Puhunt Ngelewai Curi Perhatian di Puncak Dahau Kubar

SENDAWAR – Gerakan tari yang anggun dan kompak dari Sanggar Seni Puhunt Ngelewai menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian pada malam penutupan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Di hadapan ratusan pengunjung, kelompok seni lokal tersebut memperlihatkan kekayaan budaya daerah yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Pertunjukan berlangsung di panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Kamis (5/11/2026) malam, disaksikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat yang memadati lokasi perayaan.

Para penari membawakan gerakan yang harmonis dan penuh kekompakan. Penampilan tersebut menambah kemeriahan malam puncak Dahau sekaligus memperlihatkan peran sanggar seni dalam mempertahankan tradisi masyarakat Kutai Barat.

Wakil Bupati Nanang Adriani mengapresiasi Sanggar Seni Puhunt Ngelewai yang telah mengambil bagian dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah.

Menurutnya, keterlibatan kelompok seni lokal bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat.

“Penampilan ini menunjukkan bahwa Kutai Barat memiliki kekayaan seni dan budaya yang patut dibanggakan. Kami mengapresiasi para seniman dan generasi muda yang terus menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah,” ujar Nanang.

Ia mengatakan keberadaan sanggar seni memiliki peran penting dalam memperkenalkan tradisi kepada masyarakat, terutama generasi muda yang akan melanjutkan pelestarian budaya daerah.

Karena itu, kegiatan seni perlu terus mendapat ruang agar para pelaku budaya memiliki kesempatan menampilkan karya dan mengembangkan kreativitas.

Nanang menegaskan pelestarian budaya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Keterlibatan masyarakat, komunitas budaya, sanggar seni, dan generasi muda menjadi bagian penting untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap kecintaan terhadap seni dan budaya daerah semakin tumbuh. Jangan sampai warisan leluhur hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

READ  Investasi Kubar Rp7,98 Triliun, Frederick Minta Pembangunan Menjangkau Pelosok

Menurut Nanang, peringatan HUT ke-27 Kutai Barat menjadi salah satu kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang hadir dari berbagai wilayah.

Selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut memberikan ruang kepada para seniman untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.

“Kemeriahan malam penutupan tersebut menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi Kutai Barat bukan hanya momentum seremonial, melainkan juga ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mengangkat potensi seni dan budaya lokal,” tandasnya. (adv/diskominfo kubar)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img