NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah mempercepat pembangunan 24 embung baru untuk menambah cadangan air sebesar 2 juta meter kubik. Infrastruktur ini menjadi fondasi utama konsep smart forest city dan sponge city yang memastikan 70 persen wilayah Nusantara tetap menjadi area hijau berkelanjutan.
Ibu Kota Nusantara menargetkan memiliki 60 embung sebagai sistem konservasi air terpadu. Hingga 2024, sudah 30 embung terselesaikan dan berfungsi sebagaimana dirancang. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penambahan 24 embung berikutnya akan difokuskan di kawasan 1B dan 1C.
“Kita sudah bangun 30 embung. Ini kita mau bangun lagi sekitar 24 embung lagi di kawasan 1B dan 1C,” ujar Basuki dalam beberapa kesempatan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). November lalu, ia kembali menekankan bahwa pembangunan badan air tersebut akan meningkatkan cadangan sekitar 2 juta meter kubik. “Menambahi 2 juta meter kubik yang sudah kita punyai dari 30 embung yang sudah ada,” jelasnya.
Pekerjaan pembangunan ini ditargetkan rampung sebelum 2028. Salah satu proyek yang telah menyelesaikan proses tender dan penandatanganan kontrak adalah Embung KIPP 1B dengan nilai Rp323.215.115.499. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Bumi Karsa, kontraktor yang beralamat di Makassar.
Peran embung dan kolam retensi di Nusantara sangat strategis. Selain berfungsi menahan, menyerap, dan mengendalikan aliran air permukaan, embung mendukung penerapan konsep Zero Delta Q atau Sponge City yang menjadi inti perencanaan ekologis IKN. Dengan mekanisme tersebut, kawasan tetap terlindungi dari risiko limpasan air berlebih, sekaligus menjaga keseimbangan hidrologis serta ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.
Embung juga dirancang untuk memperindah lanskap KIPP dan menyediakan air baku untuk kebutuhan non-air minum. Jika ditotal dari yang telah dibangun maupun yang sedang dalam persiapan, jumlah embung di IKN kini mencapai 54 unit dan akan terus bertambah hingga mencapai target akhir.
Pembangunan embung ini menjadi salah satu penopang utama visi Nusantara sebagai ibu kota yang modern, resilien, dan berpijak pada prinsip konservasi lingkungan. (riz)
Editor: Agus S


