Beranda blog Halaman 149

Persinas ASAD PPU Tebar Kepedulian dengan Berbagi Takjil

0

PPU – Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Penajam Paser Utara (PPU) menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan Jalur Dua Petung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh seluruh cabang Persinas ASAD di wilayah PPU sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Pengurus Persinas ASAD PPU, Hedie Wartoyo, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang kami lakukan. Saat berbuka puasa bukan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga masyarakat yang masih berada di perjalanan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, pembagian takjil juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai pencak silat yang tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik dan bela diri, tetapi juga pembentukan karakter serta kepedulian terhadap sesama.

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin, terutama pada momentum keagamaan, sebagai wujud kontribusi organisasi kepada masyarakat luas.

“Semoga kami dapat menggelar kegiatan ini secara rutin nantinya,” ungkapnya.

Masyarakat yang melintas terlihat antusias menerima takjil yang dibagikan para anggota Persinas ASAD. Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para pengguna jalan.

Melalui kegiatan tersebut, Persinas ASAD PPU berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat memperkuat rasa kebersamaan serta meningkatkan nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, kita dapat menumbuhkan nilai solidaritas di tengah masyarakat dan meningkatkan rasa kebersamaan,” tutupnya.

Pewarta: DeddyPz
Editor: Agus S

1.300 Guru Ngaji di Bontang Terima Bantuan Sembako

0

BONTANG — Program Bontang Peduli kembali digelar untuk membantu masyarakat, khususnya para pendidik keagamaan. Sebanyak 1.300 paket sembako dengan nilai Rp300 ribu per paket disalurkan kepada para guru ngaji yang berada di bawah naungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bontang, Kamis (5/3/2026) pagi.

Penyaluran bantuan berlangsung di halaman Gedung BKPRMI Bontang di Jalan HM Ardans, Pisangan, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan. Sekitar 400 ustadz dan ustadzah hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut untuk menerima bantuan secara simbolis.

Bantuan diserahkan oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, didampingi Ketua Baznas Bontang Kuba Siga, Lurah Satimpo Maryono, Ketua BKPRMI Bontang Atim Prasojo, serta jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa peran guru ngaji sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda di Kota Bontang. Para ustadz dan ustadzah dinilai memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

“Ustadz dan ustadzah memiliki kontribusi besar dalam membentuk akhlak anak-anak kita. Pemerintah Kota Bontang sangat mengapresiasi dan mendukung program Baznas ini karena selaras dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pengumpulan zakat di Kota Bontang terus ditingkatkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Semakin besar zakat yang terhimpun, maka semakin besar pula peluang kita membantu warga yang membutuhkan dan mengangkat perekonomian mereka,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Bontang Kuba Siga menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat program Baznas tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Jika pada tahun sebelumnya tercatat sekitar 5 ribu penerima, maka tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 7.500 orang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas Bontang dalam membantu mengentaskan kemiskinan sekaligus mendukung para pendidik agama yang selama ini berperan penting dalam membina generasi muda.

Baznas Bontang juga berharap dukungan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah terus meningkat sehingga program-program sosial ke depan dapat menjangkau lebih banyak warga kurang mampu di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Perludem Soroti Lambannya Pembahasan Revisi UU Pemilu

0

JAKARTA — Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik M Pratama, menilai lambannya pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu di DPR menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat sipil.

Menurut Heroik, kegelisahan tersebut muncul karena berbagai organisasi masyarakat sipil telah lama menyampaikan catatan serta rekomendasi terkait perbaikan regulasi pemilu. Namun hingga kini belum terlihat adanya pembahasan formal dari pembentuk undang-undang.

“Rekan-rekan semua, sebetulnya diskusi ini hadir atas dasar kegelisahan yang dialami oleh teman-teman Koalisi Masyarakat Sipil yang sudah kurang lebih hampir satu tahun setengah rasanya berusaha memberikan catatan dan juga rekomendasi kepada pembentuk undang-undang untuk segera membahas revisi undang-undang Pemilu,” ujar Heroik dalam diskusi yang digelar Perludem di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa koalisi masyarakat sipil bahkan telah menyusun naskah usulan kodifikasi Undang-Undang Pemilu yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi DPR dalam menyusun regulasi baru.

“Bahkan sejak akhir tahun lalu, teman-teman Koalisi Kodifikasi Undang-Undang Pemilu sudah menyusun naskah usulan kodifikasi Undang-Undang Pemilu versi masyarakat sipil yang harapannya bisa dijadikan pegangan, referensi, dan rekomendasi dalam membahas Undang-Undang Pemilu,” ujarnya.

