Beranda blog Halaman 1123

Nomor Urut 3 Dimaknai sebagai Simbol Trisula Weda

0
Barisan pendukung Ganjar-Mahfud MD meyakini nomor urut 3 membawa keberuntungan.

KORANUSANTARA – Mendapat nomor urut 3, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengaku bersyukur. Nomor 3 punya makna khusus, yakni trisula weda. Yang berarti nilai lurus, benar, dan jujur.

Pernyataan itu disampaikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto seusai rapat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud di Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 15 November 2023.

Hasto bercerita, setelah pengundian nomor urut di KPU, Selasa malam, 14 November 2023, dirinya kebanjiran pesan singkat dari berbagai kalangan. Mereka juga memberikan respons beragam terhadap nomor urut tersebut.

Menurut Hasto, ada yang mengatakan bahwa nomor 3 adalah trisula weda yang berarti lambang lurus, benar, dan jujur. Bagi PDIP, trisula weda merupakan spirit metal dalam menghadapi pemilu yang diselenggarakan pada 14 Februari 2024.

Selain itu, lanjut Hasto, trisula weda juga mengandung suatu kesejarahan yang sangat panjang tentang makna kepemimpinan Ganjar-Mahfud dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan saat ini. Dengan nomor urut 3, Ganjar-Mahfud akan bekerja untuk memberikan jawaban yang terbaik. ’’Karena prosesnya muncul dengan jalan lurus, bukan dengan jalan manipulasi hukum di MK dan jalan mencederai demokrasi,’’ tegas mantan anggota DPR RI itu.

Dalam menghadapi Pemilu 2024, pihaknya tidak pernah panik. Sebab, Hasto menyatakan, Ganjar-Mahfud adalah pasangan yang menyatu dengan rakyat. Sebaliknya, dia menyebut, mereka yang bersekutu dengan kekuasaan dan melakukan rekayasa hukum itulah yang panik. (*) 

Anies Dampingi Kapten Timnas Temui Surya Paloh

0
Anies Baswedan memberikan keterangan usai pertemuan Timnas Pemenangan Amin dengan Surya Paloh.

KORANUSANTARA – Kapten Timnas Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), M Syaugi Alaydrus menyambangi Tower NasDem, Rabu, 15 November 2023. Didampingi Anies, mantan kepala Basarnas itu menemui Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Anies mengatakan, pertemuan dengan Surya membahas banyak hal. Terutama langkah-langkah pemenangan Amin. Selain itu, kedatangannya sekaligus memperkenalkan Syaugi kepada Surya. ”Kami bertukar pikiran bersama beliau (Surya Paloh). Intinya percakapan tentang langkah-langkah ke depan,” ujar Anies.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, ada banyak hal yang menjadi catatan untuk diantisipasi. Hanya, dirinya tidak menjelaskan secara detail catatan apa saja yang dimaksud. Yang jelas, dengan semangat perubahan, pasangan Amin siap untuk menatap kemenangan di Pilpres 2024.

Sebelumnya, Anies menyebut bahwa komposisi Timnas Pemenangan Amin terdiri atas teknokrat berpengalaman di masing-masing bidang. Pihaknya optimistis perjuangan timnas tersebut menjadi sebuah gerakan semesta yang menghadirkan perubahan untuk Indonesia yang lebih adil.

Selain Syaugi, beberapa line-up Timnas Amin antara lain Thomas Lembong, alumnus Harvard University yang juga mantan menteri perdagangan. Lalu, M Jumhur Hidayat (ketua umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/KSPSI), Leontinus Alpha Edison (co-founder Tokopedia), dan Ki Anom Suroto (dalang).

Kalangan pesantren juga ada. Di antaranya, KH Nasirul Mahasin (kakak KH Bahauddin Nursalim/Gus Baha) dan KH Maksum Faqih (Ponpes Langitan, Tuban). Adapun Novita Dewi (Dirut Jakarta Experience Board) ditunjuk sebagai sekretaris jenderal dan bendahara umum ditempati I Gede Widiade, mantan Dirut Persija Jakarta.

Syaugi menyatakan, pihaknya siap langsung bekerja memetakan, menjangkau, dan mengajak semua bergabung dalam gerakan perubahan. ’’Dalam kesebelasan ini, kita harus bermain fair dan jangan curang. Kita akan melaju sampai jadi presiden dan wapres,” tegasnya. (*) 

Jika Ingin Manfaatkan Sumber Air, Masyarakat Izin Dahulu

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina.

TANJUNG REDEB – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan terbaru terkait pemanfaatan sumber mata air.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina menuturkan, aturan yang dikeluarkan Kementerian ESDM itu mewajibkan masyarakat meminta izin terlebih dahulu jika ingin memanfaatkan sumber mata air.

