Beranda blog Halaman 24

Balita di Balikpapan Timur Diduga Terseret Arus Drainase

0

BALIKPAPAN – Seorang balita berusia dua tahun bernama Kenzio Argani Raganevan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di saluran drainase besar yang berada di depan rumahnya di Jalan Mangga V RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (31/5/2026).

Korban ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar satu jam setelah dinyatakan hilang. Meski sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Medika Manggar, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M Chusen, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 09.40 Wita saat ibu korban berada di dalam rumah untuk mengganti popok adik korban.

Sekitar pukul 10.00 Wita, korban diketahui masih bermain di area depan rumah. Namun beberapa saat kemudian, keluarga tidak lagi melihat keberadaan korban.

“Upaya pencarian langsung dilakukan dengan memanggil dan menyisir area sekitar rumah, tetapi korban tidak ditemukan,” ujar AKP M Chusen.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah menemukan sandal milik korban berada di dekat parit besar yang berada tepat di depan rumah. Warga dan keluarga kemudian menduga korban terjatuh ke dalam saluran air tersebut.

Mendengar teriakan minta tolong dari keluarga korban, warga sekitar langsung berdatangan dan melakukan pencarian bersama di sepanjang aliran drainase.

“Penyisiran dilakukan sepanjang aliran parit yang mengarah ke wilayah lain di Balikpapan Timur,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.40 Wita, korban akhirnya ditemukan warga di bawah sebuah jembatan di kawasan Selili RT 100 dengan jarak cukup jauh dari lokasi awal diduga terjatuh.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi ke RS Medika Manggar untuk mendapat pertolongan medis.

Dokter RS Medika Manggar, dr. Kevin, menyebut korban tiba di Instalasi Gawat Darurat dalam kondisi tidak bernapas dan tanpa denyut nadi.

Selain itu ditemukan tanda-tanda kekurangan oksigen berat seperti bibir membiru, pupil mata melebar, serta adanya busa dari hidung yang mengarah pada dugaan tenggelam.

“Tim medis telah melakukan tindakan resusitasi dan penanganan sesuai prosedur. Namun korban tidak menunjukkan respons ataupun tanda-tanda kehidupan,” tambah Kapolsek.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.00 Wita.

Polisi menduga kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni. Faktor usia korban yang masih balita serta kondisi drainase terbuka dengan kedalaman cukup dalam dan arus deras diduga menjadi penyebab utama musibah tersebut.

Kepolisian juga menilai kejadian ini menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan lingkungan permukiman, khususnya keberadaan drainase terbuka yang berpotensi membahayakan anak-anak.

Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, mendata identitas korban dan keluarga, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait.

Polisi juga merekomendasikan adanya evaluasi terhadap titik-titik drainase rawan serta pemasangan pagar pengaman, penutup saluran, dan rambu peringatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Sekolah Tani Muda Jadi Strategi PTI Bangun SDM Pertanian

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Samarinda menggelar rangkaian kegiatan Sekolah Tani Muda, pelantikan pengurus tingkat kecamatan, serta Rapat Kerja Cabang (Rakercab) sebagai upaya memperkuat organisasi dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Arutala Bakrie Samarinda, Minggu (31/5/2026), tersebut diikuti jajaran pengurus DPC, pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 10 kecamatan, akademisi, serta kader muda yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.

Ketua DPC PTI Samarinda, Tommy Simanjuntak, mengatakan Sekolah Tani Muda merupakan program wajib dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah sebagai upaya mencetak generasi muda yang memiliki kapasitas dan keterampilan di bidang pertanian.

“Alhamdulillah, kegiatan Sekolah Tani Muda berjalan dengan baik. Narasumber dari kalangan akademisi memberikan materi yang sangat bermanfaat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta,” ujarnya.

Menurut Tommy, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus memperkenalkan konsep pertanian modern yang memiliki potensi ekonomi besar.

Selain Sekolah Tani Muda, PTI Samarinda juga melantik pengurus PAC dari 10 kecamatan di Kota Samarinda untuk masa bakti 2026–2031.

Tommy berharap seluruh pengurus yang telah dilantik mampu hadir di tengah masyarakat dan kelompok tani guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanian di wilayah masing-masing.

