Beranda blog Halaman 241

Joe Taslim Janjikan ‘Mortal Kombat II’ Lebih Ganas

0
Para pemeran Mortal Kombat II dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (3/5/2026) (ANTARA/HO Warner Bros. Discovery)

JAKARTA – Para pemain dari film aksi adaptasi gim ikonik “Mortal Kombat II” mengatakan sekuel kedua ini menampilkan pertarungan yang banyak berkembang dari film pertamanya yang tayang pada 2021.

“Saya pikir apa yang kami lakukan di MK1 2021, yang ini, saya pikir produser, penulis, penulis, dan semuanya sangat yakin dan belajar dari apa yang penonton katakan tentang versi pertama, versi ini memperbaiki versi pertama. Jadi, banyak hal yang terjadi, tentu saja. Ini lebih baik, cerita lebih baik, pertempuran lebih baik, semua elemen bisa diupgrade,” kata aktor Indonesia Joe Taslim yang berperan sebagai Bi Han dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Ludi Lin yang berperan sebagai Liu Kang menambahkan, semua pertempuran dalam “Mortal Kombat II” sangat banyak namun pada bagian kedua ini setiap pertempuran akan menghadirkan visual yang lebih eksplosif, lebih otentik mirip dengan gim dan juga menceritakan setiap karakter yang ada lebih dalam lagi.
Seperti salah satunya pertempuran antara katakter Liu Kang dan Kung Lao yang diperankan oleh Max Huang dengan scene yang dijanjikan lebih dramatis untuk para penggemar yang telah menantikan film ini selama 5 tahun.

“Kami mencoba untuk membuatnya sangat tepat, seperti, Anda tahu, semua beat untuk kamera, untuk frame, kami ingin memberikan aksi terbaik yang mungkin ke penonton, dan saya pikir kami berhasil,” kata Max.

Untuk memberikan yang terbaik di film kedua ini, para pemain juga melakukan persiapan yang lebih matang seperti Joe Taslim yang lebih banyak berdiskusi dengan penulis dan sutradara dalam mengembangkan karakter Noob Saibot lebih dalam namun tidak meninggalkan Sub-Zero di dalamnya.

Juga Ludi Lin yang melakukan latihan fisik hingga meningkatkan berat badannya sampai 15 kilogram dan memanjangkan rambutnya.

Max Huang juga memperdalam latihannya sebagai Kung Lao dengan biksu shaolin di Jerman sehingga bisa merepresentasikan karakter Kung Lao melalui seni beladiri.

Selain itu, Tadanobu Asano yang berperan sebagai Lord Raiden juga mengatakan dirinya merasa emosional bermain di sekuel ini apalagi kembali bertemu dengan para pemain Mortal Kombat pertama dan perkembangan pertarungan mereka yang sangat dinamis.

“Scene pertempuran juga sangat berkembang dalam film ini, dan kemudian saya menonton semua bintang aksi di sebelah saya melakukan magis mereka di set, itu benar-benar membuat saya sangat emosional dan membuat saya sangat senang untuk menjadi bagian dari hal ini, dan saya senang bahwa banyak orang menonton film ini, jadi saya sangat bersemangat,” kata Tadanobu.

New Line Cinema, Atomic Monster/Broken Road, danFireside Films memproduksi “Mortal Kombat II.” Film ini akan didistribusikan ke seluruh dunia oleh Warner Bros. Pictures, hanya di bioskop mulai 6 Mei 2026. (ANT/KN)

Hasto Sebut Ambang Batas Parlemen Harus Lewat Negosiasi Politik dan Kajian

0
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP dengan tema “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari” yang diadakan di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan penentuan angka ideal ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dilakukan melalui mekanisme dialog dengan partai politik lain, termasuk partai nonparlemen, serta didasarkan pada kajian mendalam.

“Berapa angka yang ideal, itu akan dibangun melalui proses politik dan kajian-kajian, mengingat era reformasi telah menghasilkan beberapa kali pemilu sehingga preferensi rakyat terhadap partai politik seharusnya semakin solid,” kata Hasto di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan setiap partai politik memiliki kepentingan masing-masing terkait besaran ambang batas parlemen yang tengah diusulkan.

Menurut dia, penentuan ambang batas parlemen perlu dilihat dari perspektif falsafah demokrasi pascareformasi. Setelah berakhirnya pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia memasuki fase demokratisasi dengan pemilu sebagai mekanisme regenerasi kepemimpinan yang digelar secara periodik setiap lima tahun.

“Pada awal reformasi, partai politik diberikan ruang luas untuk berkembang, sehingga pemilu pertama diikuti oleh 48 partai politik,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, dalam sistem pemerintahan presidensial diperlukan efektivitas dalam penyelenggaraan negara, sehingga ambang batas parlemen digunakan sebagai instrumen demokrasi yang ditentukan melalui pilihan rakyat, bukan kekuasaan.

Ia mengatakan ambang batas parlemen merupakan mekanisme bagi rakyat untuk menentukan partai politik yang berhak mengirimkan wakilnya ke parlemen.

Seiring waktu, ambang batas tersebut ditingkatkan secara bertahap guna mendorong konsolidasi jumlah partai politik di DPR dan meningkatkan efektivitas pemerintahan.

Terkait besaran angka ideal, Hasto menegaskan hal itu masih akan dibahas melalui proses politik dan kajian yang komprehensif dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu.

“PDI Perjuangan berdialog dengan partai-partai lain, termasuk partai nonparlemen yang juga memiliki hak atas eksistensinya,” katanya.

Ia menambahkan hasil dialog tersebut diharapkan dapat mengerucut pada kesepakatan bersama terkait besaran ambang batas parlemen. (ANT/KN)

Warga Beutong Ateuh Surati Prabowo, Tolak Tambang Emas di Kawasan Hutan Pasca Banjir Bandang

0
Hamparan sawah masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Minggu (3/5/2026). (ANTARA/HO-APEL Green Aceh)

NAGAN RAYA – Masyarakat Beutong Ateuh, bersama komunitas Pawang Uteun, Yayasan APEL Green Aceh dan sejumlah organisasi masyarakat sipil menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana pertambangan emas di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

“Surat tersebut dikirim sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas ancaman kerusakan hutan hujan tropis, hilangnya sumber mata air, rusaknya bentang alam pegunungan, serta meningkatnya risiko bencana ekologis apabila aktivitas tambang terus dipaksakan hadir di wilayah yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat,” kata Direktur Yayasan APEL Green Aceh, Rahmat Syukur dalam keterangan diterima ANTARA di Nagan Raya, Aceh, Minggu (3/5/2026).

Ia mengatakan, surat yang dikirim kepada Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah lembaga pemerintah tersebut, merupakan langkah mendesak agar negara hadir melindungi kawasan Beutong Ateuh dari ancaman eksploitasi industri ekstraktif, terutama mengingat kawasan Beutong Ateuh, Nagan Raya, memiliki nilai ekologis yang sangat penting, bukan hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi keseimbangan lingkungan global.

“Jika tambang emas dipaksakan masuk ke Beutong Ateuh, ancaman yang muncul bukan hanya deforestasi, tetapi juga krisis air, konflik ruang hidup, hilangnya sumber penghidupan masyarakat, dan meningkatnya risiko bencana ekologis,” ujar Syukur.

Ia menambahkan, jaringan masyarakat sipil akan terus mengawal persoalan tambang emas di Beutong Ateuh karena aktivitas tersebut dinilai seharusnya tidak lagi muncul usai Putusan Mahkamah Agung Nomor 91.K/TUN/LH/2020.

“Putusan Mahkamah Agung sudah jelas. Kawasan ini seharusnya tidak lagi dibayangi ancaman tambang emas. Tetapi hari ini justru muncul kembali sejumlah izin. Ini melukai rasa keadilan masyarakat Beutong Ateuh yang baru beberapa bulan lalu terdampak banjir bandang,” katanya.

“Ketika masyarakat sedang memulihkan diri dari bencana, kehadiran tambang justru menghadirkan ancaman baru. Negara seharusnya melindungi rakyat, bukan menghadirkan proyek yang berpotensi memperparah kerusakan,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Ismail dari komunitas Pawang Uteun, selaku kelompok masyarakat penjaga hutan adat di Beutong Ateuh mengatakan keberadaan hutan bukan sekadar bentang alam, melainkan bagian dari sejarah dan jati diri masyarakat.

