Beranda blog Halaman 154

Menko Polkam Tinjau Kilang Balikpapan, Pastikan Ketersediaan BBM Dampak Konflik Timur Tengah

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengunjungi Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) untuk memastikan ketahanan energi nasional dalam mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) menyambut Idulfitri 1447 H.

“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional PSN (Proyek Strategis Nasional) RDPM (Refinery Development Master Plan) Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” kata Djamari saaat mengunjungi kilang di KPB, dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) yang diterima di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Menurut Djamari, saat ini pemerintah tengah fokus menjaga ketersediaan BBM untuk mengantisipasi kelangkaan pasca terjadinya konflik di Timur Tengah.

Karenanya, dirinya meminta aparat keamanan, badan usaha milik negara (BUMN) hingga pemerintah daerah untuk tetap menjaga pasokan BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Agar PSN RDMP Balikpapan ini benar-benar dijaga sebaik mungkin bersama-sama oleh semua pihak terkait. Pangdam dan Kapolda agar pelihara dan tingkatkan keamanan wilayah. Jalur laut agar dijaga ketertibannya sehingga tidak ada kejadian atau kecelakaan yang merusak jalur pipa minyak,” jelas Djamari.

Dalam kunjungannya, Djamari juga sempat meninjau beberapa fasilitas kilang serta bertemu pemerintah daerah, aparat keamanan setempat hingga Direktur PT KPB Bambang Harimurti.

Bambang pun sempat menyampaikan laporan kinerja PSN RDMP Balikpapan kepada Djamari.

Bambang melaporkan bahwa sampai dengan hari ini progres PSN RDMP sudah mencapai lebih dari 97 persen dan operasional produksi berjalan baik untuk mendukung, kebutuhan energi nasional.

“Kilang Balikpapan tidak secara langsung terpengaruh dengan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah, karena sumber minyak mentahnya bukan dari sana melainkan dari lokal Indonesia dan seputar Asia Tenggara,” kata Bambang kepada Djamari.

Walau sampai saat persediaan BMM terbilang aman, Bambang memastikan pihaknya akan tetap berupaya memperbanyak pasokan untuk mengantisipasi dampak dari konflik timur tengah.

Djamari pun juga berharap seluruh langkah antisipasi yang dilakukan PT KPB dapat menjaga ketersediaan BBM untuk masyarakat. (ANT/KN)

Buaya Makin Meresahkan, Pemkot Bontang Siapkan Penanganan Terpadu

0

BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kemunculan buaya yang dinilai semakin membahayakan warga.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menginstruksikan agar dilakukan penangkapan dan penanganan terhadap satwa liar tersebut yang mulai muncul di kawasan perairan hingga mendekati permukiman.

Instruksi ini menyusul sejumlah insiden yang menimbulkan keresahan masyarakat. Pemerintah menilai populasi buaya di beberapa titik sudah melewati batas wajar dan berpotensi mengancam keselamatan warga.

“Terkait buaya yang sebelumnya telah ditangkap, pemerintah berencana melakukan observasi lebih lanjut. Satwa tersebut rencananya akan dibawa ke Samarinda untuk penanganan khusus oleh pihak yang berkompeten,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Selain upaya penangkapan, Pemkot Bontang juga akan memasang papan imbauan di sejumlah titik rawan. Peringatan tersebut ditujukan agar masyarakat tidak berenang atau beraktivitas di wilayah laut, sungai, dan perairan lain yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Langkah lanjutan yang tengah disiapkan yakni melibatkan pawang buaya untuk melakukan penanganan di lokasi-lokasi yang dilaporkan sering menjadi titik kemunculan. Titik tersebut akan didata dan menjadi fokus penertiban secara bertahap.

“Sekarang ini sudah kelewatan. Di mana-mana ada buaya, bahkan sampai ke daerah daratan serta area pemakaman pun ada. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait jika melihat kemunculan buaya di sekitar permukiman. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah insiden serupa terulang. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

BPJS Aktif, Korban Gigitan Buaya di Bontang Mulai Membaik

0

BONTANG — Korban serangan buaya di kawasan Rawa-Rawa, Kelurahan Loktuan, kini telah mendapatkan jaminan pelayanan BPJS Kesehatan dan kondisinya dilaporkan mulai berangsur membaik.

Sebelumnya, korban diketahui tidak memiliki BPJS maupun Kartu Keluarga (KK), sehingga sempat mengalami kendala dalam proses administrasi rumah sakit dan pembiayaan perawatan medis.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa sejak dua hari lalu kepesertaan BPJS korban telah aktif sehingga seluruh biaya pengobatan kini ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Awalnya korban tidak punya BPJS, bahkan KK pun juga tidak ada. Jadi kami terus berkoordinasi agar bisa dibikinkan BPJS. Alhamdulillah, dua hari lalu BPJS-nya sudah aktif,” ujarnya saat ditemui, Selasa (3/3/2026).

Ia mengungkapkan, tanpa jaminan kesehatan, biaya perawatan korban di rumah sakit diperkirakan mencapai Rp28 juta dan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga.

“Kebetulan ini anaknya masuk kategori kurang mampu bahkan KK pun tidak punya. Jadi dibantu proses administrasinya dan sekarang sudah aman, tinggal masa pemulihan,” tambahnya.

Meski kondisi korban disebut berangsur membaik, ia masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit hingga benar-benar pulih.

Pemkot Bontang juga mempercepat pengurusan administrasi kependudukan, termasuk pembuatan KK yang sebelumnya belum dimiliki korban, agar tidak lagi terkendala dalam akses layanan kesehatan maupun pendidikan ke depan.

Pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah yang sigap membantu proses administrasi di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.

Saat ini, fokus utama adalah memastikan pemulihan korban berjalan optimal sembari terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap kemunculan buaya di kawasan perairan dan permukiman. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Sekolah di KIPP IKN Siap Beroperasi 2026, Konsep Smart dan Digital

0

NUSANTARA — Infrastruktur pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki tahap akhir penyelesaian. Sejumlah bangunan sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA dipastikan siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2026.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menyatakan kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung perpindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN, termasuk TNI dan Polri yang akan membawa serta keluarganya.

“Bidang pendidikan di IKN sudah mulai siap untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara,” ujar Suwito belum lama ini.

Pantauan di kawasan 1A KIPP IKN menunjukkan gedung SMP telah rampung secara fisik. Penataan taman di area depan sekolah juga sudah tertata. Gedung SD dan SMA yang berada dalam satu kawasan pun terlihat hampir siap, termasuk proses pengisian mebeler yang dilakukan secara bertahap.

SMA Taruna Nusantara disebut menjadi salah satu institusi yang siap menerima angkatan pertamanya di IKN. Selain itu, hadir Sekolah Garuda serta Sekolah Terpadu Kementerian Agama untuk melengkapi pilihan kurikulum nasional.

Tak hanya sekolah nasional, pembangunan sekolah internasional juga mulai bergerak. Australian Independent School (AIS) tengah menggarap lokasinya yang berada di dekat Swissotel Nusantara.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menegaskan pembangunan pendidikan tidak berhenti pada fisik bangunan. Otorita IKN juga melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah eksisting di wilayah sekitar IKN guna mencegah kesenjangan kualitas antara penduduk lama dan pendatang.

“Pelayanan dasar adalah hak konstitusional dan kunci agar ASN bisa bekerja dengan tenang,” ujar Troy.

Sementara itu, Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, menjelaskan model pembelajaran di IKN akan mengarah pada sistem smart learning berbasis digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan robotik.

“Sistem pendidikan dan belajarnya tentunya harus menyelaraskan dengan visi misi IKN. Sudah harus mengarah ke pembelajaran smart. Robotik, AI, semua digital,” tegas Agung.

Dengan kesiapan sarana dan konsep pembelajaran modern tersebut, IKN menargetkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya menunjang relokasi pemerintahan, tetapi juga menjadi model pendidikan masa depan berbasis teknologi dan transformasi digital. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Menkopolkam Tinjau IKN, Infrastruktur Dinilai Siap Tampung ASN

0

NUSANTARA — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, Selasa (3/3/2026). Ia tiba di Base Ops Lanud Dhomber, Balikpapan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Didampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Menkopolkam disambut Kepala Otorita IKN setibanya di kawasan KIPP. Dalam kunjungan tersebut, Djamari meninjau sejumlah fasilitas utama serta memastikan kesiapan infrastruktur pendukung pemindahan kementerian dan aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, infrastruktur di Nusantara sudah cukup siap untuk mendukung proses relokasi secara bertahap.

“Personelnya sebagian sudah bisa masuk dan hadir di sini. Karena fasilitasnya sudah ada, mulai dari tempat tinggal, rumah sakit, sekolah, bahkan pasar hingga lapangan terbang juga sudah ada di sini. Jadi, sangat mudah untuk dijangkau,” ujar Djamari di lokasi.

Ia berharap kementerian-kementerian yang telah siap dapat memulai proses pemindahan secara bertahap dalam waktu dekat.

Rangkaian kunjungan diawali dengan penanaman bibit pohon Nyatoh di Plaza Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Selanjutnya, rombongan meninjau kawasan Istana Negara dan Istana Garuda. Kegiatan di IKN ditutup dengan salat dzuhur berjamaah di Masjid Negara IKN.

Usai dari IKN, Menkopolkam dijadwalkan menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi bidang politik dan keamanan dalam mendukung pembangunan serta pengamanan kawasan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

Turut hadir dalam penyambutan antara lain Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy, serta Danlanud Dhomber Kolonel Kisworo. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Tekan Angka Putus Sekolah, Desak Beasiswa dan Pemenuhan Sapras Pendidikan

BERAU – Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung menilai pemerintah daerah perlu melakukan intervensi secara khusus terhadap angka putus sekolah.

Menurutnya, intervensi ini dengan menerbitkan berbagai kebijakan yang dapat meringankan beban ekonomi para siswa dari keluarga tidak mampu.

Nurung menyebut, banyak anak terpaksa berhenti sekolah karena tidak mampu menanggung biaya pendidikan yang meliputi kebutuhan belajar sehari-hari.

“Ya, memang harus adil pemerintah dalam soal ini. Minimal, pertama bagaimana memetakan dan memberikan beasiswa terhadap siswa-siswa yang memang tidak memiliki kemampuan secara ekonomi,” ujarnya.

Selain beasiswa, pemerintah daerah diharapkan dapat memenuhi sarana yang diperlukan siswa untuk proses belajar, seperti pakaian sekolah, buku hingga perlengkapan belajar lainnya.

“Saya rasa ini perlu serius untuk dipikirkan, bagaimana pemerintah bisa membantu anak-anak dengan menyiapkan kebutuhan mereka di sekolah,” katanya.

Untuk mengetahui penyebab tingginya angka putus sekolah, Nurung nilai perlu mendalami data tentang permasalahan tersebut dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Perlu analisis, kita akan berdiskusi dengan dinas terkait. Pasti dia punya data kajian terhadap itu dan sudah punya rencana kerja untuk menyelesaikannya,” paparnya.

Menurutnya, pemerintah juga harus berpegang pada amanat undang-undang untuk menjamin akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama kalangan yang tidak mampu.

“Intinya, semua anggaran untuk sektor vital ini harus dikelola, disesuaikan dengan kebijakan pusat,” tegasnya.

Kendati demikian, dengan adanya intervensi dan kolaborasi lintas pemerintah daerah, Nurung berharap angka putus sekolah dapat ditekan.

“Pendidikan harus menjadi lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkendala masalah biaya,” tegasnya. (adv)

Digitalisasi Pendidikan Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

BERAU – Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris menyatakan digitalisasi pendidikan di Bumi Etam mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Kata dia, salah satunya adalah program Bupati Berau mengenai 1.000 laptop untuk guru yang bertujuan menyediakan perangkat teknologi bagi tenaga pendidik untuk mendukung pembelajaran digital.

“Konsep pembelajaran digital mulai diterapkan, menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, meski tetap membuka ruang untuk tatap muka,” katanya.

Menurutnya, digitalisasi ini membawa keuntungan dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan interaktif.

“Digitalisasi ini mampu menciptakan interaksi yang lebih hidup di dalam kelas, baik untuk murid maupun tenaga pengajar,” jelasnya.

Politikus Partai Demokrat ini juga mendorong para guru untuk mengimplementasikan program digitalisasi pendidikan dengan baik.

“Sejauh ini saya melihat banyak guru yang sudah cukup terampil, tetapi perlu penguatan dan pemerataan keterampilan ini,” katanya.

Namun, keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya bergantung oleh program dan konsepnya, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur memadai seperti listrik dan internet yang stabil hingga ke wilayah terpencil.

“Digitalisasi butuh dukungan listrik dan internet yang stabil agar dapat berjalan dari hulu ke hilir,” pungkasnya. (adv)

Minta Pemkab Berau Beri Perhatian Khusus untuk Pelaku UMKM

BERAU – Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo mendorong pemerintah agar memberikan perhatian khusus kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, ini dilakukan sebagai bentuk upaya daerah terhadap peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat kabupaten paling utara provinsi Kaltim ini.

“UMKM sendiri memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kontribusi UMKM sangat diandalkan untuk stabilitas ekonomi tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Dia menyebut pemerintah dapat mengambil langkah startegis untuk memberdayakan UMKM lokal terutama sektor unggulan seperti pertanian, peternakan dan perikanan.

Sujarwo mengatakan penguatan sektor UMKM demi Berau yang mandiri di masa depan secara ekonomi.

“Ada banyak aspirasi masyarakat yang meminta UMKM dapat diberdayakan dengan baik. Keterbatasan fasilitas dan bahan baku produksi menjadi masalah utama para pelaku UMKM,” tuturnya.

Selain itu, politikus NasDem ini juga akan mendorong pemerintah melakukan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para pelaku UMKM.

“Keterampilan pelaku UMKM akan meningkatkan jumlah produk yang lebih inovatif dan berdaya saing. Upaya ini juga dilakukan untuk menciptakan pelaku UMKM yang kompeten dan mampu bersaing di pasar lokal bahkan pasal global,” tutupnya. (adv)

Kemenhaj: 6.047 Jamaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn3mar2026/mobile/

Istri Ali Khamenei Dilaporkan Meninggal Dunia di Tengah Eskalasi Konflik

TEHERAN – Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh, meninggal dunia, menurut laporan kantor berita Mehr pada Senin (2/3/2026).

Sebelumnya pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target-target Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan banyak korban sipil.

Iran kemudian membalas aksi tersebut dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan infrastruktur militer AS di Timur Tengah.

Pada Ahad (1/3), stasiun TV pemerintah Iran mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior lainnya, tewas dalam serangan AS ke Iran. Iran menuding AS dan Israel telah melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Ali Khamenei.

Istri sang Pemimpin Tertinggi Iran itu, yang dalam kondisi koma, meninggal sebagai martir, seperti dilaporkan Mehr.

Dalam pernyataan resmi pada Minggu (1/3), Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan serangan gabungan itu melanggar prinsip dan norma hukum internasional, termasuk Piagam PBB.

“Tindakan teroris oleh AS dan rezim Zionis (Israel), yang melakukan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi serta pejabat tinggi lainnya melalui agresi militer terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional negara (Iran), merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seluruh prinsip dan norma internasional,” sebut pernyataan itu.

Menurut pemerintah Iran, penggunaan kekuatan militer terhadap pimpinan negara berdaulat tidak dapat dibenarkan dalam sistem hukum internasional. (ANT/KN)