Beranda blog Halaman 185

Kasus Hilangnya Royyan Terungkap, Polisi Pastikan Proses Hukum Transparan

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto. Foto: Istimewa

SANGATTA – Kasus hilangnya Muhammad Royyan Prasetyo (7) yang sempat menggegerkan warga Kutai Timur akhirnya terungkap. Polisi memastikan pelaku penculikan hingga dugaan pembunuhan terhadap bocah tersebut akan diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan penyidik akan menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan guna memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Kami memastikan pelaku akan diproses secara tegas. Kami berharap penanganan perkara ini dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat,” tegas Fauzan, Kamis (4/6/2026).

Kasus ini bermula ketika Royyan dilaporkan hilang pada Senin (1/6/2026) setelah tidak kembali ke rumahnya di kawasan Kampung Tator, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara.

Saat itu, informasi yang berkembang menyebut korban terakhir kali terlihat bersama seorang pria yang mengendarai sepeda motor. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Polres Kutai Timur dengan melakukan penyelidikan intensif.

Sejumlah saksi diperiksa, rekaman CCTV dianalisis, hingga berbagai petunjuk lapangan dikumpulkan untuk mengungkap keberadaan korban.

Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang pria yang diketahui berada di Kota Balikpapan. Tim gabungan Polres Kutai Timur yang dibackup Subdit Jatanras Polda Kaltim bergerak melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan pelaku di kawasan Balikpapan Barat pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.

Kapolres Kutim mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim Gabungan Polres Kutai Timur dan Polda Kalimantan Timur yang telah bekerja keras sehingga kasus ini dapat terungkap,” ujarnya.

Setelah pelaku diamankan, penyidik melakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan guna mencari keberadaan korban. Berdasarkan keterangan pelaku, tim kemudian melakukan penyisiran di sejumlah lokasi di Sangatta.

Pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 12.00 Wita, Royyan ditemukan di kawasan belakang Masjid Agung Al Farouq Sangatta dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta untuk menjalani pemeriksaan forensik.

“Atas nama keluarga besar Polres Kutai Timur, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ananda Muhammad Royyan Prasetyo. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan,” kata Fauzan.

Saat ini penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan, melakukan gelar perkara, serta mendalami motif dan seluruh rangkaian kejadian untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

Kapolres juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan memperkuat pengawasan terhadap anak-anak agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak kepolisian melalui layanan darurat 110 maupun kanal pengaduan yang tersedia,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Persib Diganjar Rp1 Miliar, KDM: Itu Uang dari Penjualan Sapi Saya

0
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan sekoper uang bonus untuk Persib melalui Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita di hadapan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Rabu (3/6/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merealisasikan janji bonus senilai Rp1 miliar untuk Persib Bandung setelah hattrick juara Super League dan bonus ini berasdal dari hasil penjualan sapi pribadi miliknya.

Uang tunai Rp1 miliar di dalam tas hitam tersebut diserahkan langsung oleh gubernur yang akrab disapa KDM kepada Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita, di tengah Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Rabu (3/6/2026).

KDM menegaskan bonus bernilai fantastis itu murni berasal dari keuntungan bisnis peternakan sapi yang ia kelola, bukan dari anggaran dinas.

“Sudah saya bilang, dari hasil jual sapi saya. Harga sapi ada yang Rp50 juta, ada yang Rp60 juta, ada juga yang paling murah Rp40 juta. Tinggal dihitung saja, Rp 1 miliar itu berapa ekor sapi,” kata KDM.

KDM membakar semangat Maung Bandung agar tidak cepat puas dan kembali membidik tahta tertinggi Super League musim depan.

Dia berjanji melipatgandakan nilai apresiasi jika Persib  memperpanjang dominasinya dalam sepak bola nasional.

“Ya, kalau juara lagi, saya kasih bonus Rp2 Miliar,” ujar Dedi.

Keberhasilan Persib merengkuh trofi juara Indonesia Super League musim ini terasa sangat istimewa bagi publik Jawa Barat lantaran Maung Bandung sukses mencatatkan rekor tiga gelar secara beruntun alias hattrick.