Heroik menambahkan bahwa revisi Undang-Undang Pemilu sebenarnya telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2025, namun hingga kini pembahasannya belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Menurutnya, memang sempat ada forum di DPR yang menghadirkan akademisi serta perwakilan masyarakat sipil untuk memberikan pandangan terkait revisi tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai mekanisme pembahasan resmi di parlemen.

“Tapi sampai sekarang belum ada pembahasan resmi apakah melalui mekanisme panitia kerja, panitia khusus, atau akan dibahas di badan legislasi atau komisi dua. Pada waktu itu justru terlihat ada tarik-menarik antara badan legislasi dan komisi dua,” ungkapnya.

Selain itu, Heroik juga menyoroti belum adanya kejelasan mengenai naskah akademik maupun rancangan pasal yang sedang disiapkan DPR dalam proses revisi Undang-Undang Pemilu tersebut.

“Padahal ini penting, karena sampai sekarang kita belum tahu sejauh mana naskah akademik dan draft undang-undangnya disiapkan,” tegasnya.

Melalui forum diskusi tersebut, Perludem berharap DPR segera memulai pembahasan resmi revisi Undang-Undang Pemilu agar upaya perbaikan sistem pemilu dapat dilakukan secara transparan, partisipatif, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

PDIP Kaltim Ingatkan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik

SAMARINDA – Polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar yang sempat memicu perhatian publik menjadi salah satu ujian awal bagi pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud–Seno Aji. Di tengah sorotan tersebut, sikap partai politik di daerah juga ikut menjadi perhatian.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menilai satu tahun awal kepemimpinan Rudy–Seno masih menyisakan sejumlah catatan yang perlu diperbaiki, meskipun beberapa program dinilai telah memiliki arah yang baik.

Hal itu disampaikan Ananda saat diwawancarai di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Rabu (4/3/2026).

“Program-programnya bagus, tapi banyak yang harus diperbaiki,” kata Nanda.

Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah tidak bisa hanya bertumpu pada persepsi semata. Penilaian harus dilakukan berdasarkan indikator yang terukur agar dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi pembangunan daerah.

Ia menyebut sejumlah indikator penting seperti tingkat kemiskinan, kondisi perekonomian daerah, hingga angka stunting sebagai parameter utama untuk menilai keberhasilan program pemerintah.

“Kalau mau memberikan penilaian ya kita harus lihat angka-angka. Tingkat kemiskinan bagaimana, perekonomiannya bagaimana, stuntingnya bagaimana,” ujarnya.

Meski demikian, Ananda menegaskan bahwa masa satu tahun pemerintahan masih terlalu dini untuk memberikan penilaian akhir terhadap kinerja pemerintah daerah.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah proses monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan agar berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Baru satu tahun, harus dilakukan evaluasi. Terus juga pemerintah perlu lebih banyak mendengar saran, masukan, dan kritik supaya bisa lebih bagus lagi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kritik dari masyarakat maupun berbagai pihak seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Dengan terbuka terhadap berbagai masukan, pemerintah dinilai dapat memperbaiki kebijakan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Panglima Jilah Temui Jokowi Bahas Dayak Center di IKN

0

NUSANTARA – Panglima Jilah, pemimpin Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), dikabarkan mendatangi kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di kawasan Sumber, Banjarsari, Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Kunjungan tersebut berkaitan dengan pembahasan mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya terkait rencana pembangunan Dayak Center yang menjadi aspirasi masyarakat Dayak.

Pertemuan di kediaman Jokowi berlangsung dalam suasana santai. Panglima Jilah terlihat duduk berhadapan langsung dengan ayah dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Salah seorang anggota rombongan yang ikut dalam kunjungan itu, William Denis, mengungkapkan bahwa sejumlah isu terkait keberadaan masyarakat Dayak di kawasan IKN turut menjadi topik pembicaraan.

Ia menyebut salah satu yang dibahas adalah polemik terkait tulisan “Dayak” pada objek pelengkung di kawasan seberang Kantor Kemenko 2 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

“Aku datang bareng Panglima Jilah mas sama rombongan Dayak. Nanti kita mau ke IKN. Lagi rame juga soal tulisan Dayak,” ucap William Denis kepada Media Kaltim, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, waktu kunjungan rombongan Dayak ke kawasan IKN masih dalam proses pengaturan oleh pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Nanti kuinfo ya, tanggalnya lagi diatur Pak Bas,” sebutnya, merujuk pada Basuki Hadimuljono.

Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) sendiri merupakan salah satu organisasi masyarakat Dayak yang dikenal aktif dalam pelestarian budaya serta menjaga nilai-nilai adat masyarakat Dayak.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Panglima Jilah mengatakan bahwa kunjungannya ke kediaman Jokowi bukan sekadar silaturahmi biasa.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga berkaitan dengan pembahasan pembangunan Dayak Center di IKN, yang sebelumnya disebut pernah dijanjikan untuk direalisasikan.

Menurut Panglima Jilah, keberadaan Dayak Center sangat penting sebagai simbol serta ruang representasi bagi masyarakat Dayak di ibu kota negara yang baru.

Ia menyebut masyarakat Dayak menaruh harapan besar agar Dayak Center di IKN dapat segera terwujud sebagai bagian dari pengakuan terhadap peran dan keberadaan masyarakat adat di wilayah Kalimantan.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Dua Siswa Bontang Raih Perunggu Tahfidz Quran Tingkat Nasional

0

BONTANG — Dua siswa SMP Muhammadiyah Kota Bontang berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih juara tiga (perunggu) kategori Musabaqah Hifdzil Quran tingkat SMP/MTs pada ajang Olympic Ahmad Dahlan VIII tingkat nasional yang digelar di Makassar pada 12–14 Februari 2026.

Kedua siswa tersebut yakni Muhammad Zulfahmiansah dan Iklil Qarry ’Aina, yang sama-sama duduk di kelas IX. Zulfahmiansah menjadi perwakilan putra, sementara Iklil Qarry ’Aina mewakili kategori putri.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta mengikuti lomba hafalan Al-Qur’an kategori juz 29 dan 30.

Atas prestasi tersebut, keduanya melakukan audiensi dengan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang berlangsung di rumah jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (4/3/2026).

Wali Kota Bontang menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kedua siswa tersebut karena telah membawa nama baik Kota Bontang di tingkat nasional.

Sebagai bentuk penghargaan, Neni Moerniaeni memberikan insentif sebesar Rp1 juta kepada masing-masing siswa.

“Walaupun juara tiga, ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Zulfahmiansah menjelaskan bahwa sistem penilaian dalam lomba tersebut menggunakan metode tanya jawab dan sambung ayat.

Peserta akan diberikan beberapa pertanyaan terkait ayat Al-Qur’an yang harus dilanjutkan sesuai hafalan.

“Memang ada salah makanya dapat juara tiga,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku tetap bersyukur atas capaian tersebut dan merasa semakin termotivasi untuk terus memperbaiki hafalannya agar dapat meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Kota Bontang untuk terus meningkatkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun keagamaan, sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

SPJM Pasang Sistem Navigasi Baru di Jembatan Mahakam

SAMARINDA — PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memperkuat sistem keselamatan pelayaran di perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, dengan memasang dua fasilitas keselamatan baru di sekitar Jembatan Mahakam.

Fasilitas tersebut berupa Port Entry Light (PEL) serta sistem sensor monitoring kondisi perairan yang dirancang untuk meningkatkan keamanan navigasi kapal yang melintas di bawah jembatan.

Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, menjelaskan bahwa pemasangan Port Entry Light (PEL) telah dimulai sejak September 2024.

Perangkat ini berfungsi sebagai lampu navigasi berintensitas tinggi yang membantu memandu kapal ketika melintasi alur pelayaran di kolong jembatan, terutama saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.

“PEL ini menjadi panduan visual penting bagi nahkoda agar tetap berada di jalur aman saat melintas di bawah jembatan,” ujar Edward.

Menurutnya, proses pemanduan kapal di kolong Jembatan Mahakam memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena dipengaruhi oleh arus sungai yang kuat serta ruang gerak kapal yang terbatas.

“Dengan adanya PEL, risiko kesalahan navigasi dapat ditekan dan proses pemanduan menjadi lebih terukur,” katanya.

Selain pemasangan PEL, pada Januari 2026 SPJM juga menambahkan sistem sensor monitoring di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu.

Sensor tersebut berfungsi memberikan berbagai informasi penting terkait kondisi perairan, mulai dari kecepatan arus sungai, jarak antara permukaan air dengan struktur jembatan (clearance), hingga peringatan dini jika muatan kapal melebihi batas regulasi.

Edward menjelaskan bahwa sistem ini mampu memperbarui data secara berkala sehingga memudahkan pengambilan keputusan oleh petugas pandu.

“Data yang diperbarui setiap satu menit ini membantu perwira pandu mengambil keputusan secara cepat dan akurat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sistem monitoring tersebut berbasis platform web, sehingga dapat diakses untuk meningkatkan situational awareness atau kesadaran situasional bagi nahkoda ketika melakukan manuver kapal di ruang pelayaran yang terbatas.

“Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama kami. Setiap inovasi yang dilakukan merupakan bagian dari perbaikan berkelanjutan,” tegas Edward.

Sebagai subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, SPJM mengelola berbagai layanan maritim terintegrasi di seluruh Nusantara dan terus berupaya menghadirkan standar keselamatan pelayaran yang semakin baik di setiap wilayah operasionalnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Prabowo Inisiasi Langkah Diplomasi, Bersama Pakistan Siap ke Teheran

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui sambungan telepon membahas rencana keduanya pergi ke Teheran, Iran, untuk membantu meredam eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk, Timur Tengah.

Presiden Prabowo membagikan isi percakapannya dengan PM Sharif dalam pertemuan dengan para kiai, ulama, serta cendekiawan muslim di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

“Beliau (Presiden Prabowo, red.) tadi bercerita sebelum pertemuan ini, tadi ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan,” kata Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie saat ditemui setelah acara pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana, Kamis malam.

“Dan yang saya bersyukur Presiden (Prabowo), Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden,” sambung Jimly.

Jimly kemudian menyampaikan di hadapan para ulama dan kiai, Presiden Prabowo menjelaskan niatan untuk mediasi itu lebih ke arah untuk meredam eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk, terutama setelah militer Amerika Serikat dan zionis Israel menyerang Iran secara sepihak minggu lalu.

“Jadi, bukan menegosiasi ya, menjadi mediator antara apa dengan bukan hanya dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran, bukan kayak begitu. Ini kan orang (tertingginya, red.) sudah dibunuh ya kan. Ayatollah-nya sudah dibunuh, masa ditawarin damai, bukan dalam konteks itu, tetapi ini untuk mencegah eskalasi,” kata Jimly menjelaskan.

Menurut Jimly, niatan Presiden Prabowo untuk meredam eskalasi itu disambut baik oleh PM Pakistan.

“Jadi, bukan hanya Indonesia. Artinya, apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan. […] Nah mereka (rencana, red.) akan sama-sama pergi ke Teheran,” ujar Jimly.

“Bayangkan, Turki, Iran, Pakistan, Indonesia, dari empat ini adalah bangsa terbesar Muslim, yang paling besar sampai sekarang ini masih Indonesia dan Pakistan yang non-Arab. Nah, sedangkan yang Arab ini ada banyak masalah, satu konflik internal di antara mereka sendiri, kemudian ada lima apa namanya pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di lima negara (Teluk, red.). Jadi, secara politik, mereka ini terlibat dalam konflik Israel, Amerika versus (Iran, red.). Nah, jadi, peranan Indonesia, Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar penting sekali untuk mengajak damai, walaupun mungkin peluangnya kecil, tetapi (patut) dicoba,” sambungnya.

Jimly menilai inisiatif Presiden Prabowo itu pun mendapat banyak dukungan dari tokoh-tokoh Muslim yang menghadiri pertemuan di Istana pada Kamis malam.

Pada kesempatan terpisah, PM Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan isi pembicaraannya dengan Presiden Prabowo. PM Pakistan menyebut pembicaraannya melalui telepon dengan Presiden Prabowo “sangat produktif”.

“Kami bertukar pandangan mengenai kekhawatiran mendalam kami terhadap situasi di Timur Tengah, dan kami sepakat mendesak dibutuhkan masing-masing pihak untuk menahan diri untuk memperbarui kembali diplomasi demi mencegah eskalasi lebih lanjut. Kami juga membahas perkembangan terkini di Afghanistan, dan setuju untuk tetap berhubungan erat dalam beberapa hari ke depan untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata PM Sharif dalam siaran resminya. (ANT/KN)

Selama Mudik Lebaran, Kereta Barang KAI Sumut Tetap Beroperasi Penuh

0

MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) memastikan layanan angkutan barang tetap beroperasi normal selama masa Angkutan Lebaran 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April mendatang.

Langkah tersebut diambil guna menjamin kelancaran distribusi logistik serta ketersediaan pasokan energi di wilayah Sumatera Utara saat mobilitas masyarakat meningkat.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo di Medan, Kamis (5/3/2026), menjelaskan bahwa peran kereta api tidak hanya terbatas pada layanan mudik penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi daerah melalui rantai pasok komoditas.

​”Operasional angkutan barang berjalan penuh untuk menyokong aktivitas ekonomi. Konsistensi ini penting agar kebutuhan pokok dan komoditas unggulan tetap tersedia di tengah kepadatan arus mudik,” ujar Anwar.

Salah satu prioritas utama adalah pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM). KAI mengoperasikan hingga tiga perjalanan setiap harinya yang mengangkut 48 gerbong dengan total kapasitas mencapai 1.632 kiloliter. Distribusi ini melayani rute strategis dari Labuhan menuju Kisaran serta Siantar.

“Keandalan distribusi energi ini menjadi kunci untuk memastikan transportasi darat dan aktivitas warga tidak terhambat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar dia.

Sepanjang Februari 2026, KAI Divre I Sumatera Utara mencatat volume angkutan barang sebesar 55.428 ton yang didominasi oleh komoditas BBM sebanyak 26.616 ton. Distribusi logistik ini juga didukung oleh pengiriman 19.994 ton petikemas serta 8.045 ton crude palm oil (CPO) untuk memenuhi kebutuhan industri dan ekspor.
.
Anwar menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga keseimbangan antara layanan penumpang dan barang. Fokus utama tetap pada aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan di seluruh lintas pelayanan.

“KAI Divre I Sumatera Utara ​terus berupaya memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan lancar. Dengan distribusi logistik yang terjaga, kami harap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan mudik Lebaran dengan nyaman tanpa kendala pasokan kebutuhan pokok,” katanya. (ANT/KN)

DJP: Pajak THR Dipotong Agar Tidak Menumpuk di Akhir Tahun

0

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan pemotongan pajak penghasilan (PPh) atas pajak tunjangan hari raya (THR) bertujuan untuk menghindari penumpukan potongan pajak pada akhir tahun.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal dalam taklimat media di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Kamis (5/3/2026), menjelaskan pemotongan PPh atas THR merupakan salah satu bentuk penerapan tarif efektif rata-rata (TER) yang telah berlangsung sejak 2025.

Kebijakan itu, menurut dia, bukan memberikan beban pajak baru, melainkan menggeser perilaku pembayaran pajak untuk menjadi lebih terdistribusi di tiap bulan sepanjang tahun pajak.

“Yang terpenting, pada tahun lalu kan sebenarnya tidak ada beban pajak tambahan buat wajib pajak. Yang terjadi adalah perubahan perilaku, yang tadinya beban pajak itu ditumpuknya di bulan Desember, sekarang merata hampir setiap bulan,” kata Yon menjelaskan.

Ia menyebut sistem itu membuat potongan pajak pada akhir Desember menjadi tidak sebesar yang biasanya, lantaran beban pajak telah terpotong pada bulan-bulan sebelumnya, termasuk pajak THR.

Mengingat sistem tersebut telah berlangsung lebih dari setahun, Yon berharap masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebijakan pemotongan pajak dengan sistem TER.

Secara paralel, DJP juga terus mengevaluasi kebijakan perpajakan. Dalam konteks ini, DJP memperhatikan kesesuaian besaran tarif agar tidak terjadi kurang bayar atau lebih bayar.

“Jadi, kami berharap untuk komplainnya tidak terjadi lagi pada tahun ini,” ujar Dia..

Sebagai catatan, sebanyak 6 juta wajib pajak telah menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan (PPh) tahun pajak 2025 per 5 Maret pukul 08.00 WIB.

SPT yang telah diterima berasal dari 5.872.158 wajib pajak orang pribadi, 129.231 wajib pajak badan dalam mata uang rupiah, dan 113 wajib pajak badan dalam mata uang dolar AS.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan masih ada 9 juta wajib pajak yang belum melaporkan SPT.

Dengan memperkirakan tren rata-rata pelaporan SPT berkisar 250 ribu wajib pajak per hari dan asumsi sisa waktu 10 hari kerja pada Maret 2026, Bimo memperkirakan jumlah pelaporan SPT dapat mencapai 8,5 juta pada akhir bulan. (ANT/KN)