Beranda blog Halaman 134

Usai Digeledah, Febrie Adriansyah Akui Rumah yang Digeledah di Sentul Miliknya

0
Foto: Uang dan batangan emas ditemukan saat penggeledahan oleh Kortastipidkor Polri di rumah mewah Sentul, Bogor. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah membenarkan bahwa rumah yang menjadi lokasi penggeledahan penyidik di kawasan Sentul, Bogor, merupakan kediaman pribadinya. Meski demikian, ia memastikan seluruh aset maupun uang yang ditemukan di lokasi tersebut memiliki dasar kepemilikan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme hukum.

Dalam keterangannya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), Febrie mengatakan rumah tersebut telah lama menjadi miliknya dan proses kepemilikannya dapat ditelusuri secara jelas.

“Itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikannya sejak awal,” ujar Febrie.

Menanggapi temuan uang, emas hingga aset saat penggeledahan, Febrie menegaskan seluruhnya memiliki pemilik dan asal-usul yang dapat dijelaskan. Namun, ia menyebut penjelasan rinci tidak tepat disampaikan melalui konferensi pers karena harus mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

“Mengenai uang tadi sudah saya jelaskan bahwa itu ada pemilik, ada kegiatan, ada orang-orang yang bisa ditanya. Ada juga beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek. Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar,” katanya.

Ia menambahkan, klarifikasi mengenai aset tersebut akan disampaikan melalui forum yang sesuai dengan ketentuan hukum, bukan di ruang publik.

“Tentunya tidak melalui forum seperti ini, melainkan melalui forum yang sesuai prosedur hukum,” lanjutnya.

Febrie juga mengajak masyarakat menghormati proses penegakan hukum yang sedang berlangsung dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Menurutnya, seluruh fakta akan diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku sehingga setiap pihak memperoleh kesempatan untuk memberikan penjelasan secara utuh. (Fajri/MK/KN)

Bupati Bondowoso Usul Tol Prosiwangi Dibuka untuk Urai Kemacetan Pantura

0
Kendaraan melintasi ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/3/2026). Ruas tol tersebut dibuka secara fungsional pada 14–29 Maret 2026 pukul 06.00–16.00 WIB untuk mendukung kelancaran mobilitas arus mudik Lebaran. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wsj.

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengajukan permohonan pembukaan sementara akses Jalan Tol Prosiwangi (Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi) untuk mengurangi kemacetan dan antrean kendaraan di jalur Pantura Probolinggo-Situbondo.

Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid mengaku telah berkirim surat ke Kementerian Pekerjaan Umum mengenai usulan pembukaan akses tol Prosiwangi seiring dengan adanya pelaksanaan pekerjaan perbaikan gorong-gorong pada ruas jalan Pantura atau jalan nasional di Kecamatan Paiton (Probolinggo) dan di jalan Pantura Kecamatan Banyuglugur (Situbondo).

“Oleh karena itu kami mengajukan permohonan pembukaan sementara akses Jalan Tol Prosiwangi sebagai jalur alternatif selama masa pelaksanaan pekerjaan,” katanya dalam keterangannya di Bondowoso, Jumat (10/7/2026).

Menurut Ra Hamid, sapaannya, pembukaan sementara akses tol Prosiwangi dipandang perlu sebagai bagian dari strategi manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk menjaga tingkat pelayanan jalan, menjamin kelancaran, distribusi logistik, menekan potensi antrean dan penundaan perjalanan.

“Juga untuk meningkatkan aspek keselamatan bagi pengguna jalan maupun pekerja konstruksi melalui pemisahan arus lalu lintas dari zona kerja, dan meminimalkan dampak kemacetan yang ditimbulkan akibat penyempitan maupun penutupan sebagian jalur di lokasi pekerjaan,” ujarnya.

Pengajuan pembukaan sementara Jalan Tol Prosiwangi oleh Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid juga ditujukan ke Kementerian Perhubungan, Gubernur Jawa Timur dan Direktur Utama PT Jasa Marga.

Informasi yang dihimpun, perbaikan gorong-gorong di jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, telah dimulai sejak tanggal 6 Juli 2026 dan diberlakukan buka tutup hingga pekerjaan selesai diperkirakan sampai akhir Agustus 2026. (ANT/KN)

Prabowo Tutup 240 BUMN, Klaim Hemat Anggaran Hampir Rp70 Triliun

0
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peresmian secara serentak lima bendungan di lima daerah Indonesia dalam acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman)

LOMBOK BARAT – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menutup 240 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak beres dan menargetkan jumlah perusahaan yang ditutup mencapai 800 BUMN hingga akhir 2026.

