Kamis, Februari 29, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harlah ke-78 Nahdlatul Ulama, Presiden Jokowi: Terima Kasih Selalu Menjaga NKRI

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan selamat Hari Lahir ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) atau Harlah ke-78 NU.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada Sabtu, (20/1/2024).

“Saya ingin mengucapkan selamat Harlah ke-78 kepada keluarga besar muslimat NU semoga muslimat NU selalu guyub rukun bersatu untuk kepentingan umat bangsa dan negara,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan Muslimat NU sangat luar biasa. Jokowi pun menyanjung Muslimat NU yang selama ini telah berperan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Atas nama masyarakat bangsa dan negara saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Muslimat NU yang selalu menjaga NKRI, merawat Pancasila yang selalu merawat persatuan, kerukunan untuk Indonesia maju,” ujar dia.

Harlah ke-78 Muslimat NU dihadiri berbagai tokoh dan pejabat negara lain. Diantaranya istri dari Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Sinta Nuriyah, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau dikenal sebagai Gus Yaqut.

Kemudian Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Kader Muslimat NU dari pelbagai daerah juga datang memeriahkan.

“Saya tahu ibu-ibu itu biasanya lebih semangat lebih militan daripada bapak-bapak. Saya tahu ibu-ibu yang hadir di sini berasal dari seluruh pelosok tanah air Indonesia dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sumatera, Kalimantan dan juga banyak dari luar negeri. Ada dari London, Saudi dan Amerika,” tandas dia.

Pantauan di lapangan, Jokowi tiba sekira jam 06:10 WIB. Terlihat, Jokowi mengenakan pakaian kemeja jas dipadu dengan sarung berwarna hijau. Tak sendirian, Jokowi didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau dikenal sebagai Gus Yaqut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan Jokowi dan rombongan.

Khofifah kemudian mengarahkan ke atas panggung. Peserta Harlah yang sebagian besar adalah kaum emak-emak berebutan untuk bisa berjabat tangan dengan Jokowi.
Melihat antusias rakyatnya, Jokowi langsung menghampiri dan mengulurkan tangan. Tak hanya itu, peserta Harlah mengabadikan momen kedatangan Jokowi dengan kamera ponsel. Tak sedikit dari mereka mengajak Jokowi berfoto bersama.

Tanpa sungkan, Jokowi menuruti dan mengambil telepon genggam itu, lalu memotret dengan tangan sendiri. Istri dari Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Sinta Nuriyah juga nampak berada di lokasi acara.

Dalam keterangan resminya, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan permohonan maaf bila acara Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-78 menganggu arus lalu lintas di sekitar GBK.

“Kepada warga DKI Jakarta, pengguna jalan kami memohon maaf jika perjalanan panjenengan semua sedikit tersendat dan membuat kurang nyaman,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu.

Khofifah mengatakan, Panitia Harlah Muslimat NU bersama Pemprov DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi dan mitigasi untuk mengurangi dampak bertumpuknya massa dan kendaraan di seputaran GBK Senayan. Diantaranya dengan menyiapkan alur keluar masuk bus, kantong-kantong parkir, dan sejumlah skenario lainnya.

“Terdapat empat kantong parkir yaitu di area dalam GBK, sekitar GBK Senayan, sekitar Monas, dan sekitar Kemayoran. Untuk bus yang datang dari Jatim, Jateng, dan Jakarta disiapkan titik parkir di sekitar Monas. Sedangkan bus dari Jabar, Sumatera, dan Banten disiapkan titik parkir di sekitar GBK,” paparnya.

Khofifah menerangkan, perhitungan sementara panitia Harlah Muslimat NU, terdapat sekitar 2.995 armada bus yang akan membawa peserta dari 34 Pengurus Wilayah (PW) dan 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU. Acara tersebut juga dihadiri Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU dari 11 negara, antara lain, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Inggris, Jepang, dan negara lainnya. (lpt/kn)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular