Beranda blog Halaman 1130

Respons Positif Aksi Perubahan RSUD Abdul Rivai

0
Anggota Komisi I DPRD Berau, Ratna Kalalembang.

TANJUNG REDEB – Adanya aksi perubahan dengan Dokumen Digital Kepegawaian (Mentalwan) yang dikelola RSUD Abdul Rivai mendapat respons positif dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Ratna Kalalembang.

Ia menuturkan, langkah perubahan yang ditempuh pihak RSUD Abdul Rivai sangat baik, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Apalagi di era digital seperti saat ini, tentu berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat yang harus ditunjang dengan peralatan serta teknologi teranyar. Salah stau contohnya, saat ini RSUD Abdul Rivai sudah memiliki alat cuci darah. Ini sebuah kemajuan,” ungkapnya.

Aplikasi Mentalwan disebutkan Ratna, juga dapat menjadi sarana untuk melakukan pendataan jadwal absen serta meningkatkan kedisiplinan pegawai rumah sakit itu sendiri. Selain itu juga akan tercipta transparansi informasi kepegawaian di RSUD Abdul Rivai.

“Karena sebelumnya saya juga sering mendapatkan keluhan-keluhan terkait pegawai rumah sakit yang terlambat datang untuk melakukan pelayanan masyarakat,” tandasnya. (adv/kn)

Apresiasi Rangkaian Hari Jadi Berau dan Kota Tanjung Redeb

0
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Berau, Falentinus Keo Meo.

TANJUNG REDEB – Rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb yang dikemas Pemkab Berau diapresiasi Fraksi Demokrat DPRD Berau.
Hal itu disampaikan Falentinus Keo Meo dalam penyampaian Pandangan Akhir di Rapat Paripurna, Selasa (7/11/2023).

Falentinus mengungkapkan, kegiatan yang diadakan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momen bangkitnya UMKM.

“Setelah diterpa pandemi, kegiatan hiburan dimunculkan lagi dengan konsep yang lebih baik dan menarik serta melibatkan banyak UMKM di dalamnya. Ini sangat positif dan baik dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dirinya berharap pada tahun-tahun berikutnya kegiatan tersebut dapat dilaksanakan kembali sebagai penyegaran bagi masyarakat Berau serta UMKM.

“Hiburan rakyat harus bisa terus diupayakan dengan mengevaluasi apa saja kekurangan untuk diperbaiki pada kegiatan berikutnya,” pungkasnya. (adv/kn)

Begini Tanggapan Madri, Soal Hasil Survey Penggabungan Berau ke Kaltara

0
Ketua DPRD Berau, Madri Pani.

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani menyoroti pernyataan Gubernur Kalimantan Utara, hasil terkait survei yang menyatakan 70 persen warga Kabupaten Berau sepakat bergabung ke Kaltara.

“Pernyataan hasil survei itu, warga Berau yang mana disurvei? angka 70 persen tidak sedikit,” ungkapnya.

Madri menilai, seharusnya pernyataan hasil survei tersebut tidak dilemparkan ke masyarakat. Terlebih data yang ada dianggap belum rill sebagai representatif masyarakat Bumi Batiwakkal.

“Jangan ada klaim secara sepihak terkait persetujuan Berau untuk bergabung ke Kaltara. Hal ini bukan main-main, karena menyangkut kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.

Dikatakannya, seharusnya dalam survei yang dilakukan melibatkan stakeholder, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan hingga dua kesultanan yang ada di kabupaten paling utara Kaltim ini.

“Seharusnya Berau yang harus melakukan survei. Untuk melakukannya pun harus secara akademis, sehingga dapat dipertanggungjawabkan jika terjadi sesuatu di kemudian hari,” imbuhnya.

Jika survei tersebut benar, bahwa masyarakat menyetujui penggabungan Berau ke Kaltara, maka ada hal yang harus jadi pertimbangan, yakni ibu kota harus Kabupaten Berau.

“Kalau memang masyarakat setuju untuk bergabung, silakan saja. Karena keputusan ada di masyarakat. Tetapi, pendapat saya, Berau harus menjadi ibu kota. Karena dari sisi anggaran saja bisa kita lihat mana yang lebih besar,” bebernya.

Selain itu, rencana pemindahan IKN yang akan membawa banyak dampak positif kepada Kabupaten Berau, juga disinggung Madri. Menurutnya, suatu kesalahan besar jika memutuskan bergabung dengan Kaltara. Maka hal itu perlu menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting.

“Gubernur Kaltim, Isran Noor mengucurkan anggaran ke Berau, dari yang awalnya hanya Rp 300 miliar, saat ini berada di posisi ke dua sebagai kabupaten penerima anggaran yang cukup besar di Kaltim, yaitu Rp 500 miliar lebih,” ujarnya.

“Hal itu dilakukan Gubernur kita untuk mendukung Berau sebagai penyangga IKN, diantaranya juga membenahi infrastruktur seperti jalan dan lain-lain untuk menunjang sektor pariwisata yang akan diandalkan untuk menopang IKN,” sambungnya.

Madri menilai, upaya yang dilakukan Gubernur Kaltim merupakan kontribusi nyata oleh Pemprov dalam membangun Kabupaten Berau, sehingga hal itu juga perlu menjadi pertimbangan bagi masyarakat Berau untuk menyetujui ataupun tidak penggabungan Bumi Batiwakkal dan Bumi Benuanta tersebut.

“Masa kita yang sudah dipersiapkan untuk menyangga IKN mau melepaskan diri begitu saja? Maka pesan saya, hati-hati dalam mengambil keputusan. Lakukan pengkajian dengan sungguh-sungguh dan melibatkan seluruh masyarakat Berau. Kalau saat ini mereka mengklaim survei 70 persen warga Berau setuju, coba kita buat juga survei pembanding yang benar-benar melibatkan masyarakat Berau seutuhnya,” tutupnya. (adv/kn)

Agar Tingkat Keamanan Terjamin, DPRD Serahkan Arsip Berharga ke Dispusip Berau

0

TANJUNG REDEB – Sekretaris DPRD Berau, Abdurrahman pada Senin (6/11/2023) lalu menyerahkan beberapa arsip berharga milik DPRD Berau kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau.

Dia menerangkan, penyerahan arsip tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan arsip yang sangat penting serta mengandung nilai sejarah.

“Ini upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Misal, seperti kejadian kebakaran gedung penyimpanan arsip DPRD Berau beberapa waktu lalu. Jangan sampai arsip ini hilang,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, dokumen merupakan suatu rangkaian sejarah dalam melaksanakan seluruh kegiatan di DPRD. Untuk itu, dokumen tersebut sudah dipersiapkan dan dipisahkan, mulai dari awal hingga akhir.

“Karena tupoksi DPRD sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan, maka arsip ini sangat penting. Dari arsip yang ada bisa diketahui apa-apa saja kegiatan, kebijakan, aturan bahkan Perda yang sudah dibahas dan disahkan bersama Pemkab Berau,” ujarnya.

Abdurrahman berharap, dengan adanya aplikasi baru yang diluncurkan oleh Dispusip Berau ini, maka akan memudah untuk memisahkan arsip aktif, non aktif dan arsip yang mengandung nilai sejarah.

“Diserahkannya arsip ini juga selain sebagai bank data arsip, juga bisa diamankan dan dilestarikan karena ini mengandung nilai sejarah. Selain itu, tingkat keamanannya terjamin, karena setiap saat ada petugas yang merawat arsip ini,” tutupnya. (adv/set)

Safuad Dorong Pemerintah Siapkan Langkah Konkret Hadapi El Nino

0
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Safuad

SAMARINDA – Dampak El Nino yang mengancam dunia termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kaltim, Safuad. Menurutnya El Nino, bisa berdampak pada beberapa sektor khususnya pertanian.

Berdasar prediksi sejumlah lembaga klimatologi dunia, El Nino akan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini, sejak November hingga Februari tahun 2024. Meskipun Indonesia akan berkurang dampaknya bila memasuki musim hujan.

Mengingat hal tersebut, Safuad mendesak pemerintah untuk menyiapkan program alternatif yang dapat mengatasi masalah kekeringan yang dapat berimplikasi pada sektor pertanian. Musabab, bila tak diantisipasi maka penurunan produksi padi di Kaltim akan terjadi.

Politisi PDI P mengatakan, koordinasi yang dan sinergei antara pemerintah daerah, provinsi, serta pusat, sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan.

“Sudah ada program yang telah dibuat oleh Kementerian Pertanian, seperti antisipasi dini, adaptasi, mitigasi, dan kolaborasi. Ini patut diapresiasi. Namun, program tersebut belum cukup untuk mengatasi masalah yang dihadapi,” jelasnya kepada media ini.

Semisal petani di Daerah Pemilihan (Dapil) -nya Kutim, yang mengalami penurunan produksi padi hingga lima puluh persen akibat kekeringan. Dirinya menyarankan agar pemerintah menyediakan sarana prasarana yang dapat memastikan ketersediaan air untuk sawah-sawah di Kutim.

“Petani di Kutim sangat membutuhkan perangkat seperti pipa atau selang yang dapat menyalurkan air dari sumber-sumber air yang ada ke sawah mereka. Ini adalah peran pemerintah dalam membantu petani mengatasi keterbatasan mereka,” ujar Legislator Dapil Bontang, Kutim, Berau ini.

Anggota DPRD yang telah dua periode duduk di kursi “Karang Paci” tersebut mengusulkan agar pemerintah membangun jaringan irigasi di beberapa wilayah yang menjadi sentral pertanian di Kutim, seperti Kaubun, Kaliorang, Long Mesangat, dan Kongbeng.

Ia mencontohkan, pemerintah dapat membuat sumur, bendungan, atau mata air, kemudian menghubungkannya dengan pipa ke sawah.

“Ini adalah solusi alternatif yang dapat membantu petani menghadapi El Nino. Saya yakin, dengan koordinasi yang baik dan anggaran yang maksimal, dampak El Nino dapat diminimalisir,” tuturnya.

Lebih lanjut Safuad juga mengingatkan agar pemerintah memanfaatkan dana desa untuk membantu pembangunan jaringan irigasi tersebut. (Adv/DPRD Kaltim/KN)

DPRD Kaltim Dorong Pemprov Angkat Honorer Satpol PP Jadi P3K

0
Satuan Pamong Praja yang berstatus honorer, diminta DPRD Kaltim diangkat menjadi P3K

BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kaltim, Hassanudin Mas’ud, mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera menyelesaikan nasib tenaga honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan mengangkat mereka menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Politisi Golkar ini mengatakan, pihaknya sudah mendapat surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait hal ini. “Kita minta eksekutif untuk segera menjawab, supaya status teman-teman Satpol PP yang sesuai UU bahwa Satpol adalah PNS itu kita bisa masukan,” ujarnya akhir pekan lalu.

Pria yang kerap disapa Hamas ini, menyatakan perubahan status honorer Satpol PP menjadi P3K memang terkendala oleh aturan baru yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Aturan itu adalah UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menghapus tenaga honorer.

Namun, ia meyakini bahwa Pemprov Kaltim memiliki anggaran yang cukup untuk menjamin keberadaan honorer Satpol PP. Ia bahkan mengklaim bahwa APBD Daerah bisa menampung sekitar 3 ribu ASN seluruh Kaltim.

Oleh karena itu, ia mendorong Penjabat Gubernur Kaltim untuk membuat surat ke menteri terkait agar semua Satpol PP bisa diangkat menjadi P3K. Ia berharap hal ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pemprov.

“Aturan yang membenturkan. Ini untuk seluruh kabupaten/kota, kemungkinan bisa seluruh Indonesia. Tapi kita tetap minta Kaltim dan seluruh kabupaten/kota semua jadi bagian P3K,” tutup Ketua DPRD Kaltim tersebut.(adv/dprdkaltim/kn)

Puji Setyowati dan Fitri Maisyaroh Sampaikan Materi Kepemimpinan kepada Pelajar MTs Negeri Samarinda

0
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati, dan Anggota Komisi IV Fitri Maisyaroh.

SAMARINDA – Sebanyak 350 siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Samarinda bertandang ke kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tentang Suara Demokrasi, pada Rabu (8/11/23).

Ratusan pelajar tersebut dibekali pengetahuan berkaitan tentang Motivasi Kepemimpinan dan Kiat serta Tantangan Menjadi Pemimpin. Materi secara langsung disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati dan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh.

Siswa dan siswi MTs Negeri Samarinda mengikuti kegiatan secara terpisah, yang mana dari total keseluruhannya dibagi menjadi 2 grup dengan 2 sesi pemaparan yang dilangsungkan di Ruang Rapat sisi kiri dan sisi kanan Gedung E Lantai Dasar Kantor DPRD Kaltim.

“Saya pikir ini adalah langkah strategis yang dilakukan oleh MTs Negeri Samarinda dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang sehat, pintar,cerdas dan juga unggul, mempunyai daya saing dan yang paling penting mereka mempunyai karakter yang baik,” tutur Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati saat ditemui usai menyampaikan paparan materinya.

Apresiasi itu diberikannya mengingat kunjungan MTs Negeri Samarinda ke DPRD Kaltim ini menurutnya ialah bagian daripada proses pembelajaran putra putri peserta didik, dalam menumbuhkan karakter kepemimpinan di P5.

