, sinergi antara Gerakan Pramuka dan pemerintah daerah sangat penting untuk mendukung visi besar Kukar Idaman Terbaik, yakni membangun masyarakat sejahtera dan berkarakter.

“Kita ingin Pramuka menjadi mitra strategis dalam pembangunan karakter generasi muda Kukar. Tujuan kita sama menciptakan generasi tangguh, berdaya saing, dan berintegritas,” tegasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

APPSI Kukuhkan Pengurus Baru di IKN, Tetapkan Arah Baru Menuju Indonesia Emas 2045

NUSANTARA — Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2025–2029 dan menggelar Rapat Gubernur Seluruh Indonesia di Kantor Kemenko 1, Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (11/11/2025). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum APPSI 2025–2029.

Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan serta menegaskan tekad memperkuat kolaborasi lintas provinsi untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional.

“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. APPSI akan menjadi ruang kolaborasi antar daerah untuk membangun ekonomi yang tangguh dan merata. Melalui forum ini, kami ingin memastikan setiap provinsi dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Rudy Mas’ud.

Rapat Gubernur yang menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut membahas konsep program kerja APPSI tahun 2026, dengan fokus pada strategi menjawab isu nasional dan daerah.

Agenda utama meliputi forum diskusi tematik berdasarkan klaster ekonomi unggulan daerah, seperti perikanan, pertambangan, pertanian, kelautan, dan pariwisata, serta merumuskan rencana workshop ekonomi daerah yang menitikberatkan pada transformasi digital, efisiensi fiskal, dan peningkatan daya saing nasional.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, dalam arahannya menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Potensi di seluruh daerah harus diarahkan untuk kepentingan lintas generasi. Cita-cita besar bangsa ini hanya dapat dicapai melalui kontribusi aktif seluruh elemen, termasuk peran strategis APPSI. Sejalan dengan amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025 sebagai arah pembangunan nasional, pemerintah daerah menjadi kunci dalam menerjemahkan kebijakan pusat hingga ke masyarakat,” ujar Akhmad Wiyagus.

Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyambut baik terselenggaranya kegiatan nasional ini di IKN. Menurutnya, kehadiran para gubernur di Nusantara menjadi momentum penting memperkuat semangat kolaborasi antardaerah dalam membangun masa depan Indonesia.

“Kehadiran para gubernur di Ibu Kota Nusantara menunjukkan komitmen bersama bahwa pembangunan bangsa ini bersifat kolektif. Nusantara dibangun sebagai simbol pemerataan, dan semangat itu sejalan dengan misi APPSI untuk memperkuat kerja sama antarprovinsi menuju Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” ungkap Basuki.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi antarprovinsi adalah elemen krusial untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan arah kerja yang terukur, APPSI diharapkan menjadi motor penggerak sinergi pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. (ADV)

Pewarta : Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Mentan: Kenaikan Harga Telur Dampak Positif Program MBG

0

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai kenaikan harga telur ayam saat ini merupakan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong pergerakan ekonomi sektor peternakan.

“Kita dorong peternak supaya berproduksi, ini kesempatan peternak untuk bangkit, kan banyak peternak merugi sebelumnya kan? Nah ini kesempatan, inilah dampak positif daripada MBG,” kata Mentan ditemui seusai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pembangunan Gudang Perum Bulog, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11).

Mentan menyampaikan hal itu ketika awak media mengonfirmasi mengenai kondisi harga komoditas telur ayam ras di pasaran yang saat ini mengalami kenaikan harga di tingkat konsumen.

Ia menjelaskan, tiga bulan lalu harga telur ayam berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, sehingga kenaikan harga saat ini menjadi momentum baik bagi peternak yang sebelumnya sempat merugi.

“Kita sekarang mendorong, karena kan ada MBG, ini kan kenaikannya dampak bagus untuk pergerakan ekonomi. Kan tiga bulan lalu harga telur kan Rp18.000 per kg, iya kan?,” ujar Amran.

Menurut Amran, pemerintah justru mendorong peternak untuk meningkatkan produksi dengan menambah jumlah Day Old Chick (DOC) dan Grand Parent Stock guna memperkuat ketersediaan ayam dan telur nasional.

