Rantai Pasok Diperkuat, BI Kaltim Pastikan Inflasi Daerah Tetap Terkendali

SAMARINDA – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) menyebut, inflasi daerah ini yang terjaga sepanjang Juni 2026 berkat adanya penguatan rantai pasok, karena aksi ini dapat meningkatkan efisiensi distribusi, operasional, hingga memudahkan akses konsumen.

“Inflasi Kaltim pada Juni tetap terjaga, yakni indeks harga konsumen (IHK) Kaltim sebesar 0,70 persen (mtm), dengan inflasi tahunan 3,20 persen dan inflasi tahun berjalan 2,36 persen,” ujar Kepala BI Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Kamis (2/7/2026).

Pada aspek kelancaran distribusi, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim terus memperkuat koordinasi antar-wilayah untuk memastikan rantai pasok tetap berjalan lancar, sekaligus memitigasi potensi hambatan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga.

Sementara pada aspek komunikasi efektif, TPID Kaltim secara rutin melaksanakan rapat koordinasi mingguan, serta menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) TPID di Kota Bontang yang membahas langkah pengendalian inflasi seiring penyesuaian harga BBM.

Penguatan komunikasi publik juga terus dilakukan melalui penyampaian informasi terkait ketersediaan pasokan, perkembangan harga, serta imbauan belanja bijak kepada masyarakat guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.

Hal lain yang dilakukan adalah pada aspek keterjangkauan harga, yakni selama Juni 2026 TPID Kaltim melaksanakan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan kegiatan stabilisasi harga lainnya yang tersebar di berbagai daerah antara lain Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Bontang.

Pada aspek ketersediaan pasokan, TPID bersama Bulog dan pemangku kepentingan terkait terus mendorong pemenuhan pasokan komoditas strategis di seluruh wilayah Kaltim.

“Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui penyaluran beras SPHP, distribusi Minyakita, serta penguatan pengadaan komoditas pangan lainnya untuk menjaga kesinambungan pasokan,” ujar Jajang.

READ  Dalam Wujudkan Ketahanan Pangan, Suharno: Perlu Strategi Khusus

Sejumlah hal yang dilakukan tersebut merupakan implementasi dari strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Ia menjelaskan penyebab inflasi di Kaltim pada Juni 2026, yakni tekanan inflasi terutama disumbang oleh kelompok transportasi, seiring dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi, serta peningkatan tarif angkutan udara seiring periode libur sekolah.

Sementara itu, tekanan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipengaruhi oleh pasokan sejumlah komoditas pangan strategis, antara lain bawang merah, beras, dan ikan layang, akibat cuaca kurang kondusif di daerah pemasok. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img