“Sampai hari ini, kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres, sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup,” kata Prabowo dalam peresmian lima bendungan yang berpusat di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

“Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup,” imbuhnya.

Prabowo menuturkan penutupan tersebut dilakukan terhadap BUMN yang tidak efisien, tidak pernah mencatatkan keuntungan, serta terus mengalami kerugian.

Ia mengungkapkan langkah penertiban tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran yang mendekati Rp70 triliun, terutama dari komponen gaji direksi dan biaya operasional (overhead).

Prabowo mengaku terkejut mengetahui banyaknya jumlah BUMN di Indonesia setelah dilantik sebagai Presiden. Sebelumnya, ia memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga maksimal 400 perusahaan.

“Saya tidak pernah tahu bahwa BUMN kita begitu banyak. Perkiraan saya dari dulu BUMN kita ya 300, maksimal 400. Begitu saya dilantik jadi Presiden, baru saya diberi tahu BUMN kita 1.077,” ucapnya.

Kepala Negara menilai jumlah tersebut kemungkinan masih dapat bertambah apabila memperhitungkan keberadaan anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan.

Menurut Prabowo, struktur perusahaan tersebut selama ini digunakan untuk menyembunyikan uang negara dan uang rakyat sehingga pemerintah melakukan langkah penertiban terhadap BUMN.

“Jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan,” katanya dengan tegas.

Presiden juga mengungkapkan beberapa BUMN yang selama puluhan tahun mengalami kerugian kini mulai mencatatkan keuntungan. Terlebih saat ini Indonesia telah memiliki Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Sekarang sudah terbukti, pelan-pelan kita perbaiki. Garuda (Indonesia) tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi,” kata Prabowo. (ANT/KN)

Mendikdasmen Ajak Sekolah Ciptakan MPLS Aman dan Nyaman

0
Sejumlah siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 36 Lebak, Lebak, Banten, Senin (6/10/2025). Sebanyak 12 guru dan 100 siswa yang terdiri dari 25 murid SD dan 75 pelajar SMP di sekolah tersebut telah menempati asrama dan beroperasi dengan agenda kegiatan perdana MPLS tahun ajaran baru 2025/2026. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/tom.

JAKARTA -Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak seluruh satuan pendidikan, termasuk Taman Kanak-kanak (TK), untuk menghadirkan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang aman dan nyaman bagi murid baru.

Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (10/7/2026), mengatakan lingkungan belajar yang positif dapat menjadi pengalaman pertama yang berkesan bagi setiap anak dalam memasuki dunia sekolah.

“Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden tentang membangun gerakan budaya yang ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah, maka kami mengajak semua pihak yang menyelenggarakan pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik lingkungan fisik, lingkungan sosial, lingkungan spiritual, dan lingkungan intelektual,” katanya.

Guna mewujudkan hal itu, sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sangat diharapkan agar setiap anak memperoleh pengalaman belajar pertama yang aman, nyaman, dan menyenangkan sebagai bekal untuk menempuh jenjang pendidikan berikutnya.

Bagi peserta didik, khususnya anak usia dini, ia mengatakan hari-hari pertama di sekolah merupakan masa transisi yang penting.

Pada fase ini, lanjutnya, anak tidak hanya mulai mengenal lingkungan baru, tetapi juga membangun rasa aman, percaya diri, serta kedekatan dengan guru dan teman sebaya.
Oleh karena itu, ia mengatakan pelaksanaan MPLS perlu dirancang sebagai proses adaptasi yang ramah anak dan berorientasi pada kebutuhan perkembangan mereka.

Salah satu implementasi pendekatan tersebut dapat dilihat di TK ABA Semesta, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY yang merancang pelaksanaan MPLS sebagai masa adaptasi yang berfokus pada kenyamanan anak sebelum memasuki proses pembelajaran secara penuh.

Kepala TK ABA Semesta Shofia Amalia menjelaskan sekolah menyiapkan masa adaptasi selama dua minggu.

Pada periode tersebut, ia menjelaskan anak-anak diajak mengenal lingkungan sekolah, membangun kedekatan dengan guru, dan mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

“Selama dua minggu pertama belum ada pembelajaran yang terstruktur. Fokus kami adalah mengenalkan lingkungan sekolah, membangun kedekatan antara anak dan guru, serta menghadirkan berbagai kegiatan bermain dan eksplorasi agar anak merasa nyaman,” katanya.

