Beranda blog Halaman 240

Prabowo Panggil Ketua PPATK ke Hambalang, Pengawasan Aliran Dana Negara Diperketat

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn4mei2026/mobile/

Andi Faizal Soroti Kasus Residivis Pelecehan Anak di Bontang

0
Foto: Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat ditemui. (Dwi S)

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan pentingnya penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan, khususnya yang melibatkan anak di bawah umur.

Pernyataan tersebut disampaikannya menyusul kembali terjadinya kasus yang melibatkan pelaku berstatus residivis.

Menurutnya, kasus serupa sebelumnya juga pernah menjadi perhatian publik, terutama terkait pelaku yang kembali mengulangi tindak pelecehan.

“Hal seperti ini kan sudah pernah saya sampaikan, apalagi terkait residivis. Artinya ini belum ada efek jera. Kita tentunya berharap pengenaan pasal pada kasus ini berada pada tingkatan hukuman yang seberat-beratnya,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai hukuman maksimal penting tidak hanya sebagai bentuk keadilan bagi korban, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Supaya pelaku bisa menjadi contoh dan memberikan efek jera bagi pelaku lainnya. Bahkan kita berharap tidak akan ada lagi kejadian serupa yang berulang,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak besar yang dialami korban anak, terutama terhadap kondisi psikologis dan masa depan mereka.

Karena itu, DPRD mendorong agar korban mendapatkan pendampingan secara intensif selama proses penanganan berlangsung.

“Karena ini menyangkut masa depan anak dan kondisi psikologisnya, saya kira korban harus didampingi secara intens. Sementara untuk pelaku, harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan pasal yang berlaku,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyadari penentuan hukuman merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan lembaga peradilan. Namun DPRD Bontang memastikan akan terus mendorong agar proses hukum berjalan tegas dan memberikan rasa keadilan bagi korban.

“Walaupun untuk hukuman bukan tugas dari kita, tapi pastinya kita menginginkan pelaku mendapatkan hukuman yang berat atas tindakannya,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Ongkos Distribusi Melonjak, Pedagang Kurban Kena Imbas Harga Solar

0
Foto: Muhammad Abduh Kuduh saat ditemui di kandang hewan kurbannya.

BALIKPAPAN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2026 mulai berdampak terhadap harga jual hewan kurban di Balikpapan.

Pedagang ternak mengaku lonjakan biaya operasional, khususnya transportasi, menjadi faktor utama kenaikan harga hewan kurban tahun ini. Salah satu pedagang sapi di Balikpapan, Muhammad Abduh Kuduh, mengatakan biaya distribusi hewan ternak dari luar daerah mengalami kenaikan akibat harga solar yang ikut naik.

“Biaya ekspedisi naik karena harga solar juga naik. Jadi semua serba ikut naik,” ujarnya saat ditemui di peternakannya, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, tahun ini pihaknya menyediakan berbagai jenis hewan kurban mulai dari sapi, kambing, hingga domba. Ia juga mendatangkan domba untuk pertama kalinya karena tingginya minat masyarakat terhadap jenis ternak tersebut.

“Tahun-tahun sebelumnya kami belum pernah mendatangkan domba, tapi tahun ini kami datangkan karena animo masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.

Untuk sapi, tersedia beberapa jenis seperti limosin, simental, brahman, hingga sapi Bali dengan bobot mulai 300 kilogram hingga mencapai 1 ton. Bahkan, sapi dengan bobot terbesar disebut telah terjual dengan harga sekitar Rp100 juta.

Sementara itu, harga domba jenis texel dijual mulai Rp4 juta per ekor. Sedangkan domba dorper yang dikenal sebagai jenis pedaging memiliki harga lebih tinggi dan saat ini stoknya sudah habis terjual.

Muhammad Abduh Kuduh mengatakan sebagian besar kambing dan domba didatangkan dari Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah yang menjadi salah satu sentra peternakan nasional. Ia menyebut harga sapi lokal yang sebelumnya berada di kisaran Rp22 juta hingga Rp23 juta kini naik menjadi sekitar Rp25 juta per ekor.

Meski harga mengalami kenaikan, ia memastikan minat masyarakat untuk berkurban tetap tinggi. Selain itu, pihaknya juga memastikan seluruh hewan ternak telah mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Hewan di sini sudah divaksin, bahkan ada yang sampai tiga kali. Jadi relatif aman,” tegasnya.

Untuk menarik minat pembeli, peternakannya juga menyediakan layanan “terima beres”, mulai dari penyembelihan hingga pengemasan daging kurban sesuai permintaan konsumen. Ia optimistis penjualan hewan kurban tahun ini tetap berjalan baik hingga mendekati Hari Raya Iduladha. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Akses Jalan Ksatriaan KM 8 Ditutup Sementara Selama Perbaikan

0
Foto: Pekerjaan perbaikan Jalan Ksatriaan KM 8, Balikpapan Utara. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai melakukan penanganan perbaikan infrastruktur di Jalan Ksatriaan KM 8, Balikpapan Utara.

Proyek tersebut diawali dengan pembenahan sistem drainase sebelum dilanjutkan ke tahap pengecoran jalan guna meningkatkan kualitas dan ketahanan badan jalan.

Kepala DPU Balikpapan, Rita, mengatakan kondisi drainase yang kurang optimal selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di kawasan tersebut.

“Penanganan dimulai dari perbaikan saluran drainase karena ini menjadi bagian penting sebelum pengecoran jalan dilakukan. Kami ingin memastikan aliran air berjalan baik sehingga konstruksi jalan nantinya lebih kuat dan tahan lama,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Selama proses pengerjaan berlangsung, akses Jalan Ksatriaan ditutup sementara demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan memperlancar aktivitas pekerjaan di lapangan.

Penutupan dilakukan karena adanya aktivitas alat berat serta pembongkaran pada sejumlah titik saluran drainase.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara menggunakan jalur alternatif dan tetap berhati-hati saat melintas di sekitar area proyek,” jelas Rita.

Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proses pekerjaan berjalan lancar dan selesai sesuai target.

Menurutnya, penutupan jalan memang menimbulkan ketidaknyamanan, namun hal tersebut dilakukan demi keselamatan bersama.

DPU Balikpapan memperkirakan proyek tersebut berlangsung sekitar satu bulan, tergantung kondisi cuaca dan situasi teknis di lapangan.

Setelah perbaikan drainase selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan.

Selain memperbaiki kualitas jalan, proyek ini juga bertujuan mengurangi potensi genangan air saat hujan deras di kawasan KM 8.

“Kalau drainasenya baik, air tidak menggenang di badan jalan. Ini penting agar jalan tidak cepat rusak dan masyarakat bisa berkendara dengan aman,” tambahnya.

Perbaikan Jalan Ksatriaan KM 8 menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Balikpapan karena jalur tersebut setiap hari dilalui kendaraan dengan intensitas cukup tinggi.

Pemerintah berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga akses masyarakat kembali normal dengan kondisi jalan yang lebih baik dan aman digunakan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Kebakaran Hebat di Sebulu Ulu Hanguskan Gudang Arsip dan Kendaraan

0
Foto: Api saat melahap gudang arsip Desa Sebulu Ulu. (Istimewa)

TENGGARONG – Kebakaran melanda gudang arsip Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (3/5/2026) pagi. Peristiwa tersebut menyebabkan bangunan gudang arsip hangus terbakar dan turut melalap sejumlah kendaraan yang berada di lokasi.

Selain gudang arsip, api juga menghanguskan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil Gran Max, serta kendaraan roda tiga dan roda dua yang terparkir di sekitar lokasi kejadian.

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup intens karena bangunan yang terbakar didominasi material kayu sehingga api cepat membesar.

Salah satu anggota Damkar dan Penyelamatan (Damkarmatan) Posko Sebulu, Teddy, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

“Yang terbakar gudang arsip desa dan mobil Damkar, mobil Gran Max, motor roda tiga dan roda dua,” ujarnya.

Menurutnya, indikasi awal di lokasi menunjukkan sumber api diduga berasal dari instalasi listrik di dalam bangunan gudang. Api kemudian dengan cepat merambat ke seluruh bangunan hingga sebagian besar arsip desa tidak sempat diselamatkan.

Kondisi diperparah dengan adanya kendaraan yang terparkir di sekitar gudang sehingga kobaran api turut menyambar unit-unit tersebut.

Meski demikian, petugas pemadam berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke area permukiman maupun fasilitas lainnya yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.

Namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat hangusnya bangunan gudang arsip dan sejumlah kendaraan yang ikut terbakar. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Cadangan Gas 5 TCF Ditemukan, Kukar Siapkan Langkah Ambil Peran

0
Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan tidak ingin hanya menjadi lokasi eksploitasi setelah ditemukannya cadangan gas raksasa di wilayah Blok Ganal.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan sumber daya alam tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan.

Pernyataan itu disampaikan menyusul penemuan cadangan gas oleh Eni di sumur eksplorasi Geliga-1, Blok Ganal.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi cadangan gas tersebut diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik gas dan sekitar 300 juta barel kondensat.

Temuan ini disebut sebagai salah satu penemuan gas terbesar dalam beberapa dekade terakhir dan dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional.

Namun bagi Pemkab Kukar, potensi besar itu juga harus mampu memberi dampak langsung terhadap pembangunan daerah.

“Harapan kita, apa yang dihasilkan di Kutai Kartanegara bisa memberi kontribusi sebesar-besarnya untuk masyarakat Kukar,” ujar Aulia, Minggu (3/5/2026).

