Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wujudkan Lumbung Pangan, Pemkab Kutai Kartanegara Undang Ahli Pupuk Organik

KUTAI KARTANEGARA – Berbagai upaya dilakukan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah agar cita-cita Kukar menjadi lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) bisa tercapai, salah satunya dengan mengundang tenaga ahli dan riset pupuk hayati atau organik dari PT. Madubaru Yogyakarta.

Hal itu ia ungkapkan saat acara diskusi pemantapan data infrastruktur tani antara Dinas Pekerjaan Umum dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, di ruang Serbaguna Kantor Bupati, Senin (10/4/23).

Bupati Edi Damansyah mengungkapkan Pemkab Kukar berencana membangun demplot di lima kawasan pertanian, dan saat ini infrastruktur yang sedang dikerjakan adalah jalan usaha tani, saluran irigasi, dan embung.

“Kerena ada klaster-klaster di 5 kawasan pertanian, jadi kita lihat di tahun 2022-2023 ini mana – mana saja yang dikerjakan oleh Dinas PU, dan mana – mana saja oleh dinas Pertanian, dan juga apa saja yang harus kita perkuat di anggaran 2023 khususnya di perubahan nanti, dan akan kita anggarkan lagi di 2024,” ujarnya.

Edi menginginkan, setiap klaster infrastruktur dan petaninya sudah siap, kemudian untuk pengembangannya perlu dibangun demplot yang berkaitan dengan pengembangan pupuk organik, karena dibeberapa kabupaten kota sudah dibikin demplot.

“Untuk itu kita mengundang ahli pertanian dari Jogjakarta, yakni pak Sigit Agus Himawan beliau ini membawa konsep tersendiri dengan memproduksi pupuk hayati atau organik, sekaligus memberikan pendampingan nantinya” ujar Edi.

Dijelaskannya konsep yang dibawanya merubah budaya kerja petani, kalau selama ini hanya kenal pupuk kimia, terus beli kapur untuk penanganan lahan tingkat keasaman tinggi, dengan pupuk hayati atau organik yang ditawarkan tidak memerlukan semua itu.

Edi menyebut tujuan mereka datang ini untuk buat demplot di beberapa titik. Nanti demplotnya di wilayah Muara Kaman, Sebulu Tenggarong Seberang, dan Loa Kulu.

“Harapan saya dengan konsep ini penggunaan beberapa temuan baru terutama pupuk hayati atau organik ini kesulitan pupuk ditengah-tengah petani bisa diatasi dan ini merubah budaya kerjanya. Kalau selama ini kita hanya pikir pupuk kimia ini kita sudah beralih pada pupuk organik,” harapnya. (kn)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular