Beranda blog Halaman 206

Kelompok Bawe Regok Mentawir Produksi Batik dari Pewarna Alami Mangrove

0
Batik Mentawir model syal shibori dikenakan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono oleh Ketua Kelompok Bawe Regok Mentawir, Rusnah. Foto: Atmaja Riski/MKN

NUSANTARA — Kelurahan Mentawir kini bukan hanya dikenal lewat kopi dan sirup mangrovenya. Warga setempat mulai mengembangkan produk batik berbahan pewarna alami dari buah mangrove yang kini mendapat perhatian langsung dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Dalam agenda penyerahan Surat Keputusan Pengakuan Kearifan Lokal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki bahkan meminta jajaran Otorita IKN menjadikan batik Mentawir sebagai cinderamata resmi dalam berbagai kegiatan jamuan tamu.

Produk batik tersebut diperkenalkan saat penyerahan Surat Keputusan Kepala Otorita IKN Nomor 84 Tahun 2026 tentang Pengakuan dan Pelindungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Paser di Mentawir yang berlangsung di Gedung Kemenko 3 Tower 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Basuki secara langsung meminta agar produk lokal Mentawir digunakan dalam seremoni pertukaran cinderamata resmi Otorita IKN.

“Buat apa itu, e, angsul-angsul dari Otorita. Daripada beli di tempat lain (kain batik), kita ambil dari Mentawir, ya Bu,” ujar Basuki sambil menoleh ke Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Savitri.

Batik tersebut diproduksi warga Mentawir yang tergabung dalam kelompok Bawe Regok Mentawir. Kelompok ini mengembangkan berbagai produk kain seperti ecoprint, shibori hingga batik tulis dengan pewarna alami berbahan mangrove.

Sekretaris Kelompok Bawe Regok Mentawir, Dewi, menjelaskan proses produksi kain dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu cukup panjang, terutama untuk batik tulis.

“Kalau untuk ecoprint sekali produksi bisa enam sampai sepuluh kain. Kalau shibori sekitar enam kain. Tapi untuk batik tulis pewarna alami bisa sampai satu minggu pengerjaannya,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Produk-produk tersebut kini mulai dipasarkan dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per kain, tergantung jenis dan tingkat kerumitan pengerjaan.

Dalam acara penyerahan SK kearifan lokal tersebut, syal shibori produksi Bawe Regok Mentawir turut diberikan kepada sejumlah tamu dan pejabat yang hadir. Produk tersebut disebut mendapat respons positif sekaligus menjadi simbol penguatan produk lokal masyarakat sekitar IKN.

Kehadiran batik Mentawir di forum resmi Otorita IKN dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan UMKM lokal sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat adat di kawasan penyangga ibu kota baru. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Cathlab RSUD Kudungga Diharapkan Kurangi Rujukan Pasien ke Luar Daerah

0
Foto: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan layanan Cathlab dan Mammografi di RSUD Kudungga Sangatta. Foto: Ramlah/MKN

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat layanan kesehatan modern bagi masyarakat. Sabtu (23/5/2026), Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meresmikan layanan Cathlab, Mammografi, serta gedung baru poliklinik rawat jalan di RSUD Kudungga Sangatta.

Peresmian yang berlangsung di aula lantai III RSUD Kudungga itu menjadi langkah penting peningkatan fasilitas kesehatan di Kutim. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan pembangunan fasilitas kesehatan baru bukan sekadar penambahan gedung dan alat medis, tetapi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, dan berkualitas bagi masyarakat.

“Peresmian layanan Cathlab, Mammografi, dan gedung poli baru ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin maju dan mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, keberadaan layanan Cathlab sangat penting untuk penanganan pasien penyakit jantung dan pembuluh darah yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat Kutim kini memiliki akses layanan penanganan jantung tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Harapan kami, masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan profesional di daerah sendiri,” katanya.

Selain layanan jantung, RSUD Kudungga juga kini dilengkapi fasilitas Mammografi untuk mendukung deteksi dini kanker payudara. Pemerintah menilai layanan tersebut sangat penting karena deteksi dini menjadi kunci utama keberhasilan penanganan penyakit.

Ardiansyah mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dengan rutin melakukan pemeriksaan medis secara berkala agar penyakit dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Tak hanya itu, gedung poli rawat jalan baru yang lebih representatif juga diharapkan meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus menunjang kinerja tenaga medis dalam memberikan pelayanan.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah turut menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kesehatan adalah investasi utama dalam kehidupan,” tegasnya.

Pemkab Kutim, lanjut dia, akan terus mendorong pengembangan RSUD Kudungga agar mampu menjadi rumah sakit rujukan utama di Kutai Timur dengan layanan kesehatan yang lengkap dan profesional.

“Teknologi modern harus dibarengi pelayanan yang ramah, cepat, disiplin, dan penuh empati kepada masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Dominasi Total Pesut Etam Warnai Laga Penutup di Segiri

0
Mariano Peralta saat menggiring bola dalam laga Borneo FC kontra Malut United di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Instagram Borneo FC

SAMARINDA — Borneo FC Samarinda tampil menggila saat menjamu Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Pesut Etam sukses membantai tamunya dengan skor telak 7-1 dalam laga yang berlangsung penuh dominasi.

Berbekal keunggulan 4-0 di babak pertama, Borneo FC tetap tampil agresif selepas turun minum. Pelatih langsung melakukan penyegaran dengan memasukkan M. Sihran menggantikan Ikhsan Nul Zikrak.

Serangan demi serangan terus mengalir ke pertahanan Malut United. Pada menit ke-52, Mariano Peralta kembali memperlihatkan aksi individu memukau saat melewati dua pemain lawan dari sisi lapangan. Umpan silang yang dilepaskannya nyaris berbuah gol bunuh diri setelah membentur pemain bertahan Malut United, namun kiper lawan masih mampu mengamankan bola.

Meski mencoba bermain lebih terbuka di babak kedua, Malut United tetap kesulitan membendung agresivitas tuan rumah. Ketajaman Borneo FC kembali terlihat pada menit ke-62 saat Koldo Obieta mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut usai menyambut umpan matang dari Caxambu. Skor berubah menjadi 5-0.

Memasuki menit ke-71, Obieta ditarik keluar dan digantikan Kaio Nunez. Penyerang anyar Borneo FC itu sebenarnya sempat mencetak gol indah lewat tendangan cungkil pada menit ke-75, namun wasit menganulir gol tersebut karena offside.

Malut United akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 melalui skema tiki-taka cepat yang sukses menembus lini pertahanan Pesut Etam sekaligus memperdaya Nadeo Argawinata. Skor berubah menjadi 5-1.

Namun, Borneo FC langsung merespons cepat. Hanya berselang satu menit, M. Sihran sukses memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper lawan setelah tendangan keras Mariano Peralta dari luar kotak penalti. Gol tersebut membawa Borneo FC kembali menjauh dengan skor 6-1.

Di menit-menit akhir pertandingan, pelatih Borneo FC melakukan rotasi dengan memasukkan Diego Michiels menggantikan Mariano Peralta pada menit ke-90. Sementara itu, Nadeo Argawinata juga tampil impresif dengan melakukan penyelamatan gemilang di masa injury time untuk menggagalkan peluang Malut United.

Pesta gol Pesut Etam akhirnya ditutup Kaio Nunez pada menit ke-90+4. Gol tersebut memastikan Borneo FC Samarinda menang telak 7-1 di hadapan ribuan pendukungnya sendiri di Stadion Segiri. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Truk Diduga Kehilangan Tenaga Saat Menanjak di Jalan S. Parman

0
Kondisi kendaraan usai kecelakaan antara truk dan sepeda motor di Jalan S. Parman, Kelurahan Telihan, Bontang Barat. Foto: Istimewa

BONTANG — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan S. Parman, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat, tepatnya di kawasan tanjakan seberang Empek-Empek Anda, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.01 WITA.

Insiden tersebut melibatkan sebuah truk bermuatan dan satu unit sepeda motor yang berada tepat di belakang kendaraan berat tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, truk yang sedang melintas di jalur menanjak diduga tidak mampu menahan beban muatan saat melewati tanjakan. Kendaraan kemudian kehilangan tenaga dan bergerak mundur secara tiba-tiba.