“Hutan ini warisan leluhur kami. Kalau hutan hilang, bukan hanya pohon yang hilang, tetapi juga sejarah, budaya, dan masa depan anak cucu kami,” katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, dukungan terhadap penyelamatan hutan Beutong Ateuh terus mengalir dari berbagai jaringan masyarakat sipil nasional maupun internasional melalui kampanye lingkungan dan petisi penyelamatan hutan yang telah didukung puluhan ribu orang dari berbagai negara.

Masyarakat berharap Presiden Republik Indonesia, Kementerian ESDM, dan Pemerintah Aceh segera mengambil langkah konkret dengan menghentikan seluruh izin maupun rencana pertambangan emas di kawasan Beutong Ateuh serta memperkuat perlindungan terhadap hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.

Teungku Diwa, tokoh masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, mengatakan masyarakat selama ini hidup bergantung pada hutan dan sungai yang masih terjaga.

“Kami tidak butuh tambang. Hutan adalah sumber kehidupan kami. Kalau hutan rusak dan sungai tercemar, masyarakat lah yang pertama menjadi korban,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat Beutong Ateuh, saat ini masih dibayangi trauma banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Bencana itu merusak rumah warga, menghancurkan kebun masyarakat, dan menyebabkan sungai meluap membawa lumpur dari kawasan hulu.

Menurutnya, bencana tersebut menjadi peringatan nyata bahwa kerusakan bentang alam di kawasan hutan akan langsung berdampak pada keselamatan masyarakat.

“Baru lima bulan lalu masyarakat merasakan banjir bandang. Rumah rusak, kebun rusak, sungai meluap. Kami masih berusaha bangkit dari bencana, tetapi sekarang justru muncul lagi izin tambang emas. Ini sangat menyakiti masyarakat Beutong,” katanya. (ANT/KN)

Kemenkeu Pastikan Purbaya dalam Kondisi Sehat

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Kementerian Keuangan)

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dalam kondisi yang sehat.

“Iya, beliau sehat-sehat saja,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Sebelumnya, beredar isu mengenai kesehatan Menkeu Purbaya yang menduga bahwa Bendahara Negara itu sedang menjalani perawatan di suatu rumah sakit di Jakarta.

Di tengah isu itu, Purbaya membagikan video dirinya melakukan aktivitas olahraga renang, mengindikasikan bahwa dia dalam kondisi bugar. Dalam video yang diunggah di akun pribadi media sosialnya itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup yang sehat.

“Selamat pagi Guys. Gen Z jangan lupa olahraga, renang bisa, lari boleh, padel juga bisa. Kalo saya biasanya renang sih. Gak berasa ‘long weekendnya’,” tulis Purbaya, dikutip dari akun TikTok pribadinya @purbayayudhis, Minggu (3/5/2026).

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga telah menanggapi kabar soal kesehatan Menkeu Purbaya.
“Wah enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda saat ditemui usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5).

Juda juga memastikan konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu (6/5) setelah sebelumnya dibatalkan. Agenda APBN KiTa semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/4).

Menurut dia, penjadwalan ulang dilakukan untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbit pada Selasa (5/5), sehingga data dapat disampaikan secara utuh.

Purbaya sebelumnya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada Jumat (24/4). Ia mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang. Purbaya mengatakan dirinya harus menjalani suntikan di delapan titik agar tetap dapat menjalankan aktivitas.

Usai acara tersebut, Purbaya juga tampak kesulitan berdiri dari kursinya hingga harus berpegangan kepada salah satu rekannya. Saat berjalan pun, ia terlihat dibantu ajudannya.

Ketika ditanya wartawan mengenai kondisinya saat itu, Purbaya mengakui rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya hilang. (ANT/KN)

Pemprov Kaltim Klarifikasi Anggaran Laundry Rp450 Juta Bukan untuk Pribadi

0
Foto: Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Anggaran laundry atau cuci perlengkapan rumah tangga Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 sebesar Rp450 juta yang viral di media sosial menuai perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, meluruskan bahwa dana tersebut bukan diperuntukkan khusus untuk mencuci pakaian kepala daerah.

Astri menjelaskan bahwa anggaran tersebut sebenarnya dialokasikan untuk kebutuhan operasional enam gedung di kompleks Kantor Gubernur Kaltim, termasuk rumah jabatan yang digunakan secara aktif sepanjang tahun.

“Memang di Rencana Umum Pengadaan (RUP) tertulis belanja laundry kepala daerah, tetapi itu hanya nomenklatur. Penggunaannya untuk kebutuhan rumah tangga di gedung-gedung rumah jabatan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Adapun enam gedung yang dimaksud berada di kawasan perkantoran gubernur, yakni Gedung Utama atau Pusat Administrasi yang terdiri dari dua bangunan, Lamin Etam (rumah jabatan gubernur), Olah Bebaya, Odah Etam, guest house untuk tamu, serta mushola.

Menurut Astri, gedung-gedung tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Setiap hari, fasilitas itu digunakan untuk acara resmi, pertemuan organisasi, hingga kegiatan masyarakat umum.

Berbagai perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan tersebut, seperti karpet, gorden, bed cover, dan taplak meja jamuan, memerlukan perawatan rutin melalui jasa laundry.

Ia menambahkan, kebutuhan tersebut meningkat sejak diberlakukannya kebijakan efisiensi anggaran. Banyak kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di hotel kini dialihkan ke gedung rumah jabatan.

“Sekarang kegiatan seremonial dan pertemuan tidak lagi dilaksanakan di hotel. Kami juga tidak memungut biaya dari masyarakat yang menggunakan fasilitas itu,” jelasnya.

Astri menegaskan bahwa anggaran Rp450 juta tersebut merupakan estimasi kebutuhan selama satu tahun untuk menunjang operasional enam gedung, bukan untuk kepentingan pribadi gubernur.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi terhadap realisasi anggaran seiring dengan kebijakan efisiensi yang berjalan.

“Jadi, tidak benar jika disebut anggaran laundry kepala daerah Rp450 juta untuk kepentingan pribadi. Anggaran itu digunakan untuk sarana dan prasarana di enam gedung besar selama satu tahun. Nilainya memang demikian, tetapi ke depan akan kami evaluasi kembali sesuai kebijakan efisiensi,” tutupnya. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

Sopir Truk Protes Penertiban, Polisi Imbau Aksi Tetap Tertib

0
Foto: Aksi demo sopir truk angkutan barang. (Ist)

BALIKPAPAN — Ratusan sopir truk angkutan barang menggelar aksi protes di sejumlah ruas jalan kota, Senin (4/5/2026). Aksi tersebut ditandai dengan berhentinya kendaraan truk secara bersamaan hingga memicu antrean panjang dan mengganggu arus lalu lintas.

Pantauan di lapangan, sejumlah spanduk dibentangkan di badan truk berwarna kuning dan merah, berisi tuntutan serta kritik terhadap aparat penegak hukum. Para sopir menyuarakan keberatan atas kebijakan penertiban yang dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Aksi ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang di wilayah Balikpapan.

Kapolresta Balikpapan, Jerrold Kumontoy, mengatakan pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyikapi aksi tersebut. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kami menghormati penyampaian pendapat di muka umum, tetapi harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas, khususnya pengguna jalan. Jangan sampai aktivitas ini justru menimbulkan kemacetan atau potensi kecelakaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penertiban terhadap angkutan barang merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan berlalu lintas. Pelanggaran seperti kelebihan muatan maupun ketidaksesuaian teknis kendaraan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Polisi memastikan akan terus melakukan pengawasan, namun tetap membuka ruang dialog dengan para sopir guna mencari solusi yang tidak merugikan semua pihak. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Dorong Promosi Wisata Berau Lebih Masif Lewat Media Sosial

0
Foto: Anggota DPRD Berau, Peri Kombong.

BERAU – Anggota DPRD Berau, Peri Kombong, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk lebih memaksimalkan penggunaan media sosial (medsos) sebagai sarana promosi pariwisata daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata Berau secara lebih luas dan cepat kepada masyarakat.

Peri menilai, keberadaan berbagai platform media sosial saat ini dapat menjadi media alternatif yang sangat efektif dalam mempercepat promosi wisata, terutama di tengah meningkatnya kebiasaan masyarakat yang mencari referensi perjalanan melalui internet. Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi promosi digital yang terencana dan dilakukan secara konsisten.

“Dengan strategi konten yang berkualitas, promosi wisata akan menjangkau pasar lebih luas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mayoritas masyarakat saat ini menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, termasuk untuk mencari informasi mengenai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kondisi tersebut membuat pendekatan promosi konvensional dinilai tidak lagi cukup tanpa didukung promosi digital yang kuat.

Menurutnya, promosi berbasis media sosial saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons oleh pemerintah daerah. Terlebih lagi, Kabupaten Berau memiliki peluang besar sebagai salah satu daerah penyangga kawasan Ibu Kota Nusantara, yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas wisatawan ke wilayah Kalimantan Timur.

“Ini bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan yang harus segera direspons. Apalagi Berau akan menjadi salah satu daerah penyangga IKN,” jelasnya.

Peri menambahkan, promosi wisata yang dilakukan secara berkelanjutan melalui media sosial tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.

Menurutnya, berbagai produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga hasil usaha masyarakat dapat ikut terangkat melalui eksposur digital yang lebih luas.

“Medsos juga sangat efektif mempromosikan tempat wisata dan produk lokal,” terangnya.

Selain mendorong pemerintah daerah, Peri juga mengajak generasi muda di Berau untuk turut berperan aktif dalam mempromosikan potensi wisata melalui akun media sosial masing-masing. Ia menilai kreativitas anak muda dalam membuat konten digital merupakan kekuatan besar dalam membangun citra positif pariwisata daerah.

Dengan keterlibatan generasi muda dan dukungan pemerintah melalui strategi promosi digital yang terarah, Peri optimistis potensi wisata Berau dapat semakin dikenal luas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Saya harap generasi muda aktif mempromosikan pariwisata lewat akun media sosial mereka,” tandasnya. (adv)

Muhammad Kusnadi Nahkodai PWI Bontang Periode 2026–2029

0
Foto: Pelantikan pengurus PWI Bontang masa bakti 2026–2029 di Auditorium Tiga Dimensi. (Istimewa)

BONTANG — Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam acara yang digelar di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Sabtu (2/5/2026).

Pelantikan tersebut mengusung tema “Wartawan Profesional, Pers Berintegritas” dan dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama sejumlah pejabat daerah serta unsur Forkopimda.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi PWI Bontang yang digelar pada 12 Februari 2026 lalu, sekaligus berdasarkan Surat Keputusan PWI Provinsi Kaltim Nomor 49/PWI-KT/KEP/III/2026 tentang pengesahan kepengurusan baru.

Dalam kepengurusan tersebut, Muhammad Kusnadi dipercaya menjabat Ketua PWI Bontang menggantikan Suriadi Said yang telah menuntaskan dua periode kepemimpinan.

Kusnadi didampingi Sekretaris Qadile Fachruddin S dan Bendahara Dahlia bersama jajaran pengurus bidang lainnya.

Dalam sambutannya, Kusnadi menegaskan pentingnya peran wartawan sebagai penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi.

Ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan pers melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta berbagai program pelatihan berkelanjutan.

“PWI harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, yang melantik langsung kepengurusan baru, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara fakta dan etika dalam dunia jurnalistik.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan melalui karya jurnalistik yang konstruktif dan mencerdaskan masyarakat.

“Tidak hanya mengejar fakta, tetapi juga menjunjung tinggi kebijaksanaan agar berita yang dihasilkan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut menyampaikan apresiasi sekaligus harapan kepada pengurus PWI Bontang yang baru.

Ia menegaskan pers merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus pilar penting dalam menjaga demokrasi yang sehat.

“Pers berperan besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mengawal jalannya pembangunan daerah,” katanya.

Neni juga mendorong seluruh wartawan di Bontang mengikuti sertifikasi UKW sebagai bentuk penguatan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Selain itu, ia mengajak insan pers menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang berkembang.

“Bangun sinergi yang sehat. Kritik harus tetap konstruktif dan informasi yang disampaikan harus memberi nilai edukatif. Jangan sampai hoaks atau sensasi merusak kepercayaan publik. Pers harus menjadi penuntun opini yang bijaksana bagi masyarakat Bontang,” pesannya.

Pelantikan pengurus baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran pers di Kota Bontang dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Polemik Pernyataan Rudy Mas’ud, Andi Harun Dorong Permintaan Maaf Personal

0
Andi Harun sebagai kader Partai Gerindra saat diwawancarai. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Wali Kota Samarinda sekaligus kader senior Partai Gerindra, Andi Harun, turut angkat bicara terkait polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang belakangan menjadi sorotan publik dan kader partai.

Andi Harun menyarankan agar Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan personal kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo guna meredam polemik yang berkembang di internal Partai Gerindra.

Persoalan tersebut bermula saat Rudy Mas’ud membela pengangkatan saudaranya, Hijrah, sebagai tim ahli gubernur dengan membandingkannya dengan penunjukan Hashim Djojohadikusumo sebagai utusan kepresidenan.

Ditemui di Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, Jumat (1/5/2026), Andi Harun mengaku mengikuti perkembangan persoalan itu melalui berbagai respons kader Gerindra di media sosial.

Ia mengapresiasi langkah Rudy Mas’ud yang telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf, namun menilai masih ada persoalan pada diksi yang digunakan dalam pernyataan tersebut.

“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur. Namun, dalam pernyataan awal beliau menyebut nama Pak Hashim dan Pak Prabowo secara eksplisit, sementara dalam klarifikasinya permintaan maaf disampaikan secara umum kepada pemimpin nasional,” ujar Andi Harun.

Menurutnya, penggunaan kalimat yang terlalu umum membuat sebagian kader merasa permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya bersifat personal dan tulus.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Andi Harun menyarankan beberapa langkah yang dinilai penting dilakukan oleh Rudy Mas’ud.

Salah satunya adalah menyampaikan permohonan maaf secara spesifik dan langsung kepada Hashim Djojohadikusumo serta Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai langkah tersebut akan menunjukkan sikap ksatria sekaligus kedewasaan politik dalam menyikapi polemik yang telah menjadi perhatian publik nasional.

Selain itu, permintaan maaf secara langsung juga dinilai dapat meredam gejolak di akar rumput Partai Gerindra, baik di Kalimantan Timur maupun tingkat pusat.

Meski demikian, Andi Harun menegaskan dirinya meyakini Rudy Mas’ud tidak memiliki niat buruk saat menyampaikan pernyataan tersebut.

Namun menurutnya, dalam ruang publik, masyarakat tidak hanya melihat niat, melainkan juga bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan.

“Publik tidak hanya melihat unsur niat, tetapi juga bagaimana bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan yang muncul,” tambahnya.

Ia berharap polemik tersebut segera berakhir agar dinamika politik di Kalimantan Timur kembali kondusif dan tidak memicu perpecahan berkepanjangan di ruang publik. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Para Ketua Pengadilan Tinggi Kunjungi Jantung IKN dan Tanam Pohon di Plaza Yudikatif

0
Rombongan ketua pengadilan tinggi di Indonesia saat mengunjungi IKN, melihat lokasi pembangunan gedung Mahkamah Agung dan melakukan penanaman pohon. (Dok. Otorita)

NUSANTARA — Sejumlah Ketua Pengadilan Tinggi dari berbagai daerah di Indonesia mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (1/5/2026).

Rombongan tersebut berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Bangka Belitung, Kalimantan Timur, hingga Daerah Khusus Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, Albertina Ho, mengaku kagum setelah melihat langsung perkembangan kawasan inti IKN, khususnya Plaza Yudikatif.

Menurutnya, kondisi IKN jauh melampaui bayangan dan ekspektasi yang selama ini berkembang.

“Satu hal yang sangat luar biasa, yang kami saksikan di sini. Betul-betul di luar ekspektasi kami, tidak bisa kami bayangkan IKN ini sebelumnya. Baik dari bangunannya, lingkungannya, ternyata memang betul-betul dijaga,” ungkap Albertina Ho.

Selama berada di kawasan Nusantara, rombongan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penanaman pohon di Plaza Yudikatif hingga meninjau langsung lokasi pembangunan gedung Mahkamah Agung (MA).

Selain itu, rombongan juga diajak melihat sejumlah ikon kawasan IKN seperti Taman Kusuma Bangsa, Masjid Negara, dan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius.

Kunjungan tersebut turut didampingi langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajaran Otorita Nusantara.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan penanaman pohon yang dilakukan bersama rombongan menjadi simbol komitmen menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Mohon izin sebelum bapak ibu berkantor di sini, kami izin untuk menghijaukan dulu kawasan ini. Penanaman ini adalah komitmen kita untuk keadilan terhadap lingkungan, itulah spirit dari pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Sedikitnya terdapat tiga jenis pohon yang ditanam, yakni Bungur, Nyamplung, dan Tanjung yang diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem hijau di kawasan IKN.

Kunjungan para pimpinan lembaga peradilan tersebut dinilai semakin mempertegas sinergi antarlembaga negara dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia. (MK)

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S