TENGGARONG – Sektor pertanian Kutai Kartanegara (Kukar) kini menghadapi tantangan besar. Jumlah petani aktif semakin berkurang akibat faktor usia, sementara minat generasi muda untuk terjun ke sawah masih minim. Kondisi ini membuat Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, keberlanjutan pertanian tidak bisa hanya mengandalkan teknologi modern. Tanpa kehadiran petani milenial, produktivitas yang sudah ditopang mekanisasi dan digital farming akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
“Untuk regenerasi, kita dorong petani milenial agar terlibat aktif. Beberapa lokasi sudah digarap oleh petani milenial dengan dukungan teknologi modern, termasuk penggunaan drone. Pemerintah juga menyiapkan bantuan sesuai kebutuhan mereka,” tegas Aulia, Rabu (17/9/2025)
Aulia menegaskan, dibawah kepemimpinannya Pemkab Kukar akan berupaya menekan ketergantungan fuskal daerah dari industri ekstraktif. Oleh sebab itu, sektor pertanian dibidik sebagi pondasi ekonomi baru di Kukar.
Untuk memberikan stimulus bagi pertumbuhan sektor pertanian. Pemkab Kukar juga meluncurkan program Kredit Kukar Idaman Terbaik. Skema ini menawarkan plafon pinjaman hingga Rp500 juta tanpa bunga bagi petani. Dengan pembayaran dilakukan setelah panen.
“Jumlah plafon pinjaman kini meningkat hingga Rp 500 juta tanpa bunga. Pembayaran dilakukan setelah panen, sehingga petani lebih leluasa memulai usaha tanpa terbebani bunga,” tegasnya.
Selain regenerasi, Aulia menekankan pentingnya ketersediaan pupuk. Bantuan tetap digelontorkan, namun dengan distribusi yang lebih terarah agar tepat sasaran. “Soal pupuk, tetap ada bantuan yang diberikan, namun distribusinya lebih diarahkan pada pupuk subsidi agar tepat sasaran,” jelasnya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memacu semangat petani muda dalam mengembangkan usaha. Pemerintah meyakini, kombinasi antara regenerasi petani, dukungan permodalan, ketersediaan pupuk, dan pemanfaatan teknologi modern akan menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Kukar. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