Diketahui, ketentuan tersebut pun tertuang pada keputusan Kementerian ESDM Nomor 291.K/GL.01/MEM.G tahun 2023 tentang Standar Penyelenggaraan Persetujuan Penggunaan Air Tanah yang dikeluarkan pada 14 September 2023.

“Jadi masyarakat saat ini dilarang mencari sumber mata air dengan cara mengebor secara asal-asalan,” ungkap Elita saat ditemui, Rabu (15/11/2023).

Namun, lanjutnya, dengan adanya keputusan dari Kementerian ESDM tersebut, tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat Kabupaten Berau. Sebab, penggunaan sumber mata air bawah tanah atau sumur bor sangat jarang digunakan masyarakat Berau.

“Kita di Berau juga jarang menggunakan sumur. Karena kita sudah menggunakan air dari PDAM maupun dari sungai-sungai yang ada,” jelasnya.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan kepada masyarakat jika ingin menggunakan sumber mata air, mesti meminta izin terlebih dahulu guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kita tidak tahu pasti apakah ada yang menggunakan sumur sebagai sumber air. Namun, saya tetap ingatkan kalau ingin memanfaatkan air dari sumber mata air harus izin dulu,” pungkasnya. (adv/kn)

Tujuh Fraksi DPRD Berau Serahkan Laporan Hasil Reses III Masa Sidang 2023

0
Perwakilan Fraksi PPP, Suharno saat menyerahkan hasil reses III.

TANJUNG REDEB – DPRD Berau menggelar Paripurna penyampaian hasil Reses III DPRD Berau Tahun Anggaran 2023 di Ruang Rapat Gabungan Komisi, Rabu (15/11/2023).

Dari pantauan media ini, pada rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah saat penyerahan tersebut hanya ada lima fraksi yang menyerahkan secara simbolis dari tujuh frakasi yang ada di DPRD Berau.

Yakni, NasDem, Golkar, PPP, PKS dan Amanat Indonesia Raya saja yang menyampaikan dokumen hasil Reses III DPRD Berau. Sedangkan, dua lainnya, yaitu PDIP dan Demokrat berhalangan hadir.

Dikatakan Syarifatul, kedua fraksi tersebut telah menyampaikan sebelumnya, sehingga pada rapat yang terselenggara ini, pihak fraksi tidak hadir untuk menyerahkan laporan secara simbolis.

“Fraksi PDIP dan Demokrat sudah menitipkan kepada kami lebih dulu. Keduanya tidak hadir karena ada kepentingan lainnya,” bebernya.

Pada kesempatannya, Syarifatul pun memberikan apresiasi terhadap kinerja setiap fraksi, khususnya anggotanya, sebab sudah berkontribusi dalam penyampaian aspirasi masyarakat.

“Terimakasih kepada setiap fraksi yang telah menyampaikan laporan hasil reses setiap anggotanya,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Selain itu, ia mengatakan, terkait hasil reses akan dibahas pada rapat selanjutnya bersama unsur pimpinan DPRD Berau nantinya.

“Sesuai ketentuan yang ada, hasil pokok pikiran ini akan dibahas kembali di rapat selanjutnya bersama unsur pimpinan,” pungkasnya. (adv/kn)

 

Seiring Perkembangan Rumah Sakit, Dorong Peningkatan Kualitas Tenaga Medis

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Ratna.

TANJUNG REDEB – Kesehatan masyarakat menjadi indikator yang sangat penting terhadap suatu daerah. Sehingga, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kualitas tenaga medis yang mumpuni.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Ratna menuturkan, peningkatan kualitas tenaga medis harus merata. Baik itu yang bertugas di Puskesmas maupun rumah sakit.

“Pemerintah harus segera menyusun skema pelayanan dokter kepada pasien, dengan cara memberikan beasiswa kepada dokter muda agar naik kelas ke spesialis dan bisa mengabdikan ilmu yang diperoleh di Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Lanjutnya, tidak jarang pasien berobat di rumah sakit mengeluhkan kurangnya pelayanan. Hal ini yang harus diperhatikan pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

”Pada hari sabtu atau minggu pelayanan sudah tutup. Belum lagi pasien yang harus dirujuk keluar daerah agar dapat layanan intensif,” terangnya.

Politikus Golkar itu berharap, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pengembangan rumah sakit saja, melainkan juga turut memperhatikan Sumber Daya Manusia (SDM).

“SDM ini juga sangat penting, percuma kita punya perlengkapan yang mempuni tapi tidak didukung oleh SDM yang berkualitas,” tandasnya. (adv/kn)

Agar Penjualan Produk Lebih Luas, Pemerintah Harus Fasilitasi Perizinan UMKM

0
Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah.

TANJUNG REDEB – Perizinan produk UMKM lokal menjadi suatu hal yang penting, agar dapat dipasarkan dengan jangkauan yang lebih luas.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah mengungkapkan, agar para pelaku UMKM dapat dengan mudah mengantongi legalitas, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah.

“Ini sangat disayangkan, jika masih banyak UMKM kita yang terkendala izin. Padahal, produk lokal kita terus menunjukkan tren positif,” ungkapnya kepada media ini.

Ia menyebut, salah satu kendala yang banyak ditemui di lapangan adalah, produk kuliner yang belum mendapat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM).

“Banyak UMKM lokal kita yang mengurus izin-izinnya masih keteteran. Karena urus izin PIRT BPOM itu kan agak susah,” bebernya.

Dikatakannya, perizinan itu perlu diperoleh agar produk yang dihasilkan dapat go public. Makanya, para pelaku UMKM harus didampingi dan dibina. Agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara luas baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami ingin pelaku UMKM di Berau perkembangannya signifikan, sampai mereka bisa mandiri dan produk diterima pasaran,” tandasnya.(adv/kn)

Berau Tolak Ajakan Gabung Sejak 2003

0
Wakil Ketua II DPRD Berau, Ahmad Rifai.

TANJUNG REDEB – Ajakan Berau untuk bergabung ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ditolak masyarakat. Termasuk Wakil Ketua II DPRD Berau, Ahmad Rifai.

Dia mengungkapkan, penggabungan Berau-Kaltara sulit dilakukan secara teknis. Meski, pada tahun 2003 silam Berau sebagai salah satu daerah yang diminta untuk memberikan pernyataan sikap terkait berdirinya Kaltara.

“Seingat saya, itu ada lima kabupaten. Yakni Berau, Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tarakan. Tetapi hanya Berau yang tidak menyepakati,” ungkapnya.

Tidak sepakatnya Berau, berujung kepada tidak ikut bergabung dengan Kaltara atau tetap berada di Kaltim.
Alasan tidak ingin bergabungnya Berau pada Provinsi Kaltara pada saat itu, dijelaskan Rifai, berdasarkan pertimbangan terkait sisi demografi, kemampuan anggaran serta keberadaan suku heterogen yang dimiliki Berau.

“Untuk mendirikan Provinsi Kaltara saat itu memerlukan waktu yang sangat panjang, tidak mudah melakukan penggabungan. Rencana pendirian Provinsi Kaltara sebelumnya telah dilakukan sejak 2003. Sama seperti saat ini, ketika Berau kembali diminta bergabung, kalaupun Berau mau bergabung tidak semudah itu mengubah undang-undang yang telah ada,” jelasnya.

Rifai meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu yang berkaitan dengan penggabungan Berau-Kaltara, karena ditegaskannya bahwa Berau tidak akan semudah itu untuk berpindah dari sisi Kaltim.

“Selama 20 tahun ajakan ini terus kita terima, tapi tidak pernah terealisasi. Karena memang tak segampang itu, baik secara teknis maupun secara non teknis yang diputuskan masyarakat Berau,” pungkasnya. (adv/kn)

Jangan Dibiarkan Terlanjur Lama, Kekosongan Jabatan di OPD Harus Segera Terisi

0
Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo.

TANJUNG REDEB – Saat ini, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kekosongan jabatan Kepala Dinas. Hal itu disorot Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo.

Dia membeberkan, OPD yang kekosongan Kepala Dinas yakni Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Saya harap BKPSDM bisa segera melakukan lelang untuk posisi jabatan tersebut, sehingga kekosongan tidak terjadi terlanjur lama,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, dalam proses pengisian jabatan, yang terpeting adalah profesionalisme terhadap calon-calon pengisi jabatan fungsional.

“Kenapa harus profesionalisme? Agar dalam menjalankan tugasnya dapat lebih maksimal. Saya harap proses lelangnya bisa lebih cepat,” tegasnya.

Kendati demikian, pengisian jabatan dengan orang yang tepat dapat meningkatkan kualitas pelayanan instansi terkait. Sehingga, latar belakang pendidikan serta pengalaman karir yang dimiliki harus benar-benar sesuai dengan posisi jabatan tersebut.