Pada masa ini, kata dia, guru juga melakukan observasi awal untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan, kebutuhan, dan karakteristik setiap anak sebagai dasar penyusunan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan yang membantu anak beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan sekolah.

Selama masa pengenalan, ia menambahkan anak-anak mengikuti beragam aktivitas, seperti bermain bersama, kegiatan fisik motorik, mendengarkan dongeng, hingga membuat karya sederhana yang dapat dibawa pulang setiap hari. (ANT/KN)

Inpres Perlindungan Gajah Terbit, Konservasi Gajah Indonesia Masuki Babak Baru

0
Seekor gajah tangah bermain air bersama mahout atau pawang gajah di area konservasi UKG RAPP. ANTARA/Afut Syafri

JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dinilai mampu membangun fondasi baru konservasi gajah berbasis kolaborasi nasional dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Percepatan Perlindungan Gajah.

Member IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG) Wahdi Azmi mengatakan, melalui Inpres tersebut, Menhut Raja Juli dinilai telah membangun tonggak penting dalam penguatan konservasi satwa liar di Indonesia dengan menghadirkan perubahan mendasar dalam pendekatan konservasi gajah di Indonesia.

“Melalui Inpres ini, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang sangat jelas bahwa perlindungan populasi dan habitat gajah merupakan agenda pembangunan nasional yang memerlukan keterlibatan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Ini merupakan perubahan paradigma yang sangat mendasar bagi masa depan konservasi gajah di Indonesia,” kata Wahdi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Wahdi, perubahan paradigma tersebut selaras dengan visi yang selama ini dibangun Menhut Raja Juli dalam pengelolaan konservasi satwa liar, khususnya gajah. Konsistensi Raja Juli dalam mendorong pendekatan konservasi yang tidak lagi dilakukan secara parsial, tetapi berbasis bentang alam dan melibatkan berbagai pihak.

“Sejak awal beliau (Raja Juli Antoni) mendorong perlindungan kantong-kantong populasi gajah secara komprehensif, sistemik, dan berbasis bentang alam. Terbitnya Inpres ini merupakan refleksi nyata dari arah kebijakan tersebut, yaitu memastikan seluruh kantong populasi gajah memperoleh perlindungan secara terpadu melalui kerja sama lintas sektor,” ujar dia.

Wahdi menilai Inpres Nomor 8 Tahun 2026 hadir pada momentum yang tepat karena melengkapi berbagai instrumen kebijakan yang telah disiapkan pemerintah untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati.

Indonesia telah memiliki Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 yang memperkenalkan instrumen Areal Preservasi, serta kebijakan Presiden mengenai inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional.

“Seluruh instrumen tersebut membentuk fondasi kebijakan yang semakin kuat untuk melindungi habitat gajah, memperkuat konektivitas bentang alam, mendukung penataan kawasan hutan, mengoptimalkan pemulihan kawasan hasil penertiban, mendorong pembangunan infrastruktur yang ramah satwa liar, serta mengembangkan pembiayaan konservasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi implementasi, lanjut Wahdi, Kemenhut bersama Forum Konservasi Gajah Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan tengah menyelesaikan penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan sebagai pedoman pelaksanaan Inpres.

“Pada saat yang sama, kita juga memiliki pekerjaan besar dalam pengelolaan gajah ex-situ. Ke depan, strategi konservasi ex-situ harus dirancang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari strategi in-situ (ex-situ linked to in-situ), sehingga seluruh komponen konservasi bekerja dalam satu sistem yang utuh dengan tujuan akhir memastikan populasi gajah tetap lestari di habitat alaminya,” tuturnya.

Wahdi optimistis sinergi antara pemerintah, dukungan Presiden melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2026, serta implementasi SRAK akan membawa Indonesia menjadi salah satu rujukan dunia dalam konservasi gajah berbasis bentang alam. (ANT/KN)

MTQ ke-56 Berau Dibuka, Bupati Tekankan Al-Qur’an Jadi Fondasi Membangun Generasi Berkarakter

0
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Berau di Arena Utama MTQ, Kecamatan Talisayan. Foto: Prokopim Berau

