Sejumlah Poli RSUD Bontang Pindah Gedung, Pasien Diimbau Kenali Lokasi Sebelum Berobat

BONTANG – Pasien RSUD Taman Husada Bontang yang sudah lama tidak berobat perlu memperhatikan perubahan lokasi sejumlah poliklinik. Pasalnya, sebagian layanan yang sebelumnya berada di Gedung Angsana kini telah dipindahkan ke gedung baru, termasuk Gedung Bengkirai. Perubahan tersebut terus disosialisasikan agar masyarakat tidak kebingungan ketika datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Untuk memperluas informasi, manajemen RSUD Taman Husada melakukan kunjungan langsung ke berbagai tempat, mulai dari sekolah, perusahaan, hingga lingkungan masyarakat. Sosialisasi tersebut tidak hanya memperkenalkan fasilitas medis, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai lokasi pelayanan yang telah mengalami perubahan.

Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan perkembangan fasilitas rumah sakit perlu terus disampaikan kepada masyarakat.

Menurutnya, tidak semua pasien mengetahui adanya perpindahan poliklinik, terutama mereka yang sudah cukup lama tidak berkunjung ke RSUD Taman Husada.

“Selain terkait pelayanan, saat kunjungan kami juga menjelaskan terkait gedung lama dan gedung baru. Bisa saja masyarakat yang sudah lama tidak berobat belum mengetahui, kalau poli sudah ada atau dipindahkan ke gedung yang baru,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Tri Rohana menjelaskan, perpindahan sejumlah layanan dari Gedung Angsana ke Gedung Bengkirai menjadi salah satu informasi yang perlu diketahui pasien sebelum datang berobat.

Pasalnya, masyarakat yang sebelumnya terbiasa mendapatkan pelayanan di gedung lama kemungkinan masih mendatangi lokasi tersebut ketika kembali membutuhkan pemeriksaan.

Kondisi serupa juga dapat dialami warga yang sempat tinggal atau bekerja di luar Bontang dalam waktu cukup lama. Ketika kembali ke daerah dan membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka belum tentu mengetahui perubahan fasilitas maupun lokasi poliklinik.

READ  Kesehatan Mental Tak Boleh Diabaikan, RSUD Bontang Ajak Warga Kenali Gangguan Kejiwaan sejak Dini

Karena itu, penyampaian informasi dilakukan agar pasien dapat mempersiapkan kunjungan dengan lebih baik, termasuk mengetahui gedung yang harus dituju sesuai jenis pelayanan.

Dengan mengetahui lokasi poliklinik sejak awal, pasien diharapkan tidak perlu berpindah-pindah gedung hanya untuk mencari tempat pemeriksaan.

Menurut Tri Rohana, sosialisasi dilakukan secara rutin sekitar dua kali dalam sebulan. Kegiatan tersebut menyasar sekolah, perusahaan, dan sejumlah lingkungan masyarakat lainnya.

Melalui kunjungan langsung, pihak rumah sakit dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan fasilitas, ketersediaan dokter spesialis, hingga perubahan lokasi pelayanan.

“Melalui kunjungan langsung, pastinya kami berupaya memperluas penyebaran informasi agar tidak hanya diterima masyarakat yang aktif mengakses kanal digital, tetapi juga mereka yang membutuhkan penjelasan secara langsung,” jelasnya.

Selain informasi lokasi poliklinik, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi RSUD Taman Husada memperkenalkan berbagai layanan medis yang telah tersedia.

Sebelumnya, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa sejumlah pelayanan spesialis terus dikembangkan, termasuk urologi, endoskopi, kateterisasi jantung, dan rehabilitasi medik.

RSUD Taman Husada juga memiliki Laboratorium Patologi Anatomi yang digunakan untuk membantu dokter memastikan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan sel dan jaringan tubuh.

Informasi mengenai jenis pelayanan tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui fasilitas kesehatan yang dapat diakses di Bontang tanpa harus selalu mencari layanan ke luar daerah.

Di sisi lain, tingginya aktivitas pelayanan rumah sakit juga membuat pengaturan kedatangan pasien menjadi perhatian manajemen.

Berdasarkan keterangan Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, jumlah pasien rawat jalan mencapai sekitar 400 hingga 500 orang setiap hari.

Manajemen rumah sakit sebelumnya juga mengimbau pasien memanfaatkan sistem pendaftaran online dan mengikuti jadwal pemeriksaan untuk mengurangi penumpukan di ruang tunggu.

READ  Direktur RSUD Bontang Ingatkan Pegawai Jangan Abaikan SOP, Cegah Risiko Hukum dalam Pelayanan

Mulai 1 November 2026, pemesanan antrean poliklinik melalui aplikasi Mobile JKN juga mengalami perubahan waktu. Booking yang sebelumnya dibuka pukul 01.00 Wita bergeser menjadi pukul 06.00 Wita, tetap dengan sistem pemesanan sehari sebelum jadwal pemeriksaan atau H-1.

Karena itu, masyarakat yang hendak berobat diimbau memperhatikan jadwal pemeriksaan sekaligus memastikan lokasi poliklinik yang dituju.

Tri Rohana mengatakan sosialisasi melalui kunjungan langsung akan terus dilakukan agar informasi mengenai perkembangan layanan RSUD Taman Husada dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk pasien yang belum terbiasa mengakses informasi melalui kanal digital. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img