Beranda blog Halaman 228

Pemkab Berau Harus Serius Garap Pertanian dan Perikanan

0
FOTO: Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong.

BERAU – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mendorong pemerintah daerah untuk serius menggarap sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan kelautan.

Menurutnya, tiga sektor tersebut bukan sekadar alternatif pengganti pertambangan, tetapi fondasi baru ekonomi Berau di era pasca tambang.

Namun, potensi besar tersebut dinilai masih terabaikan akibat belum optimalnya pengelolaan, terutama dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Ini bukan hanya soal potensi alam, tapi bagaimana manusianya siap mengelola. Kalau SDM kita tidak ditingkatkan, hasilnya akan tetap stagnan,” tegasnya.

Rudi menilai transformasi besar harus dimulai dari peningkatan kapasitas petani, pekebun hingga nelayan.

Dirinya mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih agresif menghadirkan program pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Baginya, pengetahuan teknis saja tidak cukup. Inovasi dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi lokal menjadi kunci agar sektor-sektor tersebut bisa benar-benar berkembang.

“Belajar dari daerah lain itu penting, tapi harus disesuaikan dengan karakter wilayah kita. Jangan hanya meniru, tapi juga berinovasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Berau sebenarnya memiliki modal yang tidak sedikit. Hamparan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, ketersediaan pupuk dan bibit, hingga akses transportasi yang semakin terbuka, baik darat, laut, maupun udara, menjadi peluang besar untuk mendongkrak produksi sekaligus memperluas pasar.

“Sayangnya, semua itu belum mampu dikelola menjadi hasil maksimal,”ujarnya.

Karena itu, Rudi mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga pelaku usaha, untuk bersama-sama memanfaatkan peluang tersebut. Ia optimistis, jika sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan digarap serius dengan dukungan SDM yang mumpuni, maka dampaknya akan sangat luas.

“Bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, pekebun, dan nelayan, tapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara keseluruhan,” pungkasnya. (adv)

Borneo FC Menang 3-2, Persaingan Juara Liga 1 Makin Panas

0
Kiper Borneo FC Samarinda Nadeo Argawinata kembali menjadi tembok kokoh di pertandingan. Foto: Instagram Borneo FC

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda sukses meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United dalam laga panas Liga 1 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026) malam.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga akhir laga. Duel kedua tim diwarnai aksi saling balas gol, intervensi VAR, hingga sejumlah penyelamatan penting dari kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.

Kemenangan tersebut membuat Pesut Etam kini mengoleksi 75 poin dan menempel ketat Persib Bandung di papan atas klasemen sementara Liga 1.

Memasuki babak kedua, pelatih Borneo FC Pieter Huistra melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Kaio Nunes dan Komang Teguh menggantikan M. Sihran serta C. Santos.

Pergantian itu langsung memberi dampak besar bagi permainan Borneo FC.

Pada menit ke-49, Mariano Peralta mencetak gol penyeimbang lewat aksi individu dan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Bali United. Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum pertandingan kemudian berubah semakin panas. Bali United beberapa kali memperoleh peluang emas, namun berhasil digagalkan Nadeo Argawinata.

Pada menit ke-51, ke-55, hingga menit ke-63, Nadeo tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga Borneo FC tetap bertahan dalam laga.

Puncak drama terjadi pada menit ke-69 ketika wasit meninjau VAR akibat dugaan handsball Bagas Adi di kotak penalti.

Setelah pemeriksaan VAR, wasit menunjuk titik putih untuk Borneo FC.

Mariano Peralta yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-74 dan membawa Borneo FC berbalik unggul 2-1.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Bali United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol bunuh diri Caxambu setelah kemelut di depan gawang.

Borneo FC kembali menunjukkan mental kuat. Pada menit ke-78, Juan Villa sukses mencetak gol kemenangan setelah menerima umpan matang dari Kaio Nunes.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Pesut Etam.