“Misalnya posisi Kepala Dinas Kesehatan, kami berharap nantinya benar-benar diisi oleh orang yang tepat dan sesuai, sehingga program kerja kesehatan bisa langsung diterima dan berjalan dengan baik dan maksimal,” pungkasnya. (adv/kn)

Direkomendasikan KPK, Segera Selesaikan Pembangunan Gedung Baru Disbudpar

0
Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman.

TANJUNG REDEB – Pembangunan gedung baru Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus berprogres. Akan tetapi, penyelesaiannya diharapkan Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman dipercepat.

Dia menjelaskan, alasan dirinya mendorong penyelesaian pembangunan gedung baru Disbudpar tersebut berdasarkan arahan KPK.

“Arahannya itu untuk menyelesaikan seluruh progres pembangunan yang masih berjalan. Maka dari itu, kami terus dorong untuk segera diselesaikan,” ungkapnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut, harus ada keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mengawasi kegiatan proyek pembangunan.

“Yang penting jangan sampai mangkrak. Paling tidak, ada progres yang terus berjalan,” katanya.

Sakirman membeberkan, untuk penyelesaian pembangunan gedung tersebut telah dianggarkan pada tahun 2024 mendatang. Untuk itu, pihaknya terus mendorong progresnya hingga rampung dikerjakan.

“Gedung pariwisata sekarang sudah berjalan dan tahun depan mudah-mudahan bisa selesai gedung pariwisata kita itu,” pungkasnya. (adv/kn)

Pariwisata Kaltim: Potensi Besar, Perhatian Kecil

0
Kepulauan Derawan salah satu destinasi wisata yang berada di Kaltim.

SAMARINDA – Kaltim memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tidak hanya dari sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan, tetapi juga dari sektor pariwisata. Sayangnya, potensi wisata yang ada di daerah ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kaltim, Syafruddin, yang menyoroti kinerja Pemprov Kaltim dalam mengelola sektor pariwisata. Menurutnya, Pemprov Kaltim belum serius dalam mengembangkan infrastruktur penunjang pariwisata, seperti jembatan, jalan, toilet umum, dan sebagainya.

Padahal, infrastruktur yang memadai adalah salah satu faktor penting yang menentukan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan. Tanpa infrastruktur yang baik, objek-objek wisata yang ada di Kaltim akan sulit dijangkau dan dinikmati oleh wisatawan.

Syafruddin mencontohkan beberapa objek wisata yang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, seperti Pulau Derawan, Sungai Mahakam, Taman Nasional Kutai, dan Bukit Bangkirai. Ia mengatakan objek-objek wisata tersebut memiliki keindahan alam yang menakjubkan, keanekaragaman hayati yang kaya, dan nilai sejarah yang tinggi.

Namun, sayangnya, objek-objek wisata tersebut belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov Kaltim. Ia mengkritik bahwa lima tahun kepemimpinan Isran-Hadi, belum ada program atau kebijakan yang berfokus pada pengembangan pariwisata.

“Pariwisata adalah sumber alternatif pendapatan daerah yang potensial, terutama setelah habisnya sumber daya alam seperti batubara dan minyak. Pemprov Kaltim harusnya bisa melihat peluang ini dan berupaya untuk mengoptimalkan sektor pariwisata,” ujar Syafruddin.

Syafruddin mengatakan sektor pariwisata jika dikelola dengan serius, bisa menjadi sumbangsih terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengatakan Pemprov Kaltim melalui Dinas Pariwisata perlu mencari solusi alternatif untuk menunjang sumber pendapatan daerah.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Syafruddin adalah memanfaatkan momentum Ibu Kota Negara (IKN) sebagai peluang untuk mengenalkan pariwisata Kaltim ke dunia. Ia mengatakan dengan adanya IKN, Kaltim akan menjadi pusat perhatian nasional maupun internasional.

“Kita harus bisa memanfaatkan momentum IKN sebagai ajang promosi pariwisata Kaltim. Kita harus bisa bersaing dengan daerah-daerah lain yang juga memiliki potensi wisata. Kita harus bisa menunjukkan bahwa Kaltim bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan keindahan alam dan budaya,” tutur Syafruddin.

Syafruddin mengatakan sebagai wakil rakyat, ia akan mengawasi dan mengawal anggaran yang dialokasikan untuk sektor pariwisata. Ia berharap Pemprov Kaltim dapat lebih serius dan profesional dalam mengelola pariwisata.

“DPRD Kaltim berharap ada perubahan paradigma dari Pemprov Kaltim dalam melihat sektor pariwisata. Ada komitmen dan kerjasama yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata. Sehingga pariwisata Kaltim dapat berkembang dan berkontribusi bagi kesejahteraan daerah dan bangsa,” pungkas Syafruddin. (Adv/DPRDKaltim/KN)