DPRD Berau Ingatkan Bahaya Wabah, Imunisasi Anak Tak Boleh Ditunda

BERAU – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengeluarkan peringatan tegas mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi anak. Ia menilai ancaman penyakit menular masih nyata dan imunisasi adalah benteng utama yang tidak boleh ditunda oleh para orang tua.

“Imunisasi merupakan satu upaya preventif yang efektif dalam pencegahan penyebaran penyakit. Dengan imunisasi lengkap, anak-anak akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik,” ujarnya.

Elita menegaskan bahwa imunisasi dapat melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti polio, difteri, tetanus, campak, dan berbagai infeksi lain yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak ragu membawa anak ke fasilitas kesehatan sesuai jadwal imunisasi.

Ia menyebut program imunisasi pemerintah selama ini telah menunjukkan dampak signifikan dalam menekan penularan penyakit pada anak. Namun keberhasilan itu, katanya, sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat—terutama para orang tua.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan anak melalui imunisasi. Partisipasi orang tua sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap dan tepat waktu,” jelasnya.

Elita berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga risiko munculnya wabah penyakit di Berau dapat ditekan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk menyiapkan generasi Berau yang sehat dan berkualitas.

“Upaya ini juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” tandasnya. (adv)

READ  Syarifatul Syadiah: 281 Kasus DBD, Jangan Lengah dalam Pencegahan
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img