Di saat bersamaan, seorang pengendara sepeda motor berada tepat di belakang truk. Karena jarak yang terlalu dekat dan situasi berlangsung cepat, korban tidak sempat menghindar hingga akhirnya tertabrak.

“Sepeda motor korban bahkan sampai terlindas sama badan truk,” ujar Hendra, salah satu relawan IEA saat dikonfirmasi.

Akibat benturan keras tersebut, pengendara motor mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas penanganan darurat.

Relawan bersama petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan susulan di jalur tanjakan tersebut.

“Kami saat menerima informasi kejadian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pengaturan lalu lintas,” jelasnya.

Korban selanjutnya mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi menggunakan kendaraan menuju RSUD Taman Husada Bontang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Begitu melihat ada korban, kami juga bergerak cepat untuk memberikan penanganan medis sementara,” tambah Hendra.

Proses evakuasi berlangsung cukup cepat dengan bantuan warga sekitar dan tim relawan lapangan. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan dipinggirkan agar arus lalu lintas kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Belum diketahui identitas lengkap maupun kondisi pasti korban akibat kecelakaan tersebut. (MK)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

KKSS Didorong Aktif Bangun Kolaborasi Sosial di Penajam Paser Utara

0
Suasana pelantikan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Penajam Paser Utara masa bhakti 2026–2031. Foto: Istimewa

PENAJAM PASER UTARA — Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, resmi memimpin Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten PPU masa bhakti 2026–2031 dalam pelantikan yang berlangsung penuh nuansa kekeluargaan dan persaudaraan, Sabtu (23/5/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kalimantan Timur, H. Alimuddin Latief, bersama tokoh masyarakat dan berbagai elemen paguyuban di PPU.

Dalam sambutannya, Abdul Waris Muin menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan antar suku di tengah perubahan besar yang tengah dihadapi Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, keberadaan IKN akan membawa arus perpindahan masyarakat dari berbagai daerah ke PPU sehingga seluruh elemen masyarakat dituntut mampu menjaga toleransi dan memperkuat kolaborasi sosial.

“Saat ini Penajam Paser Utara memiliki magnet yang sangat kuat karena keberadaan IKN. Ini membuka peluang besar sekaligus tantangan besar karena akan banyak suku dan etnis datang ke daerah ini,” ujar Waris.

Ia menegaskan warga Sulawesi Selatan di perantauan harus tetap memegang prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan keberagaman masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya falsafah Bugis “Sipakatau dan Sipakalebbi” yang berarti saling menghormati dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, KKSS harus menjadi contoh organisasi paguyuban yang mampu menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat multietnis.

“Saya mengajak seluruh saudara-saudaraku untuk terus menjalin persaudaraan dan berkolaborasi membangun Penajam Paser Utara yang unggul, berkeadilan, sejahtera, dan berdaya saing sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tema pelantikan yang mengangkat falsafah “Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge” yang bermakna saling membantu, saling menopang, dan saling mengingatkan.

Menurutnya, nilai tersebut menjadi penting di tengah dinamika sosial dan pembangunan yang terus berkembang di PPU.

Selain berbicara soal persatuan, Abdul Waris Muin juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi dan peluang kerja akibat hadirnya IKN.

Ia meminta warga KKSS terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan agar mampu bersaing di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat.

Di sisi lain, ia turut mengapresiasi kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan dalam pembangunan PPU sejak awal proses pemekaran daerah hingga saat ini.

Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor yang diwakili Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan KKSS memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial masyarakat.

“Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam mempererat persaudaraan, menjaga nilai budaya, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujar Tohar.

Pemerintah Kabupaten PPU berharap KKSS dapat terus berkontribusi menjaga stabilitas sosial, memperkuat toleransi, serta menjadi perekat antar kelompok masyarakat di tengah percepatan pembangunan kawasan strategis nasional IKN.