Laga semakin menegangkan di 10 menit terakhir. Borneo FC sebenarnya sempat mencetak dua gol tambahan melalui Obieta pada menit ke-80 dan Juan Villa pada menit ke-90.

Namun kedua gol itu dianulir VAR karena posisi offside.

Di masa injury time tujuh menit, Borneo FC juga harus kehilangan Alfarezi Buffon akibat cedera salah tumpu dan digantikan Ardi Idrus.

Meski terus ditekan Bali United hingga akhir pertandingan, lini pertahanan Borneo FC yang dipimpin Ahmad Agung berhasil menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Borneo FC dalam persaingan perebutan gelar juara Liga 1 musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

320 WNA Terlibat Judol, Polri Kejar Sponsor dan Penyewa Gedung

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn11mei2026/mobile/

“Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Angkat Pentingnya Waktu Bersama Keluarga

0
Poster film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Antusiasme penonton terhadap film drama keluarga “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” terus meningkat menjelang penayangan resminya pada 13 Mei 2026.

Film produksi Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios itu bahkan dilaporkan sold out di sejumlah kota dalam program “Nonton Duluan” yang digelar serentak di 40 kota di Indonesia.

Di Samarinda, penonton memadati CGV Plaza Mulia pada Minggu (10/5/2026) untuk menyaksikan lebih awal kisah emosional keluarga Yuke dan Kesha sebelum tayang nasional.

Film karya sutradara Kuntz Agus dengan skenario tulisan Alim Sudio tersebut mengangkat tema tentang caregiving, kehilangan ingatan, dan pentingnya memori keluarga.

Cerita berfokus pada Kesha yang diperankan Yasmin Napper, seorang mahasiswi film yang sedang memasuki fase dewasa dan ingin hidup mandiri.

Namun kehidupannya berubah ketika sang ibu, Yuke Yolanda yang diperankan Lulu Tobing, mulai kehilangan ingatan akibat penyakit Alzheimer.

Di tengah konflik keluarga dan hubungan antar saudara, Kesha harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ibunya perlahan mulai melupakan berbagai kenangan penting dalam hidup mereka.

Film ini juga dibintangi Sofia Shireen, Jordan Omar, dan Ibnu Jamil.

Suasana haru terasa sepanjang pemutaran film di Samarinda. Sejumlah penonton tampak menangis dan teringat momen kebersamaan bersama keluarga mereka masing-masing.

Salah seorang penonton, Anggi, mengaku datang bersama keluarganya untuk menonton film tersebut.

Menurutnya, film itu memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kenangan bersama orang-orang tercinta.

“Filmnya relate sekali sama kehidupan keluarga. Saya datang sama keluarga dan jujur banyak adegan yang bikin teringat masa kecil sama orang tua. Setelah nonton rasanya ingin lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga,” ujarnya.

Penonton lainnya, Rio, juga mengaku tersentuh setelah menyaksikan film tersebut.

Ia menilai kisah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu menyampaikan pesan emosional secara kuat.

“Jarang ada film keluarga yang emosinya sampai seperti ini. Banyak adegan yang bikin saya sadar kalau waktu bersama keluarga itu sangat berharga,” katanya.

Selain menghadirkan drama keluarga yang menyentuh, film ini juga mengajak penonton untuk lebih menghargai setiap memori dan waktu bersama orang-orang terdekat.

Tiket program “Nonton Duluan” masih dapat dipesan melalui aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV dan Cinepolis sebelum penayangan serentak nasional pada 13 Mei 2026. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Persib Taklukkan Persija 2-1 dalam El Clasico Indonesia di Samarinda

0
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Kemenangan atas Persija menjadi modal penting bagi Persib Bandung untuk semakin dekat mengangkat trofi juara musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Persib Taklukkan Persija 2-1 dalam El Clasico Indonesia di Samarinda

0
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Persib kini hanya membutuhkan sedikit poin lagi di sisa kompetisi untuk memastikan trofi juara resmi mendarat di Bandung. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Tewas di Gunung Dukono

0
Evakuasi dua WNA Singapura yang meninggal akibat erupsi Gunung Dukono. ANTARA/HO-SAR Ternate

TERNATE – Tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung tersebut.

“Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center,” kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, di Ternate, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat terjadi erupsi.

“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” ujarnya.

Dua korban meninggal tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya warga negara Singapura. Sementara satu korban lainnya yang sebelumnya juga dilaporkan terdampak erupsi merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Angel.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dengan membawa kantong jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko tinggi.

“Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi,” kata Iwan.

Ia mengapresiasi seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, karena tetap bekerja maksimal meski menghadapi cuaca buruk dan ancaman aktivitas vulkanik.

“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Iwan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Babullah, Polres Halmahera Utara, BPBD Halmahera Utara, serta seluruh instansi dan relawan, yang memberikan dukungan penuh selama operasi berlangsung.

Sebelumnya pada 8 Mei 2026 Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Basarnas Command Center (BCC) mengenai adanya sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E di kawasan Gunung Dukono.

Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya yang menyebutkan adanya sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak erupsi Gunung Dukono, sehingga pemerintah desa meminta bantuan SAR untuk melakukan evakuasi. (ANT/KN)

400 Kapal Ramaikan Sedekah Laut Tambaklorok

0
Prosesi sedekah laut yang dilakukan masyarakat kampung nelayan Tambaklorok, Semarang, Minggu (10/5/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

SEMARANG – Sekitar 400 kapal nelayan memadati perairan Tambaklorok, Semarang, Minggu (10/5/2026), untuk memeriahkan puncak kegiatan Sedekah Laut dan Bumi Tambaklorok 2026 yang menjadi agenda tahunan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi konsistensi masyarakat nelayan menjaga tradisi leluhur di tengah modernisasi kawasan pesisir

Ia menyampaikan bahwa tradisi sedekah laut merupakan bentuk bakti masyarakat kepada laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan. sekaligus ruang untuk meneguhkan relasi saling menjaga antara alam dan manusia.

Tradisi tahunan masyarakat pesisir utara itu menjadi wujud syukur atas limpahan hasil laut sekaligus pengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam.

“Ini adalah bakti kita kepada laut dan kita minta laut untuk menjaga kita, menjadi sumber rezeki bagi kita dan berharap bahwa laut dan manusia bisa sinergi saling membantu membawa ketenangan, ketentraman, dan kesejahteraan,” katanya.

Mengusung tema “Nguri-uri Kabudayan dan Pelestarian Tradisi”, rangkaian kegiatan diawali doa arwah jama’, khataman Al-Qur’an, dan malam tirakatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok pada Sabtu (9/5).

Puncak acara berlangsung melalui kirab kepala kerbau keliling kampung, dilanjutkan prosesi larung sesaji ke tengah laut menggunakan kapal TNI AL bersama Wali Kota Semarang.

Perayaan tersebut akan dilanjutkan dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dan ditutup pengajian akbar pada Senin (11/5) besok.

“Tradisi ini adalah bukti bahwa masyarakat tidak pernah lupa pada akarnya. Larung sesaji ini menjadi cerita tentang budaya, tentang karya, karsa, dan rasa. Dan ini adalah ucapan syukur kepada Gusti Pangeran atas limpahan dan keberkahan dari laut,” katanya.

Menurut dia, tradisi sedekah laut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem laut, sekaligus meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang belakangan sulit diprediksi.

Agustina berharap tradisi tersebut terus menjadi penguat solidaritas masyarakat pesisir sekaligus pengingat bahwa pembangunan kawasan harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan keselamatan nelayan sebagai penopang kehidupan maritim Kota Semarang. (ANT/KN)

Menteri HAM: Konflik Papua Butuh Keputusan Politik Nasional

0
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai tiba untuk memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (4/5/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/wsj

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan penyelesaian konflik Papua membutuhkan keputusan politik tingkat nasional dan pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai komponen bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Pigai menanggapi laporan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang mencatat 97 peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata di Papua sepanjang 2025 serta 26 kasus hingga April 2026.

Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/5/2026) mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat berbagai peristiwa kekerasan di Papua cepat diketahui publik dan menjadi perhatian nasional maupun internasional.

Oleh karena itu, menurut dia, setiap tindakan kekerasan harus dicegah agar tidak terus memperburuk persepsi global terhadap kondisi HAM di Indonesia.

“Berdasarkan dari catatan baik dari domestik maupun internasional menunjukkan adanya peningkatan eskalasi. Dalam hampir sebulan saja, tidak kurang dari 20 orang meninggal dalam lima peristiwa yakni Dogiyai, Yahukimo, Puncak Papua, Timika dan Tembagapura,” kata Pigai.

Ia menilai eskalasi kekerasan yang terus terjadi menunjukkan penyelesaian konflik Papua tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya melalui pendekatan kasus per kasus.

Menurut Pigai, selama ini pemerintah dan berbagai lembaga negara, termasuk Komnas HAM, lebih banyak menangani persoalan yang bersifat individual, sementara akar konflik yang lebih mendasar belum terselesaikan secara menyeluruh.

“Penyelesaian konflik Papua membutuhkan keputusan bersama yang melibatkan unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, hingga tokoh-tokoh nasional,” ujarnya.

Pigai menegaskan konflik Papua merupakan persoalan strategis nasional yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu kementerian atau lembaga tertentu.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup dialog serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menegaskan Kementerian HAM akan terus mendorong pendekatan penyelesaian konflik yang lebih terintegrasi, berkeadilan, dan berbasis penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Menurut dia, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan perlindungan warga negara di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua, sekaligus mencari solusi damai yang mampu menjawab persoalan konflik secara mendasar dan berkelanjutan. (ANT/KN)

320 WNA Terlibat Judol, Polri Kejar Sponsor dan Penyewa Gedung

0
Dua orang warga negara asing terlibat kasus perjudian online jaringan internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower turun dari bus menuju Gedung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta, Minggu (10/5/2026). ANTARA/Rio Feisal

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengumumkan sejumlah langkah lanjutan setelah mengungkapkan keterlibatan 320 warga negara asing (WNA) dan seorang warga negara Indonesia (WNI) pada kasus perjudian online atau daring (judol) jaringan internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta.

“Kami akan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penelusuran, baik itu aliran dana maupun sponsor daripada mereka,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Polisi Wira Satya Triputra di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Wira menjelaskan penelusuran aliran dana tersebut termasuk siapa yang menyewa Hayam Wuruk Plaza Tower hingga menjadi sponsor atau penyedia sarana dan prasarana untuk 321 orang tersebut. Selain itu, dia mengatakan polisi akan menganalisis komputer terkait kasus judol Hayam Wuruk.

“Kami juga masih melakukan analisis terhadap komputer dan lain sebagainya ataupun device-device (peralatan-peralatan, red.) lainnya,” katanya.

Sementara itu, dia berharap pengungkapan kasus tersebut dapat mencegah Indonesia menjadi rumah bagi sindikat judol internasional.

“Dengan pengungkapan ini, diharapkan jangan sampai Indonesia ini menjadi tempat bagi sarang perjudian online. Ini sebagai komitmen daripada kami,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/5), Polri menangkap 321 orang terkait tindak pidana judi daring atau online (judol) jaringan internasional.

Kemudian, pada Minggu, Polri mengumumkan 320 orang yang terlibat judi daring itu merupakan warga negara asing (WNA) dan penahanannya dititipkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Adapun 320 WNA yang ditangkap itu terdiri atas 228 warga Vietnam, China (57), Myanmar (13), Laos (11), Thailand (5), Malaysia (3), dan Kamboja (3). Sementara itu, seorang lainnya merupakan warga negara Indonesia dan diproses lebih lanjut di Bareskrim Polri. (ANT/KN)