“Harapan kita kurang lebih 26 tahun lagi mereka yang merupakan generasi Z berumur 13 atau 14 tahun ini adalah calon-calon pemimpin kedepan. Sejak dini sudah dipersiapkan tidak hanya secara ilmu pengetahuan. Tetapi juga bagaimana kepekaan sosial di dalam menghadapi perubahan-perubahan di era digitalisasi dan juga bagaimana menumbuhkan karakter bagi anak-anak didik,” pungkasnya.

Selaras dengan itu, Kepala MTs Negeri Samarinda Misbakhus Sururi membenarkan bahwa kegiatan tersebut ialah salah satu rangkaian dari pembelajaran yaitu kegiatan P5 yang mana dilaksanakan dengan tujuan agar pelajar dapat mendapatkan pembelajaran secara langsung di luar lingkungan sekolahnya.

“Sehingga anak diajak untuk real belajar, turun mengalami atau bahkan melakukan pengalaman-pengalaman hidup. Tujuannya ketika nanti siswa terjun ke masyarakat, mereka sudah pernah punya pengalaman di dalam melaksanakan kehidupan atau bahkan pernah mempelajari tentang penyelesaian permasalahan yang ada di lingkungan kita,” ungkap Misbakhus Sururi menambahkan.

Setelah itu kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari  DPRD Kaltim untuk MTs Negeri Samarinda dan dari MTs Negeri Samarinda untuk DPRD Kaltim. (adv/dprdkaltim/kn)

Akademisi Hukum Unmul dan ALHI Silaturahmi dengan DPRD Kaltim

0

SAMARINDA – Sejumlah akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (FH Unmul) dan Asosiasi Laboratorium Hukum Indonesia (ALHI) melakukan kunjungan silaturahmi ke DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa malam lalu (7/11/2023).

Kunjungan ini diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Kaltim Baharuddin Demmu yang mewakili pimpinan DPRD Kaltim di Ruang VIP Gedung D, Lantai 6 DPRD Kaltim. Ia yang didampingi Anggota Komisi I DPRD Kaltim Jahidin, mengungkapkan rasa senang dan terima kasih atas kedatangan para akademisi hukum tersebut.

“Kami senang dan berterima kasih atas kunjungan bapak dan ibu di kantor kami. Ini merupakan kesempatan untuk bersilaturahim, berdiskusi, dan bertukar pikiran antara DPRD Kaltim dan para pakar atau akademisi hukum dari FH Unmul dan ALHI,” kata Demmu.

Polisiti PAN ini, juga mengungkapkan bahwa DPRD Kaltim selalu berusaha menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur, baik negeri maupun swasta. Ia menilai bahwa peran dan kontribusi pemikiran akademisi sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah, khususnya dari aspek hukum.

“Setiap lini pemerintahan dan kebijakan pembangunan tidak bisa lepas dari aspek hukum. Termasuk kami sebagai anggota DPRD yang memiliki tugas dan fungsi legislatif. Kami terbuka menerima saran, masukan, bahkan kritik membangun dari para akademisi hukum untuk meningkatkan kinerja dan kualitas kami sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Legislator Dapil Kukar ini, juga menyampaikan apresiasi atas rencana pelaksanaan seminar internasional dan rapat kerja nasional ALHI yang akan diselenggarakan di FH Unmul. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan maksimal, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas fakultas hukum di Kalimantan Timur, Indonesia, dan masyarakat luas.

Acara silaturahmi ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dari DPRD Kaltim kepada akademisi FH Unmul dan ALHI. Cinderamata tersebut diserahkan oleh Demmu kepada Dekan FH Unmul Mahendra Putra Kurnia, dan oleh Jahidin kepada Ketua ALHI Juajir Sumardi. (Adv/dprdkaltim/KN)

Sah, Ranperda Inisiatif PUG Jadi Perda

0
Rapat Paripurna 40 DPRD Kaltim (hms)

SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kaltim berhasil menyelesaikan pembahasan Ranperda Perubahan Pengarusutamaan Gender (PUG) Dalam Pembangunan Daerah yang merupakan inisiatif Pemprov Kaltim. Ranperda tersebut bertujuan untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan gender dalam semua aspek kehidupan manusia di Kaltim.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV Puji Setyowati dalam Rapat Paripurna Ke 40 yang digelar di Gedung Utama Kantor DPRD Kaltim, Rabu (8/11/2023).

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun didampingi Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo dan Sekretaris DPRD Kaltim Norhayati Usman. Rapat juga dihadiri oleh Asisten III Setda Kaltim Reza Indra Riadi yang mewakili Pj Gubernur Kaltim.

Puji Setyowati mengatakan, Ranperda Perubahan PUG akan menjadi pedoman dan arah kebijakan dalam melaksanakan strategi pembangunan pengarusutamaan gender di daerah. Ia menjelaskan, pengarusutamaan gender adalah integrasi peran gender dalam kebijakan dan program pembangunan yang dimulai dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.

“Kesetaraan gender adalah di mana laki-laki dan perempuan dapat berkembang optimal tanpa terkendala jenis kelaminnya, sedangkan keadilan gender bermakna bahwa laki-laki dan perempuan punya perbedaan kebutuhan yang harus dipenuhi,” kata Puji Setyowati.

Ia menambahkan, dengan perubahan Perda ini, diharapkan kepentingan perempuan dan laki-laki dapat terakomodir dalam setiap tahap pembangunan, sehingga keduanya menikmati hasil pembangunan secara berimbang.

Rapat Paripurna 40 DPRD Kaltim (hms)

“Dengan demikian, tujuan PUG akan tercapai dimana perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan dan akses terhadap proses dan hasil pembangunan,” ujarnya.

Puji Setyowati juga mengungkapkan, Komisi IV bersama dengan Biro Hukum Setda Kaltim dan DKP3A Kaltim telah melakukan percepatan penyelesaian Ranperda tersebut.

Ia berharap, Ranperda tersebut dapat segera difasilitasi oleh Kemendagri RI, sebagaimana permohonan yang telah diajukan Pimpinan Dewan kepada Gubernur Kaltim. Ia mengatakan, hal ini penting untuk segera menetapkan dan mengundangkan Perda tentang PUG di Kaltim.

Muhammad Samsun, sebagai pimpinan rapat, menyatakan bahwa laporan akhir hasil kerja Komisi IV telah selesai dan sesuai dengan tata tertib dewan. Ia juga menyampaikan kepada anggota dewan untuk memberikan persetujuan terhadap Ranperda Perubahan PUG tersebut.

“Ini adalah agenda kita selanjutnya pada rapat paripurna hari ini, yaitu persetujuan DPRD Kaltim terhadap Ranperda inisiatif Pemprov Kaltim tentang perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2016 Tentang PUG Dalam Pembangunan Daerah menjadi Perda, dan pendapat akhir kepala daerah,” kata Muhammad Samsun.

Dalam paripurna, forum yang menghadiri sepakat untuk menyetujuai Ranperda PAG menjadi produk hukum yang DPRD Kaltik lahirkan tahun ini.(adv/dprdkaltim/kn)

Percepat Penurunan Stunting, Edi-Rendi Gelontorkan Rp 358 Miliar

0

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara serius dalam menangani stunting. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin.

Beliau menyatakan bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengalokasikan anggaran sebesar 358 miliar rupiah untuk tahun 2024. Dana tersebut diperuntukkan khusus untuk mengurangi angka kemiskinan dan mempercepat penurunan stunting.

“Ini merupakan sejarah, sehingga tidak ada lagi alasan bagi Kabupaten Kutai Kartanegara untuk tidak dapat menurunkan angka stunting secara maksimal di tahun depan,” kata Rendi Solihin.

Ia mengklaim bahwa penanganan stunting atau masalah kekurangan gizi pada anak-anak di Kabupaten Kutai Kartanegara telah berlangsung dengan optimal.

Berdasarkan data pemerintah daerah, kasus stunting pada tahun 2022 telah menurun sebesar 14 persen. Tahun ini, diharapkan akan turun kembali sebesar 1,09 persen. Pemerintah Kabupaten menargetkan, Kutai Kartanegara bebas stunting pada tahun 2024 yang akan datang.

Rendi Solihin menambahkan, Kabupaten Kutai Kartanegara berhasil mengatasi stunting berkat kerja keras lintas sektor, yang melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian Kutai Kartanegara.

“Melalui kolaborasi dan gotong royong semua pihak, penanganan stunting menunjukkan hasil yang positif. Terjadi penurunan signifikan pada angka stunting di Kutai Kartanegara,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam upaya mengatasi masalah gagal tumbuh pada balita yang disebabkan oleh stunting, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sejumlah 477 tim.

Tim-tim ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mensosialisasikan dan mendampingi masyarakat yang berisiko stunting.

Setiap tim terdiri dari tiga orang, sehingga totalnya ada 1.431 orang. Anggota tim terdiri dari bidan, kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan kader Keluarga Berencana (KB).

Semua anggota TPK adalah relawan dan memiliki surat keputusan dari pemerintah kelurahan atau desa di tempat mereka bertugas.

Tugas detail TPK adalah mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.

TPK akan memberikan pengarahan agar anak-anak mereka tidak mengalami stunting. Salah satu arahan yang diberikan adalah pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi. (adv/krs)