“Kami berharap para ketua PAC yang baru dilantik dapat melakukan pendampingan kepada petani, membantu meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bendahara DPC PTI Samarinda yang juga Ketua Panitia kegiatan, Testia Sendi Radi Tio, menegaskan PTI harus hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi petani lokal di Samarinda.

Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“PTI harus hadir sebagai solusi bagi petani. Organisasi ini harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasehat PTI Samarinda, Dr. Muh. Ichsan Haris, menekankan pentingnya peran pengurus tingkat kecamatan sebagai ujung tombak organisasi dalam membangun kemitraan dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah masing-masing.

Ia juga memperkenalkan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media sebagai strategi memperkuat pembangunan pertanian.

“Setiap kecamatan memiliki potensi berbeda. Tugas pengurus adalah memetakan potensi tersebut, membangun jaringan, lalu menghadirkan program sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rakercab yang membahas berbagai program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.

Berbagai usulan yang mengemuka dalam forum tersebut antara lain optimalisasi lahan tidur, pengembangan pertanian perkotaan melalui hidroponik dan aquaponik, pengolahan limbah organik menjadi pupuk, hingga pemanfaatan lahan eks tambang untuk sektor pertanian produktif.

PTI Samarinda berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu melahirkan kader muda pertanian yang aktif, memperkuat organisasi hingga tingkat kecamatan, serta mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kota Samarinda. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Kampung Muara Beloan Kembali Dilanda Banjir Tahunan

0

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani dan unsur Forkopimda mendampingi Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meninjau langsung kondisi banjir di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Sabtu (30/5/2026).

Peninjauan dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan. Rombongan disambut Camat Muara Pahu Mauliddin Said, Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono, dan warga setempat.

Selain melakukan peninjauan, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik berupa sembako dan selimut untuk masyarakat terdampak banjir.

Petinggi Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan kampung yang berada di antara dua sungai tersebut hampir setiap tahun mengalami banjir.

“Kampung Muara Beloan diapit oleh dua sungai sehingga sangat rentan terhadap banjir. Kami berharap ada pembangunan lahan yang lebih tinggi untuk lokasi pemakaman karena ketika banjir terjadi sering mengalami kesulitan. Kami juga berharap adanya bantuan tenda untuk pengungsian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, menjelaskan puncak banjir sempat mencapai sekitar satu meter di atas jalan semenisasi.

“Ketinggian banjir saat puncaknya sekitar satu meter dari jalan semenisasi, sedangkan dari permukaan sungai mencapai tiga sampai empat meter,” jelasnya.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas perhatian BNPB dan pemerintah pusat terhadap kondisi banjir di wilayahnya.

Ia berharap selain bantuan logistik, pemerintah pusat juga dapat membantu sarana transportasi air untuk wilayah yang kerap terdampak banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari BNPB. Ke depan kami berharap ada bantuan perahu untuk masyarakat, khususnya wilayah-wilayah yang kerap mengalami banjir dan membutuhkan akses transportasi saat kondisi darurat,” ungkapnya.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi banjir yang telah berlangsung hampir sepekan di sejumlah kecamatan di Kutai Barat.

“Alhamdulillah, air sudah mulai surut. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat. Cuaca yang berubah-ubah harus terus diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kenaikan debit air kembali,” ujarnya.

Berdasarkan data per 30 Mei 2026, banjir masih merendam 114 rumah di Kampung Muara Beloan. Sebanyak 22 rumah yang dihuni 31 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa terdampak langsung akibat genangan air.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga membangun lantai panggung sementara di dalam rumah agar tetap dapat beraktivitas. Sementara akses jalan utama menuju kampung masih terendam dengan ketinggian air sekitar dua hingga tiga meter sehingga aktivitas masyarakat belum berjalan normal.

Meski muka air mulai surut sekitar 45 sentimeter, ancaman banjir masih membayangi warga karena curah hujan yang masih tinggi dan kondisi danau di kawasan tersebut yang sudah penuh air.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama BNPB dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah penanganan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Kubar Diminta Pastikan Bantuan Banjir Tepat Sasaran

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima bantuan kemanusiaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masyarakat terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Komplek Perkantoran Pemkab Kubar, Minggu (31/5/2026).

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 250 paket sembako, 150 paket selimut, 50 paket hygiene kit, 150 lembar matras, dan 100 paket peralatan kebersihan.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Djohan Darmawan menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di berbagai daerah.

Berdasarkan data BNPB per 29 Mei 2026, tercatat sebanyak 1.001 kejadian bencana terjadi di Indonesia dan sekitar 99,30 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan.

“Angka ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar respons penanganan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk memahami langkah-langkah darurat saat bencana terjadi.

“Masyarakat harus segera melakukan evakuasi ke tempat aman, mematikan aliran listrik, dan menggunakan alat pelindung diri bila diperlukan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPB kepada masyarakat terdampak banjir di wilayahnya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat saat menghadapi bencana.

“Saya instruksikan BPBD dan seluruh OPD agar menyalurkan bantuan secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Camat juga diminta terus memberikan motivasi kepada warga, sementara pemerintah daerah akan terus mendampingi proses pemulihan,” tegas Frederick Edwin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Pj Sekda Kamius Junaidi, Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, Komandan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Brimob Kubar Ipda Abdullah Hadi, Camat Muara Pahu Mauliddin Said, Camat Barong Tongkok Martinus Rudy, sejumlah kepala OPD, serta Petinggi Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Four Points Tawarkan Pengalaman Kuliner Brasil Setiap Sabtu Malam

0

BALIKPAPAN – Four Points by Sheraton Balikpapan menghadirkan pengalaman kuliner baru melalui program Brasilian Night: Churrasco Barbeque Night yang akan digelar rutin setiap Sabtu malam.

Program tersebut menjadi pengganti barbeque dinner sebelumnya yang digelar setiap Jumat malam. Mengusung konsep khas Brasil, acara ini menghadirkan perpaduan sajian barbeque autentik, hiburan musik, hingga suasana santai di area outdoor terrace hotel.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Four Points by Sheraton Balikpapan, Andika Surya Buana, mengatakan tema Brasil dipilih karena masih jarang dihadirkan di Balikpapan.

“Kami melihat di Balikpapan masih belum banyak tema barbeque yang cukup spesifik seperti ini. Karena itu kami menggabungkan berbagai varian menu dan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para tamu,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Dalam peluncuran perdananya, pihak hotel mengundang sejumlah tamu dari kalangan swasta untuk menikmati langsung suasana Brasilian Night. Selain sajian kuliner, para tamu juga disuguhkan wine pairing dan live music yang menambah suasana santai selama acara berlangsung.

Program ini sekaligus memanfaatkan area outdoor terrace baru milik hotel yang memiliki kapasitas cukup besar untuk berbagai kegiatan.

“Untuk kegiatan tertentu, area ini bisa menampung hingga 1.000 orang. Namun untuk launching perdana, kami membatasi sekitar 150 tamu undangan,” jelasnya.

Adapun menu unggulan yang disajikan dalam konsep churrasco antara lain beef brisket, chicken, dan lamb yang dihidangkan langsung ke meja tamu melalui konsep carving service.

Sajian tersebut dilengkapi aneka saus, nanas panggang, hingga berbagai pelengkap khas barbeque Brasil.

Meski mengusung nuansa Brasil, Four Points tetap menghadirkan berbagai pilihan menu internasional dan nusantara agar dapat dinikmati seluruh kalangan.

“Tamu juga bisa menikmati appetizer, sup, hidangan utama, pasta, nasi, dessert, sampai es krim yang ramah untuk keluarga maupun anak-anak,” tambah Andika.

Manajemen hotel menyebut variasi menu akan diperbarui secara berkala sehingga tamu dapat memperoleh pengalaman berbeda setiap pekan.

Seluruh sajian dapat dinikmati dengan harga Rp235 ribu nett per orang dalam konsep all you can eat. Four Points juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk menghadirkan promo buy two get one free bagi pemegang kartu kredit tertentu.

Melalui konsep baru tersebut, Four Points by Sheraton Balikpapan berharap dapat menjadi salah satu destinasi kuliner akhir pekan yang menawarkan pengalaman bersantap berbeda bagi masyarakat Balikpapan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Ritual Nebukoq Mahulu Perkuat Ketahanan Pangan dan Gotong Royong

0

UJOH BILANG – Masyarakat Kampung Ujoh Bilang kembali menggelar Tradisi Adat Nebukoq sebagai bentuk syukur atas hasil panen padi sekaligus penanda dimulainya musim tanam baru.

Tradisi sakral masyarakat Dayak tersebut berlangsung di Balai Adat RT 3 Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan diawali dengan misa yang dipimpin Pastor Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang, Romo Agustinus Dale Weruin. Selanjutnya doa lintas agama dipimpin rohaniawan muslim Eka Sapta sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Dayak, Nebukoq bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga bentuk penghormatan kepada alam, leluhur, serta padi sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Kepala Adat Amundus Lah mengatakan tradisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya silaturahmi, tetapi momentum memperkuat persatuan dan menjaga adat budaya agar terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Mahakam Ulu untuk terus menjaga kerukunan, saling menghormati, serta mendukung pembangunan daerah tanpa meninggalkan adat dan budaya warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua Panitia Hermanus Bayo menjelaskan bahwa kepanitiaan Nebukoq dilaksanakan secara bergiliran setiap tahun sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga tradisi.

Tahun ini, Nebukoq mengusung tema “Melestarikan Tradisi Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Kampung Ujoh Bilang”.

“Ini bukan hanya seremoni adat. Ini wujud nyata kebersamaan masyarakat menjaga budaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan kampung,” katanya.

Ia berharap melalui tradisi tersebut masyarakat Ujoh Bilang semakin kompak, semangat gotong royong terus terjaga, serta hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat demi kesejahteraan bersama.

Kegiatan turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahulu Kristina Tening, unsur TNI-Polri, pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga setempat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Cadangan Beras Indonesia Capai 28 Juta Ton, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Krisis

0

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman meski Indonesia diperkirakan menghadapi fenomena El Nino dalam beberapa bulan mendatang.

Pemerintah mencatat total cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 28 juta ton yang berasal dari stok di gudang Bulog, tanaman padi yang akan segera dipanen, hingga cadangan yang berada di masyarakat.

“Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, jumlah cadangan tersebut dinilai cukup kuat untuk menghadapi berbagai skenario dampak El Nino yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, puncak musim kering diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

“Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat kekeringan, pemerintah terus memperkuat berbagai infrastruktur pendukung sektor pertanian.

Langkah yang dilakukan antara lain revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan sarana air, pengeboran sumur, hingga program pompanisasi di daerah sentra pangan.

Sejak 2024, Kementerian Pertanian disebut telah mendistribusikan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Sudaryono menegaskan peningkatan produksi pangan sangat bergantung pada luas tanam dan dukungan sarana produksi yang memadai bagi petani.

“Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kebutuhan petani seperti air, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian dapat terpenuhi untuk menjaga produktivitas.

Data cadangan beras sebesar 28 juta ton tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan nasional di tengah potensi cuaca ekstrem sepanjang 2026. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Warga Lapor Polisi, Pengungkapan Sabu di Kutim Berhasil Digagalkan

0

SANGATTA – Jajaran Polsek Rantau Pulung kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kutai Timur. Seorang pria berinisial AW (39) diamankan bersama barang bukti 17 paket sabu dengan berat total 41,53 gram.

Penangkapan dilakukan pada Minggu dini hari (31/5/2026) setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan barak pekerja PT NIKP/GAWI, Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Rantau Pulung.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Rantau Pulung langsung melakukan penyelidikan di lokasi dan menemukan tersangka AW.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket sabu yang disimpan dalam dompet berwarna cokelat di dapur barak pekerja.

Penyidik kemudian melakukan pengembangan setelah tersangka mengaku masih menyimpan narkotika di lokasi lain. Polisi bergerak menuju sebuah rumah di Jalan Poros Rantau Pulung–Batu Ampar SP 5, Desa Manunggal Jaya.

Dari lokasi kedua tersebut, petugas kembali menemukan sejumlah paket sabu siap edar.

Total barang bukti yang diamankan berupa 17 paket plastik klip berisi kristal putih diduga sabu dengan berat keseluruhan 41,53 gram.

Selain narkotika, polisi turut menyita satu pak plastik klip kosong, satu unit timbangan digital, satu unit telepon genggam, serta beberapa dompet yang digunakan untuk menyimpan barang bukti.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi peran masyarakat yang telah memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Identitas pelapor juga kami jamin kerahasiaannya. Peran masyarakat sangat membantu dalam upaya pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Rantau Pulung yang dinilai cepat merespons laporan hingga berhasil mengungkap kasus tersebut.

Menurut Fauzan, sabu seberat 41,53 gram yang berhasil diamankan berpotensi merusak puluhan hingga ratusan masyarakat apabila sempat beredar.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di wilayah Kutai Timur. Pengungkapan ini akan terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar,” tegasnya.

Saat ini tersangka AW beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Rantau Pulung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Api Melalap Rumah Dua Lantai di Sangatta Utara, Tidak Ada Korban Jiwa

0

SANGATTA – Sebuah rumah dua lantai di Jalan APT Pranoto RT 36, Sangatta Utara, ludes dilalap api pada Minggu (31/5/2026) malam.

Bangunan yang berada di samping Toko Kurnia Raya tersebut mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran pertama kali dilaporkan warga ke Pos Utama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur sekitar pukul 19.08 Wita.

Tak berselang lama, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.13 Wita untuk melakukan pemadaman.

Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, mengatakan petugas segera berupaya mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

“Laporan kami terima pukul 19.08 Wita dan unit tiba di lokasi pukul 19.13 Wita. Petugas langsung melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya,” ujarnya kepada Media Kaltim.

Besarnya kobaran api membuat petugas harus berjibaku selama lebih dari satu jam. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.10 Wita setelah proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Disdamkartan Kutim mengerahkan satu unit fire dan satu unit suplai dari Pos Utara serta dua unit fire dan satu unit suplai dari Pos Pendidikan.

Selain petugas damkar, aparat kepolisian dan TNI juga turut membantu pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Eko, hingga saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Korban jiwa nihil, korban luka juga tidak ada. Kendala di lapangan juga tidak ada sehingga proses pemadaman dapat berjalan lancar,” katanya.

Petugas saat ini masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kebakaran serta menghitung total kerugian material akibat peristiwa tersebut. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

TAB PPU Tegaskan Bukan Saingan Ormas Adat, Fokus Perkuat Persaudaraan

0

PENAJAM PASER UTARA – Organisasi kemasyarakatan berbasis budaya Pasukan Merah Tameng Adat Borneo (TAB) resmi memperkuat eksistensinya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang berlangsung di Pantai Nusantara Batakan, Balikpapan, pada 30–31 Mei 2026.

Penyerahan SK dilakukan langsung Ketua Umum TAB, Basuki, SKM., MH., selaku Panglima Besar Tameng Adat Borneo sebagai penanda resmi berdirinya kepengurusan TAB di Kabupaten PPU.

Ketua TAB PPU, Budi Hermawan, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai daerah yang datang memberikan dukungan terhadap organisasi yang mengusung semangat persatuan adat dan budaya Kalimantan tersebut.

Menurutnya, 30 Mei 2026 menjadi tonggak sejarah berdirinya TAB PPU secara simbolis. Sementara pelantikan besar dan deklarasi resmi kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Tameng Adat Borneo tingkat Kalimantan.

“Nantinya kegiatan besar akan dilaksanakan pada Oktober 2026. Kami menargetkan kehadiran perwakilan dari lima provinsi di Kalimantan untuk bersama-sama memeriahkan kegiatan tersebut di Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TAB hadir sebagai simbol persatuan dan kesatuan masyarakat adat serta suku asli Kalimantan. Organisasi ini disebut tidak dibentuk untuk bersaing dengan organisasi adat maupun paguyuban yang telah ada sebelumnya.

“TAB hadir bukan untuk menjadi saingan organisasi mana pun. Kami ingin menjadi kekuatan baru yang mampu mempererat persaudaraan dan mendukung pembangunan di Penajam Paser Utara,” katanya.

Meski mengusung identitas budaya Borneo, TAB disebut terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen menjaga nilai budaya, persatuan, dan kebersamaan.

Ke depan, TAB PPU juga menyatakan komitmennya mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga nilai sosial budaya masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.

Dalam setiap kegiatannya, TAB mengusung salam budaya “Adil Ka’tilino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’Jubata” yang dimaknai sebagai ajakan berlaku adil kepada sesama, menjadikan nilai-nilai surga sebagai cermin kehidupan, serta hidup dalam tuntunan Tuhan.

“Filosofi ini menjadi pegangan kami dalam menjalankan organisasi dan berkontribusi untuk masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran TAB dapat menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta memperkuat identitas masyarakat Kalimantan di tengah arus perubahan pembangunan IKN. (MK)

Penulis: Deddypz
Editor: Agus S