Untuk memastikan daerah mendapatkan manfaat optimal, Pemkab Kukar mulai merumuskan langkah strategis agar bisa terlibat langsung dalam pengelolaan potensi gas tersebut.

Salah satu opsi yang tengah dibahas yakni melalui skema Participating Interest (PI) maupun kerja sama bisnis langsung dengan kontraktor kontrak kerja sama migas.

Menurut Aulia, pembahasan terkait keterlibatan daerah tersebut sudah berjalan dan mendapat pendampingan dari SKK Migas.

“Kita didampingi oleh SKK Migas untuk mencari formulasi terbaik, bagaimana pemerintah daerah bisa mendapatkan bagian, baik dalam bentuk PI maupun pengusahaan langsung gas tersebut,” jelasnya.

Ia menilai keterlibatan daerah dalam pengelolaan sektor energi tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga dapat membuka peluang kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Selain itu, keberadaan proyek energi berskala besar juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi sektor usaha lokal dan pembangunan jangka panjang di Kukar.

“Harapan kami, pengelolaan potensi gas ini benar-benar memberi nilai tambah bagi daerah. Tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat Kukar secara berkelanjutan,” tutupnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Survei Ungkap Mayoritas Pengguna Jasa Puas dengan Layanan Pelindo

0
Foto: Salah satu pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Makassar. (Istimewa)

SAMARINDA – Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menembus angka di atas 90 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif atas perbaikan layanan pelabuhan nasional, meski masih perlu dibuktikan melalui peningkatan efisiensi logistik dan daya saing operasional di lapangan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Laboratorium Suara Indonesia, sebanyak 90,2 persen responden menyatakan puas terhadap layanan terminal peti kemas. Sementara itu, 85,8 persen responden mengaku puas terhadap layanan Pelindo secara umum.

Survei tersebut melibatkan 1.090 responden dari berbagai kelompok pengguna jasa di 80 pelabuhan yang dikelola Pelindo, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,97 persen.

Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia, Ahmad Zaki, mengatakan survei ini dilakukan untuk mengukur persepsi sekaligus harapan pengguna jasa terhadap kualitas layanan pelabuhan.

“Kuesioner yang kami bagikan ini untuk mengukur sampai di mana kepuasan layanan yang diberikan Pelindo, sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujarnya.

Secara operasional, tingkat kepuasan juga tercermin dalam sejumlah indikator utama pelayanan. Waiting time kapal tercatat sebesar 87,3 persen, layanan pemanduan kapal mencapai 88,2 persen, sedangkan layanan terminal penumpang berada di angka 89,8 persen.

Angka-angka tersebut dinilai menunjukkan adanya peningkatan kualitas layanan yang berdampak terhadap kelancaran aktivitas di pelabuhan.

Namun demikian, pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai capaian kepuasan di atas 90 persen belum cukup menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan sektor logistik nasional.

“Ketika tingkat kepuasan tinggi, ada dua kemungkinan yang berjalan bersamaan: kinerja memang membaik, atau ekspektasi pengguna jasa belum terlalu tinggi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa indikator kepuasan perlu diiringi ukuran yang lebih konkret, seperti penurunan biaya logistik, peningkatan kecepatan layanan, hingga integrasi sistem transportasi antar moda.

Menurutnya, pelabuhan merupakan simpul strategis distribusi nasional yang sangat berpengaruh terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global.

Dalam konteks pembangunan nasional, meningkatnya kepuasan pengguna jasa dinilai menjadi sinyal awal bahwa transformasi layanan Pelindo mulai dirasakan di lapangan. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan capaian tersebut mampu diterjemahkan menjadi efisiensi logistik yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap perekonomian nasional. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Polda Riau Bongkar Fakta Mengerikan Perampokan Maut Rumbai

0
Polda Riau dan Polresta Pekanbaru memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan di Rumbai, Pekanbaru. ANTARA/Annisa Firdausi

PEKANBARU – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau mengungkap para pelaku pencurian disertai pembunuhan di Rumbai, Kota Pekanbaru, diduga awalnya sempat merencanakan pembunuhan terhadap satu keluarga sebelum melancarkan aksinya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Komisaris Besar Polisi Hasyim dalam konferensi pers di Pekanbaru, Minggu (3/5/2026), mengatakan awalnya para pelaku hanya berniat melakukan pencurian, namun rencana tersebut berkembang dalam perjalanan menuju Pekanbaru.

“Rencana awal ingin mencuri, tetapi berkembang ingin membunuh empat orang yang ada di rumah, yakni suami istri dan dua anaknya,” jelas Hasyim.

Namun, saat akan melancarkan aksinya, di rumah hanya terdapat korban Dumaris Boru Sitio. Sedangkan suami korban dan anaknya sedang tidak di rumah pada kejadian Rabu (29/4) tersebut.

Selain itu, sebelum melancarkan aksi, para pelaku telah beberapa kali melakukan survei, bahkan sebelumnya pernah melakukan pencurian di rumah yang sama pada 8 April 2026 dengan hasil uang sekitar Rp4 juta.

Pelaku utama diketahui memiliki hubungan keluarga dengan korban dan sempat tinggal bersama sebelum akhirnya meninggalkan rumah pada 2023.

“Para pelaku datang ke Pekanbaru memang dengan rencana untuk menguras harta korban,” ujarnya.

Dalam aksinya, korban dipukul menggunakan benda tumpul yang telah dipersiapkan sebelumnya hingga meninggal dunia, kemudian tubuh korban diseret ke kamar mandi.

Polisi juga mendalami dugaan adanya pengaruh obat-obatan terlarang yang membuat pelaku berani melakukan tindakan tersebut.

Usai melakukan aksi, para pelaku melarikan diri dan sempat singgah di sebuah tempat hiburan di wilayah Sumatera Utara.

Akan tetapi, pelarian keempat pelaku tak berlangsung lama karena selang beberapa hari, aparat gabungan Polresta Pekanbaru dan Polda Riau berhasil menangkap para tersangka (ANT/KN)

KDM Usul Pelaku Kerusuhan Dago Masuk Barak Militer

0
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancarai oleh media di Pusat Pemerintahan Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (3/5/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.

SUMEDANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan opsi pembinaan melalui program barak militer bagi pelaku kerusuhan di kawasan Dago yang enam di antaranya merupakan pelajar aktif di bawah umur.

Menurut dia, model pembinaan tersebut dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membentuk pemahaman kebangsaan dan kedisiplinan.

“Nanti bisa juga diarahkan mereka (pelaku kerusuhan) untuk mengikuti program pendidikan barak militer supaya mereka mengerti arah bangsa ini ke mana dan apa yang harus dilakukan,” ujarnya di Sumedang, Jawa Barat, Minggu (3/5/2026).

Dirinya juga mengatakan bahwa penanganan terhadap kasus tersebut perlu dilihat dari aspek hukum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terutama jika melibatkan anak di bawah umur.

“Kita lihat aspek hukumnya. Di dalamnya kan ada pembinaan, kita lihat aspek KUHP-nya, berarti pidana anak di bawah umur,” tambahnya.

Ia menambahkan, selain proses hukum, pemerintah juga membuka opsi pembinaan melalui program pendidikan karakter berbasis kedisiplinan, termasuk pendidikan ala barak militer.

Terlebih, pihaknya menyebut terdapat 250 peserta program barak militer pada bulan Juni, termasuk para ketua OSIS, yang akan mengikuti program pembinaan tersebut.

“Bulan Juni ini ada sekitar 250 orang, termasuk para ketua OSIS, yang akan mengikuti pendidikan barak militer itu. Itu bisa saja mereka masuk untuk ikut dibina,” ujarnya.

KDM berharap wacana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar memiliki kedisiplinan serta pemahaman kebangsaan yang lebih kuat.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menilai aksi yang berujung kericuhan pada Jumat (1/5) tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan dan tanpa orasi, sehingga dinilai mengarah pada tindakan yang disengaja untuk menimbulkan gangguan keamanan.

“Bukan kasus May Day. Karena May Day berjalan dengan aman dan tertib, kemudian mereka tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, tanpa orasi. Artinya sudah diniatkan untuk membuat rusuh,” jelasnya.

Dengan demikian, Pemprov Jawa Barat menegaskan bahwa pendekatan penanganan terhadap pelaku kerusuhan tidak hanya mengedepankan proses hukum, tetapi juga membuka ruang pembinaan karakter bagi para pelaku, khususnya yang masih di bawah umur. (ANT/KN)

Prabowo Panggil Ketua PPATK ke Hambalang, Pengawasan Aliran Dana Negara Diperketat

0
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bersama Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (3/5/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berdiskusi bersama Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Hambalang, Jawa Barat, Minggu, yang membahas evaluasi transaksi keuangan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram resmi sekretariat.kabinet yang dikutip di Jakarta, Minggu (3/5/2026), menyatakan pertemuan tersebut dilakukan dari siang hingga malam hari.

Pertemuan yang juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ini merupakan agenda rutin bulanan bersama PPATK terkait evaluasi transaksi keuangan, serta pengawasan ketat terhadap aliran dana guna mendukung transparansi pemerintah.

Dalam diskusi ini, ditekankan pula pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus disalurkan secara tepat sasaran, dikelola dengan penuh tanggung jawab, dan dieksekusi tepat waktu.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen tegas Presiden Prabowo dalam mewujudkan tata kelola negara yang bersih dan bebas dari korupsi. (ANT/KN)