“Jika hanyut saling menolong, jika jatuh saling menegakkan, dan jika khilaf saling mengingatkan. Nilai-nilai ini harus terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S

Modus Gratis Dipakai Pengedar untuk Jerat Remaja Ketergantungan Narkoba

0
Ilustrasi penyalahgunaan narkotika yang mulai menyasar kalangan remaja dan pelajar di Kota Bontang. Foto: AI

BONTANG — Kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Bontang mengalami peningkatan selama 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena peredaran narkoba kini mulai menyasar kalangan pelajar dan remaja usia sekolah.

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang mencatat sebanyak enam anak berusia 13 hingga 17 tahun telah menjalani penanganan sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 2025 lalu yang hanya mencatat tiga kasus anak terpapar narkotika.

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdani, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh pihak, terutama keluarga dan lingkungan pendidikan.

“Tahun lalu hanya ada tiga kasus saja, tetapi di tahun ini malah meningkat. Bahkan yang menjadi permasalahan, anak di bawah umur pun menjadi sasarannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Lulyana menjelaskan, tiga kasus pertama ditemukan pada periode Januari hingga Maret 2026. Kemudian pada April lalu, kembali ada tiga keluarga yang datang meminta bantuan rehabilitasi setelah anak mereka terindikasi menggunakan sabu dan obat terlarang.

Menurutnya, mayoritas anak mulai mengenal narkoba dari lingkungan pergaulan yang usianya lebih tua. Modus yang paling sering ditemukan adalah mengajak mencoba narkotika secara gratis sebelum akhirnya korban mengalami ketergantungan.

“Jadi mayoritas anak-anak mengenal narkoba dari lingkungan pergaulannya yang di atas usianya, dengan modus paling sering ditemukan seperti mengajak mencoba narkotika secara gratis sebelum akhirnya mengalami ketergantungan,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan para pelaku peredaran narkotika kini mulai menggunakan strategi menyasar remaja dengan memanfaatkan rasa ingin tahu dan tekanan lingkungan pertemanan.

Selain faktor pergaulan, BNNK Bontang juga menemukan beberapa kasus anak pengguna narkoba berasal dari keluarga yang mengalami persoalan internal maupun broken home.

“Dari sejumlah kasus yang kami tangani, beberapa di antaranya berasal dari keluarga yang mengalami persoalan internal maupun broken home,” ungkapnya.

Bahkan, dalam beberapa kasus ditemukan anak yang nekat menjual barang miliknya sendiri demi membeli narkoba akibat ketergantungan.

“Sampai ada anak yang menjual barang untuk membeli narkoba. Ini yang sangat berbahaya,” tegas Lulyana.

Ia menekankan penyalahgunaan narkotika pada usia anak dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, pendidikan, hingga masa depan mereka. Karena itu, pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan.

Terkait pengungkapan jaringan pemasok narkoba kepada pelajar, Lulyana menjelaskan BNNK Bontang saat ini lebih fokus pada langkah pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Sementara penindakan terhadap jaringan pengedar menjadi kewenangan BNN Provinsi.

“Maka kami lebih fokus kepada penyembuhan dan pencegahannya terlebih dahulu ke anak-anak yang sudah ketergantungan dengan narkoba,” terangnya.

BNNK Bontang juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor atau meminta bantuan apabila menemukan anggota keluarga yang terindikasi terpapar narkotika agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisinya semakin parah. (MK)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Neni: Rehabilitasi Bukan Akhir, Tapi Awal Kehidupan yang Lebih Baik

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyampaikan keprihatinan terkait meningkatnya kasus pelajar terpapar narkoba di Kota Bontang. Foto: Dwi S/MKN

BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus pelajar yang mulai terpapar dan mengalami ketergantungan terhadap obat terlarang maupun narkotika di Kota Bontang.

Menurut Neni, keputusan menjalani rehabilitasi merupakan langkah berani yang patut diapresiasi. Ia menegaskan rehabilitasi bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan pintu untuk memulai kehidupan yang lebih sehat dan lebih baik.

Karena itu, Neni memberikan dukungan moral kepada para pelajar dan masyarakat yang saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi agar tetap kuat dan semangat melewati tahapan pemulihan.

“Kalian tidak pernah berjalan sendirian. Ada keluarga, pemerintah, dan doa seluruh masyarakat Bontang yang terus mengiringi setiap proses pemulihan ini,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Ia berharap para peserta rehabilitasi dapat bangkit kembali, meninggalkan masa lalu yang kelam, dan kembali menjalani kehidupan secara positif.

Neni juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendukung proses pemulihan korban penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, dukungan emosional menjadi salah satu faktor penting agar mereka kembali percaya diri dan mampu beradaptasi di tengah masyarakat.

Selain itu, ia berharap seluruh proses rehabilitasi yang dijalani para peserta di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Samarinda, dapat berjalan lancar hingga benar-benar pulih.

“Tetap kuat, tetap semangat. Kami menantikan kepulangan kalian sebagai pribadi yang baru, sehat, dan siap kembali berkarya untuk kebaikan,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Yayasan Dadakan dan Permainan Vendor Mulai Disorot dalam Program MBG

0
Aktivis 98 Rahman Toha mengingatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan dijadikan ajang permainan proyek dan kepentingan rente. Foto: Fajri/MKN

JAKARTA — Aktivis 98 sekaligus mantan Ketua Umum PP KAMMI 2008, Rahman Toha, mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyalahgunakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Menurut Rahman, MBG merupakan program kerakyatan besar yang lahir dari komitmen negara membantu masyarakat kecil, terutama anak-anak Indonesia agar memperoleh asupan gizi yang layak demi menunjang masa depan generasi bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu program kerakyatan terbesar yang lahir dari keinginan kuat negara untuk membantu rakyat kecil. Utamanya untuk anak-anak Indonesia agar memperoleh asupan gizi yang layak,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan program tersebut tidak boleh dijadikan alat mencari keuntungan dengan memanfaatkan kedekatan terhadap kekuasaan, termasuk melalui praktik permainan proyek, broker anggaran, hingga jual beli pengaruh di lapangan.

“Karena itu, kepada para pejabat terkait, aparat pelaksana, pengelola program, vendor, yayasan, mitra kerja, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam MBG, jangan menjadikan program kerakyatan pemerintah ini sebagai sarana mencari keuntungan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.

Rahman menilai pemerintah sebenarnya telah memberikan ruang luas kepada masyarakat untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan MBG, mulai dari UMKM, koperasi, pengusaha lokal, yayasan sosial hingga pelaku katering daerah.

Namun di sisi lain, ia mengaku mulai melihat adanya indikasi penyimpangan di lapangan, seperti jual beli titik dapur MBG, kemunculan yayasan dadakan, permainan vendor, hingga oknum yang mengaku dekat dengan pejabat demi mendapatkan proyek tertentu.

“Belakangan mulai muncul berbagai catatan penyimpangan yang dilakukan oknum di lapangan. Misalnya penyimpangan jual beli titik dapur MBG, munculnya broker proyek, yayasan dadakan, permainan vendor, hingga oknum yang mengaku dekat dengan kekuasaan untuk memperoleh akses tertentu,” katanya.

Menurut Rahman, praktik seperti itu sangat berbahaya karena berpotensi merusak tata kelola program sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan Presiden.

“Sikap kita tegas. Program rakyat seperti MBG, jangan dijadikan bancakan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti mulai munculnya persoalan kualitas makanan di sejumlah tempat, seperti dugaan makanan basi, bahan pangan tidak layak, hingga pengurangan kualitas menu demi mengejar keuntungan lebih besar.

“Kalau hal seperti ini dibiarkan, maka yang dikorbankan bukan hanya uang negara, tetapi juga kesehatan anak-anak Indonesia,” ucap Rahman.

Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba menjadikan program MBG sebagai ladang rente dan permainan proyek.

Rahman menambahkan pengawasan program MBG perlu diperkuat dari hulu hingga hilir, mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi makanan, penunjukan vendor, pembangunan dapur, hingga laporan administrasi agar tetap transparan dan dapat diawasi publik. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Jaringan Komunikasi Nihil, Laporan Tenggelam Sempat Terkendala

0
Foto: Proses evakuasi korban tenggelam di kawasan Air Terjun Perjiwa, Kutai Kartanegara. Foto: Istimewa

TENGGARONG — Tragedi terjadi di kawasan wisata Air Terjun Perjiwa, Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat berusaha menyelamatkan pacarnya yang lebih dulu terjatuh ke aliran air.

