JAKARTA – Pemerintah mulai membahas wacana kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk 2027. Namun, keputusan tersebut belum akan diambil dalam waktu dekat karena masih memerlukan kajian, terutama terkait dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan penerimaan negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembahasan kenaikan PTKP masih berada pada tahap awal dan diarahkan untuk program tahun depan.
“Masih dalam pembahasan, karena ini untuk masih program di tahun 2027,” ujar Airlangga usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11).
Senada, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut pembahasan kebijakan tersebut belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Masih lama,” kata Suahasil.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan rencana penyesuaian batas PTKP pada 2027. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menyesuaikan batas penghasilan tidak kena pajak dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).
Meski demikian, Kementerian Keuangan masih mengkaji besaran dan skema penyesuaian yang memungkinkan. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, kajian dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan berbagai konsekuensi kebijakan.
“Ini (PTKP) masih dikaji, masih kita kaji secara mendalam,” kata Juda dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (9/10).
Menurut Juda, kenaikan PTKP berpotensi mendorong daya beli masyarakat. Sebab, semakin tinggi batas penghasilan yang tidak dikenai pajak, semakin besar pula penghasilan pekerja yang terbebas dari pajak penghasilan.
Namun, pemerintah juga harus memperhitungkan potensi berkurangnya penerimaan negara akibat penyesuaian tersebut. Karena itu, Kementerian Keuangan masih mencari titik optimal agar kebijakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kondisi fiskal.
Di sisi lain, kalangan pengusaha menyambut positif wacana tersebut. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai kenaikan PTKP dapat mengurangi beban pajak pekerja dan membantu menjaga daya beli, terutama kelompok masyarakat kelas menengah.
Dengan demikian, rencana kenaikan PTKP pada 2027 masih bergantung pada hasil kajian pemerintah. Besaran kenaikan maupun mekanisme penyesuaiannya belum diputuskan. (ANT/KN)