TANJUNG REDEB – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Berau resmi dibuka di Arena Utama MTQ, Halaman Masjid Baiturrahman, Kecamatan Talisayan. Ajang syiar Islam yang diikuti 738 peserta dan ofisial dari 13 kecamatan itu diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qurani sekaligus membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Kamis (9/7/2026), ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Berau, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Berau, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Camat Talisayan Mutmainah mengatakan penunjukan Kecamatan Talisayan sebagai tuan rumah merupakan amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Semoga MTQ ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan umat Islam dan melahirkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan MTQ tahun ini mempertandingkan enam cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Qiraat Sab’ah, Tahfiz Al-Qur’an, Musabaqah Khattil Qur’an, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta cabang lainnya yang diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan MTQ harus dimaknai lebih dari sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan media membangun karakter, mental, dan spiritual masyarakat melalui penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.

“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi sarana membangun mental dan spiritual masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pedoman dalam setiap langkah kita,” tegasnya.

Sri Juniarsih mengatakan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang memiliki akhlak mulia, integritas, dan nilai spiritual yang kuat.

Ia menilai generasi muda harus tumbuh dengan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan ajaran agama sehingga mampu menjadi penerus pembangunan yang berkarakter.

“Generasi penerus harus seimbang dengan ajaran Al-Qur’an. Jika nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar diamalkan, maka persatuan dan kesatuan akan tetap terjaga, begitu pula kehidupan masyarakat yang harmonis,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang seimbang antara aspek intelektual, moral, dan spiritual.

Sri Juniarsih juga mengingatkan dewan hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menjadikan MTQ sebagai ruang belajar untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, bukan semata mengejar prestasi.

Ia juga meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Berau bersama para ustaz dan ustazah terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.

“Yang lebih utama dari MTQ adalah syiar Islam. Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini hingga dewasa agar menjadi bagian dari kepribadian dan perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Sri Juniarsih menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, LPTQ, dewan hakim, pelatih, peserta, dan semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Berau.

“Mudah-mudahan seluruh dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang diridhai Allah SWT,” pungkasnya. (MK)

Editor: M Rafii

Siswa Kelas XI Taruna Nusantara Resmi Tempati Kampus IKN

0
Para siswa-siswi SMA Taruna Nusantara kelas XI tiba di Kampus SMA Taruna Nusantara IKN dan langsung memasuki asrama di Nusantara, Kamis (9/7/2026). (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Sebanyak 191 siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara (Tarnus) Ibu Kota Nusantara (IKN) tiba di Kampus Taruna Nusantara IKN, Kamis (9/7/2026), setelah menempuh perjalanan dari Magelang melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Setibanya di kampus, seluruh siswa langsung menempati asrama sesuai pembagian yang telah ditentukan.

Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara IKN, Brigjen TNI Rudi Setiawan, memastikan orang tua tidak perlu mengkhawatirkan kondisi putra-putrinya selama mengikuti pendidikan di kampus IKN. Menurutnya, seluruh fasilitas belajar maupun tempat tinggal telah disiapkan dengan baik.

“Mungkin bisa dilihat dari kondisi bangunan yang sudah berdiri, kondisi prasarana yang sudah sangat berubah, sudah dibangun juga oleh IKN sehingga dapat berfungsi. Jadi tidak perlu khawatir, nanti putra-putri mereka di sini dapat belajar secara maksimal karena seluruh fasilitas pendukung sudah kami siapkan,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, SMA Taruna Nusantara IKN menerapkan perpaduan tiga kurikulum, yakni kurikulum nasional, kurikulum Cambridge berstandar internasional, serta pendidikan bela negara dan intelegensia untuk membentuk karakter peserta didik.

“Kurikulumnya mengadopsi kurikulum nasional dengan pengayaan kurikulum Cambridge yang diproyeksikan mendukung siswa melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Selain itu juga ada pendidikan bela negara dan intelegensia sebagai bagian dari pembentukan karakter,” jelasnya.

Salah seorang siswi, Anggela A, mengaku antusias memulai pendidikan di kampus baru tersebut.

“Harapannya pendidikan di sini bisa terus berkembang dan membuat kami semua semakin berprestasi,” ujarnya.

Sebanyak 191 siswa yang tiba hari ini merupakan bagian dari total 237 siswa kelas XI yang dijadwalkan menempati Kampus Taruna Nusantara IKN. Sebanyak 46 siswa lainnya masih mengikuti perlombaan dan akan menyusul dalam waktu dekat.

Kedatangan para siswa turut didampingi orang tua masing-masing. Suasana haru tampak mewarnai momen perpisahan sebelum para siswa memasuki asrama dengan mengenakan seragam khas Taruna Nusantara berwarna biru muda.

Rencananya, seluruh siswa akan mengikuti penyambutan resmi di halaman Kampus SMA Taruna Nusantara IKN pada Jumat (10/7/2026) pukul 09.00 Wita.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Otorita IKN dan Berbagai Mitra Gelar Simulasi Karhutla Hadapi Potensi El Nino 2026

0
Otorita IKN bersama mitra menyelenggarakan Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Helipad MBH, Jumat (10/07/026). (Foto: Humas OIKN)

NUSANTARA – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino 2026, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, badan usaha, dan masyarakat menggelar Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/07/2026).

Simulasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan sistem deteksi dini, koordinasi lintas sektor, dan respons penanganan di lapangan berjalan secara terpadu.

El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi secara siklik dan dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

Dalam simulasi tersebut diperagakan dua skenario penanganan karhutla. Skenario pertama menggambarkan penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan rimba kota KIPP IKN. Sementara itu, skenario kedua mensimulasikan penanganan laporan masyarakat yang diterima melalui aplikasi IKNOW.

Melalui aplikasi IKNOW, masyarakat dapat melaporkan indikasi kebakaran dengan menekan fitur panic button yang tersedia pada aplikasi. Laporan tersebut akan diterima secara real time oleh petugas di Nusantara Command Center sebagai bagian dari early warning system. Selanjutnya, petugas akan berkoordinasi dengan polisi kehutanan dan pemadam kebakaran untuk melakukan verifikasi serta penanganan di lokasi.

Selain memanfaatkan sistem pelaporan digital, Otorita IKN juga menggunakan drone thermal untuk membantu mendeteksi titik api secara lebih akurat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh petugas darat.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa perlindungan kawasan hutan merupakan bagian penting dari pembangunan Nusantara.

“Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara,” ujar Basuki.

Data pemantauan menunjukkan bahwa pada Juni 2026, Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada dalam wilayah delineasi IKN mencatat 40 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan (confidence level) menengah dan satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak mencatat adanya titik panas.

Memasuki Juli 2026, jumlah titik panas di Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat sebanyak 44 titik dengan tingkat kepercayaan menengah, satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, serta satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Adapun Kabupaten Penajam Paser Utara tetap mencatat zero hotspot.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau.

“Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi dengan Otorita IKN dalam upaya penanggulangannya,” ujar Buyung.

Upaya mitigasi karhutla di IKN dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BPBD provinsi dan kabupaten, BMKG, BASARNAS, TNI/Polri, Kementerian Kehutanan, badan usaha, hingga masyarakat.

Otorita IKN juga terus memperkuat keterlibatan masyarakat melalui Desa Tangguh Bencana serta Kelompok Masyarakat Peduli Api sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan dini kebakaran hutan dan lahan. (Adv)

Penulis: Humas Otorita IKN

Soal Penggeledahan Terkait Jampidsus Febrie, Kejagung Minta Publik Tunggu Hasil Penyidikan

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn9juli2026/mobile/

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 3.889 Orang

0
Kehancuran dahsyat di kawasan Caraballeda dan Caribe di kota pesisir La Guaira, Venezuela, pada 4 Juli 2026—wilayah yang paling parah terdampak oleh dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang baru saja terjadi. ANTARA/Cem Tekkeşinoğlu - Anadolu Agency /pri.

MEXICO CITY – Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah dan kini telah mencapai 3.889 orang, dengan 16.740 lainnya terluka, kata Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.

“3.889 orang meninggal, 16.740 terluka, dan 6.462 orang telah diselamatkan,” kata Rodriguez leat unggahan di Telegram, Kamis (9/7/2026).

Menurut data terkini, sebanyak 17.907 orang masih kehilangan tempat tinggal, dan 86.794 keluarga telah menerima bantuan.
Selain itu, sebanyak 89 pengungsian telah didirikan di seluruh negeri, yang mampu menampung 16.891 orang.

Pada Rabu, 24 Juni, dua gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara di pesisir utara Amerika Selatan itu dalam waktu yang berdekatan.

Guncangan awal dengan magnitudo 7,2 terjadi pada 18.04 waktu setempat (pukul 11:04 WIB) dan disusul dengan gempa bumi utama bermagnitudo 7,5 dengan selang waktu 39 detik setelahnya. (ANT/KN)

Sumber: Sputnik/RIA Novosti