Kenaikan harga telur dinilai menjadi kesempatan bagi peternak untuk bangkit setelah mengalami masa sulit, sekaligus memperlihatkan dampak positif dari peningkatan permintaan akibat program MBG.

Meski begitu, Amran memastikan pemerintah tetap akan memanggil perusahaan-perusahaan besar untuk memastikan harga telur tetap terkendali agar tidak membebani konsumen di tingkat pasar.

Ia menegaskan, solusi permanen dalam menjaga stabilitas harga adalah membangun ekosistem peternakan ayam dan telur yang terintegrasi, dari produksi hingga distribusi, demi memenuhi kebutuhan MBG secara berkelanjutan.

Kementerian Pertanian berkomitmen terus meningkatkan kapasitas produksi melalui penambahan DOC dan Grand Parent Stock agar pasokan telur dan ayam tetap mencukupi dan harga stabil di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyiapkan pembangunan peternakan ayam terintegrasi senilai Rp20 triliun pada 2026 untuk mendukung program MBG serta memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Langkah besar itu menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk mendukung program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto demi memperbaiki gizi anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Rencana pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur dilakukan secara menyeluruh di wilayah Indonesia yang masih mengalami kekurangan pasokan daging ayam dan telur.

Pemerintah memastikan seluruh proses perencanaan dan studi kelayakan (pra-feasibility study/FS) diselesaikan dalam waktu singkat, agar proyek ini segera dapat dimulai pada Januari 2026.

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, dilansir di Jakarta, Selasa (11/11) sekitar pukul 23.40 WIB, mencatat harga komoditas telur ayam ras secara nasional di angkat Rp31.500 per kilogram. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Perintahkan Mensesneg Periksa Penyerapan TKD Jelang Akhir Tahun

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta memeriksa penyerapan dana transfer ke daerah (TKD) menjelang akhir tahun 2025.

Perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri, di ruang tunggu VVIP Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/11), beberapa jam sebelum Presiden bertolak ke Sydney, Australia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang turut mengikuti rapat, dalam siaran resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, menjelaskan rapat itu membahas soal pengelolaan keuangan negara dan penyerapan anggaran.

“Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara untuk segera mengoordinasikan serta memeriksa penyerapan anggaran dan penggunaan transfer ke daerah yang dikelola oleh para kepala daerah menjelang akhir tahun ini,” kata Seskab Teddy.

Dalam rapat itu, Seskab Teddy melanjutkan, Presiden Prabowo memberikan arahan-arahan mengenai pentingnya menjaga pengelolaan uang negara tetap akuntabel dan berorientasi kepada hasil yang nyata untuk masyarakat.

Presiden Prabowo, sebagaimana dijelaskan oleh Seskab Teddy, menekankan setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat digunakan dengan penuh tanggung jawab dan tepat waktu.

“Setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan, termasuk dana daerah yang juga merupakan uang rakyat,” ujar Seskab Teddy.

Rapat terbatas di Lanud Halim Perdanakusuma itu berlangsung selama 2 jam, diikuti oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Intelijen Negara M Herindra, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh.

Kemudian, ada pula Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.

Selepas memimpin rapat, Presiden Prabowo didampingi oleh Menlu Sugiono dan Seskab Teddy bertolak ke Australia untuk melaksanakan kunjungan balasan. Di apron lanud, keberangkatan Presiden dilepas oleh Wapres Gibran, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco. (ANT/KN)

Ariel Noah Nyanyikan “Separuh Aku” di DPR, Cairkan Suasana Rapat RUU Hak Cipta

0

JAKARTA – Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) Nazril Irham alias Ariel Noah menyanyikan sebait lagu “Separuh Aku” setelah diminta oleh Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan untuk mencairkan suasana rapat pembahasan harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Hak Cipta di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Permintaan itu disampaikan ketika Ariel diberi giliran setelah Armand Maulana untuk menyampaikan pendapatnya terkait RUU Hak Cipta. Sebelum berbicara, Ariel pun diminta untuk bernyanyi.

“Permintaan Bapak Ibu Baleg, Mas Ariel, satu bait lagu lah. Silakan Mas Ariel supaya satu ruangan ini rileks. Tidak ada yang tegang, direlaksasi oleh Mas Ariel,” kata Bob.

Sebelum bernyanyi, Ariel pun mengaku sudah tidak bernyanyi selama dua tahun karena sedang “liburan”. Namun dia mengaku tak masalah mengenai permintaan itu dan langsung bernyanyi.

“Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu. Karena separuh aku, dirimu,” nyanyi Ariel yang disambut tepuk tangan para wakil rakyat.

Selain vokalis Noah tersebut, sejumlah musisi lainnya yang juga hadir dalam pembahasan RUU Hak Cipta itu juga turut bernyanyi, yakni Judika, Vina Panduwinata , dan Fadly Padi.

Dalam pemaparannya, Ariel meminta agar RUU tersebut memperjelas mekanisme penarikan royalti terhadap penyanyi atau pelaku pertunjukkan. Karena, kata dia, undang-undang itu nantinya tak hanya berlaku bagi penyanyi profesional, melainkan juga bagi semua orang yang ingin bernyanyi.

Menurut dia, saat ini ada berbagai pemahaman yang terjadi soal penarikan royalti, di antaranya dengan pembayaran langsung ke penciptanya, tetapi ada juga yang perlu dibayarkan melalui aplikasi. Hal itu, kata dia, membuat para penyanyi kebingungan.

“Itu yang kita harap bisa dibahas dengan seksama dicari jalan keluar terbaik mengenai itu karena sangat berkaitan dengan ketenangan profesi penyanyi,” kata dia. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Tiba di Sydney, Siap Bertemu PM Australia Anthony Albanese

SYDNEY – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Sydney, Australia, Selasa malam waktu setempat, dan dijadwalkan akan bertemu tatap muka dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese.
‎

Presiden Prabowo tiba di Bandara Sydney Kingsford Smith, Australia, sekitar pukul 22.00, waktu setempat, Selasa (11/11/2035) , didampingi oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
‎
‎Prabowo tiba mengenakan kemeja safari berwarna krem dengan celana berwarna senada, serta peci hitam sebagai ciri khas Kepala Negara Indonesia.
‎

Saat menuruni tangga, Kepala Negara disambut oleh Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Honourary Aide-de-Camp Brigadier Phil Bridie, Official Secretary to the Governor of New South Wales Colonel Michael Miller.
‎
‎Kemudian, Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia Rod Brazier, dan Deputi Kepala Protokol, Premier’s Department Karina Cameron.

‎Sementara dari pihak Indonesia, Kepala Negara disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Siswo Pramono dan Atase Pertahanan RI Laksamana Pertama Yusliandi Ginting.
‎

Setelah tiba di bandara, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam di kawasan Cumberland Street, Sydney.
‎

Setibanya di hotel, Presiden disambut oleh para diaspora, yang terdiri dari unsur mahasiswa, perwakilan dan keluarga KBRI Canberra, Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Sydney, KJRI Melbourne, KJRI Perth, KJRI Darwin, jajaran staf KBRI Canberra dan Sydney yang berjumlah 85 orang.
‎

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang tiba lebih dahulu, seperti Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan turut menyambut kedatangan Presiden di hotel tempat menginap.
‎

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kunjungan Prabowo ke Australia ini merupakan bentuk kunjungan balasan atas kedatangan PM Albanese ke Jakarta pada Mei lalu, sehari setelah ia terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Australia.

‎Dalam kunjungan satu hari ini, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral bersama PM Albanese dan delegasi di kediaman Kirribilli House, Sydney.
‎

‎Selanjutnya, Presiden juga akan menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn di Admiralty House, yang berlokasi tidak jauh dari kediaman PM Australia.
‎
‎Seskab Teddy menjelaskan bahwa dalam kunjungan ini, Kepala Negara akan menghadiri sejumlah pertemuan lain yang membahas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan kemitraan industri. (ANT/KN)