Merespons guyuran bonus spontan tersebut, Komisaris PT PBB Umuh Muchtar menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian besar dari KDM.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Gubernur yang sangat memperhatikan Persib. Alhamdulillah, insya Allah tahun depan Persib juara lagi. Bonus tersebut tentu saya terima dengan senang hati. Hatur nuhun Pak Gubernur,” kata Umuh.

Umuh menambahkan, manajemen PT PBB kemungkinan besar akan mengalokasikan seluruh dana segar tersebut khusus bagi para pemain Maung Bandung.

“Tadi juga saya sudah berbicara dengan Pak Glenn. Mungkin bonus itu akan diberikan khusus untuk para pemain,” jelas Umuh.

Mengenai transfer pemain demi mempertahankan gelar musim depan, Umuh enggan berkomentar, tapi  memberi sinyal bahwa manajemen siap berinvestasi besar mendatangkan pemain baru berkualitas tinggi.

“Tunggu saja sebentar lagi. Pokoknya supaya Persib bisa juara lagi. Insya Allah, Pak Glenn juga sudah bicara akan mendatangkan pemain baru yang berkualitas,” tutur Umuh. (ANT/KN)

Angin Kencang Rusak 58 Huntara di Aceh Utara, Kementerian PU Gerak Cepat

0
Sejumlah huntara yang dibangun Kementerian PU di Langkahan Kabupaten Aceh Utara rusak akibat diterjang angin kencang, di Aceh Utara, Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO/Kementerian PU

BANDA ACEH – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melakukan pendataan kerusakan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara yang hancur akibat diterjang angin kencang pada Selasa (2/6) sore.

“Tim Teknis Satker Prasarana Strategis Aceh bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku kontraktor pelaksana telah melakukan pendataan kerusakan,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), angin kencang telah merusak sebanyak 58 unit huntara di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara. Tersebar di Gampong Rumoh Rayeuk 36 unit, Buket Linteung tujuh unit, Geudumbak 10 unit, dan Gampong Langkahan lima unit.

Selain pendataan, lanjut dia, juga telah diminta kepada tim teknis untuk membantu pembersihan material bangunan terdampak, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat bagi warga.

“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujarnya.

Dody mengatakan, juga telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis (PS) Aceh untuk segera melakukan perbaikan terhadap huntara yang mengalami kerusakan agar masyarakat dapat kembali menempati hunian tersebut dengan aman dan nyaman.

“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk segera melakukan perbaikan terhadap huntara yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Langkahan,” kata Dody Hanggodo.

Tak hanya itu, Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mendirikan tenda darurat sebagai tempat penampungan sementara apabila diperlukan selama proses perbaikan berlangsung.

Berdasarkan hasil identifikasi awal tim Teknis, terdapat kerusakan pada beberapa bagian bangunan, antara lain plafon dan atap pada blok A, kebocoran plafon pada blok B, kerusakan ringan pada nok atap blok C, serta kerusakan plafon area dapur blok D.

Tim teknis Kementerian PU saat ini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan seluruh perbaikan dapat dilaksanakan secara tepat dengan target selesai 1 minggu.

Sebagai informasi, huntara di Kecamatan Langkahan merupakan salah satu fasilitas yang dibangun Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Aceh.

Pembangunan dilakukan di atas lahan yang disediakan pemerintah Aceh Utara seluas bangunan sekitar 1.440 m2, bangunan lima blok huntara di sana berkapasitas lebih kurang 60 kepala keluarga. (ANT/KN)

KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim, OTT Korupsi Izin Tinggal WNA

0
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim berjalan menuju mobil tahanan setelah keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Rio Feisal

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai muncul dari dalam Gedung Merah Putih KPK dengan menggunakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

Berdasarkan laporan pewarta ANTARA di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026), Silmy Karim berjalan menuju mobil tahanan dari dalam gedung KPK sekitar pukul 08.36 WIB.

Setelah itu, mantan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah, serta empat orang lainnya turut memakai rompi oranye KPK.

Mereka diduga menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Sebelumnya, pada 3 Juni 2026, KPK mulanya mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat. OTT tersebut diketahui merupakan yang ke-11 selama 2026.

Selain itu, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan izin tinggal warga negara asing, yakni Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Dalam operasi yang dilakukan selama 2-3 Juni 2026, KPK menangkap 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara, serta sembilan pihak swasta yang berperan sebagai perantara dalam pengurusan dokumen-dokumen keimigrasian.

Beberapa dari 17 orang tersebut adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra yang sempat menjabat Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian periode November 2024-Oktober 2025, hingga Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi periode Oktober 2024-April 2025 Saffar Muhammad Godam.

Sementara itu, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri dengan mendatangi KPK pada 3 Juni 2026. (ANT/KN)

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN sebagai Tersangka

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn4juni2026/mobile/

Hari Ini, Noel Hadapi Vonis Kasus Korupsi Pengurusan Sertifikat K3

0
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer menunjukkan buku ringkasan nota pembelaan saat jeda sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/5/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan nota pembelaan (pleidoi) terdakwa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz

JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025 Immanuel “Noel” Ebenezer Gerungan dijadwalkan menghadapi sidang pembacaan putusan majelis hakim terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3, di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Kamis (4/6/2026).

Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, menyebutkan, sidang putusan akan dimulai pada pukul 10.00 WIB di ruang sidang Kusuma Atmadja, dipimpin oleh Hakim Ketua Nur Sari Baktiana.

Sebelumnya, Noel dituntut pidana penjara selama lima tahun, denda Rp250 juta subsider 90 hari penjara, serta uang pengganti Rp4,43 miliar subsider dua tahun penjara.

Dalam kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kemenaker dan gratifikasi pada periode 2024–2025, ia didakwa melakukan pemerasan terhadap para pemohon sertifikasi atau lisensi K3 senilai Rp6,52 miliar dan menerima gratifikasi.

Pemerasan diduga dilakukan Noel bersama 10 orang terdakwa lainnya, yakni ⁠Temurila, Miki Mahfud, Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro Putro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.

Temurila dan Miki Mahfud masing-masing dituntut 3 tahun penjara; Fahrurozi 4 tahun dan 6 bulan penjara; Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi masing-masing 5 tahun dan 6 bulan penjara, Irvian Bobby Mahendro Putro 6 tahun penjara, serta Hery Sutanto 7 tahun penjara.

Selain pidana penjara, 10 terdakwa tersebut juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp250 juta subsider pidana penjara selama 90 hari.

Tak hanya itu, beberapa terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti karena telah menikmati aliran dana korupsi, yakni Hery sebesar Rp4,73 miliar; Subhan Rp5,8 miliar; Gerry Rp13,26 miliar; Bobby Rp60,32 miliar; Sekarsari Rp42,67 miliar; Anita Rp14,49 miliar; Supriadi Rp19,81 miliar; serta Fahrurozi Rp233,01 juta, masing-masing dengan subsider 2 tahun penjara.

Disebutkan bahwa para pemohon sertifikasi K3 yang diperas para terdakwa, antara lain Fanny Fania Octapiani, Fransisca Xaveriana, Grhadini Lukitasari Tasya, Intan Fitria Permatasari, Muhammad Deny, Nicken Ayu Wulandari, Nur Aisyah Astuti, Octavia Voni Andari, Shalsabila Salu, dan Sri Enggarwati.

Secara rinci, pemerasan diduga dilakukan untuk menguntungkan para terdakwa yang disidangkan bersamaan tersebut, yang terdiri atas Noel diuntungkan sebesar Rp70 juta; Fahrurozi Rp270,95 juta; Hery, Gerry dan Sekarsari masing-masing Rp652,24 juta; Subhan dan Anitasari masing-masing Rp326,12 juta; Bobby Rp978,35 juta; serta Supriadi Rp294,06 juta.

Selain itu, menguntungkan pula Haiyani Rumondang sebesar Rp381,28 juta; Sunardi Manampiar Sinaga Rp288,17 juta; Chairul Fadhly Harahap Rp37,94 juta; Ida Rochmawati Rp652,24 juta; serta Fitriana Bani Gunaharti dan Nila Pratiwi Ichsan masing-masing Rp326,12 juta.

Sementara, gratifikasi yang diduga diterima Noel berupa uang senilai Rp3,36 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler warna biru dongker, dari aparatur sipil negara (ASN) Kemnaker dan pihak swasta lainnya, selama menjadi wamenaker.

Atas perbuatannya, eks Wamenaker tersebut terancam pidana yang diatur dalam Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf b dan Pasal 12 B juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20 Tahun 2001 jo. Pasal 20 huruf c jo. Pasal 127 ayat (1) KUHP Nasional. (ANT/KN)

Prabowo Perintahkan BPKP dan PPATK Telusuri Dugaan Korupsi di BGN

0
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada acara konsolidasi nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). (ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana setelah mengetahui adanya indikasi penyelewengan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam Konsolidasi Nasional Program MBG yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6), Presiden menuturkan laporan tersebut diterimanya beberapa waktu lalu dan berkaitan dengan indikasi penyimpangan yang melibatkan unsur pimpinan di lembaga tersebut.

“Jadi, memang sudah beberapa saat, saya mendapat laporan. Ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan, dari pimpinan,” kata Prabowo.

“Waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil beberapa pejabat lain, saya tanya, ‘tolong saya mendapat laporan tentang BGN,” sambungnya.

Prabowo menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan para pejabat tersebut, dirinya meminta penelusuran lebih lanjut terkait laporan mengenai BGN.

Menurutnya, peran pemimpin sangat menentukan kualitas sebuah organisasi, sehingga persoalan pada tingkat pimpinan dapat berdampak besar terhadap kinerja lembaga.

Presiden menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan BGN sangat penting bagi bangsa dan negara karena menyasar masyarakat yang membutuhkan bantuan serta mendukung peningkatan kualitas generasi penerus.

Program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, ucapnya, merupakan salah satu instrumen yang digunakan banyak negara maju untuk mengurangi kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda.

Presiden juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan lembaga pengawasan dan penegak hukum dalam menangani dugaan penyimpangan.

Kepala Negara meminta BPKP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan aparat penegak hukum lainnya menyampaikan kebutuhan yang diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan tugas mereka.

“Kepala BPKP, apa yang kau butuh? Kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu, lapor, saya penuhi. Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu, saya penuhi. Kalau perlu yang sekian T (triliun) kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung, ya. BPKP, KPK, semua penegak hukum harus kita perkuat,” tegas Presiden.

Menurut Prabowo, penguatan terhadap lembaga pengawasan dan penegak hukum diperlukan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan uang rakyat serta menjaga wibawa pemerintah dan negara.

“Saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan, tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegasnya. (ANT/KN)

Purbaya Optimistis Rupiah Menguat, Fundamental Ekonomi RI Dinilai Tetap Kokoh

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Rapat bersama DPR RI, Rabu (3/6/2026).

JAKARTA – Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan menjadi faktor utama yang menopang stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah saat ini fokus menjaga fondasi ekonomi agar pertumbuhan nasional terus berlanjut dan semakin kuat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat kerja pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) di DPR RI, Rabu (3/6/2026).

“Yang menjadi kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi agar terus berjalan dan semakin kuat. Pada akhirnya, kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya,” ujar Purbaya.

Menurutnya, kekuatan ekonomi domestik akan semakin didukung oleh implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Indonesia (DHE-SDI) yang mulai berjalan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pasokan devisa di dalam negeri sehingga memperkuat likuiditas valuta asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pemerintah meyakini kombinasi antara fundamental ekonomi yang terjaga dan peningkatan devisa hasil ekspor yang masuk ke sistem keuangan nasional akan menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan sektor keuangan Indonesia.

Selain berdampak pada stabilitas nilai tukar, kebijakan DHE-SDI juga dinilai mampu memperkuat sistem keuangan nasional melalui peningkatan likuiditas serta pengawasan yang lebih baik terhadap pengelolaan devisa hasil ekspor.

“Seharusnya dalam waktu dekat dampak kebijakan DHE-SDI mulai terlihat. Ketika sentimen yang berkembang di pasar mulai mereda, didukung oleh masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri, maka rupiah memiliki peluang untuk kembali menguat,” katanya.

Pemerintah menilai pergerakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek masih dapat dipengaruhi berbagai sentimen global maupun rumor yang berkembang di pasar keuangan. Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengubah fakta bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu menjadi penyangga utama stabilitas ekonomi nasional.

Lebih lanjut, pemerintah memandang kebijakan DHE-SDI sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia sekaligus memastikan manfaat hasil ekspor sumber daya alam dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian domestik.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai otoritas terkait guna menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Dengan fundamental ekonomi yang solid, kebijakan yang konsisten, serta meningkatnya pasokan devisa dari implementasi DHE-SDI, pemerintah optimistis Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Pewarta/ Editor: Nicha R

DPRD Mahulu Minta Pengawasan Bantuan Rumah Diperketat

0
Wakil Ketua Komisi II DPRD Mahulu, Desiderius Dalung Lasah, saat mengikuti RDP bersama instansi terkait membahas bantuan perumahan. Foto: Istimewa

UJOH BILANG – Desiderius Dalung Lasah meminta Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Mahakam Ulu dan Bappedalitbangda Mahakam Ulu lebih serius memperhatikan program bantuan perumahan agar benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Desiderius saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama instansi terkait di DPRD Mahulu, Rabu (3/6/2026).

RDP tersebut turut dihadiri anggota Komisi III Subhan Nor, Kepala DPUPKP Didik Subagya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah Bappedalitbangda Dhespy Tandi Pasaruan beserta jajaran staf terkait.

Dalam rapat tersebut, Desiderius menekankan pentingnya validasi data penerima bantuan perumahan agar program yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar tepat sasaran.

“Program perumahan harus tepat sasaran. Jangan sampai ada warga yang layak menerima tapi terlewat, sementara yang tidak berhak justru masuk data,” tegasnya.

Menurutnya, program bantuan perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus diawasi secara serius, terutama di wilayah Mahakam Ulu yang masih memiliki tantangan infrastruktur dan permukiman di sejumlah kampung.

Karena itu, DPRD Mahulu meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan lapangan sekaligus memperbaiki proses pendataan penerima manfaat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Desiderius berharap rapat dengar pendapat tersebut menjadi evaluasi bersama bagi instansi terkait untuk meningkatkan ketepatan program bantuan perumahan di Mahulu.

Dengan validasi data yang lebih baik dan pengawasan yang lebih maksimal, DPRD Mahulu berharap bantuan perumahan benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan warga di wilayah pedalaman Mahakam Ulu. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Hendrikus Keling Soroti Validitas Data Bantuan Perumahan

0
Ketua Komisi II DPRD Mahulu, Hendrikus Keling, menegaskan pentingnya transparansi data perencanaan pembangunan dan bantuan perumahan tepat sasaran. Foto: Istimewa

UJOH BILANG – Hendrikus Keling meminta Bappedalitbangda Mahakam Ulu dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Mahakam Ulu segera menyerahkan data perencanaan pembangunan kepada DPRD Mahulu guna memastikan proses pembangunan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Permintaan tersebut disampaikan Hendrikus usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama instansi terkait di ruang rapat DPRD Mahulu, Rabu (3/6/2026).

“Dalam RDP itu, Komisi II meminta pihak terkait segera menyerahkan data perencanaan pembangunan. Tujuannya agar mekanisme perencanaan berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Menurut Hendrikus, keberadaan data perencanaan yang valid dan terkini sangat penting sebagai dasar pengawasan DPRD terhadap program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan bantuan perumahan dan infrastruktur masyarakat.

Ia juga menyayangkan hingga saat ini sejumlah data yang dibutuhkan DPRD belum pernah disampaikan secara lengkap oleh instansi terkait.

Lebih lanjut, Hendrikus menegaskan Komisi II DPRD Mahulu ingin memastikan program bantuan perumahan benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Komisi II mendorong agar program bantuan perumahan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mahakam Ulu yang membutuhkan. Jangan sampai ada yang tercover, ada yang tidak,” tegasnya.

Menurutnya, validasi data penerima bantuan menjadi hal penting agar tidak terjadi ketimpangan maupun kesalahan sasaran dalam penyaluran program pemerintah.

RDP tersebut juga diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam proses pembangunan daerah.

Dengan keterbukaan data dan koordinasi yang lebih baik, DPRD Mahulu berharap seluruh program pembangunan maupun infrastruktur dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Mahakam Ulu. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S