Minggu, Mei 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ekonomi Halal Kerek PDB USD 5,1 Miliar per Tahun

KORANUSANTARA – Ekonomi syariah mendapat perhatian Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dia menyebutkan, penguatan ekonomi dan keuangan syariah harus dilakukan secara terintegrasi. Contohnya, program one pesantren one product (OPOP) yang dikembangkan di Jawa Timur.

Ma’ruf mengatakan, Jawa Timur berpotensi menjadi penggerak kemajuan ekonomi keuangan syariah di tanah air. Apalagi, provinsi itu menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Jawa. Yakni, 25 persen. ’’Beberapa hal perlu menjadi perhatian bersama untuk memperkuat ketahanan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah,’’ kata Ma’ruf dalam acara Sarasehan Ekonomi, Keuangan Syariah, dan Peresmian Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat ITS di Surabaya.

Mantan ketua umum MUI itu menyebutkan, program OPOP merupakan contoh konkret penguatan ekosistem ekonomi syariah berbasis pesantren. ’’Program ini patut diperluas. Baik di Jawa Timur yang saat ini memiliki sekitar 5 ribu lebih pesantren maupun di wilayah lainnya,’’ ujarnya.

Di tempat terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan bahwa sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, ekonomi halal RI memiliki potensi yang sangat besar.

’’Laporan 2022 menyebutkan bahwa ekonomi halal dapat meningkatkan PDB (produk domestik bruto) Indonesia sebesar USD 5,1 miliar per tahun melalui ekspor serta peluang investasi. Indonesia juga merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan sekitar 230 juta penduduk muslim,’’ kata Menkeu.

Di samping itu, RI telah berhasil mengerahkan daya saing pasar halal secara global.

Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua untuk sektor makanan dan minuman. Dan, posisi ketiga di bidang fashion serta peringkat keenam di industri keuangan Islam.

Bendahara negara itu melihat bahwa industri halal telah tumbuh positif di tengah tantangan global yang serius dan beragam. Apalagi, terdapat 1,9 miliar muslim di seluruh dunia yang menghabiskan sekitar USD 2 triliun untuk produk halal pada 2021. Pengeluaran tersebut tumbuh 9 persen dari 2020.

Pada 2025 pengeluaran umat Islam akan terkerek 7,8 persen atau mencapai sekitar USD 3 triliun dan ekonomi halal global diperkirakan mencapai USD 4,96 triliun pada 2030. ’’Tantangan global telah menekankan kembali nilai ekonomi halal sebagai sumber pertumbuhan baru,” bebernya. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular