TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana melakukan rebranding besar-besaran, terhadap Pulau Kumala sebagai destinasi wisata elit berskala internasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, untuk mengurangi ketergantungan fiskal daerah terhadap sektor ekstraktif seperti migas dan batu bara.
Pulau Kumala yang membentang di tengah Sungai Mahakam seluas 84 hektare, selama ini memang dikenal sebagai ikon wisata keluarga di Tenggarong. Namun ke depan, Aulia ingin mengangkat potensi pulau tersebut ke kelas yang lebih tinggi.
“Kalau kita lihat Pulau Kumala ini daerahnya mahal banget. Suasananya juga mahal, bayangkan ada hutan alami di tengah kota. Ini yang mau kita benahi,” ujar Aulia dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).
Sebagai langkah awal rebranding, Pemkab Kukar berencana membangun fasilitas lapangan golf internasional di Pulau Kumala. Olahraga bergengsi ini dinilai cocok dengan konsep wisata premium yang ingin ditawarkan.
“Itu juga sudah disampaikan oleh Pak Gubernur, bahwa Pulau Kumala sangat potensial untuk dibangun lapangan golf,” katanya.
Menurut Aulia, pengembangan Pulau Kumala akan dirancang dengan pendekatan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita sedang mengkaji semua kegiatan yang bisa menghasilkan revenue untuk dikerjasamakan melalui KPBU. Salah satunya lapangan golf,” ungkapnya.
Jika terealisasi, Lapangan golf ini diyakini balal menjadi magnet baru yang diharapkan mampu menarik kalangan menengah ke atas, baik dari dalam maupun luar daerah.
Aulia menyebutkan bahwa saat ini tim teknis sedang menyusun detail strategi pengembangan, termasuk kajian kelayakan dan potensi dampaknya terhadap kawasan sekitar. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