Korban sempat berhasil menolong sang pacar ke tempat aman. Namun nahas, setelah perempuan tersebut selamat, korban justru hilang terseret derasnya arus di lokasi wisata itu.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pada Jumat (23/5/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Proses penanganan sempat mengalami kendala lantaran kondisi jaringan komunikasi di lokasi kejadian hampir tidak tersedia.

Koordinator Lapangan BPBD Kutai Kartanegara, Eko Suryawinata, mengatakan informasi awal diterima dari saksi mata yang juga merupakan pacar korban.

“Korban ingin menyelamatkan pacarnya yang terjatuh. Saat pacar korban selamat, korban terseret arus,” ujar Eko.

Menurut keterangan saksi, korban langsung berusaha menolong ketika pacarnya terjatuh ke aliran air di kawasan Air Terjun Perjiwa. Namun derasnya arus membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam.

Peristiwa tersebut bahkan sempat terekam dalam video ponsel milik pacar korban. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu petunjuk awal bagi petugas saat menerima laporan kejadian.

Selain medan yang cukup sulit dijangkau, proses pelaporan juga terkendala minimnya sinyal komunikasi di kawasan wisata tersebut.

“Kondisi jaringan di TKP nol,” katanya.

Setelah laporan diterima, tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Penyisiran dilakukan di aliran air dan titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.

Beberapa waktu kemudian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan bersama warga di lokasi kejadian.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tutup Eko. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Bahas 8 Raperda, Fraksi Soroti Masalah Disabilitas hingga Pesisir

0
Foto: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri Rapat Kerja di Gedung DPRD Bontang. (Ist).

BONTANG – DPRD Kota Bontang menggelar rapat kerja pembahasan delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), terdiri atas enam Raperda usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan dua Raperda inisiatif DPRD, Senin (18/5/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Sitti Yara. Dalam forum tersebut, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan pendapat pemerintah terhadap dua Raperda inisiatif DPRD, sementara enam fraksi DPRD memberikan pandangan umum terhadap enam Raperda usulan pemerintah daerah.

Sitti Yara menjelaskan, enam Raperda usulan pemerintah daerah meliputi penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan, perubahan pengelolaan barang milik daerah, hingga penyertaan modal kepada PT Bontang Migas dan Energi.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan Raperda tentang penyelenggaraan penanaman modal, pemberian insentif bagi pendidik swasta dan non-ASN, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang Tahun 2026–2045.

Sementara itu, DPRD Kota Bontang menginisiasi dua Raperda yakni tentang Kepemudaan dan Penanggulangan Bencana di Kawasan Industri.

“Agenda rapat kerja DPRD hari ini adalah pendapat Wali Kota Bontang terhadap dua Raperda inisiatif DPRD Kota Bontang dan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Bontang, terhadap enam Raperda inisiatif Pemerintah Kota Bontang,” ucap Sitti Yara.

Dalam rapat tersebut, fraksi-fraksi DPRD turut memberikan sejumlah catatan terhadap Raperda yang diajukan pemerintah daerah. Salah satunya terkait pentingnya penyediaan fasilitas ramah disabilitas dalam Raperda Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain itu, perlindungan kawasan pesisir juga menjadi sorotan dalam pembahasan revisi RTRW Kota Bontang Tahun 2026–2045.

Pengembangan tata ruang wilayah ke depan juga diminta mampu menyesuaikan dengan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat posisi strategis Kota Bontang sebagai daerah penyangga kawasan tersebut.

Adapun fraksi yang menyampaikan pandangan umum yakni Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS Bersama Nasdem, serta Fraksi Amanat Demokrat Bergelora.

Sitti Yara menegaskan seluruh pandangan dan pendapat yang disampaikan dalam rapat kerja tersebut, akan ditindaklanjuti dalam agenda berikutnya berupa tanggapan dan jawaban fraksi-fraksi DPRD maupun Wali Kota Bontang. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam